[BTS FF Freelance ] Spiral Parade (Chapter 2)

cover-2

Title: Spiral Parade (chapter 2)
Scriptwriter: Fuseliar
Main Cast: All Member BTS
Support Cast: All Member BTS
Genre: dark, horror, school life, dystopia AU
Duration: chaptered

Disclaimer : ini hanya cerita fanfic doank…. mohon dimaklumi bahwa member BTS punya yang Maha Kuasa. Dan ini fanfic punya saya…

Summary :

kenalin namaku Taehyung – kalo enggak salah namanya Jungkook – Kamu bisa panggil aku Jin hyung – Park Jimin. Aku dari kelas 1 – D – kalo aku Yoongi – Oh iya, aku Jung Hoseok – Kim Namjoon – sebulan yang lalu – Jimin dan Hoseok hyung sudah gila semenjak Namjoon hyung dan Taehyung mati – percakapan yang hampir sama seperti ini sering sekali terjadi – Ia tersenyum tipis dan kembali menyantap makanannya

.

.

.

Dulu saat pertama aku masuk SMA aku adalah orang yang pemalu. Aku hanya bisa menunduk dan tersenyum kecil melihat orang lalu lalang melirikku, melihatku, dan mulai berbisik. Busan adalah tempat yang jauh dari Seoul. Di Seoul semuanya terasa berbeda.

“Hei, kamu anak baru di kelas 1 – B iya kan?” aku mengerjapkan mataku dan menoleh kearahnya.

“kenalin namaku Taehyung, namamu siapa?” aku menelan ludahku dan memaksa pita suaraku bergetar.

“Jungkook, Jeon Jungkook” ia duduk di depanku sambil meletakkan makanannya.

“hue, namamu kayak yang di Running Man ya! heheh. Ngomong-ngomong kamu enggak keberatan kan kalo aku sama temen-temenku duduk disini?” aku mengangguk pelan mengiyakan. Ia tersenyum lebar dan melambaikan tangannya tinggi-tinggi.

“OOIII HYUNG! SINI, AKU DAPET TEMPAT NONGKRONG NIH” aku hanya diam dan melihat 5 orang datang ke bangku yang kami duduki. Ada 2 orang duduk disebelahku dan 3 orang duduk disebelah Taehyung.

“hei, kamu kan anak baru yang terkenal itu kan?”

“oh, dari kelas 1 – B kan?”

“hooh, kalo enggak salah namanya Jungkook bukan ya?”

“heh, ini orangnya di sampingmu bodo!”

“oh sori ketutupan sama aura flawlessnya diriku”

“jijik banget deh!”

“ah nne, dia kan jual mahal”

“cie ileh, mesti gitu ya?”

“hoi, kalian jangan asyik sendiri kasian tuh Jungkook enggak diajak omong?” aku menundukkan kepalaku saat mereka memandangiku. Kemudian orang disebelahku merangkulku.

“ah kita belum kenalan ya? kenalin aku Seokjin, Kim Seokjin. Kamu bisa panggil aku Jin hyung, aku dari kelas 3 – B” aku angkat wajahku dan tersenyum.

“aku Jimin, Park Jimin. Aku dari kelas 1 – D. Kalo Tae-tae dari kelas 1 – A, salam kenal~”

“kalo aku Yoongi, Min Yoongi. Dari kelas 3 – C.”

“yah, Yoongi hyung singkat banget kenalannya. Oh iya, aku Jung Hoseok kamu bisa panggil aku Hobi pake hyung ya! jangan lupa hehe. Aku dari kelas 3 – A.”

“hei aku Namjoon, Kim Namjoon. Aku sekelas bareng Hoseok.”

Hari yang indah saat aku bisa bertemu dan bersama mereka. Rasanya nyaman bisa bersama mereka. Mereka membuat sebuah klub yang agak aneh. Mereka bilang mereka terlalu banyak menonton Gintama sampai mereka memutuskan membuat klub yang dinamai Bangtan. Entah apa maksudnya, sampai saat ini aku juga tidak mengerti.

Tapi semuanya berubah sebulan yang lalu…

.

.

.

(How do you do?)

.

.

.

“Jungkook, kamu udah ngecek semua tempat?” Yoongi hyung bertanya sambil memakan kripik kentang. Ia bersandar di dinding koridor bersebelahan dengan  tongkat baseballnya.

“udah, semuanya aman kok. Kayaknya kita perlu beresin barang-barang di kelas menjahit deh, kemarin aku lihat berantakan banget.” Yoongi Hyung mengangguk dan menyodoriku kripik kentang. Aku menerimanya dan mencobanya.

“ini, rasa barbeque ya? hmn, enak rasanya sudah lama banget enggak makan kripik kentang gini.” Yoongi hyung tersenyum dan mengambil tongkat baseballnya.

