[BTS FF Freelance] WINGS – Oneshoot

cover-wings

Title : WINGS

Author : Fatrisya

Cast : All member BTS, Army (OC / You)

Genre : Friendship,  Romance

Rating : PG – 15

Length   : Oneshoot

Desclaimer : Cerita ini hanya fiksi dan murni hasil pemikiran author. Semua cast disini milik    Tuhan dan orang tua masing-masing^^. Don’t bash, don’t plagiat and lets respect for each other.

Note : Annyeonghaseyo readers *bow*. Tbh, this is my fisrt ff, jadi masih banyak pakek banget kekurangannya. Jika ada penulisan kata atau kalimatnya yang menyinggung atau salah mohon di maafkan^^. Actually, author dapat inspirasi nulis ini cause listen to Interlude : Wings nya BTS. Musicnya enak bangeeeetttt dan imajinasipun akhirnya tercipta. Kkk. Meskipun ceritanya rada gak nyambung sama meaning dari lagunya but I hope you like it^^

Happy reading chingu^^

___

Aku rasa aku terlahir sebagai wanita paling beruntung di dunia ini. Mempunyai tujuh pria tampan yang selalu setia bersamaku. Entahlah! Aku seakan gila karena mereka.

___

Dua pria dengan baju hitam  ini menarik tangan ku paksa memasuki ruangan gelap yang penuh gemerlap. Aku sudah berkali-kali mengatakan pada mereka bahwa aku tidak suka tempat seperti ini, tapi bukan Jeon Jung Kook dan Kim Tae Hyung namanya jika keinginannya tidak tercapai.

Walaupun aku berteman dengan 7 pria aneh ini sejak kecil tapi aku tetap yeoja baik-baik yang patuh pada kedua orang tua ku, rajin menabung dan juga.. eump?

Ah lupakan! Aku sudah terlanjur masuk ke ruangan ini. Dentuman music disini berhasil merobek gendang telinga ku. Detak jantung seakan berpacu dengan cepatnya di dalam lapisan tulang rusukku seperti sebentar lagi akan keluar dari sarangnya. Ah! Ini benar-benar menganggu! Berisik!!

“Lepaskan kacamata mu ini, pabo! Ujar namja berambut pirang tersebut.

“Tae! Jan.. belum sempat aku menolak namun kacamataku telah hancur karena injakannya. Namja ini benar-benar!

Baiklah! Aku tidak terlalu membutuhkan benda itu. Toh mataku sebenarnya sehat-sehat saja.

“Kau lebih cantik tanpa benda sialan itu. Bisik Tae menggodaku.

“Akan lebih cantik jika ini juga kau lepaskan! Jungkook tanpa sabar mencomot kuncir rambut ku.

“Ya! Apa-apaan kalian eoh? Protes ku namun dua namja ini masih asik mengikuti alunan music yang menggebu.

Aku menyapu bersih pandangaku ke seluruh penjuru ruangan ini namun nihil aku tak menemukan mereka. Siapa lagi jika bukan 5 namja aneh selebihnya? Heol! Aku bahkan tak tau mengapa aku bisa berteman baik dengan mereka sedari dulu.

“Nugu? Tae sedikit berteriak agar suaranya bisa terdengar olehku.

“Tidak perlu berteriak di depanku, pabo! Aku merutuk namun namja itu masih terlihat menyatu dengan music club ini.

“Mereka ada disana! Ujar Jungkook mengarahkan telunjuknya ke atas pentas seakan tahu siapa yang aku cari dan matakupun menemukan mereka yang berjoget ria disana.

“Kha! Jungkook menari tanganku yang di susul oleh Tae di belakang kami.

Aku sedikit menolak (lagi) ajakan mereka. Mereka membawaku lebih masuk kedalam dan sekarang kami berada di dance floor.

“Eomma! Appa! Maafkan anakmu kali ini. Batinku. Ah! Aku benar-benar akan gila jika bersama mereka terus terusan.

