[BTS FF Freelance] Stargazing – Ficlet

61

STARGAZING

*

BTS’ Suga x OC’s Seo Hyunmi
Comfort, Sad

PG-15
a 700+ story

Disclaimer: BTS’ Suga belongs to God and his family. This fiction belongs to me. That’s it. Copying or plagiarism is strictly forbidden.

Rules? Enjoy.

*

Hyunmi melangkahkan kakinya ke salah satu bangku yang ada di balkon apartemennya dan kembali merapatkan selimut yang membungkus tubuhnya. Mencoba menghalau semua hawa dingin yang tiba-tiba menyerang kala ia menggeser pintu penghubung ruang tengah dan balkon apartemennya itu.

Setelah memastikan bahwa dirinya duduk dengan nyaman, netra Hyunmi pun segera terarah pada langit malam yang ada di atas sana. Mencari-cari jutaan gemerlap bintang yang tentu saja terhalang dengan gemerlap lampu kota yang tidak benar-benar padam walau jam dinding di apartemennya sudah menunjukkan pukul 00:50. Sepuluh menit menuju pukul satu dini hari, dan ia belum tidurㅡentah sejak kapan, ia juga tidak ingat.

Mungkin itulah yang membuat mood-nya begitu berantakan seharian ini.

Yoongi yang sibuk dengan semua comeback BTSㅡyang merupakan comeback tersukses merekaㅡsepertinya juga mendukung rusaknya mood Hyunmi yang sudah menyedihkan menjadi lebih mengenaskan lagi. Hyunmi tahu bahwa ia akan sangat sulit bertemu dengan pemuda itu karena jadwal BTS pastilah sangat padat, dan Hyunmi tidak pernah menyalahkan itu, karena semua kesuksesan itu memang patut mereka dapatkan. Dan di sini Hyunmi hanya akan terus mendukung kekasihnya, mendukung seluruh tim kekasihnya bersama dengan fans mereka di luar sana, sepenuh hati.

Namun tetap saja, walau otaknya mengatakan ia tak apa, hatinya mengatakan hal yang jauh sebaliknya. Entah mengapaㅡwalau ia tak mau mengakuinya, walau ia menolak gagasan itu mati-matianㅡia tidak menginginkan kekasihnya itu sesibuk sekarang. Karena ia membutuhkan tempat untuk bersandar.

Ia membutuhkan sosok yang selama ini diam-diam memberinya semangat dengan cara yang begitu khas. Dengan cara yang tidak pernah Hyunmi pikirkan sebelumnya. Dengan hal remeh-temeh yang terlihat biasa saja, tapi begitu spesial dan begitu berarti bagi Hyunmi.

“… aku ingin melihat bintang …,” ujarnya pelan. “Aku begitu merindukan bintang-bintang di atas sana … kenapa mereka tidak mau menampakkan diri mereka ke hadapanku?”

Perlahan pundak gadis itu mulai bergetar. Tetes demi tetes air mata mulai membasahi selimut yang membungkus tubuhnya.

Hyunmi menangis dalam diam.

Hyunmi tidak pernah tahu bahwa merindukan seseorang bisa semenyakitkan ini.

Apakah semua ini karena hari-hari kuliahnya yang semakin berat? Apakah semua ini karena hari-hari yang berulang kali terlewati tanpa tidur barang sejam-dua jam olehnya?

Ia tidak tahu.

Hyunmi tidak mengerti.

Yang ia tahu hanyalah ia merindukan Min Yoongi.

Merindukan sosok yang akan menjadi begitu cerewet kala ia melihat Hyunmi masih terbangun ketika jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul 00:00 atau lebih. Merindukan sosok yang selalu marah-marah tidak jelas ketika tahu bahwa Hyunmi hanya makan sekali dalam sehari. Sosok yang akan membuang seluruh kaleng kopi yang Hyunmi simpan di dalam lemari pendingin apartemen Hyunmi.

Sosok yang akan memaksa gadis itu untuk tidur. Memejamkan mata barang sejenak, dan memastikan bahwa Hyunmi akan bangun untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sebelum pagi menjelangㅡwalau dua orang tersebut akan berujung tidur sepanjang hari dan membuat Hyunmi terbangun dalam keadaan panik setengah mati karena desainnya belum selesai. Sosok yang akan selalu bersedia menemaninya mendesain sepanjang malam dengan alunan melodi yang tak pernah berhenti bersuara dari laptopnya.

Sosok yang selalu Hyunmi sayangi. Sosok yang selalu Hyunmi cintai. Sosok yang selalu Hyunmi rindukan.

“Berhentilah menangis, dasar gadis cengeng.”

Dengan gerakan yang begitu cepat, Hyunmi segera mendongakkan kepalanyaㅡbermaksud untuk membalikkan tubuhnya hingga ia merasakan sebuah lengan melingkari lehernya. Menariknya dalam sebuah dekapan hangat. Menyelimutinya dengan aroma tubuh yang selalu menjadi aroma favorit Hyunmi.

“Maaf karena aku hanya bisa menemuimu di saat seperti ini … maaf karena aku tidak bisa secara langsung memberikan dukunganku ketika hari-harimu terasa begitu berat … maafkan aku, Hyunmi-ah … maafkan aku.”

Tidak bisa berkata apa pun, isak tangis Hyunmi pun kembali pecah.

Gadis itu segera membalikkan tubuhnya dan menarik sosok Yoongi ke dalam pelukannya. Membenamkan seluruh wajahnya di pundak Yoongi dan menumpahkan seluruh beban yang memenuhi pikirannyaㅡmemenuhi hari-harinya di sana.

Dan Yoongi? Pemuda itu membalas pelukan Hyunmi dengan senyum lembut, jutaan kata penenang, dan kecupan hangat di puncak kepala Hyunmi. Memastikan bahwa hari-hari berat yang dijalani gadisnya itu menghilang tanpa bekas. Walau hanya sejenakㅡwalau hanya dalam beberapa jam ke depan saja, Yoongi ingin gadisnya itu tahu bahwa Hyunmi memiliki setiap detik yang dibutuhkannya untuk beristirahat. Untuk melupakan sejenak kerumitan yang bergumul di otaknya. Untuk mempercayai bahwa semua akan baik-baik saja karena iaㅡkarena Min Yoongi akan selalu ada di sampingnya, untuk mendukung dirinya.

.

.

.

END.

A/N.
Halo semuanya^^

Akhirnya aku sempet juga untuk ngirim ff ke BTS Fanfiction Indonesia lagi > <
Untuk kali ini, sebenernya ingin bikin sequel dari ff yang The White Wings yang sebelumnya kukirim ke sini, tapi aku terlalu capek untuk mikir plot fantasy dan berujung menulis pakai plot hasil frustasi dengan tugas-tugas kuliah :”

Semoga kalian menyukainya^^

With love,
Yayas. Yasmin. Mimin.

 

Advertisements

2 thoughts on “[BTS FF Freelance] Stargazing – Ficlet

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s