[BTS FF Freelance] The Academy of Vampire – (Chapter 9)

untitled-1-copylololol-copy-1

Tittle: The Academy of Vampire

Scriptwriter: Carishstea

Genre: Fantasy, Action, School Life, Mystery, Friendship, Romance

Main cast:  Go Aerin (OC), Kim Taehyung/V (BTS), Park Jimin (BTS), Min Yoongi/Suga (BTS), Jung Soojung/Krystal (f(x)).

Support cast: Choi Junhong/Zelo (BAP), Song Yunhyeong (iKON), Kim Jinhwan (iKON), Jung Eunji (APink), Jung Daehyun (BAP), Son Naeun (APink), Oh Sehun (Exo), Kim Jongin/Kai (Exo), Yook Sungjae (BTOB), Kim Namjoon/RapMonster (BTS), Hong Jisoo/Joshua (Seventeen), Kim Jiyeon/Kei (Lovelyz), Lee Mijoo (Lovelyz), Yoo Youngjae (BAP), Park Jin Young/Junior(GOT7), Mark Tuan/Mark (GOT7), Bae Suzy (Miss A), Do Kyungsoo/D.O. (Exo), and other (some will coming soon and maybe some will disappear).

*New special cast: Park Chanyeol (Exo), Byun Baekhyun (Exo), Kim Mingyu (Seventeen), and Jeon Jungkook (BTS)

Duration: Chapter

Rating: PG-13

Disclaimer: All the cast is owned by God. This story is pure mine. Inspired by my imajinaton. Sorry with typo and other. Please no bash, no plagiat, and don’t be siders. Okee, HAPPY READING!!!

 

***

Aku tak ingin mempercayaimu, Chanyeol. Tapi aku tak bisa sepenuhnya tak percaya. Jujur aku ketakutan. Dan ketakutanku itu kini menjadi kenyataan. Dia di sini.

.

Peperangan di Athena bukan hanya peristiwa paling besar dalam sejarah vampire, namun juga bagi kaum fana lainnya, atau mungkin beberapa manusia juga terlibat. Jangan salah mengartikannya.

***

.

The Academy of Vampire – Chapter 9

.

 

@a month later

-Jimin POV

Aku kini berjalan sendirian di lorong-lorong kelas. Kadaanku kurasa cukup kacau. Aku tak tahu siapa yang harus kuajak bicara. Hubungan persahabatanku dan teman-teman terdekatku menjadi canggung semenjak perang dingin antara Aerin dan Yunhyeong. Hubungan mereka saat ini juga masih kurang baik.

Sedangkan aku, Daehyun, maupun Jinhwan tak tahu harus berada di pihak siapa. Jika terlalu dekat dengan Aerin, maka Yunhyeong menjadi sensitive pada kami. Tapi aku tahu anak itu tak benar-benar marah. Mungkin hanya semacam kesal. Hal itu berlaku pula pada Aerin. Jujur, perselisihan di antara keduanya itu malah membuatku tak nyaman lebih dari mereka yang berselisih.

Aku kembali menghela nafasku ketika kudengar beberapa anak yang melewatiku bergosip tentang sikap Aerin yang mulai aneh belakangan ini. Dia makin dibenci saat ketahuan berpacaran dengan Min Suga di pesta perayaan hari jadi sekolah beberapa minggu yang lalu.

Dan kini Aerin benar-benar menjadi seorang yang pendiam. Aku tahu ia sempat dekat dengan V sekitar sebulan yang lalu. Tapi di hari setelah Eunji tertangkap, kurasa Aerin berusaha menghindari V, walau sangat jelas V melakukan hal yang sebaliknya. Aku yakin ada sesuatu yang membuatnya takut atau semacamnya pada V.

“Oh, kau sudah bertemu siswa barunya?”

“Mereka benar-benar hebat. Master-master yang mengajar di kelas dua selalu melebih-lebihkannya.” Kata-kata Mijoo yang sedang berjalan beriringan dengan Key itu sempat mengambil atensiku sejemang. Siswa baru? Sejak kapan akademi memasukkan siswa di luar tahun ajaran baru, huh? Dan tanpa perlu aku bertanya, mereka sudah pasti mengatakannya padaku, Key dan Mijoo yang hampir melewatiku itu, memelankan langkah mereka untuk mengajakku bicara.

“Oh, Jimin! Kau sudah melihat anak barunya? Mereka tampan. Sangat berbakat. Dan beritanya yang memasukkan mereka ke sini adalah menteri vampire sendiri.”

“Sungguh?” tanyaku seolah tak peduli.

“Ck, kau tak pernah mendengar berita atau semacamnya? Kenapa semua namja tak suka membicarakan orang, eoh? Bukankah membosankan menjadi seperti itu, Mijoo?” Aku tahu harusnya aku hanya diam dan mengabaikan dua vampire cerewet ini. Kenapa juga harus kujawab tadi?

“Lalu bagaimana dengan divisi mereka? Biar kutebak, mereka pasti akan masuk kelas khusus, bukan?” Entah apa yang membuatku harus kembali bersuara. Harusnya aku hanya diam, bukan?

“Kau pikir kenapa aku memberitahumu, bodoh?” Sekali lagi aku hanya bisa merutuki diri di dalam hati. Bodoh katanya? “Mereka di divisi es. Sepertinya juga akan ikut tes untuk ke kelas khusus,” jelas Key.

Mendengar penjelasan itu, setelahnya aku berjalan berusaha lebih cepat dari Mijoo dan Kei. Berharap mereka sadar jika aku tak mau melanjutkan berbincang dengan mereka. Toh apa peduliku pada junior. Entah mereka anak baru atau bukan, mereka tak ada hubungannya denganku.

Baru beberapa langkah kupercepat tungkai ini, seseorang menabrakku, dan setelahnya beberapa buku berjatuhan ke lantai sebagai akibat benturan tadi.

“Maafkan aku, sunbae!” ujar seseorang dengan cepat.

Aku tak peduli mau dia minta maaf atau apa. Toh, ini juga salahku yang tak berhati-hati saat berjalan. Aku membantunya memunguti buku-buku yang berserakan itu. Setelah selesai menatanya, kuberikan lagi bukunya pada anak itu. Namun ketika ia tersenyum seraya berterima kasih, aku tak bisa berhenti untuk menatapnya penuh telisik.

Hei! Jadi kau yang di sebut-sebut anak baru itu?

