[Ficlet-Mix] of Feeling and Hopefulness

Processed with VSCO with c9 preset

of Feeling and Hopefulness

by ayshry

[BTS’s] Kim Taehyung, Jung Hoseok – [OC’s] Park Reyn, Lee Jeehae

AU!, Romance/Ficlet-Mix/G

***

[1]

“Apa hal yang lebih menyedihkan dari dua insan yang tak sanggup mengungkap perasaan?”

.

“Aku menyukaimu, Reyn-a.”

Park Reyn terpaksa menghentikan gelak tawanya dan dibuat kehilangan akal sehat oleh pemuda yang kini memandanginya dengan tatapan yang sulit diartikan. Kalimat tak terduga itu bahkan mampu membuat sesuatu di dada sang gadis bergemuruh kuat; tak karuan.

Ada apa ini? Taehyung sudah gila atau dia memang mulai sadar dan berusaha berubah menjadi manusia yang lebih normal? batin Reyn.

“Hyungie, kau benar-benar … maksudku, ucapanmu itu—ah, sial! Jangan menggodaku terus-terusan, aku tahu kau menyukaiku, kok.”

“Tidak. Aku tidak sedang menggodamu.”

Reyn yang awalnya mengira pernyataan tersebut hanya sebuah guyonan, kembali bungkam ketika menilik raut wajah Taehyung yang semakin menunjukkan keseriusannya. Astaga, jika seperti ini, apa yang bisa dilakukan oleh gadis itu?

“Aku sungguh-sungguh, Park Reyn. Jangan mengelak lagi, kumohon. Rasanya sudah terlalu lama dan kita … aku dan kau sampai saat ini masih belum bisa mengungkapkan perasaan satu sama lain. Tapi aku tahu, kau … juga menyukaiku, ‘kan?”

“Hyungie, aku—“

“Jawab saja. Kau menyukaiku apa tidak?”

Untuk beberapa saat, Reyn memilih diam. Namun sorot mata Taehyung kian memaksanya melepaskan kalimat yang sedari tadi tertahan—atau memang sengaja ia tahan—di tenggorokan.

“Aku—“

“ASTAGA PARK REYN, AKU BENAR-BENAR KEREN, BUKAN?”

Menahan kembali kalimat yang akan lolos dari bibirnya, Reyn syok mendengar perkataan pun nada bicara sang karib yang tiba-tiba merusak momen langka mereka.

“Oh-oh, jangan bilang kau hampir termakan umpanku, haha, Reyn-a, aku hanya bercanda dan  astaga, kau bahkan menganggap serius leluconku? Hei, kau benar-benar menyukaiku, ya?”

Kesal, Reyn layangkan pukulan bertubi-tubi ke pundak sang pemuda yang berhasil membuatnya berteriak memohon ampunan. Reyn tak peduli. Menghabisi nyawa pemuda tengil itu adalah keinginan terbesarnya saat ini. Jika saja membunuh itu tak membuatnya menjadi seorang pendosa, mungkin sudah sejak lama Reyn menghentikan deru napas, pun detak jantung karibnya itu. Kim Taehyung menyebalkan!

Di sisi lain, sembari berteriak dan menahan kesakitan, diam-diam Taehyung mengutuk kebodohannya. Mendapatkan kesempatan untuk mengungkapkan rasa juga menyatukan perasaan, malah membuatnya gugup setengah mati. Tidak, Taehyung tak benar-benar serius dengan perkataannya itu, namun si pemuda tak pula bercanda tentang perasaannya. Menyukai Reyn telah ia lakukan sejak sang gadis menyeruak ke kehidupannya sepuluh tahun silam dan sejatinya ia pun tahu jikalau gadis Park itu juga mempunyai perasaan yang sama dengannya.

Mungkin sekarang bukanlah waktu yang tepat, kau hanya perlu menunggu kesempatan baik lainnya, Kim Taehyung.

Well, dua insan yang saling menyukai namun tak mampu mengungkapkan perasaan masih menjadi hal yang paling menyedihkan hingga detik ini.

[2]

“Saling genggam tanpa berujar, akankah penantian ini terbalaskan dengan indah?”

.

Hoseok masih memandangi sosok di hadapannya itu. Bertemu setelah terpisah lima tahun lamanya, tak mampu membuat sang pemuda melupakan si gadis begitu saja. Bahkan, ketika manik mereka tak sengaja bertubrukan beberapa menit yang lalu, ia langsung mengenali gadis yang kini mengubah warna rambutnya menjadi blonde tersebut sebagai salah satu orang berharga yang pernah singgah di hidupnya.

“Jui-ya.”

Namanya mengalir begitu saja. Masih sama, caranya menyuarakan nama gadis itu masih seperti lima tahun silam. Hoseok benar-benar merindukannya.

“Jung Hoseok?” Ragu, namun si gadis pun masih mampu mengenali pemuda yang tak mampu melepaskan pandangannya darinya. Ia tersenyum, mengulurkan tangan demi berjabatan namun Hoseok masih mematung di tempat.

Butuh waktu beberapa sekon hingga Hoseok menyadari uluran tangan sang gadis. Lekas, ia sambut dan mengenggamnya erat-erat. Oh tidak, Hoseok melupakan sesuatu. Gadis itu … bukanlah gadisnya lagi; namun tangannya tak mampu bertindak sesuai perintah otaknya.

