[BTS FF FREELANCE] Save Me! (Chapter : 4A)

cymera_20160511_204047

Title : Save Me!

Author : CGJin

Cast : Jeon Jungkook/Jungkook [BTS], You/Reader [OC]

Support Cast : Min Yoongi/Suga [BTS], Kim Namjoon/Rap Monster [BTS]

Genre : Romance, AU, action, family-life, friendship

Rating : PG-15

Length : Chaptered

Disclaimer : Plot are mine. Don’t be a siders and plagiarism!

Author’s Note :

Hi, hi~ Hye kembali dengan FF Hye yang gaje dan Hye lakuin dengan hati dan pikiran Hye dengan rajin dan tekun /mang belajar -___-/ dan Hye minta readers, meski tidak suka dengan FF Hye yang aneh ini tapi tolong ditinggalkan reviewnya. Sekali lagi, REVIEW! Hye sedih jika tak ada yang ninggalin reviewnya, kan Hye jadi ga semangat T.T. Ok, readers?? Hye harap kalian bisa memberikan review meski hanya satu titik, dan Hye hargai semua review, baik mau pujian, kritikan, saran, dan lain sebagainya.

Awas typo bertebaran!

Background Song : RUN – BTS

Happy reading~

.

.

.

.

.

“CEPAT LARI!!”

Aku terus menggerakkan kakiku secepatnya. Kupegang gaun putih panjangku dan ku angkat tinggi-tinggi agar aku tak tersandung. Kulepas sepatu hig heels-ku dan kupegang erat dan segera berlari lagi. Teriakan pria itu kembali terdengar.

(y/n), cepat lari! Aku dibelakangmu!!” pekiknya lagi. Aku terus berlari dan sampailah aku di sebuah rumah kosong tak dihuni. Aku segera masuk kedalam untuk bersembunyi.

(y/n)! Kau dimana?!” pekik pria itu.

“Aku disini!”

Pria itu pun berlari ke arahku dan bersembunyi disampingku. Ia memelukku. Terdengar suara deru nafas yang cepat di telingaku. Nafasnya menerpa rambut dan wajahku lembut. Keringat membasahi tubuh kami berdua.

“Kau tidak apa-apa?” tanya pria itu padaku dan mengelus rambutku. Aku menggeleng.

“Aku baik-baik saja. Oppa?”

“Aku sedikit lelah. Tapi aku bahagia bisa kabur bersamamu.”

“Aku juga. Tapi bagaimana dengan—“

“Biarkan saja pria brengsek yang merebutmu itu.”

“Tapi—“

“Kau mencintainya?”

“Jungkook-ah, aku—“

Sshhtt…., ada yang datang.”

Kami pun diam. Aku memeluk pria yang kupanggil ‘Jungkook’ itu dan menelungkupkan wajahku di dada bidangnya. Ia melihat keluar, mengintip apakah ada yang datang kearah kami.

Jeon Jungkook, pria yang berstatus kekasihku, yang kini sedang bersamaku untuk lari dari pernikahanku dengan pria yang dijodohkan padaku. Meski pria yang dijodohkan padaku itu tampan dan kaya, namun aku tak mencintainya. Aku lebih mencintai Jungkook, kekasihku yang tampan dan baik hati berkali-lipat dari pria yang dijodohkan padaku itu. Jungkook sangat mencintaiku melebihi yang lain. Bahkan, ia rela keluar dari rumahnya karena diriku. Meski ia sangat mencintaiku dan begitu pula denganku, ada terselip rasa bersalahku padanya.

Min Yoongi, itulah nama pria yang dijodohkan padaku. Ia adalah seorang pengusaha yang kaya raya, dan ia sangat digemari oleh seluruh wanita baik di perusahaannya maupun di luar. Kata temanku—yang juga menyukai Yoongi—bahwa ia sangat dingin, namun ia sangat baik. Senyumnya seperti gula, sangat manis—kata temanku juga. Tapi aku tak menemukan hal yang menarik dari dirinya selain kulitnya yang seputih susu.

