[Double Ficlet] Surprise Gift

for-rizuki

ficlet-mix special for Rizuki’s birthday

by Upin & Ipin

Staring:

BTS’s Namjoon, iKON’s Jinhwan x OC’s Jung Claire

AU!, Friendship, Marriage-Life | 2 ficlets | PG-15

Rules: don’t copy-paste our story!

***

[1]

Ketukan teratur di atas meja kayu menjadi nada pendamping kebosanan yang tengah mengukung Claire kini. Matanya berkeliaran sedari tadi, seolah mencari cara agar terbebas dari kencan menyebalkan yang diusulkan oleh sang karib: Kim Namjoon. Bayangkan saja, jenis kencan apa yang mereka lakukan di dalam perpustakaan pribadi milik seorang Kim Namjoon, huh? Ini bukan kencan, melainkan penyanderaan.

Ini sudah lebih dari dua jam dan Namjoon masih saja terfokus pada ribuan lembar kertas dengan tulisan-tulisan kecil di atasnya. Sungguh, melihatnya dari kejauhan saja Claire sudah mual, apalagi membaca rentetan kata itu selama dua jam penuh, bisa-bisa ia pingsan saat itu juga. Tetapi sang karib malah terlihat asyik dengan dunianya dan mengabaikan eksistensi Claire di sana; seakan sang gadis adalah makhluk tak kasatmata yang menjadi penjaganya.

“Kim Namjoon?”

Entah sudah berapa kali nama itu menguar dari bibir Claire, dan sebanyak itulah sang pemuda menyuruh si gadis untuk bungkam; menyebabkan kadar kekesalannya semakin bertambah hingga akhirnya tak bisa terbendung lagi.

“Oi, Namjoon! Sampai kapan kau akan menduakanku dengan buku tebalmu itu, huh?! Aku sudah menemanimu lebih dari dua jam, Sialan! Mau sampai kapan kau—”

“Sebentar lagi. Oke?” Tanpa mengalihkan pandangan dari bacaan, Namjoon berujar lirih. Sedangkan deru napas penuh rasa keputusasaan lekas melambung, meninggalkan jejak kekesalan yang terdengar jelas.

“Kalau begitu aku pulang.”

“O, oke. Hati-hati di jalan, ya.”

Claire bergeming. Ia mengerutkan kening guna mencerna kalimat yang menguar dari bibir Namjoon barusan. Dasar lelaki tak peka. Setelah menyeretnya ke sini dan menjadi peri penjaganya sejak dua jam yang lalu, sekarang Namjoon malah membiarkannya pulang begitu sana? O, apakah ada sesuatu yang bisa Claire gunakan untuk menggebuk kepala Kim Namjoon?

“Joon.”

“Hm?”

“Kau sudah bosan hidup, ya?”

Kalimat tersebut sukses membuat Namjoon melirik Claire yang telah berdiri. Tatap tajam ia arahkan pada si pemuda lantas satu tepukan keras mendarat di punggung Namjoon yang menyisakan teriakan melengking dari si pemuda.

“Dasar gila!”

“Kenapa memukulku?!” Namjoon syok. Meletakkan bukunya ke atas meja, ia lekas berdiri dan membalas tatap Claire dengan penuh kebingungan. “Apa salahku?”

“Apa salahku?” Mengulang pertanyaan Namjoon dengan nada kesal, Claire kini mendesis sebal. “Kau yang membawaku ke sini, Joon. Lalu kau membiarkanku kebosanan sedangkan kau sibuk dengan bacaanmu dan kau masih mempertanyakan apa salahmu? O, kurasa otak encermu itu telah membeku sekarang. Jadi, cepat selesaikan bacaanmu itu dan antarkan aku pulang!”

Claire masih memaku tatap tajam yang kiranya bisa memancarkan laser mematikan beberapa detik lagi. Tingkat kekesalannya benar-benar telah mencapai puncak. Jika bukan karena ia mengingat hubungan baik yang terjalin selama ini, mungkin Claire akan dengan senang hati mencekik pemuda itu hingga kehabisan napas. Tapi artinya ia akan membunuh satu-satunya sahabat yang ia miliki. O tidak. Ia masih belum sanggup menjadi seorang pembunuh, mungkin beberapa tahun lagi; ketika Namjoon benar-benar berubah menjadi sosok yang patut untuk ia musnahkan dari muka Bumi. Claire bersungguh-sungguh.

Di saat Claire mencoba meredam emosi yang hampir memecahkan salah satu syaraf yang ia miliki, gelak tawa menguar keras. Gadis Jung itu kini melongo; memperhatikan sahabatnya yang ia rasa telah berubah sinting kini.

