[BTS FF Freelancer] Gift For God – (Chapter 10)

photogrid_1464536233040-1

Title: Gift For God || Author: kim yuna ||Genre: thriller, friendship, school, and romance || Cast: Kim Hyerin(OC), All Member BTS || Rating: G || Length: Chaptered || Disclaimer: anyyeong!! Ini ff pertamaku, tolong dimaklumi kalau ada typo dan kata-kata yang tidak dimengerti yah

Happy reading!! & don’t be silent reader!!

Sebelumnya,

Namjoon, dia pintar, rajin belajar. Dia sering membantuku dalam belajar, kurasa dia cocok jadi guru, yah guru killer. Dia sangat jahat dalam membantu orang belajar, dia tidak akan berhenti mengajarkan sesuatu sampai kami benar benar paham dan terkadang aku dan Jimin jadi korban killernya.

Tapi seberapa jahil dan jahatnya mereka kepadaku, aku akan tetap mencoba berteman dengan mereka.

***

Author pov.

Hyerin, Jimin, jungkook dan taehyung kini tengah berada di kantin asrama. Pada weekend seperti ini, mereka pada malas malasan disana.

“Kalian tidak pada pulang kerumah lagi?”tanya hyerin

“Ani, lagi malas pulang”jawab jungkook dengan santainya.

“Sepertinya namjoon dan seokjin pulang”lanjut hyerin.

“Ho oh, mereka berdua memang selalu pulang pada weekend”jawab Jimin.

“Apa ada yang melihat hoseok? Aiis kemana anak itu pergi?!”yoongi tiba-tiba datang dengan wajah badmood.

“Dari tadi pagi ia pergi, katanya ada urusan yg mesti ia selesain dikota.”Ucap taehyung.

“Dan kau membiarkannya pergi! Kenapa kau tidak melarangnya!?”gertak yoongi.

“Kenapa kami mesti melarangnya? Itu terserah dia, mau pergi atau tidak”jawab Jimin.

“Itu karna kalian tidak tahu apa yg sedang terjadi”ujar yoongi, dia melempar sebuah surat dia meja mereka.

“Mwoya ige? Surat apa ini?”jungkook mengambil surat itu dan melihatnya secara teliti, meskipun ia belum membuka isi dari amplopnya.

“Lihatlah lebih teliti!”ucap yoongi, ia menyilangkan tangannya.

“Oh! Ini..bukannya ini surat yang ada di film film itu, di film film preman! Aku lupa namanya, surat apa yah?”hyerin berpikir keras.

“Surat tantangan!”dan akhirnya yoongi  sendiri yg menjelaskannya.

“Ho oh! Surat tantangan! Tapi kenapa dengan surat tantangan ini?”tanya hyerin.

“Iya, kenapa dengan surat ini hyung?”tanya taehyung juga.

“Oh! Ini surat untuk hoseok hyung, disini dikatakan kalau dia harus datang kekota tempat biasa mereka bertemu”ucap jungkook sambil membaca isi surat itu.

“Dari mana surat ini, hyung? Maksudku siapa yang mengirimnya?”tanya jimin.

“Itu dari musuh geng kami, sejak dulu geng mereka selalu berusaha menjadi yang berkuasa, sayangnya kami lebih kuat dan lebih berkuasa dari mereka. Mereka dulu sudah berhenti berulah karna takut dengan kami, tapi karna ketua geng kami dan wakilnya pensiun jadi kurasa itu sebabnya mereka bersemangat untuk berkuasa lagi.”jelas yoongi.

“Uwohh benar benar seperti di film, terus ketua dan wakil geng kalian siapa?”seru hyerin.

“Ketuanya hoseok dan aku wakilnya”jawab yoongi, seketika ekpresi mereka pada blank.

“Aigooooo!! Hyung-nim! Kenapa hyung-nim berdiri? Hyung-nim harus duduk, kaki hyung-nim pasti lelah.”ucap jungkook dengan tingkahnya seperti anak buah yg sedang membantu tuannya untuk duduk.

“apa hyung-nim panas? Sini aku kipasin, hyung-nim.”taehyung juga dengan sigapnya berdiri dan mengkipasi yoongi dengan tangannya.

“Mwoya, kenapa kalian mendadak jadi seperti ini? Bukannya kalian dari dulu sudah tahu aku ini mantan preman”

“Itu karna kami tidak tau kalau hyung-nim sehebat ini.”jawab jungkook.

“Ya! Park Jimin, sini layani juga hyung nim!”ujar taehyung.

“Kenapa aku harus melakukannya?”cengir Jimin.

