[BTS FF Freelance] Only You (Sequel Secret Love) – (Oneshot)

cover2

Only You
(Sequel Secret Love)

Oneshoot

Story by @siken11

Main cast : Kim Taehyung – Min Hyosin, Jeon Jungkook – Shin Sohee, Min Yoongi || Other Cast : Find Yourself || Genre : Romance, Sad || Rating : PG – 17 || Lenght : Oneshoot || Disclaimer @ BTS Kim Taehyung Jeon Jungkook Min Yoongi and other

Credit Poster : by author

~

Aku tidak peduli dengan gadis selain dirimu, 

aku tidak akan pernah terbiasa, selain dirimu!!

~

Semua tokoh di ff ini milik Tuhan dan karakter fiktifnya adalah khayalan author semata. Dan maaf jika ada kesamaan tokoh. Cerita ini murni milik author.

FF ini pernah di post di blog pribadi author. ( http://www.bangjung.wordpress.com )

Dengan sisa tenaga yang ia miliki, minhyo berjalan meninggalkan taehyung tanpa menoleh kembali untuk melihat seperti apa keadaan pria itu sekarang. jujur saja, ia tidak ingin siapapun tersakiti. Dengan langkah pelan minhyo berjalan kearah lorong yang menghubungkan taman belakang itu, dengan gedung aula pesta sohee. Ia harus segera memanggil jungkook atau suga, agar cepat membawanya pulang.

Langkah minhyo terhenti, ketika ia melihat sepasang sepatu berwarna silver seperti miliknya tengah berdiri di depannya. Dengan perasaan takut minhyo mencoba mendongakan kepalanya yang tertunduk sejak tadi.

Mata minhyo membulat dengan sempurna, “So-so-hee, sohee? A-ap-apa yang kau lakukan di sini?”

Seluruh tubuh minhyo dingin dan gemetar setelah menatap sohee, yang menatapnya dengan pandangan tajam dan benci. Sepertinya ketakutan minhyo, akan terjadi sekarang.

Sohee mendengus pelan, gadis itu melipat kedua tangannya di depan dada. “Kau bertanya, apa yang aku lakukan? Dan yang aku lakukan adalah, memergoki sahabatku tengah berselingkuh dengan tunanganku sendiri”

Minhyo menggelengkan kepalanya keras, air matanya semakin jatuh dengan deras. “Ti-tidak sohee, ini ti-“

“Cukup! Aku membencimu!” air mata yang sejak tadi di tahan oleh sohee, akhirnya luruh. “Aku pikir, kau benar-benar sahabatku. Tapi ternyata, kau sama saja dengan yang lain! Aku membencimu min hyosin! Dan aku tidak ingin bertemu denganmu lagi”

Sohee membalikan tubuhnya dan berjalan meninggalkan minhyo yang kini jatuh terduduk, seraya terisak. Minhyo tidak pernah berpikir untuk menghianati sohee, dia benar-benar tulus bersahabat dengan sohee.

‘ya tuhan, kenapa semua jadi seperti ini’ batin minhyo, yang sudah tidak sanggup lagi mengatakan apapun.

“Minhyo! Ya tuhan, apa yang terjadi! Ayo kita pulang” minhyo dapat merasakan jika jungkook menyampirkan jasnya untuk ia pakai, dan tanpa menunggu bertanya jungkook mengangkat tubuh minhyo dalam gendongannya. ya, karena sejak tadi jungkook mencarinya. Dan kemudian menemukannya yang tengah menangis di lorong.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi sungguh maafkan aku karena tidak menjagamu dengan benar” Minhyo masih belum bisa meredakan tangisannya. Ia meremas kemeja jungkook dengan erat.

Dari arah berlawanan terlihat sosok suga yang berlari kearah mereka berdua, tanpa bertanya suga mengambil alih tubuh minhyo agar berpindah dalam gendongannya.

“Pakai mobilmu dan kau yang menyetir, mobilku akan di bawa temanku” jungkook menganggukan kepalanya dan kemudian berlari kearah mobilnya. Sedangkan suga tak henti-hentinya mengumpati dirinya sendiri dalam hati, karena teledor dalam mengawasi minhyo.

Setelah melihat mobil jungkook suga mendekat dengan cepat, jungkook keluar dari mobil dan berlari untuk membuka pintu untuk suga dan minhyo.

“Maafkan oppa, kumohon berhentilah menangis” suga memelankan suaranya, seraya mengecupi puncak kepala minhyo yang masih dalam pangkuannya.

Lambat laun, suara tangisan minhyo mereda, dan tidak terdengar. Suga melirik minhyo yang sudah tertidur karena kelelahan. Sedangkan jungkook fokus menyetir mobil. Tidak ada yang berbicara sejak tadi. Hingga mereka sampai di kediaman keluarga min.

*

*

*

Sejak kejadian kemarin malam, minhyo mengurung dirinya di dalam kamar. Bahkan ia tidak mau makan, hingga membuat suga ketakutan setengah mati. Suga sudah beberapa kali mencoba membujuk minhyo, tapi tidak ada hasil. Hari ini suga ijin tidak berangkat bekerja, ia tidak akan tenang jika adiknya seperti ini. Bahkan is sempat berpikir untuk mengundurkan diri dari perusahaan milik taehyung itu.

