[Chapter 9] The Chronicle of Milkyway: The Fainted Stars

Milkyway2

IvyJung and Rizuki present

The Chronicle of Milkyway: 

THE FAINTED STARS

cr. poster by 

Prolog; Introduction; #1 Shining Stars; #2 Spectra; #3 Gloria Victis; #4 Vanitas Vanitatum; #5 Sparks of Feud; #6 Milkywar; #7 Milkywar 2; #8 Milkywar 3

.

.

Kim Seokjin as Sirius, Kim Namjoon as Rigel, Kim Taehyung as Betelgeuse, Jung Hoseok as Alpha Centauri, Jeon Jungkook as Canopus, Park Jimin as Proxima Centauri, Min Yoongi as Arcturus, Cassie Kim as Eta Carine, Kim Nayeon as Shira, Min Yoonra as Beta Centauri, Jung Claire as Bellatrix

fantasy, family, friendship, angst, dark | chaptered | PG-17

.

.

they’re fainted instead shine brighter

.

.

.

Menepuk-nepuk punggung Bellatrix, Betelgeuse terlihat begitu sabar mengunggu kawannya bereaksi atas ramuan yang baru saja ditelan. Sudut matanya melirik luka di perut gadis bergaris Jung itu. Parah. Ia tak habis pikir mantra apa yang melapisi mata pedang Arcturus hingga mampu merobek brutal perut sang Bellatrix. Setahu dia, jubah yang kawannya kenakan bahkan tak akan terkoyak sembarangan tanpa taktik. Oke, kali ini pemuda Kim itu mengaku bahwa Arcturus memang tak sekadar remeh—tepat seperti yang selalu Rigel katakan.

“Kim Nayeon seorang ahli ramuan. Kuharap obat yang dia berikan bisa diterima dengan baik oleh tubuhmu, Claire,” ujarnya penuh harap.

“Semoga saja, eugh—omong-omong, kau dari mana?”

“Bukankah Rigel menyuruhku menyingkir? Oh, sulit dipercaya aku masih setia mematuhi titahnya.”

“Kim Taehyung….” bujuk Claire, “dia tidak bermaksud seperti itu, percayalah.”

Betelgeuse membuang muka, muak dengan pembicaraan retorikal yang lagi-lagi harus ia hadapi; tentang posisinya, tentang ia dan rajanya. Bukan mengada-ada, tapi ia bersumpah hatinya sudah menanam berbagai macam spekulasi negatif akibat perlakuan Namjoon yang seolah mendiskriminasinya. Dia memang tak sehebat Bellatrix, pun seagung nama Rigel yang telah tersohor dalam ranah Milkyway. Eksistensinya tak ubah angin lalu yang bahkan embusannya tak selalu disadari. Betelgeuse tertawa mendengus. Dua telapak tangannya menumpu kepala bagian belakang lantas berbaring di atas rerumputan. Biarkan Claire menatapnya dengan kerutan ingin tahu, ia hanya merasa sudah lelah. Semua usaha yang ia lakukan, bukankah sekarang bak ilusi belaka? Sama sekali tak berarti.

“Aku bertemu Eta Carine, Claire.”

Bariton Taehyung menggaung terbawa lesir sang bayu. Namun Claire masih menangkap sisa-sisa kalimat yang menyebut gelar saudarinya. Eta Carine—bagaimana ia harus bersikap jika bertemu tatap nanti? Tiba-tiba saja Claire merasa ingin membenturkan kepala. Ia butuh ketenangan, sungguh. Entah kenapa segala sesuatu yang dilakukannya terasa begitu pelik. Membayangkan bagaimana murkanya Cassie saat ini membuat dirinya refleks berjengit.

“—Claire!”

“E-eh, iya?”

Gadis itu tersentak. Kembali menancap fokus pada lawan bicaranya yang sempat terabaikan.

“Kau tak mendengarku? Sialan!” umpat Taehyung kesal.

“Maaf, kau bicara apa tadi?”

“Lupakan. Anggap saja kita tak pernah bicara, Claire Jung.”

.

=0=

.

Derap kaki kuda terdengar samar di telinga Cassie. Pelan-pelan, dia menuntun tunggangannya agar melangkah tanpa suara. Cassie suka bermain-main dengan senyap. Rungunya bekerja sangat baik dalam memprediksi suara dalam jarak cukup jauh. Dari sini, ia dapat mendengar pekik agresif Yoonra yang sedang bersemangat melecut tunggangannya dengan kecepatan ekstra. Juga derap kuda lain yang berlari cukup stabil. Ia menebak itu jejak Sirius. Bintang terkuat milik Canis Major memang sangat mudah ditandai dari segi aura dan konsistensinya.

Cassie—sang pemilik gelar Eta Carine memang tercatat kalah start dibanding lawan yang lain. Suara Rigel—yang memasuki belantara tepat sebelum dirinya—bahkan sudah tak terdengar. Bukti bahwa penguasa Orion itu bergerak cepat kendati Cassie tahu hatinya masih berceceran selagi memasuki arena. Cih! Demi Milkyway, sempat-sempatnya pemuda itu mengurusi masalah hati di tengah pertandingan.

“Astaga aku mual, Berengsek!”

