[BTSFF Freelance] Together – Ficlet

untitled-1

T O G E T H E R

Velyn208’s present

[BTS] Jin x [OC] Nayeon Kim

Family, fluff, life

General

[NOTE]

Velyn cuma punya cerita, Kim Nayeon sepenuhnya milik keluarganya—salah satunya Kim Seokjin—dan teman-temannya, jangan lupa Nayeon juga milik Tuhan. Kim Seokjin juga milik Tuhan, milik BTS, milik seluruh A.R.M.Y, tapi kalau dikasih ke Velyn juga nggak ada penolakan, kok. He he.

________

Kim Seokjin punya cerita.

Kala itu, hujan melanda kota Seoul. Titiknya turun, tak berangsur melemah. Dari halte, dapat Seokjin lihat titik-titik hujan itu jatuh, menghujam kerasnya aspal. Sial, bagaimana Seokjin bisa pulang dengan keadaan seperti ini?

Bus terakhir sudah terlewati. Seokjin membiarkannya lewat. Bukan karena kecerobohannya atau apapun itu, tapi ia mengingat, ketika ia merogoh sakunya beberapa menit lalu, ia tak mendapati sepeser pun uang tergeletak disana. Sudah habis berpindah pada kasir restoran di seberang jalan. Dunia ini kejam! Bahkan semangkuk ramyun yang tak seberapa itu bisa menghabiskan isi sakunya dalam sekejap. Oh, mungkin juga tidak. Salah Seokjin juga yang lupa membawa kartu ATM dan dompet, sehingga ia terpaksa menggunakan uang yang tak sengaja ia tinggalkan di saku celananya dua hari lalu.

Lupakan masalah ramyun dan uang. Mari berpindah tentang ‘bagaimana Seokjin bisa pulang’?

“Halo, Cass—“

Seokjin Oppa, mian ne! Aku sedang terburu-buru, Taehyung tiba-tiba demam tinggi! Ah, apa di sana hujan? Pakai jaket dan jangan makan atau minum yang dingin, ya! Jaljayo,

Seokjin mengerang kesal. Kekasihnya bahkan tak punya waktu untuk berbicara. Dunia memang penuh cobaan, Seokjin harus bersabar. Padahal, ia menelepon Cassie bukan tanpa maksud. Tak bisa menjemputnya, pun—setidaknya—Seokjin bisa berbicara sebentar dengan kekasihnya itu, sembari menunggu hujan mereda dilalui waktu.

Sambil mengetuk-ngetukkan sepatunya ke lantai beberapa kali, Seokjin melipat tangannya di dada. Dinginnya malam menembus kemeja Seokjin. Tapi tak masalah, semuanya menjadi lebih baik saat ia melihat seorang gadis berlari-lari dari ujung jalan—dengan payung kuning di tangan kanannya.

Kim Nayeon, adiknya.

“Nayeon?” Seokjin tersenyum. Ini melegakan.

Setelah beberapa saat berlari kencang, Seokjin mendapati Nayeon jatuh terduduk di atas kursi halte yang dingin dan lembab, diterpa hujan yang tak kunjung mereda. Tak apa, setidaknya Seokjin punya teman untuk menapaki jalan pulang.

“Kenapa tidak pulang naik bus saja?!” bukannya bertanya tentang kabar kakaknya, Seokjin mendapati amarah gadis itu memuncak, melihat Seokjin yang menggigil kedinginan. “Sekarang hujan, Kak! Petir juga! Kau mau mati tersambar, hah? Dasar gila! Lalu siapa yang membantu ibu masak besok pagi?”

Seokjin menarik sudut bibirnya. “Kau bisa, kan? Lagi pula, mengapa kau tak membawa mobil saja? Kau berjalan kaki, kan?”

“Ayah membawa mobil ke kantor, kau mau aku mati berdiri karena ia memarahiku, hah?” Nayeon mengacak wajahnya marah. Seokjin memang selalu merepotkan.

“Kalau begitu, kau tak perlu menjemputku.”