Tak berselang lama setelahnya, seorang anak berlari ke arah seorang yang menabrakku tadi. Wajahnya sungguh tak asing. Walau lima tahun sudah berlalu, aku masih bisa mengingat wajah mereka dengan jelas. Dan kurasa memang tak ada banyak perubahan pada keduanya. Yah, mereka masih tetap kuanggap sebagai sahabat terbaikku hingga sekarang.

“Oh, Jimin! Ini dia mereka!” teriak Mijoo yang kini sampai di dekatku.

“Biar kuperkenalkan kalian. Orang ini adalah senior kalian di divisi es nantinya. Park Jimin,” ujar Kei mengenalkan, “Dan Jimin, mereka adalah anak baru yang kuceritakan tadi. Kim Mingyu, dan Jeon Jungkook. Bukankah terlihat sangat berbakat?”

Aku tahu mereka berbakat. Dan aku sangat mengenal mereka. Tapi kenapa mereka seolah tak mengenalku, huh?

.

.

Dari kejauhan, seorang siswa yang sama-sama di kelas empat sepertiku, ia menjatuhkan barang-barang bawaannya, bersamaan dengan kristal-kristal bening yang memenuhi pelupuk matanya. Suara jatuhnya barang-barang itu, tentu saja membuatku, Kei, Mijoo, dan anak-anak baru itu mengalihkan pandangan kami padanya. Setelah sebulan berlalu, sekali lagi aku melihatnya menangis. Sungguh aku tak ingin melihatnya selalu seperti ini. Apa kau tahu? Saat yang paling kubenci adalah saat ia terlihat lemah.

.

Jungkook?!!

Apa kau serius? Park Chanyeol, kau harusnya mengatakan jika kau hanya membual. Kau harusnya tahu itu menyakitkan untukku.

Aku tak ingin mempercayaimu, Chanyeol. Tapi aku tak bisa sepenuhnya tak percaya. Jujur aku ketakutan. Dan ketakutanku itu kini menjadi kenyataan. Dia di sini.

.

.

.

Flashback

@a month before

-Author POV

Burung-burung itu mulai lenyap, menyatu menjadi satu, dan api dari mereka perlahan mereda, menampakkan wujud asli sang empunya kekuatan, seorang dari divisi api yang sangat berbakat, pikir Aerin.

Bersama V, Aerin berdiri dan melangkahkan kaki ke arah vampire divisi api itu untuk menyapanya, sekaligus memberikan pujian atas pertunjukan hebatnya tadi.

Seorang dengan pawakan tinggi itu pun berbalik, berniat mengenalkan dirinya pada Aerin. Sudah sejak lama ia ingin melakukan ini. Namun sebuah pantangan hati dan mental selalu menghalaunya. Jujur ia takut Aerin akan marah malah setelah mendengar semua.

Ia berbalik, dan mendapati seorang Aerin melangkah dengan wajah sumringah menyambutnya. Namun senyum yang terpatri manis di wajah gadis itu tak berselang lama setelah sang legenda yang biasa disebut dark phantom itu menunjukkan wajahnya. Ya, siapa juga yang tak mengenal wajah yang ada di mana-mana itu. Setiap dinding di jalanan vampire, dan tempat-tempat umum lainnya, dipenuhi oleh poster berisikan wajahnya. Seorang buronan terbesar bangsa vampire.

“Kenalkan, Rin. Dia adalah Sang Legenda Besar itu. Park Chanyeol. Bangsa vampire menyebutnya sebagai Dark Phantom.

“Dan…, Byun Baekhyun. Dia kakekku yang dikutuk menjadi werewolf immortal di usianya sekarang. Masih terlihat sangat muda, bukan?” ujar V setelah Byun Baekhyun yang sejatinya adalah kakek V, datang menghampiri mereka dan berdiri di belakang Chanyeol

Setelah V mengatakannya, wajah Aerin semakin lama malah semakin berkerut. Ia terlihat ketakutan. Gadis itu akhirnya menghentikan langkahnya, membuat V yang mulanya penuh senyum itu, menatapnya dengan keheranan.

Aerin menatap V balik dengan tatapan penuh tanda tanya. Meminta penjelasan atas semua hal yang tiba-tiba ini.

“Aku tahu kau menganggapku sebagai vampire yang aneh. Namun sejujurnya Rin, aku memang tak pernah menjadi seorang vampire.”

Aerin membuka mulutnya tak mengerti. Kerutan di dahinya makin bertambah, seiring V yang menatapnya dengan penuh arti.

“Kakekku seorang werewolf. Jadi menurutmu bagaimana denganku?”

Perkataan V itu cukup untuk membuat hati Aerin mencelos. Jadi mata-matanya bukan Jung Eunji. Ini semua murni adalah V.

“Nama asliku Kim Taehyung. Margaku adalah Kim, sebab kakekku tak memiliki seorang putra. Dan kenapa aku repot-repot masuk ke akademi vampire? Kurasa Chanyeol hyung saja yang menjelaskannya. Aku yakin kau juga penasaran tentang jati dirimu. Ia akan menjelaskannya juga kuharap,” jelas V seraya menepuk bahu Aerin pelan. Ia masih menatap Aerin dalam, hingga akhirnya gadis itu tertunduk malu dibuatnya.

Setelah itu V tersenyum kecil, dan kembali berujar,

“Akan kuberikan waktu kau sendiri bersamanya. Aku juga ada sesuatu yang ingin kukatakan nanti.”

Sesegera setelah perkatannya, V berlari bersama Baekhyun menuju bagian lain dari hutan pinus. Tanpa ragu, mereka berdua mengubah diri mereka ke wujud serigala dan melarikan diri dengan cepat.

Jadi itulah sebabnya kau tak pernah melakukan teleport. Bukannya kau tak mau, hanya saja tak bisa.

Aerin masih memperhatikan dua manusia serigala yang semakin ditelan cakrawala itu. Setelah bayangan keduanya tak terlihat lagi, barulah ia beralih menatap Chanyeol dengan penuh selidik,

“Jadi Phantom, kita harus mulai darimana?”

Chanyeol berdehem pelan dengan senyumnya,

“Jangan seperti itu. Panggil saja Chanyeol. Jangan panggil aku Oppa juga. Aku risih mendengar sapaan itu. Cukup Chanyeol,” ujar Chanyeol dengan cengiran lebarnya.

