[BTS FF Freelance] Gift For God – (Chapter 8)

photogrid_1464536233040

Title: Gift For God || Author: kim yuna ||Genre: thriller, friendship, school, and romance || Cast: Kim Hyerin(OC), All Member BTS || Rating: G || Length: Chaptered || Disclaimer: anyyeong!! Ini ff pertamaku, tolong dimaklumi kalau ada typo dan kata-kata yang tidak dimengerti yah

 

Happy reading!! & don’t be silent reader!!

 

Sebelumnya,

 

“Sudahlah, kalau kamu memang belum siap mengatakannya, nggak apa apa kok. Aku tau hubungan kalian berdua lebih dari sahabat. Kalian sudah saling kenal sejak lama. Jadi kalau ada rahasia dengan kalian berdua, itu wajar-wajar saja.”

 

“Gomawo, hyung. Untung hoseok hyung nggak kesini, kalau dia yang kesini pasti sudah banyak tanya.”nyengir Jimin.

 

“Hahaha”

 

***

 

Keesokan harinya, dihari weekend ini. pagi-pagi sekali,

Jimin, jungkook, yoongi, dan hoseok sudah ada dikamar taehyung. Semenjak tubuhnya diambil alih oleh v kemarin, dia belum pernah tersadar.

 

“Apa dia benar-benar baik-baik saja?”tanya jungkook sambil mencolek-colek pipi taehyung.

 

“Kata dokter sih dia cuma kelelahan.”jawab hoseok melipatkan tangannya.

 

“Tapi masa kelelahan sampai tidur selama ini? Padahal aku sudah janjian dengannya untuk pulang kampung bareng weekend ini. Tapi gimana caranya kalo gini?”jelas Jimin.

 

“Hyung mau pulkam? Aku ikut yah?”seru jungkook.

 

“Hei! Bukankah kita berdua sudah janji untuk pergi cari makanan baru dikota?”celetuk yoongi.

 

“Hyung pergi bareng hoseok hyung saja, aku belum pernah pergi ke kampung Jimin hyung dan taehyung hyung. Hitung-hitung sekalian refreshing.”cengir jungkook.

 

“Aku biasanya tidak nolak makanan, tapi kali ini aku harus menolaknya dulu. Aku sudah janji sama eommaku untuk pulang kerumah weekend ini. Sebenarnya tadi pagi aku seharusnya sudah berangkat bareng namjoon, tapi aku nggak bisa berangkat sebelum taehyung sadar.” Jelas hosoek.

 

“Hyung kok mendadak perhatian gini sama taehyung?”kata Jimin heran.

 

“Dia nggak perhatian, chim. Dia cuma nunggu taehyung sadar buat nagih hutang taehyung. Dia nggak bisa pulang kalau nggak ada uang”ujar yoongi.

 

“Hehehe, hyung tau aja”hoseok nyengir.

 

“aigoo cuma masalah uang saja. Nih, hyung pakai saja uang ku dulu.”Jimin mengambil dompet disaku celananya dan memberikan beberapa uang. “Nih cukupkan?”lanjutnya.

 

“Geurae, kalau begitu aku pulang duluan yah”hoseok pun keluar dari kamar taehyung.

 

“Jadi aku harus kemana? Kalian semua pada mau pergi, masa aku sendirian di asrama.”ucap yoongi sedih.

 

“Hyung nggak sendirian kok, weekend seperti ini masih banyak siswa yg masih tinggal diasrama. Memangnya hyung nggak punya rencana atau hyung bisa ikut saja dengan kami”jelas jungkook.

 

“Shireo, aku tidak mau ke kampung Jimin, disana dimana mana ada bau amis ikan, aku tidak suka bau ikan”

 

“Geurae, biarkan saja yoongi hyung sendirian disini. Kamu nggak usah mengajaknya, jungkook-ah.”ucap Jimin ngambek. “Setelah taehyung sadar, kita segera pergi kekampungku”lanjutnya.