“Kenapa malah tertawa, huh?” Claire berujar tegas, seolah ia tak menyukai tawa khas Namjoon yang sebenarnya bisa membawa kecanduan. “Aku tidak sedang bercanda, tahu!”

“Tapi kau lucu.”

“Sialan!”

“Ck, gadis seperti apa yang suka sekali mengumpat, huh? Terlebih di hadapan seorang lelaki.”

“Tapi aku tak pernah menganggapmu sebagai seorang lelaki. Jangan bermimpi.”

“Lantas aku ini apa? Hewan mamalia yang memiliki telinga panjang dan—“

“KIM NAMJOON!”

“Apa?”

“Sejak kapan kau jadi banyak omong seperti ini, huh? Sungguh menyebalkan!”

Tawa renyah itu kembali terdengar dan kini membuat Claire mendesah kuat-kuat. Sepertinya ia benar. Namjoon telah kehilangan akal sehatnya.

“Kalau kau benar-benar tak mau mengantarkanku pulang, maka aku bisa pulang sendiri.”

“Bukannya aku sudah mempersilakanmu pulang sejak tadi?”

“Joon!”

“Ada apa lagi, Jung Claire?” Namjoon tersenyum. Senyuman yang membuat Claire ingin menggebuknya hingga tak sadarkan diri.

“Kau menyebalkan.”

“Hanya untuk hari ini saja.”

“Ya?”

Haha, kurasa sudah saatnya untuk kembali ke Namjoon yang biasanya. Aku sudah bertindak terlalu jauh.”

“Kau sudah gila, ya? Kau salah makan obat? Atau ini efek yang ditimbulkan dari buku sialan yang kau baca itu?”

Lagi-lagi Namjoon tergelak. Namun kali ini ia menarik pergelangan tangan Claire lantas menyeretnya menuju kamarnya.

“Jangan terkejut.”

Claire mengernyit. Pintu di hadapannya masih tertutup rapat sebelum sebuah tangan besar menekan kenop pintu lantas mendorongnya hingga terbuka lebar.

Happy birthday, Babe!”

Untuk kesekian kalinya, Claire bergeming. Matanya membola, bibirnya terbuka; seakan hendak mengeluarkan rentetan kata namun masih tersendat di tenggorokan.

“Kau suka?” Namjoon kini menarik tubuh sang gadis untuk memasuki kamar lantas mendudukkannya di atas kasur yang dipenuhi kelopak mawar pun balon-balon yang bergelantungan di langit-langit dan jangan lupakan banner besar bertuliskan ‘Happy Birthday, Jung Claire’ yang tergantung di dinding kamarnya.

Claire yang masih terlihat kebingungan membiarkan matanya menjelajahi ruangan. Ia sangat syok. Tak pernah sekali pun terbesit di benaknya jika ia akan mendapatkan kejutan yang benar-benar membuatnya tak mampu berkata-kata.

“Hei, kenapa diam saja, huh? Ke mana perginya Jung Claire yang cerewet dan galak tadi?” Namjoon mulai menggoda. Lalu meninggalkan Claire yang masih terdiam di atas kasur demi mengambil sebuah kue yang telah dihiasi lilin-lilin kecil di atasnya.

Menyalakan lilin dengan pematik yang ia miliki, Namjoon kembali memangkas jarak. Menyodorkan kue tersebut ke hadapan Claire sembari melemparkan senyuman manis.

“Dari pada bengong seperti itu, cepat tiup lilinnya sebelum mencair!”

Bukannya meniup lilin, Claire justru menengadahkan kepala lantas menatap Namjoons sendu. Matanya berkaca-kaca, membuat Namjoon kembali terkikik lantaran geli melihat ekspresi yang Claire tunjukkan kini.

“Jangan menangis, Bodoh!”

“Aku tidak menangis! Aku terharu. Siapa suruh mempersiapkan kejutan seperti ini, huh? Kau membuatku jadi cengeng!”

“Kau memang cengeng. Jadi, sebelum tangisanmu membuat kamarku kebanjiran, sebaiknya tiup dulu lilinnya, oke?”

Lantas Claire melempar senyuman.

Make a wish!”

Memejamkan matanya, Claire mengatupkan kedua tangan lantas mulai memanjatkan doa. Untuk beberapa saat, ruangan menjadi hening hingga kelopak mata si gadis kembali terbuka. Sekon berikutnya, Claire dengan semangat yang menggebu mulai meniup lilin hingga padam.

“Selamat ulang tahun, Jung Claire!” Lagi-lagi Namjoon berteriak.