Aerin tak membalas atau merespon perkataan Chanyeol sama cerianya. Ia menatap seorang di depannya itu dengan tatapan jengah. Tak terliht seperti ia telah mengidolakan sosok itu jauh sebelumnya.

“Kau kenapa, Aerin-a?” tanya Chanyeol yang mulai mengerti sikap tak suka Aerin.

“Ceritakan padaku semua. Semuanya,” ujar Aerin dengan menatap Chanyeol dalam, “Siapa aku? Kenapa aku harus selalu bersembunyi? Kenapa sepertinya pengadilan juga mencariku? Kenapa aku memiliki semua kekuatan divisi? Dan kenapa… kenapa Yoon A bisa mati karenaku? Kanapa ia harus repot-repot merenggang nyawa demiku? Kenapa ia harus meelindungiku?

“Sejak dulu, aku mengidolakanmu sebenarnya. Yoon A banyak bercerita tentangmu dan Baekhyun. Kalian sepertinya sahabat dekat. Mungkin dulu aku memang lambat mengerti. Tapi setidaknya kini aku bisa mengajukan sebuah hipotesa. Yoon A sudah mengenalku sejak lama, dan ia tahu bagaimana aku mendapatkan semua kekuatan ini. Sama halnya denganmu, Chanyeo. Dan aku yakin Baekhyun juga mengetahui segalanya.”

Kata-kata tajam yang dikeluarkan Aerin itu, sukses membuat cengiran Chanyeol dan wajah cerianya itu beralih serius. Ia melangkahkan kakinya ke depan, berniat mengikis jarak antaranya dengan Aerin.

“Aku turut berduka atas kematian Im YoonA. Maaf atas semuanya.”

Chanyeol mendekap Aerin sekedar mengisyaratkan bahwa atas kematian YoonA itu, ia juga merasa kehilangan. Bahkan lebih menyakitkan untuknya karena mereka adalah teman selama kurang lebih lima puluh abad.

“Aku benar-benar minta maaf. Maaf tak bisa menyelamatkannya. Atau setidaknya membawanya, begitu pula denganmu bersamaku. Harusnya kami memang tak pernah berpencar. Aku tahu pasti akan ada konsekuensi.”

Gadis itu kembali meneteskan air mata mengenang pengasuhnya. Bahkan berada di dekat seorang yang menjadi teman baik YoonA, cukup untuk Aerin merasakan kehadiran kembali YoonA.

“Phantom, kumohon ceritakan semuanya. Siapa aku dan siapa kalian bertiga sebenarnya.” Aerin berujar segera setelah Chanyeol melepas pelukannya. Pria itu pun menatap Aerin dengan tatapan yang tak bisa Aerin tangkap maksudnya. Namun setelah itu, Chanyeol tersenyum lembut dan mulai membuka suara,

“Bagaimana pelajaran sejarah vampire mu di sekolah? Master Jung benar-benar ahli di bidang itu. Jangan remehkan dia hanya karena usianya yang lapuk. Dia mengajarkan banyak hal, dan jika kau ingin tahu, kau ada di dalam salah satu sejarah itu,” jelas Chanyeol. Ia berjalan mendekati tepi tebing, mengambil duduk, dan mengayunkan kakinya bebas di udara.

“Aku selalu mendengarkan Master Jung. Bagian sejarah mana yang aku ada di dalamnya?” Aerin pun ikut melangkah maju mengikuti Chanyeol, dan duduk di sebelahnya, seraya menatap ke arah lautan lepas.

Mendengar Aerin yang kini sepertinya sudah merasa nyaman, Chanyeol pun menaikkan kedua sudut bibirnya menciptakan sebuah lengkungan manis di antara lesung pipinya.

“Pernah dengar peperangan Athena?”

“Pengeboman terbesar dalam sejarah bangsa vampire itu? Guru Jung banyak menceritakannya. Ia sering sekali membahasnya.”

“Apa kau pikir ia melakukannya tanpa sebab?”

“Apa?”

“Mungkin ia sengaja sering menyinggungnya agar kau ingat sesuatu? Atau merasakan suatu yang aneh? Apa aku salah?”

Aerin pun menatap Chanyeol dengan mata yang dibuatnya menjadi besar. Bibirnya mengatup rapat tak tahu apa yang bisa diucapnya sebagai balasan dari perkataan Chanyeol barusan.

“Dia sepertinya tahu kau berbeda dengan yang lain. Ia memberimu petunjuk supaya kau bisa memahami sesuatu dalam dirimu sendiri. Ingat kata-kata pertama yang ia ucapkan ketika membahas peperangan di Athena? ’Peperangan di Athena bukan hanya peristiwa paling besar dalam sejarah vampire, namun juga bagi kaum fana lainnya, atau mungkin beberapa manusia juga terlibat. Jangan salah mengartikannya, mengerti!’ ”

Sekelebat ingatan tentang pelajaran-pelajaran awal yang di terima Aerin di akademi, kembali dilihatnya dalam pikiran. Bagaimana Master Jung selalu menatapnya dengan senyum bahagia. Bagaimana ia selalu memancarkan kasih sayang pada gadis itu, tanpa seorang pun yang sadar, terkecuali Aerin tentu saja. Bagaimana ia terkadang terlihat sangat bersemangat saat menjelaskan peperangan di Athena, walau usianya sudah tak bisa dikatakan tua lagi. Sangat, sangat, sangat, dan sangat tua.

“Jadi aku adalah salah satu yang terlibat? Lalu aku di bagian yang mana? Kurasa aku bukan bagian dari vampire sejak awalnya,” ujar Aerin seraya tertawa kecil. Kini ia mulai paham apa yang dikatakan masternya itu. Apa yang dikatakan V sebelumnya.

“Ya, vampire adalah bagianku, YoonA, dan Baekhyun. Kami adalah peneliti di markas utama Athena,” jelas Chanyeol.

“Markas itu adalah tempat penelitian?”

“Tempat penelitian terbesar di eranya,” ujar Chanyeol yang balas direpon Aerin dengan sebuah anggukan takjub.

“Apa yang kalian teliti?”

