[BTS FF Freelance] The Academy of Vampire – (Chapter 8)

untitled-1-copylololol-copy1

Tittle: The Academy of Vampire

Scriptwriter: Carishstea

Genre: Fantasy, Action, School Life, Mystery, Friendship, Romance

Main cast:  Go Aerin (OC), Kim Taehyung/V (BTS), Park Jimin (BTS), Min Yoongi/Suga (BTS), Jung Soojung/Krystal (f(x)).

Support cast: Choi Junhong/Zelo (BAP), Song Yunhyeong (iKON), Kim Jinhwan (iKON), Jung Eunji (APink), Jung Daehyun (BAP), Son Naeun (APink), Oh Sehun (Exo), Kim Jongin/Kai (Exo), Yook Sungjae (BTOB), Kim Namjoon/RapMonster (BTS), Hong Jisoo/Joshua (Seventeen), Kim Jiyeon/Kei (Lovelyz), Lee Mijoo (Lovelyz), Yoo Youngjae (BAP), Park Jin Young/Junior(GOT7), Mark Tuan/Mark (GOT7), Bae Suzy (Miss A), Do Kyungsoo/D.O. (Exo), and other (some will coming soon and maybe some will disappear).

Duration: Chapter

Rating: PG-13

Disclaimer: All the cast is owned by God. This story is pure mine. Inspired by my imajinaton. Sorry with typo and other. Please no bash, no plagiat, and don’t be siders. Okee, HAPPY READING!!!

***

.

***

.

The Academy of Vampire – Chapter 8

.

@asrama/sore sebelum berangkat sekolah

Suga dan V, keduanya kini sedang bersiap untuk sekolah mereka. Sementara Zelo sedang mengurus kebersihan dirinya, Suga memilih untuk bercerita sesuatu kepada V.

“Hei, sepertinya aku menemukan cara untuk menangkap mata-matanya,” ujar Suga mengawali.

“Siapa? Rekanmu itu? Jung Eunji? Atau malah kau mau menangkapku?” tanya V yang masih fokus mengikat tali sepatunya.

“Orang-orang pengadilan itu akan datang hari ini. Kenapa tak coba menjebak Jung Eunji saja.” Mendengar perkatataan Suga, V menghentikan kegiatannya sejenak. Alisnya bertaut pertanda ia tak mengerti maksud dari omongan Suga tadi.

“Kenapa kau ingin dia ditangkap? Dia bawahan ayahmu, bukan? Kau akan dapat masalah jika ia juga menyebut namamu nanti.”

Suga pun segera berkata cepat membenahi,

“Tidak. Dia tak sepenuhnya bekerja di bawah perintah ayahku. Ia pernah memintaku melakukan misi yang di luar intruksi ayah. Dan bukan hanya sekali dua kali. Ia sering melakukan misi diam-diam seperti itu. Kadang ia melibatkanku, kadang bekerja sendiri.

“Karena kegiatannya itu, kurasa identitasmu sebentar lagi diketahui Eunji. Bahkan mungkin ia bisa menemukan identitas putra dark phantom itu sebelum kita. Aerin juga dalam bahaya sebenarnya karena Eunji adalah teman sebangkunya. Tentu mereka sangat dekat. Akan sangat menyakitkan jika dihianati oleh teman seperti itu,” jelas Suga.

Mendengar penjelasan Suga, V pun memutar otaknya dan bertanya,

“Bagaimana jika kau menghianatiku? Atau sebaliknya, aku menghianatimu dengan tiba-tiba menyerang menteri,” ujar V.

“Jika aku menghianatimu, harusnya sudah kulakukan sejak dulu. Dan untuk apa kau membiarkanku tahu identitasmu, bukannya segera menyingkirkanku, jika kau akan berhianat nantinya.” Suga membalasnya dengan teramat santai. Artinya ia memang percaya pada V.

V pun tertawa kecil mendengarnya. Beruntung memiliki sahabat seperti Suga. Walaupun ia anak dari seorang menteri vampire, yang sejatinya adalah jabatan tertinggi dalam pemerintahan vampire, Suga benar-benar seorang yang loyal. Ia tak pernah mementingkan egonya di atas sesuatu yang dianggapnya benar.

Ia juga berteman baik dengan V, karena bangsa werewolf kini juga sedang membantu Suga untuk memecahkan kasus ibunya. Kyungsoo dan Dark Phantom yang menyelidikinya omong-omong. Dan kasus itu.. sejujurnya itu kasus yang cukup sulit untuk dipecahkan. Karena Dark Phantom dan Kyungsoo sama-sama musuh bangsa vampire untuk saat ini, mencari informasinya semakin sulit lagi. Toh, kasus itu juga berhubungan dengan seorang agen rahasia vampire yang terbunuh lima tahun lalu.

“Jadi apa rencanamu?” tanya V setelah menghentikan tawanya.

“Suruh Krytal membuat semacam obat atau apalah, yang bisa membuat Eunji dicurigai sebagai mata-mata. Atau aku bisa menyelipkan alat aneh saat bertemu dengannya nanti.” Suga mengatakannya dengan antusias.

Kenapa ia bersemangat sekali ingin menangkap Eunji? Itu pikir V.

“Lalu bagaimana kau akan memberikan itu padanya? Bukankah ia akan curiga?” tanya V lagi.