Dia mencoba menebar pandangannya ke seluruh area yang dapat dijangkau. Menajamkan mata alih-alih terus merutuki koneksi dengan saudarinya nun jauh di sana. Ia lelah, jujur saja. Jika ada seseorang yang ingin bertukar kemampuan ini, maka dengan senang hati Cassie akan menyerahkannya agar ia tak lagi harus mengetahui privasi Claire yang bahkan sungguh memalukan jika tak sengaja diingatnya.

“Demi Tuhan, Claire. Bisakah kau berhenti membagi sesuatu yang seperti itu? Setidaknya kau harus memilah mana yang pantas kuketahui dan mana yang tidak!” Cassie mengerang frustrasi. Terlebih, ketika ia yang seharusnya menelisik bunga Edelweis malah mendapati bayang wajah raja Orion di mana-mana.

Menengadah, Rigel tersenyum.

Menggeleng, Rigel masih tersenyum.

Memfokuskan pandangan pada satu objek pun, ia menemui wajah Rigel yang sedang tersenyum begitu manis. Cukup membuat bulu kuduk Cassie berdiri. Mengerikan.

AAAAAAARGHHH! AKU MEMBENCIMU, KIM NAMJOON!”

.

=0=

.

Frustrasi. Min Yoongi merasa tenaganya terbuang percuma untuk mengitari penuh arena ini dalam waktu singkat. Ia tak benar-benar langsung mencari target yang hendak ditemui—meski faktanya sesekali menelisik dedauan rimbun yang seolah menyembunyikan si bunga keabadian—tapi lebih memilih survei isi hutan tempatnya berpijak. Tak banyak informasi yang ia dapatkan. Selain kenyataan bahwa hutan ini lebih luas daripada perkiraannya, petunjuk yang bisa ia gunakan pun nyaris tak ada. Hampir seluruh penjuru hutan berpenampakan sama; rentetan pinus, akasia, juga berbagai rerumputan yang sudah pasti berjubal tak beraturan.

Sang Arcturus terpaksa kembali pada teorinya sedari awal; Edelweis menyukai cahaya penuh, jadi bisa dipastikan keberadaannya tidak dalam area yang teduh; Edelweis tumbuh di dataran tinggi, jadi setidaknya dia tak perlu bersusah payah menjangkau area terpencil yang memiliki relief lebih rendah dari sekitarnya.

Ditimbang-timbang keadaan sekitar, Min Yoongi memutuskan untuk mengambil langkah ke selatan. Setidaknya daerah itu sedikit lebih tinggi walaupun berkontur terjal. Tak masalah. Tunggangannya sudah terlatih menerabas medan yang lebih buruk daripada ini. Baru beberapa meter melangkah, perjalanan Yoongi kembali terhenti. Sepasang netranya menyipit selagi bersiap dengan busur serta panahnya—ia menyadari seseorang dengan kuda miliknya tengah mendekat. Bersiaga penuh, Arcturus tak ingin kehilangan momen untuk menyingkirkan musuhnya kali ini.

Tatkala derap tapak kuda terdengar semakin keras, seharusnya lelaki itu sudah melepaskan sebuah panah dari busurnya. Menyarangkan ketajamannya tepat pada dada musuh yang mendekat. Alih-alih, Raja Bootes tersebut mematung sejenak. Polah siaganya terdestruksi bersamaan dengan semakin jelasnya sosok yang tengah menghapus spasi dengan posisinya itu. Min Yoonra—mantan adiknya.

Maka, hasrat ingin menghancurkan musuh yang mendekat pun lesap saat itu juga. Bagaimanapun, Min Yoongi masih punya (sedikit) hati. Ia kembali menyimpan panahnya sebelum Yoonra semakin mendekat. Dipacunya kuda miliknya perlahan, sementara kepalanya sibuk berpikir; apa yang harus ia lakukan saat bertatap muka dengan adik perempuannya itu nanti? Oh, tidakkah Yoonra juga memiliki niatan untuk membunuhnya saat ini juga?

Namun, lagi-lagi seluruh isi pikiran Yoongi lenyap dalam sekejap lantaran Yoonra hanya berlalu begitu saja—melewatinya sekaligus berpura-pura tak melihatnya. Entah apa yang ada di dalam dada Arcturus, ia merasa seharusnya bukan seperti ini. Seharusnya mereka saling berhadapan, menuntaskan gumpalan dendam yang semakin menggunung, saling menghancurkan, dan—

Slash!

Sebuah panah baru saja menggores lengan kanan Yoongi.Pemuda berkulit pucat itu mendengus selagi mengukir seringaian. Seperti inilah seharusnya, Min Yoonra.

Lelaki pualam itu berbalik sembari mencabut mata panah yang bersarang. Pandangannya menumbuk manik Yoonra. Obsidian yang senada dengan miliknya itu pernah begitu ia banggakan. Satu-satunya hal yang membuat Yoongi dan Yoonra terlihat layaknya kakak beradik karena unsur lain dalam diri mereka sangat bertolak belakang. Begitu pun sekarang, masih manik yang sama, dengan tatapan berbeda.

Amarah, dendam, kebencian. Yoongi bisa merasakan aura itu mengintimidasinya. Ucapkan terimakasih atas kebaikan Yoonra untuk tidak membidik jantungnya. Bisa saja tadi adiknya langsung menghabisi dalam sekali panah—mengingat gadis itu mempunyai bakat panahan yang akurat.

“Sepertinya kau masih ingin bermain-main, Yoonra-ya.”

