[Vignette] From Taehyung

from-tae

FROM TAEHYUNG

BTS’ Kim Taehyung with OC’s Park Reyn | friendship, fluff | vignette (1,2k words) | PG13

.

a late birthday fic for ayshry ❤

presented by risequinn and Rizuki

.

.

Langkah kaki pemuda tembam itu terhenti di depan sebuah kamar dengan pintu kayu berpelitur yang tak tertutup. Mulut sibuk mengunyah keripik kentang sementara maniknya menelisik ke dalam kamar beraroma lavender itu. Tampak seorang gadis tengah mematut diri di depan cermin, bergeming cukup lama, sebelum akhirnya ia mendesah selagi menepuk dahinya sendiri. Tanpa disadari, simpul di bibir sang pemuda lekas terbentuk tiap kali sorotnya terus mengikuti setiap pergerakan kacau si gadis bersurai panjang di dalam kamar tersebut.

Abaikan suara ketukan waktu yang berasal dari jam kecil berbentuk boneka salju yang berada di atas nakas, bibir gadis tersebut masih senantiasa mengucap serapah. Lantas, pemuda bergaris Park tersebut mengikis langkah; menghampiri si gadis kacau.

“Mau pergi ke mana, Reyn?”

Menoleh sekejap, gadis itu lekas mengerucutkan bibir, mengedikkan bahu kemudian melemparkan tubuhnya di atas ranjang. Tepat saat sang pemuda duduk di pinggiran kasur, lengannya terjulur hendak meraih tubuh si gadis untuk bangun. Park Doha tertawa kecil setelah memastikan sang adik sudah terduduk sembari menatapnya sebal. Lensa saling bersirobok sebelum gadis bernama Reyn tersebut menepuk-nepuk kasurnya dan hampir melayangkan tinjunya ke arah Doha yang masih memandanginya.

“Apa yang harus kupakai untuk kencan nanti, Kak? Oh, rasa-rasanya kepalaku ingin pecah memikirkan ini. Kim Taehyung mengajakku berkencan—ya Tuhan, baru kali ini aku begitu kebingungan hanya demi menentukan pakaian untuk bertemu Kim Taehyung.”

Park Doha tergelak mendengar pengakuan sang adik. Pemuda berlesung pipi itu tak menyangka jawabannya hanya sesederhana itu—demi Tuhan, kalau Doha lupa jika Reyn bukan adiknya dan ia harus senantiasa menjadi kakak yang baik, Doha mungkin sudah akan melemparkan tumpukan bantal tepat pada wajah Reyn, jujur saja. Hei, adiknya bahkan setiap hari bertemu dan bermain dengan tetangga mereka yang namanya Kim Taehyung itu. Oh, kenapa tiba-tiba ia begitu resah hari ini hanya karena masalah pakaian?

Ya! Pakai saja seperti yang biasanya kaupakai, Reyn. Ck, lagipula ini bukan kali pertama kau akan pergi dengan Taehyung, ‘kan?”

Manik Reyn mengerjap, ia mengumpati sang kakak di dalam hati. “Sudahlah, Kak. Kau pergi saja jika datang ke sini hanya untuk mengejekku—aku sudah menentukan pilihanku jadi kauboleh keluar, Tuan Park Doha.” Lengan Reyn bergerak mendorong sang kakak untuk segera enyah dari dalam kamarnya. Sejatinya, ia belum menemukan perihal pakaian yang akan dikenakannya, sih. Tapi, telinganya sudah tidak tahan mendengar suara lembut sang kakak yang bahkan bisa berubah begitu memuakkan dan err … sangat menyebalkan!

.

.

Kim Taehyung tergelak hebat dari tempatnya berdiri, pemuda itu sampai-sampai memegangi perutnya terlampau bersemangat menguarkan tawa saat maniknya mendapati sosok Reyn melangkah ke arahnya. Yang ditertawakan hanya mengumpat seraya mendengus sebal—oh, sial! Kim Taehyung menjebakku lagi. Namun, tak ingin terlihat dibodohi, Park Reyn tetap melangkah dengan penuh percaya diri. Setidaknya ia harus berpolah jika sedang tidak menjadi korban Kim Taehyung. Alih-alih mengamuk seperti biasanya, Reyn memaksakan sebuah senyum lantas melangkah menghampiri Taehyung.