“Kau mau mati, Kak?” nada marah jelas tersirat dari kalimat adiknya. Seokjin mengerti maksud Nayeon. Ia hanya sedang memanas-manasi saja.

“Lantas, kau mau mati bersamaku, begitu?” lantas Seokjin menyembunyikan senyumnya. Dengan sengaja, ia melipat tangan di dada—ia tahu kalau Nayeon akan berpikir beberapa kali untuk menjawab pertanyaannya. Dengan gaya seperti itu, barangkali Seokjin dapat menyembunyikan kertakan giginya yang menahan dinginnya cuaca yang menghujam tulang-tulangnya.

“Lebih baik begitu, tentu saja,” diluar ekspetasi Seokjin, Nayeon menjawabnya dengan sangat cepat. “Kalau kau mati sendirian, lantas tugas-tugas rumahmu harus aku kerjakan. Kalau aku mati bersamamu, berarti kita berdua bebas tugas, bukan? Tidak ada yang dikorbankan. Ibu pasti mencari pembantu baru.”

Seokjin merunduk. Diam-diam, ia tersenyum senang. Tak ingin kehilangan, rupanya.

“Ya sudah, ayo pulang. Bisa-bisa kita tersambar bersama disini. Walaupun mati bersama itu baik, tapi tetap saja aku tak ingin mati sekarang. Aku belum memberi kebahagiaan pada Cassie, melamar Cassie, men—“

“Kau mau pulang sekarang atau menunggu ajal menjemput kita berdua, hah?” Nayeon berseloroh protes. Payung kuning itu kembali terbuka di tangannya, siap merampung dua bersaudara yang tak ingin mati muda itu.

Seokjin terkikik geli. Tangan kanannya lantas merebut payung kuning itu dari tangan Nayeon. Sementara tangan yang lain memegang lengan kanannya, menahan diri dari dinginnya hujan.

“Kau kedinginan, Kak?” Nayeon—dengan mata elangnya—melirik Seokjin curiga. Kentara sekali, kertakan gigi yang terdengar samar-samar itu ditahan oleh pemilik gigi. Dengan desahan kecil, Nayeon menarik resleting jaket abu-abu yang ia kenakan, kemudian melepasnya dari tubuh kecilnya itu. “Pakai ini. Aku salah ambil jaket, tadi. Ini jaketmu, Kak. Kebesaran di tubuhku, buat gerah saja.”

Selepas Nayeon menyebut alasannya melepas jaket itu, lantas Seokjin tersenyum haru. Siapa lagi yang punya adik sebaik adiknya? Barangkali adik yang baik, menyenangkan, imut dan lucu itu tersebar di berbagai belahan dunia—Kim Nayeon tetap hanya satu, adik Seokjin seorang.

Dan sekarang, tak peduli akankah kematian menjemput mereka berdua, atau mereka akan selamat sampai di rumah, di bawah payung yang sama, dengan tangan kanan yang merangkul adiknya, Seokjin merasa hidupnya bahagia.

Ya, asal adiknya itu hadir di sisinya, ia bahagia.

FIN.

Yow. Hai!

Masih ingat seseorang yang menulis ini?

Velyn imnidaaa~!

FF lawas nii, baru ketemu. Pas baca langsung inget sama wp inii wkwkwk

Sebenernya aku pribadi ngga gitu suka sama ff ku yang ini /? Ngga tau berasa aneh aja bahasanya wkwkwk, tapi gegara suara hati /? Memanggil untuk mengirim fanfic egein, ya jadilaaahh 🙂

Okeiii segimanapun jeleknya FF ini, tetap saja harapan untuk dikomen komen gitu siapa yang gapunya yakan.

Makasih sudah membaca, moga moga ketemu lagi di ff selanjutnya ya, ehe.

Btw /poke kak echa sama kak ipyjung/ hola kak! /poke semua kaka kaka author BTSFFI/ ada yang demam gegara blood, sweat and tears kah? 😀

Advertisements

One thought on “[BTSFF Freelance] Together – Ficlet

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s