[Chapter 8] The Prince of Vesperia and His Aide

the-prince-of-vesperia-and-his-aide-snqlxoals818

The Prince of Vesperia and His Aide

.

BTS’s Kim Seokjin as Killian | BTS’s Min Yoongi as Fyre

BTS’s Park Jimin as Alven | SHINee’s Lee Taemin as Erden

OC’s Icy

.

Kingdom!AU, friendship, family, fantasy | chaptered | Teen

.

inspired by anime (Snow White with The Red Hair & The World is Still Beautiful)

.

“What happened one year ago?”

.

Setelah pesta usai dan seluruh tamu undangan pergi, sang ratu tak mendapati putranya di mana pun.

Tidak terlelap di kamarnya seperti yang dikatakan Erden, pun di perpustakaan pribadinya yang sunyi. Sang raja, Lachlant, yang mencari di kamar mendiang putra pertamanya dan melihat kekacauan di sana, bergegas memerintahkan seluruh pengawal mencari Killian di setiap sudut istana. Kenangan pahit akan kejadian lima belas tahun silam kembali menyeruak di kepalanya. Bermula dari hilangnya Jillian hingga lelaki itu ditemukan tak bernyawa di hutan Hoogland. Lachlant dan Louisa, sang ratu, tak ingin kejadian serupa menimpa putra kedua mereka.

Killian harus cepat ditemukan.

Namun, pencarian itu tak membuahkan hasil apa-apa.

Sampai seorang penjaga di atas gerbang berteriak kencang, “BUKA GERBANGNYA!”

Lalu muncullah seekor kuda putih yang ditunggangi seseorang bertunik putih yang bernoda darah, memeluk leher kuda itu dan tak sadarkan diri.

“Killian!”

.

.

Dua pedang yang beradu menimbulkan denting memilukan. Suaranya menjadi penghias sunyi di tengah hutan. Meski tanpa angin, butir-butir salju masih tetap turun, tercoreng cipratan darah yang menetes dari tubuh seorang gadis bergaun.

Gaun biru itu sedikit menyulitkan pergerakan Icy. Salju yang menempel dan mencair, membuatnya basah dan berat. Phillip selalu berhasil menggoreskan sisi tajam pedangnya di lengan Icy. Membuat gadis itu meringis, namun tetap membalas serangan selagi Phillip masih dalam jangkauan pedangnya.

“Kau!” erang Phillip saat ia jatuh berlutut. Tempurung lutut sebelah kirinya terkena pukulan pedang tumpul Icy. Mengakibatkan adik lelaki Stephan itu mendapat tambahan memar di tubuhnya. Berusaha bangkit berdiri dengan bertumpu pada pedangnya, ia melihat Icy bersandar di pohon. Wajahnya pucat, rambut cokelat gelapnya basah dan kusut, gaunnya… Phillip harus mengatakan bahwa gadis itu sangat bodoh karena tidak memotong gaun birunya, setidaknya selutut, selagi ia mendapat waktu istirahat seperti sekarang. “Kau benar-benar bisa menggunakan Pedang Atlan, huh.”

“Phillip.” Icy terengah. Ia mengamati Phillip yang juga lelah, yang mulai sulit menggerakan kaki, juga tulang-tulang rusuknya yang bisa dipastikan retak karena serangannya. Icy benci melakukan ini. Ia tak ingin menyakiti siapa pun menggunakan pedang ayahnya. “Maafkan aku atas semua yang menimpa kakak juga keluargamu, Phillip.”

Kabar yang Alven sampaikan kemarin, semuanya benar. Stephan Hurton kabur dari penjara saat tengah malam. Sesampainya ia di rumah, Tuan Hurton murka. Memarahi Stephan karena telah mempermalukan nama keluarga mereka dan akan menghapus Hurton dari namanya. Hal itulah yang mendorong Stephan untuk bunuh diri lantaran berpikir bahwa tak ada gunanya lagi ia hidup.

Malamnya, kediaman Hurton terbakar. Warga Orient mengatakan, salah satu obor di tempat penyimpanan jeraminya jatuh tertiup angin dan api dengan cepat menjalar, membakar segalanya, termasuk Tuan dan Nyonya Hurton. Di sisi lain, Phillip, putra kedua mereka, yang juga diperkirakan ikut terbakar, ternyata berhasil lolos.

Dan, Phillip pulalah yang membunuh burung pengantar pesan milik Icy dan Fyre agar mereka tak dapat bertukar pesan.

“Maafkan aku, Phillip.”

Lelaki itu terbatuk dan meludahkan darah. “Maaf, katamu?” Phillip tertawa getir, menyeka mulutnya kasar, sebelum kembali mengacungkan pedangnya. “Berikan nyawamu dan maafmu akan kuterima.”

.

.

Killian masih terbaring. Matanya menutup. Bibir dan kulitnya pucat kedinginan kendati selimut tebal membalut tubuhnya dan di perapian bongkahan kayu terbakar. Lucy mengganti kain lembab yang ia letakkan di dahi sang pangeran setelah memastikan suhu tubuhnya sedikit menurun.

Dan, perlahan, kelopak mata Killian membuka. Mengerjap beberapa kali, menyesuaikan cahaya yang dilihatnya. Killian meringis. Kepalanya bagai dihantam bebatuan saat ia mencoba bangkit.

“Jangan terlalu memaksakan diri.”

“Lucy?” Suara Killian parau.

“Berbaring saja.”

Killian menggeleng. Lucy membantunya duduk bersandar di kasur. Memberikannya segelas air dan Killian meminum separuhnya. Denyut nyeri di tangannya terasa dan Killian teringat akan Icy yang ia tinggalkan di hutan Hoogland.