Suga menatap pintu kayu bercat softgreen di depannya dengan miris, adiknya belum mau berbicara ataupun makan sejak kemarin. Dengan cepat suga melangkahkan kakinya mendekati pintu dan mengetuknya dengan kasar.

“Minhyo, oppa mohon buka pintunya. Keluar dan makanlah” suga menghentikan ketukannya untuk mendengarkan respon dari minhyo. Namun nihil, tak ada sahutan sama sekali.

Suga mengerang keras, “Jika kau tidak mau membuka pintunya, oppa akan mendobraknya!”

Ketika suga hendak mengambil ancang-ancang akan mendobrak, dengan cepat pintu itu terbuka sendiri. dan memperlihatkan minhyo dengan keadaan yang sangat kacau.

Gadis itu dengan cepat berlari kearah suga dan memeluknya dengan sangat erat. “Hiks.. hikss.. op-pa, bagai.. hiks.. mana ini? Sohee, dia-, dia membenciku”

Setelah mengucapkan itu minhyo semakin mengencangkan tangisannya, ia mencengkeram kuat kemeja suga yang sudah basah oleh air matanya.

Suga menepuk pelan punggung minhyo dan mngecupi puncak kepala adik semata wayangnya itu, suga tahu benar seperti apa persahabat minhyo dengan sohee. “Sssssttt… sohee tidak akan pernah membencimu, dia hanya tidak tahu pengorbananmu”

Tangisan minhyo lambat laun mulai mereda, dan tergantikan dengan sesegukan. Suga merenggangkan pelukannya dan menghapus air mata minhyo. “Ayo, kau harus makan. Kita bicarakan ini nanti, setelah kau benar-benar makan”

Tanpa mengatakan apapun minhyo mengikuti langkah suga yang membawanya berjalan ke arah dapur tanpa melepaskan rangkulannya. Baru sampai di ruang tamu mereka di kejutkan oleh kedatangan jungkook.

Jungkook menatap dengan lekat keadaan minhyo, namun sedetik kemudian ia tersenyum tulus, ia pikir akan lebih baik untuk tidak membahas soal kemarin. Dengan langkah pasti ia mendekati suga dan minhyo.

“Lihat aku membawakan udang goreng tepung kesukaanmu dan juga milkshake” suga merasa lega akan kedatangan jungkook yang sangat membantunya. Andai saja sejak awal minhyo memilih jungkook. semua tidak akan seperti ini.

“Kenapa kau hanya membawakan kesukaan minhyo? Lalu untukku?” jungkook terkekeh mendengar nada sinis suga, tapi ia yakin jika suga hanya ingin membuat suasana lebih baik lagi.

“Kau kan bisa beli sendiri hyung. ayo sugar, kita makan bersama” jungkook menepis tangan suga yang merangkul minhyo, dan ia ganti merangkul minhyo seraya menariknya perlahan kearah meja makan.

Minhyo tersenyum samar, namun di dalam hati ia sangat bahagia memiliki orang-orang yang sangat menyayanginya. Ia akan berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya.

*

*

*

Hari ini minhyo memutuskan untuk kembali pergi ke kampus karena sudah terlalu banyak ia membolos. Ia tidak ingin terpuruk dengan kesedihan terus-menerus. Ia akan buktikan jika ia akan jauh lebih baik.

Kini ia tengah dalam perjalanan ke kampus bersama jungkook, pria itu dengan semangat menjemput minhyo, bahkan sebelum gadis itu siap untuk berangkat ke kampus. Setelah sampai di parkiran kampus, mereka turun dan berjalan dengan jungkook menggenggam tangan minhyo.

“Hari ini tidak begitu banyak jam kuliah, bagaimana jika kita pergi menonton?” jungkook menatap minhyo yang berjalan di sampingnya.

Minhyo tersenyum tulus pada jungkook, dan menganggukan kepalanya “Tapi, aku yang menentukan filmnya”.

Jungkook terkekeh seraya mengusap rambut minhyo dengan sayang. “As your wish sugar”

Mereka kembali berjalan dengan tenang, hingga langkah minhyo terhenti membuat jungkook menatapnya bingung. Kemudian jungkook mengikuti arah pandang minhyo. Sekarang, ia mengerti setelah melihat apa yang ditatap oleh minhyo, yaitu sohee.

Sohee, tengah berjalan dari arah berlawanan dengan mereka. Gadis itu tengah berbincang-bincang dengan beberapa temannya yang lain. Tanpa sadar sohee sudah berada di depan minhyo seraya menatapnya penuh kebencian.

Jungkook yang mengerti situasi yang tidak bagus ini, segera menarik tangan minhyo pelan “Ayo, kita pergi”

Namun minhyo tak beranjak sedikitpun, gadis itu masih menatap lekat pada sohee. Hatinya ingin sekali memberikan penjelasan pada sohee, namun ia tak dapat melakukan apapun termasuk berbicara.

Sedangkan sohee, ia mendengus pelan dan kemudian mengucapkan kalimat yang membuat hati minhyo semakin sakit, “Aku pikir kalian sudah putus, atau jangan-jangan jungkook tidak tahu jika kau berselingkuh”

Jujur saja ketika sohee mnegucapkan hal itu, ia tidak berani menatap minhyo ia berucap seraya menatap kesamping. Hatinya sangat sakit ketika mengucapkan hal itu pada sahabat yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri. namun kenyataan selalu menamparnya jika minhyo telah menghianatinya.

