[BTS FF Freelance] Failed – (Vignette)

aa9331778245dbf67ed4634ea8a6bd7b691a23t045514c11

Failed

an absurd fic by Orchidious

Cast Kim Seokjin (BTS), Cho Hansoo (OC), Han Yura (OC) and Park Chanyeol (EXO)

Vignette | College-life, Random(?) | General

I just own the plot and the OCs

~~”~~

Hari ini kampus Seokjin mengadakan Farewell Party untuk mahasiswa tingkat akhir yang akan melangsungkan wisuda besok. Setiap fakultas memiliki acara mereka masing-masing. Seperti fakultas Seokjin yang memilih untuk mengadakan pesta kostum. Pesta yang dimulai sejak pukul 7 malam tadi masih menampakkan kemeriahan. Meski sudah berlangsung hampir 3 jam lamanya, pesta tersebut tak kunjung padam, malah terlihat semakin seru saja. Adanya cosplay yang dilakukan beberapa mahasiswa tentu membuat mereka berlomba-lomba mengabadikan diri dengan tokoh yang mereka sukai. Tokoh anime, Disney, kartun, hingga superhero, semua ada. Jumlah mahasiswa yang tak sedikit semakin membuat pesta kostum kali ini menjadi lebih berkesan—karena berbagai macam kostum yang akan kalian temukan disini. Seperti halnya Seokjin. Pemuda dengan surai blonde itu terus-menerus diajak berfoto oleh kaum hawa. Yah, tentu itu semua karena paras tampannya yang sudah tak asing lagi bagi semua orang di kampus tersebut. Bisa dibilang, Seokjin adalah primadona kampus yang memiliki banyak penggemar disana-sini. Dan malam ini, ia terlihat semakin tampan dengan setelan baju khas pangeran negeri dongeng.

“Ah, aku iri denganmu. Kau sudah berfoto dengan banyak orang sedangkan aku—ah sudahlah.” Seokjin tertawa pelan mendengar keluhan si sahabat. Menepuk bahunya pelan seraya berkata, “Kalau kau mau diperhatikan oleh Yeonju yang sedang berdiri di sana itu—“ Seokjin berhenti sebentar dan mengarahkan tatap pada seorang gadis bersurai panjang yang tengah sibuk bercengkerama dengan teman-temannya di sudut taman. Membuat Hansoo—sahabatnya itu—ikut menoleh. “—maka kau harus mengganti kostummu ini, bro. Bukan apa-apa, hanya saja, kostummu itu terlalu aneh—aku bahkan tak ingat namanya.” Hansoo mendengus. “Kau bilang kau pecinta anime, tapi ini saja tidak tahu, tsk.” Seokjin kembali tertawa renyah. “Bercanda, bro. Hei, omong-omong, Yeonju sedang melihat ke sini. Mungkin dia—“

“Benarkah? Astaga, Seokjin! Dia melambai padaku! Aku ke sana dulu, ya? Bye!”

Lalu Hansoo menghilang dalam sekejap. Bukan menghilang dengan berteleportasi atau menggunakan asap hitam mengepul yang menghilangkan dirinya. Ia hanya berlari, dan kecepatan tak terduga itu yang kemudian membuat Seokjin menggelengkan kepala.

“Ada-ada saja,” gumamnya pelan. Seokjin kemudian mulai memandang sekeliling. Mencari seseorang yang tadi sempat terlepas dari pantauan dirinya. Salahkan Hansoo. Karena kedatangan tiba-tibanya, Seokjin jadi kehilangan jejak orang itu. Merasa tak puas, Seokjin mulai menggerakkan tungkai. Melangkah menyusuri taman kampusnya yang luas. Berusaha mencari keberadaan si—

Oh, itu dia!

Kedua sudut bibir Seokjin terangkat. Menunjukkan senyumnya yang menawan. Baru saja ia ingin menghampirinya, orang tersebut terlanjur pergi. Dengan kostum kucing yang manis, gadis itu kemudian berjalan menjauh bersama seorang pria yang mengenakan kostum Joker. Mereka tertawa bersama ditemani sebungkus keripik kentang favorit Seokjin.

Uh, ini bukan hanya sekadar patah hati baginya.

Makanan kesukaanya, gadis yang ia sukai, dan saingan terbesarnya dalam hal ‘pria paling terkenal se-kampus’.