“Solma, jangan bilang kau sudah tahu tentang ini?”tanya jungkook dan Jimin pun mengangguk.”kenapa kau tidak memberitahu kami, kalau kami tau kami tidak akan sering mengejek yoongi hyung, aku takut nanti dia menghajarku habis-habisan”lanjut jungkook

“Sudah kubilang aku sudah berhenti jadi preman, untuk apa aku menghajarmu untuk sesuatu yg sepele, kalian duduklah!”ujar yoongi.

“Aigoo kalian ini. Oh iya, dari dulu aku selalu ingin tanyakan hal ini, kenapa kalian berhenti jadi preman?”tanya hyerin.

“Itu karna eomma hoseok, ini permintaan terakhirnya, beliau menyuruh hoseok untuk berhenti jadi preman.”

“Terus kenapa hyung juga berhenti, hyung kan bisa jadi ketua geng, dan apa maksud dari permintaan terakhir? Apa eomma hoseok hyung akan meninggal.”ujar jungkook.

“Bukan ‘akan’ lagi, tapi beliau sudah meninggal. Hoseok mengajakku berhenti jadi preman, katanya sih dari dulu memang ia ingin berhenti.  tapi aku menolak ajakannya, sampai ketika eommanya meninggal. Hoseok terlihat sangat sedih dan depresi. Untuk pertama kalinya aku melihat dia sedepresi itu, dia bahkan tidak pernah keluar dari rumahnya selama 2 minggu.”

“Kok ceritanya berasa jadi dramatis gini.”ujar jungkook merinding.

“Diamlah!”Ucap hyemi, kemudian ia kembali menyimak.

“Aku datang mengunjungi setiap hari, makin hari ia keliatan semakin kurus, aku khawatir ia akan jatuh sakit. Jadi aku putuskan untuk berhenti jadi preman juga, kupikir itu bisa menghiburnya. Beberapa hari setelah aku memberitahu hoseok tentang aku akan berhenti juga, ia pun kembali hidup normal lagi.”

“Wah, persahabatan antar pria memang hebat!”seru hyerin.

“Apanya yang hebat! Kau mudah bilang gitu karna kau tidak merasakannya!”ujar jungkook.

“Terus,  bagaimana jimin bisa tau masalah kalian?”tanya taehyung.

“Entahlah. Bagaimana kau bisa tau, chim?”kata yoongi.

“Hoseok hyung yang memberitahuku”jawab jimin dengan santainya.

“Kurasa ada sesuatu dari kalian berdua sembunyikan. Oh! Aku ingin tau bagaimana awal kamu bertemu dengan hoseok!”seru hyerin.

“Tidak ada yang spesial”jawab jimin singkat. “Jadi, kapan kita akan pergi menolong hoseok hyung?”lanjut jimin

“Untuk apa kita pergi membantunya, dia bisa mengatasinya sendiri. Meskipun ia sudah pensiun dia tetap jago dalam berkelahi.”

Sementara itu, hoseok yang tengah berada di tempat yang sesuai dengan isi surat tantangan.

Seperti yang yoongi katakan, dengan mudahnya ia mengalahkan mereka. Mereka yang berjumlah hampir 20 orang tumbang.

“K-kau..b-bagaimana..bagaimana kau masih bisa sehebat ini?”ucap ketua geng mereka, ia tak menyangka hoseok masih kuat.

“Entahlah, mungkin tubuhku masih mengingat cara berkelahi.”ucap hoseok dengan songongnya melihat lawan lawannya yang terbaring kesakitan.

“Tak akan kubiarkan aku kalah secepat ini! Kami akan menculik pacarmu!”tegas ketua geng itu.

“Pacar? Aku tidak punya pacar.”

“Jangan bohong! Aku melihat kalian berdua sering bersama! Harus kau tau kalau aku punya mata-mata di sekolahmu”

“Aku nggak bohong, aku memang tidak punya pacar. Sudahlah, aku mau pulang. Jauh jauh aku datang kesini cuma untuk menghajar kalian. Lain kali, traktir aku.”

Hyerin pov.

Aku nggak nyangka ada kisah dibalik mereka berdua, yoongi dan hoseok. Tapi bagaimana jimin bisa tau banyak hal tentang mereka, apa mungkin benar hoseok yang memberitahunya?

Mumpung libur begini, aku pun pergi kekota untuk membeli beberapa barang yang tidak ada dijual di toko yang ada disekolah. Sebenarnya jarak kota sangat dekat, keluar gerbang sekolah dan kau pun sampai disana. Sekolah ku ini memang dibangun ditengah-tengah kota.

Setelah berbelanja, aku pun menunggu bus disalah satu halte.