 

“Geurae! Aku akan tetap diasrama ini!”yoongi membalas perkataan Jimin, kemudian dia keluar dari kamar taehyung.

 

“Mereka pikir aku bakal kesepian kalau kalian semua meninggalkanku, aku tinggal tidur saja dikamarku sampai weekend berakhir!”ucap yoongi sambil terus berjalan melewati beberapa siswa yg hendak juga pulang.

 

Yoongi terus berjalan dan terus mengerutu, sampai dia tiba di persimpangan asrama pria dan asrama wanita.

 

Karena terus menggerutu dan mengomel dia pun tak sadar telah menabrak seseorang dan membuatnya terjatuh.

 

“YA! kalau jalan liat-liat dong!!”ucap yoongi kesal.

 

“Omo! Bukannya seharusnya aku yang bilang gitu, disini kamu yang menabrakku!”

 

“Kau lagi”ucap yoongi begitu sadar orang yang ditabraknya adalah hyemi.

 

“Hei! Itu kata-kataku.”ucap hyemi menahan amarahnya.

 

“Apa yang kau lakukan disini? Apa kau tidak pulang?” Nada suara yoongi kembali dingin dan datar seperti biasanya.

 

“Apa pedulimu. mau aku pulang kek mau aku tinggal di asrama kek, itu terserah aku”Ucap hyemi buang muka dan tak peduli dengan yoongi.

 

“Oh geurae”ucap yoongi tak peduli juga. “Oh! Matta! Aku dengar taehyung menciummu”lanjutnya menggoda hyemi.

 

Hyemi dengan sigapnya menutup mulut yoongi.

 

“Jangan mengatakannya terlalu keras. Nanti kalau ada yang mendengarnya bagaimana?”bisik hyemi dan tangannya masih menutup mulut yoongi.

 

“Argh! Kau mengigitku!?”ringis hyemi, dia spontan melepaskan tangannya dari mulut yoongi.

 

“Tanganmu bau, dan apa salahnya sih kalau orang-orang tau kalian berciuman.”

 

“Aku tidak mau jadi bahan pembicaraan orang lain!”

 

“Apa salahnya jadi bahan pembicaraan orang lain, justru menurutku itu Bagus. Orang-orang jadi lebih mudah mengenalmu dan kamu jadi mendadak terkenal.”

 

“Aku tidak suka!”seketika ekspresi hyemi berubah, bercampur aduk antar kesal dan emosional.

 

“Aku tau kalian terkenal di sekolah ini, kalian sangat dekat satu sama lain dan selalu mencoba mendekatiku. Tapi aku mohon jangan libatkan aku dengan kalian, aku tidak ingin dekat dengan kalian, aku tidak ingin terkenal seperti kalian. Jadi biarkanlah aku sekolah disini secara normal hingga aku lulus nanti.”

 

“Apanya yang normal? Itu bukan kehidupan sekolah, apa kau mau terus menyendiri tanpa punya teman sama sekali hingga lulus?”

 

“Aku tidak butuh teman.”hyemi kemudian pergi begitu saja dari hadapan yoongi dan kembali ke asramanya.

 

Sementara itu…

 

“Oh! Kau sudah sadar, taehyung-ah?”ucap Jimin mencoba membantu taehyung bangun.

 

“Apa yang terjadi? Apa v terbangun?”ucapnya dengan suara parau.

 

“Ho oh, v terbangun.”jawab jungkook.

 

“Berapa lama dia mengambil alih tubuhku?”

 

“Tidak lama.” Jawab Jimin singkat.

 

“Hyung! Hyung ingin dengar sesuatu yang hebat?”seru jungkook, dia mendadak semangat untuk memberitahu taehyung apa yang v lakukan selama dia bangun.

 

“Apa?”tanya taehyung dengan polosnya, karna dia tidak tahu sama sekali.

 

“V-“

 

“Sebaiknya kau tidak memberitahunya”Jimin mencoba melarang jungkook.

