[Ficlet] Once Upon a Spring

once-upon-a-spring

Once Upon a Spring

a fiction by Jane Doe

Starring [BTS’s] Park Jimin
Genre: Hurt/Comfort, Romance | Labeled as General
I own nothing!

Ternyata patah hati… rasanya seperti mati.

_ _ _

Gadis itu datang ketika bunga-bunga mulai bermekaran. Berbaur bersama angin sejuk tanpa tersadarkan. Meringkuk di balik setiap celah warna-warni bunga yang terabaikan. Gadis itu adalah panorama yang menenangkan. Peronce jiwa yang menuntunnya pada kegilaan.

Namun, kini sepasang tungkai milik si gadis berayun menjauh secepat liris itu pergi. Meninggalkan dirinya bersama sunyi. Sekejap saja, sepasang binar itu luput, tiada perlu eksposisi lebih lanjut. Memandang getir pada sosok yang kini mulai kelihatan seperti titik putih. Sebelum akhirnya hilang ditelan rentang.

Langut perlahan menggelimangi. Bagai tak terdeskripsi, bahkan jauh dari kata definisi. Memoar itu mungkin patut untuk pergi. Merunut tawa elegi di musim semi.

Park Jimin, memilih berdiam lama. Di bawah kerlipan mutiara cantik yang mulai mengukung angkasa. Merangkai sepi laksana ruang hampa udara. Pun merajut pedar menjadi teman setia. Penantiannya kini sia-sia.

Jimin masih mengingat semua. Rasa kagumnya pada setiap detail yang gadis itu miliki. Yang tanpa pernah ia ketahui, akan mempertemukannya pada delusi. Dan ketika akhirnya cinta yang sama tak pernah menyapanya meski hanya sekali. Melainkan memeluk sahabatnya yang sejati.

.

.

“Aku jatuh cinta, Jimin.”

 “Aku ju—,”

 “—pada Taehyung. Kurasa hatiku terlalu jauh terpaut padanya.”

.

.

Park Jimin tak sanggup mengelak pergi. Bibirnya boleh terkatup, tapi jajaran gigi itu tidak sepenuhnya terkunci. Sengaja menyisakan sebuah celah—ruang pelik yang mempersilahkan dirinya mengelukan serentetan protes sebagai antisipasi.

Pemuda bersurai kecokelatan tersebut pun tercenung, merapal tawa. Di dalam hatinya, di dasar yang terdalam. Di tempat, dimana segala rasa serta asa secara bergantian hidup dan padam. Diletakkan rapi dan terus ia hayati meski dalam diam.

Jiwanya bergumul riuh. Sepercik sesal nyatanya enggan meluruh. Persetan dengan secala macam anekdot yang berusaha ia sulam. Percuma, tabir sudah terlanjur kelam. Denting waktu menariknya pada buaian peraduan yang melelapkan. Seiring dengan desir angin yang mengemukakan selamat malam.

Sekali lagi, hatinya terasa nyeri tak berperi. Bersamaan dengan kegundahan yang kembali datang menghampiri. Park Jimin kini mengerti. Ternyata patah hati… rasanya seperti mati.

.

Mencintai seseorang itu mudah. Bagian tersulit hanya ketika ia tercipta bukan untuk kita.

.

-fin.

Advertisements

13 thoughts on “[Ficlet] Once Upon a Spring

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s