[BTS FF Freelance] Charming’s Park – (Oneshot)

charmings-park

Title : Charming’s Park

Author : @Mifta97_

Cast : Han Minri || Park Jimin

Rated : T

Genre : Romance, little bit comedy

Lenght : Oneshoot

Summary : Kuanggap ini adalah anugrah terindah dari Tuhan untukku.

Disclaimer : Semua ff yang kubuat ini MURNI hasil pemikiranku sendiri. Sedangkan cast yang terlibat milik Tuhan, diri mereka sendiri dan orang tua mereka. Aku hanya pinjam nama saja. Ini ff pertamaku jd aku harap kalian suka. Hope you enjoy it~

###

Menjadi kekasih seorang pria bantet bernama lengkap Park Jimin bukanlah hal yang Minri harapkan. Juga bukan takdir yang Minri inginkan. Entah bagaimana ceritanya Minri tiba-tiba mau saja menerima tawaran konyol Jimin untuk menjadi kekasihnya.

Tiga tahun yang lalu saat Minri duduk tenang di taman belakang sekolah, Jimin –yang notabennya teman sekelas Minri- datang menghampiri gadis itu dengan membawa sekotak ice cream coklat kesukaan Minri. Minri sebenarnya tak cukup dekat dengan Jimin, namun karena Minri berteman dengan Taehyung –yang juga satu kelas dengannya- jadilah Minri juga perlahan mengenal dan dekat dengan Jimin. Kala itu Minri masih sangat ingat bagaimana lucunya Park Jimin menyatakan cinta pada Minri. Dengan sekotak ice cream coklat ditangannya, Jimin tiba-tiba bersimpuh didepan Minri seraya menunduk malu.

“Aku tau mungkin ini terlalu mendadak. Kau dan aku bahkan baru dekat beberapa hari ini saat aku tau jika kau adalah teman kecil Taehyung. Tapi ketahuilah Minri bahwa aku menyukaimu sejak kita duduk di tingkat awal sekolah. Aku tak tau sejak kapan rasa itu muncul. Tapi yang  jelas aku menyukaimu tanpa alasan. Jadi kau harus jadi pacarku ya ?”

Ketahuilah bahwa kalimat-kalimat itu muncul dari bibir Jimin dengan mulus. Selama Minri kenal dan dekat –walaupun baru beberapa hari- dengan Jimin yang Minri tau anak itu pendiam dan tak banyak bicara. Tak jarang juga ketika Minri mengajaknya mengobrol, Jimin justru tergagap saat bicara. Bahkan Minri terkadang sampai ingin menggeplak kepalanya saat Jimin berbicara tergagap dihadapan Minri –mungkin agar efek tergagapya bisa hilang-. Dan betapa Jimin membuat Minri melongo bodoh hari itu karena rentetan kalimat yang Jimin ucapkan meluncur mulus begitu saja. Bukannya menjawab, Minri justru tertawa keras setelah beberapa menit memasang wajah bodoh dihadapan Jimin. Jimin yang bingung akan reaksi yang Minri tunjukkan akhirnya berani mengangkat wajahnya dan menatap heran pada Minri.

“Kau tau Jim ? Kau bukan menanyakan apakah aku ingin menjadi kekasihmu atau tidak. Tapi kau memaksaku untuk menjadi kekasihmu. Itu bukan pertanyaan Jim tapi pernyataan. Lagipula apa kau ingin menyuapku dengan sekotak ice cream coklat itu agar aku mau menjadi kekasihmu Jim ?”

Minri menggelengkan kepalanya heran seraya masih terkikik geli dengan cara Jimin menyatakan cinta padanya.

Jimin kembali menunduk malu. Pipi chubbynya bersemu merah saat Jimin menyadari bahwa caranya menyatakan cinta pada Minri sedikit konyol.

“J-jadi a-aku s-salah ya Minri ?”

Minri menghentikan tawanya seketika saat menyadari Jimin kembali dengan penyakit anehnya –tergagap-.

