[BTS FF Freelance] – My crazy yeoja (chapter 2)

2

[BTS FF Freelance] – My Crazy Yeoja (Chapter 2)

Title : My Crazy Yeoja (Chapter 2)

Author : Yeonwo

Cast : Kim Taehyung (BTS ), Go Haru (Oc), Kim Namjoon (BTS), Shin Ahrin (Oc), Jung Hoseok (BTS), Ahn Yana (Oc), Dll.

Genre : Angst, Hurt/Comfort, Romace, Friendship.

Rating : T

Length : Chapter

Disclimer : 안녕하세요…. FF ini asli dari otak author. Maaf alurnya gak jelas dan ngebingungin. Apabila ada kemiripan alur cerita, karakter, latar atau apapun, itu hanya kebetulan saja. Tinggalkan jejak kalian chingu, saran dan kritik kalian akan sangat membantu author kedepannya. Selamat membaca….

TYPO AKAN BERTEBARAN DIMANA-MANA, MAAF.

***

 

Repeat

 

“kali aja kau menggorok lehermu sendiri dengan pisau dapur” ucap Taehyung santai.

 

“ide yang bagus”

 

“MWO???!”

 

-Chapter 2-

 

-Author POV-

 

“MWO” Taehyung melongo tidak percaya dengan kalimat yang baru saja diucapkan oleh yeoja gila di hadapannya ini.

 

“aku becanda” jawab Haru dengan senyuman yang terlukis samar.

 

-Author POV end-

 

-o0o-

 

-Kim Taehyung POV-

 

“aku becanda” jawab Haru dengan senyuman yang terlukis samar namun bisa ku tangkap.

 

Aku khawatir dia melakukan hal yang macam-macam lagi, jadi aku mengikutinya ke dapur sambil mengerjakan tugasku disana. Sesekali kulihat Haru sedang mengiris bawang, lalu memotong sayuran dan memasaknya. Tampaknya dia sedang menikmati acara memasaknya, syukurlah dia tidak melakukan hal yang tidak aku inginkan lagi untuk saat ini. Ya untuk saat ini saja.

 

‘apa yang membuatmu seperti ini Haru?’ batinku

 

Aku menciun aroma sedap dari masakan yang dibuatnya.

 

“waaah… harum sekali”

 

Haru hanya tersenyum melihat tingkahku yang sedang mengendus kearah pancinya. Akhirnya aku melihat Haru tersenyum setelah beberapa hari bersamanya aku tidak pernah melihat senyumnya yang mengembang seperti ini.

 

“nah begitu dong, kau terlihat cantik dengan senyuman itu” godaku padanya dan membuat yeoja itu terlihat malu dan memalingkan wajahnya dariku.

 

***

 

“selamat makan” seruku pada Haru sambil mengambil peralatan makanku.

 

“ya selamat makan Tae”

 

Terdengar suara namja “AKU PULAAAANG…..”. Bisa kutebak itu pasti Namjoon hyung.

 

“hyung, ayo makan dengan kami, kau pasti belum makan” ajakku pada Namjoon hyung.

 

“OK”

 

Ditengah-tengah acara santapku aku menatap wajah Haru, dia sedang menikmati masakannya sendiri. Aku masih belum tahu apa yang membuatnya seperti ini, tapi aku akan berusaha untuk mencari tahunya. Dia harus menjalani hidupnya dengan normal. Apakah masalah yang sangat berat sehingga ia tidak kuat berada didunia ini? tapi sebesar apapun masalah pasti ada jalan keluar untuk semua itu.

 

‘aku akan membebaskanmu dari masalah yang sedang kau hadapi Haru’ batinku.

 

***

 

“Haru, di rumahmu ada siapa?” tanyaku

 

Haru mengalihkan pandangannya dariku “aku tinggal sendirian” jawabnya sendu.

 

Apa? Sendirian? Kehidupan seperti apa yang dijalani oleh yeoja ini? “emmmm…. Kalau begitu kau tinggal bersama kami saja”  pintaku.

 

“benar” ucap Namjoon hyung ikut berpartisipasi.

 

“itu akan sangat merepotkan kalian”

 

“hya kau tahu, kau sudah sangat-sangat merepotkan. Kau mau bunuh diri di kamar mandi rumahku. Aku sudah membawamu ke rumah sakit dan membayar semua pengobatanmu, seharusnya aku mendapat imbalan” ucapku.

 

Haru mengangkat wajahnya dan menatapku “imbalan?”

 

“ya, imbalan” Aku menatap Namjoon hyung dan sepertinya dia mengerti, dia hanya mengangguk paham kepadaku.

 

“kau mau apa?”

