[BTS FF FREELANCE] Trapped in a Marriage – (Chapter 13)

trapped-in-a-marriage-3

Title

Trapped in a Marriage

Author

Yoohwanhee

Main Cast

Jeon Jungkook [BTS] 

Jung Hyerin [OC]

Kim Taehyung [BTS]

Ryu Sujeong [Lovelyz]

Genre

Romance, Marriage-Life, AU!, Conflic, School-Life

Length

Chaptered

Rating

PG-17!!!

Summary

Resiko dalam sebuah pernikahan adalah: Masalahmu, masalahku juga. Itu karena kita harus melengkapi satu sama lain, jangan biarkan sesuatu tersembunyi diantara kita. Kalaupun ada yang kau sembunyikan, izinkan aku untuk mengetahuinya. 

Disclaimer

BTS dan cast lainnya milik orangtua, agensi, dan Army, kecuali OC adalah milik author. Cerita murni hasil pemikiran author, so DO NOT PLAGIATOR. Jika ada kesamaan plot, tokoh, judul, dll adalah ketidak sengajaan.

SORRY FOR TYPO and HAPPY READING

Note: Cast dan rating bisa berubah disetiap chapternya.

Chapter sebelumnya:

Heera terlihat tersenyum getir “Aku tahu bahwa eonni masih tidak percaya dengan apa yang aku katakan, tapi inilah yang sebenarnya. Aku telah memata-matai Hanbin oppa dan Hwayeon eonni dulu melalui orang suruhanku, karena sesungguhnya aku tidak ingin kakakku dibuat seperti orang bodoh oleh Hanbin oppa. Jungkook oppa, benar-benar mencintaimu, eonni. Dia sendiri yang mengatakannya padaku sebelum ia kecelakaan dan hilang ingatan.”

“Jungkook oppa punya alasan sendiri untuk melaksanakan taruhan itu, katanya ada yang tidak boleh diberitahukannya padaku. Dan sampai saat ini, aku masih terus mencoba mencari tahu apa alasan oppa mengikuti perintah Hanbin oppa untuk berpacaran dengan Hwayeon eonni.”

Aku hanya bisa terdiam mematung. Mencoba mencerna kembali perkataan Heera barusan.

Kulihat Heera beranjak dari tempat duduknya dan meraih tas selempangnya, hendak pergi. Namun sebelum itu, ia kembali mengarahkan pandangannya padaku “Berhati-hatilah pada Hanbin oppa, karena ia sedang merencanakan sesuatu yang sangat berbahaya bagimu untuk memancing amarah Jungkook.”

***

Perlahan, cairan bening mengucur dari pelupuk matanya. Gadis itu menangis, karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk membela Jungkook. “K-karenanya… dua orang yang tak bersalah menderita… hanya karena taruhan bodoh itu-mpphh!”

Gadis itu terkejut begitu seseorang membekap mulutnya untuk tidak bersuara. Seseorang dengan topi dan masker hitam.

“Diam dan bersikaplah seperti biasanya.” Ucap orang itu lalu menarik Hyerin ke sebuah lorong sempit dengan kasar, membuat ponsel gadis itu terjatuh dan tergeletak di atas trotoar.

Begitu sampai di lorong sempit yang penuh dengan sampah itu, orang itu menyandarkan Hyerin di dinding, sementara Hyerin yang masih di bekapnya hanya bisa diam dan mengatur nafasnya yang sudah tersenggal-senggal. Teriakannya tertahan karena muutnya terbekap sempurna oleh tangan orang itu.

Sedetik kemudian, orang itu melepas maskernya. Sontak Hyerin membelalak, nafasnya tertahan. Ia kembali berteriak, namun tidak ada gunanya. Orang itu malah menamparnya kuat sehingga gadis itu terjatuh di atas tumpukan sampah dan tak sadarkan diri setelahnya.

Sementara ponselnya yang masih terhubung dengan Sujeong sudah tergeletak di tengah jalan, membiarkan Sujeong memanggil-manggil nama temannya itu dari seberang sana.

“Jung Hyerin! Kau masih disana? Hyerin-ah! Jung Hyerin!!!”

//Trapped in a Marriage//

-Pembalasan-

//Trapped in a Marriage//

TIIT TIIT

Sambungan telepon itu ditutup oleh Sujeong begitu ia mendengar Hyerin tidak lagi membalas panggilannya. Firasatnya buruk. Ia takut terjadi apa-apa pada temannya itu. Karena tadi, ia mendengar suara seorang lelaki di telepon.

Gadis itu pun segera melangkahkan kakinya tergesa-gesa keluar dari gerbang sekolah, berniat untuk mencari Hyerin. Namun, baru saja ia melangkah suara seorang perempuan menghentikannya.

Ya, Ryu Sujeong!”

Sontak Sujeong menoleh ke belakang dan mendapati sang ketua kelas, Seo Minha dan dua gadis lainnya di belakangnya. Sujeong pun berjalan mendekati mereka “Ada apa? Aku harus pergi seka-“

Bukannya menjawab, Minha menarik tangan Sujeong dan membawanya masuk ke dalam gedung sekolah. Sujeong pun hanya bisa meringis sakit karena tangannya ditarik kuat oleh gadis itu.

Rupanya mereka menarik Sujeong ke dalam kelas, entah kelas berapa itu yang pasti kelas itu sudah kosong. Minha lalu melepaskan tangan Sujeong dengan cara menghempaskannya kuat sehingga membuat gadis itu terjatuh di atas lantai. Sujeong hanya bisa merintih begitu tangannya terbentur keras di lantai.

“K-kalian mau apa?” Tanya Sujeong begitu melihat Minha dan dua gadis lainnya mendekatinya.

“Berani sekali kau mengambil peringkatku! Kau tidak tahu seberapa susahnya aku mati-matian belajar selama sebulan ini dan kau seenaknya mendapati peringkat satu yang merupakan tempatku!!” Suara Minha menaik, menggema di setiap sudut ruang kelas itu. Sementara Sujeong hanya bisa diam dan mengelus pelan lengan kirinya yang masih sakit itu.

Tiba-tiba terdengar tawa sinis dari arah Minha “Oh, jadi kau hanya mengandalkan wajah polosmu itu dan menurutmu aku tidak tahu apa yang kau perbuat demi mendapatkan peringkat satu? Kau bermain curang dan kau kira aku akan membiarkannya? Rasakan ini, brengsek!” Gadis itu lalu menjambak kuat rambut Sujeong dan membuat gadis itu menjerit seraya kedua tangannya yang mencoba melepaskan tangan Minha dari kepalanya.

“Kau kira kau hebat, hah?! Makan kehebatanmu itu, makan!!” Ucap gadis di belakang Minha lalu tertawa meremehkan.

Sujeong tidak bisa melawan. Tangan kiri nya terlalu sakit untuk diangkat, sementara tangan kanannya hanya bisa menahan jambakan Minha di rambutnya. Gadis itu lalu menitikkan air mata. Tidak, ia tidak menangis. Hanya saja ia kesal, kesal karena tidak bisa melawan gadis kurus di depannya itu.

Namun, aktivitas mereka terhenti begitu suara seorang lelaki menggema di ruangan itu.

“Berhenti atau akan kulaporkan kalian!”

Sujeong yang masih menunduk mengangkat sedikit kepalanya dan melihat siapa orang yang barusan bersuara itu.

Alisnya mengerut begitu melihat siapa yang ada di ambang pintu kelas itu sekarang.

J-jungkook?

Jungkook terlihat berdiri di ambang pintu dengan tangan kanannya memegang ponsel yang digunakan untuk merekam adegan tadi. Langsung saja ke tiga gadis itu menghentikan aksi mereka dan terdiam, menundukkan kepala mereka dalam tidak ingin melihat wajah sangar seorang Jeon Jungkook.

