[BTS FF Freelance] Marriage Life – Chapter 1

bahan

[FF BTS FREELANCE] Marriage Life  –  Chaptered

 Marriage Life by:  BabyJ || Genre: Marriage Life, Comedy, Romance || Rating: PG-17 || Lenght: Chaptered

Main Cast: Park Jimin –   Lim Jaemi  || Other Cast: Ayah dan Ibunya || Cover by: Author || Disclaimer: @Semuanya murni milik tuhan

CHAPTER 1
Happy reading … ☺

 

Sunmary :  maaf jika aku egois untuk memilikimu
                 sekali lagi maaf jika aku menyakitimu
                tapi aku tidak akan membuatmu menyesal karena menikahiku
               dan akan ku buat kau menangis bahagia
               dan tidak akan pernah berhenti untuk tersenyum

               ________

 

“Bagaimana ini? Yak.. Park Jimin lakukan sesuatu eoh!”  Gadis itu terus saja mengoceh tak karuan, sedangkan yang diajak bicara hanya bisa menutup kedua telinganya dengan santai.
tersadar jika ia diperhatikan seperti itu, lantas ia melepas kedua tanganya lalu memandang gadis dihadapannya dengan pasrah “baiklah.. lalu kau mau aku bagaimana?” dia berdiri lalu memandang tajam kearah gadis itu seakan meminta jawaban. “aku ingin kau membatalkan pernikahan ini”.

 

FLASHBACK

“ternyata dia sedang tidur, sebaiknya aku pulang halmeoni,sepertinya dia lelah aku tidak ingin mengganggunya”  gadis itu menuruni tangga sambil tersenyum memandang nenek sahabatnya, Park Jimin.
“tunggu Jaemi-ya halmeoni ingin berbicara sesuatu padamu” gadis itu mengangguk lalu segera menghampirinya.
“kemarilah duduklah disini” kata nenek dengan wajah sedikit serius.
“waeyo halmeoni, sepertinya serius sekali?”
“Jaemi-ya kau tahu kan Jimin adalah anak yang baik, tapi dia adalah seorang yang  tidak mudah bergaul dengan orang lain apalagi dengan wanita,dan itu membuatku sedikit khawatir” nenek itu menatap lawan bicaranya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan

“kenapa halmeoni tiba-tiba berbicara seperti itu” gadis itu mengernyit bingung dengan pembicaraan sang nenek tapi dia segera membenarkan bahwa perkataan sang nenek sama sekali tidak benar, bergaul dengan wanita! yang benar saja …bukankah itu adalah keahlian dari seorang Park Jimin
“kau tahu disekolah dia sering menggoda banyak gadis” gadis itu seakan tidak terima dengan pernyataan sang nenek dan sang nenek pun hanya menaggapinya dengan sebuah senyuman.

“aku ingin kau menjaga Jimin” tambah sang nenek, gadis yang biasa dipanggil Jaemi itu hanya tertawa renyah  “halmeoni lucu sekali, dia sudah besar lagipula…….” Perkataanya terhenti seketika dengan perkataan sang nenek yang membuatnya menganga tidak percaya “kau harus menikahinya”.

Seolah-olah tersihir dengan perkataan sang nenek Jaemi sama sekali tidak berkutik dari posisinya

“Jaemi-ya kau tidak apa-apa, apa aku membuatmu terkejut” Jaemi hanya bisa menggeleng lemah, tapi jujur saja ini sangat membuatnya shock, bagaimana bisa ia menikah dengan seorang Park Jimin yang notabenya merupakan sahabatnya sendiri

“Jaemi-ya”
“eoh..” seakan tersadar dari lamunannya
“kau mau kan?, ini adalah permintaan terakhirku Jaemi-ya, aku takut dia jatuh cinta pada orang yang salah,dia adalah cucuku satu-satunya” Jaemi hanya memandang nenek sekilas lalu memandang ke arah lain dengan tatapan kosong “aku tahu.. tapi maaf halmeoni sepertinya aku tidak bisa”.
“tapi Jaemi-ya”
“halmeoni!! bagaimana aku bisa…”
“tapi Jimin sudah menyetujuinya”
“MWO..!!”

