[Double Ficlet] Unexpected Plan

for-ivyjung

ficlet-mix special for IvyJung’s birthday
by Upin & Ipin

Starring:
BTS’ Seokjin, Taehyung x OC’s Cassie Kim

AU!, Family, Romance | 2 Ficlets | PG-15

Rules: Don’t copy-paste our story!

.

.

[2]

Bagi Cassie, ini adalah waktu terburuk sepanjang hari bersejarahnya.

Usai berdandan secantik mungkin dengan balutan mini dress tosca dan heels setinggi 5 cm berwarna putih mengkilap pun sebuah tas tangan mungil berwarna senada dengan dress miliknya telah berada di genggaman. Dengan penuh semangat, Cassie membiarkan tungkainya meniti perjalanan menuju restoran mewah; tempat dimana Taehyung menjanjikan sebuah kejutan kecil untuk ulang tahunnya hari ini.

Berbagai ekspektasi berkeliaran di pikirannya, membayangkan betapa manisnya sang adik lantaran mau bersusah payah mempersiapkan pesta ulang tahun untuknya. Biasanya, Taehyung takkan mau repot-repot seperti itu. Sepotong cake cokelat dengan sebuah lilin di atasnya sudah menjadi sesuatu yang terus-terusan diterima Cassie pada tanggal kelahirannya dari si adik, namun tampaknya akan ada yang berbeda kali ini dan Cassie benar-benar tak sabar untuk tiba di tempat yang telah dijanjikan.

Tak butuh waktu lama bagi Cassie untuk tiba di sana. Memasuki restoran dengan pandangan yang tak lepas dari berbagai hiasan yang sangat elegan pun kerlap-kerlip lampu yang membuatnya terpesona, gadis itu mengayunkan tungkainya begitu perlahan. Derap langkahnya terdengar menggema di ruangan yang terlihat hampir kosong itu—atau benar-benar kosong—lantaran ia tak menemukan satu manusia pun di antara banyaknya meja yang tertata.

O, jangan bilang Taehyung sengaja menyewa restoran ini untuk ulang tahunku! adalah apa yang tengah Cassie pikirkan kini. Tetapi, jika pun iya … dari mana pemuda itu mendapatkan begitu banyak uang untuk menyewa tempat semewah ini? Dan kemudian pikiran-pikiran aneh pun mulai menjelajahi ruang di dalam otak Cassie.

Tungkai jenjanganya mulai melangkah dengan ragu. Bahkan ketukan yang dihasilkan heels—yang sangat jarang digunakannya itu—membuat jantungnya berdetak tak karuan.

Ketika Cassie masih diterpa keraguan yang mendadak muncul, tiba-tiba ia merasakan kedatangan seseorang dari arah belakang. Derap langkahnya terdengar jelas. Lantas Cassie lekas berbalik dan matanya pun terbelalak; membuat kedua bola matanya terlihat hampir keluar dari sarangnya.

“Kim Seokjin?!”

Happy birthday, Cass!”

Dua jeritan yang berbeda nada itu menguar bersamaan. Cassie terlihat syok mendapati pemuda berambut merah muda itu berada di hadapannya, sedangkan pemuda itu terlihat bahagia mendapati Cassie datang dengan tampilan yang luar biasa cantiknya.

“Kenapa kau ada di sini?” Seakan waktu tengah mengejarnya kini, Cassie melayangkan pertanyaan secepat yang ia mampu. Bahkan tak banyak jeda meski ia terlihat sangat terkejut.

“Apakah kejutanku berhasil?” Seokjin melempar senyuman. “Kau sangat cantik, Cass! Happy birthday!” Pemuda itu kini maju selangkah lagi lantas menyodorkan cake cokelat berukuran besar dengan beberapa lilin yang menghiasinya.

“Di mana Taehyung?” Cassie benar-benar tak bisa meredam rasa kagetnya. Mengabaikan Seokjin dan cake yang berada di hadapannya, gadis itu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan demi menemukan eksistensi adiknya yang tak kunjung tampak. “Jangan bilang, kau ….”

“Hei, cepat tiup lilinnya sebelum tanganku patah.”

“Astaga … Kim Taehyung sialan!”

“Wow, kau masih bisa mengumpat di hari spesialmu ini?” Seokjin terkikik. Sejatinya ia tahu jika sang gadis benar-benar kesal lantaran menemukannya di sini, bukan adiknya. Well, kalau saja Taehyung tak memiliki ide gila ini, mungkin Seokjin tak pernah bisa merayakan ulang tahun Cassie lagi—mengingat mereka sempat renggang usai keduanya memilih untuk mengakhiri hubungan.

