[BTS FF Freelance] The Academy of Vampire – (Chapter 10)

untitled-1-copylololol-copy-1

Tittle: The Academy of Vampire

Scriptwriter: Carishstea

Genre: Fantasy, Action, School Life, Mystery, Friendship, Romance

Main cast:  Go Aerin (OC), Kim Taehyung/V (BTS), Park Jimin (BTS), Min Yoongi/Suga (BTS), Jung Soojung/Krystal (f(x)).

Support cast: Choi Junhong/Zelo (BAP), Song Yunhyeong (iKON), Kim Jinhwan (iKON), Jung Eunji (APink), Jung Daehyun (BAP), Park Chanyeol (Exo), Byun Baekhyun (Exo), Kim Mingyu (Seventeen), and Jeon Jungkook (BTS), Son Naeun (APink), Oh Sehun (Exo), Kim Jongin/Kai (Exo), Yook Sungjae (BTOB), Kim Namjoon/RapMonster (BTS), Hong Jisoo/Joshua (Seventeen), Kim Jiyeon/Kei (Lovelyz), Lee Mijoo (Lovelyz), Yoo Youngjae (BAP), Park Jin Young/Junior(GOT7), Mark Tuan/Mark (GOT7), Bae Suzy (Miss A), Do Kyungsoo/D.O. (Exo), and other (some will coming soon and maybe some will disappear).

Duration: Chapter

Rating: PG-13

Disclaimer: All the cast is owned by God. This story is pure mine. Inspired by my imajinaton. Sorry with typo and other. Please no bash, no plagiat, and don’t be siders. Okee, HAPPY READING!!!

 

***

“Master Jung. Hong Jisoo. Kita hampir ketahuan oleh mereka. Kita harus cepat.”

“Maafkan aku, Master,”

“Tak lama lagi aku berjanji akan menyusulmu. Tunggu aku.”

Sementara itu, sosok siswa bertudung yang mengenakan jubah sekolah mendekati tempat Joshua perlahan. Ia telah selesai mengunci pintunya. Penjaga sedang keluar. Perpustakaan sepi. Tempat yang bagus untuk melakukan eksekusi pada si anak pintar.

***

 

@gerbang akademi

-Aerin POV

“Ini adalah misi keluar biasa. Tapi anggotanya bukan sekolah yang menentukan. Baru kali ini pengadilan menunjuk siswa-siswa yang mereka kehendaki untuk menjalankan misi. Jadi, semoga berhasil.” Hanya beberapa patah kata yang bisa dikatakan Guru Jung. Dari raut mukanya, ia sudah Nampak sangat kelelahan. Wajahnya mulai menunjukkan kerut-kerut pun keriput. Mungkin belakangan ini ia juga sedang banyak pikiran.

“Maka dari itu, kami akan melakukan yang terbaik,” ujarku balik membalas Guru Jung, yang lantas balas tersenyum.

“Jaga diri kalian baik-baik,” usai mengatakannya Guru Jung membubarkan kami, dan mempersilahkan kami keluar gerbang akademi.

Ini adalah misi keluar akademiku yang pertama. Kami diminta untuk mengamankan area graver dari mahluk fana lainnya. Memasang pagar, juga jebakan agar graver-graver itu tak membuat ulah lagi.

Seperti kata guru Jung, siswa yang menjalankan misi ini sudah ditentukan oleh pengadilan. Dan pembagian kelompoknya memang benar-benar janggal. Kami ditugaskan berdelapan, dan lima di antaranya adalah anak kelas khusus. Yang dua adalah junior kami di tingkat dua. Perlu diingat bahwa junior jarang sekali melakukan misi keluar. Terlebih mereka anak baru. Aku, V, Suga, Zelo, Kei, Yunhyeong, Mingyu, dan Jungkook adalah anak-anak yang kubicarakan itu. Delapan orang yang telah ditentukan oleh pengadilan. Tak hanya kami, namun Kai, Junior, Mark, dan Sehun juga mendapatkan misi keluar untuk menjaga perbatasan di dekat hutan terlarang. Anehnya kali ini Yunhyeong dan Zelo dipisahkan dari kelompok buatan Master Daniel itu.

Karena kemampuan lari vampire sungguh luar biasa, kami dengan kecepatan kilat berhasil mencapai pelabuhan di Seoul dalam waktu singkat. Kami harus menyebrangi lautan untuk mencapai Shanghai, yang kemarin baru saja salah satu desanya diserang oleh puluhan graver gila.

“Hyung-deul, mohon bantuannya,” ujar Mingyu memulai pembicaraan. Kami kini sedang duduk berkumpul, di salah satu sudut ruangan di atas kapal.

“Menurutmu misi melawan graver itu berbahaya? Kau tahu kurasa kelompok ini terlalu hebat. Bukankah aku benar?” balas Suga retoris.

“Masalahnya adalah kenapa mereka meminta anak divisi ilusi untuk ikut serta? Graver tak bisa diserang pikirannya.” Zelo kini mulai mengeluh sebal. Ia mengacak-acak rambut hitamnya meluapkan kekesalannya.