FLASHBACK END


In Jimin’s bedroom

Gadis itu tersadar dari lamunannya saat merasa ada yang menjitak kepalanya dengan keras
aww.. sakit  “yak park Jimin kau mau  mati rupanya ha..” gadis itu terus saja mengelus jidatnya yang terasa sakit
“apa yang kau pikirkan dari tadi?”  tanya Jimin retoris sedangkan yang ditanya hanya bisa memandangnya tajam
“a.a arasseo..” ia kembali fokus pada komik yang sedang ia baca

Jimin mengerti dengan perasaan sahabatnya itu, awalnya ia juga terkejut dengan rencana neneknya tapi orangtua Jimin sudah memberikan restu pada hubungan mereka yang tidak lebih dari seorang sahabat
dan setelah ia pikir-pikir apa salahnya ia menikahi gadis yang selama ini diam-diam telah mencuri hatinya.

“Jimin-ah.. kenapa kau menyetujui pernikahan ini eoh…!” Jimin terkejut dengan pernyataan tiba-tiba dari gadis itu, bagaimana bisa ia mengetahui kalau Jimin telah menyetujui perjodohan konyol neneknya ah.. dia tahu sekarang siapa lagi kalau bukan dari neneknya yang membocorkannya, dan sekarang bagaiman ia bisa memberi alasan tentang persetujuan itu

“ diantara kita tidak ada rasa cinta  kenapa kau mau menikahi orang yang tidak kau cintai, dan bagaimana dengan Hana gadis yang sedang kau incar itu, aku tidak mau persahabatan kita hancur hanya gara-gara pernikahan ini ..lagipula seminggu lagi kita mengadakan kelulusan dan aku akan langsung menikah!!  yang benar saja”  dia berbicara panjang lebar sambil memandang ke arah sahabatnya, ia merasa dipermainkan sekarang

Jimin sedikit kecewa, benarkah Jaemi tidak memiliki perasaan apapun padanya, mungkin disini hanya dia yang memiliki perasaan itu, tapi dengan segera dia menutupi kekecewaannya dengan sikap dinginnya seolah-olah tidak ada masalah yang berkelok dihatinya.

“ya aku tahu kita sahabat, tapi apa salahnya jika persahabatan kita berakhir seperti ini, aach! dan perlu kau tahu.. untuk gadis itu aku tidak pernah mengincarnya” Jimin tersenyum pada sahabatnya, senyum tulus yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapaun kecuali seorang yang spesial menurutnya seperti Lim Jaemi.

Jaemi terperangah, Jimin terlihat bagitu sexy dimatanya apalagi dengan senyum itu, tak sadar lama ia memandang wajah itu,  jadi apakah selama ini Jimin mempunyai perasaan terhadapnya.. melihat senyum itu sepertinya Jimin serius mengatakannya berarti Jimin berharap bahwa ia mau untuk menikah dengannya tak sadar ia juga ikut tersenyum membayangkannya

dan seperti ada getaran kecil didalam hatinya yang entahlah membuatnya begitu.. senang

“tapi..jika itu yang kau pikirkan” Jimin mengalihkan terlebih dahulu pandangan mereka dan melanjutkan “baiklah aku akan membujuk nenek untuk membatalkan pernikahan ini, lagipula orangtuaku juga belum mengetahuinya” tentu saja Jimin berbohong tentang ketidaktahuan orangtuanya tentang pernikahan yang direncanakan neneknya yang bahkan orangtuanya sudah menyetujuinya

dia sebenarnya sedikit kecewa, bagaimana jika ternyata Jaemi sudah mencintai pria lain…  yang membuatnya menolak menikah dengannya, dan bagaimana jika selama ini Jaemi hanya menganggapnya sebagai sahabat atau lebih parah saudara
ahh.. sudahlah memikirkan itu membuat hatinya begitu sakit