Tiba-tiba aku mengantuk sekali, ada apa ini? Padahal semalam aku tidur lebih awal.

Disaat keadaan mengantukku ini, tiba-tiba aku melihat sesuatu, aku melihat penglihatan itu lagi,  aku melihat sebuah mobil melaju dengan kecepetan yang sangat cepat dan menabrak seseorang. Tunggu! Orang yang ditabrak itu, dia..hoseok?

Tunggu, ada apa ini? Kenapa aku tiba-tiba melihat sesuatu seperti ini lagi, padahal sudah lama aku tidak melihat hal seperti ini lagi.

Tenang! Aku harus tenang! Aku harus mengingat dimana tempat kejadian itu, coba ku ingat-ingat lagi. Itu berada tepat diperempatan, tapi perempatan mana? Oh! Kafe! Ada kafe didekat sana, dan bus yang tadi ku naiki melewati kafe itu, iya benar! Aku cuma perlu pergi kesana, dan ketika hoseok tiba, aku tinggal menahannya agar tidak menyebrangi perempatan itu.

Aku harus segera pergi.

Author pov.

Sementara itu disekolah, hari semakin sore. Hoseok sudah balik dari kota.

“Hyung! Gimana hyung? Apa hyung menghajar mereka?”tanya jungkook antusias.

“Hahaha tentu saja.”jawab hoseok dengan lantangnya.

“Sudah kuduga, kamu pasti bisa mengalahkan mereka”ucap yoongi mengangguk-ngangguk.

“Ngomong-ngomong, hyerin dan taehyung mana? Mereka berdua kok nggak kelihatan.”tanya hoseok.

“Taehyung sedang tidur dikamarnya sedangkan hyerin, dia pergi keluar, katanya ada sesuatu yang mesti ia beli. Apa hyung tidak bertemu dengannya diluar?”ujar jimin.

“Yaa, kau pikir kota ini sebesar telapak tangan, mana mungkin aku bisa bertemu dengannya.”kata hoseok, jimin cengingir mendengarnya.

Tiba-tiba taehyung datang dan berlari ke arah mereka.

“Sepertinya sesuatu terjadi pada hoseok hyung”ucapnya dengan masih mengatur pernapasannya.

“Aku? Kenapa denganku?”

“Hyung? Kenapa hyung disini! Hyerin! Hyerin mengatakan sesuatu terjadi padamu”

“Kenapa dia mengatakan itu?”tanya yoongi.

“Ini, kalian bacalah sendiri pesannya.”taehyung menyerahkan hapenya ke jungkook.

“‘Taehyung-ah, beritahu yang lain kalau hoseok dalam bahaya’ cuma ini?”jungkook membacanya.

“Bahaya? Bahaya kenapa? Aku baik-baik saja”kata hoseok melihat sekujur tubuhnya.

“Solmah….”

Hyerin memutuskan memilih menaiki taksi supaya ia bisa sampai lebih cepat.

Tapi ketika ia menunggu taksi, tiba-tiba ada orang yang menariknya dan membuatnya tak sadarkan diri.

Orang itu membawanya kesebuah ruangan atau lebih tepatnya dikatakan sebuah gudang.

Hari semakin malam. Hoseok, jimin, taehyung, yoongi dan jungkook kini tengah menuju ke hyerin.

“Seharusnya kita naik taksi saja”ujar taehyung.

“Memangnya kita punya uang buat bayar taksi.”kata hoseok

“Sepertinya kita terlalu menarik perhatian.”ujar jimin canggung melihat seisi bus yang dari tadi pada melihat mereka.

“Itu karna kita tampan dan penampilan kita seperti boyband.”ucap jungkook bangga.

“Apanya yang boyband! Kita cuma keliatan seperti preman insaf.”ujar yoongi.

“Preman insaf itu cuma berlaku buat hyung dan hoseok hyung”kata taehyung.

Dan ditengah obrolan mereka, hape hoseok berdering.

“Nugu?”tanya jimin.

“Entahlah, coba aku angkat dulu.”hoseok pun menerima telpon itu.”yebuseyo?”

“Oh, kau sudah mengangkatnya”

“Aku tau dimanapun suara serat dan songong itu, mau apa kau menelpon, tidak puaskah kau ku buat babak belur.”

“Hahaha, kali ini kau yang akan babak belur. Aku sudah menangkap pacarmu”

“Sudah kubilang aku tidak punya pacar!”

“Hoseok-ah, hati-hatilah diperempatan”

“Suara ini…hyerin! Itu kau kan! Hyerin!?”

“Iya, aku sudah menangkap pacarmu kim hyerin.”

“Dia bukan pacarku! Dimana kalian sekarang!”

