BTS FF Freelance] Onama Kill (Series) – Park Jimin (Ficlet)

onama-kill-park-jimin

[BTS FF Freelance] Onama Kill (Series) – Park Jimin (Ficlet)

Author : Oh Nara

Cast : – Park Jimin (Jimin BTS)

  • Min Ji Ah (OC)

Supporting Cast : – Kim Seokjin (Jin BTS)

Genre : Thriller

Rate : PG-17 (For Violance & Sadism)

Leght : Ficlet

Cover by : Dansunrevelucide.tumblr.com (Google) & NaraNaru Postart

Disclaimer :  This story and OC pure mine, BTS belong to God, their parent, Bighit Ent and also ARMY. Happy read, sorry for typo and ambiguisme word. Kisah ini terinspirasi dari pict yang Nara temuin di Google yang sekarang ini Nara jadiin cover.

FF ini pernah di post di Grub BTS Fanfiction Indonesia, jadi jika pernah menemukan FF dengan nama yang sama murni bukan plagiat.

Summary : “N—neo nu—nuguya?”

Warning!!?

Don’t be silent readers and don’t be plagiat…

Happy Reading…

Corridor Junha University – 11.45 pm

“Ini sungguh gila” batin gadis bernama Min Ji Ah.

Gadis bersurai pirang itu berlari sepanjang koridor fakultas seni.

“Semoga ia tak mengikutiku” gumamnya, tuk kesekian kalinya ia menengok kebelakang memastikan tak ada yang mengikutinya.

Ia menghentikan larinya sejenak, mengambil nafas sebanyak yang ia bisa. Peluh yang mengucur membuat rambutnya yang semula tertata rapi menjadi lusuh dan berantakan. Ia sudah lelah, tapi ia harus tetap berlari sampai ia rasa telah aman dari makhluk mengerikan yang sempat dilihatnya tadi.

“Aku tak ingin mati hari ini” kesekian kalinya Ji Ah merutuki nasib sialnya malam ini.

Seandainya ia tadi mendengarkan perkataan Seokjin yang mengajaknya pulang bersama, ia tak perlu pulang selarut ini dan melihat kejadian yang tak seharusnya ia lihat. Mungkin ini akan menjadi penyesalan terakhirnya.

Ji Ah kembali menengok kebelakang, menelusuri lorong koridor yang gelap, sebelum kembali melanjutkan larinya.

“Hah”

Ji Ah tersentak kaget saat seorang pemuda dengan setelan jas berwarna hitam tengah berdiri membelakanginya.

“N—neo nu–nuguya?” tanya Ji Ah terbata, tubuhnya sudah gemetar takkala melihat cairan kental yang menetes dari ujung jari kirinya.

“Apa kau lihat semuanya?” ucapan bernada sama pemuda itu layangkan pada Ji Ah. Suara beratnya mengisyaratkan kebencian yang perlahan merasuk ke jiwa gadis dibelakangnya.

Ji Ah—gadis itu hanya terdiam seolah ada yang menekan tenggorokannya, dan tanpa sadar menyeret langkah beratnya menjauhi pemuda yang kini berbalik menatapnya.

Samar Ji Ah melihat sosok yang menyeruak dari kegelapan hingga sinar purnama menembus kaca besar disisi koridor, memperlihatkan rupa pemuda itu. Mata semerah darah dengan dasar yang sepekat rambut hitamnya. Jemari yang runcing mengusap bibir merahnya, menampakan rentetan gigi yang tak seputih wajahnya. Cairan merah yang tadi Ji Ah lihat menetes dari ujung jemarinya ikut serta menghias rupa tampannya.

Ji Ah membeku ditempatnya, tak mampu bergerak sedikitpun bahkan untuk sekedar mengambil nafas. Dan saat matanya mengatup—.

Wuss…

Hanya satu kedipan mata pemuda itu sudah berdiri dibelakang Ji Ah.

“Aku malaikat maut yang akan mencabut nyawamu” darah Ji Ah berdesir seiring jantungnya yang serasa ingin copot saat itu juga.

“Tidak. Aku tidak ingin mati” sentak Ji Ah mengintrupsi setiap sendinya bergerak menjauh dari sisi pemuda yang tengah menebar seringainya.

Tak butuh satu detik Ji Ah sudah berada dalam dekapan pemuda itu. Ia ingin menjerit namun ditahan oleh tangan berlumuran darah pemuda itu, seketika amis memaksa masuk ke indra penciumannya memunculkan rasa mual yang teramat pada perutnya. Tak cukup dengan itu tubuhnya semakin gemetar kala nafas sang penguasa malam menyentuh cuping telinganya. Membisikan kata yang membuat maniknya melebar ketakutan.

“Sayangnya kau harus mati”

Jleb….

Darah segar mengucur dari punggung kiri Ji Ah saat kuku-kuku runcing pemuda itu menembus permukaan kulitnya. Tubuhnya melunglai dan ambruk dalam pelukan pemuda itu.

“Kalau saja kau tak melihatnya, aku tak perlu melakukan ini padamu” gumam pemuda itu lirih, namun masih bisa terdengar Ji Ah.

“Kau..” ucap Ji Ah yang setengah sadar. Pemuda itu menatap Ji Ah dingin.

“Apa kau mengatakan sesuatu?” tanyanya.

“S-siapa kau sebenarnya?” ucap Ji Ah terbata bersamaan dengan sukmanya yang menguap perlahan.

