[BTS FF Freelance] Secret Love – (Oneshot)

cover-secret-love

Secret Love

Oneshoot

Secret Love by @siken11 || Genre : Sad, Romance || Rating : PG – 17 || Lenght : Oneshoot || Main cast : Kim Taehyung – Min Hyosin, Jeon Jungkook – Shin Sohee, Min Yoongi || Other Cast : Find Yourself || Credit Poster : by author || Disclaimer @ BTS Kim Taehyung Jeon Jungkook Min Yoongi and other

~

Dimana aku tidak bisa menjadi milikmu dan kau tidak bisa menjadi milikku

~

Semua tokoh di ff ini milik Tuhan dan karakter fiktifnya adalah khayalan author semata. Dan maaf jika ada kesamaan tokoh. Cerita ini murni milik author.

FF ini pernah di post di blog pribadi author. ( http://www.bangjung.wordpress.com )

#READ PLEASE

Haaiiiii.. author back, dengan ff oneshoot kedua, saya tidak tahu kenapa tiba-tiba bikin cerita kayak gini dan genre sad! Author yang mengetik aja sampai menitikan airmata T.T saya terinspirasi dari lagu little mix – secret love song dan juga kim taehyung dengan comeback terbarunya yang super keren, pasti semua army tahu. so, sebelum baca ff saya kalian harus tahu lagu itu dulu karena annti tersemat lirik didalam ff saya. dan maaf jika ff nya tidak bagus dan  tidak bisa membuat kalian ikut menangis… yang baca wajib tinggalkan comment. 

Happy reading readers 

~

~

~

Terlihat seorang gadis tengah menatap cermin besar didepannya, memastikan jika dirinya sudah rapi dalam berpenampilan. Gadis bernama Min Hyosin, atau biasa dipanggil minhyo itu kembali merapikan tatanan rambutnya, rambut panjang coklat keemasan miliknya dibiarkan tergerai begitu saja, memoles wajah cantiknya menggunakan makeup tipis, memakai gaun pesta tanpa lengan, yang hanya lima senti diatas lututnya, gaun yang begitu pas yang membentuk lekuk tubuhnya berwarna softblue.

Malam ini adalah pertunangan sahabatnya, Shin Sohee. Tidak mungkin ia tidak datang. Mereka bersahabat sejak sekolah menengah pertama. Jika dilihat sekilas mereka tampak seperti kakak adik yang selalu menempel. Dimana ada minhyo pasti disana ada sohee, begitupun sebaliknya.

Selalu bersama dimanapun mereka berada, jika orang tua sohee sibuk pergi berbisnis terkadang minhyo menginap dirumah sohee untuk menemaninya. Begitupun sebaliknya. Dalam keadaan suka maupun duka mereka selalu bersama.

Setelah kembali memastikan penampilannya, yang dirasa cukup, ia memakai high heels tinggi tujuh senti, berwarna silver. Ia jadi teringat akan kenangannya dengan sahabatnya itu, mereka sama-sama menyukai warna silver.

#Flashback on

Minhyo dan sohee tengah berbelanja dipusat perbelanjaan diseoul, hari ini jam mata kuliah mereka tidak begitu banyak. Karena sohee merengek ingin bersenang-senang, lelah setelah seminggu kemarin mereka banyak mengerjakan tugas.

Dan akhirnya tanpa bisa menolak keinginan sahabatnya, minhyo mengiyakan ajakan sohee. Lagipula tidak ada salahnya.

Sohee begitu banyak membeli barang hingga tidak sanggup membawanya sendiri, dan membuat minhyo pontang-panting ikut membawakan belanjaannya. Jujur saja minhyo tidak begitu suka berbelanja, ia akan membeli apa yang akan ia perlukan saja. Ia didik menjadi gadis mandiri oleh orang tuanya dan kakaknya.

Ketika mereka hendak pulang, langkah sohee terhenti disebuah toko sepatu. Minhyo mengikuti arah pandang sahabatnya itu, dan kemudian memutar bola matanya malas.

Oh! Tuhan kumohon hentikan dia! Erang minhyo dalam hati.

“Lihatlah minmin, bukankah sepatu ini sangat cantik?” tanya sohee yang memanggil minhyo dengan nama panggilan kesayangan yang ia buat.

“Apa kau yakin kau akan membelinya juga? Kau baru saja membeli empat pasang sepatu heeya” mimhyo mencoba membujuk sohee dengan panggilan kesayangan darinya.

“Tidak! Dan jangan membantah!” minhyo benar-benar memiliki kesabaran tingkat tinggi jika menyangkut sahabat sejatinya ini “Dan aku yakin sebanarnya kau juga menyukainyakan, iyakan? Kalau begitu aku akan membeli dua. Satu untukmu dan satu untukku”

Minhyo membelalak tidak percaya dengan apa yang sohee katakan. Ia tahu jika sohee termasuk orang yang cukup kaya, atau sangat kaya. Ayahnya termasuk dalam sepuluh pengusaha sukses dikorea. Dan dia adalah putri tunggal keluarga shin.

Namun minhyo tidak suka merepotkan orang lain, bukan bermaksud ia tidak menghargai pemberian dari sahabatnya. Ia rasa ia tidak begitu membutuhkan sepatu itu sekarang.

