[BTS FF Freelance] #FriendZone – (Chapter 5)

frinedzone-1

Title: #FriendZone || Author: yeonnie ||Genre: friendship, school, and romance, comedy || Cast: jung hyemi(OC), Park jimin & anothe member BTS || Rating: G || Length: Chaptered || Disclaimer: Yeonnie is back! Ada yang kangen nggak ama aku? Kalau nggak ada juga nggak apa apa ?? yang penting aku sudah melaksanakan kewajibanku/? untuk update chap selanjutnya, maaf ceritanya makin gaje dan absurd. Jadi mohon dimengerti jika ada typo dan salah kata.

Happy reading!! Dan jangan jadi SIDER! yang Sider, KUKUTUK KAU JADI JAMVAN/?

Previously..

“aku minta maaf, jimin-ah.”

“minta maaf untuk apa?”

“selama ini aku tidak memahami perasaanmu, maafkan aku karena terlalu egois dan hanya mementingkan perasaanku saja.”ucap hyemi.

“yaa, kamu kenapa. Kenapa kamu mendramatisir seperti ini?”jimin makin heran dengan sikap hyemi.

***

“apa yg hyung katakan pada hyemi?”ucap jimin pada orang yg ditelponnya, yaitu hoseok.

“bagaimana? Apa yg kukatakan membuka hatinya?”

“ani! hyung malah membuka kepalanya. Dan sekarang dia malah berpikir aku homo.”

“mwo?homo?”ucap hoseok diseberang sana disertai suara tawa yg mengelagar.

“ya! jangan tertawa. Itu tidak lucu.”

“haha, dengan siapa dia kira pasangan homomu?”

“kamu akan terkejut kalau mengetahuinya. Sudahlah, aku tidak perlu memberitahu mu. Lagipula hyemi yg bakal memberitahumu sendiri.”

“jangan membuatku penasaran. “setelah itu, jimin langsung menutup telponnya begitu saja.

Setelah menutup telponnya dengan hoseok, jimin membuang nafas.

Matanya menatap langit yang penuh dengan Bintang Bintang. Dia terlihat agak frustasi, tapi setelah beberapa saat dia kembali tersenyum dan bukan cuma tersenyum saja, dia malah tertawa. Dia menertawai dirinya sendiri.

Jimin POV

Ini sangat lucu! Kenapa dia bisa berpikir kalau aku menyukai seokjin hyung. Aku tidak habis pikir isi kepala hyemi itu sebenarnya apa. Aku jadi teringat akan sesuatu, dan sungguh itu sangat memalukan.

Flashback On…

Disebuah restoran family, terlihat Jimin sedang menunggu seseorang. Dia terlihat gugup tapi dia berhasil menutupi rasa kegugupannya.

Orang yang ditunggunya pun telah tiba.

“Oh, kau sudah datang, hyemi-ah”orang yang ditunggunya ternyata hyemi. Hyemi terlihat habis berlari, terbukti dari keringat dan cara dia mengatur nafasnya.

“Yaa, seharusnya kamu tanya aku dulu sebelum mentraktirku makan. Jarang-jarang kamu mentraktirku makan” ucap hyemi.

“Sebenarnya aku mau bilang sesuatu ke kamu”

“Hah? Mau bilang apa?”

“Sebenarnya…a-aku.., kita makan dulu saja. Nanti aku akan memberitahumu”

“Mwoya? Katakan saja, kenapa kamu jadi gugup gitu. Baiklah, kita makan saja dulu.”

Mereka pun makan. Hyemi dengan lahap memakan makanannya, apa lagi itu gratis. Jimin cuma terus mengadut-ngadut makanannya. Dia terlihat semakin gugup saja. Bahkan kakinya tidak pernah berhenti gemetar.

“Nah, kita sudah makan. Jadi apa yang mau kau katakan”

“Oh iya, aku hampir lupa memberitahumu” ucap Jimin cengingiran. “Ayo jim! Kamu pasti bisa!”

“Sebenarnya…a-aku me-menyukaimu!”akhirnya Jimin mengatakannya dan itu sukses membuat hyemi tidak berkedip sama sekali.

Mereka terus saling bertatapan, dan 5 menit berlalu dan mereka masih terus bertatapan.

Jimin tidak tau mau bilang apa lagi, dia sudah mencoba berani sekaligus malu menanggung apa yg dilakukannya, yaitu menembak sahabatnya sendiri.

Dan tiba – tiba dalam keheningan mereka berdua, hyemi pun bersuara.

“Yak! Kau gila yah?”ucapnya dengan suara yang masih rendah dan masih tetap menatap Jimin.

“Eh? A-aku…”Jimin bingung mau bilang apa.