Jabatan berubah menjadi genggaman mesra. Hoseok tak mampu menepis kerinduan yang membuncah. Salahkan saja egonya yang tak bisa bertahan; salahkan pula pertemuan tak sengaja yang membuatnya kembali membuka kisah lama.

“Aku merindukanmu.” Adalah kalimat kedua yang berhasil ia ucapkan setelah menyebut nama sang gadis. “Kau … terlihat baik-baik saja.”

“Aku baik-baik saja, dan kau … eum kuharap kau juga baik-baik saja, Hoseok-a.”

Ia tersenyum dan senyuman itu berhasil membuat dunia Hoseok terhenti.

“Sudah lima tahun, ya? Kau banyak berubah, Jui-a, tapi caramu menyebut namaku masih seperti yang dulu dan aku … masih sangat menyukainya.”

Masa bodoh dengan jarak yang sempat memisahkan keduanya. Bagi Hoseok, memanfaatkan kesempatan langka adalah hal yang harus ia lakukan, sebelum penyesalan kembali bertandang. Setidaknya ia harus mampu mengungkapkan apa yang selama ini hanya mampu ia simpan.

Si gadis tampak kebingungan. Tersenyum canggung, ia kini mencoba melapaskan jabatan yang kian erat.

“Hoseok-a, aku harus—“

“Oh maaf.” Hoseok segera melepaskan genggaman ketika menyadari ketidaknyamanan mulai menghampiri si gadis. “Aku sedikit keterlaluan sepertinya, terlalu terbawa suasana, hehe.

“Tidak apa-apa.”

“Kau masih sebaik yang dulu, Jui.”

“Dan kau masih suka memujiku, Hoseok-a, haha, aku bahkan tak percaya kita bisa bertemu lagi dan kau—“

“Tak bisakah kita memulainya kambali?”

“Ya?”

“Apa yang pernah menjadi kesalahan, dulu. Kuharap aku memiliki kesempatan untuk memperbaikinya.”

Jui tersenyum. Ingatan memaksa gadis pirang itu untuk memutar kembali masa-masa indah lima tahun silam. Sebenarnya tak ada alasan untuknya menolak, namun tak pula ia akan langsung mengiyakan. Melemparkan senyuman adalah apa yang bisa ia lakukan kini. Untuk selebihnya, biarkan saja waktu yang menjadi perantara.

“Jika seperti itu, haruskah kita benar-benar mengulangnya dari awal?”

“Maksudmu?”

Senyuman berubah menjadi kekehan kecil lantas tangan mungil yang sempat ditarik olehnya kembali ia ulurkan.

“Hai, aku Lee Jeehae, oh, kau cukup memanggilku Jui. Nama yang imut, bukan? Senang bertemu denganmu, err ….”

“Hoseok, namaku Jung Hoseok. Senang bertemu denganmu juga, Jui. Oh, aku sangat menyukai namamu, Jui … Jui-ya.”

Senyuman Hoseok merekah lebar. Penantian panjang pun telah usai; tinggal bagaimana ia memulai segalanya. Memperbaiki kesalahannya, pun memberikan kebahagiaan yang tak sempat ia lakukan dulu.

Dan nyatanya genggaman kali ini disertai dengan sapa, dan tentu saja penantian panjang tersebut terbalaskan dengan indah. Sangat indah.

-Fin.

EFEK FOTO TEASER DUO SABLENG YANG KELUAR SAMAAN KYAAA TERUS ITU POSENYA YASSALAM GATAU AH DD LEMAH LIAT KALIAN BERDUA MAS HUVT T.T

Awalnya mau bikin yang rada rada fluff tapi kok ga nyambung sama konsep fotonya waks, jadi melenceng ke romance-mellow yang entah apa ini kyaaa anju semuanya tak bikin OOC bodo amat dah /plak/

So guys, mind to review?

-mbaay.

Advertisements

11 thoughts on “[Ficlet-Mix] of Feeling and Hopefulness

  1. echaminswag~

    Anjay taereyntubbies, itu tinggal dikit lagi loh tae, si reyn bakal jawab pertanyaannya. Eh situ malah ngakak gajelas. Taurasa besok2 kalo kamu nembak bakal ditolak sama reyn itu mah /.\

    JUNGHOSEOK MELOW??? wakakaka ga pantes mas, ga pantes sama muka 😂😂 pulang ae sana, urun si honan biar ga kelayapan ecengin mas inho mulu /ngacir/

    Bhay pin, katanya stuck tapi malah produktif banget /.\ bantuin dd nulis ch.2 OAM kalo gitu /ga/

    Liked by 1 person

    1. NAH KAN KIMTETE GILANYA KUMAT DI SAAT YG GA TEPAT EMANG MBA NYEBELIN IH

      WAKAKA MBAMBA AKU YO GELI SENDIRI NGAPA BISA NGEPLOTIN JEHOP BEGITUAN YASALAM SALAH MAKAN APA DD SEMALAM KYAAA😂😂

      Eh omong omong soal honan, sik aku kelupaan mau plotin dia sama mas eno kya otw ini otw /digiles:

      Mba stuck ini mba beneran deh tapi gatel pengen nulis jadinya receh banget (tulisanmu kapan ga receh ay?) YUK SINI DD BANTUIN NGERUSUHIN AE KYAAAA😘😘😘

      Like

      1. Gajadi mba gajadi tiga aku wis mabok duluan bhak (terus ini plot jauh banget dari saranmu semalem bahaha)

        TEROS BTW BAGIAN HOSOK BIKIN DD NGUKUK SENDIRI /plak

        Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s