Jungkook dan taehyung tak henti-hentinya menggerakkan badan mereka mengikuti alunan music dan itu sangat contrast dengan ku yang hanya berdiri kaku menatap mereka.

Jujur, ini pertama kalinya aku memasuki tempat seperti ini. Meskipun sebenarnya umurku sudah legal dua tahun yang lalu memasuki tempat berisik ini, tapi aku selalu memiliki 1001 alasan menolak ajakan mereka.

Tidak untuk kali ini.

Tiba-tiba terdengar bunyi nyaring mic yang benar-benar memekakkan telinga. Aku menutup telingaku kuat-kuat namun suara sialan itu masih juga terdengar.

“Emp? Ah.. mianhamida! E..em? Suara itu? Ah dia benar-benar! Bisa-bisanya ia masih mengukir senyum manisnya setelah hampir membuat kami menjadi tuna rungu? Dan apa ia hanya bisa menggaruk tengkuknya di atas sana?

“Baiklah, biar aku yang bicara. Pertama! Selamat datang kami ucapkan untuk wanita tercantik yang malam ini baru menginjakkan kakinya di sini untuk pertama kalinya. Aku rasa namja tampan itu hanya akan berbicara omong kosong.

TaeHyung dan Jungkook sibuk menyikut tangan kanan dan kiriku yang hanya bisa ku balas dengan tatapan mematikanku. Tapi aku rasa ini tidak berpengaruh banyak malam ini.

“Army ya.. ujar pria di atas panggung itu dan semua mata berhasil menatapku. Bagaimana tidak? Lampu sorot sialan ini juga ikut menyorotku.

Aku heran siapa di balik ini semua.

“Kau adalah teman terbaik kami yang pernah ada. Ujarnya. Apa? Apa maksudnya? Apa dia ingin menangis sekarang? Tidak lucu! Dia tidak pernah menangis sebelumnya bahkan aku rasa ia tak mengenal apa itu tangis dan bagaimana cara menangis tapi dia normal. Serius!

“Kau selalu ada untuk kami. Dalam situasi apapun dan kapanpun. Lagi perkataannya membuatku mual.

“Maafkan kami. Ujar namja bantet sialan itu. Oh ayolah! Wajahku panas karena lampu sorot sialan yang tidak juga berpindah ini.

Aku paling benci ketika semua mata menatapku seperti sekarang. Terlebih pria dengan dimple terbaik yang ada ini juga berjalan dari atas panggung kemudian mendekati posisi kami. Ia menarik tanganku agar aku mau ikut ke atas panggung bersamanya tapi aku menolak. Sampai akhirnya, dimple nya berhasil mengalahkan rasa kesalku.

Ah! Aku benci namja ini. Bagaimana mungkin dimple itu bisa membuat ia semanis itu?

“Apa yang ingin kau lakukan? Bisikku pada namjoon oppa yang seakan tak mendengar pertayaanku barusan.

Belum sempat aku berada sepenuhnya di panggung tiba-tiba lampu mati, disini benar-benar gelap. Sungguh! Aku menggemgam tangan namjoon oppa kuat dan ia membalas ganggamanku sekan mengatakan bahwa tidak akan terjadi apa-apa.

Tak selang berapa lama, aku mulai melihat cahaya dari ponsel semua orang yang ada disini. Indah sekali. Sungguh!

Tiba-tiba saja music kembali menyala dan menampilkan jungkook disana sedang memegang mic.

Take me to the sky..

Jika aku berkata aku tidak mengagumi suara namja itu, berarti aku bodoh! Music terus berlanjut hingga aku mengikuti alunannya dan namjoon oppa yang tadi mengenggenggam tanganku mulai membawaku sepenuhnya ke atas panggung dan mengajakku untuk ikut menari bersama mereka yang sudah lengkap disini.

