[BTS FF Freelance] #FriendZone – (Chapter 7)

frinedzone-2

Title: #FriendZone || Author: yeonnie ||Genre: friendship, school, and romance, comedy || Cast: jung hyemi(OC), Park jimin & anothe member BTS || Rating: G || Length: Chaptered || Disclaimer: ff ini asli dari kepalaku jika ada kesamaan itu mungkin cuma kebetulan, castnya milik tuhan dan keluarganya kecuali OC dan Jimin /plak

Happy Reading & don’t be SIDER!!!


Jimin pov.

“Apa aku benar-benar melakukan itu? Apa aku benar-benar sering mengatai hyemi bodoh?arghh kenapa aku nggak bisa ingat apapun”

Hahh sudahlah, mungkin eomma cuma mengada-ada aja. Lebih baik aku mandi dulu.”

Jimin berjalan menuju kamar mandi, dan tiba-tiba kakinya terbentur di pintu kamar mandi.

“Arkghh!! Appo!!”ringisnya kesakitan sembil memegang kaki kirinya dan melompat-lompat tidak karuan.

Dan disaat itu juga dia teringat sesuatu…

Flash Back On

Hari itu adalah hari kelulusan SD Jimin dan hyemi, di sana juga sudah ada orang tua mereka masing-masing.

“Jimin-ah, kamu mau masuk SMP mana?”tanya appa Jimin.

“Aku mau masuk SMP X”jawab Jimin antusias.

“Bukankah itu SMP unggulan, bukankah sulit untuk masuk ke SMP itu?”ujar eomma Jimin.

“Aku bisa masuk kok kesana, lagipula aku tak sebodoh seseorang yg kukenal”ucapnya bermaksud menyinggung hyemi.

“Haah? Kamu pikir kamu sudah pintar terus bisa masuk kesana?”ucap hyemi cemberut.

“Setidaknya aku tidak bodoh sepertimu yang selalu mendapatkan peringkat terakhir.”balas Jimin, hyemi terlihat kesal.

“Kenapa Jimin mau masuk kesana?”tanya eomma hyemi.

“Disana banyak cewek-cewek yang pintar, aku ingin berteman dengan cewek cewek pintar bukannya cewek bodoh.”Jimin makin membuat hyemi panas.

“Maaf saja kalau selama ini aku bodoh!”

Flash back off..

“Argh! Andwae! Aku mengingatnya, tapi kenapa aku melakukan itu!? Andwaeee! Kenapa aku melakukan itu.”Jimin mengacak rambutnya tanda ia frustasi.

“Wae wae Jimin? Apa kau sakit? Aku dengar kamu berteriak dari bawah.”eomma Jimin datang dengan paniknya.

“Eomma, aku sudah ingat.”guman Jimin.

“Ingat apa?”

“AKU SUDAH INGAT!”pekik Jimin kemudian ia langsung berlari masuk kekamarnya.

“Anak itu kenapa sih? Aku ngidam apa coba ngelahirin anak kek gini.”

Sementara itu dikamar jimin, dia sedang menelpon hoseok dengan keadaan gelisah, ia berjalan bolak balik didalam kamarnya.

“Yeobuseyo, jimin-ah wae?”

“HYUUUUNG!!!”

“wa-wae?! Kenapa teriak teriak gitu? Telingaku rasanya mau pecah! Ada apa?”

“Otokke, hyung?”

“Wae? Kenapa kau terdengar sangat sedih.”

“Kita ketemu saja ditaman, aku nggak bisa mengatakannya lewat telpon.”

Jimin dan hoseok sudah ada ditaman, mereka kini tengah duduk diayunan.

Jimin menceritakan apa yang terjadi, dia juga mengatakan tentang masa kanak kanaknya.

“Kamu orangnya jarang marah, sekalinya marah tau taunya itu salah mu sendiri.”ujar hoseok.

“Aku harus bagaimana, hyung.”

“Pantas hyemi belajar sangat keras, ternyata ini salahmu karna dulu selalu mengejeknya, dan tadi waktu dirumah hyemi kamu malah mengatakan ‘apa bagusnya jadi orang pintar’ kamu seperti menabur garam diatas luka.”