“Heeya, tidak perlu. Ak-“

“Berhenti berbicara atau aku akan marah dan tidak akan pernah berbicara padamu lagi. aku tahu kau akan mengatakan ‘Heeya, tidak perlu. Aku tidak membutuhkan itu sekarang’. Hentikan omong kosongmu, oke” sohee meniru gaya bicara minhyo yang sudah sangat ia hafal, dan membuat minhyo terkekeh pelan “Baiklah, dengar! Mungkin sekarang kau tidak membutuhkannya. Tapi nanti kau akan membutuhkannya”

Minhyo menghela nafasnya yang berat, dengan pelan ia mengangguk menyetujui. Dan membuat sohee terpekik kegirangan.

Mereka benar-benar sahabat sejati bukan, sahabat yang selalu mengerti satu sama lain. Dan selalu menerima kekurangan dan kelebihan mereka masing-masing.

#Flashback off

Lamunan minhyo terpecah setelah ia mendengar dering ponsel miliknya, setelah melihat siapa yang menelfonnya. Dengan segera ia menggeser layarnya dan meletakkannya ditelinga.

“Aku dan suga oppa akan segera berangkat, maukah kau menungguku di lobby?”

…………..

“Aku tidak apa-apa, sungguh”

…………..

“Terima kasih, Sampai jumpai disana” setelah panggilan berakhir, minhyo segera mengambil dompetnya dan hendak berjalan keluar.

Namun langkahnya terhenti karena suga atau bernama asli Min Yoongi, oppa minhyo, yang tepat berada di depan pintu kamarnya. “Oppa sudah siap?”

Suga menghela nafasnya, ia benar-benar tidak habis fikir dengan adik kesayangannya ini. Ia tahu jika adiknya sedang tidak baik-baik saja. Meskipun ia tengah tersenyum padanya sekarang. Suga merasa menjadi oppa yang tidak berguna karena tidak bisa melindungi sang adik dengan benar.

Setelah kedua orang tuanya meninggal, karena kecelakaan tiga tahun lalu. Minhyo adalah prioritas utamanya, tanggung jawabnya, adik dan satu-satunya keluarga yang ia miliki. Karena memang kedua orang tuanya masing-masing adalah anak tunggal. Sementara kakek dan nenek mereka juga sudah lama tidak ada.

“Kau yakin dengan apa yang kau lakukan sekarang?” suga bertanya untuk memastikan jika minhyo akan benar-benar melakukannya.

Gadis itu sedikit bingung dengan pertanyaan ambigu suga, memang apa yang tengah ia lakukan. “Apa maksudmu oppa?”

“Aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja, kau tidak perlu memaksakan untuk datang kepesta itu jik-“

“Tidak!” sebelum suga menyelesaikan kalimatnya minhyo memotong dengan tidak setuju ucapan suga, setelah ia tahu maksudnya. “Dia sahabatku oppa, apapun yang telah terjadi ia tetap sahabatku”

Minhyo menundukkan wajahnya, tidak ingin suga melihatnya yang tengah berusaha menahan air matanya. Suga melangkahkan kakinya mendekati minhyo dan merengkuh tubuh adiknya kedalam pelukannya.

“Baiklah, aku percaya padamu. Tapi jangan jauh-jauh dariku, jika kau merasa tidak baik., segera beritahu diriku. Aku akan segera membawamu pulang” minhyo menganggukkan kepalanya didalam pelukan suga.

Minhyo kemudian merenggangkan pelukannya dan mendongak untuk menatap suga. Ia tersenyum tulus pada suga. “Oppa tenang saja, aku akan baik-baik saja. Kalian berdua pasti akan menjagaku”

Suga tersenyum melihat sifat manja minhyo padanya, suga menganggukkan kepalanya “Kalau begitu kita segera berangkat”

Mereka berjalanan beriringan keluar menuju mobil yang berada dipekarangan rumah.

~

~

Suga dan minhyo telah sampai di sebuah hotel dimana acara pertunangan sohee dilaksanakan. Ia dan suga sangat serasi, suga tengah menggunakan jas berwarna silver yang dipadukan dengan kemeja putih dan celana bahan hitam. Yang tidak tahu mungkin akan mengira bahwa mereka sepasang kekasih.

Mereka menghentikan langkah setelah sampai di lobby hotel, dekat pendataan tamu. Minhyo tersenyum setelah melihat seorang pria berjas biru dongker yang juga tengah tersenyum padanya. Dan kemudian pria itu berjalan kearah mereka berdua.

“Maaf, Jungkook, jika kau menunggu lama”

Pria tadi adalah jeon jungkook kekasih minhyo.

“Tidak, aku juga baru saja sampai. Lama tidak bertemu hyung” setelah tersenyum pada minhyo jungkook mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan suga.

“Jaga adikku baik-baik. Aku akan mengawasimu!” ucapan suga sarat akan penuh ancaman, namun jungkook terkekeh mendengarnya. Ia tahu betapa suga menyayangi minhyo.

“Tentu saja hyung, aku pastikan ia akan baik-baik saja selama bersamaku, benarkan sugar?” jungkook menoleh kearah samping untuk menatap minhyo yang sudah beralih disamping jungkook.

“Kau memanggilku atau adikku?!” jungkook tertawa mendengar pertanyaan suga yang menggunakan nada kesal, yang bermaksud bercanda dengannya.