Namjoon oppa mulai mengikuti alunan music dan berbicara dengan accent English nya yang memang luar biasa. Mereka mulai nyanyian mereka yang berhasil menghipnotis semua orang yang ada disini termasuk aku.

Interlude : Wings!

Terimakasih untuk malam ini, kalian berhasil membuatku terseyum (lagi) dan melupakan bagaimana rasa pahit dan kecewa itu dengan cara kalian (Lagi).

Bokongku berhasil mendarat dengan mulus di samping yonggi oppa dan ia hanya mentapku dengan tatapan kerennya (menurutku) ku lihat ia mengambil beberapa lembar tissue dan mengelap keringatku.

“Ingatlah, kau ini yoeja. Katanya dan aku hanya bisa menatapnya dengan senyum terbaik ku.

“Dan kau itu namja, oppa! Balasku lalu mengelap keringatnya dengan tangan kosong.

“Yoongi Hyung lupa dialognya tadi. Ujar namja di samping ku, Taehyung.

“Aku tahu. Kekehku dan menepuk paha namja yang baru saja meneguk airnya itu.

“Mianhae. Kau taukan aku tidak berbakat di bidang itu? Aku dan taehyung hanya terkekeh menatap namja yang kami bicarakan tadi. Yoongi Oppa terlihat sangat lelah, dasar grandpa tampan!

“Army ah! Saengil chukhae! Kau mau apa dari ku? Jimin oppa kini berjongkok di hadapanku dengan aegyo nya.

“Keumhanhae! Aku benci melihatnya, oppa! Ujarku sembari mengelapi keringatnya tapi sedikit kasar namun ia tetap terima perlakuan ku ini.

“Tetaplah menjadi urie angle, arra? Pintaku setelah selesai mengahapus keringatnya.

“Tentu saja! Ia mencubit kedua pipiku yang berhasil membuatku memayunkan bibir ku.

“Ya! Hentikan! Aku menatapnya tidak suka.

“Aigoo Army kita sudah besar! Jin oppa datang membawa beberapa makanan dan di ikuti Hoseok oppa yang sedang membawa beberapa minuman untuk kami. Jimin oppa yang tadinya berjongkok di hadapanku bangkit membatu mereka meletakkan makanan dan minuman itu di meja. He’s really an angel.

“Army~ya! Ani! Kau belum ku izinkan minum ini! Cegah Hoseok oppa ketika melihatku megambil beer yang ada di hadapanku.

“Tapi aku sudah besar oppa! Dan aku sudah cukup umur! Rengek ku.

“H..m.. ia menggerakkan telunjuknya ke kiri dan kanan yang berarti tidak. Aku menghela napasku kasar dan menatapnya horror.

“Tatapanmu tak akan mempan, sayang! Ujarnya yang menatapku lebih horror.

“Oppa! Aku ingin itu! Rengekku pada Jin oppa yang kini meminum beernya.

“Kau dengar Hoseok berkata apa tadikan? Balasnya dan kembali meneguk beer sialan itu.

“Setetes? Bujukku.

“Ani!! Ujar Yoongi dan Jin oppa bersamaan.

“Baiklah! Tak akan! Tegasku dan ku dapati Taehyung dan Jimin oppa kini menertawaiku. Hoseok oppa? Ia sedang menikmati beernya. Sialan bukan?

Aku benci keadaan seperti ini. Ketika aku kembali menjadi adik kecil mereka. Argh! Bukankah ini pesta untuk ku? Dan hey! Sebenarnya yang pantas di perlakukan sebagai adik disini adalah Jungkook! Oh ayolah! Bahkan aku lebih tua setahun darinya.

Ngomong-ngomong dimana anak itu?

Tak berapa lama orang yang ku caripun datang dengan membawa sebotol orange juice? Aku bertaruh ia pasti membawakannya khusus untuk ku!

“Ini hadiahku untukmu. Ujarnya sembari menyodorkan botol itu padaku. Taehyung yang melihat kejadian itu tak kuasa menahan tawanya.

