[Ficlet] about a Cat and Our First Meeting

Processed with VSCO with c6 preset

about a Cat and Our First Meeting

by ayshry

[BTS’s] Kim Seokjin – [OC’s] Tak Jinryu

AU!, Fluff, Romance/Ficlet/G

***

Kurang lebih sudah setengah jam Jinryu mengitari jalanan sembari menyerukan nama kucing kesayangannya yang tak bisa ia temukan di rumah. Ia tak tahu sejak kapan kucingnya kabur. Tapi jika dihitung-hitung, sejak Jinkyu—kembarannya—keluar dari rumah dan lupa menutup pintu hingga sekarang, sudah lebih dari satu jam sang kucing berkelana.

“Tak Jinkyu sialan! Kalau saja pemuda menyebalkan itu tak lupa menutup pintu, pasti aku tak perlu kebingungan seperti ini!” Bersungut-sungut, sang gadis kini sudah tiba di taman yang terdapat di kompleks perumahannya. Seingatnya, akhir pekan lalu ia sempat membawa kucingnya bermain di sini, kali saja kucingnya merindukan tempat tersebut dan bertandang ke sana.

“Milo-ya!” Meneriakkan nama tersebut berulang kali, Jinryu sibuk mencari di setiap celah yang terlihat. Mulai dari bawah bangku-bangku yang berjejeran hingga ke atas dahan pohon.

Sementara sang gadis masih gencar mencari, rungunya menangkap suara yang amat ia kenali dari sebalik pohon. Tersenyum senang, Jinryu mengendap-endap ke belakang pohon dan ia benar; Milo berada di sana, mengeong manja. Namun ada seseorang yang bermain bersamanya dan sang gadis tak mengenal orang tersebut.

“Astaga, Milo!” Jinryu berteriak. Ia kini sudah berada di hadapan kucingnya juga si pemuda.

Melemparkan senyuman, sang gadis kini berjongkok guna mengambil Milo dan menggendongnya. “Terima kasih karena sudah menemukan kucingku,” ia berujar.

“Oh, dia kucingmu?”

Jinryu mengangguk lantas berdiri, di susul sang pemuda yang kini membalas senyumannya.

“Aku tak sengaja melihatnya tadi, dan kurasa dia sedang tersesat. Ketika kudekati dia sangat jinak, jadi bisa dipastikan kucing itu adalah milik seseorang, makanya aku tak berani berbuat banyak selain menemaninya di sini.”

“Oh, Milo memang kucing yang penurut. Makanya aku sedikit khawatir karena dia mudah ikut dengan siapa saja. Biasanya dia tak pernah bermain jauh dari rumah, tapi hari ini aku butuh usaha keras untuk mencarinya. Huh, aku sempat mengira telah terjadi hal buruk kepadanya.”

Tanpa sadar, Jinryu malah berbicara panjang lebar. Ia lupa jika pemuda tersebut adalah orang asing, dan tanpa ia ketahui, sang pemuda mulai terkekeh setiap ia membuka suara.

“Ah iya, siapa nama—“

“Milo. Aku menamainya Milo karena bulunya yang kecokelatan.”

Sang pemuda mengulum senyum. “Aku belum selesai berbicara, omong-omong. Yang ingin kutanyakan adalah namamu, bukan si Milo.”

“Ya?”

Tawanya semakin mengeras, membuat Jinryu tersipu karena kesalahpahaman yang disebabkan olehnya.

Berdehem demi menginterupsi tawa sang pemuda, ia berkata. “Tak Jinryu, tapi silahkan panggil aku  Ryu atau apa pun itu yang membuatmu nyaman.”

“Kim Seokjin.” Menyodorkan tangannya demi saling berjabat, nyatanya sang gadis langsung meraihnya meski malu-malu. “Senang berkenalan denganmu. Oh, boleh kutebak? Kau pasti tinggal di lingkungan ini juga, ‘kan?”

Jinryu mengangguk kaku.

“Ingin kuantar pulang? Ah, tenang saja, aku bukan orang jahat. Aku hanya ingin mengetahui kediamanmu dan mungkin di lain hari kita bisa menghabiskan waktu bersama-sama.”

“Ya?”

“Ah, lupakan. Mungkin aku terkesan sok akrab, tapi … well, kuakui, aku sedikit tertarik pada ….” Memberi jeda pada perkataannya, sang pemuda seperti tengah mengamati ekspresi sang gadis yang terlihat semakin tegang lantas ia terkikik kecil sebelum melanjutkan, “pada Milo. Kucingmu.”

“Oh.”

Bersamaan dengan satu kata canggung yang menguar dari bibir sang gadis, Seokjin melepaskan tawanya yang tertahan. Sungguh, ekspresi gadis di hapadannya sangat menggemaskan.

“Kau tidak memikirkan hal yang aneh-aneh, ‘kan, Ryu?”

“O-oh! Tentu saja tidak. Tidak sama sekali.”

“Oke, kau gadis yang menarik.”

“Ya?”

Haha, sudahlah. Ayo kita pulang, ah maksudmu ayo kuantar pulang. Sepertinya Milo kelaparan. Mungkin setelah memberinya makanan, kau juga bisa memberiku segelas minuman, ‘kan?”

“Oh? Ah, iya, tentu saja! Ayo, lewat sini.”

Mendapati kegugupan sang gadis yang membuatnya semakin gemas, Seokjin sedang mencoba menyembunyikan senyumannya. Sejatinya, ia tak menyangka pertemuannya dengan kucing imut itu akan membuatnya bertemu pula dengan seorang gadis yang tak kalah menggemaskan dari sang kucing. Jadi, apakah ini yang disebut dengan sambil menyelam minum air, huh?

-Fin.

Kopel baru, yeay! Kaknay, dd pinjem kakseok-nya ya, eh engga ding ga pinjem tapi minta biar dijadiin hak miliknya Jinryu sekalian /digiles/

So, mind to review?

-mbaay.

Advertisements

7 thoughts on “[Ficlet] about a Cat and Our First Meeting

  1. Saya tiada cemburu pada adinda jinryu. /pasang kacamata/
    Kongretulesyen uri jinjin kopel kyaaa akhirnya kubaca juga fic kalian bhahahaha…langgeng2 yaa kimseok sama milo/ga

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s