“Tentu saja sugarku hanya minhyo” jungkook memeluk pinggang minhyo untuk menunjukkannya pada suga “Kau adalah suga hyung bukan sugar hyung”

“Aku bilang jaga dia baik-baik, bukan berarti kau bisa menyentuhnya seenak pantatmu itu bodoh! Jauhkan tangan gatalmu dari adikku!” suga menepis tangan jungkook dari pinggang minhyo.

Bukannya marah jungkook dan minhyo tertawa melihat sifat over protectif suga.

Suga sebenarnya sangat percaya pada jungkook jika pria itu tidak mungkin akan menyakiti adiknya. Namun ia tahu yang sebenarnya menyakiti adalah adiknya sendiri.

Tidak! Lebih tepatnya adiknya menyakiti perasaan jungkook  dan perasaannya sendiri. namun apa yang bisa ia lakukan sekarang, ia hanya bisa berdo’a yang terbaik untuk adiknya. Jika minhyo mengingkannya dia bisa apa.

Mereka akhirnya memasuki gedung pesta, dengan suga yang berada di tengah mereka dan berjalan dua langkah lebih dulu. Sedangkan minhyo dan jungkook berjalan bersamaan.

Minhyo menatap jungkook tanpa berkedip, malam ini jungkook sangat tampan dengan balutan jas biru dongker dengan kemeja hitam dan celana yang senada dengan kemejanya.

Minhyo masih tidak percaya jika lelaki tampan disampingnya ini adalah kekasihnya, awalnya minhyo tidak menerima jungkook namun sesuatu mengubah pikirannya. Jungkook adalah teman kampusnya bersama sohee. Ia tidak percaya jika jungkook mau berteman dengannya, jungkook adalah mahasiswa tampan di kampusnya dan sangat populer dikalangan mahasiswi.

Dan alasan yang minhyo ketahui, jika jungkook mau berteman dengannya adalah karena jungkook menyukainya. Menyukai minhyo hanya karena melihat gadis itu ditaman belakang kampus yang tengah membaca buku dibawah pohon seraya mengenakan earphone. Mengingat hal itu membuat minhyo tersenyum.

~

~

Setelah minhyo memasuki ruang utama aula gedung pertunangan akan dilangsungkan, beberapa kali minhyo menetralkan detak jantungnya yang terasa gugup, seraya meremas tangannya yang mulai dingin.

Minhyo berusaha meyakinkan dirinya jika ia bisa melewati semua ini dengan baik.

“Kau baik-baik saja? Jika kau tidak bisa, lebih baik kita pulang” jungkook menggenggam tangan minhyo yang dingin. Jungkook dengan jelas melihat kegusaran dimata minhyo.

“Aku tidak apa, kumohon bantu aku, agar aku kuat” minhyo menatap jungkook dengan pandangan memohon.

Jungkook hanya bisa pasrah dan menuruti permintaan gadisnya yang sangat ia cintai.

Mereka semakin memasuki area tengah aula gedung. Banyak orang yang juga ikut memadati daerah tengah aula. Dan membuat minhyo menyimpulkan jika acara akan segera dimulai.

Dan benar saja seorang MC mulai berbicara diatas panggung yang berada di depan. Nuansa gedung ini berwarna silver sesuai dengan warna kesukaan sohee dan dirinya. Minhyo tersenyum miris mengingat hal itu.

“Baiklah acara utama akan segera dilaksanakan, silakan bertepuk tangan untuk menyambut pasangan kita malam ini yang akan bertunangan. Tuan muda Kim Taehyung dan Nona Shin Sohee”

Suara MC itu bagaikan sebuah keputusan mutlak dari sang hakim yang tidak bisa diganggu gugat. Minhyo memejamkan matanya, mendengar suara tepuk tangan sama saja seperti mendengar suara petir yang menggelegar.

Ia membuka matanya dan menatap kearah pasangan yang akan bertunangan itu, namun yang ia dapatkan adalah tatapan tajam dari pria itu. Minhyo tercekat dan rasanya tidak bisa bernafas.

“We keep behind closed doors

Pria itu, kim taehyung, tunangan sahabatnya, yang masih setia menatap tajam padanya.

Every time I see you, I die a little more

Minhyo tahu dibalik tatapan tajam itu terbesit sebuah luka yang dalam.

Stolen moments that we steal as the curtain falls

Ia benar-benar tidak tahan jika terus merus menatap taehyung. ia berusaha mengalihkan tatapannya.

It’ll never be enough”

“Baiklah tuan kim, silakan pasangkan cincin itu kedalam jari manis nona shin dan begitupun sebaliknya” taehyung segera mengalihkan tatapannya pada sang MC dan kemudian kembali melihat minhyo, namun yang ia dapati gadis itu berada dalam pelukan jungkook, yang ia ketahui adalah teman minhyo yang sudah berstatus menjadi kekasihnya.

Taehyung mengalihkan pandangannya pada sohee, karena mendapat teguran karena tidak segera melakukan ritual penyematan cincin mereka.

Dengan perasaan terpaksa taehyung menyematkan cincin itu dijari manis milik sohee. Berbeda dengan taehyung, sohee begitu bahagia ketika melakukannya pada taehyung.

Semua orang yang berada di dalam gedung bersorak bahagia, dan bertepuk tangan. Terkecuali, tiga orang yang berada di dalam gedung itu, yaitu suga, jungkook, terutama minhyo.

Gadis itu terlihat pasrah saja didalam pelukan jungkook. Memorinya kembali mengulang kejadian beberapa bulan yang lalu sebelum semua mimpi buruk ini terjadi.

