[BTS FF Freelance] I Knew Your Were Trouble – (Chapter 3)

img-08-04-05-32-57

I Knew You Were Trouble

Chapter 3

I Knew You Were Trouble by @siken11 || Genre : Romance, School, Comedy || Rating : PG – 15 || Lenght : Chapter || Main cast : Jeon Jeongkook – Lee Aera || Other Cast : Kim Yugyeom – Min Yoongi – Kim Taehyung – ParkJimin – Lee Chan and Other || Credit Poster : by author || Disclaimer @ BTS GOT7 SEVENTEEN JeonJungkook KimYugyeom MinYoongi KimTaehyung ParkJimin KimMingyu

~

#Tidak akan ada yang bisa menghapus masa lalu, Namun biarkan duka lama tergantikan dengan cinta baru#

~

Semua tokoh di ff ini milik Tuhan dan karakter fiktifnya adalah khayalan author semata. Dan maaf jika ada kesamaan tokoh. Cerita ini murni milik author

Setelah kejadian kemarin jungkook semakin uring-uringan, suga tahu apa yang menyebabkan jungkook uring-uringan akhir-akhir ini. Siapa lagi jika bukan gadis bernama Lee Aera.

“Jim sepertinya telingaku sedang bermasalah” taehyung berkata seraya menarik-narik telinganya, setelah mendengar perkataan suga. Mereka berempat tengah berada di atap sekolah.

“Hey jeon jungkook! Are you crazy? Jadi yang dikatakan suga benar?” tambah jimin yang masih tidak percaya.

“Sepertinya jungkook mendapat pukulan keras dikepalanya kemarin” pernyataan taehyung langsung mendapat tatapan tajam jugnkook.

“Sebenarnya kalian kenapa! Apa yang salah?” jungkook mulai merasa geram.

“Tidak ada apa-apa” dengan cengiran khas, taehyung berusaha meredakan amarah jungkook.

“Kalian tahu jika aku tidak benar-benar serius, mengenai menjalin hubungan” jawab jungkook seraya mengangkat bahunya acuh.

“Lebih baik kau hentikan jung, sudah banyak gadis yang kau jadikan boneka mainanmu. Jika suatu saat kau benar-benar jatuh cinta dengan lee aera, kau akan menyesal” ucap suga memperingati jungkook.

“Yang dikatakan suga benar. Hukum karma itu berlaku dimanapun dan kapanpun. Ingat jungkook!” tambah jimin menyetujui perkataan suga.

“Aku tidak peduli. Gadis itu berani melawanku akan aku pastikan ia benar-benar dibawah kendaliku” sementara yang lain yang mendengar perkataan jungkook hanya bisa menggelengkan kepala.

###

Sementara aera didalam kelas sangat bersyukur jika jungkook membolos hari ini, aera masih belum bisa bertemu dengan jungkook mengingat kejadian kemarin. Aera bahkan menangis seharian setelah sampai dirumah dan membuat dino kebingungan.

Bagaimana bisa laki-laki menyebalkan itu mencuri ciuman pertamanya. Dan bahkan pergi meninggalkan aera begitu saja tanpa meminta maaf. Benar-benar laki-laki brengsek, umpat aera dalam hati pada jungkook.

Mari yang melihat aera uring-uringan, segera mendekati aera. Gadis itu tahu jika temannya tengah dalam masalah. Ia tidak tahu pasti mengenai hubungan gadis itu dengan pemilik sekolah ini. Dan ia putuskan ia akan bertanya.

“aera apa kau baik-baik saja?” tanya mari setelah duduk menghadap aera.

“Aku sangat buruk sekarang” dengan lesu aera menatap mari.

Mari sedikit prihatin melihat aera. “Sebenarnya apa yang terjadi, bagaimana kau bisa kenal dan bahkan menjalin hubungan dengan seorang jeon jungkook!”

“Aku juga tidak mengerti! Ceritanya sangat panjang. Tapi yang pasti kebenaran yang sesungguhnya aku membencinya mari!” pernyataan aera sontak saja membuat mari semakin bingung.

Tiba-tiba dua orang siswi dikelas aera yang merupakan penggemar jungkook mendekat kearah mereka. Kemudian salah satu dari mereka menarik lengan aera kasar.

“Arrgghh sakit” teriak aera.

“Apa yang kalian lakukan?” teriak mari pada dua gadis itu.

“Dengar! Aku tidak percaya dengan hubungan palsumu dengan jungkook! Mana mungkin jungkook menyukai gadis biasa sepertimu!” ucap gadis yang memegang tangan aera.

“Aku…” belum sempat aera menyelesaikan ucapannya. Gadis itu memotong ucapan aera “Diam! Aku tidak butuh penjelasanmu!”

