[BTS FF Freelance] Gift For God – (Chapter 9)

photogrid_1464536233040

Title: Gift For God || Author: kim yuna ||Genre: thriller, friendship, school, and romance || Cast: Kim Hyerin(OC), All Member BTS || Rating: G || Length: Chaptered || Disclaimer: anyyeong!! Ini ff pertamaku, tolong dimaklumi kalau ada typo dan kata-kata yang tidak dimengerti yah

 

Happy reading!! & don’t be silent reader!!

 

Sebelumnya,

 

“Hahaha, eh ngomong ngomong siapa yang mau cuci piring?”ucap hoseok berdiri dari duduknya.

 

“Nan shireo yo”jungkook ikut berdiri juga.

 

“Aku juga tidak mau”ucap Jimin

 

***

 

“Bagaimana kalau kita suit saja.”ujar namjoon.

 

“Geurae, namjoon memang yang terbaik! Kajja, kita suit.”Ucap yoongi dia ikut berdiri juga.

 

“Chankam, aku masih maka-“Ucapan hyerin jadi terpotong.

 

“Batu gunting kertas!”hyerin hampir tidak ikut suit untung dia sudah menyelesaikan makannya.

 

Hyerin dan taehyung kalah, mereka berdua mengambil Batu dan yang lainnya kertas.

 

“Wae? Kenapa aku kalah?”rengek kim taehyung.

 

“Hahaha, nggak apa apa hyung. Lagian hyerin juga ikut membantumu kok.”ujar jungkook merangkul kim taehyung dan mempelihatkan wink kepadanya.

 

“Kalian sengaja membuat kami berdua kalah kan?”hyerin mulai curiga.

 

“Tentu saja tidak, suit itu murni karna kebetulan. Sana pergi cuci piring.”yoongi mendorong hyerin, hyerin terlihat kesal jadinya.

 

 

“Kenapa aku mesti melakukan ini? Seharusnya aku nggak ikut saja.”hyerin mengomel terus semenjak ia mencuci piring dengan kim taehyung. Taehyung cuma mendengarkan saja.

 

“Kau katakan juga sesuatu! Kau pasti juga kesal kan karna kelakuan mereka!”seru hyerin.

 

“Eh? Ng..aku nggak tau apa harus kesal atau apa? Tapi apa kau nggak kesal denganku?”

 

“Kesal? Untuk apa aku kesal denganmu?”hyerin menghentikan cuci piringnya dan menatap taehyung, begitupun dengan taehyung.

 

“Ciuman itu..”

 

“Oh ciuman itu, untuk apa aku kesal padamu. Lagi pula itu kelakuan v, ia yang melakukan itu, aku kesalnya sama dia! Kalau aku bertemu dengan dia lagi aku akan menghajarnya habis habisan!”

 

“Hahaha”taehyung tertawa canggung. “Kupikir kau akan membenciku, sejak kecil orang-orang sering memarahiku karna ulah v, saat itu aku belum tau kalau v itu ada. Jimin orang yang pertama menyadari keberadaan v. Itu sebabnya dia cukup dekat dengan v dari pada yang lainnya.”lanjutnya.

 

“Geurae, pantas park Jimin tidak takut padanya dan min yoongi sangat takut padanya. Terus bagaimana si v itu muncul? Apa yang memicunya terlahir?”

 

“Kata dokter, v muncul karna rasa kesepianku yang sangat mendalam.”taehyung melanjutkan cuci piringnya.

 

“Rasa kesepian?”sementara itu hyerin menyimak dengan baik apa yang dikatakan taehyung.

 

“Sebenarnya waktu kecil orang tuaku meninggal dalam sebuah kecelakaan maut, banyak yang tewas saat itu termasuk kedua orang tuaku, kemudian paman dan bibiku yang merawatku tapi cara mereka merawatku tidak seperti cara mereka merawat anak-anaknya. Aku sering dipukuli dan disiksa, tidak ada yang menganggapku keluarga dari keluarga itu. Dan suatu hari v terlahir, dia membuat ulah dan membuat paman dan bibiku gerah melihat kelakuannya. Mereka membuangku dan membawaku kepanti asuhan dan disanalah aku bertemu dengan Jimin lagi.”

 

“Lagi? Kalian sudah pernah bertemu sebelumnya?”

 

“Iya, kami dulu tetanggaan. Oh, dan juga Jimin termasuk korban dalam kecelakaan maut itu, dia selamat tapi kedua orang tuanya tidak. Itu sebabnya untuk kedua kalinya aku bertemu dengan Jimin lagi di panti asuhan, kami besar bersama dan selalu bersama”

 

“Entah kenapa kalian seperti terdengar sepasang kekasih.”

 

“Benarkah, kurasa itu yang orang-orang juga katakan kalau melihat kami berdua”nyengir taehyung.