“Akan kubunuh dia kalau bertemu nanti!” Cassie menggeram. Tidak hanya terlihat syok, namun percikan amarah mulai melambung ke permukaan; membuat Seokjin mulai tertawa keras lantaran geli melihat ekspresi Cassie. Seburuk itukah kehadirannya kini?

“Kau benar-benar tidak mau meniup lilinnya?”

“Tiup saja sendiri! Aku mau pulang.” Lekas, Cassie berbalik. Tampaknya kekesalan telah memuncak dan tungkai pun mulai meninggalkan tempatnya berjejak.

Melihat Cassie hendak pergi, Seokjin cepat-cepat meletakkan cake ke atas meja lalu mengejar si gadis dan memegangi tangannya; membuat Cassie mau tak mau berpaling kembali dengan tatapan tajam yang sempat membuat Seokjin kehilangan nyali.

“Kau sungguh keterlaluan,” lirih Seokjin. “Apa salahnya membuat pesta kejutan di hari spesialmu inI, huh?”

“Salahnya kau telah membohongiku. Taehyung juga.”

“Jika tidak seperti ini maka aku takkan bisa merayakan ulang tahunmu.”

“Tapi bukan seperti ini caranya, Kim Seokjin.”

“Kau menghindariku. Kau bahkan sengaja tak membalas pesanku juga mengabaikan telepon dariku. Jangan berkilah lagi, aku tahu semuanya.”

“Kita sudah tak memiliki hubungan apa-apa, Jin.”

“Menjalin pertemanan juga tidak diperbolehkan?”

“Bukan seperti itu. Hanya saja, aku ….”

“Katakan saja kau belum bisa menerima situasi yang tengah kita hadapi kini.”

“Jin!”

“Aku hanya ingin membuatmu tertawa di hari bahagiamu. Salahkah?”

“Tapi kau justru membuat hari ini tampak buruk bagiku.”

“Tidak ada hari buruk kecuali kau yang menginginkannya. Aku hanya ingin merayakan ulang tahunmu, mengadakan kejutan kecil untukmu dan menikmati makan malam berdua denganmu. Hanya itu saja. Tapi kau bahkan enggan untuk melihatku. Kau jelas-jelas menghindariku. Kau membuatku terlihat buruk, seperti aku seorang pendosa besar yang tak seharusnya menampakkan diri di hadapamu.”

“Bukan … bukan seperti itu. Aku hanya, entahlah. Kautahu semuanya, Jin. Bukannya aku sudah memintamu untuk memberikan sedikit waktu untukku? Ini semua memang sulit untuk dijalani. Aku … ah sial, aku tak tahu kenapa aku menjadi seperti ini, tapi—“

Cassie mendadak bungkam. Bukan karena ia kehabisan kata-kata melainkan sesuatu yang lembut mengunci bibirnya kini. Seokjin menciumnya dan Cassie terkejut. Sentuhan lembut itu membuat Cassie sempat melupakan emosinya, membuatnya merasakan rindu yang tertahan selama ini.

Beberapa saat kemudian, Seokjin melepaskan kontak yang ia buat. Menatap Cassie yang masih terlihat kebingungan lantas membelai rambut sang gadis penuh kasih sayang.

“Aku mencintaimu. Masih mencintaimu.”

Cassie bergeming. Ia kehilangan akal sehat untuk mencerna kejadian yang baru saja terjadi. Ia membutuhkan beberapa waktu lagi agar kembali ke dirinya sendiri.

“Jadi … kembalilah padaku.”

Kalimat yang menguar dari bibir Seokjin itu membuat tubuh Cassie menegang. Ia terlihat semakin terguncang. Mencoba membawa kesadarannya kembali, gadis itu kini menatap Seokjin lekat-lekat seperti hendak mengatakan sesuatu yang masih tercekat di tenggorokan.

“Tidak perlu menjawabnya sekarang, kau masih bisa memikirkannya nanti.” Seokjin berujar lembut. “Happy birthday, Cassie. Aku mencintaimu,” bisiknya lembut.

Satu kecupan di kening menjadi akhir dari kisah mereka malam itu. O, jadi apakah Cassie masih berpikir jika ini adalah waktu terburuk di sepanjang hari bersejarahnya, atau justru ia merasa ini adalah kejutan terbesar yang tak pernah ia sangka-sangka? Entahlah, hanya Cassie yang mengetahui bagaimana perasaannya kini. Hanya Cassie yang mampu menjawab berbagai pertanyaan yang telah terlontarkan. Hanya Cassie yang bisa memperbaiki hubungan mereka.