#Flashback on

Minhyo tengah berada di sebuah taman bermain menunggu seseorang, berulang kali ia melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Ini sudah dua jam ia menunggu. Dan  sebentar lagi taman bermain akan di tutup.

Perasaan takut menjalar di dalam hati dan tubuhnya. Bagaimana jika ia tidak datang, bagimana jika ia berbohong. Tapi dia sudah berjanji dan mengatakan jika aku harus menunggunya hingga datang.

Tapi sampai detik ini, dia tidak juga datang dan bahkan berkali-kali ia mencoba menghubunginya juga tidak bisa. Jika bukan karena ia menyukai pria itu, ah, tidak mungkin ia rela menunggu hanya agar bisa bertemu dengannya.

Sebenarnya minhyo yang hanya menyukai dan bahkan mencintainya, dia tidak tahu bagaimana perasaan pria itu yang sebenarnya. Ya, ini adalah kasus cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Minhyo mengedarkan pandanagnnya kesekeliling taman bermain, dan ia terkejut karena semua pengunjung sudah tidak ada hanya tertinggal sedikit. Dihitung menggunakan jaripun bisa.

Dengan perasaan kecewa dan menahan tangis yang siap meledak. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Ketika ia membalikkan tubuhnya, ia terdiam dan membulatkan matanya terkejut.

Minhyo menutup mulutnya yang menganga lebar karena terkejut melihat sebuah balon raksasa berbentuk hati berwarna merah muda. Dan ia semakin terkejut setelah membaca sebuah tulisan yang berada di balon tersebut.

“I LOVE YOU MIN HYOSIN”

“Bagaimana kau menyukainya?” minhyo yang sangat mengenal suara yang berasal dari belakang tubuhnya, dengan cepat membalikkan tubuhnya.

Dan ia semakin dibuat terkejut dengan apa yang ia lihat. Pria itu Kim Taehyung, yang sejak dua jam lalu ia tunggu, dengan rasa ketakutan dan hampir menangis. Kini ia berdiri dihadapannya dengan menggunakan sebuah bantalan berbentuk hati dikepalanya.

Terlihat jelas jika minhyo tengah kebingungan dengan semua yang ia lihat barusan. Dan wajah kebingungan minhyo membuat taehyung tertawa.

“Tenanglah sweety” taehyung mencoba merengkuh tubuh minhyo dan memeluknya dengan penuh rasa sayang.

Minhyo masih bingung dengan apa yang terjadi, dengan pelan ia mendorong tubuh taehyung dan berusaha bertanya namun 

‘Cupppp’

Sebuah kecupan mendarat di bibirnya. Minhyo membelalakkan matanya dan menganga.

“Berhenti berekspresi seperti itu sweety, kau ingin aku cium lagi”

Dengan cepat minhyo menggelengkan kepalanya.

“A-a-ap-apa maksud ini semua, aku, aku, tidak mengerti”

Taehyung menghela nafasnya, dan memejamkan kedua matanya untuk mengumpulkan semua keberaniannya. Setelah dirasa cukup ia membuka matanya dan mengunci tatapan minhyo hanya untuknya. Dan dengan masih posisi mereka yang berpelukan

“Min Hyosin. Dengarkan apa yang aku katakan, dan semua yang aku katakan ini adalah benar! tidak ada kebohongan sedikitpun!” Taehyung menjeda kalimatnya dan menunggu reaksi dari minhyo, namun yang ia lihat adalah minhyo yang juga menunggu kalimat selanjutnya yang akan ia ucapkan. 

“Aku mencintaimu Min Hyosin”

Gadis itu membelalakkan matanya untuk kesekian kali, jadi pria yang ia cintai selama ini juga mencintainya. Jadi cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

“Dengarkan aku sweety, aku tahu ini begitu tiba-tiba. Kita baru saling kenal selama  dua bulan. Tapi ini benar adanya, aku menyukaimu sejak pertama kali suga hyung mangenalkanmu padaku” minhyo menatap taehyung dengan mata berbinar, ia masih belum bisa mengucapkan apapun sekarang. Biarlah taehyung yang mengatakan semuanya terlebih dahulu.

“Aku selalu memberikan perhatian lebih padamu, melakukan semua hal yang bisa membuatmu tersenyum padaku. Aku takut jika  kau salah mengartikan, perhatianku sebagai seorang oppa bukan seorang pria sesungguhnya”

Awalnya minhyo memang berpikir seperti itu, dia adalah teman bisnis oppanya, atau bahkan bos diperusahaan oppanya bekerja. Namun sebuah keberuntungan karena mereka adalah teman baik, sampai pada hari di mana oppanya mengundang taehyung ke rumah mereka untuk makan malam, merayakan naiknya jabatan oppanya.

Dari sanalah pertemuan mereka dimulai, hingga sampai mereka sering bertemu dan pergi bersama. Karena merasa nyaman dan selalu diperhatikan membuat perasaan indah itu tumbuh dihati mereka masing-masing, ditambah kenyataan utama jika mereka saling menyukai diawal pertemuan mereka.

“Min Hyosin, Do you want to be my girlfriend?” tanpa minhyo sadari ia sudah meneteskan air mata bahagianya.

Awalnya taehyung takut melihat minhyo menangis, namun ia tersenyum bahagia setelah melihat minhyo menganggukkan kepalanya.