“Digudang tempat biasa gengku berkumpul, datanglah secepatnya atau aku akan menyakiti pacarmu”

“Kau menyentuh saja sehelai rambutnya, aku akan membunuhmu!”

Hoseok pun menutup telponnya.

“Hyerin! Hyerin kenapa!?”tanya jimin paniknya.

“Sepertinya mereka mengirah hyerin pacarku dan menjadikannya umpan agar aku datang lagi pada mereka.”

“Mereka siapa?”ujar yoongi.

“Jackson dan anak buahnya”jawab hoseok.

“Jackson? Siapa itu jackson? Apa dia bule?”

“Dia orang yang mengirim surat tantangan itu. Dan dia bukan bule, itu cuma nama panggilan yang ia gunakan diantara anggota gengnya.”jelas yoongi.

“Kalau begitu, apa hyung dan hoseok hyung juga punya nama panggilan?”seru jungkook.

“Untuk apa kau mengetahui itu, kau tidak perlu tahu nama panggilan kami, itu terdengar sangat memalukan.”ujar yoongi.

“Menurutku itu keren. sudahlah, kita bahas nama panggilan ini nanti saja. Hyerin saat ini butuh bantuan kita.”

“Sudah kubilang aku bukan pacarnya! Kami cuma teman!”

“Hyerin-ssi, kau tidak usah menyangkal, aku punya mata-mata disekolahmu dan ia mengatakan kalau kalian berdua selalu terlihat mesra.”

“Aigooo! Siapa? Siapa yang mengatakan itu!? Apa mungkin dia buta?”

“Kenapa kau menyebut anak buahku buta!”jakcson menarik dagu hyerin dan menatap hyerin dengan tajam.

“Kau salah dalam memilih umpan, kau akan kena sialku”ucap hyerin sinis.

“Sial? Sial apa?”

“Apa kau tahu, dulu ditempat tinggalku sebelumnya, aku terkenal sebagai orang yang sial. Semua orang yang ada didekatku akan mati dengan cara mengenaskan, ada yang mati terbakar, jatuh dari jurang, jatuh dari gedung lantai 4, dan masih banyak lagi. Kau mau masuk dalam kategori mengenaskan yang mana?”

“Hahaha kau pikir aku akan percaya dengan hal seperti itu” ucap jackson gugup.

“Terserah, kau percaya atau tidak. Tapi aku sudah memperingatimu.”

Sementara itu, hoseok dan yang lain telah turun dari bus.

“Hyung? Apa kita sudah dekat?”tanya jimin.

“Kita tinggal menyebrangi perempatan ini, dan berjalan sedikit lagi.”ucap hoseok.

“Kalau begitu apa yang kita tunggu, ayo menyebrang.”jungkook pun hendak menyebrang tapi hoseok tiba-tiba menghalanginya.

“hyerin tadi mengatakan kalau aku harus berhati-hati di perempatan, jadi ada kemungkin perempatan yang ia maksud adalah perempatan ini.”

“Kalau begitu kita harus berhati-hati.”

“Kenapa mereka lama sekali.”jackson terdengar sangat kesal.

“Hyung-nim, apa sebaiknya hyung-nim pulang saja, nanti eomma hyung-nim marah kalo pulang kemalangan”ucap salah satu anak buah jackson.

“Pfftt..hahahhaha, ternyata kau jenis preman yang nurut sama orang tua juga, kau mirip dengan hoseok”ujar hyerin.

“Mwo?! Jangan samakan aku dengan anak manja itu! Lagi pula eommanya meninggal bukan karna dirinya dan dia malah sok-sokan berhenti jadi preman.”

“Eh, kau tau soal itu juga yah? Kupikir cuma teman-temannya saja yang tahu.”

“Hari itu, aku sedang bersamanya. Sebenarnya, dulu geng kami hampir akur, kami tinggal mengadakan perjanjian hari itu, tapi tiba-tiba ada panggilan kalau eommanya meninggal. dia langsung berhenti cuma karna merasa bersalah dengan eommanya. Kematian itukan bukan salah orang! Kalo memang ajalnya dia akan tetap mati.”

“Geurae”ucap hyerin terlihat sedih.

“Kau kelihatan sedih mendengar ceritaku, tentu saja kan kamu pacarnya.”

“Berapa kali aku harus bilang, kalau aku bukan pacarnya!!!!!!!”

“Dasar cerewet!”

“Hyung-nim, mereka sudah datang”

“Geurae, biarkan mereka masuk!”

Hoseok, jimin, taehyung, yoongi dan jungkook pun masuk.

“Wah daebak! Kita seperti sedang syuting di film film gitu.”seru jungkook.

