[BTS FF Freelance] You Save My Life – (Chapter 3)

cats2-1

Title : You Save My Life (Chapter 3)

Author : Zieangel

Genre : Sad, Romance, Comedy, Friendship

Rating : PG-15

Length : Chapter

Main Cast :

-Hwang Nana (OC)

-Kwon Ri In

-Kim Taehyung

-Kim Namjoon

-Min Yoon Gi

-Jung Hoseok

-Jeon Jungkook

-Kim Seokjin

-Park Jimin

Author POV

“Taehyung-ah, kenapa kau melihat dia seperti itu?”

Nana mengernyitkan dahinya. Ia bingung dengan apa yang ada di pikiran lelaki bernama Taehyung itu.

aku tidak mengerti mengapa dia menatapku seperti itu? Apa dia tidak menyukai kehadiranku? Atau dia sedang dalam mood tidak baik?” batin Nana.

Sebenarnya Nana bukan lah gadis yang begitu update dengan dunia hiburan Korea, dia memang tahu artis-artis muda yang sedang naik daun tapi dia tidak mengikuti perkembangan si artis itu. Tiba-tiba Namjoon berdiri dan menghampiri Nana dan Ri In.

“selamat datang, kalian baru pertama kalinya datang kesini?” tanya Namjoon sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang manis.

“ah iya tentu saja, kita juga baru bertemu, bukan? Haha” jawab Ri In

“umm aku Kim Namjoon” ujar Namjoon sambil membungkukan badan, Nana dan Ri In pun membalasnya.

“hey, mengapa kalian diam saja? Kita kedatangan tamu, beri sambutan kepada mereka berdua” protes Namjoon kepada member BTS lain. Mereka pun datang menghampiri Nana dan Ri In dengan penuh senyum, tapi tidak untuk Taehyung. Dia hanya menampakkan senyum tipis di wajahnya. Mereka pun berkenalan.

“senang bertemu denganmu Ri In noona dan Nana noona” kata Hoseok seraya tersenyum.

Nana pun membalasnya dengan tertawa.

“hey, tidak usah memanggilku noona, justru aku yang seharusnya memanggil kalian oppa” ujar Nana

“be-benarkah usiamu lebih muda dari kami?” tanya Seokjin penasaran.

Nana membalas pertanyaan Seokjin dengan anggukan

“betul, jadi panggil saja aku Nana” ujar Nana dengan menampilkan senyumnya

Taehyung POV

Nana? Harus kah aku menuruti apa kata anak kecil itu? Mengapa di umurnya yang 19 tahun itu bekerja seperti ini? bukan kah dia seharusnya sibuk dengan pendidikannya?

“kenapa kau memilih bekerja? Apa kau tidak peduli dengan sekolahmu? Atau kau tidak bersekolah?” tanyaku

“aku kuliah” jawabnya sambil tersenyum paadaku

“wow bagaimana bisa? Apa kau tidak lelah? Apa kau sudah tau kalau kau akan tinggal di dorm kami nanti?” tanya Yoongi

Aku membuka lebar mataku. Hey, kenapa dia tidak lanjutkan saja sekolahnya, lagipula kami sudah ada manager untuk apa kami membutuhkan dia? Apa dia akan membantu mengatur kami? Memangnya dia ini siapa. Aish…

“aku keluar dulu  sebentar, aku ingin membeli susu hangat” kataku seraya mengambil mantelku. Aku akan tambah bosan jika terus-terusan disini.

Tiba-tiba Jungkook berjalan menghampiriku

“aku juga ingin hyung,, tolong belikan satu untukku”

“kau beli saja sendiri atau mana uangmu?”

Jungkook mengambil tasnya dan merogoh dompetnya. Ia mengambil uang dan memberikannya padaku, akupun mengambil uang itu.

“baik akan ku belikan untukmu. Nana, Ri In aku pergi dulu” pamitku

Mereka hanya mengangguk dan tersenyum ke arahku.

Nana POV

Aku melihat langkah kaki Taehyung perlahan mulai menghilang. Kenapa aku masih terus memikirkan dia? Apa aku aneh? Aku bisa membaca dari raut wajahnya, sepertinya dia tidak nyaman dengan kehadiranku. Apalagi saat dia tahu bahwa aku akan tinggal di dorm mereka selama aku menjadi asisten pribadi mereka, yah bisa dibilang juga aku asisten manager mereka. Entah sampai kapan aku menjadi asisten mereka, semoga saja yang lainnya nyaman dengan kehadiranku.