“Tidak Jim. Hanya saja itu sedikit lucu.” Ucap Minri seraya mengambil ice cream ditangan Jimin lalu membukanya perlahan.

“Jadi, apa yang bisa kau yakinkan padaku untuk menjadi kekasihmu Jim ?”

Jimin kembali mengangkat wajahnya. Dilihatnya Minri yang mulai mengambil salah satu ice cream di kotak itu dan memakannya. Jimin tersenyum simpul lalu memasang pose berfikir.

“Umm banyak. Kau akan bangga memilki kekasih sepertiku Minri-ya. Kau tau kan sebentar lagi aku akan debut dengan grup di manajemen yang menaungiku dan Taehyung. Kau akan bangga menjadi kekasih idol besar sepertiku nanti. Aku bahkan hanya memerlukan waktu satu tahun untuk training. Berbeda dengan member lain yang membutuhkan waktu dua atau tiga tahun masa training. Aku juga tidak kalah tampan dari member lain-”

“Tapi aku bahkan belum mengenal mereka kecuali kau dan Taehyung Jim. Bagaimana bisa aku tau apakah kau lebih tampan dari mereka atau justru sebaliknya.”

Minri memotong ucapan Jimin begitu saja. Dan Jimin yang seolah sedih akan pernyataan Minri barusan. Bibirnya mengerucut lucu, namun sedetik kemudian pria itu kembali tersenyum lebar menyebabkan kedua matanya menghilang.

“Tak apa. Kau tak perlu mengenal mereka. Kau hanya perlu mengenalku. Cukup aku. Kau akan sangat bangga padaku saat aku sukses nanti. Aku akan semakin tampan setiap harinya dan kau harus tau bahwa aku memiliki-

-ABS”

Uhuk !

Minri tersedak ice cream coklat yang ia makan. Bahkan Jimin harus rela wajah tampannya terkena cipratan ice cream dari mulut Minri. Jimin mengumpat dalam hati seraya membersihkan sisa-sisa ice cream diwajahnya. Jika saja Jimin tak menaruh hati pada gadis dihadapannya itu, sudah dipastikan Jimin akan mengomel panjang lebar.

“Ma’af Jim” Ucap Minri dengan wajah menyesal. Jimin hanya mengangguk mengiyakan.

“Lagipula salahmu sendiri berbisik sedekat itu padaku. Kukira kau mau apa. Ck ! Aku bahkan tak berpikir apakah kau memiliki ABS atau tidak Jim. Wajahmu bahkan lebih imut dari sepupuku yang berumur dua tahun dirumah.”

Jimin mendelik kesal. Jimin itu tampan bukan imut. Catat itu.

“Jadi kau mau kan menjadi kekasihku ?”

Daripada berbasa-basi terlalu lama lebih baik Jimin kembali bertanya to the point perihal apakah Minri mau menjadi kekasihnya atau tidak. Walaupun Jimin tau bahwa itu bukan pertanyaan melainkan-

“Itu bukan pertanyaan Jim, tapi pernyataan.”

-nah itu maksud Jimin.

Jimin terkikik lucu. Menggaruk kepala belakangnya kala Minri menatapnya sebal.

“Baiklah aku mau.”

Dan hari itu Jimin tak bisa berhenti tersenyum saat Minri menerima tawaran yang Jimin ajukan. Bahkan Taehyung harus berpindah bangku ketempat lain saat Jimin tak juga menurunkan kadar senyumnya sejak bel istirahat sampai mereka pulang. Taehyung hanya takut jika Jimin kesurupan Jin –yang ini bukan Jin hyungnya di BTS- penunggu pohon beringin belakang sekolah. Jadi Taehyung lebih memilih menyelamatkan nyawanya sebelum ia ketularan tak waras seperti Jimin. Tapi, Taehyung hanya tak tau bahwa Jimin tengah berbahagia saat itu.