“Benar juga. Aku juga masih tak mengerti kenapa aku dan Mingyu ikut ditugaskan. Kelompok kali ini aneh bukan, hyung-deul?” ujar Jungkook seraya menyunggingkan senyum manis. Ya tuhan, kali ini Jungkook benar-benar di hadapanku lagi. Aku tak tahu apa yang bisa kukatakan. Aku takut ia tak mengenalku. Tapi kurasa memang benar Jungkook melupakanku. Ia bahkan bertanya namaku sebelum kami berangkat. Apa yang sudah terjadi padanya sebenarnya?

“Tapi hanya memasang pagar, memberi jebakan, juga memperingatkan warga sekitar bukanlah hal yang sulit. Kalian disini karena kalian dari kelas khusus. Kita dianggap cerdas mungkin? Berarti mereka menganggap kita pintar memasang hal-hal seperti itu. Itulah alasannya,” kini giliran Yunhyeong yang membuka suara.

Aku tersenyum mendengarnya. Sudah lama sekali tak mendengar suara Yunhyeong akibat hubungan buruk kami. Mungkin ini memang salah satu cara, agar kami kembali baikan. Di sampingku, V tengah bermain-main dengan jemari tanganku. Menggerakkannya seperti seorang anak kecil tanpa seorang pun yang tahu. Yah, itu membuatku tertawa geli dalam hati, walau ekspresiku masih sama datar seperti biasa.

Beberapa sekon setelahnya, sepertinya Mingyu memperhatikan kami, dan dengan segera kutarik tanganku menjauh dari  V. Tapi anak itu malah balas menggenggam tanganku erat, menahan jemari ini agar tak lari kemanapun. Aku sempat tertawa kecil saat ia menempelkan telunjuk di bibirnya, meminta Mingyu untuk diam. Ia pun menoleh ke arahku, melakukan hal yang sama pula untukku. Lalu aku bisa apa?

Setelah menghabiskan waktu beberapa menit, kami sampai di pelabuhan China. Kami kembali berjalan biasa menuju hutan, memastikan identitas kami tak akan ketahuan. Kemudian barulah kami kembali berlari dengan kecepatan kilat kami, langsung menuju Shanghai, di desa yang diinformasikan oleh Guru Jung. Dengan segera, kami memasang semua alat yang kami bawa. Lalu Kei dengan kekuatan tanahnya, akan menutupi pagar mematikan kami dari tanah, agar manusia menganggap itu sebagai bongkahan longsor yang tak dapat dilalui. Jadi graver akan terperangkap dalam lingkaran itu.

Mengingat area tempat tinggal graver ini menyebar, jadi kami harus membangun sebuah pagar yang membatasi area yang cukup luas. Intinya kami harus berpencar agar tugasnya cepat selesai. Kami tak sebodoh itu untuk pergi sendiri-sendiri. Kami memutuskan untuk pergi secara berpasangan. V pergi ke bagian kanan dari tempat kami berdiri saat ini, bersama Jungkook. Suga dan Mingyu menuju bagian yang kiri. Lalu Yunyheong membawa Zelo terbang dengan anginnya, menuju bagian lain hutan ini. Sedangkan Aku dan Kei, akan tetap di tempat kami. Lalu misi kami pun dimulai.

.

.

.

@Penjara Vampire

-Author’s POV

Seorang gadis dengan rambut yang sangat acak-acakan terduduk di sudut salah satu ruangan. Ia menggenggam lengannya sendiri erat, seraya menenggelamkan diri di antara kedua lututnya. Kemarin menteri menghampirinya dan minta maaf atas semua kejadian yang menimpanya.

Menurut prediksi gadis itu, hari ini harusnya ia bisa lepas dari sini. Baik itu atas perintah menteri, atau mungkin akan dilakukan oleh kakaknya secara illegal. Salah satu dari keduanya. Jung Eunji yakin satu dari keduanya akan terjadi hari ini.

Beberapa menit berselang, rungu Eunji mampu menangkap sebuah suara langkah derap seseorang mendekat. Lalu sebuah ketukan dari pintu selnya, membuat gadis itu mendongak, mendapati sosok tampan sedang berdiri seraya menatapnya iba. Ia mengulurkan tangannya perlahan ke arah sang adik, dan si adik pun membalas uluran itu senang.

Kakaknya telah membuka pintu sel itu lebar-lebar, demi kebebasan Eunji.

“Eunji-ya, hari ini misi kita panjang, kau harus segera bersiap,” ujar sosok berjubah itu segera, setelah berhasil membawa Eunji keluar dari selnya. Eunji yang tak mengerti akan ucapan tiba-tiba itu, pun menaikkan alisnya meminta penjelasan.

“Master Jung. Hong Jisoo. Kita hampir ketahuan oleh mereka. Kita harus cepat. Juga, kau ingat tanggal penyerangannya, bukan?” jelas sosok itu diakhiri pertanyaan kepada Eunji.

