[BTS FF Freelance] #FriendZone – (Chapter 6)

frinedzone

Title: #FriendZone || Author: yeonnie ||Genre: friendship, school, and romance, comedy || Cast: jung hyemi(OC), Park jimin & anothe member BTS || Rating: G || Length: Chaptered || Disclaimer: ff ini asli dari kepalaku jika ada kesamaan itu mungkin cuma kebetulan, castnya milik tuhan dan keluarganya kecuali OC dan Jimin /plak

 

Happy Reading & don’t be SIDER!!!

 

Seperti biasa, setelah pulang sekolah. Jimin dan teman-temannya harus latihan basket. Dilapangan basket sudah ada tim basket dan pelatih seokjin, hyemi juga ada disana menyorati mereka.

 

“Hei, ada apa dengannya? Dia kesambek apa sampai-sampai menyorati kita, bahkan saat pertandingan dia tidak pernah seperti itu”ucap taehyung, ia tengah mendribe bola sambil mengobrol dengan Jimin.

 

“Entahlah, aku juga tidak tau.”ucap Jimin bergidik.

 

“Itu karna aku, dia sedang menyoratiku.” tiba-tiba yoongi muncul dan merebut bola dari taehyung, taehyung terlihat kesal. “Aku tidak akan kalah darimu, jim! Cankam itu baik-baik!”Lanjutnya kemudian berlari mendekati ring.

 

“Mwo? Kenapa yoongi hyung bilang begitu?”tanya Jimin pada taehyung yang masih mengumpat tidak jelas karna bolanya tadi diambil.

 

“Itu karna Hoseok hyung sudah memberitahu kami kalau kau menyukai hyemi.sebenarnya apa sih yang kau lihat dari hyemi? kalau aku, aku tidak akan pernah menyukai cewek seperti hyemi. Dia benar-benar cewek yang menakutkan.”taehyung terlihat ngeri.

 

“Itu karna kamu belum mengenalnya lebih jauh, hyemi tuh sebenarnya sangat lembut.”

 

“HEI KALIAN BERDUA! JANGAN MENGOBROL SAAT LATIHAN, ATAU KALIAN AKAN KUHUKUM” seokjin memperingati mereka berdua.

 

Mereka pun selesai latihan, Jimin menyeka keringatnya dengan handuknya. Hoseok tiba-tiba muncul didepannya.

 

“Mianhe, jim. Aku terpaksa memberitahu mereka, mereka mengancamku, bahkan namjoon berkata akan mengeluarkan dari tim utama”Hoseok merengek minta maaf.

 

“Sudahlah, hyung. Lagi pula mereka juga akan tau nantinya. Tapi hyung bodoh ya? Mana mungkin namjoon hyung berhak mengeluarkanmu,Itukan tugas pelatih.”

 

“Jinjja? Kupikir dia bisa mengeluarkanku karna dia leadernya. Ais ternyata mereka mempermainkanku”

 

“Hyung itu bodoh atau terlalu polos sih?”

 

“Hei lihat! Orang yang kau suka sedang mengobrol dengan pelatih kita yang ganteng” taehyung masuk dalam obrolan mereka.

 

“Beraninya dia dekat dengan hyemi”yoongi menggertakkan giginya.

 

“Oh iya aku lupa kalau hyung juga menyukai hyemi, Bagaiman perasaan kalian melihat orang yang kalian suka mengobrol dengan laki-laki lain?”

 

“TENTU SAJA KESAL!” ucap jimin dan yoongi kompak.

 

Sementara itu, hyemi mengobrol dengan seokjin.

 

“Kamu yakin beneran nggak mau ikut nonton denganku?”ucap seokjin memelas.

 

“Mianhe oppa, aku sudah janji sama orang tua jimin agar jimin nggak remedial diujian semester kali ini. Aku harus mengajarnya, biarpun dia jago dalam berbagai hal, di benar benar payah kalo soal belajar.”

 

“Yaudah. Kalau begitu aku ajak kamu setelah ujian yah, kamu nggak boleh nolak loh”seokjin pun pergi berkumpul dengan anak latihnya.

 

“Kenapa dia selalu mengajakku nonton? Apa dia nggak punya teman untuk diajak nonton bareng?”batin hyemi.

 

“Hyemi, ayo kita pulang”

 

“sudah selesai?”

