[BTS FF Freelance ] You’re My Star – (Chapter 1)

poster

You’re My Star (Chapter 1)

Title : You’re My Star

Author : Myth 

Genre : Romance

Rating : Teenager

Length : Chapter 1

Cast :

  • Jeon Jungkook (BTS)
  • Jeong Yein (Lovelyz)
  • Mingyu (Seventeen)
  • And other cast

Jungkook berdiri menunggu lampu hijau bagi pejalan kaki. Dengan topi hitam dan pelindung muka dia berjalan-jalan seorang diri untuk membeli CD terbaru dari G-dragon, penyanyi idolanya. Walau sekarang bangtan boys menjadi idol terkenal, dia rasa tak perlu ditemani bodyguard atau semacamnya untuk berjalan-jalan membeli CD. Lagi pula hanya sebentar, pikirnya. Jalanan seoul ramai seperti biasa, mobil-mobil mewah berlalu lalang teratur. Tak terasa dia sampai di toko langganan tempatnya biasa membeli CD. Tak seperti biasanya, toko itu amat sepi.

“Toko ini tutup, penjualnya sedang pergi berlibur.” Ujar seorang wanita setengah baya disebelah toko.

“Oh, benarkah? Terima kasih, ahjuma.”

“Kalau kau mau, di perempatan jalan sana ada juga toko CD. Cobalah kesana.” Katanya seraya memandang jungkook aneh. “Kenapa dicuaca seperti ini kau memakai baju seperti itu? itu membuatmu terlihat mencurigakan.”

“Ah ini, aku sedang tidak enak badan.” Ucapnya berbohong “Sekali lagi terima kasih, ahjuma”

Jungkook berlalu, hendak pergi ke tempat yang tadi ahjuma tunjukan. Jalan itu cukup sepi. Sedetik kemudian, sebuah tas seberatnya 5 kg menghantam kepalanya. Dia terhuyung kebelakang. Perlu beberapa saat hingga dia memahami apa yang terjadi. Seorang wanita berdiri tepat dihadapannya dengan senyuman menakutkan. Dia sepertinya seorang pelajar, itu terlihat jelas dengan seragam yang ia pakai. Agak aneh melihatnya, ia memakai celana training yang dilapisi dengan rok seragamnya, rambutnya yang sudah pendek diikat pula.

“Hei, aku akan memberimu kesempatan. Cepat serahkan kotak itu.” Katanya lantang.

“Kotak apa maksudmu?” Jungkook yang sedikit pusing, masih belum mengerti apa yang kini terjadi padanya.

“Aku sudah memberimu kesempatan, sepertinya kau tidak menghargai kebaikanku.” Secara tiba-tiba dia memberi tendangan tepat ke perut jungkook. Jungkook yang pernah belajar bela diri dapat mengelak dengan gesit.

“Kau mungkin tak tahu, tapi asal kau tahu saja aku pernah belajar bela diri.” Jungkook mulai kesal dengan wanita yang baru ditemuinya. Tapi dia lengah, wanita itu memukul tepat dimukanya. Seketika itu pula Jungkook tumbang.

“Kau pernah belajar bela diri, tapi aku sudah pernah mengajari orang bela diri.” Ujarnya acuh tak acuh dengan kondisi Jungkook terkapar tak berdaya. Ia menggledah saku baju jungkook.

“Jeong Yein, apa yang kamu lakukan?” Seorang pemuda dengan seragam yang sama dengan wanita itu berteriak padanya.

“Tentu saja mencari kotak milikku yang telah dicurinya” Ujar wanita yang dipanggil Yein itu.

“Kamu bodoh ya? Bukan dia yang mencurinya. Lihat saja bajunya dengan pencuri tadi, beda kan? Hanya karena dia menggunakan topi dan masker yang sama seperti pencuri tadi bukan berarti dia pencurinya.” Yein berpikir sejenak, kemudian mulai mengamati Jungkook yang telah pingsan karenanya.

“Benar juga. Tadi pencuri tadi pakai baju warna merah, sedang dia hitam.”

“Coba kau buka topi dan maskernya. Mungkin saja dengan begitu dia cepat sadar.” Yein yang memang tak tahu cara membuat orang sadar dari pingsan menurut saja saran temannya itu. Setelah topi dan masker terbuka, betapa kagetnya Yein bahwa yang pingsan itu adalah Jungkook bangtan boys yang sedang naik daun.

“Mingyu-ah” Ucapnya takut-takut seraya memandang temannya meminta tolong “Bagaimana ini? Dia ternyata seorang idol.”

“Yein-ah, kalau kau masuk berita. Jangan pernah sebut namaku, oke.” Mingyu yang tak tega melihat muka ketakutan Yein memintanya untuk membantu mengangkat tubuh Jungkook ke tempat yang lebih aman. Sebelum mereka mulai beraksi, serombongan wartawan lokal mulai berdatangan. Yein dan Mingyu yang panik tanpa berpikir panjang langsung melarikan diri meninggalkan tubuh Jungkook yang terkapar di tengah jalan.

Tak perlu menunggu lama, berita Jungkook bangtan boys yang babak belur pingsan di tengah jalan langsung menjadi perbincangan hangat dikalangan netizen korea. Para army marah, mereka meminta pelaku segera diungkap. Berita itupun terdengar sampai ke sekolah Yein.

“Kalau sampai aku tahu siapa yang melakukan itu pada Jungkook oppa, matilah dia.” Ujar Seung Hee berapi-api pada teman-temannya sesama army. Mendengarnya membuat nyali Yein menciut. Setahu Yein, Seung hee adalah fans fanatik bangtan boys, dia juga seorang pembuli handal di sekolahnya.