 

“Taehyung-ah, masih ada beberapa piring dan gelas diluar, sebaiknya kau mengambil itu juga.”namjoon muncul dan mengatakan hal itu.

 

“Oh benarkah, kalau begitu aku pergi ambil dulu.”taehyung pun pergi.

 

“Kalian sepertinya sangat dekat”ujar namjoon, hyerin spontan berbalik melihat namjoon.

 

“A-ani!”tegas hyerin.

 

“Tidak semua orang bisa mendengar kisah hidup kim taehyung secara langsung darinya, kami saja mengetahui hal itu dari Jimin.”

 

“Oh ya, mungkin karna aku cewek. Kau taukan pepatah cewek selalu benar.”

 

“Tidak ada hubungannya kali. Tapi terserahlah, yang penting kamu harus tahu, kami selalu terlihat senang saat kami semua bersama, ku lihat kamu juga senang saat bersama kami.”

 

“Apa maksudmu?”

 

“Yang intinya kamu tidak harus mengandalkan dirimu sendiri, hidup sendirian, bagaimanapun setiap manusia pasti membutuhkan manusia lainnya. Jadi aku harap kau juga mulai terbuka dengan kami atau pun orang lain.”

 

Namjoon langsung pergi setelah menyelesaikan kata-katanya.

 

“Kenapa dia mengatakan itu?”ucap hyerin heran.

 

 

“Haahh..aku habis cuci piring atau mengankat kuli bangunan sih? Kok badanku pada pegel semua.”ujar hyerin sembari meregankan punggungnya.

 

Hyerin kini tengah berada di balkon dilantai dua.

 

“Indah sekali”ucapnya kagum melihat pemandangan yang Indah ada didepan matanya.

 

“Iya, seindah dirimu.”tiba-tiba Jimin ada disampingnya, seketika ekspresi kagum hyerin mendadak berubah menjadi datar.

 

“Apa yang kau lakukan disini?”

 

“Hehehe, melihat keindahan alam, dan keindahanmu”gombal Jimin tapi itu tidak mempan terhadap hyerin.

 

“Ada apa denganmu? Apa kau kerasukan v?”

 

“Hahahaha, aku hanya bercanda. Apa yang kau lakukan disini?”

 

“Kau tidak lihat aku ngapain? Aku lagi istirahat karna mencuci piring kalian yang segudang itu.”

 

“Apa aku mesti memijatmu”Jimin hendak memijat bahu hyerin, tapi dengan sigap hyerin menolaknya.

 

“Nggak usah! Aku heran deh denganmu, kurasa rumor tentang kau tidak suka disentuh oleh seseorang adalah bohong. Aku jadi penasaran siapa yang menyebar rumor itu?”

 

“Hahaha aku juga heran kenapa rumor tentang ku itu tidak benar, padahal aku sangat suka menyentuh orang.”

 

“Geuraue, kau cuma orang mesum, mungkin kau sendiri yang menyebarkannya agar mesummu tidak ketahuan.”

 

“Hahaha tentu saja bukan aku yang melakukan itu, untuk apa aku melakukan itu.”ucap Jimin diikuti suara tertawanya. “Sebaiknya kau istirahat saja dikamarmu, nanti malam kita akan mengadakan pesta kembang api”

 

“Benarkah? Asik! Kalau begitu aku pergi tidur dulu aja.”

 

Hyerin pun pergi kekamarnya. Jimin masih berada dibalkon. Dia menatap lurus kelangit. Sesekali dia menghela nafas, entah apa yang saat ini menganggu beban pikirannya.

 

 

“Hyerin-ah, ireona! Pesta Kembang apinya bentar lagi akan dimulai”jungkook membangunkan hyerin.

 

“Ng..kembang api..?”dia pun terbangun tapi masih dalam keadaan setengah sadar. “Kembang api! Asik! Ayo cepat kita kesana!”seru hyerin begitu ia sadar, ia langsung menarik tangan jungkook dan berlari menuju tempat teman-temannya mengadakan pesta kembang api itu.

 

Mereka mengadakan kembang api didekat danau yang jaraknya agak jauh dari villanya, tapi mereka tetap bisa kesana meskipun cuma jalan kaki saja.

 

Waktu menunjukkan pukul 9 malam, waktu yang pas untuk mengadakan kembang api, karna jam 11 nanti mereka akan pulang lagi kesekolah untuk melanjutkan aktifitas belajar mereka.

 

“Ayo cepat, jungkook-ah!”seru hyerin, dia sangat bersemangat

 

“Tunggu.. aku nggak bisa berlari lagi, kau berlari sangat cepat”jungkook terlihat lelah tapi ia tidak bisa berhenti karna hyerin masih menggenggam tangannya.

 

“Kita harus cepat sebelum kita ketinggalan kembang apinya!”

