[Vignette] Best Gift Ever

Processed with VSCO with a7 preset

by ayshry

[BTS’s] Kim Taehyung – [OC’s] Park Reyn

AU!,Fluff, Romance/Vignette/PG-15

***

Tampaknya ada yang salah dengan keputusan yang dibuat Reyn hari ini.

Sudah lebih dari empat jam gadis Park itu menghabiskan waktunya bersama Taehyung yang saat ini tengah menikmati camilan di atas kasur sembari membaca komik. Well, tidak ada yang salah sebenarnya, hanya saja ….

“Rey, minumanku habis. Ambilkan lagi di kulkas ya?”

Mendesah pasrah, ini bukan kali pertamanya Reyn menjadi berdiri dari duduknya lantas menjadi pesuruh yang patuh. Salahkan saja bibirnya yang langsung mencetuskan ide gila tentang menjadi pelayan Kim Taehyung satu hari penuh sebagai hadiah ulang tahun pemuda itu. Apa otaknya sudah konslet sampai-sampai membiarkan hal konyol itu terlontar langsung dari mulutnya? Sial memang.

Mau tak mau, Reyn lekas menyambar gelas di tangan Taehyung dan menyeret tungkainya menuju dapur. Tak lama kemudian ia kembali; bersama segelas penuh jus jeruk yang langsung direbut Taehyung dengan bahagia.

Thanks! Kau memang yang terbaik!” Menenggak minumannya hingga tandas, Taehyung kini melemparkan senyuman jahil pada Reyn yang terlihat kesal. “Kenapa? Bukannya kau sendiri yang memperbolehkanku menyuruh apa saja untuk hari ini? Ingat, hari ini ulang tahunku dan kau—“

“Oke, oke. Aku tahu! Jadi … silakan katakan saja apa yang kau butuhkan, Tuan Kim.”

Gelak tawa menguar lantas Taehyung menarik Reyn hingga terduduk di sampingnya. “Aku kebosanan.”

“Dan asal kautahu, aku bahkan lebih bosan terjebak denganmu yang sedari tadi haha-hihi lantaran membaca komik tak jelas itu!”

“Ck, makanya sesekali baca komik juga.”

“O, tidak. Terimakasih.” Reyn memberengut.

“Omong-omong, tadi katamu aku boleh menyuruhmu melakukan apa pun, bukan?”

O, demi celana petak Spongebob, ingin rasanya Reyn menarik kata-katanya namun ia tak bisa membiarkan harga dirinya jatuh hanya karena tak mampu menepati janji. Reyn itu gadis yang pantang ingkar, jadi ia memilih untuk tetap menjalani apa yang telah ia tetapkan sejak awal meski seringnya ia menyesal. Seperti yang satu ini. Sungguh, Reyn sangat menyesal.

“Ya, tentu saja.” Mencoba berbicara dengan nada datar, Reyn memilih untuk tak menatap langsung manik milik Taehyung. Salah-salah, ia bisa saja melayangkan tinju saat pemuda itu dengan santai memamerkan cengengesannya. Reyn selalu tak bisa menahan diri jika sudah berhubungan dengan cengiran si pemuda. Taehyung terlalu sempurna dengan cengiran khasnya dan hal itu mampu membuat debaran-debaran aneh di jantung yang tak mampu Reyn tahan. Dan Reyn benar-benar ingin memukul wajah Taehyung saat ini.

“Bagaimana dengan saling menggengam tangan?”

Reyn menurut. Mengambil tangan kanan milik Taehyung, ia langsung menggengamnya erat-erat sembari tersenyum; seolah ingin memamerkan diri bahwa ia benar-benar akan memegang kata-katanya sampai akhir.

“Kalau aku memintamu memelukku?”

Masih memilih untuk tidak menjawab melalui kata-kata, Reyn kini mendekap tubuh Taehyung erat. Mengelus punggung si pemuda perlahan lantas berkata, “Aku sudah memelukmu.”

“Hmm … sebentar. Tetap seperti ini dan aku akan memikirkan hal selanjutnya yang harus kau lakukan.”

Ada desahan yang menguar dari bibir Reyn, namun hal tersebut justru membuat sudut bibir Taehyung tertarik hingga membentuk garis simetris yang manis.

Tidak berapa lama sampai Taehyung melepas pelukan mereka. Ia tatap manik kecokelatan milik sang gadis lantas berujar, “Rey … kalau begitu, aku akan mengajukan permintaan terakhirku hari ini.”

“Hei, santai saja, kau masih memiliki waktu sampai tengah malam nanti. Jadi—“

Kiss me.”

“Ya?”

“Cium aku. Ah, bukannya kau bilang akan melakukan apa saja? Hari ini ulang tahunku dan kau masih tak mau—“

Kecupan kilat yang mendarat di bibir Taehyung membuat si pemuda bungkam sesaat, sebelum senyuman kembali merekah lantas ia menarik tubuh Reyn hingga menghilangkan jarak yang ada. “Bukan kecupan, tahu. Ciuman.”