“Katakan yang jelas sweety, katakan”

“Ya, aku mau oppa” taehyung langsung mengangkat tubuh minhyo dan memutar-mutarnya bersamaan dengan tubuhnya.

“Oh tuhan aku sangat bahagia, aku mencintaimu sweety, sangat mencintaimu”

Ketika minhyo hendak menjawab kata taehyung, terhenti karena dengan cepat taehyung mencium bibirnya dengan lembut dan dalam.

#Flashback off

Mengingat kenangan itu membuat hati minhyo semakin teriris.

Tidak! Tidak! Dia tidak boleh lemah, jika seperti ini untuk apa ia datang kemari. Lakukan demi kebahagian sahabatmu minhyo.

Setelah menyemangati diri sendiri, minhyo melepas pelukan jungkook dan menatapnya.

Jungkook sudah tidak tahan melihat kehancuran gadis yang ia cintai ini, dan ia berusaha untuk membujuk minhyo pulang. “Kita pulang se-“

Dengan cepat minhyo menyela, karena tidak setuju dengan jungkook. “Tidak! Aku belum mengucapkan selamat pada mereka”

“Persetan dengan ucapan selamat itu! Kita harus pulang sekarang! aku tidak ingin kau semakin terluka” dengan tiba-tiba suga muncul dihadapan mereka, sebenarnya sejak tadi suga mengawasi keadaan minhyo dan tidak pernah mengalihkan tatapannya dari sang adik.

Hingga ia putuskan untuk menghampiri minhyo setelah melihat gadis itu menenggelamkan dirinya ke dalam pelukan jungkook.

“Aku mohon oppa” Suga menatap tajam minhyo seraya menggelengkan kepalanya. “Oppa kumohon, aku janji setelah ini aku akan pulang. Aku tidak ingin sohee marah karena tidak mengucapkan selamat padanya”

Jika saja suga maupun jungkook bisa untuk berhenti menuruti keinginan minhyo dengan senang hati mereka akan melakukan hal itu, namun itu hanya omong kosong. Minhyo adalah segalanya untuk mereka terutama suga, semua yang dikatakan oleh minhyo adalah sebuah perintah dan keinginan yang mutlak.

“It’s obvious you’re meant for me

Minhyo mengenggam tangan jungkook dan menarik pria itu untuk berjalan kearah taehyung dan sohee.

Every piece of you, it just fits perfectly

Dengan pasrah jungkook mengikuti langkah minhyo dan membalas genggaman erat tangan minhyo.

Every second, every thought, I’m in so deep

Taehyung dengan jelas melihat minhyo dan jungkook yang berjalan kearahnya dan sohee, ia rasa gadis itu sudah benar-benar gila.

But I’ll never show it on my face

Gadis yang sangat ia cintai itu mungkin benar-benar ingin meremukkan hatinya yang sudah sangat hancur.

Sedangkan sohee terpekik girang setelah melihat minhyo, dengan cepat sohee memeluk minhyo dengan erat.

“Aku pikir kau tidak datang, sejak tadi aku mencarimu, minmin!” sohee mencebikkan bibirnya karena kesal minhyo tidak datang lebih awal.

Minhyo membalas pelukan sohee, dia menatap lurus kedepan tanpa melirik taehyung sedikitpun. Sangat jelas jika taehyung menatap minhyo dengan tatapan penuh harap agar mau menatapnya. Sejak tadi jungkook memperhatikan taehyung, ia bahkan tidak memperhatikan minhyo.

“Maafkan aku, tadi aku ada urusan sebentar dengan suga oppa. Sungguh maafkan aku” minhyo melepaskan pelukannya dan menatap sohee. “Kau sangat cantik dengan gaun putihmu”

Sohee tersenyum bahagia mendengar pujian minhyo, namun sedetik kemudian ia teringat akan kekesalannya terhadap minhyo “Tidak perlu memujiku! Simpan saja omong kosongmu, kau berhutang penjelasan padaku! Kemana dirimu satu bulan ini!”

Minhyo terkejut atas pertanyaan sohee, ia lupa membuat alasan yang pas untuk pertanyaan sohee yang satu ini. Ia tidak mungkin mengatakan jika ia pergi menata ulang hatiya yang hancur, karena kejadian satu bulan yang lalu.

Ia harus menguatkan dirinya dan menerima segala sesuatu yang terjadi satu bulan yang lalu dengan lapang dada.

#Flashback on

Minhyo dan sohee akan bertemu dicaffe yang biasa mereka kunjungi, mereka akan memberitahukan berita bahagia mereka masing-masing. Minhyo datang lebih awal, ia terlalu bahagia dan tidak sabar ingin memberitahukan hubungannya dengan taehyung.

Sebenarnya ia sudah banyak cerita pada sohee mengenai perasaanya pada taehyung, namun minhyo tidak pernah menyebutkan siapa taehyung. ia hanya mengatakan pada sohee, jika itu adalah teman oppanya.

Tidak jauh berbeda dengan minhyo, sohee juga memiliki seseorang yang ia sukai, dan masih sama seperti minhyo soheepun tidak memberitahu siapa orang itu. Yang ia katakan jika ia adalah putra dari rekan bisnis ayahnya.

Setelah lima belas menit akhirnya sohee datang dan duduk di hadapan minhyo. “Sepertinya kau sudah tidak sabar ya minmin”

Minhyo tertawa mendengar gurauan sohee “Jadi bagaimana? Katakan padaku”

Seraya menunggu pesanan mereka yang sudah minhyo pesan tadi, minhyo menopang dagunya diatas meja. Menunggu cerita dari sohee.