Jungkook hendak mendekati sohee, namun dengan cepat minhyo menahan lengannya. Jungkook mendesah pasrah menatap minhyo, kemudian ia kembali menatap sohee. “Kau akan menyesali perkataanmu tadi! Kau tidak tahu apa yang minhyo lakukan untukmu!”

“Ayo pergi!” jungkook menarik paksa minhyo agar segera menjauh dari sohee, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mereka berbicara.

Sohee menatap nanar tubuh minhyo yang menjauh dari pandangannya. Dan terngiang kembali ucapan jungkook barusan yang mengatakan jika ia tidak tahu apa yang minhyo lakukan untuknya. Yang ia tahu minhyo melakuakn perselingkuhan dengan tunangannya.

*

*

*

Suga menatap taehyung tajam, ia datang ke ruangan taehyung untuk mengajukan surat pengunduran dirinya. Namun dengan keras taehyung menolak hal itu, dengan alasan apapun. setelah perdebatan yang masih belum ada jalan keluarnya, mereka masih terdiam dengan pikiran masing-masing.

Taehyung menundukan kepalanya seraya mengusap rambutnya frustasi.

“Hyung, kau sangat tahu dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi” taehyung berucap lirih dengan masih menundukan kepalanya. Sedetik kemudian ia mengangkat kepalanya untuk menatap suga. Taehyung menatap suga dengan pandangan terluka. “Jangan menghukumku seperti ini, kau tahu aku tengah berada di titik kehancuranku. Aku sangat membutuhkanmu, hyung”

Ingin rasanya suga menitikan air matanya, ia sendiri juga mulai gila. Bagaimana cara menyelesaikan masalah sepelik ini. Mungkin mudah, menjauhkan minhyo dengan taehyung. tapi hal itu yang akan membuat mereka mati perlahan dengan rasa sakit mereka. Tidak ada yang bisa menghancurkan rasa cinta taehyung untuk minhyo. Begitupun sebaliknya.

“Jadi, aku harus mendukungmu? Lalu bagaimana dengan adikku?” tanpa taehyung sadari air matanya jatuh begitu saja tanpa malu dihadapan suga.

“Ti-tidak, bukan itu maksudku” taehyung tidak tahu harus bagaimana menjelaskan pada suga.

“Jujur saja, aku juga sangat merasa bersalah. jika saja aku tidak mempertemukan kalian. Andai saja aku tidak mengundangmu ke rumahku. Dan andai saja, aku tidak mengenalkanmu pada adikku. Semua ini tidak akan terjadi” suga menatap taehyung dnegan perasaan bersalah.

Taehyung menggelengkan kepalanya keras, “Tidak! Kau tidak salah hyung. Aku hanya ingin mengatakan semua kebenaran yang ada pada sohee, tapi itu sulit sekali. Bayang-bayang minhyo yang akan hancur ketika tahu aku menyakiti hati sahabatnya, sudah sangat menyiksaku. Lalu bagaimana jika ia benar-benar membenciku”

“Jalani saja yang sudah terjadi, lupakan adikku. Kami akan menjauh dari kalian” taehyung menatap suga tidak

“Tidak!” taehyung menatap suga tajam “Aku tidak akan biarkan hal itu terjadi! Akan aku katakan pada sohee yang sebenarnya”

Tiba-tiba pintu ruangan kerja taehyung terbuka dengan keras. Dan memperlihatkan sosok sohee yang sangat kacau, dengan keadaan berurai air mata.

“Apa yang sebenarnya terjadi?! Apa yang kalian sembunyikan dariku!” teriak sohee frustasi. Gadis itu memutuskan tidak jadi kuliah dan pergi ke kantor taehyung untuk menemui pria itu. Ia pikir ia bisa menenangkan pikirannya namun ia mendapati sebuah kebenaran yang menyakitkan.

Suga terlonjak dan berdiri dari tempat duduknya begitupun taehyung.

“Sohee-“ dengan lirih suga mengucap nama sohee, membuat gadis itu mengalihkan pandangannya yang semula tertuju pada taehyung.

“Tentu saja suga oppa membela minhyo, karena kau oppa minhyo. Aku tidak mengerti kenapa semua orang selalu saja membela minhyo! Selalu mengutamakan minhyo! Selalu saja dia yang mendapatkan perhatian lebih! Minhyo! Minhyo! Dan minhyo!” sohee menangis dengan keras dan kemudian jatuh terduduk.

Taehyung terbelalak melihat kejadia barusan, dengan cepat ia menghampiri sohee dan mengangkat tubuh gadis itu dalam gendongannya. Taehyung meletakkan sohee di sofa.

“Kita bicara lagi nanti hyung, akan aku selesaikan masalah ini sendiri” suga menatap ragu pada taehyung, “Kumohon percayalah padaku”

Suga menatap sohee yang masih menangis dengan keras, dan kemudian menganggukan kepalanya seraya menatap taehyung. setelah suga keluar ruangan dan menutup pintu. taehyung duduk di samping sohee, dan merengkuh tubuh gadis itu dalam dekapannya.