 

“Ho oh, ayo pulang”

 

 

“Yak! Bodohmu ini benar benar nggak bisa diobati yah?!”hyemi memukul kepala jimin, sudah beratus kali dia mengajar rumus matematika yg ada didepannya tapi tetap saja jimin nggak tau.

 

“Appo, hyemi-ah! Mau bagaimana lagi, aku kan payah banget kalau soal matematika!”

 

“Terserahlah! Aku sudah nyerah mengajarkanmu ini. Lagi pula kamu bukannya bodoh tapi pemalas, kalau belajar ada aja yang kamu lakuin, main hp lah, tidurlah, apalah. Kamu bisa jika kamu berusaha, kurasa kamu cuma butuh motivasi”

 

“motivasi?”kata jimin, tiba-tiba ide muncul dikepalanya. “Bagaimana kalo aku tidak remedial di matematika kali ini, kita berdua pergi nonton?”

 

“Mwo?! Nonton lagi?! Kenapa sih semua orang pada ngajak aku nonton? Apa kalian nggak punya teman yang bisa diajak?”hyemi bicara dengan dirinya sendiri.

 

“Nugu? Siapa yang mengajakmu selain aku?!”tanya Jimin ngotot.

 

“Seokjin oppa”jawab hyemi singkat.

 

“Andwae! Kamu harus menolaknya!”

 

“Aku sudah menolaknya, aku bilang aku harus membantumu belajar dulu”

 

“Charesseo! Kamu nggak boleh ikut dengannya”

 

“Wae? Kenapa kamu ngotot banget melarang ku ikut dengannya?”tanya hyemi bingung.

 

“Eh? Ngotot? Aku nggak ngotot kok. Aku cuma tidak ingin remedial, kamu harus membantuku belajar”

 

“Kalau begitu kamu harus serius belajar!”

 

“Kalau begitu kamu juga harus setuju untuk menemaniku pergi nonton!”

 

“Kenapa sih mesti nonton? Apa nggak ada tempat lain selain bioskop? Kita bisa pergi ke Taman hiburan atau apalah”

 

“Andwae! Jangan Taman hiburan! nanti kalau kamu tersesat lagi, bagaimana? Aku nggak mau kehilangan kamu lagi”ujar Jimin, ia belum sadar akan perkataannya. Hyemi mendadak jadi diam mendengar perkataan Jimin, pipinya terlihat memerah.

 

“Wah gawat! Kenapa aku mengatakan itu? Hyemi juga nggak bereaksi sama sekali. Aku harus bagaimana?”batin Jimin dalam paniknya.

 

“Itu…maksudku aku bertanggung jawab atas dirimu, eomonim menyuruhku untuk selalu menjagamu. Jadi.. kalo sampai kamu menghilang, aku bakal dimarahi oleh eomonim. Kamu tau kan betapa kejamnya eomonim.”jelas Jimin, sekarang bukan cuma pipi hyemi yang merah, justru seluruh wajahnya jadi merah menahan emosinya.

 

“Geurae, aku tau kok. Aku memang orang yang buta arah, aku tau aku cepat tersesat”ucap hyemi, ia masih mencoba menahan emosinya. “Aku permisi dulu, aku mau ke kamar kecil.” Lanjutnya kemudian beranjak pergi ke wc.

 

Hyemi pov.

 

Sial sial sial sial siaaaaaaaal!!

 

Beraninya Jimin mempermainkanku, nggak ada gunanya aku merasa malu disaat dia bilang kalau dia nggak mau kehilanganku. Seharusnya aku sudah menduga kalau dia cuma mencoba membantuku.

 

Rasanya sangat sulit terjebak di keadaan friendzone ini! Apa nggak ada cara sih agar membuatnya peka?? Jimin pekalah sedikit!!

 

Author pov.

 

Hyemi masih berada di wc meratapi nasib malangnya ini, dia terus menutup mukanya menahan emosi sekaligus menutup rasa malunya.

 

Sudah hampir 15 menit ia berada disana, Jimin mulai khawatir telah terjadi sesuatu dengannya.

 

Jimin beranjak menuju ke wc, dia mengetuk pintunya.

 

“Hyemi-ah? Gwenchana?”

 

Didalam wc, hyemi langsung terkejut ketika mendengar suara Jimin.