Lelaki itu lalu berjalan ke arah mereka seraya berucap “Dia tidak hebat, kalian saja yang tidak ada apa-apanya.” Ucapnya lalu tersenyum remeh. Minha, sang ketua kelas, lalu mengangkat kepalanya yang tertunduk dan ikut tersenyum remeh dengan sikap Jungkook yang bertingkah seolah-olah seperti ksatria hitam itu “Dia berbuat curang di ujian, mana bisa aku membiarkannya-“

“Selama tidak ada bukti, pernyataanmu tidak akan ku terima. Sekarang, pergilah! Atau aku akan mengirimkan video pembullyan ini pada guru Park.” Ancam lelaki itu sembari menunjuk ponsel yang dipegangnya. Minha membelalak begitu dia mendengar perkataan lelaki itu “K-kau merekamnya?”

“Berisik! Sebelum aku benar-benar mengirimnya, cepat keluar! Satu, dua…”

Langsung saja ke tiga gadis itu mengambil tas mereka dan menghambur keluar. Meninggalkan Jungkook dan Sujeong yang berada di kelas itu.

Lelaki itu lalu tersenyum miring begitu ketiga gadis tadi keluar, ia lalu mengarahkan pandangannya pada Sujeong yang terduduk di atas lantai dan membantunya berdiri “Kau tidak apa-apa?” tanya Jungkook.

Sujeong mengangguk dan tersenyum tipis. Yah, setidaknya jambakan Minha tadi tidak membuat semua rambutnya rontok, dia baik-baik saja. Namun senyum tipis gadis itu langsung hilang begitu mengingat temannya, Jung Hyerin.

“Kita harus menemukan Hyerin, sepertinya dia dalam bahaya!”

Jungkook menekuk alisnya “Mwo?”

***

Kelopak mata gadis itu perlahan terbuka. Hyerin telah sadar setelah beberapa menit yang lalu tidak sadarkan diri. Gadis itu lalu memandang sekitarnya. Sebuah ruangan yang sempit, gelap, dan bau. Apa ini gudang?

Hyerin yang tidak bisa melihat dengan jelas mencoba mencari-cari celah cahaya, namun nihil. Ruang itu benar-benar tertutup. Bahkan ventilasi pun tidak ada. Hyerin mencoba berdiri, namun begitu ia menyadari kaki dan tangannya terikat, ia langsung membelalak dan meronta-ronta, tak lupa bibirnya yang juga ikut berteriak meminta tolong.

“Apa ada orang diluar?! Tolong aku!” jeritnya seraya meronta-ronta tidak karuan.

Tiba-tiba secercah cahaya menyinari penglihatannya, membuat gadis itu harus menutup matanya karena cahaya itu begitu menyilaukan. Beberapa detik kemudian, ia kembali membuka matanya dan memfokuskan pandangannya pada pintu yang berada tiga meter darinya itu.

Seseorang muncul dari sana dan berjalan ke arahnya. Begitu netranya terfokus pada wajah orang itu, ia terkejut.

“H-hanbin? Kenapa kau-“

Lelaki itu mendekati Hyerin dan memegang kedua bahu gadis itu dan berucap “Aku tidak akan berbuat jahat padamu jadi tolong bantulah aku kali ini. Aku tahu kau phobia dengan ruangan gelap dan sempit, jadi tolong bertahanlah sebentar saja. Ini adalah salah satu bagian dari rencanaku untuk menghancurkan Jungkook. Aku akan-“

“T-ternyata… kau yang selama ini membuat hidupnya kacau?! Apa kau tahu bagaimana beratnya ia menanggung seluruh beban yang kau berikan padanya?!” Balas Hyerin dengan suara agak meninggi. Hanbin lalu melepaskan tangannya dari bahu Hyerin. “Aku hanya ingin dia hancur! Sama seperti dia menghancurkan Hwayeon! Sebaiknya kau tidak mencintainya, karena dia benar-benar brengsek. Dia akan membuangmu jika dia bosan dan akan meninggalkanmu tanpa rasa bersalah. Dia kejam, Hyerin-ah!”

“Tapi aku sudah terlanjur mencintainya, Hanbin! Dan aku akan menghentikan seluruh perbuatan keji mu ini! Hanya karena seorang gadis kau jadi monster seperti ini?!”

Hanbin tertawa remeh “Kau pikir Jungkook mencintaimu juga? Cintamu padanya itu hanyalah perasaan sementara, Jung Hyerin!”

“Tidak, perasaanku ini sudah dari dulu. Sejak aku bertemu Jungkook untuk pertama kalinya di sekolah menengah, aku sudah menyukainya.” Balas Hyerin dengan nada penegasan di akhir kalimatnya.

Sejenak, Hanbin terdiam. Ia lalu tersenyum sinis “Kau berbohong! Bukankah kau menyukaiku?” Tanya lelaki itu yang kemudian dibalas dengan senyum sinis dari Hyerin.

“Mungkin itu yang harus kau katakan sebagai perasaan sementara. Setelah kusadari, ternyata perasaanku itu hanyalah sebatas perasaan kagum saja. Aku tidak menyukaimu. Aku hanya menyukai Jungkook, aku mencintainya”

Hanbin tertawa remeh, lagi. “Cih, kau pikir cinta tulusmu itu akan terbalaskan? Kau pikir Jungkook mencintaimu, hah?!”

“Ya, Jungkook mencintaiku sama seperti diriku yang mencintainya!” tegas Hyerin.

“Kalau begitu, baguslah. Akan kubiarkan kau mati dengan sendirinya di dalam sana. Dan mari kita lihat apa yang bisa Jungkook lakukan untukmu.” Ucap Hanbin lalu segera menarik pintu gudang itu.

“Karena dia? Kau pikir Hwayeon mati karena Jeon? Apa kau tak sadar bahwa semua ini karena taruhan bodoh yang kau usulkan pada Jungkook? Jungkook sama sekali tidak bersalah, kau lah yang membunuh Hwayeon!”

Wajah lelaki itu tampak marah. Ia lalu berjalan mendekat ke arah Hyerin, dadanya naik turun menandakan bahwa ia benar-benar marah dengan apa yang barusan dikatakan Hyerin.

“DIAM KAU!”

PLAK!

Tamparan keras mendarat di pipi kanan Hyerin, membuat gadis itu meringis kesakitan sekaligus menitikkan air matanya. Sementara Hanbin dihadapannya hanya tertawa remeh kemudian berujar “Lalu kenapa lelaki itu harus menerima taruhan itu? Tidak hanya aku yang bersalah disini, Jungkook juga!”

Hyerin kembali mengarahkan pandangannya pada Hanbin dan menatapnya jijik “Lalu kenapa kau harus membuat taruhan bodoh itu yang membuatmu menjadi seperti seorang pengecut?!”

Hanbin kembali akan menghempaskan tangannya, namun ia malah berbalik dan berjalan pergi dan berteriak. Hyerin hanya bisa menutup matanya begitu melihat sisi jahat seorang Kim Hanbin kini tepat di hadapannya. Sungguh, Hyerin tidak pernah menyangka bahwa lelaki itu akan bisa sekejam ini.

“Keparat kau! Diam dan matilah disini!” Hanbin lalu segera keluar dan menutup pintu gudang itu, menyisakan suara teriakan Hyerin dari dalam. “Kim Hanbin!!! Kau-“

Teriakan Hyerin terhenti begitu pandangannya memudar, ruangan gelap itu jadi tambah gelap di mata Hyerin. Tubuhnya melemas, kepalanya terasa berat. Air matanya mengalir begitu dirinya tidak bisa lagi melihat dengan jelas.