“Hyung-iie!” Wajah Reyn merona. Mereka sangat dekat; bahkan Reyn bisa merasakan deru napas milik Taehyung, pun tatap tak mampu dihindari. O sial, sepertinya jantung Reyn akan meledak saat itu juga.

“Jadilah milikku.”

Reyn membelalak. Sebelum protes sempat terlontar, ia merasakan sentuhan lembut di bibir. Taehyung menciumnya, bukan sekadar kecupan tetapi ciuman yang sebenarnya; membuat tubuh Reyn melemas juga pipinya memanas. Reyn kebingungan. Ini memang bukan ciuman pertama mereka tetapi rasanya ada yang berbeda. Taehyung memperlakukannya dengan benar-benar lembut dan ia hampir mabuk dibuatnya, hingga tanpa sadar kelopak matanya tertutup rapat.

Keintiman mereka usai ketika Taehyung menarik diri. Reyn masih terpejam dan hal tersebut membuat tawa mengudara. “Kau sudah bisa membuka matamu, Bodoh.” Ia berujar dengan nada menggoda, membuat decakan pun pukulan mendarat di dadanya.”Sakit, tahu!”

“Masa bodoh!”

Haha, jadi bagaimana?”

“Apanya?”

“Tentang pertanyaanku tadi.”

“Yang mana?”

“Park Reyn!”

“Hm?”

“Kau … benar-benar.”

“Ke—“

Satu kecupan kembali membungkam Reyn.

“KIM TAEHYUNG!”

“Apa? Mau lagi? Dasar. Jadi bagaimana? Sekarang kita sudah resmi, huh? Bukan sebatas sahabat tetapi ….”

“Apa? Aku tak tahu apa-apa, lupakan saja. Aku—“

“Aku mencintaimu.”

“Lalu?”

“Kau menyebalkan, ya!”

Giliran Reyn yang tertawa kini.

“Kalau begitu aku akan menggunakan satu kesempatan lagi.”

“Untuk?”

“Memintamu menjadi seseorang yang selalu ada untukku. Menjadi seseorang yang hanya melihat ke arahku. Menjadi satu-satunya yang mencintai dan juga kucintai. Kau tidak bisa menolak. Hari ini ulang tahunku dan kau sudah berjanji akan melakukan apa saja yang kuinginkan. Jadi, iyakan saja. Kau tak diperbolehkan mengelak. Tidak sama sekali. Dan hal ini berlaku untuk selamanya, bukan hari ini saja. Aku sudah menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya, tahu. Jujur saja, awalnya aku takut. Takut kalau aku memberanikan diri menyeberangi batasan hubungan yang kita buat, maka aku akan menyakitimu suatu hari nanti. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi dan membuat kita tak berani bercengkrama atau bahkan untuk sekadar bertukar tatap pun kita tak memiliki nyali. Aku terlalu takut. Tapi … ketakutan yang lebih besar lagi adalah kehilanganmu. Bagaimana jika aku menunggu lebih lama lagi dan saat itu kau malah sudah menjadi milik orang lain? O, tidak. Aku tak bisa membiarkan hal itu terjadi, jadi—“

“Aku juga mencintaimu.”

Taehyung terdiam; menatap manik Reyn lekat-lekat. Kalau-kalau si gadis berbohong, maka ia akan langsung tahu. Reyn itu pembohong yang payah. Jadi masalah gampang bagi Taehyung untuk mengetahui apakah perkataan Reyn sungguhan atau hanya bualan. Dan sepertinya Taehyung tak berhasil menemukan titik celah di manik si gadis.

“Jadi … aku mau.”

“Ya?”

“Aku mau menjadi seseorang yang selalu ada untukmu, aku mau menjadi seseorang yang hanya akan memandangmu, aku mau menjadi satu-satunya yang mencintai dan mendapatkan cinta darimu. Aku mau.”

“Kau … tidak sedang mengerjaiku, ‘kan?”

“Ck, bukannya kau lelaki tengil yang selalu suka mengerjaiku, huh? Aku saja sempat tak percaya kata-kata puitis seperti tadi bisa keluar dari bibirmu. Sial, sekarang aku ingin tertawa.”

“Nah ‘kan, justru hal ini yang membuatku tak pernah bisa bersikap serius. Berhenti menertawaiku, ini perintah! Aku sedang berulang tahun dan—“

“Dan aku harus menuruti semua perkataanmu hari ini. Oke, aku tahu. Tak perlu mengulangnya berkali-kali, aku sampai bosan mendengarnya.”

“Makanya, berhenti tertawa!”

“Oke-oke, aku berhenti. Sudah puas?”

“U-uh. Sekarang … cium aku lagi.” Mengedipkan sebelah matanya genit, Taehyung justru membuat dirinya mendapatkan jitakan di kepala.

“Dasar mesum!”

“Tapi kau suka, ‘kan?”

“Terserah kau saja!”