“Bukannya hyung yg sekarang melakukan itu padaku, jangan memperburuk keadaanku! Aku harus bagaimana? Hyemi tidak akan memaafkanku.”Jimin menutup wajahnya menahan sedihnya.

“Jangan bilang kau akan menangis? Hei, jangan menangis, masa cuma gara gara cewek kau menangis!”

“Aku tidak menangis” Jimin melepas tangannya.”sekarang aku harus bagaimana.”

“Pertama, minta maaflah pada hyemi.”

“Mana mungkin ia akan memaafkanku.”

“Coba saja dulu, mungkin sajakan dia memaafkan atau tidak, kau akan berakhir dengan keadaan tidak sadar diri.”

“Jangan menakutiku, jadi aku harus minta maaf atau tidak?”

“Ya tentu saja kamu harus minta maaf.”

Besok paginya, hari sangat cerah. Tapi tak secerah suasana hati hyemi, justru sangat suram.

Pagi buta dia sudah berangkat ke sekolah, ia yang biasanya berangkat ke sekolah bareng Jimin, tapi pagi ini tidak. Bahkan untuk melihat wajahnya ia tidak sudi.

“Hyemi mana, eomonim?”

“Dia sudah berangkat, pagi buta sekali ia sudah pergi.”

“Oh ya, kalau begitu aku pergi juga.”

Sementara itu disekolah, hyemi yang datang kepagian malah mendapatkan kelas yang sangat sepi. Ia cuma sendirian disana.

Dia beranjak keluar karna merasa bosan didalam kelas, ia berjalan beberapa langkah dan tanpa sengaja ia berada di lapangan basket.

“Tunggu! Kenapa aku ada disini? kakiku, ada apa denganmu!”

Hyemi yang awalnya ingin beranjak pergi tapi tiba-tiba langkahnya berhenti ketika dia mendengar suara dribelan bola basket.

Ia  mendekat untuk melihatnya, tapi semakin ia mendekat semakin ia sadar kalau orang yang mendrible itu bukanlah anggota tim basket sekolahnya ataupun orang yang pernah ia lihat.

“Kau siapa?”tanya hyemi dengan muka penasarannya.

Orang itu yang awalnya hendak melempar bola ke ring tiba-tiba berhenti ketika hyemi bertanya padanya.

Seketika mereka berdua saling tatap-tatapan, hyemi makin heran karna pertanyaannya tidak dijawab.

“Aku tanya kau siapa?”tanyanya lagi.

“kau sedang bicara padaku?”

“Tentu saja kau! Memangnya apa ada orang lain disini selain kau?”

“Aku jeon jungkook.”

“Apa kau siswa pindahan? Ini pertama kalinya aku melihatmu disekolah ini.”

“Kau tidak mengenalku?”tanya jungkook tak percaya.

“Tidak”

“Apa kau tau, kau satu satunya cewek disekolah ini yang tidak mengenalku. Memang benar aku siswa pindahan, aku pindah kesini 3 hari yang lalu.”

“Oh, pantas saja wajahmu terasa sangat asing. Kalau begitu, aku pergi dulu.”

Hyemi melangkah berbalik dan pergi.

“Eh tunggu! Apa kau mau pergi?”

“Ho oh, aku mau balik ke kelasku.”hyemi berbalik sebentar dan setelah itu dia melangkah pergi.

Jungkook berlari mengejarnya.

“Wah tak kusangka kau mengabaikanku. Apa kau tak ingin bicara lebih lama lagi denganku?”jungkook mengiringi langkah kaki hyemi yang menuju ke kelasnya.

“Untuk apa? Apa yang mesti kubicarakan denganmu?”ucap hyemi dengan santainya.

“Ka-kau..”jungkook tak bisa berkata-kata lagi.

Jungkook masih terus mengikuti hyemi yang menuju kekelasnya. Sementara itu dari arah berlawanan, najoom teman hyemi muncul. Hyemi melambaikan tangan kepadanya begitu pin dengan najoom yang dari kejauhan, tapi tiba-tiba dia menurunkan tangannya. Dia terlihat sangat terkejut.

“Najoom-ah, selamat pa-“

Najoom langsung menarik tangan hyemi dan membawanya ke kelasnya. Jungkook yang melihat itu jadi heran, dia kemudian langsung pergi dan menuju ke kelasnya juga.