“YAAAK!”hyemi memukul kepalanya Jimin, seketika semua orang yang ada direstoran langsung fokus ke mereka berdua.

“Kenapa kamu memukulku”ucap Jimin manyung dan mengelus-ngelus kepalanya yg sakit.

Hyemi berdiri dari duduknya, dia mengacak rambutnya. Jimin yang melihatnya jadi bingung.

“Yak, aku pikir kau sudah tulus mau mentraktirku makan. Tapi ternyata traktiran ini cuma godaan saja supaya aku bisa datangkan? Beraninya kau mengerjaiku!” Ucap hyemi frustasi.

“Apa maksudmu? Siapa yang mengerjaimu?”

“Lihat, lihat, seharusnya kamu jadi aktor aja jim. Kamu sangat pintar akting. Tapi seberapa jago pun kamu akting, kamu tetap tidak akan mengalahkan kepintaranku. Kamu pikir aku tidak tau kalau hari ini april mop!” seketika mata sipit Jimin langsung jadi bulat ketika mendengar perkataan hyemi barusan.

“A-april mop?”

“Iya, april mop. Uwahh kamu semakin pintar saja mengerjaiku, bahkan sampai sampai menembakku.”

“Ta-tapi aku-“

“Sudahlah! Lama lama disini, bisa bisa aku memutuskan kepala dengan lehermu itu”

Hyemi pun pergi meninggalkan Jimin.

“Tapi aku serius menyukaimu”gumannya.

Flashback off

Jimin POV.

Mengingat hal itu sungguh membuatku merasa malu dan bodoh. bahkan hyemi saat itu marah padaku selama seminggu, dia tidak pernah mau bicara denganku, sekalinya bicara dia cuma terus mengomeliku saja.

Tapi mau bagaimana lagi, aku sudah mencoba menembaknya saat itu, tapi dianya terlalu pintar atau terlalu bodoh untuk mengetahui perasaanku ini.

Author pov

Keesokan harinya, disekolah. Hoseok sudah bersemangat sekali untuk pergi bertanya kepada hyemi tentang apa yang ia bicarakan Jimin semalam ditelpon.

“Ada apa sih? Main tarik tarik aja. Aku mau kekantin, aku lapar banget nih”keluh hyemi saat dia ditarik ke belakang kelasnya.

“Makannya nanti saja. Kemarin, apa yang kau katakan kepada Jimin?”

“Kemarin..? Oh! Soal itu! Jimin benar-benar marah. Sudah lama sekali sejak terakhir aku melihatnya marah. Dan itu semua salah kamu!”

“Heh? Salahku? Memangnya kamu bilang apa padanya?”

“Aku bilang padanya kalau dia tidak perlu menyembunyikan perasaan sukanya pada seokjin oppa”

“Mwo!? Jadi yang ia maksud adalah seokjin hyung? Pfftttt..”Hoseok mencoba menahan tawanya, tapi tetap saja tawanya lepas. Dan itu membuat hyemi jadi bingung melihat Hoseok yang tertawa sambil memukul mukul tembok.

“Bagus, tertawalah dan aku yang dimarahi oleh Jimin.”

“Yaa, itu karna kamu terlalu bodoh. Aku pikir kemarin kamu sudah paham apa yang ku maksud dan ternyata kamu malah jadi salah paham”

“Jangan mengatai aku bodoh. Gini gini aku peringkat satu dikelasku”

“Terus kenapa kamu masih belum bisa memahami perasaan jimin?”

“Memangnya ada apa sih dengan perasaan Jimin?”

“Sudahlah. Bukan aku yang seharusnya mengakatannya padamu. Ayo kita pergi kekantin”

Dikantin, disana sudah ada Jimin, namjoon, taehyung dan yoongi.

“Hyemi mana?”tanya yoongi begitu ia melihat Jimin datang sendirian.

“Mwoya? Apa kalian bertengkar lagi?”kata taehyung.

“Ani, aku lagi marah aja sama dia”

“Ngomongin orang yang lagi kamu marahi, tuh dia lagi menuju kesini bareng Hoseok”ucap namjoon sambil menunjuk hyemi dan Hoseok.

“Hei semuanya! Aku punya berita yang pasti akan membuat kalian tertawa jungkir balik mendengarnya.”seru Hoseok”

“Mwo? Berita apa?”tanya yoongi.

“Jimin-“

“Hentikan, hyung!”Jimin tiba-tiba marah.

“Ais!” Dia langsung pergi dan membuat temannya termasuk hyemi terkejut melihatnya.

“Wah, ini keajaiban! Ini pertama kalinya aku melihatnya marah!”ucap taehyung tidak percaya.

