[BTS FF Freelance] Our Future – (Prologue)

picsart2016-26-10-17-15-49

Our Future

by Orchidious

BTS’ Maknae Line (Kim Taehyung, Park Jimin, Jeon Jungkook) and Rapper Line (Min Yoongi, Jung Hoseok, Kim Namjoon)

Chaptered | AU, Angst, Friendship, Life, School-life | PG 15

Just own the plot and some OCs

:::

“Break some rules, enjoy your life.”

Suara sirine mobil polisi berdengung di malam yang sudah sepi kala itu. Tiga pemuda dengan seragam sekolah masih melekat berlari menghindari kejaran lampu-lampu berwarna merah-biru yang terus menyala seolah makin mendekati mereka. Tak ada rasa takut, tak ada keringat dingin mengalir. Di kesunyian gang kecil tempat pelarian mereka, hanya ada suara tawa lepas yang terdengar.

“Ke sini!”

Salah satunya yang bertubuh tinggi dan berlari di paling depan melambaikan tangannya. Memanggil kedua rekannya yang lain untuk segera mendekat dan mengikutinya bersembunyi di balik tempat sampah besar di ujung sebuah gang buntu. Dua orang temannya itu lalu tiba tak lama kemudian. Menyelesak di belakang pemuda tinggi seraya ikut berjongkok. Sesekali si pemuda jangkung itu mengawasi dua pria berseragam biru dengan topi melekat di kepala yang tadi tengah ‘bermain’ dengan mereka.

“Kemana lagi larinya bocah-bocah itu?! Bedebah, mereka selalu saja membuat masalah setiap malam.”

Tiga pemuda itu cekikikan saja tetapi tetap menahan agar suara mereka tak sampai terdengar oleh salah seorang polisi yang tadi mendumel kepada temannya. Si jangkung kembali mengintip. Aman, kedua polisi dengan tubuh gempal itu sudah berjalan ke arah sebaliknya. Kembali menuju mobilnya yang terparkir di ujung gang. Mereka akhirnya bisa bernapas lega. Duduk bersandar di tembok dengan sisa-sisa kesenangan—terlihat dari bagaimana senyum mereka merekah diterangi rembulan.

“Mau mencobanya lagi?”

Si termuda mengangguk semangat. Namun yang didapatinya malah dorongan bahu dari temannya yang bersurai silver. “Mencoba apa lagi? Dijewer kakakmu?” Mereka tergelak. Biarkan malam yang tenang sedikit terusik oleh keributan yang disebabkan mereka. Karena sebenarnya, para orang lain di luar sana hanya tak tahu.

Kalau mereka tak sesenang yang terlihat.

:::

“Life without a mess is not a life, bruh.”

Tangan-tangan yang menggenggam pylox bergerak lancar membuat coretan tak bermakna pada sebuah toko yang sudah tertutup. Jaket membalut tubuh, raut wajah yang terlihat datar-datar saja—hanya satu yang terlihat tertawa sendiri ketika cat warna kuning ia semprotkan membentuk matahari—dan mata yang selalu awas akan setiap pergerakan yang mencurigakan. Mereka masih asyik, merasa beruntung karena malam ini tak ada pria berseragam biru yang mengusik mereka.

“Tumben ya, tidak main kucing-kucingan malam ini.”

Si penggambar matahari yang kini beralih melukis bentuk abstrak pada bagiannya menyuarakan komentar. Kedua temannya yang berdiri di samping kiri tak membalas. Yang bertubuh pendek hanya mengembuskan napas, menggeliat, lalu kembali mengocok kaleng pylox-nya. Sementara yang tinggi juga tampak tak acuh sambil membenahkan letak topinya. Well, udara malam memang cukup dingin.

“Tunggu.”

Mereka berdua—penggambar matahari dan pemilik tubuh tinggi—sontak menolehkan kepala. Beri kerutan dahi pada teman mereka yang berujar barusan dengan tatapan melewati bahu mereka. Cepat-cepat keduanya membalik badan. Terkejut kala melihat sekumpulan orang berlari ke arah mereka di tengah kegelapan malam.

Lantas, mereka bertiga meninggalkan tempat. Masih dengan membawa kaleng pylox lalu segera menuju sebuah mobil yang terparkir di dekat sana; berjongkok di sampingnya seraya mengawasi.

“Siapa mereka?” Si pendek mengangkat bahunya. “Entahlah, tapi dilihat dari seragam sekolah yang mereka kenakan, sepertinya anak-anak itu hanya sekelompok pelajar sekolah menengah,” balas si tinggi cuek, menjawab pertanyaan dari temannya yang satunya. Mereka masih mengawasi, beri tatap curiga pada orang lain yang juga berkeliaran di malam selarut ini.

Karena mungkin saja, predikat mereka sebagai pembuat masalah akan segera tergantikan.

.

.

.

Okay, this is my first chaptered project besides SLA (lol)

Semoga bisa cepet kelar dan ga kena webe atau stuck lama2. Anyway, seperti yang sudah sedikit dijelaskan di atas ff ini akan mengusung tema youth (tema yg bener2 hard bagi pemula sepertiku /sigh).

So, please give some review and thank you for reading this (very) absurd fic..

See you in next chap!

Advertisements

10 thoughts on “[BTS FF Freelance] Our Future – (Prologue)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s