“Aku benci tawamu, Tae. Aku hanya meliriknya dan ia tampak mengulum tawanya.

“Kau mau tidak? Jika tidak biar ku minum sendiri. Ujar jungkook menggodaku.

“Kau seharusnya memanggilku noona, pabo! Aku mengambil botol yang ia sodorkan itu paksa dan langsung membuka tutup botolnya namun tidak bisa.

Taehyung yang di sampingku langsung mengambil alih dan membukanya dengan mudah.

“Aku ragu jika jungkook harus memanggilmu noona. Ledek Taehyung yang berhasil membuahkan jitakanku di kepalanya.

“Ya! Kalian ini tidak pernah tak ribut sehari saja, eoh? Namjoon oppa yang baru kembali dari toilet menimpali.

“Dia yang duluan, oppa! Biasanya namjoon oppa akan membelaku.

“Berhentilah menganggunya, Tae. Ujarnya datar setelah berhasil duduk di samping kiri Yoongi Oppa dan seperti biasa ia pasti akan membelaku. Demi apapun! Aku benar-benar menyayanginya!

“Mana kadoku? Ujarku memecah keheningan di antara kami. Mereka terlihat sangat mengantuk sekarang setelah menghabiskan minuman dan makanan mereka. Itu terlihat jelas dengan cara duduk malas mereka.

“Kau masih menginginkan kado dariku? Apa orange juice tadi masih belum cukup?

“Hey bocah! Panggil aku noona!

“Tak pantas. Desisnya yang masih duduk malas di posisinya dan ku rasa ia mulai benar-benar tertidur sekarang.

“Ini kado dariku. Army ya.. Yoongi oppa menautkan jemari kami lalu mengecupnya pelan. Lembut.. ini benar-benar mencerminkan dirinya. Aku hanya bisa tersipu karna ulahnya.

“Gomawo. Aku membalas mencium tanganya dan ia hanya memberi senyum temanisnya dan perlahan ia mulai memasang wajah mengantuknya lagi tanpa melepaskan tautan kami. Benar-benar lucu!

Namjoon meraih sesuatu di saku celananya dan kemudian mencondongkan badannya ke arahku lalu mengulurkan benda itu di hadapanku. Sebuah kalung. Cantik sekali! Terukir namaku dan angka 7 disana.

“Aku tak tau kau suka atau tidak. Namjoon berucap di samping Yoongi oppa. Dan aku hanya menatapnya tak percaya.

“Mau ku pakaikan? Dan aku hanya mengangguk lalu melepaskan tautan jemariku dengan Yoongi. Aku mengumpulkan rambutku satu arah lalu namjoon oppa mulai memakaikan kalung itu di leher jengjangku.

“Yeopo.. ujarnya mengacak rambutku sebelum beranjak kembali ke tempat duduknya.

“Gomawo oppa! Aku meraih tangannya dan mengelusnya lembut. Dia benar-benar lelaki idaman.

Aku menatap Taehyung yang tertidur di sampingku, namun aku yakin kesadarannya belum hilang.

“Ya! Iroena! Mana kadoku? Aku meggoyangkan tubuhnya.

“Akan kuberikan, tapi nanti. Ujarnya masih dengan mata tertutup.

“Baiklah. Ujar ku yakin karna ia memang tak pernah mengingkari kata-katanya. Aku beralih menatap yang lain dan Jimin oppa bangkit dari duduknya menghampiriku lagi.

Ia menggenggam tanganku lembut dan mentapku dalam. Ahh.. dia benar-benar malaikat. Aku bingung kenapa ia belum mendapatkan pacar sampai sekarang.

“Tadi aku sudah bertanya padamu kan? Ujarnya yang membuatku bingung.

“Kau bilang kau hanya ingin aku tetap menjadi malaikatmu. Aku tersenyum mendapati ia tersenyum manis di hadapanku.

