[BTS FF Freelance] 사랑해 – (Oneshot)

picsart_11-06-09-10-14

Title : Saranghae

Author : ss

Genre : Marriage life

Rating : PG-16

Length : oneshoot

Cast : Min Yoongi, Jung Eunji

Disclaimer :

 Cast belong to God. Cerita ini murni buatan Author, jika ada kesamaan cerita itu hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan sama sekali.

Namaku Jung Eunji, aku adalah seorang dokter spesialis bedah saraf di rumah sakit Seoul. usiaku 25 tahun dan aku sudah menikah. Ya, aku sudah menikah.

Aku menikah dengan seorang pria yang menjadi pujaan hati para wanita di luar sana. Tentu saja, aku menikah dengan seorang idol yang sangat terkenal, Min Yoongi. Seorang rapper yang terkenal dengan bakat rapnya yang hebat, juga parasnya yang tampan. Kami bertemu pertama kali ketika ia di larikan ke rumah sakit tempat ku bekerja, kami bertemu saat Yoongi bersimbah darah.

Dia pernah mengalami kecelakaan mobil dan mengakibatkan luka parah di bagian otaknya. Waktu itu, dia menjadi pasienku. Siang dan malam aku selalu mengecek keadaannya, sampai akhirnya ia terbangun dan melihatku dengan tatapan tajam irisnya yang gelap.

Aku masih mengingat sederet kalimat pertama kali yang ia katakan padaku. ‘Aku masih hidup ?’ dia bertanya dengan suara beratnya yang entah kenapa membuatku tersenyum saat itu.  Lalu semuanya berjalan sampai dengan saat ini, aku menjadi istri dari seorang Min Yoongi. Pernikahan kami sudah berjalan 10 bulan.

Saat aku dalam perjalanan menuju ruanganku, aku tidak sengaja melihat siaran TV lobi, di sana ada wajah yang sangat ku kenal. Tentu saja, wajah suamiku Min Yoongi.

‘Menurut gosip yang beredar, Rapper terkenal Min Yoongi memiliki hubungan khusus dengan aktris Kim Seo Ra. Di ketahui saat itu Min Yoongi memasuki mobil bersama aktris kelahiran 1994 itu di daerah Distrik Gangnam setelah keluar dari sebuah Club. Namun dari kedua pihak agensi sampai saat ini belum memberikan konfirmasi  terkait skandal tersebut..’

Aku merasa langit telah runtuh tepat di atasku, berita macam apa itu ? tega sekali mreka membuat bahan gosip seperti itu. Memang, publik tidak mengetahui kalau Yoongi dan aku sudah menikah. Yang mengetahui pernikahan kami hanyalah keluarga dan teman terdekat, agensi Yoongi juga sudah mengetahuinya namun mereka setuju jika pernikahan ini tidak sampai jadi santapan publik, dengan alasan menghargai kehidupan pribadi artisnya.

Aku meraih ponsel di sakuku, melihat kontak yang tertera nama Yoongi di sana. Aku ingin sekali menghubunginya, menanyakannya apakah berita itu benar ? tapi aku takut, ah tidak bukan takut. Aku canggung, ya aku canggung karena sikapnya. Dia orang yang tidak banyak bicara, bahkan terkesan dingin.

Aku mengurungkan niatku dan kembali memasukkan ponselku ke saku. Aku berencana membahasnya nanti saja saat makan malam, jika dia pulang ke rumah.

~

Malam itu aku menunggunya, aku melihat jam dinding di ruang tamu kami. Pukul 12 malam dan dia belum pulang. Memang ia jarang pulang, karena jadwal yang padat, aku faham. Tapi kali ini situasinya berbeda, aku ingin berbicara empat mata dengannya dan dia tidak pulang. Hal ini dulu pernah terjadi, tepatnya 4 bulan yang lalu, ia di beritakan kencan dengan seorang penyanyi. Namun Yoongi mengatakan padaku kalau aku tidak harus percaya pada gosip murahan itu. Dia menyuruhku untuk percaya padanya. Tentu saja aku percaya, tanpa di minta aku akan selalu mempercayainya, karena aku mencintainya.