“Nanti aku akan mengajaknya makan. Atau aku bisa memberikan minuman padanya setelah latihan divisi. Ia menyukai hal-hal semacam itu,” balas Suga. V pun mengernyit tak mengerti,

“Ia menyukai hal-hal seperti itu? Tidak, kurasa ia tak sepenuhnya menyukainya.” Setelah mengatakannya, V berusaha memutar kembali otaknya dan, “Atau hanya karena kau yang memberikannya? Whoaa, kau percaya diri sekali, Yoon. Jangan bilang kau pikir ia tertarik padamu,” ujar V tak percaya.

Namun Suga malah membalasnya dengan senyum kecil penuh percaya diri. Sedang V, ia makin tak mengerti dengan sahabatnya itu.

“Ia memang tertarik padaku, bodoh. Ia selalu mengiyakan saat aku menyuruh sesuatu atau menolak sesuatu. Entahlah, perasaanku saja yang mengatakan itu. Caranya melihatku selalu berbeda, V.”

“Aish…, kalau begitu berhentilah mengencani Aerin.” V memukul kepala sahabatnya itu dengan kesal.

“Untuk gadis itu aku serius menyukainya,” balas Suga cepat dengan cengiran lebar. Sedangkan V balas mendecak sebal mendengarnya.

“Tapi kau juga belum tahu apakah Eunji bekerja sendiri hanya denganmu, atau ada orang lain lagi. Kita perlu mengetahuinya.” Kini otak cerdas milik V kembali bertanya-tanya. Mungkin juga ada seorang yang lain yang merupakan rekan Eunji. Dan berbahaya jika ia tahu rencana penangkapan Eunji ini berasal dari Suga dan V.

“Eum, mungkin ada orang lain. Tapi bukankah lebih mudah menyingkirkan mereka satu per satu, daripada sekaligus?” balas Suga. Sepertinya ia juga sudah memperhitungkan hal itu sebelumnya.

“Tapi jika terlalu gegabah, kita juga dalam bahaya.”

“Ya! Kesempatan ini tak mungkin datang lagi. Adakah cara lain untuk menangkap Jung Eunji tanpa kita harus bersusah payah?” bela Suga.

V pun balas mendecak sebal. Namun temannya itu juga ada benarnya. Sulit hanya untuk menangkap Jung Eunji. Apalagi jika ia bekerjasama dengan seseorang.

“Baiklah, akan kubicarakan dengan Krystal,” ujar V akhirnya.

Kini ia sudah selesai membenahi diri, dan siap untuk meninggalkan kamar asramanya. Tapi sebelumnya, Suga ingin sekali lagi mengingatkan V,

“Kau sudah tahu pemeriksaannya, bukan? Ada pendisiplinan dan pengecekan memori. Alatmu tak boleh ketahuan. Dan obat Krystal itu harus benar-benar bekerja maksimal. Pemeriksaan kali ini cukup berbahaya bagimu dan yang lain. Tolong jaga Aerin juga.”

V sempat menghentikan langkahnya sejenak ketika Suga mengatakannya. Kurva di bibir itu pun tertarik, menciptakan sebuah senyuman manis. Tanpa berbalik ataupun menoleh, V membalas perkataan Suga,

“Tentu saja. Kami sudah memperkirakan hal seperti ini akan terjadi. Kakekku cukup matang memperhitungkannya. Kau tak perlu khawatir. Kau sebaiknya juga melatih kemampuan memanipulasi pikiranmu itu.”

“Tentu saja.”

Setelah selesai dengan kalimatnya, V kembali mengayun kakinya ke depan, menuju pintu keluar. Tapi…

BUG

“Akh…,” erang V kesakitan seraya memegangi kepalanya yang serasa tertimpa sesuatu. Ia mendapati sebuah buku tebal yang kini terjatuh di dekat kakinya. Jelas, buku itu adalah objek yang menimpa kepala V tadi. Dan seorang yang melemparnya, tentu saja,

“Zelo sialan! Kenapa kau melempariku, huh?!” V mendapati Zelo yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi dengan selembar handuk yang masih dipakainya.

“Hei aku baru saja selesai mandi, dan kalian berdua sudah mau pergi saja meninggalkanku?” protes anak itu tak terima.

“Aku masih belum selesai, Jun. Kau bisa berangkat bersamaku. Asal cepat saja.” Terdengar suara Suga yang masih merapikan beberapa barang bawaannya di meja belajar.

Mendengar suara Suga, Zelo pun cepat-cepat mengambil seragam sekolahnya, dan bergegas mengganti pakaian.

“Salah sendiri bangun terlambat.”

“Oh benar, Yoon. Pagi nanti aku akan mengajaknya jalan-jalan. Jangan cemburu, ne! Urusi urusanmu dengan Eunji,” lanjut V seraya berjalan kembali menuju pintu sambil terkikik. Setelahnya ia buru-buru menutup pintu itu sebelum Suga kesal dan Zelo mulai penasaran. Suga yang merasa dikerjai V itu, cepat-cepat menutup tasnya karena ia sudah selesai berbenah.

“O…oh? Ada sesuatu antara kau dan Eunji? Dan yang dimaksud V tadi, dia Go Aerin, bukan? Kalian terlibat cinta segitiga atau semacamnya?” Zelo pun menghentikan kegiatannya memasang dasi setelah mendengar ucapan V. Ia benar-benar tertarik pada perkataan V tadi. Penasaran, juga sangat heboh.

Karena tinggal ada dirinya, Suga pun berjalan mendekati Zelo dan menepuk bahu Zelo beberapa kali dengan senyuman yang tak bisa diartikan maksudnya oleh Zelo. Ia tak memberi balasan apapun terhadap pertanyaan Zelo, dan malah berjalan melewatinya dan bergegas meninggalkan kamarnya.