Sohee terlihat sangat bahagia, bahkan pipinya bersemu merah sekarang “Kau ingat dengan pria yang aku ceritakan akhir-akhir ini?”

Minhyo menganggukkan kepalanya “Aku mengatakan pada ayahku jika aku menyukainya, awalnya ayah sedikit heran dan tidak percaya, tapi-“

“Tapi apa?!” minhyo dengan tidak sabar menunggu jawaban sohee, ia menegakkan tubuhnya.

“Tapi, tiba-tiba ayah mengatakan jika ia akan menjodohkanku dengan pria itu”

“Benarkah!” sohee tertawa melihat reaksi minhyo yang begitu antusias.

“Jangan membuatku malu minmin!”

“Aku tidak perduli! Cepat lanjutkan” desak minhyo.

“Selain karena aku menyukai pria itu, ini dilakukan juga demi perusahaan ayah dan calon mertuaku lebih berkembang. Dan ayah semakin yakin setelah melihat kedekatan kami”

“Calon mertua? Hebat sekali huh, sudah memanggilnya seperti itu hahaha. Tapi apa kau tidak ingin memberitahukanku seperti apa dia?” sohee menganggukkan kepalanya.

“Aku hanya memiliki fotonya sekarang, nanti jika sudah waktunya aku akan mengenalkanmu langsung padanya”

Sohee memberikan selembar foto pada minhyo, dan dengan senang hati minhyo menerima hal itu.

Minhyo membulatkan matanya dengan sempurna, dia membeku dan tidak bisa bersuara sedikitpun. Matanya hanya fokus pada foto yang tengah ia genggam. Pria berambut blonde yang ada di dalam foto itu dengan gagah memakai setelan casualnya seraya tersenyum simpul yang membuatnya semakin tampan.

Namun bukan ketampanan pria itu yang membuat minhyo shock melainkan, kenyataan siapa sebenarnya pria itu.

“Bukankah dia sangat tampan? dan dia sangat humoris. Namanya adalah Kim Taehyung. jika tidak salah suga oppa bekerja di perusahaannya”

Dunia seakan runtuh sekarang juga, dan semakin hancur setelah sohee mengatakan jika pria ini benar kim taehyung. ya, taehyung kekasihnya.

“Minmin? Min? Minmin!” minhyo tersentak dan tersadar dari pikiran kalutnya.

“Ah, ya. Apa? Ada ap-“

“Kau tidak mendengarkanku? Kau sangat jahat!”

“Ma-ma-maafkan aku, maaf. Aku mungkin terlalu bahagia. Akhirnya kau bisa mendapatkannya” sohee tersenyum mendengar jawaban minhyo.

“Lalu bagaimana dengan dirimu? Bukankah kau akan memberitahu siapa dia?”

Minhyo semakin tercekat dan tidak dapat berpikir sekarang. Bagimana ini? Tidak mungkin ia mengatakan jika kim taehyung calon tunangannya adalah kekasihnya.

“Minmin! Kau melamun lagi!”

“Ah! tidak heeya. Sungguh, aku-, aku dan dia tidak terjadi apa-apa. Ka-ka-kau kan tahu jika ia menganggapku sebagai adiknya, mana mungkin. Terjadi sesuatu”

“Kau bilang ada kabar bahagia?” sohee mengernyitkan dahinya bingung.

“I-i-itu, aku-, ah! aku dan jungkook semakin dekat kau tahu sepertinya aku mulai menyukai jungkook. Aku lebih merasa jika dengan bersama jungkook akan melupakan dirinya”

Sekarang soheelah yang terpekik girang “Sungguh! Oh tuhan itu kabar bahagia, aku tahu sejak awal kau dan jungkook sangat cocok”

Betapa bodohnya minhyo, demi kebahagian sahabatnya ia merelakan kebahagiannya sendiri. mungkin ini juga karena kesalahannya sendiri. jika saja ia memberitahukan lebih awal siapa yang ia sukai, pasti tidak akan terjadi seperti ini”

~

~

“Apa!” taehyung berdiri dari duduknya disofa ruang tamu milik minhyo. Ia datang kemari karena mendapat kabar jika minhyo sakit. Dan selama dua hari kemarin gadis itu tidak dapat di hubungi sama sekali.

Dan sekarang apa? Minhyo meminta putus darinya! Apa gadisnya tengah sakit parah hingga berdampak pada otaknya.

“Itu yang terbaik diantara kita” minhyo menundukkan kepalanya tidak berani menatap taehyung.

“Brengsek! Bercandamu tidak lucu Min Hyosin! Aku tidak peduli! Aku hanya mencintaimu! Dan aku tidak ingin kau mengatakan kalimat laknat sialan itu lagi!”

Minhyo tersenyum miris, apa barusan yang ia dengar, cinta? “Hentikan omong kosongmu itu kim taehyung! bagaimana ka bisa mencintaiku sedangkan kau selalu bersama wanita lain dibelakangku, dan akan menikah dengannya”

Taehyung membeku seketika, apa minhyo mengetahui semuanya. Tapi kejadian yang terjadi sebenarnya tidak seperti itu. Dia berani bersumpah di depan makam kedua orang tua minhyo jika ia tidak pernah berselingkuh atau bahkan menatap wanita lain selain wanitanya sendiri.