“29 Desember. Hanya lima hari lagi dari sekarang,” ujar Eunji setelah berusaha mengingat.

“Anak-anak yang sekiranya mengganggu, mereka sedang menjalankan misi keluar akademi. Min Suga, si bocah serigala, Aerin, juga anak-anak buah Master Daniel yang menyebalkan, semuanya tak akan mengganggu kita di akademi.”

“Jadi kali ini kita tak boleh gagal lagi.”

“Ingat rencananya. Jangan terbawa suasana,” pesan sosok berjubah itu sekali lagi. Eunji hanya tersenyum malu mendengarnya. Benar, ia telah dipengaruhi oleh Suga sebelumnnya. Itu tak akan terjadi lagi untuk yang kedua kali.

Setelah ia membawa Eunji pulang, mereka kembali berseragam layaknya siswa akademi lainnya. Kali ini Eunji mengenakan sebuah kacamata besar, mengenakan masker, juga mengganti model rambutnya. Sulit untuk mengenali Eunji jika tak teliti.

Akhirnya mereka bisa kembali ke akademi. Eunji menunggu di asramanya diam-diam, dan kakaknya mengikuti pelajaran seperti biasa. Hanya perlu menunggu akademi sepi, baru mereka bisa menyingkirkan Master Jung dan siswa yang sangat mudah penasaran itu, Joshua Hong.

.

.

@klinik akademi

Penyerangan graver sebulan lalu masih meninggalkan efek trauma bagi mereka yang menimpanya. Bahkan Jinhwan adalah satu-satunya yang bisa sembuh total dengan cepat, karena daya tahan tubuhnya memang bagus. Sementara Joshua dan Mijoo, keduanya terpaksa harus menetap di klinik lebih lama.

Hari ini suster klinik sudah membolehkan Joshua bersekolah. Namun setiap pulang sekolah, ia harus kembali ke klinik untuk mendapat pemeriksaan rutin . Seperti biasa, karena Jinhwan adalah satu-satunya teman yang ia miliki, Joshua hanya berbincang dan berinteraksi dengan kawannya itu. Segera setelah ia memasuki ruang kelas, dan duduk di sebelah Jinhwan, ia bertanya,

“Jinhwan. Buku itu. Dimana buku besar yang dulu kita selundupkan dari lab kimia?”

“Maksudmu buku yang kita dapatkan sebelum diserang para graver?” tanya balik Jinhwan, yang langsung dibalas Joshua dengan anggukan cepat. “Eum, Mijoo yang membawanya. Ada apa? Kukira kau sudah membaca yang kau cari.”

Joshua balas menggeleng seraya tertawa kecil sebelum menjawabnya, “Bukan Go Aerin yang ingin aku selidiki. Ada orang lain yang sepertinya menjadi ancaman bangsa vampire.”

Jinhwan pun membulatkan matanya tak percaya. Dengan raut penasaran, ia pun membuka mulutnya, “Apa ini tentang si phantom junior? Atau manusia serigala mata-mata itu?”

Joshua kembali tersenyum lebar melihat kawannya itu mulai penasaran, tak seperti biasanya. Ada rasa tak rela sebenarnya jika ada orang lain yang tahu. Tapi karena Joshua rasa Jinhwan bukanlah orang yang dicarinya, akhirnya ia buka suara, “Bukan keduanya. Kali ini penjahat yang benar-benar berbahaya. Saudara Jung Eunji. Ia juga bersekolah di sini sebagai anak tahun keempat.”

Jinhwan hanya bisa diam mendengar penjelasan Joshua. Merasa canggung, akhirnya Joshua memilih untuk ikut diam lantas kembali membaca buku. Ditengah pelajaran, Joshua ijin menuju ke klinik dengan alasan kepalanya kembali berdenyut. Namun bukan karena itu ia bolos pelajaran. Ia harus menemui Mijoo di klinik. Kemarin Mijoo kembali mencederakan kakinya saat latihan divisi.

Entah bagaimana, namun instingnya berkata bahwa ia harus cepat menyelidiki orang itu. Rasanya seperti waktu untuk mencari akan habis pagi nanti. Di klinik, Mijoo memberitahunya, bahwa buku itu berada di kamar asramanya. Atas ijin perawat akademi, Mijoo dibolehkan menemani Joshua mengambil buku itu, mengingat bukunya ada di asrama putri.

Joshua membantu Mijoo yang masih kesulitan berjalan selama menuju kamar asramanya. Setelah beberapa menit mencari, akhirnya buku laporan itu di temukan. Tentu Joshua sangat bersyukur kembali mendapatkannya. Setidaknya luka akibat graver tidak sia-sia. Toh ia mendapatkan hasil yang menakjubkan pula.

Di perjalanan pulangnya, Joshua masih membantu Mijoo berjalan. Di tengah perjalanan itulah, mereka tiba-tiba berpapasan dengan seorang siswa lainnya. Ia mengenakan kacamata jumbo juga sebuah masker. Joshua pikir, yah, itu mungkin anak yang sedang sakit. Ia harus mengambil obatnya ke asrama mungkin.

