[Vignette] Roller Skates

Processed with VSCO with a10 preset

Roller Skates

by ayshry

[BTS’s] Kim Taehyung– [OC’s] Park Reyn

AU!, Fluff, Romance/Vignette/PG-17

***

“Oi, Kim Taehyung, tunggu aku!”

Reyn memekik kuat sedangkan tungkainya sibuk diayunkan demi mempercepat laju roda di sepatunya. Sore yang cerah dimanfaatkan oleh kedua karib tersebut untuk mencari keringat di jalanan sekitar perumahan mereka. Memakai sepatu roda di kaki masing-masing, keduanya kini saling mengejar satu sama lain, meski bisa dipastikan Reyn sudah tertinggal jauh di belakang si pemuda Kim.

Pemuda yang berada sekitar duapuluh meter di depan Reyn kini tergelak kuat lantas berbalik untuk memastikan di mana gadis itu berada. Laju sepatu rodanya ia turunkan menjelang sang gadis datang.

“Dasar lamban!” Taehyung mencebik ketika si gadis tiba di sampingnya. Meraih pergelangan tangan yang terulur lantas tanpa aba-aba ia tarik dan melaju dengan kecepatan penuh di atas jalanan lurus.

“KIM TAEHYUNG!” Pekikan kembali menguar. Gadis itu terlihat ketakutan ketika ayunan tungkai semakin cepat—atau lebih tepatnya dipaksa untuk cepat—lantaran Taehyung menariknya paksa.

“Kalau pelan-pelan mending jalan kaki saja, deh. Sepatu roda itu enaknya kebut-kebutan, tahu!”

Giliran Reyn yang mencebik sebal. Selain karena ia tak begitu suka dengan kecepatan, gadis itu juga baru bisa mengendari sepatu roda beberapa bulan terakhir ini. Jadi, bisa dipastikan keahliannya masih jauh di bawah pemuda cerewet yang masih saja menariknya ke sana-sini meski kalimat protes menguar tak henti-hentinya.

“Berhenti, Kim Taehyung!” Reyn mengerahkan seluruh tenaganya guna terbebas dari tarikan pemuda Kim itu. Cengkeraman di pergelangan tangan telah lepas, tinggal ia yang masih melaju dengan sisa-sisa tarikan tadi ditambah ayunan kaki yang entah bagaimana tak bisa ia kendalikan.

Wajah kesal Reyn tiba-tiba berubah cemas. Untuk pertama kalinya ia melaju secepat ini di atas sepatu rodanya dan masalahnya adalah—

“BAGAIMANA CARANYA BERHENTI, HYUNGIE!?”

—gadis duapuluhsatu tahun itu lupa caranya menghentikan laju sepatunya.

“Remnya di belakang, Rey!”

“Apa? Di mana? Oh, tunggu, sepertinya aku … KIM TAEHYUNG SIALAN!”

Kim Taehyung tergelak. Melihat raut Reyn yang cemas membuatnya merasa geli. Sebenarnya, bisa saja gadis itu menghentikan ayunan kakinya dan otomatis sepatu rodanya berhenti, tetapi entah dari mana datangnya kebodohan pada gadis Park itu; meski bibirnya terus-terusan mengumpati Taehyung, namun kakinya masih saja ia ayunkan menyusuri jalanan.

“Oh, sial! Aku benar-benar menyesal telah mengiakan ajakanmu bermain sepatu roda!” Sungutan keluar berulang-ulang.

Gadis Park tersebut kini mencoba mencapai sebuah tiang untuk menjadi pegangan, dan sialnya Taehyung menyadari hal tersebut. Menaikkan laju roda di kakinya, pemuda Kim itu melesat kencang. Mengikis jarak lantas melakukan tarikan pada tangan kiri Reyn yang bebas mengakibatkan keduanya berputar sebanyak dua kali. Sayangnya, entah itu Reyn atau Taehyung yang tak mampu menjaga keseimbangan, keduanya berakhir dengan terjerembab di atas jalanan dengan saling berhimpitan.

