[BTS FF Freelance] You And Me — (Chapter 1)

uju

 

You And Me

Genre: School Life, Romance, Brothership, Friendship, Sad

Author: TameeYoon

Lenght: Chaptered

Rating: PG 15

Disclaimer: BTS hanya milik Tuhan, orangtua, Bighit.

OC punyaku.

Cast:

Lee Yuju

Park Jimin

Kim Sasa

Lee Yuhwan

Im Hana

Other: Kim Taehyung

Please do not plaghiat.

Silent readers? Hempas…tidak datang lagi! *ngusircantikalasyahrinibrngTaeTae

 

……………………………………………………………………………………………………………………………

1#

Ketika aku dan temanku menyukai orang yang sama. Aku mengalah. Dan rasanya..cukup menyakitkan.

-Lee Yuju

…………………………………………………………………………………………………………………………..

Matahari muncul perlahan memancarkan cahaya jingga-nya pagi di musim semi ini. Bunga-bunga yang tadinya terlelap kini perlahan merekah indah. Di kamarnya, seorang remaja lelaki mematut dirinya di cermin, dialah Lee Yuhwan. Tunggu, bukan dia peran utama kita.

Dia menuruni tangga menuju lantai bawah, di bawah sana ada meja makan. Kakak perempuannya, Lee Yuju, dan eomma-nya, sudah menunggunya sejak beberapa waktu lalu.

“Selamat pagi~” Sapa Yuhwan.

Yak! Pagi? Ini sudah hampir siang, kau tahu… aku sudah menunggu sejak dua puluh menit yang lalu. Cepat habiskan sarapanmu!” Sembari duduk, Yuhwan menatap kakaknya yang lebih tua setahun darinya itu.

“Pagi-pagi sudah mengomel. Nanti kau cepat tua loh” Goda Yuhwan sembari mengambil rotinya. Yuju nampak menahan amarahnya dan mengelus-elus dadanya.

“Aku masih sabar mempunyai adik sepertimu, Lee Yuhwan yang lelet dalam berdandan. Seperti perempuan saja” Mendengar itu, Yuhwan tak terima. “Mwo?”

“Dandanmu lelet. Seperti perempuan”

Mwo?!”

Yuhwan baru akan menghampiri meja kakaknya, kalau saja ibu tidak mencegahnya.

“Sudah, sudah! Kalian ini, seperti anak kecil saja. Akurlah barang sehari saja. Apa kalian tidak malu tetangga kita mendengar kalian bertengkar setiap pagi?”

Semua langsung diam. Yuhwan menatap kakaknya dengan tatapan mautnya. Yuju yang melihat itu hanya mencibirnya.

“Cepat makan sarapanmu, kita sudah terlambat ini. Kalau tidak, aku pergi duluan nih” Ucap Yuju. Yuhwan yang sedang marah padanya, menjawab. “Pergi saja duluan”

Yuju menatapnya menantang. “Oke. Aku pergi duluan. Jangan salahkan aku jika kau terlambat karena harus jalan kaki ke sekolah. Mengerti?” Yuhwan hanya mendengus tak peduli sambil memakan rotinya. Yuju semakin gemas dengan adiknya itu.

“Oke. Aku berangkat~” Yuhwan menatap kakaknya yang menghilang dibalik pintu.

Yuju menaiki sepedanya dan mulai mengayuh sepeda di jalan. Tapi dia teringat akan adiknya dan berhenti.

‘Apa dia tidak akan terlambat?’

Yuju menggelengkan kepalanya. “Tidak, dia itu sudah membuatku kesal. Biar saja dia terlambat” Yuju mengayuh sepedanya lagi, namun kemudian berhenti lagi.

‘Bagaimana kalau dia terlambat dan dihukum membersihkan toilet seluruh sekolah lagi? Ah, aku tak tega!’

Kala itu juga, Yuju memutuskan untuk memutar balik dan kembali kerumahnya. Sesampainya di rumah, ternyata Yuhwan sudah berangkat lewat jalan pintas.

Aish! Anak itu! Seharusnya aku tak perlu memikirannya. Dasar!”

Yuju melirik sekilas jam tangannya. “Ah, aku terlambat!” Serunya.

Yuju segera menancap gas dan melaju dengan cepat menuju sekolahnya.