“kita butuh mindahin pemanas yang ada di kelas akuntansi, kemarin aku sudah ngecek masih bagus dan bisa dipake.” Aku mengangguk dan diam. Kami saling terdiam sambil memandangi lantai. Entah kenapa semuanya terasa sepi, sangat sepi dan menyedihkan.

“Hoseok dimana?” aku memandangi Yoongi hyung yang menggaruk kepalanya.

“entahlah, mungkin di studio? Aku akan menyusulnya. Dia pasti belum makan sejak pagi.” Aku berjalan meninggalkan Yoongi hyung dan menuju ke studio arsitektur. Sejak sebulan yang lalu Hoseok hyung sering menghabiskan waktu disana.

Ruang studio arsitektur selalu berbau aneh setiap kali aku mendatanginya. Seperti bau amis atau bau fiberglass yang menyengat, kadangkala ruangan ini begitu berdebu. Yoongi hyung juga sering kemari dulu. Di dalam studio ada lab protomodel, disana ada banyak alat-alat kriya yang sering dipakai Yoongi hyung dan Hoseok hyung. Ada begitu banyak hal di dalam sana. Kadang itu membuatku tidak tega untuk membukanya. Tapi pada akhirnya aku harus membukanya.

Aku buka pintu studio itu.

“Hobi hyung!” panggilku. Hobi hyung menoleh saat ia tengah menggambar diatas meja gambar.

“hei, kamu enggak tau apa?! Aku lagi sibuk! Ini tugas harus dikumpulin siang ini jam 3!” katanya. Aku gigit bibir bawahku. Aku ambil nafas dalam-dalam.

“hyung harus makan. Hyung dari tadi pagi kan belum makan?” Hoseok hyung menoleh kearah meja kosong disebelahnya.

“Namjoon, kamu udah makan belom?” aku genggam pedangku erat-erat. Aku benci saat aku harus masuk ke studio dan membujuk Hoseok hyung untuk makan.

“eh? Kenapa kamu makan enggak  ajak-ajak aku sih? Kan aku laper.” Aku lirik meja kosong disebelah Hoseok hyung.

“yaudah, entar nitip kumpulin tugas ya! bye!” Hoseok hyung berjalan kearahku sambil menggosok-gosok perutnya.

“hari ini Jin hyung masak apa?” tanyanya dengan senyum lebar diwajahnya.

“doejang, doejangjiggae.” Kataku sambil mendorongnya untuk jalan.

“whoa?! Bukannya katanya kita kehabisan doejang ya kemarin?”

“ini stok terakhir” jawabku. Hoseok hyung mengangguk mengerti dan berjalan disebelahku.

“hoooh, kita butuh karya wisata!” katanya semangat.

“hah? Karya wisata?“ tanyaku penasaran

“yep, karya wisata keluar sekolah! Nyenengin kan?”

“hyung saat seperti ini bukan saat main-main okay.” Hoseok hyung berjalan mendahuluiku dan menyilangkan tangannya kebelakang

“ini salah satu cara terbaik untuk mengisi stok makanan kita. Kita perlu jalan keluar dan mengambil makanan yang banyak. Kita perlu jalan ke mall ato supermarket dan merampok isinya.” Hoseok hyung menoleh kebelakang dan tersenyum.

“bukankah itu menyenangkan? Kita bisa memiliki barang apapun sekarang, bahkan Iphone silver yang kamu impikan itu” aku mendengus keras dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

“yah, terserah hyung aja” jawabnya malas. Hoseok terkekeh pelan dan kembali memandangi koridor di depannya.

“tinggal sedikit lagi sebelum aku memberitau kalian tentang rahasia diantara staff sekolah” aku putar pandanganku, Hoseok hyung memang pengkhayal tingkat dewa! Yang benar saja!

“oh, kita udah nyampek!” kami berhenti di depan pintu ruangan klub kami. Hoseok hyung membukanya dan menyapa Jin hyung dan Jimin. Hoseok hyung selalu ceria tapi bagiku itu cuman senyum palsu yang dia buat supaya kami tersenyum. Tapi yang benar saja, bagaimana bisa kami bahagia dalam keadaan seperti ini? Terkurung dan harus tinggal di sekolah. Membawa senjata apapun untuk melindungi diri. Ini seperti neraka.

“oi! Jungkookie, jangan ngelamun gak jelas gitu donk! Ceria dikit napa?” Jimin menyindirku sambil mengunyah biskuitnya.

“hyung jangan gila! Dalam keadaan seperti ini kita harus bahagia?!” bentakku keras-keras. Semuanya diam dan aku hanya mendengus keras menunggu jawaban.

“kalo bosen hidup, mati aja, gampang kan?” Jimin membalasku santai sambil kembali memakan biskuit.

“kau terlalu jahat mengatakannya Jiminie, lihat dia memandangi dengan muka sebegitu syoknya.” Hoseok hyung menimpali sambil mulai menyantap supnya.