Oh, lihatlah kedua vampire menyebalkan itu. Zelo hanya bisa menghempaskan nafasnya kesal, sambil masih mencibir keduanya dalam hati.

Namun apa kau tahu sesuatu? Raut wajah Zelo yang kesal itu mulai berubah, beberapa detik setelah Suga meninggalkannya. Ia kembali terpikirkan oleh percakapan dua sahabatnya itu.

Yah, sebelumnya Zelo punya firasat aneh tentang kedua sahabatnya. Ia menyadap kamar itu kemarin untuk membuang rasa penasarannya. Dan yah, seraya membersihkan diri, ia ikut mendengar semuanya.

Jadi sebenarnya, mata-matanya adalah Suga dan V? Mungkin keduanya juga bekerjasama dengan Krystal dan anak dark phantom yang dicari-cari itu. Dan Jung Eunji, ia adalah musuh mereka. Itulah yang bisa Zelo simpulkan.

.

.

.

@klinik/beberapa saat sebelum pemeriksaan

-V POV

“Kau mau kemana? Kau bilang butuh istirahat.”

Perkataan yang terlontar begitu saja dari bibir mungil Aerin itu sukses menggagalkanku untuk menyelinap keluar dari sini diam-diam. Dengan terpaksa, kakiku yang sudah kubuat berjinjit pelan ini pun berbalik ke arah ranjang yang semula kutinggalkan.

Aku duduk di sana dan menatap Aerin dengan kesal,

“Apa kau sama sekali tak mengantuk? Hei kau bahkan sedang sakit, Rin.”

Aerin hanya mengabaikanku. Setelah menghentikanku untuk pergi, sekarang malah aku tak diacuhkan? Ck.

Aerin masih mengamati jendela di sebelahnya itu. Tak bergeming sama sekali, bahkan setelah aku berlelucon. Apa yang salah dengannya, huh?

Aku pun beberapa kali memanggil namanya. Namun ia hanya membalas dengan sebuah gumaman, “Hm?” atau semacamnya tanpa mau menatapku. Merasa kesal diperlakukan seperti ini, akhirnya aku bangun dan berjalan ke arah ranjangnya.

Awalnya kupikir ia memang sedang dalam mood yang tidak baik. Tapi kurasa aku benar-benar salah sekarang. Setelah aku berdiri tepat di hadapannya, di antara sekat yang membatasi ranjangnya dengan jendela kaca itu, ia malah membenamkan wajahnya. Aku rasa ada yang tak beres di sini.

Dengan berani, aku menyingkirkan beberapa helai rambut yang ia buat menutupi wajahnya itu. Dan… aku tak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutku setelah melihat ia menangis dalam diam. Mungkin ia sudah mulai menangis semenjak tak mengacuhkanku tadi.

Aku tak tahu apa yang terjadi. Jadi aku hanya menepuk-nepuk bahunya berharap ia bisa lebih tenang. Pasti sulit untuk menangis diam seperti ini. Sebenarnya dia kenapa?

Namun…, yah, Aerin tiba-tiba menghentikan tanganku yang masih menepuk-nepuk bahunya. Setelahnya, ia menatapku, walau dengan wajah sembap akibat menangis.

“Yook Sungjae. Aku sudah selesai memeriksanya,” ujar Aerin dengan tatapan serius.

“Benar ia terkena kutukan sihir hitam, seperti yang dikatakan master-master itu,” lanjut Aerin masih menatapku dengan serius.

“Lalu apakah seorang yang mengutuknya itu vampire?” Aku yang mulai menegerti inti masalah yang ingin dibicarakan Aerin, pun bertanya penasaran.

“Bukan, dia bukan vampire,” balas Aerin yang kini malah membuatku tergelak tak percaya.

“Sungguh kali ini aku yakin hampir 90% ia bukan vampire. Untukmu, aku juga tahu kau bukan vampire biasa. Aku hanya perlu beberapa data lagi untuk memastikannya. Tapi mahluk yang ini, dia manusia aku yakin. Semacam penyihir kurasa.”

Aku hanya bisa diam mendengarkan semua penjelasannya. Ia punya kekuatan special, bukan? Kurasa hal ini cukup akurat.

“Beberapa saat yang lalu. Saat teman-temanku kemari menjengukku. Aku merasakan auranya. Seseorang yang benar-benar gelap. Aku…” Aerin kelihatannya cukup kesusahan untuk melanjutkan kalimatnya. Sebenarnya aku juga sudah tahu yang ia maksudkan. Yang ingin ia katakan.

“Seseorang itu kemungkinan terbesarnya adalah satu dari teman-teman dekatmu,” ujarku menambahi.

“Aku takut V…” Aerin kini menengadahkan wajahnya, berusaha menahan kembali air matanya agar tak kembali berjatuhan. Dari nada suaranya yang bergetar, aku yakin ia sekarang benar-benar ketakutan.

“Orang ini… entah bagaimana tiba-tiba menunjukkan auranya ini di depanku. Sebelumnya tak pernah terjadi. Dan… anehnya, seluruh tubuhku merespon seperti ini. Aku tak bisa berhenti untuk berpikir negative. Dia sungguh menakutkan.”

Aku tertegun mendengarnya. Ya, sihir hitam yang dirasakan Aerin itu, sepertinya sama dengan yang kurasakan sebelumnya. Jadi itu bukan dari Sungjae. Tapi mengapa orang ini tiba-tiba menunjukkan dirinya? Atau dia sudah mengetahui rencanaku dan Suga? Ia menggunakan Sungjae untuk menakuti kami? Mungkin ia juga bekerja sama dengan Eunji.