“Yang diucapkan haeji benar! Mana mungkin jungkook menyukaimu!” tambah gadis beramput sebahu.

“Kau benar kyura! Dengar baik-baik aera, tak akan aku biarkan hal ini terjadi!”

“Tapi ini..” aera tidak melanjutkan kata-katanya, dan memilih memejamkan mata setelah melihat gadis bernama haeji itu akan melayangkan tamparan pada pipinya.

Namun aera tidak merasakan apapun, karena terheran, akhirnya aera mencoba membuka matanya sedikit. Dan betapa terkejutnya aera melihat tangan jungkook tengah menahan tangan haeji yang akan menampar aera.

“Jung-jungkook” ucap haeji terbata.

“Aku peringatkan! Jangan pernah coba-coba menyentuh aera. Jika kalian macam-macam dengan aera. Itu artinya kalian akan berurusan denganku” meski suara jungkook pelan, namun sarat akan ancaman dan penuh penekanan disetiap kata.

“Aku tidak percaya! Apa yang lebih dari gadis murahan ini” jungkook yang mendengar pernyataan haeji geram dan mengencangkan genggamannya pada tangan haeji.

“Arrggghhh”

“Lepaskan tanganmu jungkook! Kau menyakiti haeji” kyura semakin ketakutan karena jungkook tak kunjung melepaskan tangannya.

Aera yang melihatnya langsung menghampiri jungkook dan berusaha melepaskan genggaman tangan jungkook pada haeji. “Lepaskan jungkook! Lepaskan kumohon kau menyakiti haeji”

Mendengar permohonan aera, dengan kasar jungkook memhempaskan tangan haeji dan berjalan keluar kelas, aera segera mengikuti jungkook. Gadis itu takut jika jungkook melakukan hal buruk disaat ia marah.

Sementara ditempat lain ada sepasang mata yang menyaksikan kejadian barusan dan tersenyum miris.

###

Terlihat dua orang siswa laki-laki berada dilapangan tengah bermain basket. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah mingyu dan yugyeom. Hingga akhirnya mereka kelelahan dan beristirahat dikursi penonton.

“Sebenarnya apa yang kau rencanakan?” yugyeom menoleh kepada mingyu setelah meneguk minumannya.

“Tidak ada” dengan acuh yugyeom mengalihkan pandangannya menatap lapangan basket.

“Aku masih belum sepenuhnya mengerti dirimu” jujur mingyu seraya menggelengkan kepalanya sendiri.

“Aku tidak memiliki rencana apapun untuk sekarang tapi aku tidak tahu nanti atau besok” yugyeom tersenyum miris.

Mingyu hanya bisa menghela nafas beratnya. “Apa tidak lebih baik kita atau lebih tepatnya kau, tidak lagi berurusan dengan jungkook”

Namun yugyeom hanya tersenyum miring mendengar perkataan mingyu.

###

Aera mencoba mencari jungkook, gadis itu kehilangan jejaknya tadi. Namun dari arah berlawanan yugyeom tengah berjalan kearah aera. Namun aera tidak memperhatikan yugyeom karena sibuk mencari jungkook. Hingga akhirnya yugyeom menghentikan langkah aera dengan menahan pergelangan tangan aera.

“Hey!” sapa yugyeom pada aera. Namun aera hanya mengkerutkan dahinya.

“Kau lupa padaku” sedetik kemudian aera membulatkan kedua matanya.

“Kau tidak apa-apa?” mendengar pertanyaan aera yugyeom tersenyum geli.

“Kau bisa lihat sendiri. meski masih ada bekas luka diwajah tampanku hahaha” aera ikut tertawa.

“Jadi. Siapa namamu? Aku kim yugyeom” yugyeom mengulurkan tangannya pada aera.

Aera menyambut uluran tangan yugyeom dengan hangat “Aku lee aera”

Namun tak berselang lama pegangan tangan aera pada yugyeom terlepas secara paksa. Aera terkejut ketika melihat jungkook tengah menatap tajam padanya dengan masih menggenggam tanganya erat.

“Apa yang kau lakukan!” jungkook segera menarik aera menjauh dari yugyeom. Sedangkan yungyeom tersenyum meremehkan tindakan jungkook.

“Jungkook apa yang kau lakukan?” aera berusaha melepaskan cengkeraman tangan jungkook.

“Kuperingatkan kau! jangan coba-coba menyentuhnya! Atau kau akan habis ditanganku!” ancam jungkook pada yugyeom.

“Kenapa kau mengancamnya? Seharusnya kau meminta maaf karena telah memukulnya” aera semakin geram melihat tingkah jungkook.

“Diam aera! Atau aku akan benar-benar memukulnya” kemudian jungkook menarik aera menjauh dari yugyeom.

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s