“Jeon Jungkook…” lirihnya. Suara gadis itu melemah. Sampai akhirnya kepalanya tiba-tiba menunduk, menandakan bahwa ia sudah tidak sadar.

***

Sedari tadi gadis itu terus menggigiti ujung kukunya. Ia terlalu khawatir pada Hyerin, takut jika terjadi apa-apa pada gadis yang notabene adalah istri kakaknya itu. Rachel bisa saja menghentikan Hanbin, tapi lelaki itu sama sekali tidak bisa dihentikan. Sesungguhnya, dari awal Rachel tidak pernah ingin membantu Hanbin, tugasnya hanyalah menghentikan segala perbuatan jahat Kim Hanbin. Video itu… Rachel terpaksa mengirimnya karena Hanbin mengawasinya tiap waktu, saat pengiriman video itu pun Hanbin berdiri tepat di belakangnya dan memperhatikan apa yang dilakukan gadis itu.

Rachel sesungguhnya tidak benci pada keluarganya sendiri yang telah menyisihkan dirinya dari keluarga dan menyembunyikannya dari semua orang. Ia justru sangat menyayangi kedua orang tuanya, bahkan kakaknya yang notabene bukanlah kakak kandungnya pun sangat disayangnya. Gadis itu rela melakukan apa saja demi keselamatan sang kakak, karena itulah ia ingin menghentikan Hanbin. Karena menurutnya Kim Hanbin sudah keterlaluan. Lelaki itu ingin membalas dendam karena kematian seorang gadis yang dicintainya, padahal yang seharusnya disalahkan disini adalah dirinya yang tidak bisa menjaga gadisnya dan malah memberikannya pada orang lain sampai akhirnya berakhir dengan tragis seperti itu.

Tunggu, Rachel harus kembali mengingatkan Hyerin untuk menghindari Hanbin.

Gadis itu lalu segera mengambil ponselnya dari tas dan mengetikkan sesuatu disana. Setelah itu ia mengirimnya pada Hyerin dan kembali memasukkan tasnya ke dalam tas.

Sementara itu…

Arasseo, aku akan ikut.”

“Jinjja?! Oke, sekarang tinggal mengajak Jungkook. Adikku akan senang sekali melihat kau dan Jungkook ada di pesta ulang tahunnya. Gomawo, Taehyung-ah.”

Taehyung tersenyum tipis lalu membalas “Eoh.”

Sambungan telepon itu lalu ditutup oleh Taehyung. Ia lalu memasukkan tangannya di dalam saku dan berjalan lurus di atas trotoar itu. Ia baru saja pulang dari tempat les nya dan kini bergegas pulang ke rumahnya.

Namun, langkahnya terhenti begitu melihat sebuah benda yang kini tergeletak di atas trotoar itu.

Itu sebuah ponsel!

Taehyung pun mengambil ponsel itu dan memandang sekitar, mencari pemilik dari ponsel berwarna putih itu. Namun tiba-tiba ia teringat seseorang begitu melihat stiker boneka dengan huruf ‘H’ di sampingnya yang terletak di belakang ponsel itu, ia tahu betul bahwa ponsel dengan stiker boneka dengan huruf ‘H’ itu adalah ponsel milik Hyerin. Taehyung lalu menyalakan ponsel itu dan rupanya benar itu adalah ponsel Hyerin karena foto gadis itu kini terpasang di wallpaper ponsel.

Lelaki itu bertanya-tanya, bagaimana bisa ponsel Hyerin bisa tergeletak di sini?

Firasat buruk pun datang menghampirinya begitu melihat nomor tak dikenal yang kini mengirimkan pesan. Lelaki itu pun membuka pesan itu dan membacanya.

‘From: 010-xxx-xxx

Hyerin eonni, ini aku, Heera. Apa kau baik-baik saja? Ingat perkataanku tadi, hindari Hanbin oppa hari ini. Dia akan melakukan hal yang berbahaya padamu. Dia akan mengorbankanmu demi menjebak Jungkook oppa! Jadi, tolong hindarilah Hanbin Oppa hari ini. Bahkan untuk kedepannya juga.’

Taehyung mengerutkan alisnya. Hanbin? Kim Hanbin?!

Langsung saja, Taehyung segera bergegas untuk mencari Hyerin. Seketika, perasaannya jadi tidak enak, ia merasa ada yang tidak beres. Dan ia tahu, yang harusnya dilakukannya sekarang yaitu—

—ia harus menyelamatkan Hyerin.

***

Jungkook POV.

Aku masuk ke dalam taksi, diikuti oleh Sujeong yang juga masuk lewat pintu sebelah. Tadi kami melacak GPS Hyerin dan rupanya ponsel gadis itu terletak di sekitar Cheongdamdong. Sebenarnya kenapa gadis itu harus berada di kawasan elit seperti itu? Terlalu sulit untuk mencarinya jika sudah berada di kawasan itu, terlalu ramai dan terlalu luas. Apalagi hari sudah mulai gelap.

“Sebenarnya, ada apa dengannya? Apa sesuatu terjadi pada Hyerin?” Tanyaku yang kemudian dijawab oleh anggukan dari Sujeong. “Aku mendapat telepon darinya, tapi ia berbicara sesuatu yang tidak jelas padaku yang membuatku jadi bingung sendiri. Ia berbicara tentang masa lalu lelaki itu yang aku juga tidak tahu siapa, lalu tiba-tiba ia tidak melanjutkan perkataannya dan terdengar suara seorang lelaki yang menyuruhnya untuk diam dan bersikap seperti biasanya. Sampai detik itu, aku masih merasa bahwa Hyerin baik-baik saja, tapi begitu aku memanggilnya berapa kali, gadis itu sudah tidak lagi bersuara dan aku pun mulai merasa bahwa ia sedang dalam bahaya.” Jelas Sujeong.

Aku pun mengangguk mengerti.

Tiba-tiba ponselku berbunyi, menandakan ada yang menelepon. Aku pun segera merogoh saku celanaku dan mengambil benda persegi panjang dan tipis itu. Begitu melihat nama ‘Hanbin’ di layar ponsel, aku pun menghembuskan nafas. Entah kenapa ada perasaan aneh begitu aku melihat namanya di layar ponsel.

Aku menggeser layar ponsel itu dan menempatkannya tepat di depan telinga kananku.

“Yo, kau dimana, Jeon? Aku sedang bersama istri tercintamu disini.”

Deg.

D-dia… bersama Hyerin?!

“Dimana kau, brengsek?! Kau apakan Jung Hyerin?!”

“J-jungkook-ah…”

I-itu Hyerin! Itu suara Jung Hyerin! Suaranya begitu lemah, apa yang terjadi padanya?!

Lalu tiba-tiba terdengar suara tawa dari seberang sana. Bukan tertawa pada umumnya, melainkan tawaan yang membuatku mengepalkan tanganku kuat. “Apa yang kau lakukan padanya, Kim Hanbin?!”

“Aku tidak melakukan apa-apa, dia saja yang akting berlebihan. Aku membawanya ke sebuah gudang dan mendudukkannya di kursi, hanya itu. Ah, aku lupa, istrimu ini mempunyai phobia ruangan tertutup. Mungkin karena itu ia jadi berkeringat dingin dan pucat seperti ini. Ah, aku harus pulang sekarang. Jangan lupa untuk mencari gadismu ini, Jeon. Fighting.”

Tiit, tiit!

Kim Hanbin sialan! Dia menyiksa Hyerin demi memancingku? Phobia gadis itu masih ada dan dia mempergunakannya? Haha, hebat sekali. Terlalu hebat sampai rasanya aku ingin menghancurkannya sekarang juga.

Ahjeossi, tolong lebih cepat.”

***

Author POV.