 

“Jimin bertanya ‘apa aku baik-baik saja’? Apa dia tau kalau aku sedang baper disini? Apakah dia sudah tau tentang perasaanku ini? Apakah dia sudah peka?”ucapnya berbisik bisik pada dirinya sendiri.

 

“Hyemi-ah, perutmu nggak apa-apakan? Apa aku mesti belikan obat sakit perut?”Teriak Jimin dari luar.

 

“Mwo? Sakit perut? Dia kira aku sakit perut? Ya Tuhan cobaan macam apa ini? Aku pikir dia sudah peka, ternyata tidak”hyemi makin galau didalam wc. “Aku nggak apa-apa! Aku akan segera keluar, baliklah duluan kekamarmu”teriaknya pada Jimin agar Jimin mendengarnya diluar.

 

“Geurae, kalau begitu aku duluan”Jimin kemudian balik kekamarnya.

 

Jimin pov.

 

Hyemi kenapa yah? Aneh sekali, kupikir dia ke wc karna marah, tapi dia lama banget di wc jadi kupikir dia mungkin sembelit atau sakit perut. Tapi katanya dia baik-baik saja.

 

Inilah kenapa sulit sekali untuk mendekati hyemi, dia sangat sulit ditebak. Itulah mungkin kenapa orang-orang sering berkata isi kepala orang pintar itu sangat berbeda.

 

Tapi, mau sampai kapan aku harus terjebak friendzone dengan hyemi. Sejujurnya aku sudah lelah memiliki hubungan seperti ini dengan hyemi, aku ingin memilikinya seutuhnya.

 

Aku juga takut bagaimana kalau keduluan oleh seokjin hyung, karna sepertinya dia juga menyukai hyemi. Yoongi hyung juga menyukainya, aiss kenapa sih banyak sekali yang menyukainya.

 

Tapi saat ini, aku lebih takut kalau dia mengatahui perasaanku. Bagaimana kalau dia tahu aku menyukainya dan dia tidak mau berteman dan bahkan tidak mau dekat dekat aku lagi. Kalau itu benar terjadi, aku lebih memilih terjebak friendzone selamanya dari pada hyemi menjauh dariku. Aku bahkan nggak bisa jika tidak melihatnya sekali sejam, ani! Aku ingin melihatnya setiap saat. Aku nggak pernah menyangka jatuh Cinta pada seseorang bakal serepot ini.

 

“Kau sudah selesai? Bagaimana, kamu baik-baik saja kan?”tanyaku pada hyemi begitu ia datang membuka pintu kamarku.

 

“Hari ini cukup sampai disini saja, aku agak lelah hari ini. Kamu hafal saja seluruh rumus yang ada disini, kemudian kerjakan soal ini. Besok aku akan memeriksanya.”hyemi menunjuk beberapa rumus dan soal dibuku yg ku pegang saat ini. “Kalau begitu, aku pulang dulu”

 

Hyemi terlihat sangat lemas, apa perutnya benaran sakit? Dia langsung pergi setelah menyuruhku menghafal rumus sebanyak ini.

 

Author pov.

 

Hyemi kembali pulang kerumahnya dengan muka murung, bahkan eommanya sendiri bingung melihat hyemi seperti itu.

 

Hyemi sampai dikamarnya, dia langsung menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya.

 

“Hyemi, gwenchana? Apa kau sakit?”eomma hyemi datang dan duduk disamping hyemi.

 

“Sepertinya begitu, eomma.”jawab hyemi singkat.

 

“Geurae istirahatlah.”eomma hyemi menarik selimut dan menyelimuti anaknya. Kemudian pergi keluar dari kamar hyemi.

 

 

“Hyemi sakit? Apa mungkin karna sembelit?”tebak Jimin, dia saat ini sedang ada didepan rumah hyemi mengobrol dengan eommanya.

 

“Bukan, dia cuma kelelahan. Mungkin akhir-akhir ini dia terlalu belajar dengan keras.”

 

“Huh? Hyemi belajar? Bukannya dia sudah pintar?”

 

“Sepintar-pintarnya hyemi, dia harus tetaplah belajar. Dia tidak mau kalau peringkatnya menurun. Kadang aku melihatnya terus belajar hingga larut malam.”