Sohee memukuli dada taehyung keras, namun taehyung diam menerimanya “Apa.. ap-apa.. hikss.. hikss yang kalian… sembunyikan hikss.. hikss..”

“Maafkan aku, ini semua salahku. Jika saja aku mengatakan ini sejak awal semua ini tidak akan menjadi seperti ini” taehyung mengusap punggung sohee pelan untuk menenangkan gadis itu.

Taehyung menghembuskan nafasnya yang berat, sebelum kembali berucap “Setelah aku mengatakan ini, kau berhak membenciku, atau kau bisa melakukan apapun padaku”

*

*

*

Jungkook dan minhyo tengah berada di sungai han. Mereka tidak jadi menonton film, dan berakhir memandangi sungai han tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Minhyo menatap lurus kearah sungai han dengan pandangan kosong. Dengan pelan jungkook menggenggam tangan minhyo. Membuat gadis itu mengalihkan tatapannya.

“Jangan seperti ini, aku tahu ini sulit untukmu. Tapi jangan menyerah, percayalah pada tuhan” jungkook menarik pelan bahu minhyo, hingga gadis itu menyandarkan kepalanya pada bahu jungkook.

“Maafkan aku jungkook” dengan lirih minhyo meminta maaf dengan tulus pada jungkook. dan tanpa ia sadari air matanya kembali luruh begitu saja.

Jungkook menundukan kepalanya sedikit dan dengan hati-hati menghapus air mata minhyo. “Jika kau meminta maaf karena belum bisa membalas perasaanku, aku menolaknya. Selama kau bahagia aku akan bahagia. Apapun yang terjadi nanti. jadi berhenti menangis, sugar”

Minhyo hanya menganggukan kepalanya lemah, dan jungkook semakin mengeratkan rengkuhannya.

*

*

*

Sohee menatap taehyung tidak percaya, ia menutup mulutnya yang terbuka, saking terkejutnya mendengar semua penjelasan taehyung. jadi yang berperan menjadi perebut kekasih orang adalah dirinya sendiri bukan minhyo. Sohee menggelengkan kepalanya masih tidak percaya.

“Mau tidak mau kau harus percaya, itu yang sebenarnya terjadi. Sebelum aku bertemu denganmu aku lebih dulu mengenal minhyo, baru dua minggu kemudian aku mengenalmu”

Sohee semakin menangis kencang meratapi kebodohannya, minhyo benar-benar sahabat sejatinya. Ia dengan rela mementingkan kebahagiannya dibandingkan dirinya sendiri. ia sangat menyesal, mengingat ucapannya yang menyakiti hati sahabatnya itu.

Hanya ada keheningan setelah isak tangis sohee berhenti, taehyung merasa sedikit lega. Bebannya sudah lebih dari cukup berkurang. Ia tidak akan memaksa sohee untuk membatalkan pertunangan mereka. Karena ia yakin jika sohee adalah gadis yang baik, ia tahu apa yang harus ia lakukan. Sohee pasti mengambil keputusan yang tepat.

“Aku akan mengantarkanmu pulang, kau tidak perlu terlalu memikirkannya. Apapun keputusanmu, aku akan terima. Meskipun kau tetap tidak ingin membatalkan pertunangan ini aku terima. tapi kau tahu dengan pasti kenapa aku mau melakukan itu, dan inilah alasanku tidak akan pernah bisa mencintaimu”

Sohee tak menyahut sama sekali ucapan taehyung, kepalanya benar-benar kosong sekarang. ia menurut saja ketika taehyung membawanya keluar ruangan, dan menuju tempat parkir mengambil mobil untuk mengantarnya pulang

*

*

*

Suga mendesah frustasi, ia menatap minhyo dengan pandangan yang sulit diartikan. Sedangkan minhyo tidak berani menatap mata suga, ia menundukan kepalanya seraya meremas telapak tangannya yang saling bertautan.

“Kau yakin?” minhyo mendongak pelan, menatap suga dan menganggukan kepalanya pelan.

Suga kembali mendesah seraya mengusap rambutnya frustasi. “Baiklah, oppa akan ikut denganmu”

“Tidak! Oppa tidak boleh meninggalkan pekerjaan oppa. Aku bisa sendiri oppa” minhyo memandang suga dengan pandangan memohon.

Suga menatap tajam minhyo, “Tidak bisa! Aku tidak akan membiarkanmu sendirian”

“Lalu bagaimana dengan pekerjaan oppa?”

“Aku sudah mengundurkan diri, meski belum mendapat persetujuan. Tapi aku tidak peduli, kau jauh lebih penting dari pada pekerjaan bodoh itu”

“Tidak! Aku yakin jika-“ minhyo menjeda kalimatnya sebelum mengucap sebuah nama yang akan membuatnya sakit, namun ia harus tetap mengucapkannya. “Tae-taehyung oppa membutuhkan, mungkin. Ya, mungkin saja itu alasannya hingga ia tidak menyetujui pengunduran dirimu oppa”

Akhirnya dengan lancar minhyo mengucapkan nama yang sangat mempengaruhi dirinya itu. Suga benar-benar benci pada dirinya sendiri, kenapa dia selalu saja menuruti semua permintaan adiknya ini. Minhyo benar-benar kelemahannya.