Gadis itu tidak bisa bernafas. Semua sisi ruangan tidak memiliki celah sama sekali, karena itulah ia kekurangan oksigen. Kepalanya terasa berat, namun Hyerin tetap menahannya, berusaha agar dirinya tidak kehilangan kesadaran untuk kedua kalinya.

Diluar sudah gelap, mungkin karena itulah gudang itu terasa lebih gelap dari sebelumnya. Dan beriringan dengan itu, ketakutan Hyerin bertambah. Gadis itu tidak berhenti berkeringat dingin, wajahnya pucat, dan bahkan selama satu jam ini gadis itu terus menitikkan air mata. Inilah yang terjadi jika dia berada di ruangan tertutup dan gelap seperti ini.

Namun, mata sayu nya langsung terbuka lebar begitu mendengar seseorang memangil-manggil namanya dari luar.

“Jung Hyerin! Hyerin-ah!”

Hyerin lalu berusaha berteriak, namun nihil. Suaranya entah hilang kemana, bibirnya jadi tidak bisa bergerak. Yang hanya bisa diucapkannya adalah gumaman kata ‘tolong’. Ia melakukan itu beberapa kali, sampai akhirnya suara yang memanggilnya itu terasa dekat.

BRUK!

Pintu gudang itu menghasilkan bunyi yang cukup keras. Sepertinya pintu itu didobrak dari luar. Beberapa kali bunyi keras terdengar, sampai akhirnya pintu gudang itu terbuka dan menampakkan siluet seorang lelaki di sana.

“J-jungkook?” gumam Hyerin yang sudah tidak berdaya itu, gadis itu mencoba memfokuskan pandangannya begitu lelaki itu berjalan ke arahnya.

“Hyerin-ah, kau baik-baik saja? Maafkan aku karena terlambat menemukanmu.” Ucap lelaki itu seraya membuka ikatan di tangan dan kaki Hyerin. Mendengar suara yang familiar itu, Hyerin tertegun. Itu bukan Jungkook. Melainkan—

—Kim Taehyung.

Hyerin hanya bisa diam begitu Taehyung membuka ikatan di tangan dan kakinya. Ia menatap wajah samar-samar lelaki itu. Gadis itu berpikir, ia terlalu jahat pada Taehyung untuk membiarkan Taehyung menolongnya seperti ini.

“Syukurlah kau tidak terluka” ucap lelaki itu seraya melepaskan ikatan di kaki Hyerin. Setelah selesai, Taehyung kembali berdiri dan hendak membantu Hyerin berdiri. Namun gadis itu malah menahan lengan Taehyung dan memeluknya, lalu kemudian menangis. Taehyung hanya bisa diam mematung begitu Hyerin memeluknya secara tiba-tiba begini.

“A-aku… aku tidak ingin menangis… tapi kenapa air mataku mengucur dengan deras sepert ini… Aku tidak ingin menangis.” Isak gadis itu di dada Taehyung.

Taehyung yang dipeluknya lalu mengarahkan tangannya untuk membalas pelukan itu. Mengusap punggung gadis itu perlahan untuk mencoba menenangkannya. Tangan kirinya mengusap puncak kepala gadis itu dengan lembut, memposisikan kepalanya di bahu Hyerin dan berbisik lembut “Menangislah, aku akan mendengarkan tangisanmu.”

Sementara itu, seseorang yang kini berada di ambang pintu gudang hanya bisa menatap keduanya dengan tatapan kesal dan mengepalkan tangannya kuat. “Sial!”

***

“Terima kasih telah mengantarku pulang.” Ucap Hyerin yang kini sedang menunduk. Taehyung yang dihadapannya hanya tersenyum dan hendak berbalik tanpa berkata apa-apa lagi. Tapi suara Hyerin menghentikannya.

“Bagaimana bisa kau menemukanku?” tanya gadis itu. Taehyung menoleh dan menjawab “Tadi aku melihat Hanbin keluar dari lorong kecil di samping kedai tteokbokki. Begitu dia keluar, aku masuk kedalam lorong itu dan mencarimu.” Jelas Taehyung. Lalu tiba-tiba lelaki itu teringat sesuatu dan segera merogoh saku blazernya.

“Ini, ponselmu. Kutemukan tadi di jalan.” Ucapnya lalu memberikan ponsel itu pada Hyerin. Lagi-lagi Hyerin hanya bisa mengucapkan kata ‘terima kasih’. Baiklah, untuk sekarang ia merasa bahwa ia berhutang budi pada Taehyung.

“Masuk dan istirahatlah. Katakan pada Jungkook untuk menyediakan sup untukmu, atau makanan apa saja yang hangat. Aku pergi.” Lelaki itu lalu berbalik dan berjalan menuju pagar. Hyerin hanya bisa memandangi punggung lelaki itu menjauh dan hilang di balik pagar. Gadis itu lalu berbalik dan membuka pintu rumahnya. Hyerin meletakkan sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumah. Tubuhnya bergerak dengan sangat lemah, energinya seperti telah terkuras habis di gudang tadi.

Gerakannya terhenti begitu netranya menangkap seorang lelaki yang kini berdiri di samping sofa dan menatapnya datar. Lelaki itu lalu berjalan mendekati Hyerin dengan tangan kanan yang memegang gelas yang berisi air, sementara tangan satunya di masukkan kedalam saku celana trainingnya.

“Senang bisa di antar Taehyung?”

Hyerin menekuk alisnya. Cara bicara lelaki itu jadi terasa lain, seolah-olah ingin memojokkannya. Hyerin lalu berucap “Apa maksudmu berkata seperti itu?”

Jungkook hanya tersenyum miring “Aku yakin kau pasti senang, apalagi dipeluk oleh lelaki itu tadi. Ah, tidak, kau yang memeluknya.” Sindir lelaki itu, lagi. Membuat Hyerin yang berada satu setengah meter darinya itu hanya bisa menatapnya bingung.

“Kau kenapa, Jeon Jungkook?! Kau bahkan tidak bertanya apa yang terjadi padaku dan malah berkata sesuatu yang benar-benar membingungkan. Aku benar-benar sedang tidak ingin adu mulut denganmu sekarang jadi tolong hentikan.” Ucap Hyerin lalu hendak mengambil langkah menuju sofa. Namun suara Jungkook menghentikan niatnya itu.

 “Apa? Aku berkata yang sebenarnya, dan bahkan aku yang melihatnya sendiri. Kau sudah memeluk Taehyung dan di antarnya, sudah pasti kau baik-baik saja.”

Hyerin menghela nafasnya sebentar lalu mengumpulkan energinya untuk bisa menjelaskan apa yang terjadi “Aku memeluknya karena merasa bersyukur bahwa ada yang bisa menemukanku, aku memeluknya karena aku senang bahwa aku selamat. Aku benar-benar tidak-“

“Taehyung menyukaimu! Dan kau telah membuatnya tambah menyukaimu lagi!!” Bentak Jungkook dengan suara yang meninggi.

“Jeon Jungkook!!” Balas Hyerin tak kalah tinggi dengan suara Jungkook barusan. Ia ingin menyadarkan Jungkook bahwa tidak seharusnya lelaki itu mengungkit masalah itu sekarang. Tidak lihatkah Jungkook bahwa wajah gadis itu kini sudah sangat pucat dan seluruh tubuhnya yang bergetar? Gadis itu butuh istirahat, bukannya dibentak kasar seperti ini!

PRANG! 