“Nana, apa kau sudah makan?” tanya Jimin membangunkan lamunanku

“ah iya aku sudah makan, apa kau ingin makan?”

Ia tersenyum sambil menggaruk kepalanya

“aku ingin makan tapi hanya berdua bersamamu. Haha”

Hey dia berani menggoda rupanya. Aku tersenyum, pipiku mulai memerah. Astaga, ku akui pria bertubuh mungil itu sangat lucu, senyumnya pun manis. Menurutku Yoongi juga manis, tapi kenapa Jimin lebih manis? Sikapnya pun sangat  sopan. Ah sudahlah Nana…

“Jimin-ah sejak kapan kau berani menggoda wanita? Jangan-jangan kau juga berani menggoda member girlgrup lain” ledek Namjoon.

“hyung, tidak usah meledekku seperti itu kau seharusnya bersyukur aku masih normal”

“biasanya kau selalu menggoda aku hyung, syukurlah kau akhirnya kembali normal” lagi-lagi Jungkook meledek Jimin

“oy, bukan kah senang kau aku godai, eoh? Haha” jawab Jimin merangkul leher Jungkook. Sepertinya mereka senang sekali bercanda. Aku dan Ri In pun tertawa dan semua yang ada disini pun ikut trtawa. Tingkah mereka benar-benar lucu dan menghibur. Aku tidak menyadari bahwa usia mereka lebih tua dariku tapi kenapa tingkah lakunya sseperti anak SMP? Tapi itu tidak masalah bagiku, aku sangat senang ternyata mereka juga pandai menghibur.

Jimin POV

Aku melihat Nana tersenyum saat aku menggodanya. Kenapa detak jantungku sangat cepat saat aku pertama kali melihat dia? Jujur saja aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya, tapi jika Nana adalah cinta pertamaku, aku bersumpah akan menjaga dia jika suatu saat nanti aku bisa memilikinya. Aku tidak ingin terburu-buru untuk menyatakan cinta, aku ingin mengenal sosok Nana lebih dekat. Kenapa aku merasa bahwa Nana adalah gadis yang sempurna? Mengapa aku merasa bahwa Nana juga gadis yang sopan, manis, dan murah senyum. Apa aku mulai tertarik padanya?

Aku menatap lekat wajah Nana, aku tersenyum. Ternyata wajah Nana cantik melebihi member girlgrup. Ah apa yang kau bicarakan, Jimin?

“oh iya, aku pamit pulang dulu yah. Nana, jaga mereka yah kau punya tanggung jawab besar sekarang, haha” pamit Ri In

“tenang saja, akan ku usahakan itu semua” jawab Nana sambil tersenyum

“sudahlah semuanya akan baik-baik saja” ujar Yoongi hyung

“baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa semua”

“sampai jumpa” jawab kami. Aku melambaikan tanganku kearah Ri In.

Nana POV

Kami semua pun masuk ke dalam mobil van. Mobil van itu akan membawaku ke dorm mereka. Aku tahu ini tidak mudah bagiku untuk mengurus  8 namja, BTS dan managernya. Aku tidak cukup rishi saat bersama mereka karena aku yakin mereka pun akan menjagaku juga.

“Nana, maafkan kami ini sempit sekali membuat dudukmu tidak nyaman” ucap Seokjin padaku. Ah memang kami duduk berdempetan sehingga aku agak susah untuk bergerak

“ah tidak apa-apa, ini tidak masalah bagiku” jawabku

“Nana, kau beristirahat saja. Sepertinya kau sudah ngantuk” ujar Hoseok sambil menatap wajahku

Memang aku lelah sekali hari ini, entah kenapa tak biasanya aku kelelahan seperti ini. akupun perlahan menutup mataku dan mencoba untuk tidur. Tapi aku merasa ada tangan yang mengelus pipiku. Aku membuka mataku perlahan untuk melihat tangan siapa itu. Aku membuka mataku sedikit, aku bisa melihat jelas tangan itu.

“Taehyung oppa?”

-TBC-

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s