Mengapa semuanya harus dipadukan begitu? Semakin menambah derita saja. Kiranya itu lah yang ada di benak Seokjin saat ini. Walau ia terkenal karena tampan, pandai dan cukup kalem, tentu tak langsung membuatnya menjadi orang yang tak mengenal namanya patah hati. Baiklah, sebenarnya ini kesalahannya. Sudah tak terhitung berapa banyak gadis yang menyatakan perasaan padanya namun tak satu pun diterima oleh Seokjin. Hatinya masih kukuh pada seorang gadis. Han Yura, gadis yang dikenal sedikit tomboy dengan perawakan tubuh kurus tinggi dan rambut coklat pendek di atas bahu. Sifatnya yang cuek, agak cerewet dan terkesan urakan membuat tak banyak pria mendekatinya. Hanya ada dua, Seokjin dan seorang pria lain yang tak disukai Seokjin. Pria yang menurutnya memiliki hubungan yang terlalu dekat dengan Yura, kendati sebenarnya mereka hanya bersahabat saja.

Seokjin juga tak peduli. Walau Hansoo selalu menyuruhnya mendekati gadis lain, Seokjin tak mau. Entah otaknya yang mulai bergeser atau hatinya yang terlanjur mabuk. Seokjin sudah memutuskan bahwa hatinya hanya untuk satu orang, Han Yura.

Tiba-tiba, sekumpulan mahasiswa berjalan bergerombol melewati Seokjin. Berbisik-bisik dengan sesekali riuh suara terdengar, mereka nampaknya tengah menuju ke suatu tempat. Oh, Seokjin melupakan satu hal. Setiap tahun, fakultasnya memang selalu mengadakan pesta kostum saat Farewell Party. Dan bukan itu saja acaranya. Masih ada satu acara lagi yang tentu ditunggu oleh mereka semua—yang membuat mereka tak kunjung pulang pun membiarkan tempat ini sepi.

The King and The Queen of Tonight.”

Suatu apresiasi bagi mereka yang terpilih sebagai pemakai kostum terbaik malam ini. Mereka akan dinilai dari segi penampilan, kecocokan, dan lain-lain yang akan ditentukan oleh panitia acara. Jelas, mereka akan menunggu puncak acara ini karena pemenangnya—yang berjumlah dua orang—akan mendapat voucher makan di salah satu restoran yang ditentukan. Yah, meski hanya hal biasa seperti itu pun, mereka tetap heboh seperti sedang menunggu hasil ujian beberapa hari lalu. Memangnya siapa yang tak ingin ‘kencan buta’ gratis?

Mengingat hal itu Seokjin jadi mendapat ide. Menyibak jubah tebalnya, cepat-cepat ia menuju pos panitia yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Begitu sampai, yang ia jumpai adalah tatap heran dari panitia yang sepertinya sedang sibuk berdiskusi.

“Oh, hai! Apa aku mengganggu kalian?” Seorang pria dengan kostum beruang besar menatap tajam pada Seokjin sekilas. Ia kemudian mendengus lantas mendatangi Seokjin yang berdiri di ambang pintu. “Mencari siapa?” tanyanya dingin. Seokjin meringis. Ia mencoba melihat ke dalam, siapa tahu saja ada temannya di sana. Omong-omong, Seokjin tak mengenal pria besar itu.

“A-aku mencari Ahra. Apa dia ada di dalam?”

Seokjin bersyukur, teman sekelasnya, Ahra, ada di dalam ruangan kecil itu. Setidaknya, ia tak akan terlihat bodoh di hadapan mereka dan rencananya jadi tak begitu kentara.

Tak perlu dipanggil, Ahra langsung menampakkan diri. Dengan cepat menggamit tangan Seokjin dan lekas membawanya menjauh dari sana. Ketika mereka sudah cukup berjarak dari ruangan panitia, gadis itu juga ikut memberi tatapan tajam pada Seokjin.

Tsk, kau ini. Membuat malu saja. Ada apa mencariku?” Seokjin kembali meringis kemudian menyatukan jari tangannya di depan dada. Beri tatapan memohon pada Ahra seolah-olah ia tengah melakukan kesalahan fatal. “Tidak usah meminta ma—“

“Kumohon bantu aku.” Mengandalkan puppy eyes miliknya yang selalu berhasil membuat semua gadis takluk padanya, Seokjin sukses membuat Ahra luluh. Raut kesal yang awalnya tercetak di wajah gadis bersurai sebahu itu mulai sedikit luntur. Menghela napas ia akhirnya berujar, “Baik-baik, akan kubantu. Jangan gunakan aegyo sialanmu itu lagi—bisa-bisa aku meninggalkan Minwoo.” Seokjin tersenyum dan kembali dengan ekspresi kalemnya.

“Boleh aku tahu siapa pemenang The King and The Queen of Tonight kali ini?”