Tiba-tiba saja, gelas di tangan lelaki itu dilempar tepat di dinding di samping Hyerin, membuat gadis itu terlonjak kaget. Dada lelaki itu naik turun, wajahnya tampak marah “Aku hanya ingin kau menjadi milikku, tapi kau malah membuat orang lain menginginkanmu!!! Apa kau sadar itu?!” Bentak lelaki itu dengan suara yang lebih keras, membuat Hyerin tambah merasa dipojokkan. Gadis itu lalu menitikkan air matanya, sementara kedua tangan dan kakinya bergetar, tidak seluruh tubuhnya bergetar takut. Jeon Jungkook terlalu menakutkan, dan Hyerin tidak menyangka bahwa Jungkook lebih mementingkan masalah sepele itu daripada keselamatannya.

Dengan sempoyongan, gadis itu berbalik dan mengambil kembali sepatunya lalu memakainya. Dengan segera, Hyerin membuka pintu rumah dan keluar. Berlari keluar dengan air mata yang terus jatuh membasahi pipinya, tidak peduli betapa dinginnya angin malam yang menusuk kulitnya.

Aku membencimu!

***

Taehyung menutup pintu kamarnya lalu berjalan menuju ranjang miliknya dan berbaring di sana. Hari ini adalah hari yang cukup melelahkan baginya. Seluruh tubuhnya serasa pegal, bahkan lengan kanannya yang dipakai untuk mendobrak pintu gudang tadi masih terasa sakit.

Netranya terfokus pada langit-langit kamarnya. Dalam kepalanya, berbagai hal berkecamuk di dalam. Tidak, bukan berbagai hal, melainkan kejadian tadi.

Ia merasa ada yang aneh darinya.

Perasaannya pada gadis itu… apa mungkin telah hilang sepenuhnya?

Disaat Hyerin memeluknya tadi, ia merasa ada yang aneh dan tidak seperti biasanya. Jantungnya tidak lagi berdegub kencang begitu gadis itu memeluknya. Keinginannya untuk berada di sisi gadis itu juga jadi berubah. Dulu Taehyung ingin berada di sisi Hyerin sebagai kekasihnya, tapi entah kenapa sekarang semuanya jadi berubah.

Tidak, maksudnya setelah Hyerin memeluknya tadi, semuanya berubah.

Perasaan suka itu tergantikan dengan perasaan ingin melindungi. Bukan ingin melindungi sebagai kekasihnya, melainkan sebagai seorang kakak sekaligus teman.

Yang anehnya, dia sekarang menganggap bahwa ia masih menyukai Hyerin namun rasa suka itu tidak sama seperti dulu. Baiklah, untuk kali ini, silahkan anggap Kim Taehyung adalah seorang lelaki yang labil. Perasaannya terlalu cepat berubah, dan bahkan ia terlalu cepat menyimpulkan semuanya.

Debaran itu tidak lagi ada begitu dirinya bersama Hyerin.

Tangan yang gemetar karena gugup itu juga tidak lagi ada jika ia bertemu dengan Hyerin.

Lalu, apa dia telah melupakan perasaannya pada Hyerin sepenuhnya? Padahal ia sudah memberanikan diri mengajak Sujeong berkencan demi melupakan perasaannya pada Hyerin.

Ya, dia berbohong pada Sujeong bahwa ia menyukainya padahal sebenarnya tidak. Dia menginginkan Sujeong menjadi kekasihnya untuk melupakan perasaannya pada Hyerin. Dia ingin berpaling pada Sujeong agar perasaannya pada Hyerin hilang.

Lelaki itu mengacakkan rambutnya lalu menutup matanya. Semuanya terlalu rumit baginya. Ia masih tidak mengerti mengenai perasaannya sendiri dan perbuatan yang dilakukannya pada Sujeong.

***

Jam menunjukkan pukul satu dini hari. Jungkook, lelaki itu masih terjaga di atas sofa. Dia terlalu khawatir pada Hyerin. Bisa saja terjadi sesuatu lagi pada Hyerin dan Jungkook sudah pasti tidak akan memaafkan dirinya jika itu terjadi.

Baiklah, Jungkook mengaku ini semua salahnya sehingga gadis itu pergi.

Dia malah memikirkan hal yang seharusnya tidak perlu dipikirkan saat itu dan malah membentak pada Hyerin. Sungguh, ia merasa sangat jahat sekarang. Dari semua perbuatan jahat yang dilakukannya, ia merasa bahwa kali ini adalah perbuatan yang sangat jahat yang baru saja dilakukannya.

Langsung saja, Jungkook beranjak dari sofa itu dan berlari keluar. Berniat untuk mencari Hyerin.

Namun, begitu ia menginjakkan kaki di depan pintu, langkahnya terhenti begitu melihat sosok gadis yang kini berdiri di halaman dengan jarak dua meter darinya. Langsung saja lelaki itu menghampiri Hyerin yang terlihat berjalan sempoyongan.

Begitu Jungkook berdiri tepat di hadapannya, Hyerin hanya menatap lelaki itu dengan tatapan sayu “Oh, Jeon…”

Jungkook menatap heran pada gadis itu dan bertanya “Apa yang kau lakukan? Bagaimana bisa kau mabuk?”

“Jeon…”

Jungkook diam begitu nama panggilannya di sebut gadis itu. Gadis itu lalu mengangkat kepalanya dan menatap lurus Jungkook dihadapannya lalu tersenyum getir “Kenapa kau membentakku tadi? Apa aku berbuat salah?” tanya Hyerin.

Lagi-lagi Jungkook hanya bisa diam. Dia tidak bisa menyalahkan Hyerin, karena sesungguhnya dia lah yang salah. Lelaki itu lalu mengarahkan tangannya untuk meraih tangan gadis itu “Hyerin-ah aku-“

Hyerin menepis tangan lelaki itu dengan kasar, beriringan dengan itu, senyum getir yang ditampakkannya ikut menghilang “Seharusnya kau menanyakan apa aku baik-baik saja tadi. Kau tahu betapa tersiksanya aku berada di dalam gudang itu? Aku merasa hampir mati, Jeon-ah!”

Hyerin menarik nafas perlahan, mencoba menenangkan dirinya sendiri yang sudah di kontrol oleh efek dari alkohol yang tadi di minumnya “Tapi kau malah memperdulikan hal sepele itu daripada keselamatanku. Mendengarmu membentakku membuatku sakit.”

“Kukira hubunganku denganmu akan berjalan dengan baik tanpa ada perkelahian.”. “Aku ingin berhenti menyukaimu.” Ujar gadis itu lagi.

“H-hyerin-ah…”

Bibir gadis itu bergetar, mencoba menahan air mata yang hampir jatuh membasahi pipinya. Namun nihil, pertahanan itu lepas seketika. Air matanya menetes, menandakan bahwa ia sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Jungkook padanya.

“Tapi kenapa aku tidak bisa?! Aku ingin berhenti menyukaimu, tapi kenapa selalu tidak bisa?! Kau tidak bisa menjagaku karena itulah aku ingin berhenti mengharap banyak padamu. Tapi… seluruh kata-kata serta perlakuan manis yang kau berikan padaku menghalangi niatku untuk berhenti menyukaimu. Bukannya berhenti, aku malah tambah menyukaimu. Bahkan aku mencintaimu! Aku telah jatuh cinta padamu dan aku tidak bisa menghentikan perasaan itu!“

Setelah mendengar pengakuan gadis itu, Jungkook langsung menarik lengan Hyerin dan memeluknya. Sungguh, ia tidak cukup kuat untuk mendengar semuanya. Itu terlalu membuatnya merasa tambah bersalah. Dia telah membuat gadis ini sakit hati karena perbuatan yang dilakukannya.

“Maafkan aku…” bisik Jungkook lalu mengelus pelan puncak kepala gadis itu, mencoba menenangkan Hyerin yang kini menangis terisak di dalam pelukannya.

“Kau jahat, Jeon! Tapi aku menyukaimu… Kau jahat!” isak Hyerin seraya memukul pelan dada Jungkook dan menangis disana, mencurahkan segala isi hatinya dengan tetesan air mata yang bercucuran membasahi pipinya.

