[BTS FF Freelance] My Wife’s Amnesia? – (Chapter 2)

picsart_1468655012697

PART 2

TITLE: My Wife’s Amnesia?

CAST: Kim Taehyung || Cho Mijoo (OC)/You || Park Jimin || Others!

GENRE: Romance, marriage life, School life

AUTHOR: MyB (Fb: Melia febryanti, IG: @ebyasra12)

***

 

DEG

 

Disaat itu pula Taehyung merasa jantungnya berhenti berdetak dan nafasnya tercekat selama beberapa detik. Pintu ruangan itu terbuka.. Dokter menghampiri Taehyung dan menyuruh lelaki itu ke ruangannya.

.

.

.

“A-amnesia?” Ulang Taehyung terkejut.

 

Ruangan dokter terasa begitu mencekam. Ruangan ini menjadi saksi penjelasan tentang apa yang menimpa Mijoo, dan mendengar penjelasan dokter tadi membuat sekujur tubuh Taehyung melemas. Otot-ototnya seperti tidak berfungsi.

 

“Ye. Pasien terkena Amnesia anterograde, pasien mengalami cedera otak yang mengakibatkan kerusakan pada hippocampus, forniks atau mammillary tubuh. Dengan demikian, pasien akan lupa pada orang yang sangat dicintainya dan momen-momen yang terjadi pada saat itu atau dengan kata lain, ingatannya terpaku pada kehidupan awal sebelum ia mengenal orang yang dicintainya, tetapi hanya kepada orang yang dicintainya saja. Ia hanya ingat keluarga dan teman-temannya.” Jelas dokter lagi panjang lebar.

 

Taehyung menelan salivanya sulit. Ia tertunduk. Keringat dingin mengucur di dahinya. Rasanya benar-benar sesak saat mendengar semua ini.

 

“Dengan kata lain, ia tidak mengenaliku. Begitukah dokter?” Tanyanya lirih.

 

Dokter mengangguk. “Butuh waktu lama untuk memulihkan ingatannya kembali. Tetapi, pelan-pelan saja. Jika dipaksakan bisa berakibat fatal. Jika memungkinkan, pasien boleh melakukan terapi ingatan.” Ujar dokter.

 

***

 

Mijoo dirawat selama lima hari di rumah sakit. Selama lima hari itu, Mijoo diberikan terapi, namun terapi ingatan yang diberikan dokter masih belum mampu memulihkan ingatannya. Taehyung selalu menjaganya dan cuti dari pekerjaannya untuk Mijoo. Sekarang gadis itu diperbolehkan pulang. Mereka pulang ke apartemen mereka. Awalnya Mijoo menolak dan ingin ke rumah ibunya, tapi Taehyung tidak memperbolehkannya. Lagipula jarak apartemen dan rumah ibunya cukup jauh.

 

Taehyung masih bungkam dan tidak menceritakan masalah ini pada mertuanya. Ia takut ibu Mijoo marah besar padanya karena tidak bisa menjaga istrinya dengan baik. Ditambah lagi, Taehyung tidak ingin semuanya menjadi runyam. Ia akan mengatasi semuanya sendiri.

 

“Kenapa aku tinggal disini?” Tanya Mijoo ketika mereka sedang duduk di sofa ruang tengah.

 

Ruang tengah yang pernah menjadi tempat belajar bersama dengan suasana yang begitu akrab itu mendadak berubah menjadi suasana yang dingin dan asing. Mijoo bahkan duduk berjarak jauh dengan Taehyung.

 

~FLASHBACK ON~

 

Meja setengah kaki yang menjadi saksi diruang tengah itu melibatkan Taehyung dan Mijoo. Kedua insan itu duduk berhadapan dengan buku-buku yang berserakan di meja. Mijoo membaca sebuah buku berjudul “Math” dengan seksama. Rambutnya setengah basah yang tidak disisir membuat Taehyung tidak fokus dengan bukunya sendiri. Kenapa gadis ini bisa cantik sekali, sih? Batinnya kagum.

 

“Ah, pusing!” Keluh Mijoo mencabik-cabik kertas yang baru saja dicoretnya dan membuangnya sembarang arah.

 

Taehyung mengernyit, kemudian menangkap kertas yang sudah robek itu satu persatu.

 

“Kenapa sayang?” Tanya Taehyung.

 

“Matematika! Aku benci matematika!” Omel Mijoo.

 

Taehyung melihat kertas yang tercabik itu ditangannya kemudian menyatukannya seperti puzzle. Setelah kertas itu menyatu, Taehyung melihat ada dua soal matematika. Taehyung mengangguk-angguk.

 

“Ini sih tidak terlalu sulit.” Remeh Taehyung.

 

Mijoo menaikkan alisnya seperempat, “Tidak sulit? Oppa bisa mengerjakannya?” Tanya Mijoo berharap.

