[BTS FF Freelance] Onama Kill (Series) – Kim Seokjin (Ficlet)

onama-kill-kim-seokjin

[BTS FF Freelance] Onama Kill (Series) – Kim Seokjin (Ficlet)

Author : Oh Nara

Cast : – Kim Seokjin (Jin BTS)

  • Lee Kyungri (OC)

Genre : Thriller

Rate : PG-17 (for Violance & Sadism)

Leght : Ficlet

Disclaimer :  This story and OC pure mine, kesamaan nama tokoh ataupun tempat murni ketidak sengajaan. BTS belong to God, his parent, Bighit Ent and also ARMY. Happy read, sorry for typo and ambiguisme word.

Summary : “Awas kau nanti, kalau aku tidak lapar sudah ku makan kau”

Warning!!?

Don’t be silent readers and don’t be plagiat…

Happy Reading…

Seokjin House’s – 07.00 PM

“Jadi makanan apa yang kau suka?” tanya seorang gadis pada pemuda dihadapannya. Tangannya asik mencoret-coret lembar jawabannya.

Pemuda berwajah tampan itu menjawab tanpa mengalihkan pandangannya “Daging”

“Daging segar” tambahnya, ia mengangkat kepalanya menatap gadis berkepang dihadapannya. “Kalau kau?”

“Aku suka spagetti”

“Spagetti ya?” pemuda itu bergumam.

Diusapnya dagu lancipnya dengan ujung pensil miliknya. “Hmm.. bagaimana kalau malam ini aku memasakan spagetti untukmu?”

“Jinja?” gadis bernama Lee Kyungri itu menatap pemuda yang tengah bertopang dagu dihadapannya, senyum terpeta diparas rupawannya.

“Apa kau yakin bisa memasak?” remeh Kyungri, ia kembali terpokus pada tugas kuliahnya.

“Tentu saja bisa” ucap pemuda itu, matanya tampak berbinar. “Apa kau meragukanku?”

Kyungri mengangguk sebagai jawaban. “Tampangmu sama sekali tak menunjukkan kau bisa memasak”

“Yak! Kau jahat sekali” Seokjin mengerucutkan bibirnya. “Percuma saja aku belajar memasak selama ini, kalau aku tak bisa memasakan sahabatku ini masakan yang enak”

“Haha…” Kyungri tergelak membuatnya langsung mendapatkan tatapan sinis Seokjin yang memang biasa ia tunjukan saat ia marah pada Kyungri.

Kyungri menghentikan tawanya, ia mengusap airmata yang menggenang dipelupuknya karena asik tertawa. “Baiklah tuan Kim Seokjin yang suka merengek, buatkan aku spagetti yang enak. Tapi—“

“Tapi apa?”

“ Jika masakanmu tak enak, kau harus traktir aku makan siang selama satu bulan penuh”

“Yak! Kau curang” protes Seokjin. “Lalu aku dapat apa kalau masakanku enak”

“Tidak ada” jawab Kyungri masih dengan canda. “Bagaimana? Setuju tidak? Kalau tidak ya aku pulang” Kyungri berpura-pura membereskan bukunya dan bersiap untuk beranjak.

“Ya.. ya.. baiklah”

 Senyum kemenangan mengembang dibibir Kyungri, ia memang suka mengerjai Seokjin.

Seokjin sudah berada didapurnya, sedang Kyungri hanya berkeliling menilik mini kitchen Seokjin yang masih terlihat bersih dan baru.

“Kau masih yakin mau memasakan spagetti untukku?” tanya Kyungri.

“Tentu saja” ucap Seokjin sembari memakai apron pink miliknya.

“Dapurmu sangat bersih. Seperti tidak pernah dipakai”

Tuk..

Sebuah spatula sukses mendarat di kepala Kyungri, membuat gadis bersurai coklat terang itu mengaduh kesakitan.

“Yak! Aish..” Kyungri mengusap puncak kepalanya yang terasa nyut-nyutan. “Kenapa memukulku?”

“Supaya kau menggunakan otakmu saat bicara” Kyungri menatap tajam Seokjin.

“Kenapa? Itu memang benar”

Kyungri meraih frypan yang diletakan Seokjin diatas kompor, bersiap membalas perbuatan Seokjin. Tapi sepertinya cacing-cacing di perutnya sudah memulai aksi demonya.

Kruyuukk…

“Awas kau nanti, kalau aku tidak lapar sudah ku makan kau” Kyungri meletakan kembali frypan yang sudah ia angkat tinggi tadi.

“Kyungri, daripada kau menggerutu tak jelas seperti itu lebih baik bantu aku ambilkan daging cincang di frezzer” ucap Seokjin sembari memasukan mie spagetti ke dalam panci.