 

***

 

Di sekolah, seorang murid ber-Name Tage Kim Sasa sedang membaca buku di dalam kelas. Sesekali dia menatap ke arah pintu seperti sedang memastikan seseoarang yang datang. Dia mendecak frustasi.

Duh… mana Yuju? Kenapa belum datang juga?… Apa dia terlambat?” Gumamnya. Sahabatnya Lee Yuju memang setiap hari selalu datang siang, tapi tidak pernah sampai terlambat begini. Sasa pun semakin gelisah menunggunya.

Dengan tergesa-gesa, Yuju memarkirkan sepedanya di pinggir gerbang sekolah. Setelah itu, dia berlari memasuki gerbang yang hampir ditutup oleh penjaga sekolah.

“Syukurlah aku masih bisa masuk..” Gumamnya sambil terengah-engah. Tapi dia merasa aneh melihat keadaan sekolah yang sepi. Sepertinya dia memang terlambat, mungkin bel masuk berbunyi sejak tadi. Yuju pun tak mau kena masalah dan berlari melintasi koridor menuju ruang kelasnya, kelas 11-3.

Tapi, sebelum itu terjadi, seorang guru piket berkumis tebal menghentikannya. Namanya Kim Jihoon.

“Ada apa pak? Saya terlambat” Ucap Yuju sambil terengah.

“Nah, kamu tahu kamu terlambat, kan?” Ucap guru Kim. Yuju menstabilkan nafasnya.

“Maaf pak” Ucapnya sambil menunduk. Guru Kim mencatat sesuatu di agenda yang dia pegang.

“Peraturannya, bila kamu terlambat, kamu akan kena sanksi. Kamu tahu itu kan?”

Yuju sudah menduga. Dia mengangguk.

“Kalau begitu, ikut saya” Ucap guru Kim. Yuju mengikutinya pasrah. Entahlah, walau Yuju sering datang ke sekolah siang, setidaknya 5 atau 10 menit sebelum bel berbunyi, itu juga karena dia harus menunggu adiknya yang super lelet itu. Selain itu, dia tidak pernah terlambat dan dihukum seperti ini.

Kini Yuju berakhir di toilet murid yang super bau dan jorok. Yuju menutupi hidungnya dengan tangan. “Mereka ini makan apa sih? Kenapa bau sekali..? Ya Tuhan…”

Tak mau berlama-lama, Yuju pun mulai bekerja sambil menahan nafasnya.

20 menit berlalu, dia hampir menyelesaikan tugasnya membersihkan toilet wanita.

“Akhirnya selesai juga..” Ucapnya. Namun dia teringat perintah guru Kim, dia juga harus membersihkan toilet pria. Nerakan baginya.

“Aih, aku harus membersihkan tempat terjorok di dunia itu? Aih~”

Dia nampak frustasi. Namun tak ada gunanya mengeluh. Ini kan kesalahannya. Dia harus bertanggung jawab atas keterlambatannya. Yuju pun mengambil alat pel dan memasuki toilet laki-laki untuk membersihkannya.

Noona

Yuju menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke belakang. Dia terkejut.

Yuhwan. Kenapa kau ke sini?” Kemudian Yuju tersadar.

‘Pasti dia izin ke kamar mandi dan mau mengejekku.’ Yuju baru akan bilang begitu ke adiknya, tapi tidak jadi. Karena sesuatu di wajah Yuhwan lebih menarik perhatiannya. Yuju menjatuhkan alat pelnya dan menghampiri Yuhwan dengan wajah khawatir. Dia mendongak karena Yuhwan lebih tinggi darinya.

“Wajahmu kenapa? Kau habis berkelahi?” Tanya Yuju dengan nada khawatir. Karena di wajah Yuhwan terdapat beberapa luka lebam dan di sudut bibirnya ada luka sayatan. Yuju semkin khawatir.

“Jawab!”

“T-Tadi… aku k-ke sekolah lewat gang tempat geng Haneul s-sunbae nongkrong” Ucap Yuhwan terbata. Yuju membuka mulutnya.

Mwo? Apa kau bertemu mereka dan mereka mengganggumu?”

Yuhwan mengangguk. “Mereka memalakiku dan aku menolak. Tapi mereka memaksa dan menghajarku. Jadi-“

Ish! Kim Haneul! Dia itu benar-benar pengecut! Beraninya menindas yang lemah. Apalagi adikku ini. Aku harus memberi pelajaran” Ucap Yuju. Namun Yuhwan menghentikannya.