“Kami bahkan belum memutuskan dan masih berdiskusi saat kau datang tadi. Memangnya kenapa?” tanya Ahra balik, nyaris tanpa jeda. Seokjin menampilkan ekspresi leganya. “Aku ingin, pemenang The King and The Queen of Tonight adalah aku untuk The King-nya dan Han Yura untuk The Queen-nya. Bagaimana? Kau setuju?” Ahra mendesah. Kalau saja bukan karena aegyo sialan itu, tak mungkin ia menerima permintaan aneh Seokjin ini. Jangan lupakan juga, Ahra termasuk satu dari sekian gadis yang mengagumi Seokjin, kendati ia sudah memiliki kekasih sejak tiga bulan lalu.

“Kenapa Han Yura? Kau tahu sendiri kalau dia itu—yah kau tahu lah. Maksudku, kita masih memiliki Lee Yeonju, Jeon Charin, Ahn Jieun, Kim Soyoung—“

“Aku tahu, aku tahu. Aku…”

Seokjin tak langsung menyelesaikan ucapannya dan malah memalingkan wajah. Membuat Ahra memberi tatapan menyelidik yang kemudian diakhiri oleh seruan hebohnya.

“Astaga, Seokjin! Jangan bilang kalau kau—“

“Iya, aku tahu. Itu memang agak aneh, tapi intinya aku akan tetap bertahan. Sudahlah, cepat kabulkan keinginanku. Kau sudah menyetujuinya tadi.” Ahra sebetulnya ingin tertawa saat ini namun ia tetap menahan suaranya agar tak terdengar. Mengangguk cepat ia kemudian mengibaskan tangan, memberi isyarat agar Seokjin segera pergi. Seokjin tersenyum sekilas lalu kembali menyibak jubah dan berjalan menjauh.

‘Semoga ini berhasil.’

~~”~~

Para mahasiswa tampak tegang menunggu hasil pemilihan The King and The Queen of Tonight kali ini. Mereka sudah berkumpul di tengah taman, tepatnya di depan panggung yang tadi digunakan untuk konser mini fakultas seni musik. Hanya ada satu panggung memang dan itu digunakan secara bergantian oleh tiap fakultas sehingga acara Farewell Party ini bisa berlangsung hingga larut malam. Menanti giliran fakultas masing-masing yang sudah diatur sebelumnya.

“Oke baiklah, mohon perhatiannya sebentar.” Suara tiba-tiba dari salah satu panitia laki-laki yang tengah berdiri dia atas panggung membuat seluruh keriuhan tadi mendadak hening sesaat. Kata-kata selanjutnya cukup tak penting. Hanya sambutan dari panitia dan hal-hal lain yang juga membosankan. Tak seperti Hansoo yang tampak tak sabar menunggu pengumuan pemenang, Seokjin terlihat santai-santai saja. Ia memang sedikit gugup, tapi tentu bukan karena menunggu pengumuman yang sudah diketahuinya itu. Ia gugup memikirkan bagaimana nanti reaksi Yura ketika mengetahui kalau dia yang akan dinobatkan sebagai The Queen malam ini. Dan Seokjin juga sudah menyiapkan hal lain. Kata-kata romantis yang akan ia utarakan demi merebut hati Yura dan menjadikan gadis itu miliknya malam ini. Membayangkan saja, hidung Seokjin sudah kembang kempis.

“Hei, hei. Kau kenapa? Melamunkan apa, eoh?” Hansoo menyikut lengan Seokjin pelan dan lelaki itu malah tertawa kecil. “Akan ada kejutan nanti, kau tunggu saja.” Kening Hansoo berkerut. Kejutan apa?

“Jangan bilang kau tadi berbicara dengan Ahra itu untuk hal ini? Aku tadi sempat mendengar kata ‘Yura’, ‘The Queen’, dan tolong jelaskan, Kim Seokjin. Kau mau menembaknya di atas panggung nanti, eoh?”

Aissh, kecilkan suaramu. Ck.”

Seokjin kemudian hanya mengangguk dan memfokuskan diri ke depan, mendengar penuturan si wakil panitia yang tak kunjung menyelesaikan sambutannya. Berikan waktu bagi Hansoo untuk mencerna semuanya sendiri.

Di tempat lain, Yura tengah mengomel sendiri. Ia sepertinya kesal, lantaran si panitia itu tak usai jua dengan sambutannya. Padahal ia antusias sekali akan pemenang The King and The Queen of Tonight kali ini. Harapan terbesarnya adalah si sahabat yang kini berdiri di sampingnya sambil mengunyah makanan ringannya. Park Chanyeol, salah satu dari pria idola kampus yang walau kedudukannya masih di bawah Seokjin tetap memiliki penggemar yang tak kalah banyak.