Chanyeol memberikan jeda selama beberapa detik sebelum ia menjawabnya. Ia menatap Aerin dengan tatapan sendu, kemudian dengan tiba-tiba membuat sebuah senyuman hangat untuk Aerin. Ia mengehla nafas sejenak, dan akhirnya mulai berkata-kata,

“Masa itu adalah masa dimana vampire dan werewolf masih berseteru keras. Kami berperang bahkan dengan melibatkan mahluk lain. Di abad itu, aku dan semua rekan kerjaku mendapat perintah dari menteri untuk menciptakan vampire immortal dengan kekuatan yang melebihi yang lain. Seorang vampire dengan kekuatan super.

“Setelah berulangkali melakukan percobaan, kami sadar gen dari bangsa kami tak bisa dicampurkan. Kekuatan tiap divisi dalam bangsa vampire, semuanya bertolak belakang. Jika dipaksakan, sama saja dengan bunuh diri. Mengurangi populasi bangsa sendiri. Maka dari itu, menteri dan ajudannya memerintahkan bawahan khususnya untuk menculik bangsa fana lain. Centaurus, manusia serigara, penyihir, dan hantu lainnya mereka kumpulkan secara diam-diam untuk dijadikan objek percobaan kami.

“Di luar perkiraan kami, perkembangan peneltian selanjutnya mengalami kemajuan pesat. Kurasa dengan itu, menteri akan mengehentikan kegiatannya mengambil mahluk dari bangasa lain dengan illegal, karena timku yakin sedikit lagi kami pasti berhasi. Namun bukan itu yang dipikirkan oleh menteri. Ia menginginkan memiliki banyak pasukan khusus. Sederetan prajurit khusus dengan kekuatan luar biasa yang akan selalu berada di pihaknya.

“Dengan rencana mengerikan itu, ia menjamah ke dunia manusia dengan populasi yang paling banyak dibanding mahluk lain. Dari sanalah kau berasal, Aerin-a. Sama halnya dengan sebelum-sebelum itu, mereka menculik para bayi manusia yang masih berusia beberapa bulan untuk dijadikan objek percobaan.

Para bawahan itu langsung memasukannya ke dalam tabung reaksi raksasa khusus yang biasa kami gunakan sebagai tempat objek percobaan. Tak ada pilihan lain selain menuruti perintah menteri. Kami melakukan segala hal yang kami bisa, atau kami dan keluarga kami akan dieksekusi mati oleh pengadilan.

“Namun setelah percobaan itu terus-menerus berlangsung, yah, aku dan rekan-rekanku mulai merasa seperti seorang yang teramat kejam. Kami sadar kami telah melakukan kejahatan besar dengan mengambil hak objek-objek kami untuk bebas. Sejujurnya mereka harusnya memang tak pernah terlibat dengan perang antara bangsa kami dan werewolf. Tapi kami memaksa mereka untuk terlibat. Dan dengan cara yang tak manusiawi.

“Obat-obatan dan bahan kimia yang kami berikan ternyata memiliki efek teramat menyakitkan bagi pemakainya. Aku, YoonA, dan Baekhyun, yang sejatinya memang adalah rekan dekat, meneliti satu hal lagi. Obat yang kami berikan, salah satunya memiliki efek yang teramat buruk. Objek-objek yang sudah kami jaga cukup lama, mulai menunjukkan reaksi mereka. Mereka bisa mengeluarkan diri dari tabung reaksi, dan mulai menyerang para peneliti.

“Akhirnya kami mengurung mereka dalam sebuah sel tahanan khusus. Dan bagi objek-objek baru, kami berencana tak melanjutkan penelitian kami setelah sadar jika kami menciptakan monster, bukanlah sekedar senjata. Penelitian itu dibubarkan, dan mendapatkan pertentangan keras dari semua bangsa fana. Mereka mengancam akan memusnahkan bangsa vampire jika kejadian ini mash terus berlanjut.

“Kami bisa apa? Selanjutnya kami mendapat perintah dari pengadilan untuk bertanggung jawab akan apa yang telah kami lakukan. Mereka menyalahkan kami para peneliti yang tak mampu membuat prajurit elite impian menteri. Kemudian kami dipaksa untuk menyembuhkan semua objek percobaan kami dari pengaruh bahan-bahan kimia yang kami berikan sebelumnya. Kau tahu itu sangat mustahil untuk dilakukan. Namun kami tak diberi pilihan apapun selain menyembuhkan mereka.

“Jika boleh jujur, aku senang diberi kesempatan untuk memperbaiki apa yang telah kulakukan sebelumnya. Tapi mulai terjadi hal-hal janggal lain. Seseorang dari atas memberikan perintah diam-diam untuk melanjutkan penelitian kami. Dan yah, tim penelitian mulai terpecah. Beberapa vampire masih mengurusi penelitian itu, dan yang lainnya setuju untuk berusaha mengobati objek percobaan kami yang gagal, agar menteri tak curiga.

“Aku sungguh menyesal karena aku berada di dalam tim yang harus mengurusi penelitian objek kami. Begitupula dengan Baekhyun dan YoonA. Di sana kami membuat objek yang hampir sempurna. Ia akhirnya menjadi seorang vampire dengan kekuatan special, dan ia bisa mengendalikannya. Kami merawatnya dengan dipenuhi kasih sayang. Namun kami merahasiakannya dari vampire lain, karena mungkin ini bisa berbahaya mengingat usianya yang baru menginjak dua tahun.”

“Dan apakah orang itu aku?” Aerin sempat menyela ketika Chanyeol menghentikan kata-katanya sejenak. Chanyeol terlihat ragu untuk mengatakannya. Namun akhirnya ia mengangguk samar.

“Lalu bagaimana aku bisa bertemu keluargaku yang sekarang?”

“Aku dan rekan-rekanku sadar tindakan kami dilarang oleh pemerintah vampire. Tapi sekali lagi kau tahu, kami tak diberi pilihan. Lambat laun berita soal penelitian berlanjut kami sampai di telinga menteri vampire. Saat itu sepertinya juga ada pemberontak yang menyusup. Entahlah. Tapi tiba-tiba kami merasakan tanah di daerah itu bergetar hebat. YoonA yang sejatinya adalah seorang dari divisi ilusi, langsung bisa menangkap bayangan para pasukan pengadilan mendekat ke arah markas kami. Kami yang tahu hal seperi itu pasti akan terjadi, pun melarikan diri.