Aku pun memberanikan diriku untuk mendekap seorang gadis di depanku ini. Aku tahu ia sangat ketakutan. Orang ini erat kaitannya juga dengan Aerin. Jika benar ia adalah orang yang sama yang mengutuk kakekku dan dark phantom, maka ia sungguh berbahaya.

Aku mengusap-usap kepala Aerin lembut, berharap ketakutannya itu bisa sedikit mereda. Biarlah alatku ini rusak untuk sementara. Toh aku akan menggantinya tepat sebelum pemeriksaan nanti. Setidaknya Aerin harus lebih tenang. Kurasa anak dark phantom itu kini juga sedang ketakutan jika ia ikut merasakan aura hitam itu.

.

.

.

“Hyung! Dia mulai menunjukkan dirinya. Kita harus lebih cepat,”-V

Aku baru saja keluar dari klinik. Aku juga harus segera bersiap untuk pemeriksaannya. Aerin kini sudah terlelap dalam mimpinya. Sebelumnya aku sempat menemaninya sampai ia tertidur pulas. Melihatnya sebegitu ketakutannya untuk pertama kali, membuatku merasa iba. Sebenarnya siapa orang ini, huh?

Aku kini tengah mengganti alatku untuk pemeriksaan. Rencana kali ini harus berhasil. Kami harus benar-benar mempersiapkannya dengan baik. Hanya aku dan Suga yang harusnya mengetahui tentang rencana ini. Bahkan aku tak memberitahu Krystal detailnya. Ia hanya menyiapkan ramuan, yang nantinya akan membuat Eunji berkata jujur saat ditanya.

Aku tak ingin menyiapkan sesuatu yang rumit. Kurasa itu malah akan terlihat mencurigakan untukku nantinya. Seperti kata Suga, harusnya ia telah memberikan minuman itu pada Eunji setelah latihan divisi. Kuharap ia melakukannya dengan baik. Kuharap Jung Eunji sudah meminumnya.

Tepat setelah bel pulang, sekolah mengungumkan pada seluruh siswa untuk berkumpul di aula tanpa penjelasan lebih detail. Dan setelah sampai disana, mereka benar-benar mengesankanku. Menteri benar-benar serius ingin mencariku dan Krystal. Ia memang seorang yang teliti. Aenhnya ia tak sadar selalu dikelilingi vampire-vampire picik. Padahal Suga saja selalu menampakkan ketidaksukaanya pada mereka.

Penjaga dan semua pemeriksanya benar-benar hebat. Pemeriksaan dimulai dari kelas teratas, kelas anak-anak yang harusnya berada di tingkat enam. Kemudian terus kebawah, hingga kini giliranku, dan anak-anak tahun keempat untuk diperiksa

Aku masuk ke sana bersama Suga dan Zelo. Lalu kami dipisahkan dalam ruangan yang berbeda. Aku memulai pemeriksaannya dengan pendisiplinan. Yaa, harus kuakui mereka benar-benar teliti dalam memeriksa. Membuatku harus terkena beberapa sanksi kecil sebagai akibatnya. Aku yakin anak yang lainnya juga sama. Mustahil jika tak ada yang terkena sanksi. Bahkan vampire yang paling rajin sekalipun.

Selanjutnya mereka melakukan pemeriksaan kesehatan. Dimulai dari pengecekan kadar darah, sampai meneliti isi pikiran kami. Mengerahkan vampire-vampire divisi ilusi tingkat atas, sebagai peneliti pikiran kami. Mereka tak mendapatkan apa-apa dariku tentu saja.

Setelah fisik kami selesai diperiksa, kami diminta untuk menunjukkan kemampuan vampire kami. Kemampuan kami untuk mengeluarkan kekuatan divisi. Aku melewati semuanya dengan cukup mudah berkat bantuan kakek. Obat yang ia berikan benar-benar efektif.

Dan akhirnya untuk yang terakhir, kami menjalani sesi wawancara langsung empat mata bersama salah satu utusan dari pengadilan. Inilah yang akan membuat Jung Eunji tertangkap. Ia tak akan pernah bisa mengelabuhi petugasnya karena ia hanya bisa berkata jujur.

Ck, dasar Min Suga. Sepertinya ia sudah merencanakan semua dengan matang. Bahkan ia tahu akan ada tes wawancara. Makanya ia meminta ramuan untuk berbicara jujur. Atau semacam alat yang bisa membuat Eunji tak bisa berbohong. Ia memang sesuatu.

.

.

.

@beberapa saat setelah penangkapan Eunji/Gudang

Gudang itu tak seperti biasanya. Tak ada barang-barang berserakan seperti biasa. Suara api, pisau, dan bebauan sedap yang diciptakan dari masakan percobaan Jinhwan. Bahkan racauan tak jelas dan lelucon-lelucon menggelikan Jimin teredam sudah. Bisik terompet dari dua bibir tipis Aerin maupun Daehyun bahkan tak berdesis seoktaf pun. Semua vampire di dalam sana hanya terdiam, bergelut dengan pikiran masing-masing.

Mungkin memang sulit dipercaya. Seorang Jung Eunji, gadis periang dengan kemampuan medis, yang bahkan tak terlihat tertarik sama sekali dengan urusan pemerintahan vampire, kini malah menjadi tersangka utama. Dan beritanya, kemampuan Eunji benar-benar luar biasa. Bagaimana cara ia untuk menyembunyikannya selama itu? Bahkan ia termasuk salah satu yang paling tak dicurigai.