Min Yoongi melompat turun dari kudanya. Darah masih mengucur dari balik jubah yang ia kenakkan, mengalir hingga telapak tangan dan tergenggam. Bibirnya masih mengukir senyum. Entah ia tak merasa sakit atau menahan sekuat tenaga.

“Aku membencimu, Arcturus,” desis Yoonra sungguh-sungguh. Giginya beradu melampiaskan ambisi yang tertahan hingga rahangnya nyaris kaku, namun lidahnya tak pernah kelu mengucap kalimat kebencian itu. Lelaki di hadapannya itu berhak tahu.

Semakin beradu tatap, Yoonra merasa semakin terbakar. Dadanya membara. Ia mengambil pedang dalam sekali tarikkan dan melompat. Menerjang Yoongi yang telah menunggu dengan tangan terbuka.

Ini saatnya.

Tang!

Min Yoongi menyambut serangan Yoonra dengan busur di genggamannya. Busurnya patah menjadi dua.

“Shit!”

Ia bergulung ke arah samping sembari menarik pedang miliknya. Yoonra mencoba menendang tapi telat sepersekian detik. Mata pedang mereka saling terhunus tepat di depan mata pada jarak kurang dari dua inchi.

Traaang!

Mereka mengadu dua perak tajam itu.Senyum Yoongi memudar seiring membangun fokus. Yoonra benar-benar ingin bermain dengannya. Mata pedangnya seolah haus akan nyawanya. Namun yang mengejutkan adalah kemampuan Yoonra yang meningkat drastis dari terakhir kali Yoongi tahu. Mata pedang itu seolah memburunya. Menyerang bertubi-tubi tanpa jeda.

Oh, ini menarik. Batinnya.

Pemuda itu mengambil kesempatan kala Yoonra menatap matanya. Itu kelemahannya. Emosinya meluap-luap hingga gadis itu mungkin lupa cara mengontrol diri di tengah pertikaian.

Praaang!

Akkh!!

Yoonra memekik seiring pedangnya yang terlepas dari genggaman. Yoongi kali ini tertawa. Cukup gamblang seolah dia begitu puas melihat ekspresi meringis saudarinya. Spasi di antara mereka tak begitu jauh dan Yoongi menghapus sempurna. Menunduk dan mrengkuh pundak Yoonra—yang sedang tersungkur dengan napas naik turun.

“Kautahu, ‘kan, itu tidak sengaja?”

Nada bicaranya memuakkan sekali untuk siapapun yang mendengar. Terlebih bagi Yoonra. Jemari gadis itu sudah terkepal.Kuku-kukunya tenggelam dalam telapak tangannya sendiri.

Ia murka.

“BERENGSEK KAU, MIN YOONGI!”

Bugh!

Tinju Yoonra tepat mengenai wajah memuakkan itu. Sesuatu yang tidak terprediksi dan membuat Yoongi terempas mundur beberapa langkah. Sepersekian detik berselang Yoonra kembali menghajar pemuda itu dengan tendangan kakinya.

Slasshh!

Aakkh!

Pedang sang Arcturus sudah gamam untuk tak menyentuh kulit gadis itu. Darah segar mengucur deras dari lengan Yoonra. Lenguhan kesakitan langsung terdengar sebab luka yang diciptakan cukup dalam. Tak menyiakan kesempatan, Yongi menghunus pedangnya pada perut Yoonra dan—

Tak!

Sebatang anak panah menginterupsi mata pedangnya dan sukses membuatnya terlempar dari genggaman Yoongi. Sepasang kakak beradik itu mengedarkan pandangan pada si orang ketiga. Yoonra masih meringis perih, sementara Yoogi mendesis murka.

“Hendak mengacau, hah?” bentak sang Arcturus. Raja Bootes itu melirik pedangnya yang berserak di tanah tak jauh darinya. Begitu pula Beta Centauri, seolah bisa membaca gerak-gerik saudaranya yang hendak meraih kembali senjatanya yang tersisa. Maka, gadis itu sigap menendang pedang Arcturus hingga terlempar lebih jauh.

“Sial!”

Pemuda Min itu tak habis akal. Ia sempat menghajar Yoonra sebelum jejaknya mantap menuju bintang lain yang masih menunggang kuda di sana.

“Beraninya kau, Eta Carine!”

Cassie melompat turun sebelum kaki kudanya turut dihajar Arcturus. Jemarinya lincah mencabut anak panah di punggungnya, memasang pada busur dan—

Slap!

Satu bidikan tanpa perlawanan. Tangan kosong Arcurus bukan tandingannya yang masih bersenjata lengkap.

“Itu… balasan untuk apa yang kau perbuat pada Min Yoonra, Acturus.”

Slap!

Bidikan kedua mengenai dada kirinya.

“Dan itu…” Nada tenang Cassie mendadak tercekat. “…untuk saudariku Claire.”

.

=0=

.

“Hei, Canopus!”

Memutar arah pandangnya sekejap, Canopus lekas paham bahwa Park Jimin tengah mendekatinya. Bintang Centaurus itu mendengus kecil alih-alih mengucap salam atau kalimat pembuka. Dipaksanya tubuh sang Canopus agar menghadap ke arahnya, lantas bintang Proxima Centauri itu meluncurkan sepatah kata umpatan tepat di hadapan Raja Carina. Memilih untuk tidak terprovokasi, raja muda Carina itu kukuh memasang ekspresi tenang, selagi sepasang maniknya masih tetap menatap lawan bicaranya.