Namun beda halnya dengan Mijoo. Dengan mata yang begitu peka, ia bisa langsung mengenali gadis itu walau agak samar. Ia kini tengah menggenggam sebuah pisau kecil yang ia sembunyikan dibalik punggungnya. Jujur, Mijoo sebenarnya tak mengerti apa yang ingin dilakukan siswa itu. Tapi tiba-tiba terlintas suatu ide di benaknya.

Mijoo sengaja menginjak tali sepatunya sendiri, membuat ia terjatuh atas kehendaknya sendiri. Joshua yang di sebelah gadis itu, tentu dengan refleks ikut berjongkok, berniat menolong Mijoo. Namun Mijoo, dengan tiba-tiba malah menarik Joshua mendekat, membuatnya ikut terjatuh, sehingga jarak di antara keduanya menjadi sangat kecil. Saat itu pula pisau yang hendak di keluarkan Jung Eunji kembali ia sembunyikan. Ia pun melanjutkan langkahnya normal, layaknya tak terjadi apapun.

Setelah dirasa jaraknya sudah cukup jauh dari Jung Eunji, Mijoo menghela nafasnya lega. Ia kembali menoleh, dan betapa terkejutnya ia saat bertemu pandang dengan Joshua.

“M… maafkan aku. Aku tak sengaja,” ujar Mijoo seraya menunduk. Namun di luar dugaan, Joshua malah tersenyum hangat, lantas berdiri lebih dahulu untuk menolong Mijoo yang terjatuh.

“Kau baik-baik saja?” tanya Joshua kemudian yang lantas dibalas oleh anggukan cepat oleh Mijoo.

Kini mereka berjalan dengan pikiran masing-masing. Mijoo masih mengingat betul, semenyeramkan apa kejadian tadi. Kenapa Jung Eunji bisa keluar dari penjara? Siapa lagi yang membebaskannya? Dan untuk apa ia harus kembali ke akademi? Dan pisau itu… oh! Ngomong-ngomong anak-anak hebat dari akademi sebagian besar sedang keluar. Apa ini memang sudah direncanakan?

Tanpa Mijoo sadari, ia meneteskan air mata begitu saja. Firasatnya sungguh buruk untuk waktu ini.

.

.

.

@Shanghai, sarang graver

Kini sang matahari mulai memancarkan sinar oranye, siap untuk kembali menyala, menghiasi siang. Mereka para vampire yang bertugas tak punya pilihan lain selain menyingkir ke hutan. Menghindari cahaya siang, agar kulit mereka tak terbakar. Mereka mendirikan camp mereka sendiri di gelap hutan. Menidurkan diri, agar malamnya mereka bisa kembali bekerja.

Di tengah tidurnya, Zelo tiba-tiba terbangun, dan segera mengguncang tubuh kawan di sebelahnya.

“V-ya. Banguuuun…,”  bisik Zelo pelan tepat di telinga V. V, yang notabenenya mudah terbangun walau dengan suara kecil, pun menatap Zelo kesal. Ia tak bersuara, namun bibirnya membentuk suatu kata,

“Ada apa denganmu?”

“Jebal… jebal… jebal… aku, aku tahu kau lebih tahan cahaya dibanding vampire lain. Aku membawa sunblock. Kau bisa memakainya,” ujar Zelo pelan. Namun V yang melihatnya hanya bisa mengerutkan dahi tak mengerti.

“Sebenarnya apa maksudmu?”

“Di Shanghai, ibu kandungku di sini. Bisa kau belikan hadiah untuknya? Mungkin bunga atau coklat. Di saat malam tak ada yang menjualnya. Aku butuh bantuanmu. Jebal. Akan kukirimkan sendiri ketika perjalanan pulang. Besok adalah ulang tahunnya, dan aku meninggalkan hadiahku di akademi,” jelas Zelo dengan nada tulus. V yang tak tahan akan tatapan kawannya itu pun dengan cepat mengambil sunblock juga uang dari tangan Zelo.

Tanpa berkata apapun, ia langsung saja keluar. Berlari cepat, hingga ia hampir mencapai pasar. Namun langkahnya terhenti, seketika setelah ia melihat bayangan seorang gadis yang kini sedang menguntitnya. I menghela nafasnya sejenak, kemudian berbalik dan balas tersenyum.

Namun senyumnya seketika memudar, setelah melihat gadis itu ternyata bukanlah seperti seorang yang ada di benaknya.

“Kim Jiyeon?”

“V, Aerin tak ada di camp. Begitu juga Jungkook,” Key mengatakannya dengan mata yang sudah berselaput air.

.

.

.

@akademi, ruangan kerja Master Jung/03.45

Pagi ini rasanya lebih dingin. Di musim semi, desiran angin kali ini cukup kencang hingga menyibakkan gorden-gorden yang ada di ruang Master senior, Master Jung. Sedari tadi pikirnya sudah bergemuruh. Terasa sangat janggal hari ini.

TAP…

TAP…

TAPP.

Suara langkah kaki itu bergema di antara sunyinya malam.