“Jadi menurut kalian Eunji benar-benar mata-matanya?”

Sebuah suara berat memecah keheningan di ruangan itu. Dari nada suaranya terselip rasa iba akan insiden yang baru beberapa saat sebelumnya berlalu. Siapa lagi jika bukan Daehyun. Anak yang dari luarnya nampak tak pernah peduli, namun dirinya yang sebenarnya…, benar-benar seorang penyayang.

“Jujur aku juga meragukannya,” balas Jinhwan yang masih menenggelamkan wajah diantara kedua lututnya.

“Aku tak tahu apa yang harus kukatakan. Jujur ini membuatku takut, jika dia benar-benar Jung Eunji.” Aerin yang memaksakan keluar dari klinik hanya sekedar untuk berkumpul bersama teman-temannya itu, juga angkat bicara sambil sesekali terisak.

“Aku tak tahu siapa yang bisa kupercaya. Apakah pengadilan, atau Jung Eunji sahabatku sejak lama.” Jimin mengatakannya dengan teramat pelan. Mungkin juga tak semua di ruangan itu mendengarnya. Tapi entahlah.

“Tapi kurasa benar Eunji mata-matanya.” Yunhyeong yang sedaritadi hanya diam tanpa ekspresi kini menyolot membuat semua temannya malah terperanjat bingung. Sukses membuat semua vampire di sana memfokuskan arah pandang mereka ke arah Yunhyeong.

“Kenapa? Kenapa kalian menatapku seperti itu?!!” teriak Yunhyeong yang tak suka dengan tatapan teman-temannya itu. “Ini benar Jung Eunji! Dulunya aku sempat ragu itu dia. Tapi kalian tahu? Belakangan ini dia memang aneh. Dia mata-matanya, percayalah.”

Semua yang berada di sana masih tak bisa mempercayai apa yang barusan ditangkap oleh auditori masing-masing. Pertama Jung Eunji. Dan sekarang Yunhyeong kenapa bersikap seperti itu? Tapi…,

“Yunhyeong benar. Mata-matanya benar Jung Eunji. Semua orang tahu itu.” Kini giliran Daehyun yang melontarkan kata-kata yang tak bisa dipahami oleh telinga kawan-kawannya. Hei, apa yang salah lagi sekarang?

“Jujur saja. Yah, aku juga mencurigai Eunji sejak lama.” Jimin mengatakannya dengan sebuah senyuman sungkan, “Tapi kurasa dia tak sepenuhnya salah di sini. Kami di kelas yang sama. Jadi aku sangat mengenal anak ini. Ia tak bisa melakukan segala hal sendiri. Ia terlalu mudah dipengaruhi kurasa.”

“Tak bisakah kita saling jujur? Kenapa kalian semua begitu banyak menyimpan rahasia, huh?! Kita sahabat ingat? Sudah bejalan dua tahun dan semua baik-baik saja. Akan tetap baik-baik saja jika tak pernah menyembunyikan apapun!!”

“Jangan terlihat seperti kau adalah satu-satunya yang merasa dibohongi! Kau juga menyembunyikan sesuatu, Go Aerin.”

“Hah! Jarang sekali kau memanggilku begitu. Apa yang salah huh, Yunhyeong? Kau menjadi sedikit aneh belakangan ini. Aku tahu kau juga menyembunyikan sesuatu!”

“Rahasiaku mungkin tak ada apa-apanya, Go Aerin. Tapi bagaimana denganmu? Sepertinya itu sesuatu yang sangat besar.”

“Apa kau bilang?”

“Hei, tidak bisakah kalian berhenti? Kita bisa bicarakan baik-baik,” lerai Jimin yang merasa sedang terjadi perang hebat di sini.

“Kau yakin akan berakhir baik? Setelah semua ini kau yakin aku masih bisa mempercayainya?”

“Rin!”

“Terserah kau Nona Go.”

Tiba-tiba saja beberapa lingkaran udara berputar ke arah Aerin. Beberapa ada yang berbentuk shuriken kecil dan jejaruman tajam. Mereka bergerak cepat, tepat menuju Aerin. Namun tentu, dengan mudah gadis itu bisa melenyapkan anginnya. Membuat teman-temannya yang melihat kejadian itu malah takut dibuatnya.

“Sudah kubilang itu rahasia besar, bukan?” ujar Yunhyeong dengan nada datar. Aerin tak kuasa mebendung air matanya lagi. Berharap tak ada yang melihatnya, ia balas berlari meninggalkan ruangan itu.

“Aerin!” Jimin berusaha meneriaki nama Aerin dan memanggil gadis itu. Tapi Daehyun secara tiba-tiba menghentikan niatan Jimin itu sambil berkata pelan,

“Biar aku saja. Kau tenangkan Yunhyeong.”

Setelahnya Daehyun pun berlari menyusul Aerin. Sedangkan Jimin, ia menoleh ke arah Yunhyeong dengan khawatir. Apa yang salah dengan anak ini, huh?

Dan tanpa mereka sadari, seorang yang sedari tadi hanya diam, menggigit bibirnya ketakutan. Bahkan tertangkapnya Eunji masih membuatnya syok. Ada apa lagi sekarang?

Dan seorang diantara tiga yang tersisa itu, tersenyum puas di balik wajah datarnya.

Aku menemukannya.