 

“dia belajar sampai larut malam? Apa mungkin itu gara-gara aku? Akhir akhir ini dia sering kerumah membantuku belajar dan dia pun nggak belajar. Aku jadi merasa bersalah gini. Padahal dia benar-benar serius membantuku belajar dan aku nggak pernah serius kalau dia sedang mengajarku.”Batin Jimin.

 

“Boleh aku melihatnya, eomonim?”

 

“Hyemi menyuruhku untuk melarangmu menjenguknya dulu, katanya kau boleh menjenguknya setelah pulang dari sekolah”

 

“Oh, kalau begitu aku berangkat ke sekolah dulu, eomonim.”

 

“geurae, Jalja”

 

“Ne”

 

 

“Jimin-ah, waktu istirahat kenapa kamu tidak datang kekantin? Kami menunggumu loh”ucap taehyung saat melihat Jimin memasuki lapangan.

 

“Aku sedang belajar dikelas”.

 

“Belajar? Wae? Kenapa kamu belajar?”tanya hoseok seolah dia benar-benar tidak tau.

 

“Kau bodoh yah? Tinggal beberapa hari lagi kita ujian semester”ujar namjoon begitu ia juga sampai dilapangan.

 

“Ujian semester??! Aku hampir lupa! Aku juga harus belajar.”ucap yoongi.

 

“Eh ngomong-ngomong hyemi mana? Apa dia sudah pulang?”tanya taehyung setelah melihat sekitar.

 

“Hyemi sakit”jawab Jimin yg terdengar sedih.

 

“Mwo?! SAKIT?!” Shock yoongi.

 

“Aehh hyung! Nggak usah lebay gitu kali. Hyung sampai muncrat gitu, kena nih muka tampan aku”taehyung mengelap-ngelap wajahnya.

 

“Dia sakit apa? Ini pertama kalinya aku mendengar dia sakit.”ucap hosoek tak percaya.

 

“Kata eomonim, dia kelelahan karna terus belajar”

 

“Sebenarnya aku selalu bertanya-tanya, kenapa hyemi sangat bekerja keras jika itu disangkut pautkan dengan pelajaran? Apa dia punya cita-cita yang sangat tinggi? Maksudku jadi dokter atau apalah?”ujar taehyung.

 

“Sebenarnya aku juga nggak tau cita-cita dia apa? Tapi yang kuingat dulu waktu SMP  saat sesi perkenalan dia bilang ingin jadi wanita yang cerdas”ucap hyemi.

 

“Majja! Aku juga mendengar hal itu, bahkan hyemi sempat jadi bahan pembicaraan waktu itu.”seru hoseok, dia juga tau karna dia satu SMP dengan hyemi dan Jimin.

 

“Wanita cerdas? Aneh sekali, mana ada cita-cita kayak gitu, cita-cita tuh jadi polisi, dokter, astronot, dan sebagainya.”ujar taehyung.

 

“Memang apa salahnya punya-punya cita kayak itu? Setidaknya dia punya motivasi untuk terus belajar. Dari pada kalian yang termotivasi cuma karna tidak ingin ikut kelas remedial kan?”ucap namjoon melipat tangannya, yang lain cuma cengar-cengir mendengar perkataan namjoon.

 

 

hyemi termenung dikamarnya, dia menatap langit-langit kamarnya. Sudah berjam-jam dia cuma terus terbaring ditempat tidurnya.

 

Hyemi melihat jam, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dia terlihat menghela nafas.

 

“Kenapa dia belum datang? Apa dia masih latihan?”ucapnya, hyemi berbalik dan menarik guling yang disampingnya kemudian memeluknya dengan erat.

 

“Aku sangat merindukannya”guman hyemi.

 

“Hyemi-ah! Jimin sudah datang!”teriak eommanya dari luar.

 

Dengan sigap hyemi bangun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya.

 

“Jimin-ah! Kau sudah datang!”ucap senang, tapi ekspresi senangnya seketika langsing hilang saat melihat siapa yang ada di depan kamarnya.

 

“Mwoya ige? Kata Jimin, kau sakit. Tapi keliatannya kau baik-baik saja.”ujar orang itu yang ternyata dia taehyung, teman-teman setimnya juga datang.

 

“Oh, kalian datang”ucap hyemi datar.