Jungkook memposisikan kepalanya tepat di samping telinga gadis itu dan membisikkan sesuatu disana “Aku berjanji, aku akan berusaha untuk menjagamu, memahamimu, dan menyayangimu. Jadi, tolong perhatikan aku. Jika aku berbuat salah, jangan segan untuk memberitahuku, karena aku akan mendengarkan semuanya dan akan berusaha lagi untuk tetap terus menjadi Jeon Jungkook yang siap menjagamu serta mencintaimu.”

***

Keesokan harinya…

Jungkook kini tengah berdiri di atas atap sekolah. Ia ingat betul tempat ini adalah tempat dimana ia bisa merokok dengan bebasnya tanpa terekam cctv sekolah. Ia tahu perbuatannya dulu memanglah salah, karena itulah akhir-akhir ini ia berhenti melakukan kebiasaan buruk itu.

Hembusan nafasnya mengudara, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana. Pandangannya mengedar, memandang lapangan sekolah yang sedang ramai dipenuhi oleh siswa-siswa yang sedang bermain bola yang dapat dilihatnya dari atas sini.

Lalu tiba-tiba suara tepukan tangan seseorang membuatnya berbalik. Tatapannya berubah menjadi tatapan tajam dan dingin begitu melihat siapa yang kini berjalan ke arahnya.

“Wow, hebat sekali! Kau menemukan Hyerin secepat itu.” Ujar orang itu, Kim Hanbin.

Hanbin lalu mengubah ekspresi wajahnya seolah-olah teringat sesuatu “Ah, bukan kau yang menemukannya, Kim-Tae-Hyung lah yang menemukannya.” Ucapnya dengan nada penekanan di nama Taehyung tadi, membuat Jungkook geram. Apalagi setelah lelaki itu mengakhiri kalimatnya dengan tawaan sinis yang tambah membuat amarah Jungkook meluap.

Tatapan datar itu masih menghunus tajam ke arah Hanbin, keadaan juga masih hening.

Namun sedetik kemudian, Jungkook berjalan cepat mendekati Hanbin yang masih berada duaa meter darinya lalu memukul lelaki itu.

Bugh!

Pukulan keras itu membuat Hanbin terhuyung jatuh. Namun bukannya meringis sakit, lelaki itu malah tertawa, membuat Jungkook semakin geram lagi.

“Berani sekali kau menggunakan Hyerin sebagai umpan bagiku. Sebenarnya untuk apa kau melakukan ini, hah?!”

Mendengar itu, Hanbin hanya tertawa, entah itu tertawa sinis atau tertawa remeh “Aku tidak tahu kenapa aku melakukan ini, yang jelas semuanya karena rasa benciku padamu. Aku terlalu benci padamu sampai-sampai ingin menghancurkan semua yang ada di sekitarmu. Bahkan aku pun bisa menghancurkan Jung Hyerin jika aku mau.” Ujarnya dengan senyuman sinis khas miliknya.

Lagi-lagi, Jungkook dibuat kesal olehnya. Jungkook kembali mengarahkan tangannya memukul perut Hanbin, lelaki itu terbatuk mengeluarkan darah, bahkan ujung bibirnya berdarah hanya karena pukulan Jungkook barusan.

Jungkook menatap Hanbin yang kini terkapar di samping kakinya “Aku akan membunuhmu jika kau menyentuh sehelai rambut gadis itu!”

Hanbin hanya tersenyum miring dengan bibir yang sudah penuh darah, membuatnya jadi terlihat seperti monster sungguhan “Kau tahu, kan, sekarang aku membencimu bukan karena meninggalnya Hwayeon. Bahkan melihat wajahmu saja membuatku jadi ingin terus membencimu.”

“Bukan, Hyerin akan ku hancurkan setelahnya. Namun untuk saat ini, aku ingin menghancurkan perusahaan keluargamu dulu sebelum itu.” Ucap Hanbin seraya mencoba untuk berdiri.

Jungkook kembali menendang lelaki itu, membuat Hanbin kembali terjatuh “Apa katamu?”

Lelaki itu lalu tersenyum miring dan berujar “Kuharap kau bisa melakukannya karena perusahaanku terlalu besar untuk kau runtuhkan.” Ucap Jungkook lalu berjalan pergi meninggalkan Hanbin.

Sebelum akhirnya Jungkook berjalan semakin jauh, lelaki itu berkata tanpa berbalik memandang Hanbin di belakangnya “Jika kau berulah lagi, aku tidak akan tinggal diam. Bisa saja aku melakukan hal yang sama denganmu, menghancurkan apa yang ada di sekitarmu.” Ucapnya lalu pergi. Meninggalkan Hanbin yang kini hanya tertawa melihat kepergian Jungkook itu.

***

Jungkook berjalan turun dari atap sekolah dan menuruni anak tangga. Ia lalu berjalan menuju kelasnya. Ia mengacakkan rambutnya. Jujur saja, ia merasa sangat kesal begitu melihat wajah Hanbin. Amarahnya jadi tidak terkendalikan jika berhadapan dengan lelaki yang menurutnya brengsek itu.

Langkah kaki lelaki itu memasuki kelasnya. Begitu netranya memandang seisi kelas, ia sempat terkejut. Kemana para siswa lainnya? Tidak biasa kelas kosong saat istirahat seperti ini. Biasanya kelas dijadikan tempat dimana para siswi-siswi menggosip di dalam sana, yah setidaknya itu menurut Jungkook.

Lelaki itu lalu berjalan menuju tempat duduknya dan duduk disana. Ia lalu membaringkan kepalanya di atas meja dan menutup matanya berniat untuk tidur sebentar. Ia sudah terlalu lelah terjaga semalaman karena menunggu Hyerin pulang. Dan sepertinya sekarang adalah waktu yang tepat untuk tidur beberapa menit. Tidak, bahkan tidur berapa jam pun tidak masalah bagi Jungkook. Yang penting dia bisa tertidur dan menghilangkan rasa kantuknya. Persetan dengan guru yang akan mengajar, dia tidak peduli.

Namun, baru saja Jungkook akan menutup kelopak matanya, suara cempreng memenuhi isi kelas, membuat lelaki itu harus mengangkat kepala dengan malas.

“Jeon-ah!!” Panggil gadis itu, Hyerin, yang kini sudah berlari-lari kecil ke arah Jungkook dan memeluknya erat. Oh sungguh, apa yang terjadi pada gadis ini sampai jadi hyperaktif seperti sekarang? Jungkook yang dipeluknya bahkan hampir tidak bisa bernafas karena eratnya pelukan gadis itu.

W-wae? L-Leherku!” Jungkook menepuk pelan lengan gadis itu, membuat Hyerin melepaskan pelukan itu dan menatapnya dengan tatapan imut yang dibuat-buat “Maaf, hehe.” Ucap gadis itu lalu terkekeh pelan. Jungkook hanya bisa ikut tersenyum melihat wajah gadis itu yang jadi lebih riang dari sebelumnya.

“Jadi, ada apa?” Tanya Jungkook.

Hyerin yang dihadapannya terlihat menyunggingkan sebuah senyuman manis yang membuat wajah gadis itu jadi lebih cantik daripada sebelumnya. Beberapa detik kemudian, ia berujar “Aku barusan mendapat pesan dari eomma, katanya eomma telah membicarakan ini dengan appa dan kedua orang tuamu bahwa ia ingin membatalkan perceraiannya.” Ucap Hyerin lalu tersenyum senang.

Jungkook yang mendengarnya ikut tersenyum “Benarkah? Baguslah kalau begitu. Tidak ada yang perlu dicemaskan lagi.” Ucap Jungkook. Untuk sekarang, ia merasa sangat lelah bahkan untuk berbicara. Jadi ia merespon dengan respon sesingkat itu.