“Ya! Apa kau mengenal jeon jungkook?!”tanya najoom dengan antusiasnya.

“Jeon jungkook? Oh cowok yang tadi! Ho oh, aku mengenalnya. Wae?”

“Cowok itu.. apa kau tak tau tentang dia selain namanya?”

“Ini pertemuan pertamaku dengannya, jadi mana mungkin aku tau banyak tentang dia.”

“Aigoo! Itu karna yang kamu pedulikan cuma Jimin Jimin dan Jimin. Tentu saja kau tak mengenal jeon jungkook.”

“Memangnya dia siapa?”

“Dia orang yang sangat luar biasa!”

“Luar biasa bagaimana?”

“Kamu pasti tau kan J Group?”tanya najoom dan hyemi mengangguk. “Dia satu-satunya penerus dari J Group, selain orang yang kaya dia juga orang multitalenta. Hampir semua hal bisa dia lakukan. Dan jangan lupa dengan wajah tampannya, bahkan dengan wajahnya, dia sudah diajak oleh beberapa agensi hiburan tapi dia tetap saja menolaknya.”

Hyemi malah jadi bengong saat mendengar penjelasan najoom.

“Bisa kau jelaskan lagi?”cengir hyemi.

“Ck! Yang pastinya dia pujaan semua wanita!”

“Oh”

“Mwo!? Apa cuma itu reaksimu!?!”

“Terus aku harus bilang apa?”

“Haahh, terserahlah. Kamu tidak jatuh hati kepadanya karna kamu sudah terlanjur tenggelam dalam Cinta Jimin.”najoom menghela nafasnya.

“Bisa nggak, nggak bicarakan Jimin lagi?”

“Kenapa? Apa kalian bertengkar lagi?”

Hyemi pun menjelaskan apa yang terjadi

“Wah daebak! Kurasa kalian akan lama baikannya, karna biasanya Jimin yang salah dan minta maaf. Tapi sekarang dia yang marah, mana mungkin dia bakal minta maaf. Ini pertama kalinya aku mendengar Jimin marah.”

“Arra, tapi mana mungkin aku yang minta maaf duluan, lagipula ini kan bukan salahku. Aku kan cuma mencoba membantunya.”

“Kau bilang ingin membantunya, tapi kau itu terlalu overprotektif sekali. Nyuruh-nyuruh orang dan bakal marah jika tak dituruti. Kurasa wajar saja Jimin marah, seberapapun sabarnya Jimin, kurasa dia juga tetap muak dengan sikapmu itu!”

“Jadi apa aku harus minta maaf?”

“Tentu saja! Minta maaflah padanya!”

“Tapi aku tidak bisa, terlalu gengsi jika aku minta maaf duluan.”

“Aigoo, terserah kau saja. Yang penting aku sudah memberitahumu tentang ini.”

Hyemi berpikir keras, dia harus minta maaf duluan atau menunggu maaf dari Jimin duluan.

Jam istirahat, hyemi langsung pergi dari kursinya dan menuju ke toilet sementara itu Jimin masih duduk dikursinya.

Selama pelajaran berlangsung, mereka berdua saling diam saja. Ada kecanggungan menyelimuti mereka. Hyemi yang menyadari hal itu, langsung pergi begitu jam istirahat datang.

Selang beberapa menit hyemi pergi, jimin pun juga hendak pergi kekantin, dan dia berpapasan dengan jungkook

“Oh! Apa kau dari kelas itu?”seru jungkook saat menyadari Jimin keluar dari kelasnya, dan Jimin mengangguk

“Apa kau mengenal yeoja yang ada dikelas ini, tingginya mungkin sekitar 167, dia cantik dan punya rambut yang lurus. Aiss penjelasanku kurang mendetail yah?”ucap jungkook, Jimin malah menggaruk kepalanya yg tidak gatal karna bingung mendengar penjelasan jungkook.

“Oh! Jeon jungkook!”tiba-tiba najoom keluar dari kelasnya dan melihat jungkook mengobrol dengan Jimin.

“Kau! Kau teman yeoja itu kan, aku yang tadi pagi mengobrol dengannya.”ucap jungkook dengan antusiasnya.