“Baiklah, tapi aku akan sering-sering mengunjungimu!” minhyo tersenyum bahagia, kemudian ia berdiri dan berjalan kearah suga. Ia memeluk suga dengan erat, dan di sambut hangat oleh suga.

“Aku sangat mencintaimu oppa, terima kasih” suga mengecupi puncak kepala minhyo dengan sayang.

“berjanjilah kau akan baik-baik saja”

Minhyo menganggukan kepalanya dalam dekapan suga, meski berat namun ia harus melakukan hal ini. Bukan pilihan yang mudah, tapi hanya ini pilihan yang terbaik

*

*

*

Sohee menatap nanar sebuah foto yang ukurannya cukup besar yang terpasang di dinding kamarnya. Itu adalah foto dirinya dan minhyo yang tengah berada di taman bermain, mereka saling memeluk satu sama lain seraya tertawa lepas. Sangat cantik.

Meskipun sohee mengatakan membenci minhyo, hati kecilnya tak pernah berbohong. Apapun yang terjadi, minhyo tetaplah sahabatnya, terbukti dengan foto yang masih terpajang di dinding, sepasang sepatu silver yang sama dengan minhyo yang ia simpan dengan baik setelah kemarin ia pakai di acara pertunangannya, dan barang-barang mereka yang lain.

Ingatan sohee, kembali memutar memorinya saat kebersamaannya bersama minhyo. Gadis itu adalah teman pertamanya, dan menjadi sahabat yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri. sohee tertawa sejenak mengingat bagaimana pertemuan pertama mereka, dan pada saat itulah persahabatan mereka dimulai.

#Flashback on

Hari ini adalah masa orientasi siswa baru dari sekolah seohwa junior high school. Semua siswa kelas sepuluh di bariskan secara rapi di lapangan sekolah. Semua siswa-siswi memakai atribut yang sudah di instruksikan oleh senior mereka.

“Kapan ini akan selesai?” erang pelan seorang gadis berambut coklat yang ia kepang dua. Ia menatap ke sekelilingnya. Sangat terlihat dengan jelas jika semua siswa juga merasa kelelahan.

Setelah dua jam mereka berdiri di lapangan mengikuti kegiatan baris-berbaris. Mereka diberi waktu untuk beristirahat. Dan gadis berambut coklat itu mendesah bersyukur. Ia berjalan kearah kantin sekolah hendak membeli minuman dan makanan.

Namun ketika ia hendak berbelok ke tikungan lorong bagian kiri. Langkahnya terhenti, ketika mendengar sebuah suara samar-samar dari arah lorong sebelah kanan. Alisnya mengernyit penasaran. Tanpa ia sadari kakinya melangkah kearah asal suara.

Matanya menatap tiga orang siswi yang tengah berbicara, dua diantaranya tengah memandang sinis gadis berambut sebahu yang tengah menunduk. Gadis berkepang dua itu menyipitkan matanya dan menajamkan telinganya.

“Kau pikir kami benar-benar tulus ingin berteman denganmu! Itu hanya khayalanmu nona shin” ucap salah satu dari dua siswi yang tengah memojokan gadis berambut sebahu itu.

“Tap-tapi, ka-kau, kau bilang akan berteman denganku jika aku melakukan semua perintahmu” mendengar suaranya saja, sudah bisa di tebak jika gadis berambut sebahu itu menahan isak tangisnya.

“Kau saja yang terlalu bodoh dan naif. Kami hanya memanfaatkanmu, dan kami sudah mulai bosan dengan tingkahmu yang terlalu berlebihan memandang kami adalah sahabatmu!” tambah siswi kedua.

Gadis berkepang dua itu, benar-benar muak dengan tingkah kedua gadis murahan itu. Ingin rasanya ia mencakar gadis-gadis gila itu. Hingga ia melihat salah satu siswi itu mendorong tubuh gadis berambut sebahu itu.

Dengan cepat gadis berkepang dua itu manangkap tubuh gadis sebahu itu agar tidak terbentur dinding. Gadis sebahu itu terkejut melihat ada siswi yang menolongnya.

Sedangkan dua siswi pengganggu itu tampak menegang, dengan berani gadis berambut kepang itu menatap tajam pada kedua gadis itu. “Apa kalian tahu jika tindakan kalian ini adalah tindakan kekerasan? Aku bisa saja melaporkan hal ini pada guru”

“Ka-kami, tidak melakukan apapun, kau-“

“Dengar aku tidak akan melaporkan hal ini jika kalian meminta maaf pada gadis ini dan tidak akan mengganggunya lagi!”

Tanpa menunggu diperintah dua kali kedua gadis itu meminta maaf pada gadis berambut sebahu itu. Setelah mereka pergi, tinggal mereka berdua yang saling terdiam dan memandang satu sama lain.

“Lain kali kau harus berani melawan mereka, jangan terlalu naif. Sesekali memilihlah dalam berteman, tidak semua teman itu baik. Jika mereka teman baikmu seharusnya mereka menerimamu apa adanya. Bukan karena ada apanya” gadis berambut sebahu itu menatap gadis berambut kepang dengan takjub. Namun terbesit sebuah pertanyaan.

“Apa kau menolongku juga karena menginginkan sesuatu dariku, maksudku kau-“ belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya gadis berkepang itu menyela dengan cepat.