Terimakasih Go Aerin. Terimakasih Jung Daehyun. Terimakasih Park Jimin. Dan terimakasih juga Kim Jinhwan. Aku menemukannya berkat kalian.

Jadi kau yang selama ini menjadi rekan Jung Eunji, huh? Kau sangat pintar. Harus kuakui itu teman, kau benar-benar berhasil mengelabuhiku. Tapi tak akan pernah lagi sekarang.

Dan anak dark phantom, kau memang mirip seperti ayahmu. Bagaimana bisa aku baru menyadarinya. Kau selalu transparan. Tapi kau tak sepandai itu dalam berbohong. Sayang sekali. Terimakasih kau selalu melindungi Aerin dan semua yang menurutmu benar. Kau bisa masuk pikiranku, bukan? Jadi kini kau tahu aku mengetahui identitasmu.

Mungkin aku akan tutup mulut saja untuk beberapa waktu. Ini untukmu, karena kau sahabatku. Tapi jika sudah saatnya, kurasa semua akan tetap terbeberkan tanpa aku ikut ambil tindakan. Ingat? Dunia vampire benar-benar menakutkan. Kau harus berhati-hati.

.

.

.

@taman belakang sekolah

-Aerin POV

Kini aku terduduk di salah satu bangku di sini. Aku masih merutuki diri sendiri yang sekali lagi ceroboh mengeluarkan kekuatanku. Dan kali ini sungguhan di depan teman-teman dekatku sendiri? Dan Song Yunhyeong yang membuatnya terjadi. Apa yang salah dengan anak itu sebenarnya?

Aku kembali menenggelamkan majah di sela-sela kedua kakiku. Memikirkan semuanya hanya akan kembali rumit. Aku berniat untuk menenangkan diri dulu sementara ini.

Dan tiba-tiab saja di tengah kesunyian ini, aku mendengar sebuah langkah kaki mendekati taman belakang sekolah. Seseorang yang tadinya berlari itu, masih berusaha mengatur nafasnya yang tak beraturan akibat berlari. Mengedarkan seluruh pandang ke segala arah, hingga akhirnya ia menemukan sebuah objek yang sedaritadi dicarinya. Ia mendapati orang itu kini tengah menelungkupkan diri di antara tubuh dan lututnya di atas salah satu bangku taman panjang.

Lalu seorang itu pun tersenyum lega setelahnya. Ia pun melangkahkan kaki mendekati objek tadi. Berdiri tepat dihadapanku, sang objek yang kumaksud tadi. Ia mengusap pucuk rambutku lembut. Rasanya nyaman. Seperti seorang kakak yang sedang menenangkan adiknya yang rewel meminta permen.

Perlahan, kudongakkan kepalaku ini memendangnya. Entah mengapa baru kali ini kusadari anak di depanku ini memang sangat manis di samping wajah tampannya itu.

“Jangan menangis lagi. Kumohon,” ujarnya lembut yang membuatku memejamkan mata, mencoba melakukan hal yang dimintanya.

Setelah kurasa diriku ini mulai tenang, kembali kudongakkan kepalaku ke arahnya. Ia masih tersenyum penuh arti. Mungkin aku bisa menyukainya jika ia terus melakukan hal yang sama dengan senyum itu.

“Kau tak merasa takut padaku huh, Daehyun?”

Tapi Daehyun tak membalas perkataanku. Membiarkan senyap yang menyapu semua, sehingga seolah aku tak pernah melontarkan perkataan apapun.

“Terserah kau mengartikannya seperti apa. Tapi kau tak pernah menjadi sesuatu yang menakutkan untukku, Rin,” ujar Daehyun akhirnya setelah cukup lama.

Daehyun pun mendekapku setelahnya. Mungkin simpati seorang sahabat. Atau mungkin ada sesuatu yang lain? Entahlah…

Untuk saat ini aku benar-benar menyukainya. Biarlah anak cerewet yang selalu menggangguku ini bersikap manis untuk sementara. Tah aku tak pernah benar-benar menganggapnya menyebalkan. Mungkin hanya semacam rasa gemas karena ia tak pernah berhenti untuk menggerutu. Selain itu, dia anak yang baik kurasa. Atau mungkin hanya persaanku saja.

.

.

.

@fajar

-Aerin POV

Mungkin hari ini memang sangat panjang. Sangat melelahkan. Bahkan aku hampir melupakan janjiku dengan seorang yang sangat special. Padahal ia baru saja mengatakannya kemarin. Bagaimana aku bisa lupa? Bahkan dengan iming-iming yang memang benar membuatku sulit untuk tidur karena jujur, sesuatu dalam tubuhku tak mau berhenti untuk memberontakku tidur. Ia terus berdegup kencang tanpa aku bisa mengendalikannya. Ini semua salahmu, V. Ck… Bahkan sekarang rasanya masih sama, asal kau tahu. Beruntungnya aku bisa menyembunyikan pikiranku ini.

Aku hanya berjalan mengikut di belakangnya. Ia sama sekali tak mengajakku bicara. Mungkin sedang banyak pikiran. Kami kembali menyusuri jalan setapak di antara hutan pinus yang menjulang tinggi. Karena sebentar lagi musim semi, udaranya menjadi sedikit hangat sekarang.

Saat ini dia menggenggam tanganku erat omong-omong. Dan aku membiarkannya saja. Tangannya lebih hangat dari vampire-vampire biasanya. Membuatku merasa nyaman, dan tak ingin melepasnya.