“Aku yakin sekali, pemenangnya itu kau, Chanyeol. Percaya padaku.” Chanyeol hanya terkekeh mendengar penuturan si sahabat. “Lalu kau tak ingin menang?” Yura hanya  menggeleng. “Memangnya wajah pasaran sepertiku ini bisa menang melawan Yeonju dengan wajah porselennya itu? Ck.” Kali ini Chanyeol tertawa lebih keras, nyaris saja tersedak keripik kentangnya. “Jangan minder begitu. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk menang, tahu,” ujar Chanyeol santai yang kemudian ditanggapi anggukan oleh Yura.

Akhirnya pengumuman pemenang pun dimulai. Selembar kertas berisi nama pemenang sudah berada di tangan si panitia. Dengan mimik yang dibuat-buat—agar mereka semua semakin penasaran—, ia mulai membacakan isi kertas tersebut.

“Untuk pemenang The King and The Queen of Tonight malam ini adalah….”

 

Beberapa bisik doa terdengar saat jeda diberikan.

 

“Selamat untuk Kim Seokjin dan…”

 

Teriakan heboh para gadis semakin mempertegang suasana.

 

“…Han Yura! Chukkae untuk kedua pemenang The King and The Queen of Tonight! Silahkan maju ke depan bagi pemenang untuk pemberian hadiah!”

Yura termangu. Rahang bawahnya hampir jatuh mendengar namanya yang disebut barusan. Chanyeol bertepuk tangan heboh dan segera mendorong sahabatnya itu untuk maju ke depan. Namun Yura masih geming. Ini tidak lucu. Bagaimana bisa ia yang memenangkannya sementara sandingannya adalah Kim Seokjin yang sudah nyata adalah pangeran tertampan malam ini?

“Yura, majulah! Lihat, Seokjin sudah menunggumu!” Yura menggeleng keras. “Ini pasti kesalahan. Aku? Aku tak mungkin menang, Chanyeol.” Namun Chanyeol dibantu beberapa orang di sekitar mereka sudah terlanjur mendorong Yura ke arah panggung. Dengan langkah gugup dan wajah merah padam menahan antara kesal dan malu, Yura naik ke atas panggung. Beberapa sorak sorai terdengar dari gadis-gadis yang kecewa dan iri terhadap Yura. Perasaan gugup gadis itu semakin menjalar saat mahkota diletakkan di atas kepalanya yang tertutup tudung dari kostum kucingnya. Bersamaan dengan itu, ia bisa melihat senyum aneh terukir di bibir Seokjin. Tak perlu berpikir panjang, Yura sudah tahu apa maksud senyuman itu.

‘Sialan kau, Seokjin.’

~~”~~

Begitu turun dari panggung, Yura segera mencegat Seokjin. Berdiri di depannya dengan muka merah padam dan tangan berkacak pinggang.

“Apa maksudmu melakukan ini, huh? Mau mempermalukanku, iya?! Kalau kau tak suka denganku, tidak perlu menggunakan acara seperti ini juga, bodoh!”

Melepas mahkota kertas itu, Yura lantas melemparnya sembarang. Berbalik dan berlari menjauhi Seokjin yang terpaku sesaat.

“Yura, tunggu!”

Yura tak menggubris. Untunglah, ia bertemu Chanyeol yang kemudian bertanya ‘mengapa?’ dan ‘apa yang terjadi?’ padanya.

“Sudah jangan banyak tanya. Ayo pergi!” Yura lekas menarik lengan Chanyeol, mengajaknya menjauh. Chanyeol menyempatkan diri menoleh ke belakang. Bisa ia lihat, Seokjin yang kini sudah berhenti mengejar Yura dengan wajah kecewa. Hanya sesaat, sebelum akhirnya pemuda Park itu kembali menoleh ke depan, berjalan cepat dengan Yura di sampingnya.

Seokjin yang melihat semuanya hanya bisa diam. Perasaanya campur aduk saat ini. Sedih, kesal, kecewa, iri, merasa bodoh. Ah, ini benar-benar diluar dugaannya.

“Yura mungkin tak suka cara romantis. Coba kau dekati dia dengan cara yang lain,” ujar Hansoo tiba-tiba seraya menepuk bahunya pelan. Seokjin mengangguk.

.

“Jadi aku gagal lagi?”

.

‘Ck. Jantungku jadi tak terkontrol begini, kan? Dasar.’

.

.

“Hei, kau bisa gunakan voucher makan itu untuk mengajaknya kencan.”

“Benar, dia juga shikshin bukan? Kali ini pasti berhasil.”

.

fin

Kembali lagi, dengan absurd fic “-“

Advertisements

One thought on “[BTS FF Freelance] Failed – (Vignette)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s