“Kau, Eta Carina—Carina yang kumaksud, kalian tidak sedang merencanakan sesuatu di luar perjanjian kita, bukan?”

Jeon Jungkook menutup kelopak matanya selagi meraup oksigen banyak-banyak. Jemarinya terkepal, menahan ledakan emosi yang  memburu dadanya. Pemuda itu membiarkan kuriositas Jimin menguap dalam sekejap, lantas kembali meneguhkan hati untuk tidak terpengaruh keadaan apa pun. Kendati lengan Jimin telah tergerak mencekal tubuhnya, Jungkook tetap mencoba tenang. Tidak.Ini bukan saat yang tepat memulai sebuah perkelahian—di luar pertarungan merebut bunga Edelweis itu. Lagipula, tidak seharusnya ia memusuhi Centaurus, setelah sebelumnya ia dan Eta Carine telah sepakat untuk bekerjasama dengan konstelasi berlambang kuda tersebut.

“Mengapa kau bertanya demikian, Proxima Centauri? Mengapa kau harus meragukan konstelasi Carina, huh?” Menggebah jubahnya, Canopus bergerak beberapa jengkal menjauhi Proxima Centauri.Sepasang netranya bersitatap dengan pancaran penuh emosi milik punggawa muda Ceantaurus tersebut. “Eta Carine sudah cukup menderita selama pertarungan  ini, asal kau tahu. Tapi, aku percaya dia akan membawa kemenangan untuk kita bersama.”

Cih! Bahkan sampai sekarang, gadis pemberangmu itu tidak menunjukkan apa pun demi melancarkan jalan menuju kejayaan yang telah kita sepakati, Tuan Canopus. Dia terlampau mengkhawatirkan saudari kembarnya pun konstelasi busuk itu.” Park Jimin menghela napas, lantas melanjutkan, “bahkan saat Min Yoonra terluka, apa yang dilakukan oleh Carina sebagai partner menuju kejayaan, huh? Kau dan Eta Carine lebih memilih enyah menghampiri Orion—“

“Berhenti mendebatku, Park Jimin! Kau memang lebih tua dibanding diriku, tapi bukan tidak mungkin aku akan melawan untuk mengalahkanmu—perlu kau ingat, aku seorang raja, Proxima Centauri. Aku jauh berada di atasmu!”

Oh, hampir saja Canopus terpancing. Hampir saja ia mengeluarkan pedangnya lantas menebas leher pemuda tembam di depannya itu. Lelaki tersebut lantas membuang muka sembari mengatur detak jantungnya yang tiba-tiba memburu.

“Hei Jungkook, aku hanya bertanya, kenapa kau begitu—“

“Hentikan perdebatan kalian berdua!”

Baik Jimin pun Jungkook seketika menoleh ke arah sumber suara. Seorang gadis berjalan mendekat, sedikit terseret lantaran ia harus membopong satu lainnya. Eta Carine tengah menuntun Beta Centauri yang terluka melangkah ke tepi lapangan. Pergelangan kaki kanan gadis satu-satunya di Centaurus tersebut memar pun beberapa luka menganga akibat tebasan pedang, membuatnya harus dipaksa kembali oleh Eta Carine dari dalam hutan.

“Cass, apa yang terjadi?” Jungkook bergegas menghampiri pengawal perempuannya itu, pun begitu dengan Jimin. Kedua lelaki itu lantas mengambilalih Beta Centauri yang hampir tak sadarkan diri.Sementara Cassie hanya mendengus serta membagi tatap tajam kepada Proxima Centauri. Ia lantas mengedikkan bahu selagi menghirup napas dalam-dalam.

“Dia bertarung dengan Arcturus dan, yeah, begitulah akhirnya. Lekas obati luka-lukamu, Min Yoonra! Kau tidak akan kuizinkan kembali ke hutan sebelum semua membaik—dan kau, Park Jimin, berhenti memikirkan betapa hinanya konstelasi kami. Aku dan Canopus bahkan telah bersumpah demi Carina, kemenangan dalam pertarungan ini tidak akan berarti apa-apa. Carina tidak akan mengkhianati kalian. Sudahlah, hentikan perdebatan konyol seperti ini—aku akan kembali ke hutan, well, aku berjanji akan kembali bersama Alpha Centauri dengan kemenangan di tangan kami.”

Selepas menuntaskan kalimatnya, gadis Kim tersebut lekas pergi. Tinggalkan Jungkook, Jimin, serta Min Yoonra yang tiba-tiba terperangkap kecanggungan. Samar, Jungkook bisa mendengar Park Jimin mengucapkan permohonan maaf. Raja Carina tersebut hanya mengangguk, lantas menyuruh Jimin segera mengobati Yoonra.

“Eta Carine tak akan pernah mengingkari seluruh kalimatnya, Proxima.”

.

=0=

.

Jung Hoseok siap melepaskan panahnya ke arah Kim Seokjin yang tengah berkuda di depannya. Pelan-pelan, raja Centaurus itu memilih untuk memusnahkan Sirius diam-diam. Ia bergerak hati-hati, berharap raja Canis Major tersebut tak menyadari jika dirinya tengah menjadi incaran anak panah milik Alpha Centauri. Belum sempat jemari Hoseok melepas busurnya, sebuah tendangan pada bokong kuda yang ditungganginya, membuat fokus Hoseok buyar. Menggeram sebal, pemuda itu lantas menelengkan kepala demi menyumpahi seseorang yang baru saja menghancurkan kesempatan emasnya menyingkirkan Sirius.