Dan rupanya Hyerin menangkap betul bahwa perkataan Jungkook tadi terlalu singkat dan bahkan tidak menunjukkan perasaan senang sama sekali.

Bibir gadis itu mengerucut lucu, menandakan ia kecewa dengan respon Jungkook itu.

“Hanya itu?” Tanya Hyerin.

Jungkook mengangkat alisnya “Memangnya apa lagi yang harus kukatakan?”

CUP!

Jungkook memasang tampang terkejut begitu bibir Hyerin mengecup pipi kanannya. Astaga, jantungnya jadi berdebar kencang. Gadis ini benar-benar luar biasa. Dengan tiba-tiba seperti itu ia mencium pipi Jungkook? Bahkan Jungkook tidak mengira bahwa gadis itu akan mencium pipinya.

Hyerin tersenyum malu, semburat merah di pipinya membuat wajahnya jadi tambah imut dari sebelumnya. Ia lalu berkata “Itu untuk perayaan karena perceraian kita dibatalkan.” Ucapnya.

Wajah gadis itu kembali mendekat. Kali ini bukan di pipi, melainkan bibir. Jungkook pun menutup matanya begitu Hyerin mendekatkan wajahnya pada Jungkook.

CUP!

Satu kecupan lagi mendarat di atas bibir Jungkook. Hyerin kembali menarik wajahnya dan menunduk malu. Sedetik kemudian, ia mengangkat kepalanya dan tersenyum senang “Dan yang itu hukumanmu karena kau membentakku kemarin.”. Gadis itu lalu memperbaiki posisinya dan berdiri tegap. Ia lalu berbalik ke kiri, hendak pergi.

Namun tangan Jungkook menahannya, membuat gadis itu spontan menoleh ke belakang. Tangan Jungkook dengan cepat meraih pinggang Hyerin dan menariknya mendekat.

Jungkook tersenyum “Hukumanku terlalu manis, dan aku menginginkannya lagi.” Goda Jungkook lalu segera mendekatkan wajahnya mendekat pada wajah Hyerin. Gadis itu membulatkan matanya, namun pada akhirnya ia menutup matanya juga begitu bibir Jungkook sudah berada lima senti dari bibirnya.

Jungkook tersenyum tipis lalu menaikkan wajahnya, memposisikan bibirnya tepat di depan dahi gadis itu dan mengecup dahi Hyerin, lalu setelah itu ia terkekeh pelan. Baiklah, tipuannya berhasil dan Jungkook merasa puas akan itu. Bisa menjahili Hyerin adalah hal terlucu baginya.

Hyerin membuka matanya dan kembali mengerucutkan bibirnya. Sementara Jungkook hanya terkekeh pelan melihat wajah gadisnya jadi begitu lucu “Ini sekolah, pabo. Mana mungkin aku menciummu disini.” Ucap Jungkook lalu mencubit gemas pipi Hyerin.

Hyerin melepas lengan Jungkook dari pinggangnya “Selalu saja menjahiliku. Aku harus pergi, Sujeong sudah menungguku.” Ucap Hyerin lalu berbalik ke arah kiri dan berjalan pergi. Meninggalkan Jungkook yang kini menatap kepergian punggung gadis itu. Ia lalu tersenyum begitu melihat Hyerin melambaikan tangannya sebelum akhirnya benar-benar keluar dari kelas itu.

Namun, begitu pintu kelas itu ditutup Hyerin, seseorang menggesernya lagi. Membuat Jungkook masih mengurungkan niatnya untuk kembali membaringkan kepalanya di atas meja.

Dilihatnya Yoongi memasuki kelas dengan nafas tersenggal-senggal “Jungkook-ah!” panggilnya yang dibalas dengan tatapan tanda tanya dari Jungkook.

Yoongi terlihat sedang mengatur nafasnya. Ia lalu berjalan mendekat ke arah Jungkook. Setelah merasa nafasnya sudah normal, ia lalu melanjutkan “P-perusahaan keluargamu… sedang dalam masalah besar!.”

Jungkook menekuk alisnya “Mwo? Memangnya ada apa dengan perusahaan keluargaku?”

Yoongi kembali mengatur nafasnya dan melanjutnya “Ada yang menipu perusahaanmu. Selebihnya aku tidak tahu jelas. Namun yang pasti, untuk saat ini jumlah saham ayahmu menurun drastis dan kontrak kerja sama dari berbagai perusahaan juga telah diputuskan. Kau perlu ke kantor sekarang! Presdir Jeon menunggumu disana. Kakakku, Seunggi, yang memberitahukannya padaku.”

Jungkook terdiam mematung. Pikirannya kini hanya tertuju pada seseorang…

Apa ini bagian dari rencanamu, Kim Hanbin?! Dasar brengsek.

-To Be Continue-

Yuuhu~ kelar juga akhirnya :v Belakangan ini aku jadi sering menekankan rating PG-17 yekan? :3 astaga maapkan otakku yang entah tercemar sesuatu dari drakor ‘W’ (itu lho, dramanya jongsuk oppahh :* ) atau tercemar drakor-drakor lainnya. Akhir-akhir ini jadi sering menciptakan adegan romance HyeKook tapi dengan ketjub sana ketjub sinih (~’w’ )~ Maap maap… Yang ga suka boleh di skip aja kok :v

Yaudahlah ya, ga bakal ngomong banyak, itu aja. Paling Cuma mau bilang makasih aja bagi para readers yang setia ninggalin komen disetiap chapternya. Ya itu aja sih.

Mendekati end T-T Tiga chapter lagi, dan… abis deh. Huwaaa, agak ga rela /hiks/. Eh. Ini nanti insyaallah dibikinin season 2 atau special chapt. Entah itu dikirim di BTSFF atau di blog ku. Ini ga janji loh ya, cuma perkiraan aja, siapa tahu sempat buat :v

Oke, itu aja, bhabhay~ Makasih~ /bow/

Next Chapter:

 “Aku ingin tahu kenapa kau menjadikan Hwayeon kekasihmu disaat kau sendiri berkata bahwa kau menyukaiku. Sebenarnya apa yang tidak bisa aku ketahui?”

“Bagaimana jika aku menyukaimu?”

“Apa yang akan kau lakukan jika itu terjadi? Apa kau akan menerimaku?”

“Apa ini… caramu menyampaikan bahwa kau menyukaiku?”

“Sujeong-ah, aku takut. Perasaanku tidak enak.”

Wae?”

“Firasatku mengatakan bahwa akan ada yang terjadi pada Jungkook. Sedari tadi aku tidak bisa berhenti mengkhawatirkannya.”