Jungkook melepaskan pelukanku padanya. “Sudah aman,” ujarnya. Aku mengangguk, dan melepaskan pelukanku. Manik kami bertemu dan ia menatapku lekat.

“Kau bahkan sangat cantik meski rambutmu berantakan, (y/n)…,” godanya padaku. Aku tersipu malu mendengarnya. Ash memang dasar Jungkook penggoda!

“Sudahlah, jangan membuatku ingin memukulmu disini. Ayo pulang. Aku lelah,” ujarku padanya. Ia mengangguk, dan kami pun berjalan pulang. Tak perduli dengan tatapan orang lain yang menganggap kami aneh, kami tetap berjalan dengan bergandengan tangan dan dengan perasaan bahagia.

Kami sampai di rumah kecil yang menjadi tempat persembunyian kami dari dulu. Rumah itu memiliki banyak kenangan. Dari saat kami berusia tujuh tahun sampai sekarang, baik sedih maupun bahagia, sakit dan sehat, kami tetap berada di rumah itu. Kami mulai menetap di rumah itu saat berusia sembilan belas tahun dan itu setelah kami lulus dari sekolah menengah atas.

Hash, baju ini berat!” keluhku saat sudah didalam rumah. Jungkook segera melepas bajunya yang basah dan melemparkannya ke keranjang baju kotor. “Cepat ganti, lalu kita harus mandi. Kau tahu bukan?”

Aku mendesah kesal. Jungkook sudah berubah. Setiap kali ia di rumah, maka sikapnya berubah total. Aku tidak tahu mengapa ini bisa terjadi.

Ne,” aku segera mengambil baju gantiku dan masuk ke kamar dan melepaskan gaun putih ini. Setelah itu, aku langsung ke kamar mandi dan membersihkan tubuhku.

“Lapar?” tanya Jungkook padaku setelah aku selesai dari kamar mandi dan duduk di sofa kecil di ruang tamu. Aku menggeleng.

“Tidak.”

“Ohh…”

Kami kembali diam. Jungkook pergi ke kamar mandi, sedangkan aku membuka ponselku. Ada sekitar lima puluh pesan dan tiga puluh tiga panggilan yang masuk. Aku melihat semua daftar itu. Kebanyakan dari Ayah, Ibu, Kakak perempuanku, dan…, Yoongi?

‘Kau dimana, anakku? Cepat pulang! Kami mengkhawatirkanmu!’ –Ibu.

‘(y/n)! pulanglah! Jangan bersama pria brengsek itu! Dia hanya akan menghancurkan hidupmu! Pria itu tak baik! Pulanglah!’ –Ayah.

‘Adikku yang cantik dan imut, eonnie khawatir denganmu. Balas pesanku, eoh? Pulanglah, kami menunggumu.’ –Kakak.

Jagi, kenapa kau bersamanya? Sudah dibilang, pria itu, meski sangat mencintaimu, ia akan menghancurkan hidupmu! Aku tahu apa dibalik seorang Jeon Jungkook! Kembalilah!’ –Yoongi.

Aku seketika membulatkan mataku. Aku tak salah lihat, bukan? Yoongi bilang ia tahu tentang Jungkook. Tapi, aku terlalu mencintainya. Aku tak bisa melepaskannya. Jika aku melepaskannya, maka aku seperti kehilangan sebagian hidupku. Jungkook sangat penting dalam hidupku, melebihi apapun.

Tiba-tiba, ponselku terlepas dari genggamanku.

Oh tidak, Jungkook membacanya!

Jagi, kau ingin pergi dariku?” tanya Jungkook dingin. Aku terkejut. Seketika tubuhku bergetar. Ini bukan ‘Jungkook’-ku. Ini…

Dirinya yang lain.

“A…, aku tidak pernah berpikir seperti itu. Biarkan saja mereka, eoh? Jangan hiraukan mereka,” ujarku takut-takut. Jungkook sontak menatapku tajam.

“Tidak pernah berpikir seperti itu? Bahkan kau mulai tertarik pada perkataan pria bernama Min Yoongi itu! Terlihat jelas dari wajahmu!” bentak Jungkook padaku. Sontak aku berdiri dan menatapnya tajam.