Aku juga mencintaimu, Kim Seokjin.

.

.

[2]

Taehyung cemas.

Bagaimana tidak? Gadis singa yang kini tengah pergi untuk menemuinya pasti sudah tahu semua rencananya. Ia pasti sudah tahu bagaimana korelasi yang telah dibuat Taehyung dengan Seokjin yang berakhir dengan harus membohonginya. Taehyung rasa, setelah ini nyawanya akan terancam.

Taehyung masih berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Ia tahu, ide gilanya ini akan berdampak buruk padanya. Bahkan, hadiah yang ia siapkan untuk sang kakak tampaknya tidaklah cukup. Gadis itu pasti akan menendang tulang keringnya, atau paling parah Taehyung bisa mendekam di kandang anjing mereka di luar rumah.

O, tidak. Ini musim dingin dan jangan sampai hal itu terjadi kepadaku. Pikir Taehyung.

“Kim Taehyung!”

Teriakan itu menelusup gendang telinganya, membuatnya terperanjat dan sekonyong menuju daun pintu untuk segera mengunci kamarnya. Namun tanpa diduga, sang kakak rupanya telah berdiri di depan kamarnya dan lekas membuka pintu itu sebelum Taehyung sempat menguncinya.

“Cass, aku bisa jelaskan semuanya.” tatapan tajam yang tertuju ke arahnya, lantas membuat Taehyung segera membuat pembelaan. Ia tidak bisa membiarkan pukulan atau tendangan dari Cassie mendarat ke tubuhnya.

“Apa yang ingin kau jelaskan?”

Suara datar itu semakin menciutkan nyali Taehyung untuk mengatakan rencananya tersebut. Menggigiti bibir bawahnya serta mengedarkan pandang ke sekitar, Taehyung akhirnya menemukan cara untuk membuat emosi Cassie mereda sebelum perang dimulai.

“Selamat ulang tahun, Cass.” Taehyung memeluk sang kakak sekilas kemudian mengambil bok hadiah di atas ranjangnya dan diberikan kepada Cassie. “Ini hadiah terindah dari yang paling indah. Kuharap kau menyukainya.”

Memulas satu cengiran lebar, Taehyung berharap Cassie akan menyukai hadiahnya. Tatkala gadis itu membuka bungkusan kotaknya dan menemukan sebuah syal di dalamnya, Cassie justru menyalang ke arah Taehyung. Tanpa basa basi, sulung Kim itu menendang tulang kering sang adik disertai sebuah teriakan tidak terima.

YA! Kau pikir aku ini orang tua, jadi kau bisa memberiku syal begini, Kim Taehyung?”

Taehyung hanya meringis sembari mengusap garis kakinya. Maksud darinya memberi sebuah syal adalah untuk membuat Cassie merasa tetap hangat di saat musim dingin begini. Namun, ia tidak menduga jika kakaknya tersebut akan semarah ini.

“Apa salahku, Cass?”

“Salahmu adalah memberiku syal ini dan memertemukanku kembali dengan Kim Seokjin, apa maksudmu, sih?”

“Taehyung menggaruk tengkuknya. “Untuk syal, aku hanya berharap kau tetap hangat selama musim dingin ini, Cass. Dan untuk pertemuanmu dengan Seokjin hyung, itu… agar hatimu juga merasa hangat. Karena selama ini, aku selalu melihatmu uring-uringan setelah putus dengan kakaknya Kim Nayeon itu. Aku tidak bisa membiarkannya, Cass. Aku tahu jika kalian masih saling sayang.”

“Jangan bicara sembarangan!”

“Tapi aku benar, kan?”

Cassie tampak bergeming. Tidak menyahuti pertanyaan Taehyung yang sudah jelas apa jawabannya. Ia hanya berjalan ke arah ranjang Taehyung dan duduk di sana dalam diam. Membuat bungsu Kim itu kini semakin kebingungan atas sikap Cassie yang berubah-ubah.

“Ada apa, Cass? Kau sakit?”

“Tidak dalam sakit yang bisa kau duga, Tae.”

“Maksudmu?”

“Aku memiliki alasan kenapa harus berpisah dari Seokjin. Tetapi, kau merusak semuanya.”

Giliran Taehyung yang terdiam atas perkataan Cassie. Ia pun menyeret kursi dari meja belajarnya dan duduk di sebelah sang kakak.