Kali ini ia membawaku lebih jauh dari yang dulu. Aku masih ingin tahu, kenapa ia tak pernah melakukan teleport di saat seperti ini. Selalu memilih untuk berjalan dengan santai, seperti tak pernah kelelahan dengan kegiatan itu.

“Kemana kau akan membawaku?” Aku menatap V dengan sedikit mendongak, karena tentu ia lebih tinggi dariku.

“Kau akan lihat,” balas V tanpa menatap ke arahku.

Aku pun kembali membungkam mulutku dan kembali menguatkan diri untuk tetap berjalan. Di beberapa waktu, aku sempat melirik tangan kami yang saling bertautan.

“Mana ada vampire yang sehangat ini,” pikirku.

Entahlah, tapi kepalaku hanya diisi oleh pertanyaan-pertanyaan macam itu. Dia juga aneh, bukan? Jadi aku bukan satu-satunya yang aneh di sini.

“Kau sama sekali tak aneh, Rin.” V tiba-tiba menghentikan langkahnya, membuatku juga harus berhenti. Ia tiba-tiba mengatakan hal aneh, seperti bisa membaca pikiranku saja. Aku pun menaikkan sebelah alisku, pertanda meminta penjelasan ke arahnya.

“Jika kau tahu siapa dirimu, kau tak akan pernah menganggap dirimu sendiri aneh. Tak masalah orang lain mengataimu aneh. Tapi setidaknya kau menganggap dirimu itu normal. Toh, orang lain tak pernah mengerti dirimu. Hanya kau yang bisa mengerti dirimu sendiri,” jelas V yang seketika membuat derap nadiku ini makin menjadi, akibat sang sumbernya juga berdetak semakin kencang.

Dia benar. Hanya aku yang tahu tentang diriku sendiri. Apa hak mereka mengataiku aneh, sedang mereka sama sekali tak mengenalku. Kurva tipis ini pun perlahan mulai tertarik ke atas, mengakibatkan sebuah senyuman sebagai hasilnya.

“Ngomong-ngomong kita sudah sampai,” ujar V membuyarkan semua lamunanku.

Aku pun menolehkan kepala ke arah di depanku, yang mulanya kudongakkan kepalaku ini pada V. Sungguh hebat!

“Darimana kau menemukan tempat ini?” Mataku tak henti-hentinya menelisik, menikmati sihir alam yang begitu menakjubkan.

Kami sedang berdiri tepat di tepian sebuah tebing raksasa, yang berdiri kokoh dengan batuan karang memenuhi lembahnya. Bunyi terpaan ombak lautan pasifik yang memecah batuan-batuan sedimen di sana mengiringi beberapa kicauan burung yang sedang menari bebas. Bahkan aku bisa melihat puluhan bangau di antara dua pilar biru raksasa, berterbangan mencari mangsa yang terselip di antara air bak super luas itu.

“Beberapa minggu lalu aku ingin membawamu ke tempat ini. Tapi kurasa fisikmu terlalu lemah untuk mencapainya,” jelas V seraya menatapku dengan penuh senyum. Yah, aku bisa apa? Aku pun balas tersenyum balik padanya.

Kami duduk di sana sambil bercerita satu sama lain. Ia banyak menceritakan kisah lucu, yang kerap kali membuatku melepas tawa. Aku sempat menceritakan beberapa kisah masa kecilku juga padanya. Dia seorang yang sangat mengerti. Dia mendengarkan dengan baik semua ceritaku, dan terkadang malah menanggapinya dengan lelucon, sehingga itu tak membuatku merasa buruk.

Ya, kurasa memang bukan ide buruk menceritakan semua pada V. Kurasa aku bisa mempercayai V sepenuhnya. Ini juga pertama kali aku berbicara tentang masa kelamku itu pada orang lain setelah Sehun. Aku merasa lebih baik setelah mengeluarkan semua itu.

“Ngomong-ngomong untuk apa kau membawaku ke tempat ini?” tanyaku penasaran.

“Eum…,” V terlihat berpikir untuk menjawab, “Sekedar mengajakmu jalan-jalan?”

“Apa itu sebuah jawaban?” balasku balik, karena ia tak terlihat yakin saat menjawab tadi.

V pun balas tertawa.

“Sebenarnya ada seseorang yang ingin kukenalkan padamu.”

Aku mengerutkan dahiku heran. Dia ingin mengenalkanku pada seseorang? Siapa?

“Hyung, keluarlah. Kau dengar sendiri ceritanya, bukan? Sekarang kau bisa menjelaskannya.”

Aku semakin mengerutkan dahiku setelah V tiba-tiba meneriakkan sesuatu ke arah lautan kosong. Aku menatapnya dengan heran, namun ia hanya balas melepas tawanya seperti sedang mengerjaiku.

Namun saat aku kembali berpaling ke arah lautan…

Visualku tak bisa berhenti untuk takjub dibuat oleh ratusan bangau yang dalam sekejap berubah menjadi phoenix api yang kini berterbangan menari bersama hembusan angin pasifik. Mereka terbang ke arahku, kemudian berputar di udara dengan penuh kebebasan.

Mereka saling bersahutan menciptakan sebuah tikar merah berpadu dengan indahnya biasan langit biru, hingga akhirnya berkumpul membentuk suatu objek berbentuk manusia di ujung tebing.

Seiring burung-burung itu mulai lenyap, menyatu menjadi satu, api dari mereka perlahan mereda, menampakkan wujud asli sang empunya kekuatan.

“Seorang dari divisi api, huh?” ujarku pada V sambil masih tersenyum kagum.