 

Aku tidak langsung menjawab Haru sampai beberapa detik “kau hanya perlu tinggal bersama kami”

 

“mm…mak…maksudmu?” tanya Haru terbata-bata.

 

Aku hanya terkekeh melihat ekspresi wajah haru yang sedikit gugup itu.

 

“haha… hya kau jangan berfikir macam-macam. Aku hanya mau kau membantu kami mengurus rumah, terkadang rumah ini sangat berantakkan” ucapku. Namjoon hanya tersenyum mendengarnya.

 

“tapi…”

 

“ssssttt… tidak ada tapi” potongku.

 

Setelah beberapa pertimbangan Haru mau tinggal bersama kami. Sebenarnya aku tidak mau imbalan darinya, tapi entahlah aku juga bingung kenapa aku memintanya tinggal bersama kami, permintaan itu langsung saja terlintas dikepalaku dan aku mengucapkannya setelah mendengar kalau dia tinggal sendirian.

 

-Kim Taehyung POV End-

-o0o-

 

-Go Haru POV-

 

‘akkkhhhh…. Kenapa aku harus menerima permintaanya tadi’ batinku.

 

Aku menyesali keputusanku sendiri dan aku juga bingung kenapa namja itu sangat peduli denganku. Dia bisa saja tidak menyelamatkanku waktu itu.

 

‘eomma appa aku rindu kaliaaan….’ Batinku dan tak kuduga air mataku sudah membasahi pipiku.

 

“eomma….hhikkss…appa aku rindu kalian. Aku ingin menyusul kalian di… hiikkssss…. sana, apakah kalian bahagia? Hikss… hiksss… Aku disini sangat-sangat tidak bahagiaaa….” Tururku dengan terbata-bata karena sesegukkan akibat menangis.

 

Aku terus menangis sepanjang malam dan tidak tahu entah kapan aku tertidur lelap.

 

***

 

Aku duduk di sebuah kursi panjang yang ada di halaman rumah Taehyung sambil menikmati teh hangatku.

 

“pagiii…. Haruuu…” Sapa seorang namja setelah ku tengok kebelakang ternyata itu adalah namja yang bernama Namjoon.

 

“ah selamat pagi…”

 

“boleh bergabung?”

 

“ya, silahkan”

 

Selama beberapa menit kami tidak membuka mulut masing-masing, hanya canggung yang aku rasakan. Mungkin risih dengan kecanggungan antara kami, Namjoon membuka percakapan “oh iya Haru, umurmu berapa?”

 

“21 tahun, kau?”

 

“aku lebih tua satu tahun darimu” ucapnya dengan senyuman yang terukir dikedua sudut bibirnya membuat lesung pipitnya terlihat.

 

“benarkah?” tanyaku.

 

“jadi panggil aku oppa”

 

“baik” aku mengangguk paham.

 

“oh iya, aku mau membuat sarapan dulu ya oppa” dia hanya membalas dengan senyuman tanda mengiyakan, aku beranjak dari tempatku dan menuju dapur.

 

“kau mau masak?” ucap seorang namja bersuara berat, siapa lagi kalau bukan Taehyung.

 

“iya”

 

Berjalan menghampiriku “aku bantu” ucapnya.

 

“memang bisa?” tanyaku penasaran

 

Taehyung menggaruk tengkuknya mungkin tidak gatal sama sekali “nggak sih, tapi bisa bantu-bantu dikit lah. Motong sayur gitu?”

 

“ya sudah, kau potong sosis itu”

 

“siap tuan putri”

 

‘Haha jawaban apa itu? Yeoja seperti aku ini dipanggil ‘tuan putri’ olehnya? dasar namja aneh’ batinku.

.

.

‘Kenapa namja ini selalu berhasil membuatku tersenyum? Kau adalah orang pertama yang kembali mengukir senyumanku Taehyung’ batinku.

 

“oh iya, nanti malam teman-temanku kesini. Akan ku kenalkan kau dengan mereka dan kau harus berterimakasih kepada salah satu dari mereka karena sudah meminjamkan celananya waktu itu” ucap Taehyung.

 

“baiklah, kalau begitu aku akan memasak untuk kalian nanti”

 

***

 

Aku sudah menyiapkan makanan untuk Taehyung dan teman-temannya. Kini aku duduk santai di sofa ruang tamu bersama Taehyung dan Namjoon oppa menunggu teman-teman mereka datang.

 

Toookk… toookk… toookkk….

 

“itu pasti mereka. Biar aku saja ku yang membukakan pintu” seru Namjoon oppa dan berjalaan menuju pintu lalu membukanya.