“aku sih biasa aja, kurasa Jungkookie perlu dikasih tau biar enggak manja” Jin hyung memukul kepala Jimin dengan talenan ditangannya.

“maafkan mereka Jungkook, kau tau kan mereka sudah gila” katanya. Aku cuman bisa menahan amarahku. Jin hyung benar, Jimin dan Hoseok hyung sudah gila semenjak Namjoon hyung dan Taehyung mati. Aku gosok tengkukku dan berusaha meredam amarahku sambil berjalan menuju meja makan.

“hhee… Jin hyung kejamnya mengataiku sudah gila.” Jimin mulai mengoceh saat aku duduk di hadapannya.

“kau membunuh Taehyung by the way” kini Hoseok hyung menyahutnya.

“ya, dan kau itu pendek” balasku. Aku tidak tau harus seperti apa didepan mereka berdua. Mereka sudah seperti hidup di alam yang lain.

“hheee… kalian kejam banget sih! Hobi hyung juga bunuh Namjoon hyung kan waktu itu? Berarti hyung sama aja!” Jimin melempar biskuitnya kearah Hoseok hyung.

“ aku mah emang udah gila dari dulu. Kalopun aku harus bunuh kalian satu-satu supaya hidup, aku akan bunuh kalian by the way” Hoseok hyung memainkan mimik wajahnya dan mengangkat alisnya. Ini bukan guyonan yang enak didengar sebenarnya. Tapi yang mereka katakan hampir bisa dibilang kenyataan.

“kalian berdua bisa tidak diam?” Jin hyung duduk disampingku dan mengelus pelan bahuku.

“kalian bisa diskusikan itu diluar ruangan ini” katanya tegas. Jimin mengalihkan pandangannya dan mulai memakan biskuitnya lagi. Sedangkan Hoseok hyung hanya mengangguk pelan sambil memakan makanannya. Sejujurnya percakapan yang hampir sama seperti ini sering sekali terjadi.

“Jungkookie, bagaimana kalau kamu bantu aku berkebun diatas? Biar dua orang gila ini yang menjaga dan patroli sore dan malam ini.” tawar Jin hyung.

“ya, kalian berdua sebaiknya refreshing diatas.” Sahut Jimin. Aku mengangguk pelan. Sejujurnya aku ingin keluar dari sini.

“oh iya hyung! Aku ada usul” tiba-tiba Hoseok hyung memanggil Jin hyung.

“besok kita karya wisata gimana?” usulnya.

“ha? Naik apa?” tanya Jimin.

“naik bis sekolah gimana? Entar kuncinya bisa diambil di ruang wakil kepala sekolah” aku menoleh kearah Jin hyung yang menatap Hoseok hyung dengan wajahnya yang serius. Kami diam sejenak mendengar apa keputusan Jin hyung.

“baiklah, siapkan segala yang dibutuhkan buat karyawisata. Jangan lupa bikin proposalnya, ngerti?” kata Jin hyung. Aku lirik Hoseok hyung. Ia tersenyum tipis dan kembali menyantap makanannya.

“okay fix, serahkan semuanya padaku”

.

.

.

Semuanya berubah sejak sebulan yang lalu ketika dunia kami yang indah dirusak pademi aneh yang membuat mereka kanibal dan menjadikan mereka mayat hidup yang menghantui sepanjang hidup kami. Hanya dalam beberapa menit hidup kami berubah menjadi neraka. Jika bukan karena otak brilian Namjoon hyung. Mungkin kami tidak akan bisa bertahan di sini. Tapi kemudian kenyataan begitu kejam menarik Namjoon hyung dari kehidupan dan membuat segalanya menjadi kacau. Kemudian Taehyung memutuskan mengakhirinya untuk dirinya sendiri. Saat itulah Hoseok hyung yang mulai berkhayal dan melempar mayat Namjoon hyung dan Taehyung dari atap. Mengancam kami agar tutup mulut dan melupakan masalalu.

.

.

.

Author’s note:

Makasih udah baca~ selamat datang di chapter 2~ oh iya, ada yang suka nonton resident evil? The Walking Dead?sejujurnya aku lama-lama merasa aku absurd juga bikin FF ini… wkwkwkwk mungkin ini salah satu kejahatan tak termaafkan saya…. wkwkwkwk (abaikan curcol aneh ini). tolong ya~ kasih aku masukan buat FF ini biar tambah bagus dan enak dibaca (aku tau kalian pasti bingung baca ini, hehehe… )

Fuse~

Advertisements

4 thoughts on “[BTS FF Freelance ] Spiral Parade (Chapter 2)

  1. Ini kren… aq dah bca 2 chapter ini n kren kok.
    Ini tipe genre favorit bgt….
    Lanjutin yah … d tnggu next.na sgera…
    Smngat!!

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s