CKLEK

Pintu ruang kerja milik Master Jung perlahan terbuka. Lalu siluet seorang gadis berambut pendek dengan jubahnya masuk ke sana dengan langkah hati-hati. Wanita tua itu masih diam, menunggu sang empunya bayangan untuk menampakkan diri. Master Jung, Master pemilik kekuatan tanah itu tak bisa melakukan apapun. Ruang kerjanya dipenuhi metal, sehingga ia tak bisa menyerang dengan kekutan.

Berbekal fisik yang sudah menua, ia berusaha melawan gadis itu dengan sisa-sisa kekuatan yang ia miliki. Menyelamatkan diri, yang sebenarnya adalah mustahil. Ketika Master Jung melesat dari serangannya, sang lawan memanfaatkan celah itu untuk menyerang balik. Menusukkan jarum perak, untuk membunuh vampire lemah yang telah di ujung usianya.

Master Jung tersungkur di sana, menatap kaki seseorang yang baru saja menusuknya. Gadis itu sedikit berjongkok, sekedar mengucapkan selamat tinggal kepada sang Master. Saat itulah ia membuka tudung, menunjukkan rupa aslinya kepada Master Jung.

Master Jung yang melihat wajah gadis itu hanya tersenyum. Gadis polos itu ternyata sesuai perkiraannya. Ia tak sepolos yang nampak di luar.

“Maafkan aku, Master,” Eunji menunduk dalam di depan Masternya. “Ini satu-satunya cara untuk memulai semua dari awal. Semua yang tahu pasal kejadian lima puluh abad lalu harus musnah,” lanjut Eunji dengan mata berkaca-kaca, “Tak lama lagi aku berjanji akan menyusulmu. Tunggu aku.”

Mendengarnya, Master Jung hanya bisa membulatkan mata tak percaya.

Eunji lantas berdiri, berusaha terlihat tenang tanpa meninggalkan kesan sendu. Perlahan ia menjauhkan tungkainya dari sang guru kesayangan, lalu mulai berlari, mencoba menenangkan diri sendiri.

“Jung Eunji. Aku juga hidup semasa kau masih sangat kecil. Kupikir aku salah saat mengira kalian adalah orang yang sama. Tapi ternyata itu benar kau. Kau telah tumbuh dengan cantik.

“Sebenarnya kau tak salah. Aku mengerti semua sakit yang kau rasakan. Itu memang kesalahan bangsa kami. Tapi kenapa kau bilang kau akan segera menyusulku? Kau tak harus mati demi menghilangkan dendammu. Aku tahu kau hidup dengan menyedihkan bersama kakakmu selama lima puluh tahun. Apakah kau hidup selama itu hanya untuk balas dendam dan mati? Kau tak ingin menikmati hidupmu? Apa memiliki teman baik di akademi ini bukanlah suatu kebahagiaan? Apa mereka juga termasuk mediummu?

“Kuharap kau akan hidup dengan baik setelah ini, Eunji-ya.”- Master Jung.

.

.

.

@klinik akademi

Joshua kini duduk di salah satu ranjang di klinik. Di sebelahnya, Mijoo berkutat sekali ingin ikut memerhatikan apa yang Joshua selidiki. Pemuda itu tentu tak punya pilihan lain, mengingat gadis tadi juga yang telah menyimpan bukunya selama ini. Untung saja sekolah tak curiga jika bukunya hilag dari lab. Benar-benar melegakan.

Joshua membalik-balikkan lembarannya, mecari sesuatu yang Mijoo juga tak tahu apa itu. Ia sempat berhenti sejenak di lembar Eunji dan Jimin. Tapi hanya sejenak. Setelah itu ia kembali membalik-baliknya lagi mencari sesuatu.

Tak ada yang tahu jika Jimin saat ini berdiri di dekat jendela klinik. Ia berusaha mendengar, atau setidaknya membaca yang ada di otak cerdas Joshua. Joshua bukan mencari Jimin. Ia juga tak penasaran pada V maupun Krystal. Apalagi Aerin yang memang dari awal jelas ia bukan vampire biasa. Artinya ada penjahat lain di sini. Kemungkinan besarnya adalah si penyihir yang juga menyerang Sungjae. Jadi Jimin fakus di tempat itu, menjaga sunyi agar tak ada yang menyadari keberadaan dirinya.

“Jim, kau sed-“

Jimin membungkam mulut Jinhwan cepat-cepat. Pria itu muncul tanpa suara, dan tiba-tiba menepuk bahu Jimin, dan hampir membuatnya terlonjak dari tempat. Dengan segera, Jimin mengisyaratkan pada Jinhwan untuk diam, karena ia sedang ingin fokus pada Joshua. Jinhwan, walau tak mengerti maksudnya, ia mengiyakan saja perintah Jimin. Toh ia sedang bosan. Aerin dan Yunhyeong tak ada. Dan Daehyun entah menghilang ke mana sejak pagi tadi.

“Mijoo. Kau tahu soal bangsa penyihir?” Joshua kini mulai membagi pikirinnya dengan Mijoo.