“Cassie Kim!”

Tanpa rasa bersalah, gadis yang baru saja tiba itu mengukir kekeh kecil. Ia mengedikkan dagunya ke arah Sirius yang sudah menyadari lokasi persembunyiannya. Hoseok mengumpat lantas memacu kudanya demi menghampiri Sirius.

Ya, Jung Hoseok pergilah setelah mendengar beritaku, Bodoh. Min Yoonra sudah hancur, ia gagal mencegah egonya untuk melawan Arcturus. Aku sudah mengantarnya kembali ke luar dari hutan, jadi sekarang fokuslah mendapatkan Edelweis itu.”

Hoseok terperenyak. Kudanya dihentikan mendadak, lensanya kemudian menatap Eta Carine, menggali kebenaran dari setiap kalimat yang baru saja diucapkan gadis pemberang itu. Mendengus keras, lantas kembali memacu kudanya lebih cepat lagi. Lelaki itu mengabaikan pekikan Eta Carine yang memintanya untuk lebih berhati-hati, ataupun pada jejak Sirius yang kini telah lesap tak lagi terdeteksi oleh inderanya.

Demi seluruh bintang yang terluka, Alpha Centauri bertekad mendapatkan bunga tersebut. Sumpahnya tak mengizinkan sejengkal pun tangan kotor milik Sirius, Arcturus ataupun Rigel menyentuh kelopak bunga suci itu.

.

=0=

.

Kim Taehyung mengguncang tubuh Claire yang tiba-tiba ambruk di sebelahnya. Pekik penuh kepanikan seketika keluar dari balik katup sang Betelgeuse yang sedari tadi hanya mengumpati Rigel. Bergegas mengecek laju aliran darah serta napas Bellatrix, pemuda itu tak berhenti meneriakkan nama gadis tersebut. Lemah, denyut nadi Claire sangat lemah bahkan Taehyung sedikit tak yakin dengan perkiraannya sendiri. Lantas, bintang muda Orion itu mengangkat berat tubuhnya, berlari mencari Shira—ia yakin jika ini semua merupakan efek samping atas ramuan milik Shira yang baru saja ditenggak Bellatrix.

“Kim Nayeon!”

Menolehkan kepalanya, gadis Kim tersebut tak merespons panggilan Betelgeuse. Tepat saat langkah Taehyung terhenti di depan posisi Nayeon berdiri, gadis Canis Major itu melirihkan tanya ‘kenapa?’ pada Taehyung. Oh, jangan lupakan wajah polos Shira yang membuat Betelgeuse semakin kesal. Rasa panik serta kesal bercampur aduk memenuhi hatinya bahkan hampir menyumbat laju aliran darah di dalam tubuhnya. Jika yang dihadapinya merupakan seorang lelaki, maka mungkin saja Taehyung sudah melayangkan kepalan tangannya pada wajah sang lawan.

“Katakan padaku, Kim Nayeon! Sesungguhnya, ramuan apa yang kau berikan kepada Bellatrix, huh? Kau dan Sirius berencana membunuhnya, ‘kan? Kalian berpikir untuk menghancurkan Orion dengan melenyapkan salah satu bintang kami, begitu?”

Kim Taehyung benar-benar murka. Kedua tangannya mendorong tubuh ringkih Shira hingga bahu gadis tersebut menghantam dinding. Jemari Taehyung bahkan sudah bersiap mencengkeram leher Shira. Tatapan Betelgeuse benar-benar tertutup kabut amarah serta kekesalan.Sementara itu, Shira hanya memasang raut ketakutan. Gadis tersebut bahkan yakin tak ada yang salah dengan ramuan percobaannya—iya, sekalipun itu hanya percobaan tapi sama sekali ia tak berniat membubuhkan serbuk racun ke dalam ramuannya. Yang benar saja!

“A-apa yang k-kau b-bica-ra-k-kan, Bet-betel—“ Napas Shira hampir tercekat di tengah cekikan tangan Betelgeuse pada lehernya.

“Kaukira aku tak bisa murka untuk masalah ini, huh? Kaukira hanya Rigel yang akan melakukan hal seperti ini demi membela gadis kesayangannya itu? Tidak, Shira. Aku bisa membunuhmu jika memang benar kalian sengaja meracuni Bellatrix. Aku bisa membunuhmu, ataupun Sirius, percayalah.”

“Aku sungguh memberinya sebuah ramuan, Kim Taehyung. Kumohon, percayalah.”

Taehyung tersenyum asimetris, “Kaukira aku bodoh? Detak jantung Claire melemah setelah dia menuntaskan ramuanmu, Kim Nayeon. Kau sudah membunuhnya! Kau sungguh akan mat—“

“BETELGEUSE!”

Satu pukulan mendarat pada wajah sang Betelgeuse. Dilanjutkan dengan pukulan lain yang mengenai dada bintang termuda Orion itu. Shira hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan melihat aksi brutal di depannya.

“Kak Seokjin!”

Ia berlari kecil, beringsut ke belakang punggung kakaknya. Sirius lekas merengkuh adiknya untuk melindungi Shira dari amukan membabi-buta Betelgeuse.