“Maka akan ku lakukan. Setahun ini, kau akan mempunyai malikat di sampingmu. Selalu! Aku janji. Tegasnya tak lupa mengelus tanganku. Aku membalas mengelus tangannya dan menyentil hidungnya gemas. Dapat ku bayangkan hari-hariku akan di temani malaikat imut ini.

“Baiklah, akan ku pegang kata-katamu. Jika kau tidak memenuhinya bagaimana?

“Kau boleh mengambil sayap ku. Aku menyetujuinya dan aku mengerti maksudnya.

“Ya! kau mau tetap berjongkok disini, eoh? Hoseok oppa nampak mengusir pelan Jimin dan kami hanya terkekeh.

“Sekarang giliranku. Ujarnya dan langsung menggeser Jimin oppa dari hadapanku.

“Army ya.. ia berucap di hadapanku menggantikan Jimin oppa yang tadi berjongkok dan menggenggam tangaku.

“Apa aku telah menjadi oppa terbaikmu? Wajah seriusnya benar-benar lucu. Aku terkekeh melihat ia seperti ini.

“Ya! Kali ini oppa serius! Ujarnya dan aku mengangguk.

“Jadi aku yang terbaik? Lagi tanyanya dan aku kembali mengangguk.

Ia mengambil sesuatu di dalam jasnya dan memberikan kotak pipih itu padaku.

“Kuharap setelah kau mendengarnya kau akan suka. Ia mengelus tangan ku.

“Apa ini, oppa? Kau memberiku CD?

“Bukan sembarang CD! Yakinlah!

“Aku ingin mendengarnya langsung darimu. Godaku.

“Ais! Aku tak ingin yang lain mendengarnya. Aku membuatnya khusus hanya untukmu. Rengeknya yang berhasil membuat aku terbahak melihat wajah lucunya.

“Baiklah, aku akan mendengarkannya sendiri nanti di rumah. Tapi berjanjilah kau akan menyanyikannya langsung jika aku sudah mendengarkannya, arra? Pintaku dan ia mengangguk lucu.

Oh my! Sungguh aku ingin mempunyai saudara kandung seperti dia. Setelah mengelus dan mengecup tanganku pelan iapun kembali menuju tempat duduknya.

“Kau menungguku? Ujar Jin oppa yang masih duduk malas di kursinya seakan tau apa yang ku pikirkan. Aku mengangguk dan tersenyum kearahnya.

“Kemarilah. Titahnya dan aku beranjak dari tempat dudukku.

Kali ini aku yang berjongkok di hadapannya. Dia satu-satu nya lelaki yang berhasil membuatku memperlakukannya berbeda dari yang lain. Aku meletakkan tangan ku di ujung lututnya dan menatapnya dengan wajah penuh berharapku.

“Kau sudah sangat besar sekarang, kau tau itu kan? Aku hanya mengangguk.

“Apa yang kau inginkan dari ku? Tanyanya dan aku menggeleng. Aku tau ia sudah berbuat banyak untukku selama ini dan bahkan club ini ia yang menyewa untuk pesta hari ini. Makanan dan minuman juga ia yang menyediakannya sendiri dan orang-orang yang datang hari ini ia juga yang undang.

Bisa di bayangkan berapa jumlah uang yang ia keluarkan untuk hari ini saja kan? Ah! Baiklah! Jangan bicara soal uang. Bisa kau bayangkan bagaimana kuatnya ia menyiapkan ini semua, bukan? Terlebih memasak sendiri makanan yang ada disini? Aku akan berpikir seribu kali untuk melakukannya.

“Kau yakin? Tanyanya dan aku lagi mengangguk.

Ia mengecup kepala ku pelan dan mengusap rambutku lembut. Aku menatapnya sayang. Sungguh aku benar-benar sayang pada namja ini. Aku meraih tangannya dan mengenggamnya lembut.

“Tapi aku boleh minta sesuatu? Pintaku.

“Tadi kau bilang kau tak menginginkan apa-apa. Godanya.