 

“Nggak apa-apa, hyung. Taehyung hyung harus tau”

 

“Apa sih? Aku jadi bingung dengan apa yang kalian bicarakan. Si V kenapa? Apa yang dia lakukan selama aku tertidur?”

 

“Dia mencium hyemi!”jungkook mempercepat perkataannya.

 

“Mwo?”wajah taehyung tambah bingung, dia masih mencoba mencerna perkataan jungkook. Dan ketika ia pun mengerti dengan perkataan jungkook, seketika wajahnya memerah.

 

“V-v me-melakukan i-tu?”ucapnya gagap, dia melihat kearah Jimin, setidaknya Jimin tidak akan berbohong kepadanya.

 

“Benar, v melakukannya”ucap Jimin meyakinkannya.

 

“ke-kenapa v melakukan itu?”muka taehyung makin memerah.

 

“Dia bilang pada hyemi kalau itu bisa membuatnya tertidur kemudian dia langsung menyerodok bibir hyemi dan dia pun tertidur, itu yang dikatakan hoseok hyung padaku”jelas jungkook.

 

“Setidaknya sekarang kita sudah tau cara termudah untuk membuatnya tertidur”ucap Jimin bercanda.

 

“Apa maksudmu, chim! Aku lebih memilih hoseok hyung memukulnya sampai tertidur dari pada ciuman dengan hyemi”

 

“Tapi bukankah lebih enak ciuman dengan hyemi dari pada dihajar oleh hoseok hyung”ucap jungkook tertawa.

 

“Sudahlah, kita nggak usah bahas itu lagi. Dasar v, seandainya aku bisa bertemu dengannya langsung, aku akan menghajarnya!”ucap taehyung mengepalkan tangannya.

 

“Mudah kok, hyung. Hyung tinggal memukul wajah hyung sendiri”cengir jungkook.

 

“Makasih kook atas sarannya”

 

 

Malam harinya, waktu menunjukkan pukul 11.

 

Hyerin terlihat tengah melihat indahnya langit malam dari kamarnya melalui jendela.

 

“Pasti enak, semuanya pada pulang kerumah untuk bertemu keluarga mereka sedangkan aku, aku tidak punya tempat untuk kembali. Ada sih tempat kembali, tapi aku pasti ditolak.”

 

“Appa..aku kangen appa, aku nggak yakin apakah bisa bertahan lebih lama disekolah ini. Jadi, appa, beri aku kekuatan agar bisa bertahan disini. Aku tidak mau lagi membuat eomma susah. Tapi, bagiku ini sangat sulit,appa. aku tidak bisa melawan hukum alam, setiap manusia pasti membutuhkan manusia lainnya. Aku kesepian, aku butuh teman, tapi aku juga tidak mau menyakiti mereka.”air mata tiba-tiba mengalir dipipi hyerin.

 

Tiba-tiba suara gaduh dari luar merusak moment sedih hyerin. Hyerin terkejut, ia pun melihat keluar jendela dan mencari suara apa itu, tapi tidak ada apapun disana.

 

Dia pun mengacuhkan suara gaduh tadi dan beranjak ketempat tidurnya, tapi tiba-tiba dia mendengar seseorang memanggil dari luar.

 

Lagi-lagi dia mendekat ke jendela, kali ini dia mengeluarkan kepalanya dan melihat sekeliling tapi tetap tidak ada siapa pun. Dia mendadak merinding karnanya.

 

“Hei! Hyerin-ah! Dibawah sini.”

 

Hyerin mendengar suara itu, dia pun melihat kebawah. Dan betapa terkejutnya ketika ia mengetahui siapa yg ada dibawah sana.

 

“Min yoongi?!”pekik hyerin terkejut melihat yoongi dibawah yg tepatnya berada dibelakang gedung asramanya.

 

“Ya! Jangan berisik!”yoongi memberi kode agar jangan berisik. “Keluarlah, aku tunggu kau diluar, pakailah baju yang hangat kalau perlu bawa jaket.”