Baik aku maupun V, kami sama-sama berdiri untuk menyapanya, sekaligus memberikan pujian atas pertunjukan hebatnya tadi.

Sosok itu pun berbalik menampakkan seorang tinggi dengan rambut merah yang sedikit acak-acakan. Dan… hei?

Senyumku perlahan mulai pudar. Aku membulatkan mataku tak percaya mendapati seorang di hadapanku ini. Aku menatap V dengan tatapan tak percaya, dan ia malah balas menatapku dengan sebuah cengiran.

“Kenalkan, Rin. Dia adalah Sang Legenda Besar itu,” ujar V mengenalkan. “Park Chanyeol. Bangsa vampire menyebutnya sebagai Dark Phantom.”

“Dan…”

Seekor serigala putih tiba-tiba berlari dari arah hutan menghampiri Chanyeol. Ia merubah dirinya nampak seperti seorang manusia normal.

“Byun Baekhyun. Dia kakekku yang dikutuk menjadi werewolf immortal di usianya sekarang. Masih terlihat sangat muda, bukan?”

Park Chanyeol dan Byun Baekhyun? Kalian teman Yoon A, bukan?

.

.

.

-TBC

Yeay!! Hope you enjoy your reading ^^. So, what do you think? Gaje kah? Aneh kah? Maaf kalau jelek huweee T.T

Jangan lupa tinggalkan like & coment ne, chingu! :-))). wkwkwkwk

Advertisements

7 thoughts on “[BTS FF Freelance] The Academy of Vampire – (Chapter 8)

  1. ya ampun thorr 😱akhinya kekepoan ku berkuran walau masih kepo terkadang ada beberapa yg bahasanya aku tidak mengerti 👨tak apa💁 aku bisa mengatasinya ㅋㅋㅋㅋㅋ👴😏😆#soksokbisaaku

    Hihihi kayanya aku rasa yg jahat itu ada banyak hahahaaha “jngan mempercayai seseorang di sekitar mu sekalipun iya sahabat mu ” ujarku serius👀 menatap lekat kedua manik mata aerin .
    ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ Terbawa sewasana soksoan nih aku thorr hihihi… bagus thor .jangg deh buat athor aku mau baca chap sembilnya dulu ya mudah mudahan chap 10 ny ceper kluar

    Fighting . Goodluck . Datebayo . Ma’anajah fi hayatikum hihihi biasa terlalu banyak menghafal bahasa 😎. #Menyombongkandiri
    Eh…eh…eh. hambah hanya bercanda paduka/ bundo😁😝 미안 …. 응✌

    Pokonya semangat buat authorrnim ㅋㅋㅋ see u 😊#cipokkana😗cipokkiri😘….basah😒😁😄 dah ..min seul ra pergi dulu CHU~

    Like

  2. ya ampun thorr 😱akhinya kekepoan ku berkuran walau masih kepo terkadang ada beberapa yg bahasanya aku tidak mengerti 👨tak apa💁 aku bisa membereskanya ㅋㅋㅋㅋㅋ👴😏😆#soksokbisaaku

    Hihihi kayanya aku rasa yg jahat itu ada banyak hahahaaha “jngan mempercayai seseorang di sekitar mu sekalipun iya sahabat mu ” ujarku serius menatap lekat kedua manik mata aerin .
    ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ Terbawa sewasana soksoan nih aku thorr hihihi… bagus thor .jangg deh buat athor aku mau baca chap sembilnya dulu ya mudah mudahan chap 10 ny ceper kluar

    Fighting . Goodluck . Datebayo . Ma’anajah fi hayatikum hihihi biasa terlalu banyak menghafal bahasa 😎. #Menyombongkandiri
    Eh…eh…eh. hambah hanya bercanda paduka/ bundo😁😝 미안 …. 응✌

    Pokonya semangat buat authorrnim ㅋㅋㅋ see u 😊#cipokkana😗cipokkiri😘….basah😒😁😄 dah ..min seul ra pergi dulu CHU~

    Like

  3. Waahh.. balik lagi akhirnya Aerin-Taehyung
    Tetap masih aja penasaran sama Putra-nya si Park Chanyeol
    Itu mereka so sweet banget jalan gandengan gitu
    boleh ya haha 😀 awas si Suga ntar cemburu lho
    Aku benar-benar makin penasaran tingkat dewa sama lanjutan nya dan gak sabar pengen tau si Aerin bakal sama siapa, V atau Suga ?

    Semangat ya!!! 😀 di tunggu banget next chapter-nya 🙂

    Liked by 1 person

  4. Busett thor aku bulak balik web ini tapi ga ada terus chap 8nya.. udah kangen banget sama taehyung😟 btw mas yeolie jadi dark phantom yah wkwk aku kira bakal kai gara” dia “dark” hehe #peace abang kkamjongku ga boleh dibully yah😂😂 aduhh emak mphi kenapa jadi kakek” wkwk ternyata mas agus beneran suka sama aerin tapi aerinnya suka taetae dan taetae sukanya aku #plak ngayal mulu aeee wkwk ditunggu chap selanjutnya thor KEEP WRITING AND FIGHTING!!!

    Liked by 1 person

  5. Aduh jadi mulai seru lagi! Nggak sabar baca berikutnya omg ini byk Sekai misterinya bikin penasaran.. jadi putra Nya dark panthom itu park chanyeol dan mereka temannya yoona? Aku khawatir aerin akan sakit hati lagi mengingat soal yoona… next ya kak.. fighting!!! > <

    Liked by 1 person

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s