“Wae? Bibiku punya teman seorang penyihir. Mereka sangat misterius. Mereka benar-benar punya banyak rahasia,” jelas Mijoo.

Joshua pun balas mengangguk mengerti. Ia kembali membuka lembaran kertas super banyak itu, hingga akhirnya ia berhenti pada satu halaman. Joshua berpikir cukup lama, membiarkan Mijoo ikut membaca apa yang tertera di kertas itu.

“Lee Mijoo. Kau jaga buku ini. Jangan sampai ada yang tahu kau memilikinya. Aku akan segera kembali,” ujar Joshua cepat lalu beranjak dari tempatnya.

“Jisoo tunggu!” cegah Mijoo, membuat Joshua harus mengehentikan langkahnya. “Hati-hati,” lanjut Mijoo.

Joshua sempat menaikkan alisnya bingung. Namun ia lalu tersenyum abai dengan itu. Membentuk huruf O dengan telunjuk dan ibu jarinya, pertanda ‘ya’.

Seiring Joshua yang pergi, Jimin dan Jinhwan juga mengikutinya. Jimin berusaha membaca pikiran anak itu sebelum ia berjalan semakin jauh.

“Akhirnya aku menemukan keganjalannya. Ia tak sepintar itu menghapus jejak. Jung Eunji meninggalkan cukup banyak petunjuk. Hah!” Jimin terus berusaha masuk ke pikiran Joshua. Ia tahu lembar terakhir yang dibukanya. Yook Sungjae. Ada apa dengan Sungjae?

Joshua kini sampai di perpustakaan akademi. Langsung menuju bagian pendataan. Ia sempat melihat keadaan luar. Sekitar pukul empat pagi. Sebentar lagi jam tidur vampire. Jadi Joshua harus cepat menemukannya.

Ia masuk pada ruangan kecil di perpustakaan, tempat menemukan data siswa akademi. Perpustakaan cukup sepi di jam seperti ini. Bahkan penjaganya sedang istirahat makan. Jadi Joshua bisa leluasa mencari apapun saat ini. Tapi masalahnya,

CKLEK

Itu suara pintu. Apakah ada yang menutupnya? Joshua segera mengusir pikiran itu jauh-jauh dan kembali mencari. Ia tahu waktunya tak banyak. Penjaganya akan segera datang, dan Joshua harus selesai sebelum itu.

Sementara itu, sosok siswa bertudung yang mengenakan jubah sekolah mendekati tempat Joshua perlahan. Ia telah selesai mengunci pintunya. Penjaga sedang keluar. Perpustakaan sepi. Tempat yang bagus untuk melakukan eksekusi pada si anak pintar.

“Asa! Aku menemukannya!” teriak Joshua pelan. Raut mukanya begitu bahagia. Tapi tepat setelah mendengar gesekan pisau dengan udara, bulu kuduknya mulai bergidik ngeri.

“Apa yang kau temukan, huh?”

.

.

.

@Shanghai

Pasar Shanghai begitu ramai. Jungkook dan Aerin dengan pakaian serba tertutup mereka mulai menjelajah dan membaur dengan dunia manusia.

“Pasarnya memang menakjubkan,” komentar Aerin senang.

“Aku senang Noona menyukainya,”’ tanggap Jungkook mengukir senyum ke arah Aerin. Gadis itu hanya bisa balas tersenyum. Ia seketika menjadi sangat periang dan ramah di  sekitar Jungkook. Toh ia ingin tahu apa yang terjadi kepada anak itu sehingga berakhir sebagai vampire.

Mereka melihat-lihat berbagai pernik aksesoris pasar. Lalu menikmati akrobat sirkus yang kebetulan tak jauh dari pasar. Bahkan mereka sempat menaiki beberapa wahana kecil di sekitar tempat itu. Rasanya seperti mimpi bisa bermain dengan Jungkook lagi seperti sekarang. Ia sudah tumbuh dewasa, dan sikapnya tetap sama.

Kini mereka beristirahat di salah satu bangku jalanan. Jungkook mengulurkan sekotak jus darah kepada sunbae-nya dengan rekahan senyum. Tentu Aerin menerimanya dengan balas menyunggingkan senyum balik.

“Noona bagaimana rasanya di kelas khusus? Apakah menyeramkan?” tanya Jungkook sembari menyedot beberapa isap darah.

“Kau harusnya bertanya apakah di sana menyenangkan.” Jungkook lalu tertawa mendengarnya. Aerin ikut tertawa. Sungguh ia tak berubah bahkan setelah lima tahun berlalu.

“Kurasa kelas khusus juga akan cocok untukmu. Aku senang di sana karena kurasa itu juga kelas yang cocok untukku,” jelas Aerin. Jungkook hanya mengangguk-angguk sambil ber-oh ria.

“Jungkook, aku ingin bertanya.” – “Lalu Noona.” Mereka mengucapkannya bersamaan.

“Noona duluan,” ujar Jungkook mempersilahkan Aerin bicara.