“Sial, kau!” umpat Reyn tatkala kedua tungkainya telah menapak tepat di depan mata kaki Taehyung.

“Oh, tenanglah, Reyn. Kau sudah terlihat anggun begini kenapa masih bersikap seperti Reyn yang buluk, sih? Pfft. Hei, setidaknya aku bisa sedikit bernapas karena kau tidak akan mempermalukanku dengan pakaianmu yang seperti biasa kaupakai, bukan? Well, kau terlihat cantik berpakaian seperti ini, kok. Aku serius,” ucap Taehyung selagi menepuk-nepuk kepala Reyn. “Lagipula, aku  sungguhan sudah menyiapkan kejutan buatmu, tahu. Dan, kau juga tidak boleh marah-marah di hari ulang tahunmu, Nona Park. Jangan lupakan kalau orang pertama yang memberimu ucapan selamat adalah Kim Taehyung.” Pemuda itu menepuk-nepuk dadanya, bangga. Ia juga masih terkekeh tatkala melihat Reyn hanya melengos dan terlihat kalah.

Tapi, memang benar, sih. Kim Taehyung adalah orang pertama yang mengiriminya ucapan selamat ulang tahun, dini hari tadi. Oh, pemuda idiot itu tepat mengirim sebuah selca yang sengaja diedit sedemikian rupa dengan campuran banyak filter dan ucapan selamat tepat pukul duabelas tengah malam. Bahkan kedua kakak Reyn baru mengucapkan selamat kepadanya saat mereka bertemu selepas bangun pagi. Gadis itu cukup tak percaya, sebenarnya. Mengingat, Kim Taehyung sesungguhnya bukan termasuk lelaki seromantis itu—oh, tidak. Kau tetap saja sedang dikerjai olehnya, Park Reyn! Jangan biarkan dia mencari celah untuk mengerjaimu yang kedua kalinya.

“Sudahlah, jadi ke mana kita akan pergi, huh?” tanya Reyn tak sabar. Sepasang tungkainya hampir kesemutan karena ia tak terbiasa mengenakan heels, pun dress yang digunakan ini juga sama sekali bukan style-nya. Oh, Park Doha bahkan sudah menertawakannya saat akan berangkat tadi—ini sungguh memalukan.

“Aku akan mengantarmu ke tempat yang sudah kusiapkan untuk merayakan ulang tahunmu, tentu saja.” Taehyung tersenyum tampan. Jemarinya terulur menunggu Reyn untuk menyambutnya. Sepersekon selanjutnya, Reyn hanya menuruti langkah Taehyung. Gadis itu berharap semua hal yang sudah didelusikan semalaman—akan menjadi kenyataan. Setidaknya, Park Reyn tidak akan terlalu kecewa kalau Taehyung sungguhan bersikap normal hari ini saja.

.

.

Park Reyn sudah nyaris berteriak dan menendang tulang kering Taehyung lantaran apa yang kini tersaji di hadapannya. Ia tidak peduli pada hari spesial dan dress cantik yang kini dipakainya. Tujuan Reyn saat ini adalah memaki Taehyung sampai pemuda itu berlutut meminta ampun padanya. Oh, hari ulang tahunnya sudah gagal. Tak ada kebahagiaan, tak ada kejutan, tak ada kenangan manis, tak ada kencan romantis—Kim Taehyung sialan!

Apa boleh buat? Reyn benar-benar kesal hari ini. Delusi indah yang terkhayal semalaman, menguap begitu saja.

“Apa ini, Kim Taehyung?” Reyn menyalak marah. Maniknya menyerbu sosok Taehyung saat itu juga. Ia sudah ingin memukul kepala lelaki yang tengah meringis di depannya itu—namun, ia mendadak malu melihat pakaian yang tengah dikenakannya saat ini. Oh Tuhan, seharusnya ia menuruti apa kata kakaknya tadi pagi—memakai pakaian yang seperti biasanya kaupakai—astaga, kau bodoh sekali, Park Reyn!

“Kejutan untukmu, tentu saja.”