Thanks. Ini adalah kejutan terburuk yang pernah kuterima, omong-omong.”

“Hei, yang benar saja! Kau tak tahu berapa lama waktu yang kuhabiskan untuk—“

“Aku hanya bercanda, Joon. Aku menyukainya. Terimakasih.”

Namjoon kini tersenyum. Terlihat sangat menenangkan hingga Claire ikut tertular senyumannya.

“Tapi ini belum berakhir.”

“Maksudmu?”

“Kau belum menerima hadiah yang paling spesial dariku.”

“Masih ada hadiah lainnya?”

“Tentu saja! Tunggu sebentar.” Namjoon lantas melesat ke sudut kamarnya; dekat meja belajar miliknya lantas mengeluarkan sebuah kotak berhiaskan pita berwarna hijau yang terlihat menenangkan. Kembali ke hadapan Claire, ia serahkan kotak tersebut lalu memintanya untuk membuka cepat-cepat.

Dahi Claire kembali mengkerut ketika mendapati sebuah benda bulat pipih berkilauan di dalam sana.

“Piringan CD?”

Namjoon mengangguk semangat. “Aku memberikanmu koleksi blue movie terbaru yang kudapatkan dengan susah payah. Limited edition. Kau bisa mencobanya bersama Jinhwan nanti. Bagaimana? Kau menyukainya, ‘kan?”

Butuh beberapa waktu sampai Claire menyadari hal apa yang tengah Namjoon bicarakan kini. Mendaratkan tangannya di pinggang si pemuda, kini sebuah cubitan kuat membuat Namjoon menjerit kesakitan.

“DASAR KIM NAMJOON MESUM! MATI SAJA KAU!”

[2]

Claire belum pernah merasa setegang ini.

Hubungan percintaan yang telah ia bangun bersama Jinhwan selama ini berakhir kandas. Bukan menyesalinya, Claire kini merasa sangat bahagia lantaran kandasnya hubungan mereka didasari oleh suatu ikatan baru yang keduanya ikrarkan beberapa jam yang lalu.

Pernikahan.

Balutan gaun putih panjang yang dipesannya dari beberapa bulan silam, masih melekat sempurna di tubuh Claire. Gadis singa yang mudah marah itu pun tampak anggun dengan memulas senyuman disepanjang resepsinya. Jinhwan yang berdiri di sebelahnya pun tampak sangat bahagia dan bangga menyanding gadis Jung tersebut.

Perasaan tegang bercampur bingung yang dirasakan oleh Claire adalah ketika semua prosesi pernikahannya telah usai. Menyisakan dirinya yang hanya berdua saja dengan Jinhwan. Terlebih ketika ia mengingat kado ulang tahun yang diberikan oleh Namjoon padanya beberapa hari yang lalu. Lelaki bodoh itu semakin memperumit perasaan Claire saat ini.

“Belum membersihkan diri, Claire?” suara lembut Jinhwan menyapa gendang telinganya yang justru membuatnya tersentak kaget. Mendapati sang gadis terkejut akibat ulahnya, Jinhwan pun mendekat ke arah Claire. “O, maafkan aku.”

“B-bukan salahmu, Kim. Jangan minta maaf.”

“Ada apa? Kau sakit? Atau kelelahan?”

Claire masih bergeming. Demi Tuhan, ini semua salah Kim Namjoon. Pikir Claire. Jika saja Namjoon tidak memberikan kado norak dan kurang ajar itu, mungkin Claire tidak akan merasa secemas ini sekarang.

“Claire―”

“Ti-tidak. Tidak apa-apa, Kim. Aku baik-baik saja.”

“Sungguh?”

Claire hanya mengangguk selagi menjauhi sosok Jinhwan. Ia tidak bisa berada dekat-dekat dengan lelaki yang kini telah berstatus sebagai suaminya itu. Alasan terkuat adalah Claire merasa belum siap. Ia belum siap jika harus memeragakan beberapa adegan dari CD yang diberikan oleh Namjoon padanya.

“Namjoon sialan!” umpatnya pelan.

“Kau berbicara sesuatu, Claire?”

O, jangan berbicara lagi, Kim Jinhwan. Aku bisa pingsan saat ini juga.

Claire enggan menyahuti selain suara hatinya yang meraung-raung meminta Jinhwan berhenti berbicara karena itu merusak kerja jantungnya. Berjalan pelan menuju kamar mandi, Claire kemudian berhenti usai jemari Jinhwan menangkap pergelangannya. Gadis itu terpaksa berbalik dengan membolakan matanya.

“A-ada apa?”

“Kau yang ada apa, Claire.” Jinhwan membalik ucapan gadisnya. “Sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu.”