“Hyerin-ah! Gwenchana?”tanya jimin.

“Tenang saja, aku baik-baik saja. Mereka bahkan tidak mengikatku.”

“Terus kenapa kau tidak lari, pabo!”ujar hoseok.

“Hah? Pabo? Liat, itu yang kau maksud mesra, setiap hari dia mengataiku pabo, dan kau masih mau mengatakan kalo kami pacaran!”tegas hyerin pada jackson.

“Oh ya, kurasa mata-mataku memang buta. Tapi setidaknya kau sudah datang kesini dan membawa pengikut barumu.”jackson melihat mereka, tapi tiba-tiba ia terkejut ketika melihat jimin.

“Ne-neo..”ucapnya gugup dan ketakutan saat melihat jimin ada diantara mereka.

“Ng? Kenapa dia? Apa dia mengenalmu chim?”bisik taehyung pada jimin.

“Hmm sepertinya aku pernah bertemu dengannya.”bisik jimin juga. “Hei! Lepaskan hyerin!”

“Sana! Pergi sana!”jackson menarik dan mendorong hyerin ke arah mereka.

“Mwo? Semudah ini? Ada apa denganmu? Kenapa kau mendadak selemah ini cuma karna park jimin.”ujar yoongi mendekat ke jackson.

“Dia itu orang yang mengerikan! Kalau bisa aku tidak ingin dekat dengan mereka. Hoseok! Kenapa kau dekat-dekat dengannya! Bukannya aku sudah memberitahumu seberapa mengerikannya dia.”

“Dia ini temanku”ucap hoseok sambil merangkul jimin dengan erat.

“Yak! Bagaimana kau bisa berteman dengan monster itu! Dan kenapa kau merangkulnya, jangan pernah kontak fisik dengannya!”

“Dia ini bilang apaan sih? Apa cuma aku yang tidak mengerti perkataannya? Kenapa dia mengatai jimin monster? Aku jadi risih mendengarnya.”ucap hyerin kebingungan.

“Kurasa memang cuma kamu yang tak mengerti”ujar jungkook.

“Memangnya kenapa kalau aku merangkulnya? Lagi pula tidak ada apapun di masa laluku yang harus kusembunyikan.”ucap hoseok, hyerin makin bingun mendengarnya.

“Kurasa masalah kita disini sudah selesai, sebaiknya kita pulang sebelum kepala asrama mencari kita.”kata jimin.

“Kita menarik perhatian lagi”ujar taehyung.

“Sudah kubilang kita ini terlalu tampan, saat ini kita terlihat seperti pahlawan yang berhasil menyelamatkan seorang wanita yang lemah”seru jungkook.

“Siapa yang kau sebut lemah! Dan kau jangan berisik, kita lagi di bus!”tegas hyerin.

“Aku nggak nyangka akan selesai semudah ini. Kupikir kita bakal mengorbankanmu, chim. Tapi jackson malah sangat takut padamu.”ujar yoongi.

“Lain kali kalo dia menantangku lagi, sebaiknya aku harus membawamu, chim. Hahaha”

“Memangnya ada apa dengan jimin? Kenapa dia sangat takut padanya.”

“Itu karna aku kuat”jawab jimin.

“Tapi kenapa dia bilang tidak boleh kontak fisik dan apa hubungan itu dengan masa lalu??”

“Hahaha, aigoo kau ini banyak tanya sekali. oh! Hyerin-ah, kamu kok bisa tau bakal ada sesuatu yang terjadi di perempatan itu.”ucap jungkook mengalihkan pembicaraan.

“ho oh! Tadi ada mobil yang ugal-ugalan, untung kami sudah hati-hati.”

“Oh geurae, baguslah.”hyerin cuma menjawab seadanya.

TBC.

Mian telat 😭 jangan lupa komen dan sarannya 😚

Advertisements

4 thoughts on “[BTS FF Freelancer] Gift For God – (Chapter 10)

  1. author.. lanjut chapter berikutnya jangan lama” yah.. aku udah jatuh cinta sama ff ini… aku merasa kalo persahabatan mereka tuh indah banget.. apalagi mereka menerima hyrin dengan terbuka dan ga pantang nyerah buat ngedeketin hyerin walaupun hyerin sangat jutek dan tertutup.. ahhhhh seandainya aja aku punya sahabat” seperti mereka, pasti akan sangat menyenangkan

    Like

  2. Next chap pallliiii 😭😭
    Sangking lama gk baca ff jadi lupa cerita sebelumnya kekeke
    Tapi tadi agak ingat sedikit setelah baca 😁😁

    Keep writing, fighting!!

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s