“It-itu, arrrggghhhh… ke-kenapa kau menyimpulkannya seperti itu. Kau salah, itu ti-“

“Tidak ada yang salah, sohee adalah sahabatku dan kau adalah keka- ah, tidak maksudku mantan kekasihku sekarang” taehyung semakin mengerang kesakitan mendengar setiap kata yang diucapkan oleh minhyo. “Aku tidak apa-apa, aku merelakanmu dengan sahabatku, aku- aku tidak akan pernah membencimu ataupun sohee”

“Arrggghhhhh… persetan! Dengan semua ucapanmu! Aku hanya mencintaimu bukan gadis itu. Aku tidak akan pernah menikahi wanita manapun selain dirimu”

“Jika kau melakukannya jangan harap kau akan melihatku, jika kau menyakiti sahabatku itu berarti kau juga menyakitiku!”

“Brengsek! Lalu kau ingin aku bagaimana hah?! Menikahi sohee yang tidak aku cintai, apa kau tidak pernah memikirkan perasaanku? Atau setidaknya pikirkan perasaanmu terhadapku” taehyung benar-benar sudah tidak tahan ia jatuh terduduk di depan minhyo dan mulai meneteskan air matanya.

“Perasaanku sudah mati! Bukankah cinta ada karena terbiasa, setelah kau terbiasa dengan sohee kau akan mencintainya”

Taehyung menegang mendengar nada sinis minhyo, iya yakin jika minhyo masih mencintainya. Jika itu yang gadisnya inginkan maka akan ia lakukan. Ia akan membuat minhyo menyesal telah melepaskannya.

“Baiklah akan aku lakukan seperti apa yang aku mau. Tapi jangan salahkan aku jika aku tidak akan pernah bisa mencintai sohee. Dan pernikahan ini akan semakin menyiksa kita semua, baik aku, kau! Dan sohee”

Kemudian taehyung berdiri seraya bejalan keluar dari rumah minhyo dengan perasaan hancur berkeping-keping. Andai saja minhyo mau berjuang dengannya. Dengan senang hati ia akan meninggalkan segalanya demi gadis itu. Apapun akan ia lakukan demi gadis itu,gadis yang sangat ia cintai sangat dalam hingga merasuk dalam setiap sel didalam tubuhnya.

#Flashback off

~

~

Setelah kejadian satu bulan itu minhyo meminta jungkook untuk menjadi kekasihnya, awalnya jungkook begitu terkejut dan setelah mendengar penjelasan minhyo. Dengan senang hati ia menerima minhyo dan membantu gadis itu agar belajar mencintainya.

Sedangkan suga yang mendengar kabar itu langsung mendatangi taehyung dan menghajar taehyung habis-habisan. Suga tidak perduli jika ia akan dipecat, yang terpenting adalah perasaan adiknya.

Taehyung sama sekali tidak melawan, karena ia pikir, ia pantas mendapatkannya. Ia tidak menepati janjinya pada suga untuk menjaga minhyo, tetapi malah menyakiti gadis berharga itu.

Selama sebulan minhyo pergi ke kampung halaman kakek dan neneknya, ia berusaha menata kembali hatinya dan dengan dibantu oleh jungkook. Dengan lapang dada ia menerima semua yang telah terjadi dan kembali keseoul untuk menghadiri pertunangan sohee dan taehyung.

“Sebentar lagi pesta dansanya akan dimulai kau harus ikut, ini akan menjadi sangat bagus” lamunan minhyo buyar setelah mendengar ucapan sohee.

“Ak-aku tidak bisa berlama-lama disini heeya, aku harus pergi ada urusan penting” minhyo mencoba memohon pada sohee.

“Aku tidak peduli! Hal penting apa hingga kau melupakan sahabatmu huh!? Kau sudah pergi meninggalkanku, dan sekarang aku tengah berbahagia, dan kau juga akan pergi? Aku akan membencimu minmin”

Taehyung menatap jengah pada sohee, apa ia tidak tahu jika seharusnya yang dibenci adalah dirinya.

Minhyo tidak bisa menolak permohonan sohee, dan jungkook mengangguk mengikuti minhyo. Melihat tatapan jungkook, ia yakin jika pria ini akan siap melindunginya kapan saja.

Alunan musik lembut mulai terdengar menggema di dalam gedung. Sohee menarik minhyo ke tengah aula. “Apa yang kau lakukan heeya?”

“Kau akan berdansa dengan jungkook dan aku akan berdansa dengan taehyung”

Jungkook menarik pinggang minhyo, hal itu membuat minhyo terkejut. Namun ia kemudian mengalungkan tangannya pada leher jungkook dan mulai berdansa.

Why can’t you hold me in the street?

Taehyung dan soheepun berdansa, namun tatapan taehyung tak berpaling dari minhyo dan jungkook. Jika saja ia tidak memikirkan semua orang pasti dia sudah memukul jungkook sampai mati sekarang.

Why can’t I kiss you on the dance floor?

Terlihat jika minhyo juga tengah gusar, ia tidak bisa seperti ini terus. Ia harus segera pergi dari tempat ini. Melihat taehyung yang berdansa seraya berpelukan itu sangat mengiris hatinya. Jika dari awal ia jujur pasti ia yang tengah berdansa dengan taehyung sekarang.