Meski sedikit kesal Kyungri melakukan yang Seokjin perintahkan. Ia membuka pintu kulkas, sejenak ia terpaku melihat isi kulkas besar Seokjin.

“Woaaa… Apa kau makan ini setiap harinya?” Kyungri terperangah. Dilihatnya Seokjin mengangguk dengan senyum yang terpeta diwajahnya.

“Dasar maniak daging” cetus Kyungri. Dilihatnya deretan daging segar yang membuatnya ingin membuat pesta daging saat itu juga. “Daebak, bahkan hanu juga ada”

Kruyukk….

Cacing-cacing diperut Kyungri sekali lagi bersorak, membuyarkan lamunan Kyungri yang tengah menyantap daging terbaik korea itu. Dengan wajah kesal diraihnya kotak berisi daging cincang beku dan kembali menutup pintu kulkas.

Kyungri meletakan kotak itu di wastafel lantas mengucurkan air keran agar es yang membekukan daging cincangnya cepat mencair “Hei, Seokjin”

“Ya?” jawab Seokjin. Ia sudah meniriskan mie spagettinya dan menyiapkan frypan untuk membuat sausnya.

“Kau juga harus makan sayur agar seimbang”

“Tentu saja. Apa kau tak lihat badanku yang atletis ini?”

Plaakk…

Kyungri menepuk dahinya.

“Percaya diri sekali kau? Aku jadi ingin muntah” Kyung membuka mulutnya, meleguh seolah ia benar-benar akan muntah di wastafel.

“Yak! Jangan muntah di wastafelku” sentak Seokjin, ia segera mengambil kotak berisi daging cincang dari wastafel.

“Memangnya aku mau muntah beneran apa?” gerutu Kyungri, ia berniat meninggalkan dapur.

Tapi Seokjin memanggilnya. “Kyungri mau kemana? Cuci dulu pancinya baru kau boleh duduk”

“Aishh…” Kyungri mendengus kecil. “Tau begini, aku makan dirumah saja”

Diam-diam Seokjin terkekeh melihat tingkah lucu Kyungri.

Bau harum daging bercampur rempah khas saus spagetti membaui seluruh ruangan,  termasuk indra pembau Kyungri yang menariknya dari meja makan kembali ke dapur.

“Apa sudah selesai? Aku sudah lapar” keluhnya.

“Spagetti with meat saus ala Seokjin siap disajikan” ucap Seokjin sembari membawa mangkuk spagetti masakannya ke meja makan. Kyungri mengikutinya dari belakang seraya mengendus masakan yang membuat liurnya tak berhenti menetes.

“Lama sekali” keluh Kyungri. Ia segera duduk dikursinya dan menyendok spagettinya ke piringnya.

“Berdo’a dulu sebelum makan”

“Selamat makan”

“Masakanmu benar-benar lezat, aku sampai tak ingin berhenti makan” ucap Kyungri setelah menelan suapan terakhirnya.

“Tapi aku masih lapar” ucap Seokjin. “Bagaimana kalau kita membakar daging, kebetulan aku punya yang masih segar”

“Terserah kau saja” ucap Kyungri.

“Kalau begitu aku ambil dagingnya dulu”

“Kalau begitu, biar aku yang siapkan bakarannya” ucap Kyungri, ia berniat beranjak dari kursinya namun Seokjin menyuruhnya kembali duduk.

“Tidak usah, kau duduk saja disini. Aku tak ingin kau merusak dagingku” ucap Seokjin sebelum mengambil langkah ke dapur.

“Ck” Kyungri berdecak, ia sedikit kesal dengan kalimat sarkatis Seokjin.

Tak lama Seokjin kembali.

“Hei, kenapa kau kembali lagi bukankah kau akan mengambil daging?” ucap Kyungri pada Seokjin yang berdiri mematung dengan pisau daging menggantung ditangannya.

“Seokjin” panggil Kyungri lagi.

Entah mengapa firasatnya menjadi buruk saat Seokjin menarik sudut bibirnya, ia menyeringai. Matanya yang biasanya ramah terlihat sangat mengerikan, maksa bulu kuduk Kyungri terbangun dari tidurnya. Seokjin mengangkat pisau daging ditangannya, mengacungkannya  diudara.

Masih setia dengan seringainya, ia mengunci Kyungri dalam pandangannya. Perlahan kaki-kaki jenjangnya melangkah mendekati gadis yang menegang ditempatnya.

Brakk…

Kyungri tanpa sadar mengangkat tubuhnya, membuat kursi yang ia duduki terplanting kebelakang. Tubuhnya menegang seketika.

“S-seokjin, jangan bercanda” Kyungri tercekat, butiran bening menetes dari pelupuknya. Ia berjalan mundur menghindari Seokjin yang kian mengikis jarak diantara mereka.

“S-seokjin, apa yang kau lakukan? Kau tidak mungkin membunuhku kan?”