“Kau tak berhak menyentuhnya, Betelgeuse. Beraninya kau—“ desisan Sirius tercekat. Ia terlampau murka menyaksikan adiknya diperlakukan sekasar itu oleh bintang muda Orion. Oh! Andai telat sedikit saja,ia tidak akan tahu apa yang bakal Betelgeuse lakukan pada Shira-nya yang berharga. Beruntung ia bisa menahan untuk tidak membuang waktu menghajar Alpha Centauri—yang jelas-jelas tadi tertangkap basah menguntitnya, juga hendak membidiknya. Instingnya untuk kembali lebih kuat hingga mengacaukan fokusnya. Dan benar, Shira memang dalam bahaya.Adiknya lebih membutuhkannya ketimbang menghabisi Raja Centauri pun menemukan bunga sialan yang sedang diperebutkan itu.

Betelgeuse berdiri terhuyung. Dadanya sakit sekali akibat tendangan sang Sirius yang tak terprediksi. Pikirannya tentang kondisi Claire, kepicikan Shira dan sikap sok pahlawan Sirius membuatnya kacau.

“Kau, Sirius… Kau dan adikmu sama saja. Oh, aku hampir lupa dia keturunan Canis Major walaupun kondisinya begitu menyedihkan. Jauh dari nama Canis Major yang agung dan berjaya. Sungguh, Sirius. Dia sendiri yang menebar dendam padaku. Dia yang memulai untuk mengibarkan bendera permusuhan denganku.Kau dan adikmu, aku bersumpah untuk menuntaskan dendam ini sampai kapan pun. Camkan itu!”

“Tutup mulutmu dan pergilah. Aku mengampunimu kali ini. Sungguh, Betelgeuse, kau seharusnya bercermin dan menemukan betapa menyedihkannya dirimu saat ini. Bukan Shira—TAPI KAU, BETELGEUSE!”

.

=0=

.

“Kaukira hanya Rigel yang akan melakukan hal seperti ini demi membela gadis kesayangannya itu? Tidak, Shira. Aku bisa membunuhmu jika memang benar kalian sengaja meracuni Bellatrix. Aku bisa membunuhmu, ataupun Sirius, percayalah.”

Ucapan Betelgeuse terngiang bagai rekaman rusak yang diputar berkali-kali.

Bellatrix?

Shira?

Ramuan?

Oh, apa-apaan ini. Dia hampir saja melewatkan banyak hal jika saja tadi tak berinisiatif membuntuti Sirius. Percakapan tak terduga itu membuat pikirannya bebal.

Apa yang terjadi?

Bagaimana bisa?

“Kaukira aku bodoh? Detak jantung Claire melemah setelah dia menuntaskan ramuanmu, Kim Nayeon. Kau sudah membunuhnya! Kau sungguh akan mat

AAARRGGHHH!!! TIDAK MUNGKIN!” erangnya sembari menekan kuat pelipisnya. Semua ucapan Kim Taehyung menghantam kepalanya begitu keras. Membuatnya pusing. Napas sang Rigel mulai terdengar memburu di tengah semak lengang yang menjadi tempatnya berpijak… “Claire tidak mungkin mati. Oh tidak! Ini tidak benar. Seharusnya tidak seperti ini, Claire. Ish!”

.

=0=

.

Kim Taehyung tersenyum mendengus menyambut bentakan menggelegar Sirius.

“Mengampuniku?” Ia terkekeh lagi—kepalang muak. “Lantas bagaimana jika begini, Sirius—“

Gerakannya tidak sampai sedetik, dan segera setelahnya, hanya terdengar jeritan Shira ketika Betelgeuse meluncurkan anak panah. Melukai pipi tirus gadis itu tanpa bisa Sirius tepis.

Sirius mendelik panik. Goresannya memang tak terlalu dalam namun itu Shira! Adiknya yang begitu berharga.

“—apa kau masih bisa mengampuniku, Sirius?”

“MATI SAJA KAU, BETELGEUSE!!!”

Sraaaak!

.

=0=

.

Rigel terperenyak. Kesadarannya seakan ditarik kembali ketika mendengar pedang Sirius ditarik dari tempatnya. Besi perak itu berkilat-kilat diterpa cahaya. Mata pedangnya berkilat tajam, haus korban. Rigel tak bisa lagi bertahan dalam persembunyiannya. Ia tak akan tahan melihat Sirius menghabisi bintang termudanya setelah adik Sirius sendiri membunuh punggawanya yang lain. Jika Claire mati oleh Shira, maka ini saatnya Sirius mati di tangannya. Nyawa dibayar nyawa. Sekali pun nyawa Sirius tidak akan pernah bisa membayar mahalnya nyawa Claire Jung baginya. Oh, dan Betelgeuse. Sungguh dia tak boleh mati sekarang. Lelaki bodoh itu juga masih memiliki hutang penjelasan padanya.

Maka, di tengah perseteruan Sirius dan Betelgeuse, Rigel memacu kudanya untuk ikut campur. Cih, seseorang harus mati di tangannya sekarang.

.

=0=

.

“Jadi Betelgeuse, kau menyuruh Bellatrix meminum ramuan itu, huh?”

“Rigel, dengarkan akuhei, kautahu kalau Shira begitu lemah, ‘kan? Aku hanya percaya jika mereka tidak akan berlaku seburuk ini kepada Bellatrix.”

“Jika bukan kau yang menyuruhnya, maka Claire tidak akan melakukannya, Bodoh. Gadis itu terlampau memercayaimu sementara kau membuatnya seperti itu? Tidakkah tindakanmu begitu keterlaluan, Betelgeuse?”