“Oi, minggir, kau berat, tahu!” Taehyung meringis. Rasa perih menjalar di pantat serta dadanya yang terasa sesak karena benturan kuat dengan siku milik Reyn.

Sebuah jitakan mendarat di kening pemuda Kim itu. “Kim Taehyung menyebalkan!” Reyn kesal. Dia memang masih amatir dalam permainan sepatu roda, tapi ini adalah kali pertama ia terjatuh—meski tak sampai menimbulkan luka juga lebam karena ia mendarat di atas tubuh karibnya.

“Cepat berdiri!”

Gadis Park itu acuh tak acuh; entah karena efek jatuh yang membuatnya kesakitan atau karena ingin mengerjai karibnya, Reyn memilih untuk bertahan pada posisinya dan tak menggubris perkataan sang karib.

“Rey!”

“Apa, sih? Berisik!”

“Astaga, cepat berdi—“

“Tidak mau! Biar saja seperti ini.”

Alih-alih sebal, Kim Taehyung malah tergelak; membuat gadis yang masih terbaring di atas tubuhnya itu mengangkat kepala demi melihat sang karib.

“Kau … kenapa? Lupa minum obat lagi, huh?”

Taehyung masih tergelak. Hal itu justru membuat Reyn semakin mengerutkan kening; bingung. Mencoba mengubah posisinya menjadi duduk, gadis Park itu baru akan bergeser dari posisinya ketika sebuah tangan menginterupsi gerakan.

“Mau ke mana?” tanya Taehyung tiba-tiba. Sebuah senyuman aneh terlukis di wajahnya, membuat Reyn bergidik tiba-tiba.

“Jangan memasang wajah mesum seperti itu, Kim Taehyung!”

“Loh? Bukannya kau yang mesum?”

“APA? JELAS KA—“

“Tak ingin berdiri dan memilih untuk tertidur di atas tubuhku, kau itu … mesum.”

“Sialan!” Tergesa-gesa Reyn berdiri dan kali ini sebuah dorongan kuat membuatnya kembali terjatuh. “Aduh—YA, APA YANG INGIN KAU LAKUKAN, KIM TAEHYUNG?!” Gadis itu memekik kuat ketika Taehyung entah bagaimana sudah mengubah posisi mereka sehingga ia kini berada di atas tubuh Park Reyn—dengan tangan kanannya menahan kepala sang gadis agar tak terbentur jalanan.

Taehyung tak menjawab. Rautnya berubah serius. Meski protes keluar terus-menerus dari bibir Park Reyn, pemuda itu masih tetap diam. Sekon berikutnya sebuah senyuman terukir, bersamaan dengan ia yang mulai mengikis jarak dengan wajah di hadapannya.

Di lain sisi, Reyn terlihat syok. Ingin rasanya ia melawan, namun pada kenyataan tubuhnya diam seakan tak berdaya. Ketika wajah di hadapannya semakin dekat, refleks, kedua kelopaknya menutup rapat juga napasnya mulai tercekat.

Oh, jangan bilang Taehyung akan ….

Reyn masih bergeming. Rasanya waktu berjalan sangat lambat dan hal tersebut membuatnya hampir kehilangan nyawa lantaran lupa caranya bernapas; bahkan detak jantungnya mulai melupakan ritme normalnya.

Masih memejamkan mata kuat-kuat, tanpa sadar desahan terlepas dari bibirnya.

“Da-sar-me-sum.”

Seketika, mata Reyn terbuka lebar. Ia sedikit tersentak ketika mendapati wajah Taehyung hanya berjarak beberapa senti dari miliknya. Matanya membola, namun ada sesuatu yang membuatnya seakan kehilangan apa yang sebenarnya ia inginkan.

“Kau kira aku akan menciummu, huh? Park. Reyn. mesum.” Tawanya menggelegar; membuat Reyn menjentik keningnya dengan gemas.

Terkutuklah kau, Kim Taehyung!

Lekas, Reyn dorong tubuh besar milik Taehyung hingga berguling ke samping kemudian ia berdiri cepat. Pemuda itu masih tergelak, bahkan semakin kuat seiring dengan omelan Reyn yang mulai mengudara.