“Oke, aku minta maaf. Aku tahu jika apa yang kulakukan pasti membuatmu marah. Semuanya salahku, Cass, kau bisa memukulku jika mau.” Taehyung mengulurkan tangannya agar Cassie dapat memukulnya, atau bahkan mematahkannya jika perlu. Ketika gadis itu meraih tangannya dan menariknya agar berdiri, Taehyung merasa takut sampai harus memejamkan matanya.

Namun, tanpa diduga oleh pemuda itu, Cassie justru mendekap tubuhnya erat-erat.

“Terimakasih.”

Eh?

Taehyung hanya mengerjapkan mata beberapa kali karena tidak mengerti apa maksud dari ucapan Cassie. Ini tidak benar. Seharusnya Cassie marah padanya, bukan justru memeluk dan mengucapkan terimakasih. Taehyung bahkan curiga jika Seokjin telah memukul kepala Cassie sampai kakaknya itu menjadi aneh sekarang ini. Tetapi yang Taehyung dapat setelah itu adalah Cassie merenggangkan pelukan mereka dan memberinya kecupan singkat di pipi kirinya.

“Terimakasih hadiahnya adikku. Untuk syal dan… Kim Seokjin.”

Taehyung semakin tidak mengerti.

Oh, hanya Tuhan dan Cassie sendiri yang tahu perasaan gadis itu saat ini.

.

.

.

fin.

WAHAAAAA~ AKHIRNYAAAA KITA POST JUGA FANFIK INI~ Udah kelewat sih, gapapa ya mba~ SELAMAT ULANG TAHUN MBA IVYJUNG/STEFFY SABRIN/CASSIE/KEKES. Semoga sukses di masa depan yaaa ^^

– upin & ipin –

Advertisements

4 thoughts on “[Double Ficlet] Unexpected Plan

  1. KYAAAAAAAAAKKK HEPIBESDEY MBAK KESIIIEEEEEEEE /telatluca

    OKE KOK AKU SENYAM SENYUM SENDIRI WAKAKAKAK. MAZ TEHYONG UCUL AMET SIH KAMU MAZ. SINI NIKAH SAMA AKU YOK/? /lah

    anu kenapa rada gely gely gitu pas tehyong ngasih syal terus alesannya, “Supaya hatimu juga hangat.” YHA. ALAY KAMU MAZ xd

    Oke sekian.

    Like

  2. ECIEEEEEEEEE mba kekes cieeeeeeee dikecup mantan… uhuk ehm…. 😆😆😆😆

    SYELAMAT ULANG TAHUN MBA IPY JUNG a.k.a Kim Kekes… 🎂

    Sekongkolan sama kimtae cuma buat dpt kejutekan doang yampun malang nya nasibmu kangmas… wakakakak

    Mba kekes bertapa di everest sana biar gambingungi kamu mba… bentar bingung bentar sedih bentar nyengir lagi yampun adeknya sampe keder.. wakakakak

    Tapi ya aku gemas bayangin kimtete dipeluk dicium sama kekes yampun… tu anak singa polos kan tukang cengo… pasti abis itu ndomblong bgt yakan ??? Kiyot… 😂😂

    Upinipin ya ? Aku baru ngeh… 😂 kalian master syekali… 😅😅

    Like

  3. KALIAN TERKAMPRAAYYY SEDUNIAA UPIN IPIIIINNN KYAAAAAAAAA

    Aku baca pagi2 bangun tidur gegara acu rumpi di chatroom…masih setengah merem tapi udah nyengir lebar aja kimkekes dikerjain sama tehyoong ((btw kes kamu kok makin bego aja hmpph))
    LALU LAGI ASYIQQQ2 BACA ADA KIMSEOKJIN BESERTA SCENE RATEDNYAA ARGGHHH MESUM KAMU JIN MESUM… SEMENTANG LAMA TAK BERJUMPA UDAH MAIN KISSEU2 AJA. ITU BIBIR ORANG BUKAN GORENGAN YANG BEBAS DILAHAP SIAPA AJAA WOYY (BALANG MEJA) Tapi aku monangis di sini yampuuun… kimseok malang… udah cape2 bikin kejutan dijudesin juga kamu sama mantan pftt

    Terus kekes pas peluk taetae bisa dilamain gak sih… kesenengan bayanginnya ini wkwkwkwkw /no incest ini yhaa hanya nuna2 sayang degem /
    Kasih syal agar hangat, kasih kimseok agar hatinya juga hangat…aku ngekek bagian sini bayangin kepolosan kimtete /polos apa bego kamu kim elaah sini peluk lagi ajaaaa hmmmpph

    Ini maaciuw banget upinipin.. nanti tak peluk satu2 biar hangat kaya hati kesi juga ya kalian wkakaka /musnaah/

    Liked by 1 person

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s