[BTS FF Freelance] Blue Spring Ride – (Ficlet)

ao-haru2

Blue Spring Ride

| School life, Slight! Drama || Ficlet || Teenager |

| Cast! [BTS] Kim Seokjin, [OC] Min Young |

| Mention! [OC] Im Siyeon |

.

.

Aku pura-pura berjuang, tapi aku sudah memutuskan apa yang ingin kulakukan.”

.

***

Lampu bagi pejalan kaki mulai berubah menjadi merah, kami berhenti di tepi zebra cross.

“Aku tidak percaya perwakilan acara tidak melalukan apa-apa.”

Jin mulai mengoceh kembali. Sedangkan aku memilih untuk menunduk dan menjawabnya dengan sebuah gumaman. Mobil terus berlalu-lalang melewati kami, menciptakan sebuah angin buatan karena mereka mengemudi dengan cukup cepat. Aku memandang punggung seseorang yang membelakangiku, dan kembali melihat arah depan dengan kosong.

“Tapi Siyeon,” lampu di seberang jalan berubah menjadi hijau. Jin telah melangkahkan kakinya terlebih dahulu, dan aku mengekor di belakangnya, “jika jatuh cinta dengan orang yang disukai temanku…apa yang harus kulakukan?” kaki kami terus berjalan, beberapa meter lagi sampai hingga ujung jalan, “jika itu membuatku merasa seperti ini, aku jadi tak ingin jatuh cinta pada Jin.”  punggungnya yang terus berjalan menjauhiku, “tapi…  aku mencintainya. Tapi… Tapi… Tapi…!”

Kami men-scan kartu kami sesampainya di stasiun. Ruangan utama ada di bawah, membuat kami harus menuruni tangga terlebih dahulu. Jin berhenti sejenak melongok keadaan di bawah sana.

“Keretanya baru tiba.”

Dia melanjutkan jalannya dan mempercepat laju langkahnya. Sedangkan aku terus berjalan menunduk menuruni tangga.

“Aku sudah tak tahan. Aku ingin ada yang memutuskannya untukku.”

Setengah berlari kami mempercepat langkah kaki berharap tidak akan ketinggalan kereta dan menunggu kereta lainnya beberapa puluh menit lagi. Langkah Jin telah sampai pada pintu masuk kereta, aku berhenti.

“Jin!” aku berdiri menatap Jin yang berbalik menghadapku dari dalam pintu kereta yang masih terbuka, “aku melupakan sesuatu. Jadi…” dia menatapku seakan menunggu apa yang selanjutnya akan kuucapkan, “setelah itu… jika kau tidak turun dari kereta… aku akan menyerah…”

Jin menatapku lekat, “kau lupa sesuatu? Yang benar?”

“Jika dia turun… aku akan mencintainya.”

“Begitu.” ia setengah bergumam.

Kami tetap bertahan pada posisi masing-masing. Aku setengah menunduk enggan untuk melihat wajahnya.

“Jika dia tidak turun, aku akan menyerah. Jika dia turun, aku takkan menyerah.”

Langit semakin berubah menjadi jingga, matahari sebentar lagi akan benar-benar tenggelam.

“Jika dia tidak turun, aku akan menyerah. Jika dia turun, aku takkan menyerah.”

Kedua kaki kami saling berhadapan, hanya terpisahkan oleh sebuah jalur pintu geser kereta dan sebuah lubang sekat kecil antara kereta dan lantai stasiun.

“Jika dia tidak turun, aku akan menyerah. Jika dia turun, aku takkan menyerah.”

“Pintuya akan tertutup!” samar-samar terdengar bunyi dari pengeras suara di stasiun bahwa pintu akan ditutup. Aku tetap kokoh pada posisiku.

“Jika dia tidak turun…”

Terdengar bunyi gesekan badan besi tanda pintu kereta tengah ditutup. Tanpa sadar aku memejamkan mata.

“Kumohon turunlah!”

Pintu kereta tertutup sempurna. Dapat kurasakan hembusan angin yang tercipta karena sebuah kereta tengah melaju meninggalkan stasiun tepat di depanku. Aku hanya dapat menunggu hingga benda tersebut benar-benar pergi. Perlahan, angin semilir berhembus menggantikan hembusan angin dari kereta yang telah meninggalkan stasiun beberapa detik yang lalu. Aku membuka kedua mataku.

Aku menemukannya.

Seseorang tengah berdiri tegap di hadapanku dengan salah satu tangan dimasukkan ke dalam saku celana seragam. Pipiku memanas.

“Apa? Kau meninggalkannya di sekolah? Ayo kembali.”

Aku tersentak. Dia berjalan melewatiku, dan tubuhku mematung.

“Aku sudah berbohong. Bertanya-tanya ‘bagaimana ini?’…”

“Min?” dia setengah membalikkan badannya sekedar untuk menoleh ke arahku.

“Maaf… aku tidak melupakan apapun.” Aku menoleh berusaha menatapnya.

“Hah?!” Jin terlihat kaget, “kau ini memang…” dan menghela napas.

Kuputar tubuhku tepat menghadap ke arahnya dan memandangnya lurus, “aku pura-pura berjuang, tapi aku sudah memutuskan apa yang ingin kulakukan.”

“Min? Ada apa? Tidak enak badan?”

Aku menunduk, pipiku kembali memanas, “kalau begitu, saat waktunya tiba…” perlahan, Jin mendekatiku hingga jarak kami benar-benar dekat. Dia kembali menatapku lekat, “aku ingin Jin turun dari kereta,” sekilas aku melihat bayangan seseorang, bayangan temanku, “Siyeon… maaf,”  dan lampu-lampu di stasiun perlahan mulai menyala bergantian, “aku juga… aku juga… mencintai Jin.”

**FIN**

[a/n] 

Fic ini aku buat berdasarkan anime Ao Haru Ride (Blue Spring Ride). Percakapan seperti di anime namun narasi semua murni dari kata-kataku walaupun adegan juga menyesuaikan anime. Fic ini aku buat hanya selingan setelah sangat lama sekali (halah :v) hiatus yang tidak kunjung usai(?). mungkin ada sekitar satu tahun? ‘-‘ maaf karena telah mengecewakan readers sekalian karena membaca ff ini :’v. Zhi ucapkan maaf sebanyak-banyaknya /\’

Sekian

Zhiel99

Advertisements

2 thoughts on “[BTS FF Freelance] Blue Spring Ride – (Ficlet)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s