 

Hyerin terlihat bingung melihat kelakuan yoongi padanya, barusan mereka bertengkar sekarang yoongi dengan normalnya mengajaknya bertemu.

 

“Ada apa dengannya? Kenapa aku mesti keluar dijam segini?”karna cukup penasaran, dia pun mengikuti perintah yoongi.

 

Hyerin pun keluar, terlihat yoongi sudah menunggunya disana.

 

“Ya! Lama banget sih! Kajja!”yoongi langsung menarik tangan hyemi dan berlari bersamanya.

 

“Hei, kita mau kemana?”hyerin bertanya dalam keadaan berlarinya

 

“Kau ikut saja.”

 

Mereka sudah berlari beberapa meter, hingga akhirnya yoongi merasa dia sudah sampai pada tujuannya.

 

“Itu dia! Kita harus segera naik kesana”yoongi menunjuk sebuah bus yg tepat berada diluar gerbang sekolah.

 

“Bus? Kita mau kemana?”

 

“Aku kan sudah bilang, kau ikut saja.”

 

Mereka pun naik ke bus.

 

“Untunglah kita tepat waktu”ucap yoongi lega.

 

“Apanya yg tepat waktu! Rasanya nyawaku hampir habis.”hyerin masih mengatur pernafasanya.

 

Hyerin pun tersadar, kalau suasana dibus agak rame untuk jam segini. Dia melihat sekitar, dan dia cukup terkejut menyadari siapa-siapa yg ada di dalam bus.

 

“Anyyeong!! Hyerin-ah!!”sapa mereka serontak, disana ada jungkook, taehyung, Jimin, namjoon, dan hoseok.

“Ada apa ini? Kenapa kau membawaku ke bus ini? Dan kenapa kalian semua ada disini?”

 

“Hei, pertanyaanmu banyak sekali. Aku cuma akan menjawabnya dengan singkat, kami akan membawamu tuk bersenang-senang.”jawab suga santainya, dia pun ikut mengambil salah satu kursi didalam bus.

 

“Huh? Bersenang-senang? Kau seharusnya mendapatkan persetujuanku dulu, kau asal tarik aku aja kesini.”

 

6 jam sebelumnya,

 

Jimin, jungkook dan taehyung tengah berkemas untuk pulang kampung bersama, dan disaat mereka sudah selesai, mereka berkumpul didepan asramanya.

 

Dari kejauhan, yoongi datang dengan muka kusutnya.

 

“Hyung! Hyung kenapa?”tanya jungkook begitu melihat yoongi mendekat ke mereka.

 

“Sepertinya aku telah melakukan sesuatu yang salah”ucapnya suram.

 

“Apa lagi yang hyung lakukan?”tanya taehyung.

 

Yoongi pun menceritakan apa yg terjadi.

 

“Tentu saja hyung salah! Hyung nggak bisa mengerti perasaan hyemi yang sebenarnya.”seru jungkook.

 

“Tapi aku cuma mencoba membuat kehidupan sekolahnya lebih baik, supaya dimasa depan nanti dia bisa mengenang masa sekolahnya.”

 

“Yang dikatakan yoongi hyung ada benarnya, hyemi harus menyadari kalau dia tetap butuh seseorang disampingnya.”

 

“Terus bagaimana cara kita menyadarkannya?”ucap jungkook.

 

Tiba-tiba handphone yoongi berdering.

 

“Oh, ini namjoon. Kenapa dia menelpon?”ucap yoongi bingung. “Yebuseyo? Oh namjoon-ah, wae?”

 

“Hyung, aku akan pulang keasrama? Apa yang lainnya ada yang tinggal diasrama?”

 

“Wae? Kenapa kau mau kesini?”

 

“Dirumah membosankan, ini kan hari libur, masa dihari libur aku masih disuruh belajar dirumah.”

 

“Oh geurae, kamu datang aja kesini.”jawab yoongi. Dan tiba-tiba muncul sebuah ide dikepalanya.