“Erden dan yang lainnya sudah pergi ke hutan Hoogland sejak kau tiba,” ujar Lucy menenangkan Killian yang ingin menyibak selimutnya.

Kembali memejamkan mata, Killian terus-menerus merutuki dirinya yang tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu gadis yang ia cintai. Ia tak bisa menepati janjinya menjaga Icy, seperti apa yang diminta Jillian. Ia tak bisa melakukan apa yang dilakukan Jillian, dulu. Alih-alih, Icy yang rela mengorbankan keselamatannya demi Killian. Lelaki macam apa yang menggantungkan hidupnya pada seorang gadis?

“Killian?”

“Aku pengecut, ya?”

Mengembuskan napasnya, Lucy tersenyum. Menepuk-nepuk pelan tangan sang pangeran sebelum berkata, “Ingin mendengar cerita tentang turnamen pedang satu tahun lalu?”

.

Di babak akhir, gadis yang sejak awal tak pernah mengeluarkan pedangnya, gadis yang berasal dari Norden, itulah Icy. Sedangkan lawannya, lelaki utusan kerajaan Orient, bernama Stephan Hurton, salah satu ahli pedang terbaik di wilayahnya. Stephan menganggap pertarungan tanpa beradu pedang itu membosankan. Maka, ia terus mendesak Icy mengeluarkan pedangnya dengan menyerang gadis itu tanpa henti. Hingga manik biru Stephan melihat jemari gadis itu menggenggam erat gagang pedangnya. Tanpa membuang banyak waktu, Stephan menghunuskan pedangnya tepat mengarah pada perut Icy, berharap ia dapat langsung menangkis pedang perak milik sang lawan dengan pedangnya itu.

Namun, Stephan tak tahu, menarik Pedang Atlan dari tempatnya tak semudah pedang lain pada umumnya. Lantaran gugup menggunakan pedangnya untuk kali pertama, Icy lupa memutar gagang itu terlebih dahulu. Dan saat itulah, pedang milik Stephan menancap di perutnya. Terkejut, karena bukan hal ini yang ia harapkan, Stephan bergegas mencabut kembali pedangnya. Membuat Icy tercekat, menahan rasa sakit, juga perasaan ngeri melihat darah yang terus mengalir keluar dari perutnya. Berpikir jika ia tumbang sekarang, tentu ia akan kalah. Maka, dengan sisa tenaga yang ia punya, Icy berhasil mengeluarkan pedangnya dan menyerang tulang rusuk lelaki itu. Erangan kencang lolos dari mulutnya dan Icy kembali menghantam kedua siku juga bahu Stephan secepat kilat, dan lelaki itu terkapar bersamaan dengan jatuhnya Icy.

Icy memang memiliki luka yang lebih banyak dan jauh lebih parah daripada Stephan. Namun, Raja Meridies dan yang lainnya, memutuskan Icy menjadi pemenang. Karena Stephan Hurton, mengalami kelumpuhan, tak bisa lagi menggerakan kedua lengannya.

.

Lucy telah kembali ke kamarnya. Menyisakan Killian yang termenung, berpikir bahwa alasan mengapa mereka semua merahasiakan hal itu darinya adalah agar ia tak merasa khawatir ataupun marah.

Killian tersenyum miris dan menggeleng. “Gadis itu… kau selalu membuatku khawatir, Icy.”

Lelaki itu bernama Stephan Hurton.”

Hurton….

.

I’m a Hurton.

But I’m not Stephan.

.

“Hurton?!” Manik Killian membelalak lebar. “Surat itu!”

Mengesampingkan lengannya yang masih sakit, Killian bergegas menyibak selimutnya. Abaikan kakinya yang tak beralas, ia berlari keluar kamar. Mendapati beberapa penjaga berdiri di sepanjang koridor, yang lekas menghadang Killian untuk melangkah lebih jauh.

Selagi ia memberontak, berusaha membebaskan diri, di ujung koridor sana Erden berlari. Menggendong seorang gadis yang bersimbah darah, terkulai lemas di punggungnya, seolah ia tak lagi bernapas.

.

ICY!”

.

tbc.


Maafkan chapter ini yg sangat singkat ya /.\

Dan buat yg penasaran sama kejadian satu tahun lalu yang selalu dirahasiain dari Killian, sekarang udah terjawab ya? 😀

Advertisements

6 thoughts on “[Chapter 8] The Prince of Vesperia and His Aide

  1. Cepet bgt kak, aku senang!! 😂😂

    Icy semoga lukanya ga parah, pengen liat Killian sm Icy bermanis2 moment lg 😀😀

    Seandainya Killian jg bisa main pedang (ngarep gw ye?)

    Lanjut ka^^

    Liked by 1 person

  2. Jadi … Apa Stephan Hurton di penjara gegara nusuk Icy? Stephan, kamu nakal! XD

    Btw kakyen cpt banget ini chpnya aku terlalu terbawa suasana sampe2 udah tbc aja astagaaaaaa! And there’s no Killian x Icy moment on this chp 😦 but gapapa, yang penting Killian love sama Icy aku udah demen kok kakyen XD

    MANGATZEEEEE KAKYEN XD XD

    Like

  3. Gpp kak walaupun singkat, tp keluarnya cepet. Satu minggu 2 chapter, woaaa seneng banget….
    Akhirnya dibahas jg tentang turnamen Icy. Keren bgt ya ampuuuun.
    Btw cerita ini rencananya ada brp chapter Ka?

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s