“Kau tahu betapa sayangnya kami kepadamu? Yah, kami tak bisa meninggalkanmu di sana. Begitu pula seorang objek percobaan lain. Kami membawa kalian keluar dari sana dengan susah payah. Beruntungnya kami masih bisa melakukan teleport ke tempat yang cukup jauh dari markas, walaupun masih di wilayah Yunani. Tepat lima sekon setelah kami meninggalkan markas, mereka membumihanguskan daerah Athena. Pengeboman besar-besaran dari pemerintahan vampire sendiri.”

Seraya mendengarkan, Aerin sekali lagi dibuat iba oleh cerita Chanyeol. Kenapa harus ada yang melewati masa-masa seperti itu. Bukankah itu kejam?

“Setelah itu, kami menjadi buronan besar bangsa vampire. Baik aku, Baekhyun, maupun YoonA. Mereka belum menyebutku ‘Dark Phantom’ di masa itu. Kau sendiri tahu bagaimana aku mendapatkan julukan itu.

“Aku membawa seorang anak bersamaku. Dan YoonA yang membawamu. Saat itu kami sedang dihadang oleh seorang penyihir. Baekhyun memutuskan untuk melawannya sendirian dan memintaku dan YoonA lari menyelamatkan kalian. Itulah bagaimana kami bisa terpencar. Aku tak tahu apa yang terjadi setelahnya. Namun setelah kejadian itu, baik aku, Baekhyun, maupun YoonA, kami tak bisa bertambah tua lagi. Bahkan kami sempat mengira bahwa kami immortal. Tapi nyatanya, kau tahu sendiri sepertinya bukan kutukan semacam itu yang kami terima,” jelas Chanyeol.

“Maksudmu kutukan? Apa penyihir itu yang melakukannya?”

“Aku tak tahu. Baekhyun tak pernah mau menceritakan apa saja yang terjadi saat ia melawan penyihirnya. Ia bilang lebih baik untuk tak mengetahuinya. Aku tak bisa menemukan YoonA dan Baekhyun untuk waktu yang lama. Beberapa dekade lalu, aku berhasil kembali berkumpul bersama keduanya. Baekhyun dulunya seorang vampire divisi cahaya. Namun di saat aku menemuinya, ia sudah berubah menjadi seekor werewolf putih yang kehilangan kekuatan divisinya.” Chanyeol tersenyum masam setelah menceritakan semuanya.

“Saat aku bertemu YoonA, ia bilang selama ini kau tak bisa tumbuh sama seperti kami. Kami pecahkan kasus itu bersama, dan akhirnya, kami berhasil membuatmu dan Jimin tumbuh normal seperti vampire lainnya enam belas tahun lalu,” lanjut Chanyeol.

“Tunggu! Jimin kau bilang, Phantom?” ulang Aerin.

“Tidakkah ia sudah memberitahumu?”

“Apa yang… apa yang kau maksudkan? Ada sesuatu yang harusnya ia beritahu padaku?” kini wajah Aerin yang mulanya bersantai itu, perlahan mulai memerah.

“Dia adalah anak lain yang kumaksudkan tadi, Rin-a. Kau bukanlah satu-satunya objek percobaan kami yang selamat. Ada satu orang lagi yang kukatakan ia pergi bersamaku tadi. Dan yaa, dia adalah Jimin,” ujar Phantom yang kini malah membuat kepala Aerin berkecamuk.

Oh, Park Jimin! Kenapa dia tak pernah cerita?!!

Melihat reaksi tiba-tiba Aerin itu membuat Chanyeol sadar jika mungkin bukanlah hal ini yang direncanakan Jimin. Tapi kenapa ia tak pernah mengatakan identitasnya pada seorang yang bisa dikatakan saudaranya itu? Akan lebih mudah untuk melindungi Aerin jika ia mereka saling mengetahui identitas satu sama lain.

“Park Chanyeol. Jelaskan padaku apa rencana kalian sekarang!” ujar Aerin dengan nada serius. Ia menatap Chanyeol dengan tatapan mengerikan.

Chanyeol mengerti Aerin terlihat tak senang sekarang. Ia pun bersiul, memberikan isyarat pada sekutunya untuk kembali ke tempat mereka mereka berkumpul sebelumnya.

Tak lama setelah itu, Aerin bisa melihat seorang Kim Taehyung bersama Byun Baekhyun, berlari ke arahnya. Mereka kembali merubah wujud mereka seperti manusia biasa, dan menatap Aerin dan Chanyeol dengan pengan penuh senyum.

“Baek, kau yang jelaskan semua pada Aerin,” pinta Chanyeol pada Baekhyun yang masih tak mengerti dengan sikap kedua orang di hadapannya ini yang sama sekali tak mau membalas senyumannya.

“Kau kelihatan tak senang, Rin. Ada yang salah?” Kini V menatap Aerin dengan penuh prihatin.

“Bisa kau jelaskan, tentang misimu itu, V? Semuanya. Hingga rekan-rekanmu. Bahkan semua informasi yang telah kau dapatkan selama ini,” ujar Aerin tiba-tiba yang tak bisa dibalas apapun oleh V. “Jangan khawatir Chanyeol, aku bukanlah musuhmu. Akan sulit pula keadaannya untukku jika semua ini kubocorkan. Akan kujaga mulutku baik-baik,” lanjut Aerin setelah sadar jika Chanyeol sempat dibuat teralihkan perhatiannya oleh ucapan Aerin tadi.

Baekhyun pun menghela nafasnya sejenak sebelum menjelaskan,

“Kau ingin mulai darimana? Tapi aku masih belum bisa memberikan seluruh informasinya. Kau tahu apa yang terjadi pada Jung Eunji temanmu itu? Ia tertangkap karena diberi ramuan kejujuran. Ia tak bisa berbohong. Bagaimana jika hal yang serupa terjadi padamu?”

“Kami mengira beberapa bangsa vampire ingin memusnahkan bangsa werewolf lagi. Beberapa orang itu ingin berkuasa. Bukan hanya atas werewolf, tapi semua mahluk fana yang ada. Dan jika telah berhasil, kurasa dunia manusia juga akan dijamahnya,” jelas Chanyeol.

“Mana mungkin menteri segegabah itu. Bagaimana ia bisa menang melawan semua mahluk fana yang ada. Ada perjanjian yang mengikat kita semua. Jika dialanggar, bangsa yang melanggar itu harus dimusnahkan. Selamanya.”

Teriakan Aerin itu mengambil atensi V, hingga akhirnya ia ikut buka suara.

“Bukan menteri pelakunya. Tapi seorang bawahannya. tak menarik kemungkinan bahwa ia juga bisa mempengaruhi menteri.”