“Apa kau benar-benar mencintaiku, Jeon Jungkook? Kenapa kau bisa menjadi seperti ini? Dimana Jungkook-ku yang manis dan perhatian? Kau buang dimana itu, huh?! Apa memang inilah dirimu yang sebenarnya?!” bentakku padanya. Bibirku bergetar hebat dan air mataku bercucuran dengan derasnya. Mulutku terus berceloteh panjang lebar tanpa berhenti. Aku benci ini. Aku ingin Jungkook-ku kembali!

Jungkook terdiam dan melihatku yang menangis seperti anak-anak ini.”Kau bukan Jeon Jungkook yang kukenal! Kau bukan Jungkook-ku! Kau orang lain! Jungkook-ku tak akan pernah sekasar ini padaku!” aku terus menangis. Tak bisa kuhentikan air mata ini. Terlalu sakit. Hatiku sakit melihat Jungkook-ku yang berubah ini.

Sshhtt…, sudah, mianhae, ne? maafkan aku yang kekanak-kanakan ini. Aku cemburu buta padamu. Aku takut kau di ambil pria lain…, dan hal itu hampir terjadi bila aku tak membawamu lari tadi. Maafkan aku, huh? Aku pria tak berguna…,” desis Jungkook dan merengkuhku dalam sebuah pelukan. Pelukannya terasa hangat. Aku memelukknya erat.

Oppa…”

Mianhaeyo, Jagi… Jeongmal mianhae…

Wae? Kenapa kau berubah, Jungkook?!”

Mianhae…. Aku tak bermaksud begitu…”

Oppa..!”

Kami menangis sesegukan, mengalirkan rasa sedih dengan derasnya. Pelukan erat membuat kami sedikit tenang dan mencurahkan isi hati kami. Jungkook mengelus punggungku lembut.

“Ayo tidur. Sudah larut,” ujarnya lembut padaku. Aku mengangguk lemah. Kami berjalan ke kamar dan kami merebahkan tubuh kami berdua di kasur, dan tertidur lelap.

Sudah kuputuskan.

Aku akan menemui Yoongi dan mencari tahu yang sebenarnya tentang pria bernama lengkap Jeon Jungkook, kekasihku yang imut, tampan, baik dan mengerikan.

.

.

.

.

.

A/N : hahh, akhirnya kelar juga ni FF. Hye ampe capek ngetiknya gara-gara kehabisan ide. Nah, Hye mau kasih teka-teki, nih… Yang bisa jawab, Hye jadikan main cast perempuan di FF selanjutnya, yaitu : Save Me! (Chapter : 4B). Pertanyaanya mudah, kok. Jamin para readers bisa nebak dengan mudah!

Question :

Title : Mungkinkah sang ‘Aku’ mendapatkan apa yang diinginkannya?

1. Dimanakah sang ‘Aku’ kemungkinan bertemu dengan Yoongi?

2. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Jungkook?

Itu saja. Hanya untuk satu orang! Dan kalau sudah menjawab, sertakan nama yang anda inginkan saat dimasukkan ke FF. Yang beruntung Hye masukin beneran! Nanti Hye kasih kejutan siapa yang masuk!

[Kalo ga ada yang benar, silahkan request nama anggota GB yang ingin kalian ship dengan Jungkook maupun Yoongi.]

Hye tunggu, yah!!

Advertisements

4 thoughts on “[BTS FF FREELANCE] Save Me! (Chapter : 4A)

  1. Ga ada lagi ni yang mau tebak?
    Kalo sudah tidak ada yang mau nebak, berikan saran ya, siapa cwe dari GB yang mau kalian pair di chap selanjutnya.. kalo ga ya Hye naruh OC Hye aja wkwk

    Like

  2. Raseri

    Kyaknya ‘aku’ bisa ketemu yoongi tpi pas keadaan udh genting bisa aja ‘aku’ d sekap sm jk dan mau bunuh ‘aku’ trus bunuh diri karena takut gk bisa bersama, dan dari sana ketauan klo jk terlalu terobsesi sama ‘aku’
    Menurutku begituhh😂😂

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s