“Oh hyemi, iya aku temannya. Apa kau mencarinya?”ucap najoom, seketika Jimin yang tadi tidak peduli dengan laki laki yang ada didepannya, sekarang malah memerhatikannya secara mendetail, mulai dari kaki sampai ujung kepalanya.

“Iya , aku mencarinya. Jadi namanya hyemi, terus hyemi nya mana?”

“Dia lagi ke toilet, kurasa sebentar lagi dia akan kembali.”

“Oh geurae kalau begitu aku akan menunggunya.”

Jungkook dan najoom pun berdiri disana menunggu kedatangan hyemi, sementara itu Jimin juga masih disana, dia masih menatap tajam kearah jungkook.

“Untuk apa kau mencari hyemi?”ucap Jimin.

“Aku mau kenalan dengannya, tadi kami belum sempat kenalan”cengar cengir jungkook.

“Untuk apa kau kenalan dengannya, kau kan sudah tahu namanya.”

“Memangnya kenapa kalau aku kenalan dengannya? Kau siapa?”

“Aku, aku temannya! Sahabatnya! Sekarang kau boleh pergi”

“Shireoyo, aku mau bertemu dengan hyemi dulu!”

“Dasar bocah! Pergi sana!”ujar Jimin begitu ia menyadari kalau ternyata jungkook itu masih kelas 10.

“Siapa yang kau sebut bocah!”jungkook melawan, dia melangkah lebih dekat ke Jimin dan membuat mereka saling berhadapan, alhasil Jimin lah yang malah kelihatan bocah karna dia kalah tinggi oleh jungkook.

Najoom jadi panik melihat pertengkaran mereka, dia tak tahu harus bagaimana.

“Ada apa ini?” Hyemi pun datang, dan bingung melihat kedekatan jungkook dan Jimin. “Oh! Kau namja yang tadi pagi! Ternyata kau masih kelas 10″lanjutnya saat melihat dasi yang dikenakan jungkook menandakan ia masih kelas 10.

“ne, seonbae.”cengir jungkook.

“Nggak usah memanggilku seonbae, panggil hyemi aja. Lagipula aku sudah tau kau ini bukan orang biasa.”

“Hahaha kurasa kau sudah tau banyak tentangku”

“Kau hebat dalam basket, kenapa tidak bergabung dengan tim basket. Kalau kau mau, kau bisa tanyakan hal itu pada orang disampingmu. Kalau begitu aku pergi dulu, ayo najoom-ah”

Hyemi pun pergi bersama najoom, sementara itu jungkook dan Jimin masih berdiri disana.

Jimin menatap jungkook sinis, begitu pun dengan jungkook.

“Kau tidak akan pernah bisa masuk ke tim basket, dasar bocah!”

“Kita liat saja nanti, bantet. Sepertinya hyemi suka namja yang jago basket.”

“Memangnya kenapa? Apa kau menyukai hyemi?”

“Iya, aku menyukainya”jawab jungkook dengan santainya.

“Andwae! Kau tidak boleh menyukainya!”

“Mwoya? Kenapa? Apa hakmu melarang perasaanku?”

“Pokoknya andwae!”

“Sepertinya, kulihat cuma dia yang memandangmu sebagai sahabat, kurasa kau memandangnya dengan cara berbeda, bukankah begitu?”

Jimin terdiam dengan pernyataan jungkook, dia berpikir kenapa ia tidak mmengatakannya secara langsung kalau dia juga menyukainya, seperti jungkook yang dengan mudahnya mengucapkan hal itu.

TBC

Sorry for typo(s) komen juseyo..

Advertisements

3 thoughts on “[BTS FF Freelance] #FriendZone – (Chapter 7)

  1. hey author , maaf di chapter 6 aku gx ngoment. because hari2 smalem byk tugas kuliah #hadehhhh
    apa ini ada kookie oppa , udah hyemi sma kookie aja thor. ahahah
    jimin klo suka ya blg langsung aja dong , ntr nyesel loh di ambil brownis kyak kookie , atau di ambil sma jin oppa hyemi nya :3
    author aku mohon jgn ada konflik yg bikin emosi seperti perselingkuhan, penghianat , pemanfaatan , atau apalah itu
    soal nya konflik ini udah manis bgt ttg friends , ahaha kok jd ngatur ini *ehh #abaikan thor kece

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s