“Jangan kak, aku tidak apa-apa. Nanti masalahnya jadi tambah besar. Sudahlah”

Yuju menatap Yuhwan tidak mengerti. “Kenapa? Bagus kalau aku laporkan ke kepsek. Biar ayahnya tahu, anaknya itu seorang preman dan dia akan mengeluarkan Kim Haneul dari sekolah” Ucap Yuju setengah emosi.

Yuhwan tetap mencegahnya. “Tidak, justru. Bila kakak melaporkan mereka, dan mereka di keluarkan dari sekolah, mereka akan semakin liar dan dendam kepada kakak. Kakak bisa celaka”

“Tapi mereka mengganggumu dan kau terluka. Aku tak bisa diam saja” Ucap Yuju. Yuhwan menggeleng.

“Kakak jangan lakukan itu. Aku mohon. Aku tahu kakak khawatir. Tapi, cukup obati aku, dan jangan bilang apapun. Aku mohon” Ucap Yuhwan. Yuju menatap adiknya lama dan akhirnya menganguk. “Baiklah. Aku takkan melakukan itu.”

Yuhwan tersenyum.

“Tapi, kau harus ikut aku ke UKS untuk mengobati lukamu” Ucap Yuju. Yuhwan mengangguk sambil tersenyum. Yuju menggandeng tangan Yuhwan dan pergi dari sana.

 

***

 

Krig kring..

Bel tanda istirahat berbunyi. Semua murid yang awalnya bermuka malas langsung sumringah ketika bel keselamatan menurut mereka itu berbunyi. Park Jimin, murid pendiam dari kelas 10-2 berbeda dari temannya yang lain. Dia terlihat biasa saja ketika bel berbunyi. Mukanya yang datar tapi polos sulit dibaca apakah dia senang atau sedih.

Jimin berjalan keluar kelas. Di koridor dia bertemu dengan Taehyung, sahabatnya.

Taehyung menampilkan cengiran khasnya ke arah Jimin. Jimin menanggapinya dengan senyum tipis. “Ada apa?” Tanya Jimin. Taehyung menyodorkan beberapa lembar kertas berisi tulisan yang di cetak kepada Jimin. Jimin menerimanya.

“Itu hasil ulangan matematika kelasmu minggu lalu. Guru Lee menyuruhku memberikannya padamu. Lagi lagi nilaimu sempurna” Ucap Taehyung. Jimin melihat sekilas kertas itu dan tersenyum ke arah Taehyung.

Gomawo” Ucapnya singkat.

“Aku lapar. Ayo ke kantin” Ajak Taehyung. Jimin menggeleng.

Maaf. Aku harus pergi ke perpus. Ada tugas Biologi yang harus di kumpulkan besok” Ucap Jimin. Taehyung berdecak. “Baiklah. Aku sendiri saja. Dah~”

Taehyung berlalu. Sebelum ke perpustakaan Jimin membagikan kertas hasil ulangan yang di berikan Taehyung ke kelasnya. Setelah itu dia melangkah ke perpustakaan untuk mencari bahan referensi tugas Biologinya..

***

“Besok kau harus berangkat denganku. Titik” Ucap Yuju kepada Yuhwan. Yuhwan yang sudah di obati oleh Yuju mengangguk. “Arasseo

“Baiklah, aku harus pergi ke perpus. Sasa bilang Guru Han memberi tugas tadi pagi. Kau istirahat di sini dulu saja. Nanti aku jemput saat jam pulang” Ucapnya. Yuhwan menurut. Yuju pun meninggalkan adiknya di ruang UKS.

Yuju memasuki pintu masuk ke Perpustakaan. Namun dia menabrak seseorang yang sedang membawa banyak buku.

“Ah, maaf” Ucap Yuju spontan. Yuju berjongkok untuk membantu membereskan buku orang yang dia tabrak. Namun tangannya terhenti ketika melihat wajah orang yang dia tabrak.

Park Jimin ikut menghentikan tangannya dan menatap Yuju. Yuju memalingkan wajahnya dan berdiri. Jimin yang tidak mengerti kenapa gadis itu tiba-tiba berdiri, meneruskan kegiatannya.