Aerin tersenyum sejenak sebelum kembali bertanya. Pikirannya cukup ragu untuk mengatakan ini. Tapi biarlah ia tahu faktanya. Ia akan terus memendam pertanyaan jika tak segera meminta penjelasan,

“Kau vampire sejak lahir…, atau ada yang mengubahmu dari mahluk lain menjadi vampire?”

Senyum Jungkook mulai memudar setelah mendengarnya. Tentu Aerin tak mengerti dengan Jungkook yang tiba-tiba diam. Semua senyum manis itu hilang digantikan sunyi yang membungkus keduanya dalam alam pikir masing-masing.

“Ikuti aku,” ujar Jungkook singkat, lantas menggenggam tangan Aerin erat dan berdiri dari duduknya. Jungkook memejamkan mata tajamnya, lalu dalam seketika ia dan Aerin telah berteleport ke tempat lain. Ke sebuah hutan lain yang nampak menyeramkan.

Aerin membulatkan matanya terkejut. Pasti ada sesuatu yang salah di sini. Jungkook bahkan tak tersenyum lagi sama sekali.

“Noona, dengarkan aku,” Jungkook mengunci Aerin dalam tatapannya. Membuat gadis itu hanya bisa menatap mata Jungkook seorang. “Majja-yo. Aku Jungkook yang kau kenal. Untuk beberapa waktu, aku bisa mengembalikan ingatanku semasa menjadi manusia. Aku bisa mengingat Noona untuk saat ini.”

Aerin membuka mulutnya terkejut mendengar tuturan Jungkook. Jadi ia masih bisa mengingat Aerin? Itu sebabnya Jungkook mengajaknya bermain di dunia manusia. Ingat bukan, manusia yang menjadi vampire harusnya kehilangan semua ingatannya selama menjadi manusia.

“Tapi Noona, dalam beberapa saat lagi itu akan berubah. Aku akan kembali menjadi vampire yang ada dalam kendali seseorang. Mingyu sama sepertiku. Kami dikendalikan vampire yang membuat kami menjadi vampire,” jelas Jungkook masih menatap Aerin serius.

“Tapi bagaimana bis-“

“Karena kami dijadikan vampire saat jantung kami sudah berhenti bekerja.”

Aerin menutup mulutnya dengan tangan. Matanya makin membulat sempurna.

“Aku dan Mingyu sama sepertimu. Kami menjadi vampire karena obat kimia. Bukan oleh gigitan vampire secara langsung. Kini aku tak bisa melakukan apapun selain menjadi boneka orang itu. Aku juga tak tahu wajahnya. Ia selalu menyembunyikan diri,” setelah menyelesaikan ceritanya, Jungkook kembali tersenyum hangat ke arah Aerin, “Ayo kembali ke tempat kita. Ngomong-ngomong ini hutan terlarang. Jika ada yang mendengar ceritaku, mereka adalah bangsa werewolf. Jadi tak apa. Kita harus kembali ke Shanghai agar mereka tak khawatir. Aku yakin pacarmu sedang ketakutan mencarimu.”

“Siapa? Suga?”

“Kau pacaran dengan Suga-sunbae Noona?”

“Aish, lupakan. Ayo pergi!” Aerin kembali menggenggam jemari Jungkook erat, membiarkan anak itu membawanya kembali berteleport ke tenda mereka.

“Rin!” “Rin!” “Rin!”

“Jungkook kau di mana? Jungkook!”

Ya, seperti dugaan mereka, kini kelompok mereka tengah sibuk meneriaki nama mereka.

“Kami di sini, hyung. Kami hanya keluar melihat-lihat Shanghai sebentar,” teriak Jungkook.

V, Suga, Zelo, dan yang lainnya pun menghentikan pencarian mereka setelah mendengar teriakan Jungkook. Mereka semua menatap Jungkook penuh selidik. Namun yang ditatap hanya bisa mengelak,

“Aku jujur.”

“Kami keluar karena insomnia. Aku ingin tahu seperti apa Shanghai di waktu siang. Kami juga hanya keluar di sekitar pagar sambil mengawasi,” jelas Aerin kembali ke sikap acuh tak acuhnya.

Mingyu tentu bisa percaya saja. Namun tidak dengan yang lain. Terutama Suga dan V. Mereka masih berulang kali melayangkan tatapan maut ke arah Jungkook, yang tentu membuat Aerin berulang kali tertawa dalam hati.

.

.

.

@akademi

TOK…TOK…TOK…

Naeun berdiri di depan kantor Master Jung di temani Krystal dan Youngjae. Di pelajaran sebelumnya, Naeun ketahuan membawa laptop. Laptop di akademi adalah pelanggaran. Karena keberadaan tempat ini saja adalah rahasia. Manusia bisa melacak tempat vampire jika benda itu menyala.

“Aish, ada apa dengan orang tua ini? Apa ia setuli itu?” Naeun masih menggerutu di depan pintu. Sedang Krystal dan Youngjae yang telah lelah menunggu itu pun ikut angkat suara,

“Buka saja. Tak perlu terlalu banyak sopan santun toh kalau kau banyak memaki begitu,” tawar Youngjae.