 

“Mwoya!? Sepertinya kau sangat tidak suka kami datang”ucap hoseok di belakang.

 

“Apa yang kalian lakukan disini? Ayo semuanya masuklah kekamar hyemi. Aku akan bawakan kalian minuman.”kata eomma hyemi.

 

“Terima Kasih, eomonim”ucap mereka semua.

 

Hyemi masuk duluan dan duduk di lantai. Teman-temannya ikut masuk dan ikut duduk juga.

 

“Jimin mana?”tanya hyemi begitu menyadari Jimin tidak ada diantara mereka.

 

“Jimin katanya mau kekamar kecil dulu.”ucap namjoon

 

Hyemi memukul keningnya, dia keliatan frustasi “disini aku galau menunggu kedatangannya, dan ketika dia datang dia malah numpang ke kamar kecil! Jim, kenapa kau tega melakukan ini padaku!”batin hyemi.

 

“Wae? Kenapa mencariku?”Jimin tiba-tiba muncul dari balik pintu dan membuat yg lain sontak melihatnya di balik pintu.

 

“Jimin, sini! Aku mau bilang sesuatu padamu”ucap hyemi,

 

“Mwo-nde?”Jimin pun mendekat dan aga menunduk kepalanya agar lebih dekat dengan hyemi, tapi bukan kata-kata yg jimin dapatkan justru sebuah pukulan kepala yg mendarat tepat di kepala bagian belakang Jimin.

 

“Ya! Appo!”ringin Jimin kesakitan dan terus mengelus kepalanya. Anggota tim basket yg lainnya malah menertawai Jimin.

 

“YA! Neo michisseo! Bukankah aku sudah bilang, setelah selesai latihan harus langsung kesini!”

 

“Aku sudah datang, kamu baru selesai latihan”ucap Jimin, dia masih meringis kesakitan.

 

“Kau pikir aku pabo yah? Seokjin oppa memberitahuku kalau kalian cuma sebentar latihan. Jadi kau darimana saja?”

 

“Kami cuma pergi refreshing sebentar kok, hyemi-ah.”yoongi bersuara.

 

“Aku tidak bertanya padamu,oppa! Aku sedang bertanya pada anak ini. Jadi, kamu dari mana saja?!!”hyemi mulai emosi.

 

“Kami habis karaoke, seperti yang dibilang yoongi hyung, kami sedang refreshing untuk menghadapi ujian nanti.”

 

“Kamu harusnya belajar! Bukannya pergi karaokean, itu tidak membantu sama sekali!”hyemi terdengar sangat marah.

 

“Cukup! Aku tidak mau belajar lagi!”emosi jimin ikut meledak. Jimin mengeluarkan beberapa buku dari dalam tasnya dan melemparkannya kelantai. Suasana dikamar hyemi bener bener berubah.

 

“Terus kamu mau apa? Apa kamu mau ikut kelas remedial lagi? Kamu tuh seharusnya belajar!” Suara hyemi makin tinggi. Anggota tim basket mulai takut dengan suasana pertengkaran mereka.

 

“Hei, kita harus bagaimana? Kita kan cuma mau datang menjenguk hyemi kok malah jadi melihat pertengkaran mereka”bisik taehyung pada hosoek yg tepat disampingnya.

 

“Aku juga tak tau, ini pertama kalinya aku melihat Jimin semarah ini”balas hoseok.

 

“apa gunanya belajar! Aku tidak mau belajar lagi, apa bagusnya sih jadi orang pintar? Apa dengan belajar aku bisa jadi orang pintar sepertimu? Apa kau pikir kau sudah hebat karna selalu mendapatkan peringkat 1?!”ujar Jimin, dia tidak sadar akan kata-katanya yg bisa menyakiti seseorang terutama hyemi.

 

“Hei! Bukankankah kata-katamu agak kasar?”ucap yoongi, dia ikut berdiri.

 

“Pergi..KALIAN SEMUA PERGI!”pekik hyemi.

 

Mereka semua terkejut mendengar pekikan hyemi, yg tadinya duduk malah sontak berdiri.

 

“Hei, sepertinya hyemi menangis”bisik taehyung pada hosoek lagi.

 

“Arra, kita harus segera pergi sebelum dia makin marah.”

 

Jimin yg pertama keluar, diikuti oleh namjoon, hosoek, dan taehyung. Yoongi masih ada didalam.