 

Taehyung menggeleng pelan, “Bukan aku, tapi kau yang harus mengerjakannya. Ini kan PR mu.” Ucapnya seraya memeletkan lidah.

 

Mijoo mengeluarkan puppy eyesnya, memohon, “Walau begitu, kau bisa membantuku kan, Oppa? Jebal~” Pinta Mijoo memelas.

 

Taehyung menggeleng pasti, membuat Mijoo mempoutkan bibirnya teramat kesal. Taehyung menahan tawanya melihat ekspresi Mijoo yang sangat lucu baginya, membuatnya selalu ingin mengerjai istrinya ini.

 

“Eotteokhae? Aku sebenarnya sangat ingin membantumu, tapi..” Taehyung menggantung kalimatnya.

 

Mijoo gemas karena Taehyung malah menggantung ucapannya. Ia memaksa Taehyung untuk melanjutkan.

 

“Kemarilah,” Suruh Taehyung melambai tangannya agar Mijoo mendekatinya.

 

Tanpa babibu gadis itu berjalan merangkak dan duduk di samping Taehyung. Ia menoleh ke arah Taehyung kemudian..

 

“Ap-“

 

Chu~

 

Bibir merah ranum itu saling menempel. Hanya menempel pasif. Mijoo yang tidak menyangka membuka matanya lebar-lebar karena ciuman spontan dari Taehyung.

 

Taehyung melepas ciumannya setelah cukup lama. Wajahnya memerah seperti cabai. Mijoo mengerjapkan matanya beberapa kali dan menyentuh bibirnya. Tadi itu apa? Apa aku bermimpi? Batinnya. Walau bukan ciuman pertama sekalipun, tapi disaat sedang serius begini, Taehyung malah memberinya ciuman. Siapa yang tidak akan terkejut?

 

“Kenapa kau menciumku?” Tanya Mijoo frontal.

 

Taehyung mengendikkan bahu, “Salahkan bajumu. Siapa yang menyuruhmu memakai kaos V-neck dan rambut setengah basah? Aku kan tidak tahan.” Ujarnya memelankan volume suaranya diakhir kata.

 

Mijoo memukul bahu Taehyung cukup kuat, “Yak! Dasar byuntae! Kenapa malah menyalahkan aku?” Kesalnya.

 

“Nde. Kau memang bersalah karena sudah menggodaku!” Taehyung membalas sembari menoyor dahi Mijoo.

 

Mijoo mengambil jari telunjuk Taehyung yang baru saja menoyornya kemudian menggigitnya.

 

“Arggh! Yak! Kenapa kau menggigitku?!” Pekik Taehyung kesakitan.

 

Mijoo terbahak merasa puas karena sudah menggigit suaminya sendiri.

 

“Siapa suruh menoyor dahiku!” Serunya memeletkan lidah dan kembali tertawa.

 

Taehyung tersenyum kecut, “Berani ya dengan suami sendiri! Kesini kau!” Taehyung hendak menangkap Mijoo ke pelukannya, tapi dengan sigap Mijoo menghindar.

 

Mijoo berdiri dan menari-nari, “Tidak kena!” Katanya mengejek.

 

Taehyung ikut berdiri, “Awas ya!” Ancamnya.

 

Mijoo berlari diikuti Taehyung yang mengejarnya. Mereka berputar-putar di sekitar ruang tengah itu. Mijoo menaiki sofa dan meloncat-loncat seperti anak kecil, sementara Taehyung sudah ngos-ngosan. Mijoo tertawa senang. Ditengah tawanya itu, ia tidak sadar Taehyung sudah berada disampingnya dan..

 

“Kena!” Taehyung berhasil menangkap Mijoo.

 

“Kyaa!!” Keduanya menjerit karena tubuh mereka yang tidak seimbang dan ambruk di atas sofa dengan posisi Taehyung menindih Mijoo.

 

Detak jantung keduanya berpacu cepat. Jelas ini bukan sakit jantung! Hanya, dalam keadaan seperti ini, keadaan yang tidak biasa seperti ini.. Rasanya oksigen lari entah kemana. Sesak yang memabukkan.

 

Taehyung menatap dalam pupil mata gadis dibawahnya. Walau setengah wajahnya sudah ditutupi helaian rambut sekalipun, pesona yang dipancarkan gadis ini tidak pernah hilang dimata Taehyung. Wajah Taehyung mendekat, semakin dekat, sampai batang hidungnya yang mancung menyentuh hidung lawannya.

 

Perut Mijoo seperti digelitik kupu-kupu. Darahnya berdesir cepat karena jantungnya memompa tidak normal. Merasakan deru nafas Taehyung, Mijoo menutup rapat kedua matanya. Entah kenapa, tubuhnya tidak bisa menolak apa yang dilakukan Taehyung padanya. Seakan-akan tubuhnya meminta lebih dari sekedar ditindih, didekati dan..