Claire mendapati Jinhwan mengeluarkan sesuatu dari balik punggungnya, membuat gadis itu semakin membolakan mata lantaran sesuatu yang dipegang Jinhwan saat ini seharusnya tidak pernah diketahui oleh pemuda itu.

“Dari mana kau mendapatkannya, Kim?! Berikan padaku!”

“Justru aku yang ingin bertanya, kau mendapatkan CD ini darimana, Claire? Kau sudah tidak sabar rupanya?” Jinhwan terkikik selagi mengangkat tangannya tinggi-tinggi agar Claire tidak dapat menjangkau benda persegi panjang yang kini berada dalam genggamannya.

“Bukan seperti itu, Kim. Jangan berbicara sembarangan!”

“Lantas?”

“I-itu adalah hadiah ulang tahun dari Namjoon. Bukan aku yang membelinya sendiri.”

Jinhwan lantas tergelak. Ia sangat mengetahui bagaimana sifat karib gadisnya itu. Claire pun kerap bercerita bahwa ia merasa kesal akibat tingkah Namjoon. Jinhwan tidak mengira jika Namjoon akan sebaik ini memberi Claire pengetahuan tentang hal yang bahkan Claire sendiri masih takut untuk mempelajarinya.

Claire merasa kakinya diserang tremor beberapa saat setelah Jinhwan menatap dan mendekat ke arahnya. Gadis itu mendadak tidak tahu harus berbuat apa selain mundur hingga menubruk sesuatu yang keras di belakangnya. Mendapati sesuatu yang ditabrak adalah ranjang pengantin barunya, Claire tidak berdaya. Terlebih ketika Jinhwan mengunci tubuhnya dan mendaratkan sebuah kecupan lembut di keningnya, Claire rasa setelah ini seorang putri akan lahir di keluarga kecil mereka.

“Jadi, mari mencobanya dengan perlahan, Kim Claire.”

.

.

.

fin.

WAHAAAAA~ AKHIRNYAAAA KITA POST JUGA FANFIK INI~ Udah kelewat sih, gapapa ya mba~ SELAMAT ULANG TAHUN MBA RIZUKI/JUNG CLAIRE/JUJUK/KAKROS. Semoga sukses di masa depan yaaa ^^

– upin & ipin –

Advertisements

7 thoughts on “[Double Ficlet] Surprise Gift

  1. hyejung

    Annyeong haseyo,hyejung 97line imnida. Ffnya daebak thorr bikin senyum2 jingkrak2 sendiri.
    Ada unsur 17++nya bikin seru thor kkkk. Aku tunggu ff genre ini juga ya thor hehehe gomawoyo

    Like

  2. pertamatama mau ngakak dulu ya eca sama mba yaya…. 😂😂😂😂😂

    SYELAMAT ULANG TAHUN JUNG CLAIRE…. 🎂

    KIM NAMJOON SIALAN BANGET EMANG YAWLAAAAHH !!!!!! 😂😂😂 jagoan bgt mainin emosi anak gadis orang yakan… ga ngerti aku tuh kenapa mba kleri betah bgt sobetan sama dia yampun… kesel… tp sayang.. ((eeh??)) 🤐

    SELAMAT MENIKAH JINKLER !!!!! AKHIRNYA YA GAIIIISSS…. KALIAN RESMI JUGAK… DUH… 😄😄😄
    Tp semua kesan bahagia nan romantisnya rusak lagi garagara kim namjoon njiirrr… aku ga berenti ngekek sampe END…. welkamtudehel kleri…. abis dr namjoon skr jinan… wakakakak

    Echa sama mba yaya jjang !!! 🖒🖒🖒

    Like

  3. YAAMPUUUNNNNNNN NGGA PERCAYA INI KALIAN NULIS KAYA BEGINII YAAMPUN MONANGIISSSSSSSS………….. ㅠㅠ
    kenapa kudu mesum kenapa kudu blue movie anjir kimnamjoon kampraaaaayyyyy /lempar meja/

    DAN ITU JINCLAIRE UDA NIKAH……………………..ADSGSHDHJDJSKSJSKSKDKDKSKDKKSKSKFJS /tewas beneran/ mau menggelinding rasanya ngga kenal lg sm dua cowok kim sialaan ituu /.\
    udaah mau musnah aku masih syookk oke fine gegara blue movie aja jd gelundungan pen nabok knj.

    AAAAKKKK MAKASII UPINIPINCHUUUUUUU~ makasi uda sengaja bebegoan tetiba kasi beginiaaan makasii makasiiii ❤ sarangeeeeekkkkkkkkk upinipincchuuu ❤

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s