“Seung Hee, kamu tahu? Katanya pelaku pemukulan Jungkook oppa itu siswa sini.” Celetuk Mijin. Sampai kapan mereka akan memanggilnya oppa? Bukankah Jungkook itu seumuran dengan mereka? Batin Yein.

“Benarkah? Darimana kau tahu?” tanya Seung hee.

“Pamanku bekerja sebagai reporter. Katanya ada salah satu wartawan yang mendapat jepretan pelakunya. Dan dia memakai seragam seperti kita.”

“Kalau itu benar. Aku tak peduli bila dia teman kita atau kakak kelas kita. Kalau dia berani menyentuh oppaku dia akan mati.” Ucap Seung Hee dengan tatapan membunuh. Deg, Jantung Yein sepertinya sudah tidak ditempatnya lagi setelah mendengarnya. Dia memang peraih sabuk hitam dikarate, sudah pasti akan menang bila melawan Seung Hee. Tapi dia tak pernah mau melawan perempuan. Dia tak ingin kejadian delapan tahun lalu terulang.

“Yein, aku tahu kamu Exo-L dan bukan penggemar bangtan. Tapi bukankah kalau kita menangkap pelakunya, kita akan mendapat sesuatu. Jadi kamu mau gak membantu kami?” Tiba-tiba saja Seung Hee yang memang duduk di depan Yein melontarkan pertanyaan yang tak ingin dijawabnya.

“Ehmm…itu…aku-sungguh. Kukira….”

“Yein-ah” teriak Mingyu memutuskan kata-kata Yein. Syukurlah, dari kecil Mingyu memang berguna disaat seperti ini, ujar Yein dalam hati. “Hari ini ada promo besar-besaran. Di toko yang biasa kita lewati. Pulang nanti kita pergi kesana yuk.”

Seung Hee yang sebal percakapannya dipotong berlalu meninggalkan Yein dan Mingyu.

 “Kau tahu kalau kita ketahuan yang sudah membuatnya pingsan. Matilah kita. Kita bisa masuk penjara.” Bisik Mingyu pada Yein.

“Masa sampai masuk penjara, sih?”

“Itukan termasuk tindak kekerasan.”

Mereka terdiam, hingga bel masuk berbunyi. Yein belum tahu apa yang harus dia lakukan. Semua pelajaran hari ini tak ada yang masuk diotaknya, yang memang selama tiga tahun sekolah tak ada yang masuk keotaknya. Tapi ini lain, Yein tak bisa berhenti memikirkan kejadian kemarin. Bayangan penjara memenuhi otaknya.

Pulangnya seperti yang sudah direncanakan, Yein dan Mingyu pergi ke toko yang sedang promo. Toko itu menjual berbagai baju, tas bahkan sepatu. Betapa girangnya Yein melihat tas yang mirip dengan tas Baekhyun Exo dijual disana. Yein penggemar berat EXO terlebih Baekhyun. Bahkan dia menabungkan seluruh uang sakunya selama beberapa hari untuk membeli tiket konser EXO. Tapi sayang uang itu sudah hilang. Ya, uang itu ada pada kotak yang dicuri seorang pencopet. Malang nasibnya, sudah semua uangnya hilang kini dia terancaman masuk penjara karena salah menangkap pencopet itu.

Mengingat uangnya yang menipis, sepertinya dia tak bisa membeli tas itu. Walaupun sudah dipotong setengah harga, uangnya masih belum cukup untuk membelinya. Mingyu yang tahu Yein menginginkan tas itu, secara diam-diam membeli untuknya. Benar, Mingyu sudah lama menyukai Yein. Bukan dia tak pernah mengungkapkan isi hatinya, sudah bahkan dua kali. Namun Yein menolaknya, karena ia rasa persahabatan lebih menyenangkan daripada percintaan.

Mingyu tak memberikannya langsung pada Yein. Ia pikir lebih baik memberikannya saat ulang tahun Yein sebulan lagi. Di jalan Yein tak seperti biasanya, ia diam. Yein yang selalu semangat dimanapun ia berada, kini tertunduk lesu. Mingyu sebal melihat sahabatnya itu. Apa karena ia tak bisa membeli tas itu? Pikirnya.

“Kau ini kenapa?” Mingyu yang tak tahan lagi akhirnya bertanya.

“Apa sebaiknya aku menemuinya saja untuk minta maaf?”

“Dia siapa?” ternyata bukan karena tas itu, pikir Mingyu. Setahunya yang bisa membuat Yein senang, sedih, dan menangis tanpa sebab hanya EXO.

“Orang yang kupukul, idol itu loh.”

“Yang benar saja, kau seakan ingin mengumumkan kalau kau adalah pelakunya. Lagi pula dia seorang Idol tentu saja sulit menemuinya.”

“Tapi aku merasa bersalah padanya. Lagi pula mungkin saja dia mau memaafkanku. Kalau untuk urusan bertemu, aku rasa bisa mengatasinya.” Ujar Yein bimbang. Mingyu tahu, Yein dari dulu tak tenang bila merasa bersalah pada seseorang. Seperti kejadian delapan tahun lalu, yang saat ini masih diingat Yein.

“Jadi kau mau menemuinya? Apapun itu aku akan membantumu, jadi jangan bertindak sendiri.” Ujar Mingyu tulus. “Kalau kau mau menemuinya, kita harus susun rencana dulu.”

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s