 

“Hei, bangun! Kenapa menutup mata begitu?” Suara berat itu membuyarkan hasrat terdalam Mijoo.

 

Ia membuka matanya lebar. Taehyung masih menindihnya, namun wajahnya tidak sedekat tadi. Mendadak Mijoo merasa malu. Ah, apa yang ku fikirkan? Aku terlalu berharap, aku benar-benar sudah gila! Batinnya mengomel.

 

Taehyung bangkit dan mengulurkan tangannya membantu Mijoo juga bangkit. Keduanya terduduk di sofa dan bergelayut dengan pikiran masing-masing.

 

~FLASHBACK OFF~

 

“Aku sudah mengatakannya, ‘kan? Kau itu istriku, Joo.” Geram Taehyung frustrasi.

 

Namun Mijoo tidak menggubris. Ia terdiam. Tidak memikirkan apa-apa juga tidak mengingat apapun. Yang diingatnya adalah rumahnya, bukan apartemen.

 

“Terserah kau saja. Kau terus mengatakan omong kosong. Hajiman.. Tinggal disini, gratiskah?” Tanya Mijoo.

 

Taehyung menoleh. Rambutnya acak-acakan tidak terurus. Ia cukup stres menerima kenyataan seperti ini. Bahkan menjawab pertanyaan Mijoo saja rasanya tidak sanggup. Taehyung memilih masuk ke kamar. Ia duduk ditepi ranjang dan merenung. Bagaimana caranya agar ingatan Mijoo bisa kembali?

 

~FLASHBACK ON~

 

“Kenapa belum tidur?” Tanya Mijoo. Gadis itu heran saja melihat suaminya yang seharusnya sudah tertidur di jam segini masih setia menatapnya.

 

Taehyung tersenyum penuh arti.

 

“Aku belum merasa lelah walaupun pekerjaan menjadi model itu benar-benar menyiksaku,” Ungkap Taehyung.

 

Mijoo mengernyit bingung. “Menyiksa? Waeyo?” Tanyanya.

 

Taehyung membelai rambut Mijoo sejenak, “Nde, benar-benar menyiksa. Tersiksa karena waktu ku tersita, dan aku benar-benar merindukanmu. Merindukan istriku yang cantik.” Tambahnya.

 

Mijoo terkesiap dengan pipi yang merona. “Jangan merayu.” Katanya seraya berbalik badan membelakangi Taehyung, namun sebenarnya Mijoo tersenyum senang dengan pengakuan Taehyung barusan.

 

Taehyung segera memeluk Mijoo dari belakang membuat si pemilik tubuh tertegun.

 

“Aku tidak merayu. Aku mengatakan yang sejujurnya.” Bisiknya membuat Mijoo merinding.

 

Mijoo menyentuh lengan Taehyung yang melingkar di perutnya kemudian berbalik badan hingga posisinya tepat berhadapan dengan Taehyung. Tubuh mereka menempel sangat dekat hingga keduanya dapat merasakan deru nafas dari pasangannya.

 

Perlahan mata Taehyung tertutup, namun..

 

“Oppa,” Panggil Mijoo.

 

Taehyung kembali membuka matanya yang kelihatan sayu.

 

“Hm?” Gumam lelaki itu.

 

“Anio. Aku hanya memanggilmu.” Kata Mijoo seraya tertawa kecil. Taehyung kembali menutup matanya.

 

“Oppa!” Panggil Mijoo lagi.

 

Taehyung kembali membuka matanya. “Wae, yeobo?” Tanyanya menahan kesal. Mijoo terkikik geli.

 

Gadis itu segera mencium bibir Taehyung secepat kilat. Taehyung terkejut.

 

“Jaljayo, Oppa.” Ucap Mijoo sebelum akhirnya ia menutup matanya.

 

~FLASHBACK OFF~

 

Baiklah, kenangan saat mereka tidur diranjang yang sama itu teringat kembali di memori Taehyung. Terus terngiang, membuatnya melamun dan…

 

TOK TOK TOK

 

Mijoo mengetuk pintu kamar dengan kuat membuyarkan lamunan Taehyung.

 

“Hei, kau belum menjawab pertanyaanku!” Seru Mijoo kesal.

 

Mengapa semua ini bisa terjadi? Mijoo yang hangat, penurut dan polos mendadak berubah menjadi Mijoo yang galak dan menyebalkan. Taehyung menyayangkan hal itu.

 

Lelaki itu berjalan untuk membukakan pintu. Didepannya Mijoo tengah memasang wajah cemberut.

 

“Jawab per-” Mijoo tidak jadi melanjutkan kalimatnya ketika Taehyung memeluknya tiba-tiba.