“Aku tidak peduli bagaimana pemikiranmu tentang diriku, tapi aku rasa kau tahu jawabannya. Jika memang aku berniat seperti itu, aku pasti sudah gila. hahaha” gadis berkepang itu mengangkat bahunya acuh dan kemudian membalikan tubuhnya dan melangkah kembali ketujuan utamanya untuk pergi ke kantin.

Gadis sebahu itu tertegun, dengan cepat ia menghadang langkah gadis berkepang itu “Siapa namamu? Aku shin sohee”

Gadis berkepang itu tersenyum tulus, “Min hyosin”

“Ayo kita berteman” sohee menjulurkan tangannya pada minhyo. Dan disambut dengan hangat oleh minhyo, seraya tersenyum lebar.

#Flashback off

Sekarang sohee yakin, sekarang ia menemukan sebuah alasan untuk mempertahankan persahabatannya dengan minhyo. Ia akan berbicara dengan minhyo dan meminta maaf. Ia akan membuat semuanya kembali seperti semula. Tidak akan ada salah paham lagi.

*

*

*

Minhyo menatap ke sekelilingnya, sekarang ia tengah duduk di salah satu bangku di taman bermain yang sering ia kunjungi. Ia pasti akan merindukan tempat ini nanti. Tempat bersejarahnya. Minhyo menundukan kepalanya, seraya mengusap kasar air matanya yang terjatuh.

Minhyo mengernyitkan dahinya, ketika mendapati sepasang sepatu hitam berdiri di depannya. Dengan perlahan ia mengangkat kepalanya. Matanya membulat dengan sempurna ketika tatapannya bertemu dengan sepasang mata yang tengah menatap sayu padanya.

“Tae-hyung, oppa?” ucap minhyo dengan suara lirih, dan hampir tidak terdengar jika taehyung tidak menajamkan pendengarannya. Ketika minhyo memanggil namanya ia memejamkan matanya. Sungguh, ia sangat rindu dengan suara lembut minhyo yang memanggilnya seperti itu.

“Aku sangat senang melihatmu di sini”  taehyung duduk agak jauh dari minhyo, ia tidak ingin membuat minhyo merasa tidak nyaman, meskipun sebenarnya ia sangat ingin memeluk tubuh mungil gadis itu.

Minhyo merasakan dadanya berdetak sangat kencang, ia mengalihkan tatapannya selain kearah taehyung. “Aku selalu datang kemari menunggumu, setelah pertengkaran kita waktu itu, kau pergi tidak ada kabar, tapi aku tetap datang untuk menunggumu. Lalu kau tiba-tiba datang ke acara sialan itu. Dan hari ini, harapanku terpenuhi”

Taehyung menatap minhyo yang berada disampingnya, gadis itu tak menjawab apapun perkataan darinya. Hingga ia mendesah lelah. “Aku hanya berpikir kita harus melakukannya secara baik- baik, berbicara dengan kepala dingin. Agar lukanya tidak parah”

Taehyung mengutuk mulutnya sendiri yang bisa mengucapkan kalimat menjijikan itu. Ia pasti sudah gila. Apanya yang secara baik-baik, tidak pernah terbesit di pikirannya untuk melepaskan minhyo sedikitpun.

Minhyo menatap taehyung, “Ayo kita bermain, kita nikmati malam ini dan lupakan semuanya”

Gadis itu berusaha menahan air matanya yang bisa jatuh kapan saja, bahkan ia berusaha tersenyum dengan tulus. Sedangkan taehyung menatap minhyo tidak percaya, namun dengan cepat ia menarik tangan minhyo. Ia tidak ingin minhyo berubah pikiran.

“Ayo kita naik wahana yang ekstrim terlebih dahulu” taehyung tersenyum bahagia, dan minhyo menganggukan kepalanya seraya tersenyum pada taehyung.

Akhirnya mereka menaiki semua wahana di taman bermain itu, mereka benar-benar melupakan semua yang etrjadi, seolah-olah itu tidak pernah terjadi. Taehyung tak pernah melepaskan tautan tangan mereka barang sedetikpun. Mereka melewati malam ini dengan kebahagian luar biasa.

Setelah mereka menaiki biang lala, wahana terakhir yang mereka naiki. Mereka berjalan-jalan menyusuri taman dengan tangan yang masih saling bertautan. Saling memandang dengan senyum penuh cinta.

“Terima kasih untuk malam ini, aku sangat bahagia” taehyung menghentikan langkahnya yang di ikuti oleh minhyo.

“Tentu saja, kita bisa berkencan lagi minggu depan” dengan riang minhyo tersenyum pada taehyung. namun pria itu memandang aneh pada minhyo.

Minhyo menaikan alisnya, dan sedetik kemudian tersadar akan ucapannya sendiri. “Ma-ma-maafkan aku”

Dengan cepat taehyung merengkuh tubuh minhyo dalam pelukan hangatnya. Gadis itu mulai terisak. Betapa bodohnya ia mengucapkan hal itu, sesuatu yang jelas tidak mungkin akan terjadi.

“Sssstt.. jangan menangis sweety, ayo pulang aku akan mengantarkanmu. Kau pasti lelah”

Taehyung dengan cepat mengangkat tubuh minhyo dalam gendongannya. Isak tangisnya mulai mereda. Taehyung benar-benar sangat bahagia malam ini, dan semoga saja ini bukanlah akhir. Satu-satunya harapannya adalah sohee.