“Aku pulang!” Tampaknya, amarah Reyn sudah memuncak. Melepaskan sepatu rodanya terburu-buru, gadis Park itu lantas mengayunkan tungkainya—dengan kaki telanjang; meninggalkan Kim Taehyung yang masih sibuk dengan guyonannya yang mengesalkan.

“Hei, tunggu!” Taehyung bangkit. Mengejar Reyn susah payah, ia kini sudah berhasil menyamakan langkah dengan sang gadis. “Merajuk?”

Sang gadis tetap diam. Wajahnya sungguh tak sedap di pandang dan entah bagaimana membuat Taehyung merasa sedikit—tidak, sangat bersalah.

“Oke, maafkan aku.” Taehyung raih pergelangan tangan milik Reyn demi menghentikan langkahnya. “Jangan memasang ekspresi seperti itu, jelek, tahu.”

“Masa bodoh!”

“Kenapa, sih?”

“Apa?”

“Kau kenapa?”

“Sudahlah, aku lelah bermain-main terus denganmu, jadi—“

“Ya sudah. Kalau begitu, aku akan ….”

Taehyung menggantung ucapannya sedangkan Reyn memilih untuk melanjutkan perjalanan pulangnya namun kembali terhenti dengan tarikan di tangan.

“Apa la—“

Kalimat Reyn terhenti ketika sesuatu yang asing menyentuh bibirnya. Rasanya lembut dan manis. Sentuhan lembut itu membuatnya sedikit melupakan kekesalan namun justru membuat gadis Park itu kebingungan, hingga pada detik berikutnya ia baru tersadar jika sesuatu yang bersentuhan dengan bibirnya kini adalah bibir milik Kim Taehyung.

Maniknya membola lantas kemudian tertutup rapat-rapat. Degub jantungnya menjadi tak karuan, namun anehnya ia tak mencoba sedikit pun untuk melepaskan tautan.

Waktu seakan berhenti untuk sesaat. Ketika Reyn tengah diterpa kebingungan, Pemuda Kim itu mulai menghilangkan jarak. Ia lingkarkan tangannya di pinggang sang gadis lantas mendekapnya erat. Sebelah tangannya ia selipkan ke tengkuk Reyn; membuat keduanya semakin intim dan bertahan dengan posisi tersebut sampai pada akhirnya sang pemuda mulai melonggarkan pelukan juga melepas ciuman.

Kim Taehyung melempar senyum, sedangkan Park Reyn masih mencoba sadar dari kebingungan.

“Kau … k-kau, Hyungie, tadi … kau?”

“Kenapa?”

“Oh, tunggu! Sebentar, kurasa … kurasa, aku–APA YANG KAU LAKUKAN TADI, HUH?!”

Kim Taehyung tak menjawab. Ia pamerkan cengirannya lantas berkata dengan nada nakal, “Mau lagi, huh?” Sebuah kedipan membuat Reyn tersentak dan membulatkan mata untuk kesekian kalinya.

“A-APA?!”

Oh sial, pasti wajahku merona kini, pikir Reyn lantas mulai mengayunkan kakinya meninggalkan Taehyung yang masih setia dengan cengiran khasnya.

-Fin.

Okay, Tereyntubis first kiss. Semoga mbakekes gabaca, semoga mbakekes gamurka /digiles/

Btw Hyungie, kapan sih ngubah status kalian dari sobetan jadi pacaran, huh? Main sosor ae tanpa kejelasan, Reyn bosen dipehapein mulu, tauk! /terjun ke jurang/

Mind to review?

-mbaay.

Advertisements

2 thoughts on “[Vignette] Roller Skates

  1. Kaay ku mampir yaaaaaa XD
    Antara pen ketawa pas baca awal2 kayak ‘yawlah main sepatu roda aja kok ricuh bgt’ tapi pas baca akhirnya aku menggila kak… Kayak “OMAIGAT MEREKA KISSING DONG MEREKA KISSIIINNGGGG…”

    Ini fic manis bgt kaaaakkk… Taetae… Tembak park reyn sekalian aja napa… Hwhhww

    Keep writing kaay! 👍👍

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s