 

“Namjoon-ah, aku tutup dulu, datanglah segera ke sekolah yah”

 

Yoongi pun menutup telponnya, tapi setelah ia menutupnya ia segera menelpon seseorang lagi. Teman-temannya mjadi bingung melihatnya.

 

“Hyung?”ucap yoongi pada seseorang yang ditelponnya.

 

“Oh yoongi-ah, wae?”

 

“Apa hyung punya villa yang jaraknya nggak jauh dari sekolah?”

 

“Ada, wae? Kamu mau apakan villa itu?”

 

“Hyung pergilah duluan ke villa itu, kirimkan aku alamatnya, kami akan segera kesana.”

 

“Huh? Kamu mau ngapain ke villa itu?”

 

“Aku akan memberitahumu begitu kami sampai disana, aku tutup dulu.”

 

“Hyung, itu siapa?”tanya jungkook.

 

“Ini seokjin hyung, aku punya sebuah rencana. Aku sudah mengurus sisanya, kita tinggal menyuruh hoseok kembali lagi kesini.”

 

Jimin, taehyung dan jungkook Terlihat bingung dengan apa yang yoongi bicarakan.

 

Sekarang…

 

“Aku mau turun! HENTIKAN BUS INI!!”pekik Hyerin.  jungkook langsung sontak menutup telinganya.

 

Yoongi terlihat sudah tertidur lelap dengan mengenakan penutup mata berbentuk panda.

 

Jimin duduk disamping yoongi, sementara itu jungkook dan v dibelakangnya. Namjoon dan hoseok duduk tepat disamping jungkook.

 

“Sulit untuk turun sekarang, aku aja udah susah susah balik kesekolah. Padahal rumahku sangat jauh.”ucap hoseok.

 

“Terus kenapa kamu setuju dengan perjalan ini?”

 

“Itu karna mereka menipuku”ucap hoseok sambil menunjuk jungkook, Jimin, yoongi dan taehyung. Jungkook dan jimin cuma terkekeh melihatnya.

 

“Awas kalian! Setelah kita sampai disana, aku akan menghajarmu”lanjut hoseok memperlihatkan tinjumu.

 

Jimin dan jungkook makin terkekeh melihatnya, taehyung juga kali ini juga ikut tertawa.

 

“Bagus, kalian masih enak yah tertawanya. Aku tau kalau sudah tidak mungkin untuk turun dari bus ini. Mau tak mau aku harus ikut dengan kalian. Tapi bagaimana dengan pakaianku? Aku bahkan tak punya sesuatu tuk dipakai nanti disana.”jelas hyerin.

 

“Apa  yoongi hyung nggak menyuruhmu membawa beberapa baju?”kata Jimin

 

“Tidak”

 

“Tenanglah, pasti seokjin hyung punya beberapa baju wanita divillanya.”namjoon memberikan solusi atas masalah hyerin.

 

“Geurae, namjoon hyung memang yg terbaik”seru jungkook sambil mengangkat kedua jempolnya.

 

“Sebaiknya kau tidur, kita akan sampai disana pukul 4 subuh”ucap namjoon pada hyerin.

 

“Bukan kah itu Bagus, hyerin-ah. Kita bisa melihat matahari terbit nanti, aku dengar matahari terbit disana sangat Indah.”jelas Jimin.

 

“Geurae”ucap hyerin terdengar tidak peduli, tapi didalam hatinya dia sangat senang. Jarang jarang ia bisa melihat matahari terbit. Apalagi bersama dengan teman temannya.

 

 

Hyerin pov.

 

“Hyerin-ah, ireona”

 

Siapa sih yang membangunkan pagi pagi buta gini.

 

“Hyerin-ah, ireona.”oh dia seokjin, kulihat yang lain masih pada tidur.

 

“Yedera, ireona. Bukankah kalian mau melihat matahari terbit? Bentar lagi mataharinya terbit loh.”

 

Kulihat mereka pada spontan terbangun meskipun pada masih setengah tidur.