“Jadi kau menyalahkanku untuk hal ini, begitu? Terus saja perlakukan aku seperti ini, Rigel. Aku hanya ingin tahu apa jadinya dirimu dan Orion tanpa aku dan juga Bellatrix.”

.

.

-tbc-

.

.

special notes:

HI, GUYS! Akhirnya bisa update lagi huhuhu ;;;; we’re sorry for very late update, tapi akhirnya besyukur masih bisa lanjutin hutang fic ini. untuk selanjutnyaa, masih diusahakan untuk update sampai selesai yhaa doakan mungkin dua atau tiga chapter lagi, akan segera sampai di ending.

terima kasih buat yang udah nunggu, yang udah kangen /gaada yg kangen/ ily guys so much! ❤

.

regards, 

xx IvyJung and Rizuki xx

Advertisements

11 thoughts on “[Chapter 9] The Chronicle of Milkyway: The Fainted Stars

  1. baca udah dari kapan tau tapi beloman sempet komen… miyane jongmal miyane authornim.. (sungkem)

    lagi seriusserius baca kenpa aku harus ngekek dibagian eta carine kebayangbayang senyumnya rigel.. wae ???!!! XD (lempar meja) wakakaka kualat kamu mba eta.. kualat…

    yampun minyoongi sama minyoonra mau bunuhbunuhan ottokeeeeee???! gaboleh gais. gaboleh.. dosaaaa… ((gakgitu!!!!)) btw ya mba eta(lagi) itu masmas ganteng diapain ??? mati gak ?? kalo belom bolehkah kumerawatnya?? /kedipkedip/ (GAK!)

    Park jemen embul bantet yang terhormat… kamu jan cari masalah sama anak puber macem kanopus yaaa.. ngerinya kamu direbus jadi mochi repot nanti nak.. kadang kalo tempramennya kumat dia bisa makan orang lho chim… kalem ae jd petugas PMR ya obatin mba yoonra… ^^

    INI ORION NGAPA RUSUH MULU DAH PERASAAN ???!! UDAH KALEM… ADAAAAA AJA MASALAHNYA… mba nay itu kakakleri pujaan mas rigel diapain mba ??? dikasi minum apa ??? racun model gimana ?? apa ramuan cinta biar gasuka bengongin masyoongi trus fokus sama namjun lagi apa gimana ?? ((eeh?))

    kleri pengsan… si kecil betel disalahsalahin mulu(uluulu sini nak peluk nuna).. trus rigel ga pokus… akankah episode depan orion meledak trus kepisahpisah ???

    gasabar bangetbangetbanget thor sama kelanjutannya… huhuhu XI

    btw fighting ya mba ipyjung sama rizuki buat usaha menggapai toganya… mwah :*

    Like

  2. Sumpah demi apahh.. Aku gagal pahammm..

    Bellatrix keracunan kahhh??? Shira pelakunya tohh???

    Terus Arcturnus belum mati kann??? Plisss jangan mati dulu yaaaa..

    Gak sabar baca kelanjutannya… Aku tunggu ya kak.. ^^

    Like

  3. Hey hey kalian tidak boleh bertengkar astagaaaaa, aku bingung dengan semua inniiiiiii ㅠㅠ
    Aku gak tau harus dukung konstelasi mana. Maybe Carina, tapi ugh. Ini membingungkannnnㅠㅠ
    Rigel, plis jangan terbawa emosi. Kasian betelgeuse. Aduh taetae ku terlalu banyak disakiti. Puk puk taetae. Ah, kuharap semuanya akan baikbaik saja ㅠㅠ

    Like

  4. akhirnya update jugaaa :’
    tapi kenapa tetiba banyak yang mati begini? 😥

    please itu tae nya idupin lagi/hehe becanda kak

    seperti biasa aku selalu kagum sama cara penulisan kakak
    ditunggu next Chap nya 🙂

    Like

  5. Sayaang-sayaaaangkuuuu… akhirnya yhaa setelah empat bulan berlalu ku menanti, kurang lima bulan lg lahiran nih…

    Yaomo belatrix ini sekarat-idup-sekarat, lalu nanti janjangan ramuannya bikin kleri amnesia trus dipisahkan dr kembarannya yang terhilang /mih plis, itu sinetron india/

    Dan itu min yoonra plis yoonra otakmu kelainan apa gimana kok berani2nya bikin masyub kegores gitu kan yha nanti cakepnya ilang gimana dong aku gatega kamu jahat min yoonra, sungguh kejamnya dirimuu.. (lalu yunra mencak2: aku hampir dibunuh kakak sendiri woy, mikir woy mikir! /siluatjuliet ditinju/)

    Btw, maacih yha mbakekes yg udh bantuin mba yunra, moga2 tiada modus diantara kita karena mbayunra tomboy2 ga demen cewe. /KESI JUGA KAGAK KALI WOY/

    DAN KAMU MAS NJUN, IYA KAMU. TEGA BANGET GAPLOK2 TEHYUNG, NTR DIA POTEK TRUS MINGGAT BARUTAU RASA KAMU. LO – DIA – END! /apaseh mi/

    Yaokeh fix kleri-manjun shipper nari hula-hula disini yakali kungakak masa isi kepalanya kleri penuh sama senyumnya manjun yg kampring begitu HUAHAHHAHAAA /dikeplak juki/

    ANYWAY, MAKASYEH UDAH COMEBACK-IN TCOMNYA YHA SAYANG2KU. Semoga tiada pehape dan disband diantara kita seperti yg papa waiji lakukan /brb baper/

    Like

    1. HUAAAAAAAAAAKKKKKK ITU APA APAAN PERTARUNGAN MIN SIBLING DIINTRUPSI BEGITUUUUU. KU MAU LIHAT MAZ YOONGI BERANI SAMPE SEJAUH MANA PADAHAAAAAAAAL.