“Apa yang sedang kau fikirkan Minri-ya ?”

Minri tersadar dari lamunan panjangnya. Melirik kearah Jimin yang kini duduk disampingnya disertai tatapan heran.

 “Tidak ada.” Ujarnya singkat.

Jimin hanya mengagguk sekali. Fokusnya kembali kearah televisi didepannya. Dengan kedua tangan menggenggam satu porsi penuh popcorn buatan Jin dan melahapnya dengan semangat.

Minri kembali berpikir keras. Dibanding member lain, Jimin bahkan tak setampan Jungkook –Minri sangat menggilai maknae itu sejak BTS debut sampai sekarang jika kalian ingin tau-. Jadi jika Jimin bertanya apakah ia semakin tampan, Minri akan menjawab dengan enteng bahwa Jungkook –ditambah Taehyung lebih tampan berkali lipat dari Jimin. Jimin bahkan memiliki tinggi badan terpendek daripada member lain. Dulu Minri hanya mengangguk mengiyakan saat Jimin dengan semangat bercerita bahwa dia memilki adik imut bernama Jungkook. Kala itu tinggi badan Jungkook hanya selisih dua senti dari Jimin. Jimin juga bercerita tentang bagaimana senangnya ia bermain di dorm dengan Jungkook. Jimin sangat menyayangi Jungkook layaknya adik kandung sendiri. Namun Minri tak bisa menahan tawanya saat setahun setelah BTS debut, Jimin kembali bercerita –disertai ekspresi wajah super mengenaskan versi Jimin- bahwa Jungkook selalu mengejeknya pendek. Minri terkikik geli mengingat bagaimana lucunya wajah Jimin saat itu. Kembali gadis itu berpikir tentang bagaimana ia bisa menjadi kekasih seorang Park Jimin. Jimin tak tampan, maksud Minri tak begitu tampan dibanding Jungkook dan Taehyung. Jimin juga tak sehebat Yoongi, Namjoon dan Hoseok dalam hal rap. Minri selalu merasa kepalanya berputar saat mendengar Jimin ngerap. Bagus sih iya. Tapi akan lebih bagus jika Jimin diam saja. Ups !

Dalam hal memasak dan membersihkan dorm, Jimin tak sebersih dan serapi Jin maupun Hoseok. Pernah satu kali Jimin hampir membuat Jin melemparkan penggorengan kewajahnya saat dirasa dapur kesayangaannya justru dibuat hancur oleh Jimin, atau Hoseok yang terpaksa harus melempar bantal guling kewajah Jimin saat bocah itu justru memporak porandakan kamar mereka yang sebelumnya sudah dibersihkan.

Minri kembali mengalihkan pandangannya pada Jimin yang masih fokus menonton tayangan anime kesayangannya. Minri sampai sekarang masih heran kenapa Jimin sepaket dengan Taehyung dan Jungkook sangat suka dengan anime. Dilihatnya lamat-lamat wajah Jimin yang -ehem Minri akui semakin hari semakin tampan. Apalagi dengan rambut hitam belah tengahnya itu. Mungkin jika Minri mengibaratkan dirinya adalah ice cream ia akan meleleh sekarang. Minri tak sadar jika ia tengah mengulum senyum manis saat ini.

“Aku tau aku ini tampan nona Han.”

Ucapan Jimin membuat Minri menarik senyumnya kembali. Gadis itu hanya memutar bola matanya malas seraya mencibir pelan.

“Kau bahkan tak lebih tampan dari Jungkook dan Taehyung. Tak lebih mancung dari Jin oppa, bahkan kau tak lebih tinggi dari Yoongi oppa.”

Jimin merengut. Popcorn ditangannya dilahap dalam sekali genggaman membuat pipinya menggembung lucu.

“Lalu kenapa kau mau menjadi kekasih jelek, pesek dan pendek sepertiku ?”

Jimin kesal. Selalu saja ia dibanding-bandingkan dengan member lain. Kadang Jimin menyesal juga telah mengenalkan member lain pada Minri.