“Apa?”

Aerin masih membuka mulutnya tak percaya.

“Lalu apa hubungannya denganku? Aku tak mungkin dilibatkan dalam hal ini, bukan?” Kini Aerin mulai khawatir akan keadaannya sendiri.

“Masalahmu lain lagi,” sergah Chanyeol cepat.

“Masalahnya kau dan Si Phantom Junior adalah satu-satunya objek percobaan kami yang selamat. Menurutmu akan diapakan kalian jika tertangkap oleh pengadilan? Mereka mungkin akan menangkap kalian demi menjaga hubungan yang baik dengan bangsa lain. Dan apabila seorang dari pengadilan yang berencana berkuasa itu menemukanmu, ia mungkin malah akan mengambil alih kendalimu. Ia bisa memperalatmu sebagai senjata,” jelas Baekhyun yang kini malah membuat Aerin semakin dibuat pusing oleh penjelasannya itu.

“Aku baru mendapat informasi ini bersama Kyungsoo. Mereka mengirimkan mata-mata lain ke akademi. Beritanya mereka dari kaum manusia. Kudengar ini adalah cara yang cukup andal untuk menemukanmu, Aerin-a.” Chanyeol yang sekarang berdiri cukup jauh dari Baekhyun dan Aerin itu, menambahi. Terselip pula perasaan khawatir di dalam kata-katanya tadi.

“Kau serius, hyung?”

“Aku baru mendengarnya setelah Jung Eunji tertangkap. Mungkin kita malah membuka peluang mereka dengan menangkap gadis itu.”

“Bagaimana pun, cepat atau lambat, gadis itu juga akan bisa keluar dari selnya. Menteri selalu di pihaknya, dan dia benar-benar hebat dalam mempengaruhi seseorang,” tambah Baekhyun yang kini malah membuat Aerin semakin menakutkan.

“Kau tak perlu setakut itu, Aerin-a. V dan Chanyeol keci alias Si Phantom Junior itu selalu melindungimu. Mereka akan selalu di sekitarmu, bahkan walau kau tak menyadarinya.”

Kata-kata Baekhyun itu sempat memberikan rasa aman di benak Aerin. Namun hal itu tak berselang lama, setelah pikiran-pikiran paranoid lain mulai menghinggapi pikirannya lagi.

“Kumohon. Jelaskan semuanya. Misi kalian. Tujuan kalian. Aku tak tahu aku berada di pihak mana. Pengadilan mengincarku. Dan pasi sudah berjalan selama lima puluh abad ini. Hei, jika seperti ini kenapa tak bairkan aku meledak bersama objek-objek percobaan lain? Kenapa harus aku yang diselamatkan? Atau setidaknya kenapa kau tak membawa seorangpun objek percobaan bersamamu, Baekhyun?

“Atau… atau kalian punya rencana lain? Bukankah mungkin juga kalian memanfaatkan kekuatanku ini? Dan werewolf, sekalipun dulunya aku manusia, aku tak pernah menyukai anjing. Jika kalian masih bersih keras tak mau berkata apapun, maaf saja, aku tak pernah mengakui kalian sebagai kawan. Mungkin musuh? Entahlah…

“Hanya saja, aku belum bisa percaya sepenuhnya pada kata-kata kalian. Untuk sementara ini, kuanggap aku tak pernah mendengar apapun dari kalian. Dan V? Apa kau akan memberitahuku semua detail misimu?” ujar Aerin panjang, diakhiri pertanyaan memojokkannya kepada V.

Orang yang ditanya itu hanya bisa tersenyum canggung seraya menggaruk belakang kepalanya yang tak terasa gatal. Aerin masih menatapnya penuh harap, namun bocah itu juga tak bisa mengatakan apapun demi sekutunya.

“Maafkan aku, Rin. Akan kuberitahu kau ringkasnya nanti,” ujar V akhirnya.

Aerin memutar bola matanya malas seraya menahan air di pelupuknya.

“Mulai sekarang aku tak akan pernah mencoba masuk ke pikiranmu lagi. Dan soal tawaranmu untuk pergi ke pesta perayaan hari jadi sekolah bersama, maaf saja, kau tahu aku berpacaran dengan Suga. Tentu aku akan kesana bersama Suga. Terimakasih atas semua bantuanmu. Aku tahu ini tak pantas untuk diucapkan. Tapi kumohon, aku ingin kau yang melindungiku jika kau masih bersedia melakukannya.”

Setelah selesai dengan kata-katanya, Aerin menghilang dengan teleportnya menuju kamar asrama miliknya dan Suzy. Jujur ia tak ingin melakukan hal itu. Berteriak kepada orang-orang yang sangat berarti untuknya. Sang idola, juga seorang yang ternyata memang selalu melindunginya semenjak pertama ia bersekolah di sini.

Setelah Kim Jinhwan yang diserang graver, Jung Eunji yang tertangkap sebagai mata-mata, Song Yunhyeong yang menjadi aneh dengan membuka rahasia Aerin, V yang ternyata bukan seorang vampire melainkan adalah werewolf, Jimin yang ternyata adalah Si Phantom Junior, yang dikatakan putra dark phantom itu, sekarang dirinya adalah seorang monster yang bisa dibunuh, atau malah dimanfaatkan untuk kejahatan.

Sulit untuk menerima semua kenyataannya di saat yang bersamaan. Ayolah, hanya dalam waktu dua hari, semuanya sudah berubah. Mengubah semua pandangan Aerin tentang akademi ini. Sekali lagi ia teringat akan kata-kata orang tuanya.

“Jika kau benar-benar ingin tahu, kau akan menyakiti dirimu sendiri.”

Ya, mereka benar. Rasanya seperti menyakiti diri sendiri. Harusnya memang ia tak pernah mencari tahu. Akan lebih bagus jika saat ini dan seterusnya ia masih dikurung di rumah besarnya, dengan penjaga yang pasti selalu menjaganya. Akan lebih baik jika ia tak mengetahui segalanya.

Bukan masalah Aerin benar-benar ingin tahu misi para werewolf itu. Ia hanya ketakutan menerima kenyataannya. Ia hanya ketakutan mengetahui dirinya sangat dicari. Ia sangat ketakuatan mendengar seorang Dark Phantom selama ini samapi selalu mengawasinya, saking khawatir akan keadaannya.