Yuju menatap Jimin—dibawahnya dengan ragu. Kenapa Yuju harus bertabrakan dengan lelaki itu? Apa Yuju harus bersikap tak tahu sopan santun dan pura-pura tidak salah, lagi? Ini bukan pertama kalinya dia begini. Haruskah dia berjalan melewati Jimin begitu saja setelah menabraknya? Atau dia harus membantunya?

“Akh~”

Tiba-tiba Yuju mengambil setengah dari jumlah buku yang di pegang Jimin yang sudah berdiri. Jimin terlihat kaget.

“Kau mau kemana? Biar aku yang bawa” Ucap Yuju tanpa menatap Jimin.

“Tidak usah Sunbaenim. Aku bisa sendiri” Yuju menepis pelan tangan Jimin yang akan mengambil bukunya yang Yuju pegang. “Biar aku saja. Kau mau kemana?”

“Ke kelas. Tapi, sunbae, aku laki-laki dan…” Yuju menatapnya lama ketika Jimin tak meneruskan kata-katanya.

“Aku yang menabrakmu. Aku tahu kau laki-laki. Tapi badanmu itu mungil. Sudahlah”

Yuju berjalan mendahului Jimin. Jimin terlihat pasrah.

Jimin mengejar Yuju dan mereka sejajar.

“Sunbae, kelasku di kelas-”

“Aku tahu” Potong Yuju tanpa sadar. Yuju menyadari kebodohannya. Dia enggan untuk menatap Jimin yang sedang menatapnya.

Sunbae tahu dari mana?” Tanya Jimin. Yuju membuat alasan.

“Ya.. kau..kau tidak tahu kalau kau cukup terkenal di sekolah? Banyak gadis yang membicarakanmu dan aku tahu dari mereka” Jimin dengan muka polosnya seperti berpikir.

“Benarkah? Aku sepopuler itu?” Tanyanya polos.

Yuju menghela nafasnya dan melirik Jimin di sampingnya.

‘Lelaki itu terlihat tampan saat berpikir dan dilihat dari dekat seperti ini..’

Yuju segera menggelengkan kepalanya sambil memejamkan matanya.

‘Tidak. Dia itu milik Sasa. Aku tak boleh terus menyukainya..’

***

 

“Aku pulang~” Teriak Yuju dan Yuhwan bersamaan ketika masuk ke rumah.  Yuhwan langsung masuk ke kamarnya dan Yuju pergi ke kamar sebentar setelah itu keluar dari kamanya. Dia sudah mengganti pakaiannya dan berjalan ke arah dapur. Dia baru akan cuci piring ketika melihat seseorang di sana.

“Eoh! Hani Eonni!” Im Hana tersenyum menyambutnya. Yuju langsung memeluknya dan terseyum gembira.

“Kapan kau tiba di sini? Kenapa tak menghubungiku dulu?”’ Tanya Yuju.

“2 jam yang lalu. Aku sudah hubungi tapi kau tak menjawab”

“Maaf. Mungkin karena HP ku di silet. Oh, iya, ibu mana?” Tanya Yuju.

“Bibi sedang ke pasar dan dia menyuruhku menjaga rumah. Aku akan menginap di sini selama beberapa hari” Yuju tersenyum senang dan meloncat-loncat.

“Hore~ Akhirnya aku bisa begadang~ dan ibu takkan memarahiku! Yuhu~”

Hana menatap adik sepupunya itu aneh. Lee Yuju yang di sekolahnya pendiam dan jarang bicara, bisa berlaku seperti itu. Hana dan Yuju memang dekat sejak dulu. Walaupun usia mereka terpaut 4 tahun, tapi mereka bersahabat seperti sudah seumuran saja.

Yuju sering curhat padanya semua masalah yang terjadi. Termasuk masalah cinta Yuju. Sampai sekarang, bahkan ketika Hana sudah bekerja.

Malam ini Yuju dan Hana sedang asyik dengan kegiatan masing-masing di kamar Yuju. Yuju sedang belajar dan Hana membaca buku cerita.

Eonni” Panggil Yuju tiba-tiba.

“Hm?” Hana menjawab tanpa mengalihkan konsentrasinya pada buku.

Yuju diam sejenak dan menggeleng. “Aniya. Gwaenchanha

Perkataan Yuju barusan membuat Hana mengalihkan konsentrasinya dari buku dan menatap Yuju. “Ada apa? Apa terjadi sesuatu?” Tanya Hana. Yuju menulis di bukunya.