 

“Haaaaaaaaiiiiiiiiiiii………………” sapa mereka serempak.

 

“hai, ayo masuk” jawab Namjoon oppa.

 

“ah, siapa ini?” tanya seorang yeoja kepadaku.

 

“annyeonghaseyo, jeoneun Go Haru imnida”

 

“annyeong, aku Shin Ahrin, senang berkenalan denganmu”

 

“hai, aku Ahn Yana dan ini namjachingguku Jung Hoseok” ucap seorang yeoja disebelah Ahrin.

 

“senang berkenalan dengan kalian” ucapku

 

“hya Ahrin kau tahu celanamu tertinggal disini dan dipakainya” lapor Taehyung pada sang pemilik celana.

 

“ah, aku minta maaf karena sudah memakainya” ucapku.

 

“ah, tidak papa Haru. Aku sudah mendengar semuanya dari Namjoon oppa” jawab Ahrin dengan senyumannya yang manis membuat matanya yang sipit senakin sipit.

 

“terimakasih”

 

“iya,iya…” Ahrin melambaikan tangannya dan beranjak duduk ke sofa disamping Namjoon oppa dan mencubit pipi namja itu, namun reaksi dari namjoon oppa membuatku terkikih.

 

“oh iya aku sudah memasak makan malam untuk kalian”

 

“benarkah?” jawab seorang namja yang bernama Jung Hoseok.

 

“ayo makan dulu” seru Namjoon oppa dan kami sama-sama pergi ke meja makan.

 

***

 

“waaah Haru kau pintar masak ya, ini enak sekali” puji Yana.

 

“terimakasih”

 

“heemmm…. ini benar-benar enak!” seru Hoseok.

 

“nah Ahrin sebaiknya kau belajar masak ke Haru deh” ucap Namjoon oppa dan membuat Taehyung, Yana juga Hoseok tertawa geli. Sedangkan Ahrin hanya mendengus kesal.

 

“memangnya aku salah ya? Hya kalian ingat dia pernah membantu bibinya memasak untuk kita dan rasanya hancur gara-gara dia” ucap Namjoon dan kembali membuat teman-temannya tertawa minus Ahrin.

 

“HYA KAU MAU MEMPERMALUKANKU DI HADAPAN HARU?” teriak Ahrin kesal kepada Namjoon.

 

Aku hanya tersenyum melihat mereka. Sahabat yang menyenangkan, andai aku juga punya seseorang yang bisa membuatku kembali tertawa lepas seperti dulu, itu pasti akan sangan menyenangkan.

 

“Haru.. kau kenapa?” seru Taehyung dan sukses membuyarkan lamunanku.

 

“aah… tidak… tidak papa Tae” jawab ku dengan senyuman yang dipaksakan, aku tidak bisa jamin kalau Taehyung percaya. Sepertinya dia itu namja yang sangat peka.

 

-Go Haru POV End-

 

-o0o-

 

-Kim Taehyung POV-

 

“aah… tidak… tidak papa Tae” jawab Haru dengan senyuman yang dipaksakan.

 

‘Ada apa lagi dengan Haru?’ batinku dan kembali melanjutkan makanku.

 

Sekita jam 9 malam teman-temanku pulang dan kulihat Haru sedang mencuci piring. Aku memutuskan untuk menemuinya.

 

“kau pasti lelah, sudah tisur saja. Biar aku yang cuci” pintaku padanya.

 

“tidak Tae ini tugasku”

 

“sssst… jangan melawanku”

 

“baik”

 

Ah akhirnya dia menjadi yeoja yang penurut juga, ya setidaknya keras kepalanya itu berkurang.

 

“Oh iya Tae, Namjoon oppa apa dia sudah pulang?”

 

“belum” jawab ku singkat.

 

“apa Ahrin itu yeojachinggunya?” tanya Haru dengan wajah yang terlihat penasaran.

 

“bukan”

 

“lalu?”

 

Aku mengarahkan wajahku kearah Haru “lalu?”

 

“iya, lalu apa?”

 

“sahabat”

 

“aku tidak yakin” jawabnya dengan wajah yang yakin.

 

“entahlah, yang ku tahu mereka hanya sebatas sahabat. Tapii… entahlah” sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal sama sekali, akupun bingung dengan mereka berdua. Dikatakan pacaran tapi hanya sahabat katanya, dibilang sahabat tapi kadang terlihat lebih dari itu. Entahlah.

 

“emmm… mereka terlihat tidak seperti sahabat. Keduanya sangat dekat”

 

aku mengangguk  “kau benar”.

 

“emmmmm” Haru kembali melanjutkan kegiatan mencuci piring.