*

*

*

Minhyo menatap arlojinya, ia mendesah lelah. Pesawat yang akan ia tumpangi masih akan berangkat satu jam lagi. ya, minhyo tengah berada di bandara. Ia akan pergi ke paris untuk melanjutkan sekolahnya di sana. Ia memutuskan untuk benar-benar menjauh dari semua yang telah terjadi. ia akan membuka lembaran baru di sana.

Ia menundukan kepalanya, sangat berat memilih jalan ini tapi ia harus meempuh jalan sulit ini.

“Hampir saja ini tertinggal” suga menyerahkan boneka jerapah milik minhyo hadiah ulang tahun ke tujuh belas minhyo darinya. Minhyo sangat menyukainya hingga ketika tidur boneka itu harus dalam pelukannya.

“Terima kasih oppa” minhyo tersenyum tulus.

Suga duduk di samping minhyo, menatap lekat pada adik semata wayangnya “Kau harus berjanji akan baik-baik saja, huh! Setelah ini aku harus jawab apa jika jungkook bertanya mengenaimu?”

Minhyo terkekeh pelan, ya, jungkook tidak tahu jika dirinya akan pergi. Tak ada yang tahu selain suga. “Aku yakin jungkook kan baik-baik saja”

Ketika suga hendak mengomel kembali, tiba-tiba ponselnya berdering. Ia menaikan sebelah alisnya, kemudian berdiri untuk mengangkat telfon.

“Aku akan menerima telfon sebentar. Dan ingat, jangan kemana-mana” minhyo menganggukan kepalanya.

Sebenarnya minhyo penasaran setengah mati dengan siapa yang menelfon oppa, biasanya suga tidak menyembunyikan sesuatu darinya. Suga selalu mengangkat telfon dari siapapun itu di depannya.

Suga dapat melihat minhyo yang memandanginya dengan intens, karena merasa tidak nyaman, ia membalian tubuhnya memunggungi minhyo. Dan semakin membuat gadis itu penasaran setengah mati. Gadis itu masih setia memandangi suga, hingga selesai mengangkat telfon dan berjalan kearahnya.

“Siapa oppa?” salahkan saja rasa penasaran minhyo yang begitu besar.

“Tidak penting, kau sudah mengecek semua barang-barangmu?” suga mencoba mengalihkan pembicaraan.

Minhyo menunduk untuk melihat koper dan tas jinjing yang ia letakan di bawah kakinya. Kemudian kembali mendongak untuk menatap suga. “Kurasa sudah cukup?”

Suga menaikan sebelah alisnya tidak yakin, “Kau sudah bawa baju hangat yang banyak kan? Di sana cuacanya sedang dingin sekarang. kau tidak akan mendapatkan pelukan hangat dariku”

Minhyo terkekeh pelan, “Ia aku akan beli banyak nanti di sana, jadi sering-sering kirim uang!”

Mereka tertawa bersama, hingga sebuah suara audio menghentikan tawa mereka, karena memberitahukan pesawat yang minhyo tumpangi akan segera berangkat. Dengan pelan minhyo mengambil tas jinjingnya dan berdiri. Sedangkan kopernya di bawa oleh suga.

Suga mendesah pasrah, ia melirik ke arah pintu masuk bandara. Ia tengah berharap akan kedatangan seseorang sekarang. “Ayo oppa”

Lamunan suga terpecah setelah mendapat teguran dari minhyo, ia menganggukan kepalanya dan kemudian berjalan mengikuti minhyo.

“Minhyo!” Mereka hampir masuk jalur khusus untuk penumpang namun terhenti karena sebuah teriakan nyaring dari seorang gadis yang memanggil nama minhyo.

Sontak saja minhyo dan suga membalikan tubuh mereka, suga merasa lega saat melihat sohee, jungkook, dan taehyung yang berjalan kearah mereka. Namun tidak dengan minhyo, gadis itu menegang dan takut akan kehadiran mereka.

‘Plaakkk’ semua mata tertuju pada sohee dan minhyo, mereka membelalak terkejut melihat sohee dengan berani menampar minhyo tanpa takut sedikitpun.

“Kau!” sohee menjeda kalimatnya seraya menetralkan detak jantungnya yang tak karuan setelah berlari, dia selangkah lebih maju untuk mendekati minhyo. “Kau pikir apa yang kau lakukan, hah! Bukannya meminta maaf dan menjelaskan padaku, dan setelah aku tahu semuanya kau pergi tanpa mau memberitahukan kami. Sahabat macam apa kau ini. Apa kau ingin aku benar-benar membencimu!”

Sohee menitikan air matanya, begitupun minhyo “So-so-hee”

Dengan gerakan cepat sohee menarik tubuh minhyo ke dalam pelukannya. “Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku, jika kau pergi siapa yang akan menjadi sahabatku?”

Minhyo balas memeluk sohee erat, mereka menangis bersama. Membuat semua pasang mata yang menatap mereka terharu.