 

Aku berjalan sempoyongan mengikuti jin, begitupun dengan yang lainnya. Bahkan min yoongi masih memakai penutup matanya. Bagaimana dia bisa berjalan tanpa melihat?

 

“Kita sudah sampai, ini tempat paling Bagus untuk melihat matahari terbit.”

 

Tempatnya cukup tinggi mungkin ini semacam bukit, kurasa memang tempat yang tepat.

 

Kulihat semuanya masih pada setengah tidur, seokjin bahkan sering terkekeh melihat kelakuan temannya yang dalam keadaan setengah tidur.

 

Matahari terbit membuat mereka langsung terbangun, benar-benar terbangun, begitupun denganku.

 

Cahaya merahnya matahari menerpa kami membuat mata langsung terbuka untuk melihat indahnya.

 

“Gimana? Kerenkan? Disaat seperti ini kita harus mengabadikannya”seokjin mengeluarkan sebuah kamera dari sebuah tas yang memang dari tadi ia bawah.

 

Dia langsung jepret saja, aku bahkan belum siap. Kurasa memang cara selca laki-laki dan perempuan benar benar beda.

 

Setelah melihat matahari terbit, seokjin membawa kami ke villanya. Villanya sangat besar dan mewah. Kurasa gelar sebagai siswa elit dan anak kepsek bukanlah rumor semata. Dia benar-benar kaya.

 

“Uwohh ini sangat mewah, hyung. Apa nggak apa apa kita ada disini?”ucap hoseok terkagum kagum melihat villa ini.

 

“Tentu saja tidak apa-apa, sebenarnya aku agak ragu membawa kalian kesini, karna ini villa jarang dipakai oleh keluarga karna villa ini baginya kurang besar. “

 

Perkataan seokjin tadi langsung membuatku mengangah mendengarnya. Bukan aku saja, bahkan teman-temannya, kurasa mereka belum tau banyak tentang kekayaannya.

 

“Tapi karna yoongi bilang villa yang paling dekat dengan sekolah, jadi itu sebabnya aku memilih ini. Ini satu satunya yang paling dekat dengan sekolah.”

 

“Geurae, aku memang nggak salah dalam memilih teman. Sini aku peluk, hyung”hoseok maju dan memeluk seokjin, adegan apa ini?? Pakai peluk peluk segala.

 

“Hahaha, kau nggak perlu melakukan ini.”seokjib tertawa canggung melihat kelakuan teman-temannya.

 

“Yedera, ayo semuanya peluk seokjin hyung.”mwoya? Kenapa mereka pada jadi seperti ini? Apa mereka masih mengantuk. Aku nggak sanggup melihat adegan peluk peluk ini.

 

“Hei! Hajima! Aku jadi nggak bisa nafas.”

 

Mereka kemudian melepas pelukannya.

 

“Apa kalian tidak malu apa, kita diliatin tuh oleh hyerin.”

 

“Nggak apa-apa, kalian bisa melanjutkannya. Jangan pedulikan aku.”

 

Aku berjalan mundur beberapa langkah.

 

“Hei, kau mau kemana? Justru hari ini kau Bintang utamanya.”tiba-tiba yoongi merangkulku.

 

“Apa maksudmu? Aku datang kesini karna dipaksa oleh seseorang.”

 

“Sudahlah, karna kamu sudah terlanjur kesini, sebaiknya kamu menikmatinya.”ucap seokjin. “Baiklah, kalian semua pergilah mandi, ada kamar mandi diatas. Untuk hyerin, aku sudah menyediakan beberapa pakaian, ikutlah denganku.”

 

 

Author pov.

 

“Wah daebak, barbeque! Geurae, kalau berhubungan dengan villa memang indentik dengan barbeque.”Jimin tiba duluan di halaman belakang villa, disana sudah ada seokjin.

 

“Duduklah, yang lain mana?”seokjin memanggang beberapa daging dan sayuran.

 

“Barbeque~barbeque~”ucap hoseok dan jungkook serentak, mereka terlihat sangat senang, taehyung juga bersamanya.