“Kau benar juga.”

Naeun pun membuka pintu itu perlahan, berharap Masternya tak sedang tertidur atau melakukan semacam hal pribadi. Tapi bukan demikian yang ia dapatkan. Naeun segera menjerit, membuat Krystal dan Youngjae yang mulanya bersandar pada dinding dengan santai ikut tersentak oleh teriakan Naeun.

“Ini gila,” gumam Naeun masih syok dengan dirinya sendiri.

Youngjae membantu Naun berdiri dari jatuhnya. Sementara Krystal, ia memutar otak, berharap ini bukanlah pertanda suatu yang buruk. Tak ada V yang bisa melindunginya sekarang omong-omong. Ini berbahaya.

.

.

.

“Jinhwan, bukankah Mijoo yang pegang buku yang kau curi dari lab? Ia sendirian?” Jimin mulai mengingat sesuatu.

Sementara itu, di lorong menuju klinik, seorang gadis berambut pendek yang baru saja menenangkan diri dari menangis, kembali menggenggam sebuah jarum perak yang ia sembunyikan. Ia masih mengenakan kacamata besar dan sebuah masker agar tak ada yang mengenalinya.

Oh, benar! Ngomong-ngomong Mijoo mengenalinya. Jadi Mijoo tahu Eunji kini sudah bebas dari penjaranya. Tak boleh ada yang tahu jika Eunji bebas. Itu sebuah rahasia. Buku lab itu, juga adalah sebuah rahasia. Dan yang tahu pasal sesuatu yang harusnya rahasia, bukankah lebih baik lenyap?

-TBC

A/N: Aku tahu ini sangattttt lama. Tapi author berniat buat nyelesain cerita ini sampai end, dan ga berhenti di tengah jalan. Semoga masih ada yang mau baca huhu TT. Hope you enjoy it ^^. Don’t forget to leave your review. See you 😀

Advertisements

13 thoughts on “[BTS FF Freelance] The Academy of Vampire – (Chapter 10)

  1. Ahhhh udh lama ga baca ini:'(( thor ku kangen wkwk.. taetae nakal yah pegang” aeri😢 mas suga tikungan tajam mas😂 mba eunji aku kenapa jadi jahat:'(( bang jk kamu jadi anak baik yah jeball~~ jangan jadi jahat bang.. otw baca yg lainnya😄😄

    Like

  2. Sayang author :* uuuncchhhh apa cuma diriku yang ngeship Suga sama Aerin :”) btw sampe lupa kalo si aerin pacarnya Suga hehehe,Banyakin momentnya Suga Aerin dong pelisss ini sudah gakuku ganenene Aerin sama Suga jadian :” love you so so much thor cepet di lanjut gihh jangan ❤

    Like

  3. Finally… Update juga thor… Gue nunggu dari tahun lalu loh.. Sering googling ff ini yg chapt 10 tapi belum dapat.. Jadi aku hentiin nyarinya.. Dan pas hari ini lagi bosen jd googling lagi.. Eh nemu chapter 10 … Yeay..
    Author jjang!!
    Nexr chapt jngn terlalu lama ya thor.. Hehe

    Like

  4. Annyeong aku reader bru sblum nya minta ijin bca dri awal dan untuk ke chap slanjutnya, mian bru comment di chap ini ya thor, soal nya pas tau FF ini udah bnyak chapter nya jdi gak smpet comment dri awal krna aku tau FF ini bru 5 hari yg lalu dan udah seru bgt pas bca di chap prtama ..Tpi dri chapter awal sampe chap ini bgus bnget ceritanya ,sekali lgi maaf dan slam kenal ..

    Liked by 1 person

  5. Pertama-tama mau say hi dulu buat author. Kemana aja thor?
    Jarang update, bikin kangen.. Sama fanfictnya, hehe. /digorok/
    Udah lama banget aku nungguin fanfict ini.
    Penasaran juga sama kelanjutannya. Request banyakin moment V-Aerin dong thor. Hehe.
    Oiya, author punya akun line kah? Atau facebook?
    Boleh tau namanya gak thor?
    Aku ngefans sama author /plak/

    Liked by 2 people

    1. Fufu 😢😢 maafkan ceritanya yg hiatus lama bet /LOL/ 😂
      Iya, author nanti tambahin momen VRin nya. Kkkk
      Yawla aku senyum-senyum sendiri looh baca comment mu/*plakk 😅
      Facebook aku ga pernah aktif. Maafkan. Id line nya: dwianiyulia
      Thanks for reading ^^. Makasih comment nya. Jinjja gumawoyooo 😍😍😍

      Like

    1. Wkwkwkwk
      Aerin sama Jungkook? Mereka mah family ship. Hehe. Tapi gitu yah 😂
      Oke, buat abis ini scene nya kuusahakan ga terlalu banyak. Udah mau klimaks huhu 😭😭😭
      Btw thanks for reading. Thanks for commenting 😍😍

      Like

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s