Jarak mereka kian menipis, Seokjin mengangkat tinggi pisau ditangannya. Lalu mengayunkannya kearah Kyungri. Kyungri mengangkat kedua tangannya, melindungi kepalanya. Dalam hati ia berharap ini hanyalah mimpi dan ia akan terbangun keesokan paginya. Karena ia sudah mengenal Seokjin lama, pria yang bahkan tak mampu membunuh seekor semut yang sudah menggigitnya.

“ARRRGGHHH…. JANGAN BUNUH AKU!”

Tiba-tiba suara tawa terdengar nyaring dari mulut Seokjin, ia menurunkan pisau dagingnya. Sementara Kyungri mengintip dari sela lengannya. Ia masih takut.

“Haha… Harusnya kau lihat ekspresimu, kau bahkan menangis” ucap Seokjin menahan tawa.

Kyungri menurunkan tangannya kesal, gadis berkepang itu siap meluncurkan sumpah serapahnya pada Seokjin yang masih terpingkal dihadapannya “Sialan kau. Aku hampir saja mati kena serangan jantung gara-gara kau tau”

“Haha… Mian. Mian” ucap Seokjin seraya menghapus air matanya yang keluar akibat tertawa. Ia merajut langkah mendekati Kyungri yang sedang berkacak pinggang seraya memelototi Seokjin yang tersenyum riang.

“Kyungri”

“Apa?” jawab Kyungri ketus.

“Kau marah ya? Padahal aku tidak bercanda”

“Hah?” seketika Kyungri menatap horror pria yang masih memeta senyum riang diwajahnya.

Creekkk….

Crash…

Darah segar keluar dari leher Kyungri, mengotori tangan dan wajah sang penjagal. Seokjin tergelak melihat tubuh Kyungri ambruk dihadapannya. Bak kambing sembelihan gadis itu menglepar kehabisan darah.

“Kita berpesta malam ini sayangku” ucap Seokjin seraya mengelus pisau daging kesayangannya itu.

Seokjin meraih kaki Kyungri yang sudah lemas lantas menyeretnya menuju dapur. Seokjin berhenti di depan kulkas besarnya. Ia membuka pintu kulkasnya, lalu menekan tombol yang terdapat di dalamnya. Dan seketika bagian belakang kulkas itu terbuka, menampakan lorong gelap dan dingin.

Seokjin kembali menyeret tubuh Kyungri memasuki lorong itu. Hingga sampailah ia sebuah ruangan berisikan tubuh yang sudah terlepas kulit dan dagingnya.

Tangan Seokjin yang masih memegang kaki Kyungri, ia angkat setinggi kepalanya lantas menancapkannya pada pengait yang memang ia sediakan untuk mengguliti mangsanya.

“Fuuiitt… fuuu….”

Seokjin bersiul melihat tubuh Kyungri yang tergantung terbalik. “Aku tak sabar memasak dagingnya, pasti sangat enak”

“Haha…”

“Seokjin, enaknya kita makan dimana ya?” tanya seorang gadis.

“Bagaimana kalau di rumahku? Aku punya banyak daging segar”

“Jinja? Kalau begitu ayo ke rumahmu. Lagi pula kau tak pernah mengajakku berkunjung ke rumahmu, sedangkan Kyungri bebas keluar masuk rumahmu”

“Haha… kau pasti cemburu ya”

“Tidak” ucap gadis itu. “Lagipula gadis itu sudah menghilang. Ku harap dia tak usah kembali saja”

“Kau sangat lucu” Seokjin terkekeh. “Tapi ku harap ia bisa cepat kembali, karena sangat susah mencari yang berkualitas sepertinya” gumamnya.

“Hah?”

“Tidak”

Seokjin hanya tersenyum manis, semanis ia menghabiskan malamnya dengan pisau daging kesayangannya malam ini.

END

Note : Huft… akhirnya bisa post disini lagi setelah sekian lama. Onama Kill series akan membawa 7 kisah pembunuhan dengan ke-7 member BTS, semoga reader-deul terhibur dengan FF abal-abal Nara ini. Nara masih terbilang newbie, mohon kritik dan sarannya.

6 AGAIN – Who’s the next?

Advertisements

5 thoughts on “[BTS FF Freelance] Onama Kill (Series) – Kim Seokjin (Ficlet)

  1. Asyemm, aku sampe gajadi makan gegara baca ini sambil masak. Kebyang itu myat ceweknya udah klepar2 setengah idup setengah mati (?)

    Jin -__- kelakuan deh, abis kemaren nyiumin patung yg ada di MV itu, skrg ngebunuh-bunug anak perawan -__-

    Tapi tulisannya bagus, ini kesan psycopat-nya si Jin dapet banget. Keep writing, ditunggu next series-nya~

    Liked by 1 person

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s