“Aah, akhirnya Park Reyn menjadi milikku! Ingat, ya, jangan lirik-lirik lelaki lain dan ….”

“Dan apa?”

“Jauhi Baek Juho atau siapa pun itu sebelum aku menggila.”

“Ck, aku sudah terlalu sering melihatmu kehilangan kewarasan jadi, no problem.  Akus udah terbiasan dengan kegilaanmu. Jangan berlagak cemburu, kau tak cocok bertingkah seperti itu.”

“Park Reyn!”

“Hm? Apa?”

“Sudah berani membantah kata-kata kekasihmu, huh?”

Tawa Reyn mendadak lepas. Sungguh, untuk kali ini ia tak bisa lagi menahan diri. Taehyung terlihat menggemaskan dan itu membuatnya ingin menertawai keseriusan yang terpancar dari wajah si pemuda kini. Cemburu bukan keahlian Taehyung, justru hal itu membuatnya semakin terlihat seperti bocah berumur lima tahun yang sedang merengek meminta permen kapas yang dijual di pinggir jalan. Meski begitu, ada rasa bahagia yang membuncah. Reyn tak menyangka akan mendapat pengakuan di hari menyebalkan seperti ini—dan sampai akhir pun Taehyung tetap menjadi sosok yang menyebalkan. Sisi lain dari Kim Taehyung yang seperti ini yang selalu membuatnya merindu. Jarang terlihat memang, dan itulah pesona tersembunyi yang Taehyung miliki.

O, tampaknya Reyn akan berpikir ulang tentang keputusan yang tadinya ia anggap salah. Tidak. Ia tak memiliki kesalahan apa pun. Justru keputusan yang ia buat malah mendatangkan kebahagiaan yang terbatas. Jelas saja ini anugerah. Seorang Kim Taehyung berani menyeberangi jembatan kokoh yang mereka buat dan mengucapkan beberapa hal yang terdengar gila—bahkan lebih gila dari perilaku Taehyung sehari-hari lantaran mampu membuat Reyn yang waras mendadak tertular penyakit tetap milik di pemuda Kim.

Dan pada akhirnya, hari ini menjadi hari mereka berhasil membuat sejarah baru. Hari di mana Taehyung dilahirkan, pun hari di mana Taehyung menyatakan perasaan dan memutuskan untuk membuang jauh-jauh embel-embel persahabatan dan menggantinya dengan hubungan yang lebih istimewa, lebih intim, lebih menyakinkan dari sebelumnya.

Satu kado terindah telah Taehyung terima. Penantian panjangnya telah usai. Ini memang bukan akhir dari segalanya, namun awal dari cerita indah yang akan ia torekah di atas kertas putih bersih. Harapnya hanya satu, bertahan sekuat tenaga meski perbedaan akan mendatangkan perdebatan yang mampu membuat keduanya saling adu keegoisan dan mengakhiri hubungan mereka ketika napas tak lagi mampu menopang kehidupan.

Happy birthday, Kim Taehyung. I love you so much!”

-Fin.

FINALLY, TEREYNTUBBIES RESMI PACARAN KYA ❤ ❤ ❤

HAPPY BIRTHDAY OUR HANDSOME BOY, KIM TAEHYUNG. WISH YOU ALL THE BEST. I LOVE YOU, BABE! ❤

Advertisements

7 thoughts on “[Vignette] Best Gift Ever

  1. DEMI APA TEREYNTUBIES JADIAN!!!!

    akhirnyaaa ya ay kamu berhenti menggentungkan hubungan mereka. tapi, ati2, entar putus wkwkwk /digiles/ awas juga dapet teror dari duo park berlesung pipit. 😛

    anw, HAPPY BIRTHDAY KIM TAEHYUNG!!! TEMENKUUU!!! hahaha

    Liked by 1 person

  2. Kyaaaaa!!!! Akhirnya jadian. Kyaaaa
    PJ nya jangan lupa loh tae sama reyn.. Tak tunggu..
    Uwaaaa… Ini manis banget, nge-flyyy bacanya, dan aku bayangin kalau reyn itu aku. Ihihihi…
    Ahh tidak… Kim taetae, kau membuatku gila!!!!
    Sip kak, suka banget sama fanficnya (y)

    Like

  3. Halo Mbaay!

    Kebetulan juls lagi gabut dan pen baca ff kaktae jadi nemu ff mbaay dan mampir kesini 😂

    Hoho ini kayae first banget baca ff taereyn padahal sering liat lewat mau baca tapi waktu tak mengijinkan jadi … INI KOK KIYUT SEKALI SIH AKU SUKA POKOKNYA MBAAY HUWAA KAPEL INI FAVORITE BANGET ❤

    Aku baru tau taereyn itu ternyata kaya gini hahaha mirip jolly-wonu ya tapi gak seekstrim taereyn /plak xD

    Pokoknya titip salam buat kaktae ya mbareyn bilang selamat ulang tahun dari kekasih jungkuk, Tash Lee 🎉❤
    kip writing mbaay~~

    Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s