 

Mijoo segera mendorong Taehyung dengan kasar. Mijoo menatapnya kesal.

 

“Yak! Byuntae!” Serunya marah.

 

Taehyung menatapnya nanar. Iris coklatnya menelisik keseluruhan wajah Mijoo.

 

“Dulu kau tidak seperti ini.” Gumamnya lirih.

 

Kemudian Taehyung memegang kedua bahu Mijoo. “Tetap disini dan jangan kemana-mana.” Tegasnya.

 

Taehyung segera pergi ke kamar mandi, sementara Mijoo heran dengan perlakuan lelaki itu. Mijoo masih berdiri ditempatnya sesuai permintaan Taehyung. Tidak lama kemudian Taehyung kembali dengan membawa gayung berisi air.

 

“Apa yang ingin kau lakukan dengan benda itu?” Tanya Mijoo heran.

 

Taehyung tidak menjawab.. Mulutnya komat-kamit seperti mengucapkan mantra kemudian tangannya memercikkan air ke wajah Mijoo.

 

“Yak! Apa-apaan kau ini?!” Mijoo menghalau wajahnya dengan tangan.

 

“Sekarang jawab aku, apa kau sudah mengenaliku?” Tanya Taehyung masih memercikkan air ke wajah Mijoo dan mengucapkan mantra anehnya.

 

“Aku tidak mengerti apa maksudmu. Hentikan atau aku akan berteriak!” Seru Mijoo membuat Taehyung berhenti memercikkan air ke wajahnya.

 

Taehyung tertunduk lesu. Apa yang diinginkannya tidak sesuai harapan. Cara apa lagi yang bisa ia lakukan agar Mijoo tidak amnesia seperti ini? Gila saja rasanya kalau Mijoo hanya tidak mengingat Taehyung.

 

Tiba-tiba suara perut Mijoo terdengar. Ia kelaparan..

 

“Joo, kau lapar ya?” Tanya Taehyung yang mendengar suara perut Mijoo.

 

Mijoo menyentuh perutnya sendiri dan tertawa malu, “Aku rasa begitu. Ah, kau ingin mengajakku makan bersama ya? Wah, kau baik sekali.” Ucapnya senang.

 

“Anio. Kau disini saja. Aku akan membelikan makanan.” Taehyung menaruh gayung di atas meja kemudian hendak pergi, tapi Mijoo mencegat tangannya.

 

“Shireo! Aku ingin makan diluar. Aku tidak mau menunggu disini sendirian. Bisa-bisa valak setan The Conjuring 2 itu menghantuiku.” Ujar Mijoo ketakutan.

 

Taehyung menepuk dahinya sendiri dan menghela nafas singkat.

 

“Anio, anio.. Setan the conjuring 2 atau apapun itu, tidak ada yang namanya hantu ditempat ini!” Seru Taehyung.

 

Mijoo menggeleng keras seraya mengeratkan cegatannya.

 

“Andwae! Pokoknya aku tidak mau menunggu disini!” Ucapnya bersikeras.

 

Taehyung menggerutu dan mendesah frustrasi. “Aissh, arraseo. Kau boleh ikut.”

 

Mijoo tersenyum lebar dan bersorak gembira. Gadis itu berganti pakaian dengan menggunakan sweater hangat kemudian menghampiri Taehyung. Mereka pergi bersama.

 

Mereka sampai di suatu kafe 15 menit kemudian. Mereka memesan omurice dan cola.

 

“Selamat makan!” Ucap Taehyung dan langsung melahap omurice nya.

 

Mijoo bergeming.. ia melihat omurice itu dengan seksama.

 

“Waeyo?” Tanya Taehyung heran karena Mijoo masih bergeming.

 

“Ah, anio.. Aku sepertinya pernah membuat makanan ini, tapi..” Mijoo berfikir keras.

 

#”Aku memasak omurice untuk Oppa, tapi kenapa Oppa belum pulang?”#

 

Oppa?? Siapa??

 

Mijoo sedikit meringis.. Keringat dingin mengucur di dahinya. Kepalanya terasa berputar-putar.

 

“Yeobo, gwaenchana? Ireona, i..reo..n..a.” Suara Taehyung bahkan terdengar samar.

 

Dan tiba-tiba saja semuanya menjadi gelap. Mijoo pingsan.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

 

Sudah baca sampai TBC? Silahkan tinggalkan jejak di komentar 🙂

Advertisements

5 thoughts on “[BTS FF Freelance] My Wife’s Amnesia? – (Chapter 2)

  1. Huweee author jahattt!! Padahal penasaran dengan Mijoo… T.T

    kalo bisa chap selanjutnya buat yang lebih panjang thor… Ini kependekan menurutku… Jadi penasaran kannn huhuhuuu

    Keep writing, thor!

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s