[Ficlet] Washed Away

washed-away-tsukiyamarisa
Washed Away

a ficlet by tsukiyamarisa

BTS’ Min Yoongi and OC’s Park Minha

700+ words | AU, School-life, slight!Fluff | G

.

.

Diam-diam, Yoongi senang karena ia tidak sendiri.”

.

.

.

.

Park Minha tidak tega untuk meninggalkannya sendiri.

Berdiri di tepi lapangan, ia mengamati Min Yoongi yang sedang men-dribble bola basket. Berulang kali mencoba menembakkannya ke ring, tapi nyaris semuanya menemui kegagalan. Kendati begitu, sang lelaki tak tampak lelah. Ia hanya menggerutu, mengejar bola yang memantul tak tentu arah, kemudian mengulangi rutinitasnya tanpa memedulikan waktu.

Park Minha juga tidak berani untuk memanggil atau sekadar menegurnya.

Sang gadis tahu benar jika kakak kelasnya itu sedang bad mood. Tampak jelas dari raut mukanya, juga sapaan yang tak dibalas saat mereka berpapasan di koridor sekolah tadi. Min Yoongi mungkin memang cuek, tapi sikapnya hari ini sukses membuat Minha khawatir. Sebagai seseorang yang sudah mengenalnya sejak kecil dan sering mendapatkan bantuan Yoongi, wajar kan jika ia penasaran?

Jadi, di sinilah ia sekarang. Menanti di tepi lapangan, berusaha untuk sabar walau ia bosan setengah mati. Minha hanya ingin memastikan kalau Yoongi baik-baik saja, kalau sang lelaki tidak akan melakukan hal-hal yang nekat atau impulsif. Pikirannya berkelana membayangkan semua kemungkinan, sampai setetes air menyapa kulit lengannya yang terbuka dan disusul butir-butir lainnya.

“Oh.” Minha mendongak, kali ini merasakan air itu mengenai kulit wajahnya. “Sial, sial. Ternyata ramalan cuaca pagi ini benar.”

Minha langsung menyambar tasnya, mencari-cari. Berharap agar ia membawa payung lipat miliknya, yang biasanya selalu ia letakkan di dalam tas. Namun, entah mengapa, hari ini Minha tidak dapat menemukannya.

Dan tiba-tiba saja, hujan yang tadinya hanya berupa rintik-rintik mulai menderas.

“Ada apa sih dengan hari ini?” Minha menggerutu, memeluk tasnya makin erat dan baru saja akan bergerak untuk mengamankan tas Yoongi. Tapi, belum sempat ia mencapai ransel hitam tersebut, Yoongi sudah lebih dulu berlari dan mengambilnya. Kepala terdongak, iris melebar saat ia melihat Minha berdiri di hadapannya.

“Minha?”

“Yoongi-ya, aku tidak—”

Ucapan Minha terhenti tepat saat Yoongi mengeluarkan payung lipat hitam dari dalam tasnya, lekas-lekas membuka payung tersebut dan menyodorkannya pada Minha. Meminta sang gadis untuk memegangnya, memayungi mereka berdua dari hujan selagi Yoongi kembali mengacak-acak isi tasnya.

“Cari apa?”

“Kemejamu basah.” Yoongi langsung membalas, tanpa basa-basi. Membuat Minha seketika menunduk, jelas malu saat ia melihat kemeja putihnya berubah nyaris transparan. Gadis itu baru saja hendak menggerakkan lengan untuk memeluk diri sendiri, tepat ketika Yoongi mengulurkan kemeja miliknya.

“Ini milikmu.”

“Kamu saja yang pakai.” Sang lelaki membuka kemeja yang masih kering itu, bergerak untuk menyampirkannya di pundak Minha. “Aku meninggalkannya di tas selama bermain basket tadi.”

“Tapi, bagaimana dengan—”

“Aku akan baik-baik saja.” Yoongi menunduk untuk mengamati kaos putih yang ia gunakan, basah kuyup akibat hujan. Bukan masalah. “Kamu lebih penting.”