Kemudian tentang Jimin. Ia agak menyebalkan karena Aerin tak tahu sama sekali jika Jimin juga memiliki kekuatan yang sama sepertinya. Ia selalu bersikap bodoh dengan seolah selalu meminta arahan dari Aerin untuk melakukan teknik divisi es. Menurut Aerin, jika Jimin tumbuh bersama seorang Dark Phantom, tentunya ia lebih menguasai semua teknik divisi melebihi Aerin. Mungkin salah satunya adalah memanipulasi pikiran, yang selalu dilakukannya. Ia sepertinya bisa mengubah isi pikiran sesuai yang ia inginkan. Tak ada yang bisa masuk ke pikirannya. Lalu teknik medis yang menakjubkan itu, mungkin itu juga salah satu kelebihan Jimin.

“Argh……” Aerin menggeram tak jelas sambil mengacak-acak rambutnya kesal. Biarlah untuk saat ini semua berjalan apa adanya. Toh Eunji sudah tertangkap. Hal itu harusnya meringankan beban Aerin, bukan. Bahkan ia punya dua orang penjaga yang kata Baekhyun bahkan tanpa Aerin sadari selalu melindunginya. Ia juga punya Suga, yang notabane adalah namchinnya. Tentu saja Suga juga akan melindunginya.

Walau mungkin setelah ini, hubungannya dengan sahabat dekatnya akan menjadi berbeda, biarlah ia mengikuti alurnya, dan membiasakan diri. Walau setelah ini mungkin hubungannya dengan V maupun Yunhyeong akan terasa aneh, namun ia akan mencoba membaur dengan baik. Dan soal Jimin, lebih baik untuk berpura-pura tak mengetahui apapun tentangnya. Aerin tak ingin mengacaukan hubungannya dengan orang lain lagi. Jadi biarlah ia dan Jimin berlaku seperti dulu. Biarlah anak itu tetap berakting menjadi anak bodoh. Pun Aerin tak suka jika temannya itu tiba-tiba menjadi lebih hebat dan pintar darinya. Biarlah semua berlalu dengan apa adanya.

-Flashback off

.

.

.

@koridor kelas

-Aerin POV

Aku masih mematung melihat salah seorang di sana. Aku yakin dia benar adalah Jungkook, yang selama ini kuanggap sebagai adikku.

Mereka semua memandangku karena bukuku ini yang berisik. Termasuk Jungkook. Ia ikut menatapku dengan tatapan penuh tanda tanya. Merasa tak bisa mengendalikan wajahku, akhirnya tepat setelah setetes likuid ini mulai berjatuhan, aku berlari, mengabaikan buku-bukuku yang masih berserakan di lantai. Aku tak ingin siapapun melihatku menangis tentu saja. Dan jujur, tak ada tempat di akademi ini yang sepi dari para vampire.

Akhirnya kuputuskan untuk berteleport keluar. Masa bodoh dengan hukuman yang nantinya akan kuterima. Aku berteleport asal, hingga akhirnya kudapati diriku berdiri di bawah sebuah pohon besar. Hm, tepat seperti yang kuinginkan. Aku menenangkan diri sepuasnya di sana. Mengambil kesempatan untuk tidur dengan tujuan menenagkan diri.

Namun baru beberapa menit tubuhku ini dimanjakan oleh kenyamanan angin hutan dan suasananya, seseorang tiba-tiba menggangguku dengan meniupkan gelembung-gelembung sabun ke arahku.

“Bodoh.”

Aku bisa mendengar ia bergumam pelan tentangku. Dan suara orang itu, yah, aku sangat mengenalnya.

“Kau pikir kau akan aman dengan menangis seperti itu di sini, huh?”

Cklek!

“Apa yang…-“ aku tak bisa menyembunyikan ekspresi kesalku setelah mendapati seseorang di depanku ini tersenyum jahil dengan memegang sebuah kamera di tangannya.

“Kenapa? Aku hanya sekedar memfoto wajah jelekmu saat menangis itu, Rin. Kkkkkk. Dan apa ini? Kau barusan bermimpi sesuatu, huh? Kenapa menangis begitu?”

Aku hampir saja memukul orang ini, jika ia tak segera mengeluarkan sebuah kain kecil dari saku jubah sekolahnya. Ia benar-benar membuatku terkejut saat ia tiba-tiba mengikis jarak di antara kami, dan mengusapkan kain kecilnya itu pada bulir-bulir air mata di pipiku.

Aku tak bisa berhenti memerhatikannya yang sibuk menghilangkan jejak-jejak air mata di wajahku itu. Jujur aku tak ingin punya hubungan dingin dengannya. Namun egoku yang lebih berkuasa atas diriku ini tak mau mengalah.

Maaf karena selalu mencoba menghindarimu, walau aku tahu kau selalu melakukan hal yang bertolak belakang denganku. Aku tak tahu kapan ini dimulai. Tapi kurasa aku yakin akan hal itu sekarang. Yah, kurasa aku memang benar mulai menyukaimu, V.

Dan maaf atas segala sikap bodohku selama ini. Harusnya aku memang tak pernah menghindarimu saat kau melakukan hal yang sebaliknya. Kuharap kau membaca pikiranku saat ini karena aku sedang membukanya.

Kemudian sebuah kurva ke atas menghiasi wajah pria itu, dan sempat membuatnya tertawa kecil, menampakkan senyuman bahagia dan sorot kesenangan dari matanya, hingga akhirnya ia bersuara,

“Hah! Kau benar-benar lucu, Go Aerin.”

-TBC

Halooaaa……

How’s your opinion about this? Akhirnya identitas Aerin keungkap juga. Juga Si bantet, dll. Well, hope you enjoy it. Hope you like it.

Don’t forget to leave your like and comment ne! ^^

THANKS FOR READING !!! :-))  *tebar kecup bareng Chanbaek ama Vmin*

Advertisements

18 thoughts on “[BTS FF Freelance] The Academy of Vampire – (Chapter 9)

  1. Alva

    Dark phantom itu Park chanyeol (si tower) lah.. Kok anaknya si phantom junior alias Park jimin bisa bantet sih?? Hahaha
    Juskid..
    Semangat buat author.. Ditunggu chapter 10 nya..