 

“Kau seperti belum pernah melihat kembang api saja”

 

“Memang.”nyengir hyerin, dan entah kenapa jungkook jadi tertawa mendengar pernyataan hyerin.

 

Mereka pun sampai, pertama-tama mereka berdua mengatur pola pernafasan mereka. Yang lain jadi heran melihatnya.

 

“Kalian berdua kenapa? Seperti habis dikejar setan saja.”ujar yoongi, ia terlihat tengah duduk santai dipinggir danau.

 

“ini lebih buruk dari setan, hyerin menarik tanganku sangat kencang dan membawaku berlari bersamanya, tapi dia sangat gesit aku tidak bisa mengimbangi larinya.”jawab jungkook.

 

“Untuk apa kau berlari segesit itu?”tanya taehyung, ia tengah memasang beberapa kembang api dipinggir danau.

 

“Aku tidak mau ketinggalan kembang apinya.”

 

“Kami bahkan belum memasang semua kembang apinya.”ujar seokjin.

 

“Hei yedera mau mendengar sesuatu yang lucu, katanya hyerin belum pernah melihat kembang api”nyengir jungkook, yang lain jadi tertawa mendengarnya.

 

“Kenapa kalian menertawakanku? Apa salahnya kalau aku belum pernah melihat kembang api”

 

“Tidak salah kok, hyerin-ah. Cuma terdengar lucu saja, kau seperti anak kecil yang kegirangan untuk melihat kembang api.”kata jungkook.

 

“Siapa yang kau sebut anak kecil!!”hyerin menendang kaki jungkook, jungkook jadi meringis kesakitan karnanya.

 

“Sudahlah, kalian jangan bertengkar. Ayo sini kembang apinya akan segera kita nyalakan.”seokjin memanggil hyerin mendekat, dan tentu saja hyerin mendekat dengan senangnya.

 

“Tapi apa nggak apa-apa kalau kita sedekat ini?”hyerin agak takut untuk mendekat lagi, karna nanti kembang apinya akan mengenainya.

 

“Tenang saja, ini aman kok. Asalkan kau menutup telingamu, karna bunyi ledakannya nanti sangat keras.”ujar hoseok.

 

Seokjin pun mulai menyalakan kembang apinya, semuanya sudah siap siaga menutup telinga mereka. Meskipun agak takut dengan suara ledakannya, hyerin terlihat sangat antusias untuk melihat kembang api itu.

 

Kembang apinya meledak secara bersamaan, ada sekitar 10 kembang api yang dinyalakan, dan itu semua terbang menuju kelangit dan terlihat sangat Indah, awalnya memang terdengar berisik, tapi sekarang mereka mulai terbiasa dengan suaranya.

 

“Uwahhh!! Yeppudah!”seru hyerin, ia terlihat sangat senang, yang lain cuma tertawa melihat tingkahnya yang seperti anak kecil.

 

 

“Apa semuanya sudah siap? Nggak ada yang ketinggalankan?”tanya seokjin dari kursi depan, dan semua dari belakang serentak menjawab iya. “Baiklah, kita balik sekarang. Ayo, ahjussi.”lanjutnya pada sopir yang ada disampingnya.

 

“Aku masih ingin tinggal, aku malas balik ke sekolah”keluh jungkook.

 

“Jangan begitu, apa kau mau tinggal kelas? Kamu sudah terlalu sering membolos”ujar namjoon.

 

“Ho oh, diantara kita kamu paling sering membolos, bahkan yoongi hyung yang pemalas tetap saja rajin masuk kelas.”jelas Jimin.

 

“Siapa yang kau sebut pemalas, bantet!”

 

“Hehehe, mian hyung”cengir Jimin.

 

“Hei bisa nggak kalian tidak berisik, kami sedang mencoba untuk tidur.”ucap hoseok dari belakang, dia duduk dikursi belakang bersama taehyung dan hyerin.

 

“Aigoo taehyung hyung, kenapa kamu duduk disamping hyerin, bagaimana kalau v terbangun, kan jadi ribet nanti”ujar jungkook, jungkook duduk tepat didepan taehyung, ia duduk bersama namjoon.

 

“Nggak bakalan, seharian ini aku berada disamping hyerin dan tak terjadi apa-apa.”

 

“Kalian bisa diam nggak! Aku mau tidur!”lagi-lagi hoseok marah.

 

“Hyung juga, kenapa duduk disana! Seharusnya tadi aku yang duduk dibelakang!”keluh Jimin.

 

“Diam kau bantet!”kata yoongi dengan mata tertutup tapi terdengar sangat sangar, Jimin jadi terdiam karenanya, karna yoongi tepat duduk disampingnya.

 

“Jungkook-ah, berbalik, nanti punggung mu sakit kalau kau seperti itu.”namjoon menegur jungkook yang dari tadi berbalik melihat kebelakang.