Lalu perlahan gosip-gosip murahan itu mulai tertelan waktu, meskipun begitu aku terkadang khawatir. Aku takut kehilangannya, aku takut ia akan meninggalkanku, aku takut hatinya sudah bukan lagi untukku. Pertama kali Yoongi mengatakan kalau dia mencintaiku ketika kami di altar gereja, tepat waktu pernikahan ia mengatakannya. Setelah itu, dia jarang sekali mengatakannya.

Malam semakin larut, sudah menunjukkan 2 malam dan aku masih menunggunya. Rasa kantuk ini semakin menyerangku, di tambah besok aku harus bertugas pukul 8 pagi. Dan malam itu aku menyerah, aku tertidur di sofa.

~

Kriiiingg…

Suara khas alarmku berbunyi, ini berarti aku ada di kamarku, padahal semalam tadi aku tertidur di sofa. Aku lalu bangkit, aku melihat Yoongi tidur di sampingku, wajahnya terlihat lelah, aku menyentuh pipinya yang pucat dan dingin itu.

“Kau pasti sangat lelah.” Sejenak aku lupa tentang berita tentang Yoongi. Melihatnya di sampingku saja aku sudah bahagia.

Aku lalu menyiapkan sarapan dan air hangat untuk Yoongi. Saat aku menata makanan di meja makan, aku melihatnya sudah rapi dengan kemeja putih dan dasi hitamnya yang membuatnya terlihat kharismatik sekali.

Ia lalu langsung duduk di tempat biasanya ia duduk, sedangkan aku duduk di depannya. Tidak ada percakapan apapun di antara kami, hening. Ini biasa terjadi, namun aku tetap tidak terbiasa dengan keheningan di antara kami. Bahkan sekedar mengucapkan selamat pagi pun kami tidak pernah.

Hanya ada suara dentingan sendok yang menghiasai, aku ingin sekali bertanya padanya tentang skandal yang menimpanya, aku ingin mendengar suaranya saat menenangkanku, aku ingin dia berkata ‘Tidak apa-apa, itu hanya gosip murahan, jangan mempecayainya, cukup percaya padaku.’ Aku ingin mendengarkannya, ingin sekali. Aku sadar, tampaknya hubungan kami terdengar menyedihkan sekali.

Prang !

Aku menaruh sendokku dengan sedikit kasar, aku bahkan  belum memakan apapun, aku tidak tahan lagi. Yoongi dengan wajah datarnya menatapku dan bertanya. “Kenapa ?” hanya itu. Apa ia tidak tahu berita tentang dirinya ? atau mungkin ia berfikir aku tidak tahu berita apa yang menimpanya karena aku sibuk di rumah sakit ?

“Yoongi-ya, aku ingin bertanya padamu.” Ucapku terlalu basa-basi. Perasaanku benar-benar tidak tenang. Namun aku melihatnya masih dengan tenangnya memakan sarapannya.

“Katakan.” Tambahnya simple.

“Apa berita itu benar ? kau berhubungan dengan seorang aktris bernama Kim Seo Ra ?” detik-detik berlalu, ia tidak menjawabku, ia sibuk dengan makanannya.

“Menurutmu ?”

Apa yang sedang ada di fikirannya ? bukan itu yang ingun ku dengar, sama sekali bukan. Ia lalu selesai dengan makanannya dan menatap tajam ke arahku. “Aku bertanya, bagaimana menurutmu hm ?”

Tanyanya balik, ia selalu menyerangku dengan perkatannya, dengan nada datarnya dan wajah dinginnya yang mampu melemahkan saraf-saraf otak, hebat sekali. “Jawab aku dulu. Aku yang bertanya lebih dulu.” Aku tida bisa menatapnya terlalu lama, aku hanya mengalihkan pandanganku ke makananku yang belum ku jamah sama sekali.