Jimin hendak berdiri dari ranjangnya dengan maksud untuk memberitahu neneknya di lantai bawah, ia sudah muak dengan perjodohan konyol ini yang malah membuatnya mengetahui kalau Jaemi ternyata tidak memiliki perasaan apapun padanya
tapi kegiatannya terhenti ketika Jaemi menahan lengannya
“tunggu… jangan dulu, baiklah” dia mengambil napas panjang lalu melanjutkan
“ aku mau menikah denganmu” ia mengatakannya dengan kepala tertunduk wajahnya memerah seketika, ia melepas pegangannya di lengan Jimin dan membalikkan tubuhnya ke arah lain  entahlah.. bahkan sekarang ia merasa malu untuk sekedar menatapnya.

Jimin yang melihat itu hanya bisa tersenyum, tingkahnya yang lucu membuat Jimin begitu gemas dan ingin sekali untuk menarik gadis itu kedalam pelukannya dan menciumi gadis itu ..
eoh tidak hentikan pikiran itu Park Jimin.

ia terlampau senang dengan pernyataan gadis itu, gadis yang selama ini ia inginkan untuk menjadi lebih dari sahabat
secara tidak sadar sekarang ia ikut duduk di tepi ranjang membalikkan tubuh sahabatnya sekaligus calon istrinya itu untuk mau menatapnya

“Jaemi-ya kau serius?” tanya Jimin dengan raut wajah yang ia buat seolah-olah datar dan dingin, ia tidak ingin sifat aslinya terbuka disini
“ehm..” hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Jaemi yang menurut Jimin bukan tampak seperti jawaban melainkan seperti bisikan
“hah.. baiklah lalu kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran secepat ini?” tanya Jimin sakratis
ini adalah sebuah pertanyaan yang baru beberapa detik lalu hinggap di hatinya

“a..a.. aku..”

Bruuakaakkkk….

belum sempat Jaemi menjawab terdengar suara dentuman keras dari lantai bawah firasat mereka berdua sama, firasat yang menunjukkan bahwa nenek sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja memang saat ini di rumahnya hanya tinggal mereka bertiga Jimin, Jaemi dan nenek Jimin
orangtua Jimin untuk sementara tinggal di luar negeri untuk mengurusi perusahaan mereka disana

“halmeoni..” seru mereka hampir bersamaan
dengan langkah yang cepat mereka segera menuruni tangga untuk segera sampai di sumber suara

mereka terkejut saat menemukan nenek yang tak sadarkan diri di dapur, mereka segera memanggil ambulan dan membawa nenek kerumah sakit

“ku mohon nenek bertahanlah” Jimin memegang tangan neneknya dengan air mata berlinang
Jaemi hanya bisa memandang sahabatnya iba, nenek Jimin sudah ia anggap sebagai neneknya sendiri
dan mungkin sekarang ia mengerti arti dari “menjaga Jimin”  dan juga permintaan terakhirnya, sepertinya ia sudah mempunyai firasat bahwa ia akan dipanggil oleh yang kuasa

THE END

 

Hwuaah.. akhirnya selesai, maaf typo bertebaran .. maklum author masih 99’ line jadi maaf bila ada kesalahan, ini sebenarnya juga merupakan ff pertamaku ku yang berani aku kirim ke blog
dan untuk castnya sengaja aku pakai Park Jimin soalnya he is my bias dan juga masih jarang ff genre marriage life yang cast nya Park Jimin ‘ ? ’
because marriage life is my favorite genre
bye  readers, bertemu lagi dipart selanjutnya jangan lupa like and comment

Advertisements

3 thoughts on “[BTS FF Freelance] Marriage Life – Chapter 1

  1. Parkdongseob29

    Huaaaa chimchim mau nikah… Trus aku gimana, chim? Kamu tega ya ninggalin aku demi sahabatmu itu.. Aku kan cinta kamu chim:” #mulaigaje:v
    Semangat nerusin ceritanya thor((;;

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s