Minha tak bisa membantah, tidak karena Yoongi sudah lebih dulu mengajaknya berjalan. Ransel terpasang di punggung, sebelah lengan membawa bola basket, sementara lengan yang lain ia rangkulkan pada pundak Minha. Berusaha menjaga sang gadis dari serbuan air hujan, menariknya mendekat untuk berlindung di bawah payung lipat yang ada.

“Yoongi?”

“Maafkan aku.” Yoongi langsung berucap. “Gara-gara menungguku, kamu jadi kehujanan begini. Padahal kamu bisa pulang lebih dulu, kan?”

“Aku mencemaskanmu,” sahut Minha terus terang. “Seharian ini kamu terlihat aneh, permainan basketmu juga tidak seperti biasanya. Dan omong-omong, kenapa payung lipatku bisa ada di tasmu?”

Yoongi menghela napas. “Kamu meminjamkan payungmu minggu lalu, Minha-ya. Aku lupa mengembalikannya saja.”

“Oh.”

“Selain itu, untuk apa kamu mengkhawatirkanku segala, hm? Aku hanya… hanya….”

“Hanya?” Minha menaikkan alis, menyiku lelaki di sampingnya. “Yoongi, aku tahu ada sesuatu yang tidak beres. Terserah jika kamu tidak mau cerita, tapi setidaknya izinkan aku untuk berada di sampingmu. Bukankah itu yang selalu kamu lakukan tiap aku ada masalah?”

Mereka bersitatap sejenak, tak berbicara sampai Yoongi akhirnya mengembuskan napas panjang. Tahu bahwa ia tak bisa membantah, tangan yang tadinya ada di bahu Minha bergerak untuk mengacak surai sang gadis.

“Dasar keras kepala.” Yoongi mengulum senyum, tanpa sadar merasakan beban yang dipendamnya seharian ini lesap. Mungkin ini akibat hujan yang turun dan menyapu semua hawa buruk pergi, mungkin juga ini akibat presensi Minha di sampingnya. Yang jelas, ketika lelaki itu akhirnya membuka mulut, ia bisa dengan tenang berkata, “Masalah ujian akhir dan kuliah. Sejujurnya aku sempat berpikir untuk kabur dari rumah dan hidup sendiri, tahu. Aku sudah tidak bisa melihat jalan lain.”

Minha mengangguk-angguk. “Apa kamu akan terkejut jika aku berkata kalau aku setuju? Kalau aku berpikiran serupa, ingin agar bisa tinggal berdua saja dengan Kak Jimin saat lulus SMA nanti?”

Butuh waktu bagi Yoongi untuk mencerna kalimat tersebut, teringat bahwa sang gadis juga memiliki masalah dengan orangtuanya. Kendati ini bukan hal yang patut disyukuri, tapi Yoongi diam-diam senang karena ia tidak sendiri.

“Terima kasih.”

Hm? Untuk apa?”

Yoongi tersenyum lebar, menoleh ke arah Minha untuk membuktikan bahwa ia baik-baik saja sekarang. Bahwa kekesalannya sudah pergi, dan bahwa Minha-lah yang telah memungkinkan mood buruknya untuk berlari menjauh.

.

.

.

Karena kamu mau menungguku dan mengingatkanku bahwa aku tidak sendiri. Terima kasih, Park Minha.”

.

fin.


makasih kak yeni yang udah buatin poster dan ngepost-in! ♡♡ QF7 bakal dipost tengah malem ya~

Advertisements

5 thoughts on “[Ficlet] Washed Away

  1. min yoonhee

    kyaaa!! XD…
    manis banget…. feelnya juga dapet bangeet….
    apa lagi aku habis baca ff suga dengan oc yang sama Park Minha…
    pokoknya suka banget… padahal sebelumnya gak suka baca ff ficlet, tapi karena baca ff ficlet kayak gini jadi suka…
    author lain kali bikin ff kayak gini ya
    yang main castnya SUGA kalau bukan suga gak bakal gua baca*maksa… gak kok author bacanda aku.. kalau bikin ff dengan genre kayak gini bakal gua baca kok

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s