“Kejutan?!” Suara Reyn meninggi. “Kejutan macam apa? Kaupikir aku masih berumur enam tahun yang akan senang hanya dengan kauajak ke rumah pohon ini, huh?”

“Hei, Reyn, santai dong. Kenapa kau marah-marah, sih?” Kim Taehyung lekas merangkul pundak sang gadis. Ia mencolek pipi Reyn sejenak seraya tersenyum tampan dan menunjuk ke atas pohon—tepat di mana rumah pohon itu berada.

“Sudah, aku mau pulang!”

“T-tunggu, Reyn.” Taehyung menahan lengan gadis Park itu selagi mendapati matanya tampak kemerahan. “Aku sungguh-sungguh menyiapkan kejutan untukmu, di atas sana. Ayo naik!”

“Tidak, Kim Taehyung. Aku ingin pulang! Kau bodoh atau bagaimana, sih? Aku memakai dress, Kim Taehyung. Dan ini—high heels sialan ini—aku bersumpah akan membencimu seumur hidup, Kim Taehyung!”

“Park Reyn, kaupercaya padaku, ‘kan?”

“Kau tentu tahu apa jawabannya apa, Alien Bodoh.”

“Kalau begitu, ayo naik! Sebentar saja. Jika memang kau tidak suka, kau boleh memukul atau bahkan meninggalkanku pulang saat itu juga. Kaubisa melepas high heels-mu saat naik. Pakailah sepatuku kalau kau tak ingin kakimu kesakitan saat naik ke sana. Dan … oh Tuhan, aku akan naik terlebih dahulu, oke? Jadi, aku tidak akan melihat apa pun saat kau naik, meskipun kau sedang memakai dress, bagaimana?”

Reyn akhirnya menurut. Ia melepas heels-nya kemudian menaiki tangga mengikuti Taehyung yang lebih dulu sampai di atas. Tangan pemuda itu terulur untuk membantu Reyn menjejak pada alas rumah pohon mereka. Memang jika dilihat dari bawah, tak tampak hal spesial yang cukup membuat Reyn merasa senang. Namun, saat ia sampai di atas, sebuah tatanan―yang sedikit berantakan―bersisihan dengan kue kecil dengan lilin tinggi bertulisakan Happy Birthday tampak membuat Reyn tercengang. O-oke, ini cukup mengesankan dan—

“K-Kim Taehyung.”

“Selamat ulang tahun, Park Reyn. Kita akan tetap bersama selamanya, bukan?”

err, romantis.

.

.

-end.

.

SELAMAT ULANG TAHUN, UPINCHUUUUU! 

maap telaat maap jelek maap alay maap receh yang penting kita sayang kamu mwaaaah ❤

Advertisements

2 thoughts on “[Vignette] From Taehyung

  1. WANJAY INI APAAN DAN SIAL IPIN KAKROSSSSS ASTAGA KALIAN INI AH DAKU BINGUNG MAU NGOMONG APA BIKOS INI MANISNYA KEBANGETAN! AAKKKKK REYN TETEP YHA GALAK KIMTETE JUGA TETEP YHA NYEBELIN MANA ADA KANG DOHA YG NYEMPIL ITU ASTAGA AKU RINDU DOHA DAN PERISIPSAAN HUFT DAN DAN DAN YANG TERAKHIR ITU SUBHANALLAH BAGIAN NAE TANGGA AKU KOK NGAKAK ANJERRRRE UNTUNG KIMTETE PEKA TERUS YA ITU DI RUMAH POHON ADA KEJUTAN AAAAK KIMTETE BISA ROMANTIS JUGA AAAAKKKKKKK KUSAYANG KIMTETE MUAH MUAH 😘😘😘😘

    MAKASIIIIIIIH BANGET IPINCHU KAKROSEU AAAK SIAL BARU MELEK DAPET YG MANIS OVERLOAD BEGINI PULA HUFT AKU SAYANG KALIAN MUAH MUAH!😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘 /flying kiss from rgtcity/ 😂

    Like

  2. Uwoooh… Manis banget kak . ya ampun aku sampek senyum2 sendiri bayanginnya. Karena emang bentar lagi aku juga ulangtahun, kkkk… Ah, pengen deh dpet kejutan dari taehyung. Huhuhh…

    Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s