 

“Aku harus memperhatikan taehyung hyung, nanti kalau v terbangun, bagaimana?”

 

“Sudah kubilang, tidak akan! V tidak akan bangun, kook!”jawab taehyung.

 

“SUDAH KU BILANG JANGAN BERISIK!!”kali ini teguran hoseok membuat semua orang dimobil jadi diam. Tapi hanya sementara, setelah beberapa detik mereka berisik lagi. Hoseok jadi menyerah dan memasang headphone ditelinganya.

 

Sementara itu, dikursi bagian depan.

 

“Hahahah, teman-teman tuan muda sangat berisik yah, saya berasa seperti berada di pasar tradisional.”ucap sopir keluarga kim.

 

“Haha, iya memang benar. itu sebabnya aku menyukai mereka semua”

 

“Saya jadi bingung ,bagaimana bisa agasshi itu tertidur dengan suasana seperti ini”ujar sang sopir.

 

“Hahaha geurae, aku juga bingung. Mungkin dia sangat lelah sehingga dia tidak menghiraukan apa yang ada disekitarnya.”

 

 

Hyerin pov.

 

Kelas sudah dimulai, dan entah kenapa aku sangat ngantuk, padahal semalam aku tertidur dimobil. Badan ku juga sangat pegal.

 

Kulihat bukan cuma aku yang mengantuk, mereka juga. Kulihat seokjin, yoongi dan hoseok tertidur. Sedangkan Jimin, taehyung dan namjoon keliatan berusaha untuk menahan kantuk mereka. Dan jeon jungkook, aku tak tau dia kemana, mungkin dia bolos dan tertidur disuatu tempat.

 

Aku nggak menyangka akan bakal sedekat ini dengan mereka, entah kenapa aku berpikir mereka punya luka yang sama denganku, jungkook yang keluarganya mati terbunuh dan dia satu satunya yang selamat, taehyung punya masa kecil yang menyedihkan dan menyengsarakan sehingga membangunkan sisi jahatnya yaitu v.

 

Untuk saat ini cuma mereka berdua yang aku ketahui masa lalunya, tapi aku sempat berpikir, kurasa bukan cuma mereka berdua punya masa lalu yang suram, kurasa yang lainnya juga. Itu sebabnya mereka dipertemukan untuk saling menyemangati satu sama lain dan berusaha untuk melupakan diri mereka yang dulu.

 

Satu minggu telah berlalu semenjak liburan kami ke villa keluarga seokjin, dan aku mulai terbuka dengan mereka. Aku mulai memikirkan perkataan namjoon, bahwa aku harus terbuka, dan disinilah aku, aku mencoba untuk terbuka lagi dengan orang-orang sekitarku.

 

Aku sudah dekat dengan mereka, jungkook yang selalu suka menjahili orang seperti biasa selalu menjahiliku, tapi dia juga sering membuatku tertawa dengan leluconnya.

 

Taehyung yang awalnya kupikir kalem, ternyata dia seru juga. Dia pandai memainkan game yang sering kumainkan di hapeku. Kami memiliki banyak kesamaan.

 

Min yoongi, aku masih sering beradu mulut dengannya, dia sangat cerewet. Mulutnya seperti mulut ahjumma saat bergosip, tidak pernah berhenti mengeluh. tapi entah kenapa kami selalu kompakan dalam memilih sesuatu, seperti memilih menu makanan dikantin.

 

Jimin, seperti biasa dia tukang penggoda dan kadang-kadang jadi lembut seperti malaikat. Aku jadi bingung melihatnya, apa mungkin dia juga punya kepribadian ganda.

 

Seokjin, dia seperti seorang oppa bagiku. Dia sangat perhatian dan dewasa, tapi dibalik sisi dewasanya, dia kadang suka jahil.

 

Namjoon, dia pintar, rajin belajar. Dia sering membantuku dalam belajar, kurasa dia cocok jadi guru, yah guru killer. Dia sangat jahat dalam membantu orang belajar, dia tidak akan berhenti mengajarkan sesuatu sampai kami benar benar paham dan terkadang aku dan Jimin jadi korban killernya.

 

Tapi seberapa jahil dan jahatnya mereka kepadaku, aku akan tetap mencoba berteman dengan mereka.

 

TBC

 

Mianhe for typo, aku benar-benar minta maaf soal chapter yang lalu, pasti pada bingung nama hyemi itu siapa, itu cuma salah satu OC dari salah satu ff yang sedang kukerjakan, ff itu masih belum dipublis, kadang aku bingung dalam penggunaan nama OC. Sekali lagi mohon maaf untuk chapter sebelumnya, itu karna aku belum koreksi ulang dan mengirimnya 😭😭

 

Advertisements

One thought on “[BTS FF Freelance] Gift For God – (Chapter 9)

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s