“Dia kenapa? Hoseok-ah, memangnya apa yang akan kau beritahukan kepada kami sehingga dia jadi marah gitu”tanya namjoon.

“oh itu…”hoseok jadi bingung apa dia harus memberitahukan teman-temannya soal Jimin atau tidak.

“Oppa! Bagaimana ini? Dia marah karna aku kan?”ucap hyemi.

“Jangan memanggilku oppa! Itu membuatku merinding”ucap Hoseok bergidik.

“Mau bagaimana lagi, Jimin yang menyuruhku memanggilmu oppa termasuk kalian semua”

“Kenapa dia menyuruhmu melakukan itu?” Ujar taehyung.

“Hei! Itu tidak penting sekarang! Aku harus mengejar Jimin dulu. Ais kenapa dia jadi marah gini sih”hyemi kemudian pergi mengejar Jimin.

“Hosoek-ah! Duduk dan katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi!”ucap yoongi yang terdengar seperti mencoba menahan amarahnya.

“Hehehe hyung, aku tidak tau apa aku berhak mengatakannya atau tidak”

“Oh ya? Kalau begitu bagaimana kalau aku mencoretmu dari daftar pemain utama?”ucap namjoon.

“Yaa, namjoon-ah kenapa kamu jadi seperti yoongi hyung?”

“Itu karna aku juga penasaran”

“Katakan saja hyung!”ujar taehyung.

“Baiklah, aku akan memberitahu kalian. Tapi yoongi hyung jangan marah yah, karna sepertinya kau juga menyukai hyemi.”

“Ais, kemana sih anak itu pergi?” Hyemi masih terus sibuk mencari Jimin.

Jam pelajaran selanjutnya hampir dimulai, tetapi dia masih terus berputar-putar mengelilingi  sekolah untuk  mencari  Jimin.

Dia terus mencari hingga akhirnya ia menemukannya di atap sekolah.

“Oh ternyata dia disini”

Hyemi diam diam mendekat ke Jimin yang tengah duduk disalah satu kursi yang yang memang sudah ada disana sambil memandangi langit.

Jimin menghela nafas, dan tentu saja hyemi bisa mendengarnya.

“Aku tau kamu ada dibelakangku”ucap Jimin kemudian berbalik melihat hyemi dengan pose kayak maling yang habis mencuri.

“Hehehe, kau menyadarinya yah”hyemi menyengir. Tapi Jimin cuek saja.

Hyemi kemudian mendekat dan duduk disamping Jimin.

“Hei, kamu masih marah yah?”hyemi mencolek-colek Jimin, tapi Jimin tidak peduli sama sekali.

“Yaa, mianhe. Aku salah karna telah mengataimu homo. Aku tuh cuma salah paham. Kamu kan sahabatku yang manly, gentle dan…apa lagi yah?”

“Sudahlah, kamu tidak perlu memujiku cuma untuk mendapatkan maaf dariku”

“Terus aku harus apa? Ini pertama kalinya kamu marah kayak gini, jadi aku tidak tau apa yang harus aku lakukan supaya kamu berhenti marah.”

Hyemi terus memohon pada Jimin tapi Jimin malah tidak peduli.

“Aku akan lakukan apa saja. Yaa! Aku sudah melepas harga diriku untuk dapat maaf darimu, kamu tau kan harga diriku tuh sangat tinggi,  jadi katakan apa yang harus kulakukan!”

“Kau bilang apa saja?”jimin mulai peduli.

“Iya! Apa saja!”seru hyemi, tiba-tiba Jimin tersenyum jahat dan seperti memikirkan sebuah rencana dikepalanya.

“Ya! Jangan menyuruhku melakukan hal-hal mesum!”ucap hyemi, seketika wajahnya memerah.

“Aku tidak akan menyuruhmu melakukan itu”eksperi marah Jimin kini berubah, ia sudah kembali ceria seperti biasanya.

“Terus apa?”

“Geser-geserlah sedikit kesitu”hyemi pun bergeser dengan ekspresi yang bingung.

“Terus?”tiba-tiba jimin membaring kepalanya diatas paha hyemi.”ya! A-apa yang kau lakukan”hyemi jadi gugup dan malu sendiri karena. Untung jimin tidak melihatnya karna ia menutup matanya dengan lengannya.

“Tetaplah seperti itu. Aku akan tidur sebentar, aku tidak bisa tidur semalam karna kamu. Aku akan memaafkanmu jika kamu mau melakukannya.”

“Ba-baiklah jika kamu mau memaafkanku, akan aku lakukan”hyemi terlihat sangat senang begitupun juga Jimin.

TBC

Advertisements

One thought on “[BTS FF Freelance] #FriendZone – (Chapter 5)

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s