Mereka merenggangkan pelukan dan saling memandang satu sama lain, dengan tangan saling menggenggam. “Jika kau mengtakannya sejak awal aku pasti mengerti, kau pikir aku senang melihat sahabatku menderita di atas kebahagianku! Dan lagi pula kita semua menderita, kau, aku, taehyung oppa, jungkook dan suga oppa”

Minhyo tidak berani menjawab setiap kata-kata sohee, gadis itu menarik tangan taehyung dan menyatukannya dengan tangan minhyo. “Aku akan lebih bahagia jika melihat sahabatku bahagia. Kau harus janji untuk tidak menyakiti minhyo oppa! Jika kau berani menyakitinya aku yang akan menendangmu!”

“So-so-sohee ap-apa yang-” belum selesai minhyo mengucap pertanyaannya. Sohee mendorong tubuhnya pada taehyung. dan disambut dengan senang oleh taehyung, pria itu menarik pinggang minhyo untuk di peluknya.

“Tanpa kau minta akan aku lakukan” minhyo menangis bahagia, dan sohee tersenyum dengan perasaan lega.

Jungkook mendekati minhyo dan taehyung, dengan berani jungkook mengusap sayang rmabut minhyo.  “Sugar, sekarang kau bahagia begitupun aku”

Taehyung menepis tangan jungkook, “Kau tidak boleh menyentuhnya, dan jangan memanggilnya seperti itu! Hanya aku yang boleh!” semua tertawa, melihat tingkah over proective taehyung.

Minhyo menatap sohee dan kemudian menggenggam tangan sohee, “Maafkan aku, kau tahu aku tidak bisa membuatmu sedih. Lalu bagimana denganmu?”

Sohee tersenyum lebar, “Tentu saja dengan jungkook! kau ingat sebelum aku menyukai taehyung oppa. Aku pernah mengatakan padamu jika menyukai jungkook kan?”

Jungkook terkejut mendengar ucapan gamblang dari sohee, “Ka-kau apa? Suka siapa?”

“Aku akan membuatmu berpaling dari minhyo dan hanya mencintaiku” sohee melipat kedua tangannya di depan dada, menatap jungkook dengan sungguh-sungguh.

“Kau harus memanggilku oppa dulu!” jungkook merangkul pundak sohee erat. Dan semua orang tetawa bahagia.

“Taehyung dengan minhyo, sohee dengan jungkook. lalu bagaimana denganku! Aku lebih tua di sini!” suga berteriak frustasi tidak terima. Dan semakin membuat semua orang tertawa.

“Aku punya sepupu sangat cantik, hyung, mau aku kenalkan?” jungkook memberikan penawaran pada suga.

“Hei! Bukankah kau sedang dekat dengan sekretarismu sendiri?” taehyung mencoba memprovokasi suga.

“Akan kubunuh kalian setelah ini” mereka tertawa terbahak-bahak.

Akhirnya semua baik-baik saja. Tuhan tahu batas kemampuan dan kesabaran yang dimiliki setiap umatnya. Ia tidak akan memberikan sebuah cobaan yang berat. Ia hanya ingin tahu bagaimana umatnya bersabar, dan bagaimana cara mereka  menyelesaikan masalah itu. Begitupun minhyo, dia dengan sabar menerima semuanya dan berusaha untuk tidak menyakiti hati sahabatnya.

—END—

Akhirnyaaaaa…. sequelnya ada juga!!!! Jadi author udah kagak punya utang sequel nihhh yaa… makasih udah mau baca ff saya yang secret love. Semoga puas dengan sequelnya dan gak minta sequel-sequel lagi hehehehe… yang baca wajib tinggalkan jejak di kolom comment. Dan maaf jika masih banyak typo bertebaran di sana-sini.

Advertisements

8 thoughts on “[BTS FF Freelance] Only You (Sequel Secret Love) – (Oneshot)

  1. Risa wiranti

    Mian thor bru koment skarang, hihi suka bnget ama endingnya, akhirnya happy ending uga., uwwwaaaa author sukses bikin ane nangis eoh., sumpah feelnya dpet bngett,, keren deh pkoknya., ditunggu ff berikutnya authornim

    Like

  2. Terima kasih atas apresiasinya .. Hehehe.. Ternyata banyak yang suka sama ff saya 🙂 sesekali mampir ke blog saya ya ada ff baru yang belum sempat saya kirim di sini 🙂
    Terima kasih

    Like

  3. Sugarsuga

    Thor mian baru komen disini , tapi siapa yg naruh bawang ini . Ini kenapaa sesuatu yg hangat mengalir dikelopak mata ku (/plak)
    Keep writing thor , feelnya dapet banget

    Like

  4. Wahhh.. Makasih ya udah mau nyempetin baca dam comment di ff absurd saya ini.. Maaf jika masih banyak salah di sana sini hehe.. 😀
    Niatnya klo untuk suga aku mau buatin ff sendiri yang ini udah end ya 🙂 jadi maafkan author

    Like

  5. min yoonhee

    yeee >.<!!! akhirnya happy ending*pelukan bareng min hyo*/abaikan/.
    akhirnya keluar juga nih sequel secret love… makasih ya author dah bikin sequelnya*nunduk bareng taehyung*/abaikan lagi author/…
    aku paling suka dengan abang suga kekeke dia paling tua tapi belum punya pasangan kekeke… tpi katanya deket ama sekretarisnya ya?? wkwkwk nanti bikin sequel lagi, ini tentang abang suga ama sekretarisnya(?) *gampar gw aja author. mian author aku banyak maunya…

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s