 

***

 

Aku berjalan mondar mandir menunggu Haru pulang. Dia keluar sendirian, katanya mau membeli sesuatu ke mini market tapi sudah satu jam aku menunggunya pulang. Supermarket tidak jauh dari sini yaa sekitar 10 menit sampai, seharusnya sekarang ini dia sudah datang.

 

“hya idiot jangan momdar-mandir begitu aku tidak focus mengerjakan tugasku” protes Namjoon hyung.

 

“aku khawatir hyung, dia sudah pergi satu jam yang lalu, seharusnya dia sudah pulang. Memangnya dia mau membeli apa sih?”

 

“mana kutahu, mungkin keperluan perempuan” jawab Namjoon hyung malas.

 

Aku menatap Namjoon hyung kesal. Kenapa dia terlihat tenang-tenang saja di saat yang seperti ini. aku takut yeoja itu melakukan hal yang aneh dan gila lagi.

 

‘aaakkkh… aku tidak punya kontaknya lagi’ batinku.

 

-Kim Taehyung POV End-

 

-o0o-

 

-Author POV-

 

Disebuah gang kecil yang bercabang-cabang bagaikan labirin terlihat seorang yeoja sedang berlari tak jelas arah tujuan dan dibelakang yeoja itu ada 3 namja besar yang ikut berlari, sepertinya mereka mengejar yeoja malang itu.

Yeoja itu tidak tahu harus berlari kemana lagi karena gang itu sudah tidak ada jalan alias buntu. Yeoja itu melihat sekelilingnya dan menemukan tempat sampah yang lumayan besar cukup untuk tubuhnya itu. Dia bersembunyi di dalam tempat sampah itu, tidak bisa memilih tempat yang lebih layak lagi, karena ke tiga namja itu sepertinya sudah sangat dekat dengannya. Tak lama setelah yeoja itu masuk kedalam tempat sampah tiga orang namja itu sampai ketempatnya.

 

“sial, kemana yeoja jalang itu?” dengus salah satu namja besar itu.

 

“dia tidak mungkin berlari dan melompati pagar untuk bersembunyi”

 

“istirahat dulu lah, aku lelah”

 

“baiklah, kita istirahat disini dulu beberapa menit”

 

Ketiga namja itu duduk di sebuah kursi yang ada disekitar untuk mengistirahatkan diri dan mengatur nafas yang sudah sangat berat.

 

-Author POV End-

 

-o0o-

 

-Go Haru POV-

 

Karena panic aku terus berlari tanpa tahu arah tujuanku dan pada akhirnya aku malah berlari kearah gang yang tidak ada jalan lain lagi. Gang ini buntu, aku tidak mungkin berbalik arah, namja-namja itu pasti sudah dekat denganku. Aku harus bersembunyi. Aku melihat tempat sampah yang bisa aku masuki dan langsung saja aku memasuki tempat itu setelah mendengar suara sepatu mereka yang semakin mendekat kearah aku sekarang.

 

Aku bisa mengetahui keberadaan mereka saat ini sudah sangat dekat denganku “sial, kemana yeoja jalang itu?” ucap salah satunya dan aku bisa mendengarnya.

 

“dia tidak mungkin berlari dan melompati pagar ini”

 

“istirahat dulu lah, aku lelah”

 

“baiklah, kita istirahat disini dulu beberapa menit”

 

‘bagaimana ini, aku tidak mungkin pergi dari sini. Mereka pasti akan menangkapku lagi. Kenapa harus istirahat disini sih?’ batinku.

 

Aku memutuskan untuk diam didalam selama beberapa menit ya walau pun bau semerbak sudah memasuki panca indera penciumanku, tapi mau bagaimana lagi aku memang harus terus berada disini sampai mereka pergi kalau tidak mau tertangkap lagi.

Beberapa saat aku berada didalam tempat sampat dan….

 

Bbrakkkk……….

 

“hey, apa yang kau lakukan disini?’ Seseorang telah membuka tempat persembunyianku.

 

“JANGAAAAANN……………..”

.

.

.

.

.

To Be Continued….

.

.

.

A/N

Maaf yaa.. terlambat. Author sibuk, kan Idul Fitri, ikut mapap ke rumah keluarga juga nyambut tamu gitu deeh… jadi nggak kesempetan ngirimnya. Hihi…

Kira-kira siapa yang menemukan Haru di dalam sana? apa yang akan terjadi dengan Haru? Temukan jawabannya di chapter selanjutnya *alay lo thor

Neomu gamsahamnida… udah mau baca FF hancur author ini. Tinggalkan comment kalian dibawah juseyooooo annyeong…. *lambai tangan*

 

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s