 

“Hyemi-ah..”yoongi mencoba mengajak berbicara dengan hyemi.

 

“Oppa, jebal.. aku sekarang ingin sendiri.”terdengar suara tangis dari mulut hyemi. Meskipun dia tetap mencoba menahannya tapi yoongi dengan jelas masih bisa mendengarnya.

 

Yoongi pun ikut keluar dari kamar hyemi, sorot mata yoongi terlihat berubah. Sorot mata seseorang yg sedang marah.

 

Jimin dan lainnya sudah ada didepan rumah hyemi.

 

“Jimin-ah, bukannya tadi kamu terlalu kasar, bagaimanapun hyemi itu perempuan. Mereka mudah tersakiti.”namjoon pun mulai berbicara, sejak tadi dia cuma diam terus.

 

“Sudahlah, hyung. Aku nggak mau membahas itu lagi.”

 

Tiba-tiba yoongi datang dari dalam rumah dan menonjok pipi kanan Jimin. Tonjokkannya cukup keras sehingga membuat Jimin terjatuh ditanah.

 

“YA! NEO! BERANINYA KAU MEMBUAT HYEMI MENANGIS!”pekik yoongi, saat ini emosinya sedang berada dipuncaknya. Dia masih ingin menghajar Jimin, tapi untung taehyung dan hoseok menahannya.

 

“Apaan sih, hyung! Main pukul aja! Sakit tau”Jimin mencoba berdiri, dia dibantu oleh namjoon.

 

“Kau bilang itu sakit? Sakitan mana hyemi dari pada dirimu!”ujar yoongi.

 

“Sudahlah, hyung! Aku tidak peduli lagi! Aku mau pulang!”Jimin langsung pergi menuju kerumahnya.

 

Jimin pov.

 

Mereka terus membela hyemi, mereka Pada nggak tau bagaimana cara mengajar hyemi. Lagipula setiap orang pasti punya batas kesabarannya.

 

Aku terus berjalan meninggalkan teman teman ku dan menuju kerumah, aku berpapasan dengan eomma diruang keluarga.

 

“Apa yang terjadi? Ada apa ribut-ribut didepan rumah hyemi?”tanya eomma.

 

“Nggak ada apa-apa kok, eomma.”ucapku bohong.

 

Aku pun menuju kekamarku. Aku menghempaskan tubuhku dikasurku yg emput ini. Pipiku masih terasa sakit, tentu saja karna itu pukulan yoongi hyung.

 

Author pov.

 

“Oh iya. jimin-ah, tadi sore hyemi datang membawa beberapa buku yg katanya untuk kau pelajari.”eomma jimin tiba tiba muncul dari sela-sela pintu kamarnya yg memang terbuka.

 

“Eomma, bisa nggak eomma tidak menyuruh hyemi membantuku belajar lagi? Aku nggak perlu dibantu kok. Aku bisa belajar sendiri.”

 

“Eomma nggak pernah menyuruhnya, eomma pikir kamu Sendiri yang memintanya untuk membantumu belajar.”

 

“Aku nggak pernah Melakukan itu.”

 

“Geurae, mungkin dia cuma mencoba membantumu belajar.”ujar eomma Jimin. “Oh iya, jimin-ah, hyemi sekarang benar-benar pintar yah. Aku jadi ingat pas kalian masih anak-anak, kamu sering mengejeknya dan memanggilnya si bodoh karna dia selalu peringkat terakhir di kelas.”

 

“Huh? Aku melakukan itu?”

 

“Iya, kamu selalu mengatainya si bodoh peringkat terakhir padahal peringkat mu cuma beda satu dengannya.”

 

“eomma yakin aku mengatakan itu? tapi kok aku nggak ingat.”

 

“Semuda ini kamu sudah lupa masa kecilmu, cobalah kamu ingat-ingat! Kamu bahkan pernah bilang kalau tipe idealmu adalah cewek yang pintar.”

 

Eomma Jimin langsung pergi begitu saja, setelah membuat anaknya jadi kebingunan sendiri.

 

“Apa aku benar-benar melakukan itu? Apa aku benar-benar sering mengatai hyemi bodoh?arghh kenapa aku nggak bisa ingat apapun”

 

TBC

 

Sorry for Typo(s)

 

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s