Pemuda itu tersenyum melihat wajah pucat dihadapannya menariknya pada sebuah kata “Aku—“

Library Junha University – 12.00 pm

“Agashi!” panggil seorang pemuda pada gadis yang tengah tertidur dihadapannya.

“Arrghhh…”

Pemuda itu nyaris terjungkal kebelakang, akibat ulah gadis itu yang tiba-tiba terbangun dengan teriakan yang memekakkan telinga.

“Mengagetkan saja” ucap pemuda itu mengusap dadanya yang berdebar.

Sementara gadis itu terhenyak melihat paras pemuda tampan itu, matanya yang hitam tampak bersinar ditengah kulitnya yang putih pucat. Rambut hitam kelamnya pun menambah kesan manis pada pemuda itu. Namun ada perasaan tak asing saat mata mereka saling beradu.

“Kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya pemuda itu yang kini memasang tatapan mengintimidasi pada gadis itu.

“Neo nuguya?” bukannya menjawab gadis itu malah balik bertanya.

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu? Siapa kau dan kenapa tidur disini?” tanya pemuda itu yang tampak kesal dengan sikap gadis berambut pirang dihadapannya.

Gadis itu menghela nafasnya “Namaku Min Ji Ah. Apa sedari tadi aku tidur disini?”

“Kenapa bertanya padaku? Kau fikir aku stalker yang mengawasi korbannya sepanjang waktu”

“Lalu kenapa kau ada disini? Aku bahkan tak pernah melihatmu di kampus ini?” tanya Ji Ah.

“Kau bodoh ya agashi, kampus ini kan besar dan banyak siswa jadi kemungkinan kita bertemu atau berpapasan itu sangat kecil”

Dalam hati Ji Ah merutuki pemuda dihadapannya ‘Bagaimana bisa orang ini mengataiku bodoh, padahal baru pertama bertemu’

“Kenapa agashi? Apa kau marah?”

‘Tentu saja aku marah, dasar bodoh’ batin Ji Ah.

“Ani, aku hanya kesal” tukas Ji Ah kesal, ia melempar pandangan ke luar jendela. Ia pun baru tersadar sedari tadi ruangan itu hanya berpenerangan cahaya rembulan.

“Hmm… Jadi siapa namamu?”

“Hah? Aku?”

“Iya, kau. Memangnya ada orang lain disini!” ketus Ji Ah.

“Haha… jangan marah begitu. Wajah cantikmu jadi hilang kalau marah” ucap pemuda itu membuat pipi Ji Ah bersemu merah.

Pemuda dengan setelan serba itu tersenyum manis sembari mengulurkan tangannya “Namaku Park Jimin, kau bisa memanggilku Jimin”

“Park Jimin?”

“Kenapa?”

“Ah tidak, aku hanya merasa seperti pernah mendengarnya saja” ucap Ji Ah. “Kau dari fakultas mana?”

“Aku—“

“Ji Ah!” panggil Seokjin teman sekelas Ji Ah, ia berjalan menuju Ji Ah yang menatapnya bingung.

“Seokjin? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Ji Ah yang heran melihat Seokjin masih berada di kampus padahal seingatnya ia sudah pulang duluan.

“Membangunkanmu jika kau tidur disini lagi seperti kemarin” ucap Seokjin. “Ayo pulang, udara disini semakin dingin. Kau bisa sakit nanti”

“Ah nde” ucap Ji Ah sembari memasukan bukunya ke tas. “Ah ya, Jimin-ssi aku harus pulang”

“Jimin?” tanya Seokjin bingung “Kau bicara apa?”

“Hah?” ucap Ji Ah bingung. “Apa kau tadi melihat seseorang yang berdiri disini?”

“Tidak, aku tak melihat seorangpun sedari tadi”

“Tidak mungkin” Ji Ah terdiam sejenak, maniknya menelisik lorong gelap diantara deretan rak-rak tinggi dihadapannya.

“Seokjin, ayo cepat pergi” Ji Ah mencengkram tangan Seokjin yang tampak kebingungan dengan tingkah sahabatnya itu. Namun ia tetap menurut tangannya diseret pergi Ji Ah.

Park Jimin, pemuda tampan penguasa malam yang memiliki seribu tipu daya. Sangatlah mudah bagi seorang bangsawan vampir membuat korbannya terpikat, dan jatuh dalam halusinasinya.

“Ji Ah, apa kau baik-baik saja? Lehermu berdarah”

Ji Ah menghentikan langkahnya, menyentuh lehernya yang sedari tadi memang terasa nyeri.

“Aku tak baik-baik saja, jika kita tak pergi dari sini secepatnya”

Slurp…

Dalam kegelapan, ia sang penguasa malam mengjilat sisa cairan merah di sudut bibirnya. Lantas tersenyum memandangi dua manusia yang berlari menjauhi istananya.

“Kita akan bertemu lagi, Min Ji Ah”

END

Note : Hoho… The second series of Onama Kill, setelah Seokjin giliran Jimin yang jadi killer. Gimana? Kebayang nggak Jimin yang manis jadi pangeran penghisap darah. Semoga reader-deul suka. Gumawo yang udah nyempetin waktunya buat baca FF abal-abal ini. Dan juga gumawo yang udah sempetin waktunya buat tinggalin jejak di kolom komentar.

Thank for support Nara…

5 Again—Who The Next?

Advertisements

3 thoughts on “BTS FF Freelance] Onama Kill (Series) – Park Jimin (Ficlet)

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s