“Gwaenchanha” Ucapnya.

“Bohong” Sergah Hana.

Hana yakin pasti telah terjadi sesuatu. Bila Yuju bilang ‘Aku baik-baik saja’ pasti sebenarnya dia itu ‘tidak baik-baik saja’.

“Apa kau masih memikirkan Jimin?” Tanya Hana tiba-tiba. Yuju menghentikan aktivitasnya dan menghela nafas berat.

“Ceritakan padaku.” Ucap Hana membuat Yuju semakin terdorong untuk menceritakan apa yang di alaminya siang tadi di sekolah. Yuju pun meninggalkan meja belajarnya dan duduk di tepi tempat tidur. Hana bersiap mendengarkannya.

“Tadi di sekolah, aku tidak sengaja menabrak Jimin dan bukunya jatuh” Hana mengangguk.

“Aku membantunya membawakan bukunya” Hana mengangguk lagi. Yuju menatap Hana.

“Seharusnya, aku biarkan saja dia memungut bukunya sendiri. Iya, kan? Agar aku jahat dimatanya dan dia tidak menyukaiku. Aku seharusnya begitu, kan?” Tanya Yuju. Hana tersenyum dan menggeleng.

“Tidak. Kau membantunya, itu hal yang benar dan wajar. Begini, Jimin tidak tahu kau suka padanya, tapi semua orang tahu kau itu orang baik. Jadi, kau sudah melakukan hal yang benar.”

“ Justru kalau kau bersikap lain pada Jimin, seperti yang kau katakan tadi, Jimin akan menganggap dirinya mempunyai suatu kesalahan sampai sampai kau bersikap dingin padanya dan dia akan mengejarmu sampai ke ujung dunia untuk mendapatkan jawaban, ‘Apa kesalahanku?’ Kau mau begitu?” Jelas Hana panjang lebar. Yuju menatap kakak sepupunya heran.

“Eonni berlebihan. Masa Jimin sampai mengejarku ke ujung dunia sih? Ada ada saja…haha”

“Eonni serius. Kau tuh yang berlebihan. Menyukai adik kelas sampai mencuri absensi kelasnya. Absensinya masih kau simpan?” Tanya Hana dengan nada jahil. Yuju merebahkan diri di kasur.

“Aku sudah membuangnya. Aku kan sudah bilang, mau melupakannya” Ucap Yuju.

Hana menghela nafasnya dan menatap Yuju iba.

 

Hana POV

Kasihan sepupuku ini. Jimin adalah cinta pertamanya. Dia menyukai Jimin sejak kelas 10 saat dia pertama bertemu ketika Jimin masih SMP. Dan ketika Jimin masuk SMA yang sama, Yuju sangat senang. Namun sejak Kim Sasa, sahabatnya sejak SD, mengatakan menyukai Park Jimin dari kelas 10-2, yang tak lain dan tak bukan adalah Jimin yang dia sukai, Yuju jadi menjauh dari hal-hal yang berbau Jimin.

Dia membuang seluruh peralatan riset-nya tentang Jimin. Ya, dia bilang padaku bahwa dia sudah membakar semua tulisan-tulisannya tentang Jimin. Termasuk absensi kelas Jimin yang dia curi diam-diam. Sebenarnya dia hanya mencuri salinannya. Dia bertekad untuk melupakan Jimin dengan menghindari dan berhenti menatap Jimin dari kejauhan.

Alasannya dia sendiri tak bisa menjelaskannya. Tapi menurutku, alasannya adalah; Dia takut persahabatannya goyah karena persaingan mendapatkan cintanya.

Dia mengalah pada Kim Sasa, sahabatnya yang menyukai Jimin.

 

Hana POV End

 

TBC/End…?

 

Advertisements

3 thoughts on “[BTS FF Freelance] You And Me — (Chapter 1)

  1. Anonymous

    tau gak gua baca dari chapter 1 sampe chapter 14 ini cuma dalam 4 hari 😀 dan gua penasaran banget sama ending ni cerita 🙂
    Fighting thor!!

    Like

  2. ana

    Seri crtanya.. jdi yuju ska sm jimin tpi trpaksa hrus ngelupaiin jimin krna shbatnya ska sm jimin. Gmna ya prsaan jimin sbnarnya ke yuju.. dtggu ya chap slnjutnya

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s