 

“Ayo, duduk”Jimin mengajak mereka duduk.

 

“Eh? Yoongi hyung mana?”namjoon pun juga tiba.

 

“Oh yoongi, dari tadi dia sudah datang. Tuh dia sedang tidur disana.”ucap seokjin sambil menunjuk belakang kursi yang jaraknya agak jauh.

 

“Dia tidur lagi. Tapi hyerin mana? Dia juga belum datang.”ucap Jimin melihat sekitar, yang lainnya pun juga ikut mencari.

 

“Ada apa mencariku?”hyerin pun tiba dengan dress one piece nya. Semua mata langsung tertuju kepadanya, kecuali yoongi karna dia masih tertidur.

 

“Hei, apa kau benar hyerin?”ucap hoseok tak percaya dengan apa yang dia lihat.

 

“Ini beneran aku, jangan mengejekku. Aku paling tidak suka memakai gaun, tapi terpaksa aku memakai ini karna tidak pakaian yang lain.”

 

“Mian, aku pikir semua cewek suka memakai gaun.”ucap seokjin.

 

“Good job, hyung”Jimin dan jungkook malah menyukainya.

 

“Apanya yang good job. Ini semua ulah tukang gerutu itu, mana dia orangnya?”

 

“Maksudmu yoongi hyung? Dia ada disana”jungkook menunjuk tempat yoongi

 

Hyerin berjalan kesana. Yoongi terlihat sangat lelap tidurnya.

 

“Hei, ireona”hyerin mencoba membangunkannya.

 

“Hmm”yoongi pun terbangun, dia melepas kaca mata hitam yang ia pakai dan melihat siapa yang membangunkannya. Matanya mengernyik karna terpahan cahaya.

 

“Hei, bangun cepat”hyerin memperkeras suaranya.

 

“Ng..nugu?”ucap yoongi sembari mengucek matanya.

 

“Ya! Ini aku, hyerin!”

 

“Hyerin? Oh hyerin, kenapa kau memakai baju seperti itu?”ucap yoongi, dia memperbaiki cara duduknya yang tadinya bersandar dikursi.

 

“Ini ulahmu, karna langsung menarikku kemarin tanpa membawa baju sedikit pun. Otokke? Aku tidak suka pakai gaun, dan mereka terus menertawaiku memakain gaun seperti ini”

 

“Menertawai? Siapa yang menertawaimu?”

 

“Mereka! Teman-temanmu!”hyerin menunjuknya.

 

“Mereka bukan menertawaimu, mereka senang melihatmu memakai gaun seperti itu.”yoongi berdiri dari duduknya. “Kalau kau nggak suka memakai itu, kau bisa pinjam bajuku”lanjutnya sembari berjalan menuju tempat barbeque.

 

“Ishh! Mana mungkin aku memakai bajumu!”hyerin pun ikut juga ke tempat barbeque.”

 

 

“Wahh, aku kenyang sekali. Rasanya perutku sudah penuh.”ucap jungkook.

 

“Ini enak sekali, aku sudah kenyang, tapi aku masih ingin memakannya.”Jimin juga sudah terlihat kenyang.

 

“Aku heran dengan hyerin? Dimana ia menyimpan semua makanan ia makan di badannya yang kecil itu?”ucap hoseok yang melihat hyerin masih lahap makannya.

 

“Siapa yang kau sebut punya tubuh kecil?!”ucap hyerin terdengar mengancam tapi masih dengan mulut penuh makanan.

 

“Hahaha, eh ngomong ngomong siapa yang mau cuci piring?”ucap hoseok berdiri dari duduknya.

 

“Nan shireo yo”jungkook ikut berdiri juga.

 

“Aku juga tidak mau”ucap Jimin.

 

“Bagaimana kalau kita suit saja.”

 

TBC

 

Mian kalo terlalu panjang, mian juga kalo banyak typo, ini pengerjaannya Buru Buru jadi mungkin masih banyak yang aku belum koreksi. Sekali lagi mianhe~~

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s