“Oppa! Satu saja! Rengekku.

“Apa itu? Ia mengelus kembali rambutku.

“Tetaplah menjadi Kim Soek Jin ku. Pintaku dan ia mengangguk dengan senyuman yang terukir di wajah tampannya.

“Itu saja? Dan aku lagi lagi mengangguk.

“Kembalilah ke tempat dudukmu, kau akan pusing jika lama berjongkok di depanku. Aku tau kau tidak bisa lepas dari ketampanan ku, tapi aku tak ingin kau sakit karna kecanduan ketampanan ku ini. Ujarnya. Ini yang sedikit membuat ku kesal padanya.

“Baiklah oppa. Kau memang Kim Soek Jin ku ternyata. Aku malas jika ia sudah seperti ini dan memilih kembali ke tempat dudukku secepatnya.

Aku kembali ke posisiku di samping Yoongi oppa dan Taehyung. Aku menatap Taehyung yang kini menatapku kesal, sepertinya aku menganggu tidurnya. Aku menampilkan senyum ku dan menepuk pahaku menyuruhnya agar tidur di pangkuanku dan ia menyanggupinya.

Setelah ia merebahkan kepalanya di atas pahaku aku langsung mengelus rambutnya dan ku lihat ia kembali tertidur. Di benar-benar tampan jika sedang tertidur. Tidak! Tidak hanya sedang tidur, tapi sedang terjaga juga. Tak heran banyak wanita yang mengantri untuknya tapi yang ku bingungkan ia tak tertarik sedikitpun dengan wanita di luar sana yang memujinya setiap waktu.

Namja di pangkuan ku ini sebenarnya lebih tua dariku, tapi entah kenapa aku selalu menolak memanggilnya oppa. Setiap kali aku memanggilnya dengann sebutan oppa ia pasti akan menampilkan wajah songongnya dan itu benar-benar mebuat ku mual. Namun akan ku coba lagi kali ini.

“Oppa..Taehyung Oppa.. ujarku gemas menariki hidung mancungnya dan ia hanya melengguh lucu.

Ku rasakan bahuku berat karna Yoongi Oppa turut menyenderkan kepalanya disana dan aku hanya bisa tersenyum mendapati hal itu.

Jangan salah paham. Kami sedari kecil sudah bersama dan ini hal yang wajar bagi kami. Meskipun mereka terkadang berhasil membuatku uring-uringan dan bahkan menjadi gila tapi hanya mereka yang tahu bagaimana aku yang sebenarnya dan begitu juga denganku. Mereka sudah ku anggap saudara sendiri.

Cinta?

Tentu saja ada cinta di antara kami dan cinta kami sama terbagi rata untuk semua tak ada yang mendapatkan lebih maupun kurang.

Inilah kami, entah sampai kapan persahabatan ini akan terjalin. Serahkan saja pada sang waktu. Satu yang pasti aku tak akan meninggalkan mereka dan harapanku di umurku yang ke 21 tahun kali ini aku berharap agar kami bisa bersama selamanya dan terus seperti ini selamanya.

Thank you for your love and please keep be my wings.. –Ahn Ar My-

Advertisements

14 thoughts on “[BTS FF Freelance] WINGS – Oneshoot

  1. Calyxama

    Ff nya keren, tapi kalo mau bikin ff khususnya buat bedain dialog sama pov harus dikasih tanda petik chingu. Jadi setiap dialog cerita harus dikasih tanda petik awal sama akhir setelah titik kalimat(dialog) biar enak bacanya. Tp, overall udah bagus kok ide nya ^^

    Like

  2. cgjin

    Kecanduan oleh ketampanan Jin… O.o
    Masih banyak salah dan typonya (Seokjin jadi Soekjin itu aku ngakak hard), dan yang fatal itu ga ada tanda petik dua penutupnya. Bacanya jadi bingung.. But it’s ok, gue bacanya baper dah wkwkw

    Liked by 1 person

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s