    Liked by 1 person

    1. Hahaha iya juga ya. Namanya juga anak angkat. Kkkk… yang pentik “Park” /LOL/
      Hihi makasii kalau nunggu 😭. Author belakangan sangat sibuk. So sorii… tapi nanti segera ngirim lagi. Hehehe. Hope you like it 😙😙😙

      Like

  2. Lisa Thouw

    JIMIN?
    TUH KAN BENER KAN SI JIMIN ITU ANAKNYA DARK PHAMTOM.HUAAAAAAA.

    AKHIRNYA KEKEPOAN KU TERJAWAB SUDAH. TP MSH BANYAK YG BIKIN PENASARAN SIH. SIPPLAH… NEXT CHAPTERNYA JGN LAMA2.KKKK~

    Liked by 1 person

    1. Whoaaa…
      Semoga pertanyaan-pertanyaan yang lain segera terjawab 😉
      Maepkeun diku yang ga upload” ini 😭
      Next chapnya kuusahain segera. Kkkk…
      Hope you still want to read it 😁😁
      Thanks for reviewnya Kaak

      Like

  3. bii

    Aih aih tambah seru aja dan ternyata kakek’a V itu Baekhyun omg dan dan dark pahntom itu Chanyeol ahhhh seruuuuuuu ga sabar baca cerita selanjutnya…. Tetep semangat dor nulis’a, dan jagan lama” nge post nya ya hehehe

    Liked by 1 person

    1. Aaaa, kusuka kalau tambah seru. Semoga next chap ga kalah seru 😂😂
      Ku minta maaf, ’cause this’ve been that much long, i knew 😭. Next chap segera dikirim. Kkkk.. Semoga kamu masih mau baca 😁😁. And hope you like it. *bow*

      Like

  4. 민 슬 라 (민 욘 기)😘

    🎬Guntur Saling Bersautan bleger …Bleger. ⚡☔

    angin bertiup kencang wusssshhhh 🌀🌊

    gunur mengeluarkan laharnya jhederrrr 🌋

    Dan siang berganti malam 🌗🐒
    kini iya mengeluarkan anaknya JrenG…🎸 jreng🎸 aku SEULRa KEMBLI … ohohooho …🐣

    Ouh alah …ouhalah ilah dhelah…ouhWwww 😮
    ternyata phantom junior si chimchim trus si kookie idup lagy apa gimnh ??? Apa diah di rubah jadi vampire kah ataw si kookie itu … em …itu …itu #aduh kelamaan mikirnya
    Bukanya dia pas kecil mati apa di ambil sama majelis hukum .??karna kegantenGan kayanya 😳😌#plak💫👋digamparjurik👻

    Aigoo thorr😱 aku jadi makin suka deh sama ceritanya 😊ternyata banyak LAKI aku👪, LAKI AKUyg main thor #narisalsa💃ㅋㅋㅋㅋ. suga😎 . Taetae 😆. Chimchim👶 . Thehun 😎. Jihnwa😚. Sekarang mingyu☺ and kookie😊 #digeplakfanssgrills 💫😵🚑🏥

    aigooo pengertian bnget dah authorrnimmmmmm….#gelendotan ditangan authorim manja 😊ㅋㅋㅋ

    미안 suka overdose #udahbiasagila😜
    Authorrnim Aku jadi tambah!! tambah !!tambah !!tambah !!tambah!! tambah !!ttambah !!tambah !!#ngasohdulucape😨💦💧
    Tambah !!tambah !!tambah!!!!!!! ngefannnsss dah ah ama authorrnimtercintah #cipikacipikisamaauthor 😙😚💋

    dengan SEMANAGT MEMBARA👊😤 BerKobar kobar🔥
    jadi …areng😒

    kukatakan📢📣 😤😆Goodluck !! 📢.fighting!!.📢 tadebayo!!📢. maanajah!! . Semuanya

    Mudah mudahan author di mudahkan dalam segalahal 👼 . Di mudahkan dalam membuat ff ini 👼. Biar tambah …
    mantap +menegangkan ×seru =JANGG 👍
    biar Selalu sehat authornya biar bisa buat ff terus👼 hihihi 😁

    Maaf 🙇Ya aku kebanyaka ngomong ya biar sama kaya authorr nya ngetik ff nya panjang jadi aku ngikutin deh ngetik komenya panjang juga …HE…HE…HE…HE walau sedikit gaje .
    😁biarlebih Menghargai gitu ..klomenurut aku … Oke see u 🙌thorr bubaybaybu 😽an안녕🙇
    dah Seulra pulang dulu 🚀🇰🇷wushhss.,

    Liked by 1 person

    1. Ya Tuhan. AKU TERHARU BACA COMMENTMU SEULRA-YA 😍😍😍
      Thanks banget, aku juga suka kalau commentnya panjang. Aku suka semuaaa 😂.
      Maafkan diku yang slow resp ini. Semoga di next chap ga kalah seru 😄. Btw ada satu lagi kejutan, yang sebenernya author juga ga tega 😭😭. But hope you always like it. Kkkk 😁.
      Maafin author yak yang kelamaan ngepost. Next chap segera kok. See you di sana.
      Well kita se-bias btw 😂😂😂

      Like

  5. khwria

    Aerin pacaran ama suga tapi diamah cinta ama V trus kookie jdi spy dan akhirnya Aerin tau kalau jimin adl dark phantom junior……
    makin seru next part ditunggu Thorrrr FIGHTNG……
    .

    Liked by 1 person

    1. Iya makin seru. Tapi terkadang aku ngerasa masalahnya mulai rumit /LOL/ 😂😂😂
      Semoga kamu ga lumutan nunggu*ooops*
      So sorriii atas my slow update 😭. This’ve been so long. So so so so much sorry.😟
      Semoga kamu ga bosen bacanya. Semoga kamu sukaak😁😁😁. Semoga next chap makin seru😆. Hehe *bow*

      Like

  6. Fanny

    Akhirnya kakak update!! Sdh nunggu lama bgt buat baca fanfiction epic ini! Duh mulai ada spy lagi nih? Aku berharap jimin juga kuat, dan akhirnya Love triangle gt antara aerin v dan jimin…? Entahlah.. ditunggu chapter berikutnya kak!

    Liked by 1 person

    1. Haii Fanny. Sorry for waiting that much long😭. The next chap, hope can upload soon.
      Kkk gimana yah nanti V-Rin? Silakan dibaca nanti 😉
      Btw sori atas slow resp ku. Semoga buat selanjut selanjutnya enggak. Hehe…
      Thanks for commenting 😍😍

      Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s