      Btw mbak kesie diem-diem ternyata peduli juga sama yang lain ya. kuterharu *-* /? Terus itu maz yungi apa kabar ituuuu???

      TERUS ITU KIM NAYON BENERAN POLOS APA PURA PURA POLOS SIIIH. DI SPOILER KEMARIN DIA ADA NGOBROL SAMA JIN TENTANG MENARUH SESUATU DI RAMUAN/? TAPI KOK DI SINI DUA DUANYA SAMA SAMA NGGAK TAU?!?!? DUUUUUHHH BELLATRIX KESAYANGANKUUH KESIHAAAAAAN.

      TERUS TBCNYA…. KOK RIGEL GITU SIH. BILANGNYA IQNYA LOMPAT. TAPI MAIN NYALAHIN TEHYINGKU EGITU SAJAAAAA. KU TAK RELAAAAA. UDAH TEHYONG PERGI JHA DARI ORION TERUS NIKAH SAMA AKU/? /y

      NEXTNYA JANGAN LAMA LAMA KAKAK. KU SAMPE TULANGAN NUNGGUNYA *-*

      Like

  6. WAAA IGE MWOYA TBC NYA GA SERU TUH ITU ITU GANTUNG SANGAT KENAPA DISANA TBC ASZDCHKLSKAFGS

    Ampun dah tadi sampe lompat2 kesenengan pas dpt notif, tanpa pikir panjang langsung cus ke blog dan baca… And sempet buka2 chp sebelumnya karena udh agak lupa /hiks/ WAH AKU KANGEN FF INI ㅠㅠㅠㅠㅠ

    Cassie kasian itu kak.. Spt yg kubilang sebelumnya, kembarannya sibuk pacaran dan dia malah stres wkwk.. Sabar ae ya cass /plak
    Waw ga nyangka yoon sib bakal kena pertarungan ampe luka2 gt /.\ Tak kira yg nolong si alpha eh taunya mba cass… Dan terus… ITU ARCTURUS GIMANA?! MASI IDUP KAGAK??? TAPI DIA HARUS MATI SIH /PFFT/
    Wah wah jadi ini toh konfliknya orion? Wah namjun, jangan bawa masalah cinta ke urusan konstelasi dong… Kayak anak ABG puber aja -_-
    BUT, CLAIRE GA BAKAL MATI KAN? DIA KENAPA?! HUWEE MASAK IYA BELLATRIX SEKARATNYA SAMPE DUA KALI HUHU ㅠㅠㅠㅠ

    Oke itu endingnya GANTUNG SEKALI YA KAKAK2… Butuh kenlanjutan ini… Ah kangenku kebayar sama ending-yg-bikin-kepo abizzz… So cool.. Argh ini boong kan 10 chp-nya kak ipy? Di a/n katanya lagi 2/3 tuh wkwkwk
    Fix ditunggu kelanjutannya tcom kak….. Anyway, yg ini agak pendekan ya? But, its okay its love ((balik lagi style dulu /plak)) selama dilanjut aku ttp sayang dan tunggu ini ff ㅠㅠㅠㅠ
    Mangatse nulisnya kak ipy-kak riris!! ^^)99

    Like

  7. “Astaga aku mual, Berengsek!”
    Ngekek, claire curhat, wakakak trus, cassie gk pokus buat musuh, malah sibuk dengerin curhatan claire,

    -ketika ia yang seharusnya menelisik bunga Edelweis malah mendapati bayang wajah raja Orion di mana-mana.— kehebatan namjuun wakakak udah kek stiker cassie, dimana2

    Paling favorit tuh pertarungan kakak beradik, anjir greget aacck jebal, kak yoon masih aja bikin jatuh cinta padahal jahat gitu, /.\
    Terus pengen tepuk tangan saat ada mba kes nolongin Yoonra, meskipun pada dasarnya, ada udang dibalik gandum, cakep igh, aackk,

    –Jeon Jungkook menutup kelopak matanya selagi meraup oksigen banyak-banyak.—rasanya pengen tak keplak kamu kook, kok ya bisa2nya bikin imajinku ke kamu ambyaarr, menggoda njir.

    Bhay mba mas shira dan sirius, gk tau masih kesel dua kakak adik ini, (echa gk liat)

    PLIS MANJUN, GELI BAYANGIN MUKA FRUSTASI LU JUUUN,, XD

    “MATI SAJA KAU, BETELGEUSE!!!”
    Sraaaak! << MBAKESSS, ADEKNYA MBA KESS, XD

    “Jadi kau menyalahkanku untuk hal ini, begitu?Terus saja perlakukan aku seperti ini, Rigel.Aku hanya ingin tahu apa jadinya dirimu dan Orion tanpa aku dan juga Bellatrix.”
    .
    Oke fix, ini bikin gue kesel ama namjun, bhay (peluk tae)..

    ACK AKHIRNYA KEMBALIIIIIIIIIII… FIGHTING AUTHOR-NIM, SEMANGAT CHAPT 10 NYA AACCKKK MWAH MWAH MWAH ❤ ❤

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s