Minri terkikik geli. Gadis itu beringsut lebih dekat kearah Jimin. Sedetik kemudian gadis itu memeluk Jimin membuat pria itu berjengit kaget.

“Aku memang tak pernah mengharapkan untuk bisa menjadi kekasihmu Jim, atau berharap kau akan menjadi kekasihku. Ini juga bukan takdir yang kuinginkan untuk bisa bersatu denganmu. Dengan pria jelek, pesek dan pendek sepertimu. Aku tau kau tak setampan Jungkook dan Taehyung, tak semancung Jin oppa, tak setinggi Namjoon oppa, tak seimut Yoongi oppa dan tak selucu Hoseok oppa. Aku bahkan sangat heran kenapa kau selalu menghancurkan dapur Jin oppa padahal aku hanya menyuruhmu untuk membersihkan kompor sisa memasak ramen untuk kita berdua bukan malah mengahancurkannya. Kau bahkan merusak mood Yoongi oppa dan Namjoon oppa saat mereka tengah berpikir keras untuk menggarap album kalian. Kau juga sering mengganggu Jungkook yang sibuk dengan tugas sekolahnya sampai Jungkook melempar kamus tebal tiga ratus halamannya kewajahmu baru kau akan berhenti mengganggunya. Kau juga sering tiba-tiba merusak suasana seru Hoseok oppa dan Taehyung yang asyik battle game hingga kau datang dengan polosnya dan kau justru membuat pertandingan keduanya hancur seketika-

Minri berhenti sejenak. Menghela nafas pendek lalu kembali melanjutkan,

-Tapi apa kau pernah berfikir kenapa aku bisa langsung menerima tawaranmu tiga tahun yang lalu itu Jim ? Kenapa aku langsung menerimamu tanpa syarat apapun ? Itu karena aku merasa kau adalah sebuah anugerah. Kuanggap ini adalah anugrah terindah dari Tuhan untukku. Kau adalah anugerah yang Tuhan kirim untuk menjagaku dan melindungiku. Kau memiliki cara tersendiri untuk menghiburku saat aku sedih. Kau memiliki cara unik untuk mengembalikan moodku yang rusak walaupun kau harus melakukan hal konyol sekalipun. Rasa sayangku terhadapmu sama seperti fansmu yang mencintaimu tanpa alasan Jim. Kau memiliki kharisma tersendiri yang membuat banyak orang mencintaimu tanpa alasan. Kau memiliki daya tarik tersendiri yang bahkan member lain tak punya. Kau memang tak seistimewa member lain, tapi kau selalu menjadi orang yang teristimewa dihatiku. Maka dari itu jangan pernah marah jika aku mengejekmu atau membandingkan dirimu dengan member lain. Percayalah bahwa kau memililki tempat spesial disini, dihatiku.”

Ujar Minri panjang lebar. Gadis itu mengeratkan pelukannya pada Jimin. Memejamkan kedua matanya erat seraya menghirup aroma tubuh Jimin yang sangat disukainya.

Jimin tersenyum tulus. Moodnya kembali naik saat kalimat panjang lebar itu terlontar dari bibir mungil Minri. Tangannya terangkat membalas pelukan Minri. Mengecup puncak kepala Minri singkat lalu menyandarkan kepalanya disana.

“Terima kasih Minri-ya. Terima kasih karena kau telah menjadi seseorang yang bisa melengkapi berbagai kekuranganku dan menerimaku tanpa ada syarat ataupun alasan apapun. Aku mencintaimu.”

Minri mengangguk dalam dekapan Jimin.

“Aku bahkan lebih mencintaimu Jim.”

Dan hari itu Jimin dan Minri tau, bahwa cinta tak harus berlandaskan alasan. Karena cinta itu datang murni dari hati.

END

Advertisements

2 thoughts on “[BTS FF Freelance] Charming’s Park – (Oneshot)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s