Trapped in a Marriage: Chapter 14

Advertisements

16 thoughts on “[BTS FF FREELANCE] Trapped in a Marriage – (Chapter 13)

  1. Sebelum komen buat ffnya aku mau curhat dl thor😂. Jujur aku blm baca yg chap11-12. Knp? Karena aku gatau kl itu udh di post😂 aku bolakbalik wp ini mesti bilang ” ini knp ga di posting2 ” eh ternyata yg chap 11-12 udah di posting dr kmren2. Aku gatau karena aku selalu cari tag yg marriage life😢 eh ternyata baru tau td ubek2 tag jungkook😂 maafkan aku thor😂 tp aku langsung komen buat yg chap 13 ya thor😂
    Itu hanbin bnr2 jahat, udah buta bgt mata hatinya gara2 balas dendam. Tp btw suka banget bagian romance nyaaa. Jgn cpt2 ending lah thorr. Pleasee😂
    Oke, sekian dan terimakasihhh❤❤❤

    Like

  2. Yoohwanhee… akhirnya update juga chapter 13 nya:3:3 *mian telat baca:v sibuk dengan tugas sekolah, padahal tanggal update sudah di inget!! /yoohee: curhat mbak??–“/ hehehe:v
    Yoohee… gue LIKE banget sama ff TIAM ini!!:3:3 agak nyesel sih bilang kalau chapter awal aku nya gak suka, hehehe… tapi entah kenapa tiap kali baca makin suka!!:3
    Oiya aku mau ngelurusin kalau aku bukannya gak suka kiss scene nya, tapi agak gimana gitu di chap 12 nya. /agak tersindir di akhir:’v/ Aku suka banget kiss scene, romantis banget pas Hyekook yang dikelas itu:3:3 jadi banyakkin aja kalau bisa ratingnya naik dikitt!! ehh?!._.
    Whaatt! tinggal 3 chapter lagi?? ya andwaee:’v sumpah sudah penasaran, nunggu lama-.- eh bentar lagi mau end–” what thee…:v tapi pas baca mau bikin season 2 / spesial chap, deng-deng menurut ku itu janji, hahaha/maksa–“/ kalau emang gak bisa yaa sudah lah…

    Bikin ff baru aja wkwkwk:3 kalau bisa btsXgot7 atau astro, lagi suka banget sama mereka:3 * tapi main cast nya harus BTS!! /gak suka ikon:p mungkin gara2 baca ff ini, jadi kalau kenapa2 salahin author nya ya?? hehehe becanda bray/
    Hehehe… Yoohee fighting sampe end ya:3:3 bay-bay:*guebarengVkook:3:3

    Like

  3. Yoohwanhee… akhirnya update juga chapter 13 nya:3:3 *mian telat baca:v sibuk dengan tugas sekolah, padahal tanggal update sudah di inget!! /yoohee: curhat mbak??–“/ hehehe:v
    Yoohee… gue LIKE banget sama ff TIAM ini!!:3:3 agak nyesel sih bilang kalau chapter awal aku nya gak suka, hehehe… tapi entah kenapa tiap kali baca makin suka!!:3
    Oiya aku mau ngelurusin kalau aku bukannya gak suka kiss scene nya, tapi agak gimana gitu di chap 12 nya. /agak tersindir di akhir:’v/ Aku suka banget kiss scene, romantis banget pas Hyekook yang dikelas itu:3:3 jadi banyakkin aja kalau bisa ratingnya naik dikitt!! ehh?!._.
    Whaatt! tinggal 3 chapter lagi?? ya andwaee:’v sumpah sudah penasaran, nunggu lama-.- eh bentar lagi mau end–” what thee…:v tapi pas baca mau bikin season 2 / spesial chap, deng-deng menurut ku itu janji, hahaha/maksa–“/ kalau emang gak bisa yaa sudah lah…

    Bikin ff baru aja wkwkwk:3 kalau bisa btsXgot7 atau astro, lagi suka banget sama mereka:3 * tapi main cast nya harus BTS!! /gak suka ikon:p mungkin gara2 baca ff ini, jadi kalau kenapa2 salahin author nya ya?? hehehe becanda bray/
    Hehehe… Yoohee fighting sampe end ya:3:3 bay-bay:*guebarengVkook:3:3

    Like

  4. Aduh eonn..lma bgt sih rilisnya..
    Aq dah nungguin ampe ngejamur😂😂
    Gpp lah bnyak ketjub sana ketjub sini..klo bisa bnyakin yah??
    Aq agak gk tega sih ma perannya hanbin, soalnya dia trmasuk biasku..
    Tp gpp lah
    Endingnya yg hepi ya jan yg sad..ntar kacian air mataku mngalir deras..
    Rilisnya yg cpet y???🙏🙏
    Klo ff ini dah end, eonni bkin ff lg ya???
    ..
    ..
    ..
    Salam kenal
    YCnya Yunhyeong😂😂

    Like

  5. Lama sekali updatenya kakak 😢
    Pas lagi liat” btsff, eh mncul trapped in a amriage. Lucky bnget dah :v
    Chap ini seru ya, hanbinnya jadi lebih ngeselin. Dan oh maap aku barubkomen disini. Aku bacanya maraton. Hehe
    Feelnya dpet bgt yg pas hyerin mabuk… Uhhh 😍😍
    Udah sih giru aja. Overall, aku love bngettt 😍😍😍😍😍😍😘😘
    Jadi ngefans author yoohwan nihwkwk
    Fighting thor!! Ditunggu chap slnjutnya 😉

    Like

  6. Kenapa feel nya cuman di belakang ??? Nunggunya lama banget eh keluar nya lumayan mengecewakan . Tinggal tiga chapter, 3 Bulan lagi dong ???!???

    Like

  7. wahhhhh….jungkook pencemburuan ternyata….gak tnya bagaiman kondisi istrinya malah nyinggung soall taehyun yang dipeluk…gemes juga lihat mereka berdua…..next part..bingung mau komment gimana…

    Like

  8. Woahh jadi bener rachel itu adiknya kookie
    Aishh hanbin ngeselin sumpah, pengecut cuma bisa mancing jungkook pake hyerin
    Entah kenapa, liat adegan taehyung sama hyerin aku seneng banget. Ahh sayangnya mereka gak mungkin bersatu wkwk
    Ahh tae ngejadiin sujeong pelampiasanya, kasian lahhh
    Yaampun perusahaan kookie diambang kehancuran, bagaimana nihh, jangan sampai gara gara itu jungkook sama hyerin bakal diceraikan lagi hh tapi gapapa sih masih ada tae tae wkwk

    Like

  9. Waaa… akhirnya chap 13 update jg, makin benci aj sm hanbin yg makin lama makin keterlaluan. Minta ditabok kli y hanbin tu wkwk… aku suka makin lama makin seru, tambah penasaran chap selanjutnya >.<

    Yoohwanhee, semangat2 untuk lanjutin ff ini ya…. ^^ Huuuuu aku jg mkin sdih klo ff ini bntar lg hbis/ selesai … hikz 😥

    Pokoknya fighting untuk lanjutin ff ini smpai selesai. Ok itu aj driku
    *senyumbrengHyekook* kkkk~ 😀

    Like

  10. haaa ini ff yg plg ku tunggu loh thor , rada sedih jga waktu karna lama update -_- tapi akhirnya di update jga
    itu apa aduhh dek kamu masih kecil rating nya ke gede an (tp aku suka kok) klo bisa pg-19 aduhh mulai ini efek sering lihat drakor romance2 memabukkan #eakkkk
    jeon kamu cemburu ya ?? hahaha manis bgt jeles nya , yaa kali jeon klo kamu nyampe dluan kan bisa jd pahlawan kemaleman utk aku *eh hyerin mksud nya 😀
    thor yg manis semanis tulisan ff nya , klo ini di buat skuel kek atau season 2(kyk film abg jong ki ) kabari dong , kasih info ya thor , itu aja deh , first gak ini aku ? hahh egk kyak nya deh

    Like

  11. Huuuuaaaa~ aku pengen nangis terharu akhirnya next chapter nya di update juga haha. maafkan saya terlalu berlebihan 😀
    Aku suka sama chapter ini makin seru aja pertarungan antara Jungkook dan Hanbin disini.
    Ya ampun si Taehyung jangan plin plan ya, kasihan sama sujeong nanti huhu 😦
    Wah, penasaran sama rencana hanbin selanjutnya sama Jeon 🙂

    What?! mau End? ya gak nyangka deh aku suka sama cerita ini. Please dibuat special chapternya untuk HyeKook couple ya Authornim, kita kan fans mereka haha 😀
    Harus happy ending pokoknya huhu 🙂
    Ditunggu next chapternya 😀
    Semangat!!

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s