I wish that it could be like that

Why can’t we be like that? Cause I’m yours

~

~

Minhyo pergi ketaman belakang gedung hotel yang terlihat sangat sepi. Awalnya ia ijin kekamar mandi pada jungkook, dan menolak untuk ditemani. namun ia malah berbelok arah keluar gedung. ia benar-benar tidak tahan dengan semua ini, dan berakhir menumpahkan semua air matanya di sini. Minhyo berjongkok seraya memegang dadanya yang begitu sakit.

Why can’t I say that I’m in love?

“Hiiksss.. hikksss.. tuhan  tolong aku, ini sangat sakit” minhyo semakin menangis dengan keras.

I wanna shout it from the rooftops

Hingga sebuah dekapan hangat menyelimutinya. Minhyo menegang, ia tahu dengan benar siapa yang tengah memeluknya. Hanya satu orang yang bisa mendekapnya sehangat ini selain oppanya. Dia adalah kim taehyung, dan dia tengah mendekap tubuh minhyo.

I wish that it could be like that

Why can’t we be like that? Cause I’m yours

“Aku tahu, aku tahu kau juga sakit. Jadi kumohon hentikan ini” taehyung pun ikut terisak, karena ia juga merasakan rasa sakit yang minhyo rasakan. Rasa sakit yang amat teramat menyiksa, Lahir batin mereka berdua.

Dengan tenaga tersisa ini mendorong tubuh taehyung agar menjauh dari tubuhnya. Minhyo berdiri tanpa memperdulikan taehyung yang tersungkur. Ia menghapus air matanya dengan kasar.

“Ap-apa yang kau lakukan disini, ti-tidak seharusnya kau meninggalkan pestamu” ucap minhyo tanpa menatap taehyung

“Persetan dengan pesta terkutuk itu! Apakah itu penting sekarang?! Kumohon sweety, kumohon hentikan ini. Belum terlambat untuk sekarang, ini benar-benar menyiksaku dan rasanya aku akan mati” dengan nada pelan taehyung memohon pada minhyo.

Taehyung tanpa malu meneteskan kembali air matanya, begitupun dengan minhyo sekeras apapun ia menghapus air matanya. Tetap saja air mata sialan itu turun.

“Berhenti memanggilku seperti itu! Bagiku ini sudah terlambat. Kita hanya masih belum terbiasa, sebentar lagi kita akan terbiasa”

Taehyung memejamkan matanya, sejak kapan gadisnya yang begitu manja dan polos menjadi keras kepala seperti ini. Dengan tidak sabar taehyung mencekeram bahu minhyo agar ia menatap matanya.

“Sampai matipun, aku hanya mencintaimu! Tidak perduli seberapa banyak aku terbiasa dengan wanita manapun. Hatiku hanya milikmu dan hatimu adalah milikku!”

“Hentikan! Kumohon, kita tahu jika omong kosongmu menegnai cinta kita, hanyalah cinta tanpa harapan. Kita hanya mendapatkan cinta yang sengsara” minhyo dengan berani menatap kedua mata taehyung yang penuh dengan air mata. Begitupun taehyung yang menatap minhyo yang tidak jauh lebih baik darinya.

“Tidak ada omong kosong mengenai cinta kita, aku tahu. Yang aku tahu kau mencintaiku dan aku mencintaimu. Dan akan semakin sengsara jika kita terpisah”

Minhyo hendak menjawab perkataan taehyung. namun terhenti karena dengan kasar taehyung mencium bibirnya dengan penuh emosi. Dia menumpahkan semua rasa rindunya dalam ciuman tersebut, selama sebulan lebih ia tidak bertemu dengan gadisnya, dan ditambah pertengkaran mengerikan mereka sebelumnya. Membuat taehyung dan minyho tersiksa lahir dan batin.

Lambat laun ciuman taehyung berubah lembut.

Minhyo mendorong paksa tubuh taehyung, dan menatap taehyung dengan pandangan dingin. “Anggap saja tadi adalah salam perpisahan kita yang terakhir”

Setelah mengatakan hal itu minhyo berjalan menjauh dari taehyung. sedangkan taehyung sendiri hanya bisa pasrah, dan hanya bisa menatap punggung minhyo yang semakin menjauh.

Taehyung pikir hubungannya dan minhyo adalah hubungan terharmonis, namun kenyataannya tuhan menuliskan sebuah takdir yang begitu sulit diterima.

Katakan jika ia bodoh, dan buta akan cinta. Namun itu benar adanya, apapun yang di inginkan oleh minhyo pasti akan dipenuhi meskipun itu sulit, semua orang, suga, jungkook, dirinya sendiri akan mematuhi semua yang dikatakan oleh minhyo. Seperti sekarang, membiarkan gadis itu pergi atas kemauannya sendiri, meskipun itu menyakitkan baginya maupun minhyo.

___END___

NB : YANG MAU SEQUEL WAJIB COMMENT. 

Advertisements

3 thoughts on “[BTS FF Freelance] Secret Love – (Oneshot)

  1. Park Nayoon

    gw author-nim jadi-in sequel dong. 🙆🙆.
    awal baca gw gak nangis … tapi eh ujung2 air mata pengen keluar…
    tapi aku tahan soalnya aku dikamar ama eonniku nanti dia liat aku, pasti kata-in aku cengeng…
    btw,minhyo keras kepala banget sih…
    tapi demi sahabat, ia rela mengorbankan persaannya. salut gw ama minhyo

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s