[BTS FF Freelance] A Cup Of Tea – (Ficlet)

_20161029_124809

A Cup Of Tea

Main Cast: Jeon Jungkook as himself

Jeon Se Na as Jungkook’s mother

Genre: Psicology, Family

Rating: PG-17

length: ficlet

Cerita ini murni dari author. Bila ada kesamaan karakter atau tokoh, itu adalah hal yang tidak sengaja. ENJOY MY STORY ARMY ^^

“Jungkook, Kenapa kau lama sekali?” Pekik seorang wanita dengan kesalnya, kepada seorang anak kecil yang tengah sibuk di dapur. “Cepat tuangkan segelas wine untukku.” Perintahnya dari arah ruang tamu.

“Sebentar ibu!” Sahut sang anak sambil mengambil sebotol wine, yang diletakan di atas kitchen set yang tinggi. Ia harus berjinjit demi mendapatkan sebotol wine untuk ibunya. Tidak. Lebih tepatnya seorang nenek sihir yang mengaku sebagai ibunya. Baginya, ibunya itu adalah wanita cantik, yang sekarang tengah berada di surga.

Aish, kenapa dia sangat lambat?!” Wanita itu menggerutu sambil membersihkan kukunya yang lentik. Tak lama kemudian, sang anak datang kepadanya seraya membawa segelas wine di atas nampan. Wanita itu tersenyum miring. Ia mengambil gelas yang diberikan sang anak, lalu berkata

“Kenapa kau lambat sekali, sayang? apa kau tega membiarkan ibumu kehausan?” Tanya ibunya seraya menatap tajam wajah sang anak. Sang anak menundukkan kepalanya dalam-dalam. Ia menekan-nekan jemarinya, untuk mengurangi rasa takut yang menghantui dirinya.

“Ma-maafkan a-aku ibu!” ucap sang anak ketakutan. Sang ibu hanya tersenyum simpul. Lantas, ia mengangat kasar wajah anaknya, lalu memberikan tatapan yang mengerikan untuknya.

“Kau tidak seharusnya meminta maaf, bodoh!” wanita itu dengan teganya menampar keras pipi sang anak, yang baru berusia 8 tahun. Ia menyentuh pipinya yang sakit, sambil menahan desakan air mata yang siap keluar dari matanya. “Cepat pergi dari hadapanku! Aku tak sudi menatap wajah melasmu itu.” Wanita itu menggerakan tangannya, memberi isyarat agar sang anak cepat meninggalkan jejaknya.

“Ba-baik ibu,” Sahutnya seraya terisak. Ia menaiki satu persatu anak tangga yang jumlahnya sangat banyak, menuju sebuah loteng,            kamar tidurnya

“Hei, jungkook!? Kenapa kau tidak bangun, eoh!?” Sang ibu menarik kasar selimut yang digunakan anaknya. Sang anak yang masih mengantuk, terpaksa membuka matanya, lantaran ibunya membangunkannya saat matahari hanya sedikit menampakan cahayanya.

“Cepat buatkan aku pancake dan secangkir teh. sekarang aku sangat lapar!” Bentaknya kemudian ia berlalu dari loteng. Jungkook menghela napas panjang, lalu melangkah dengan gontai menuju dapur.

ya, kenapa kau membuat tehnya sangat dingin?” Sang ibu menoyor kencang kepala anaknya. “Aigoo, kenapa kau tidak mati saja? kau selalu membuatku repot,” Sang ibu menghela napasnya sambil berkacak pinggang.“Cepat, buatkan teh nya yang benar! Aku akan membunuhmu jika kau tidak menuruti perintahku,” Ia memaki anaknya, sesaat sebelum melangkah pergi dari dapur. Jungkook mengepal kuat tangannya. di dalam hatinya ia bersumpah, kalau suatu saat nanti wanita tersebut tidak akan pernah bisa berbicara selamanya.

“Ibu, ini pancake dan tehnya,” Jungkook meletakan secangkir teh hangat, dan sepiring pancake yang di atasnya disirami madu yang manis. Sang ibu mengangguk.

“Anak pintar,” Pujinya namun tidak dihiraukan oleh Jungkook. Jungkook memandang sang ibu lekat-lekat, yang tengah menyesap secangkir teh hangat buatannya. Teh tersebut habis dalam sekejap. Tapi…

“I-ibu apa yang terjadi denganmu?” Ucap Jungkook panik, takala ia melihat tubuh ibunya yang bergetar hebat. Jungkook berlari secepat kilat, dan menangkap tubuh ibunya yang lunglai. “ibu, apa kau baik-baik saja?” Tanya Jungkook khawatir, kepada ibunya yang mulai mengeluarkan cairan merah dari mulutnya.

“Ju-jungkook-ah, t-tolong a-mbilkan segelas air p-putih,” Ucap ibu dengan suara yang tercekat dan lemah. Jungkook segera mengambil segelas air putih di atas meja makan. Namun, ia tidak memberikan ke ibunya. Melainkan, ia memecahkan gelasnya, sehingga air putih yang dibutuhkan ibunya sudah tumpah.

“Maafkan aku, ibu. Untuk saat ini, aku tidak bisa menjalani perintahmu,” Salah satu sudut bibir Jungkook terangkat. Sang ibu menggeram, namun ia tidak bisa memaki anaknya, lantaran mulutnya terasa terbakar oleh api yang sangat panas. Ia hanya bisa memandang anaknya dengan penuh amarah.

12 tahun kemudian

“Bagaimana kabarmu, ibu? apa kau baik-baik saja?” Tanya seorang lelaki bertubuh kekar kepada seorang wanita yang berwajah pucat. Sang ibu memalingkan wajahnya, saat lelaki bertubuh kekar itu menyentuh wajahnya. Ia tidak sudi, lelaki berusia 20 tahun itu menyentuh wajahnya.

“Baik, aku mengerti!” Seakan mengerti ekspresi ibunya, lelaki tersebut sedikit berjalan mundur. “Oh iya, bu. Kenapa ibu diam saja? apa ibu tidak rindu mencela diriku?” Tanya lelaki tersebut, yang tak lain adalah Jungkook. Sang ibu menoleh, lalu menatap tajam anaknya. “Andai saja pada saat itu kau tidak sering menghinaku, pasti kau tidak akan seperti ini.” Ujarnya dingin, bersamaan dengan senyumannya yang miring. Sang ibu mengepal kuat-kuat tangannya.

Aku tidak akan pernah memaafkanmu

wanita itu mengutuk anaknya dalam hati. Anak itu. Ia adalah penyebab mulutnya bisu selamanya.

THE END

Advertisements

3 thoughts on “[BTS FF Freelance] A Cup Of Tea – (Ficlet)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s