“Kau tidak mau menjawabku ?” tanyanya membuatku menatapnya dengan terheran. Pria macam apa yang menjadi suamiku ini ? apa dia tidak peduli dengan perasaannku ?

“Kalau kau tidak mau menjawab aku pergi dulu. Jangan menungguku seperti semalam.” Ia lalu bangkit dari tempat duduknya dan bersiap keluar.

“Bukan itu yang ingin ku dengar.” Kataku mengehentikan langkahnya, aku lalu mendekat ke arahnya, ia menatapku dengan wajah datarnya.

“Lalu ?” tanyanya membuatku tercabik. Lihat ? pria ini benar-benar hebat dalam memainkan detak jantung.

“Tidak bisakah kau tidak memperlakukanku seperti ini ?  kau anggap aku ini apa ? setiap hari, ah bukan, setiap detik yang aku lewati rasanya menyakitkan, kau tahu kenapa ? hubungan kita menyedihkan sekali, apa kau tidak merasakannya ? setiap kali aku menunggumu pulang, hasilnya selalu nihil, aku ingin berbicara denganmu, aku ingin berbagi kisah denganmu, kita tidak bisa seperti ini terus, apakah layak kalau hubungan kita yang seperti ini di bilang hubungan suami istri ? aku tidak bisa hanya menunggumu pulang lalu melihatmu pergi lagi, ini tidak adil Yoongi-ya.” Menyebalkan sekali, rasanya tidak kuat untuk mengatakan apa-apa lagi.

“Itu tidak benar, berita itu tidak benar. Kau, harus percaya padaku.” Ia mengatakan sesuatu yang ingin ku dengar sejak kemarin, namun aku tidak bisa menatap matanya, padanganku kabur karena airmata yang membendung dan siap membuat aliran ini.

Aku lalu merasakan tangannya mendorong tubuhku ke pelukannya, aku merasakan tangannya menyentuh rambutku bahkan membelainya.

“Kau tidak harus menyuruhku pecaya padamu, aku selalu dan akan selalu percaya padamu Yoongi-ya.” Ucapku dalam dekapannya.

“Kalau begitu kenapa kau tanyakan padaku ?” tanyanya dengan suara berat di telingaku.

“Aku hanya ingin mendengarmu menenangkanku, aku merindukanmu, aku takut kehilanganmu. Apa aku salah ?”

“Tidak, kau tidak salah. Jika nanti ada berita seperti itu lagi,kau hanya harus mengacuhkannya. Satu-satunya orang yang mengisi hatiku hanya kau Jung Eunji. Karena kita jarang bertemu, aku terkadang takut kau menemukan seroang pria yang lebih tampan dan lebih layak untukmu, bahkan meskipun aku sudah sangat tampan aku tetap saja takut.”

“Aish!” aku melepskan pelukannya, aku melihatnya yang tersenyum padaku. “Kau manis sekali, apa kau sadar tentang itu ?”

“Tentu saja,” katanya dengan percaya diri. Ia lalu menyentuh wajahku dengan kedua tangannya yang hangat.

“Eunji-ya, jangan marah padaku. Aku tidak ingin itu terjadi, aku pernah dengar dari ibuku, kalau perempuan sudah marah ia akan menyeramkan sekali, jadi jangan marah ya ? Aku mencintaimu.”

Ia lalu menciumku tepat di bagian bibirku dengan tiba-tiba. Dunia ini lucu sekali, aku kira aku akan mati dalam kecanggungan bersamanya, tapi ternyata aku bisa saja mati kehabisan nafas saat ia menciumku terlalu lama.

The end.

Advertisements

3 thoughts on “[BTS FF Freelance] 사랑해 – (Oneshot)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s