[Boys Meet What?] The 2nd Angel – Oneshot

picsart_12-04-09-29-50

THE 2nd ANGEL

Story by NavigaForeca

Genre : AU, Family, Little Romance

Length : Oneshoot

Rating : PG-17

Cast : Jeon Jungkook [BTS], Jeon Jiyeon [OC], and Yoon Eunbi [OC]

Disclaimer : This story is mine, but characters not mine. OOC, typo(s), Not Real, this story just for entertaint.

Summary : Terkadang kau memang gila dan sangat menyebalkan. Tapi percayalah. Sampai kapan pun hanya kau yang aku butuhkan.

Note : Disini aku buat dua kata yang berbeda dalam pengucapan ‘kakak perempuan’ (bagi laki-laki yang menyebutkannya). Tujuannya agar kalian tidak bingung menentukan yang mana kakak kandung sebenarnya.

Happy Reading ^^

***

“ Jungkook cepatlah ! Temanku sudah menunggu lama di rumahnya. Kau ini lelet sekali ! “

Jungkook melangkahkan kakinya dengan malas sambil membungkuk-bungkukkan badannya. Dilihatnya Jiyeon sedang sibuk mengutak-atik iPhone silver miliknya dengan wajah kusut. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kakaknya sampai-sampai membuat ekspresi seperti itu. Ah, tapi untuk apa juga dia peduli.

“ Kak Jiyeon, sudah kubilang kan kalau aku tidak butuh guru les privat. Aku bisa saja ikut bimbel bersama Taehyung kalau aku mau. Kakak tidak perlu merepotkan teman-teman kakak. Percuma saja kalau ujung-ujungnya aku masih tetap jadi anak bodoh “

“ Diamlah. Apa kau tidak lihat aku sedang menelepon ? “

Jungkook berdecak malas. Selalu saja begini. Kenapa kak Jiyeon tidak pernah mau mengerti dirinya.

“ Ah, hai Eunbi. Maaf ya kami agak telat datang. Semua ini gara-gara ulah Jungkook, dia laki-laki tapi gerakannya seperti perempuan. Sangat lamban. Aku saja kesal melihatnya “

Jungkook melotot mendengar perkataan Jiyeon. Sedangkan yang dipelototi hanya terkekeh kecil melihat ekspresi adiknya yang menurutnya sangat lucu.

Dasar kak Jiyeon ! Kenapa dia bilang begitu pada temannya. Bukankah ini memalukan. Ah, Jungkook jadi makin sebal.

“ Iya, Eunbi. Sebentar lagi kami akan sampai. Hanya tinggal melewati 2 blok lagi “

“….”

“ Baiklah kalau begitu. Kami juga akan mempercepat langkah. Sampai jumpa nanti dirumahmu ya.. “

Jungkook melirik Jiyeon kesal.

“ Kenapa kakak bilang begitu ?! “

Jiyeon menoleh, “ Bilang apa ? “

“ Tidak usah pura-pura tidak tahu. Aku tidak terima jika kakak mempermalukanku di depan teman-teman kakak “

“ Kau ini kenapa sih, Kook ? Aku kan tidak melakukan apa-apa “

“ Ck ! Mood ku jadi benar-benar hilang sekarang. Aku malas pergi ke sana ! Aku juga tidak mau ikut les privat ! Kakak tidak berhak mengaturku karena aku punya kehidupan sendiri ! “

Jiyeon menatap Jungkook takjub.

“ Benarkah ? “

“ Pergilah sana sendirian ! Aku mau main ke rumah Taehyung saja “

Jungkook berbalik meninggalkan Jiyeon yang masih berdiri di tempatnya.

“ Kau yakin mau pergi ? Apa kau rela jika aku tidak memberikan uang jajan padamu bulan ini ? “

Jungkook menghentikan langkahnya. Ia menatap Jiyeon dengan ekspresi kesal.

“ Yah.. kalau kau memang mau begitu  sih tidak papa juga ya. Berarti uangnya menjadi milikku sekarang. Senangnya dapat uang jajan dua kali lipat bulan ini… “ Jiyeon melanjutkan langkahnya sambil menahan senyum.

Andai saja jika yang ada di hadapannya sekarang ini bukan kakaknya, Jungkook pasti sudah menjambak- jambak rambutnya dari tadi. Lihatlah, bukankah kakaknya sangat curang, kenapa hal seperti ini malah berimbas pada uang jajan bulanannya. Sungguh malang nasib Jungkook.

“ AKU TIDAK JADI KERUMAH TAEHYUNG ! “

***

Tok..tok..tok..

“ Ya, masuk saja, pintunya tidak dikunci “

Jiyeon membuka pintu lalu kemudian masuk ke dalam rumah Eunbi diikuti Jungkook. Rumah Eunbi cukup besar. Ia hanya tinggal bersama ibunya dirumah sebesar itu. Dan seperti inilah keadaannya. Hening. Bahkan suara keran air dari kamar mandi pun terdengar.

Jungkook menatapi isi rumah dengan wajah kagum. Ini benar-benar rumah impiannya. Besar dan terlihat mewah walau tidak terlalu. Bukannya rumah mereka berdua kecil, tapi rumah Eunbi memang kelihatan luas ketika kita berada di dalam. Dengan warna hitam dan putih yang mendominasi serta beberapa porselen antik yang diletakkan di dalam lemari khusus.

“ Hei, Jungkook, tidak bisakah kau duduk ? Jangan membuatku malu di depan temanku ! “

Jungkook tidak mengindahkan Jiyeon. Ia masih asyik menatapi akuarium ikan koi yang ada di hadapannya sekarang.

“ Kak, kau suka ikan koi kan ? Cepat kemari dan lihat ini ! “

“ Ais.. Jungkook ! Kau tidak mendengarkan ak- “

“ Hai, Jiyeon, apa kau menunggu lama ? “

Jiyeon menoleh. Dilihatnya Eunbi sedang berjalan menuju ke arahnya sambil membawa nampan berisi dua gelas minuman dan beberapa makanan ringan.

“ Oh hai, Eunbi, tidak lama kok. Kami berdua baru saja sampai. Iya kan Jung- “

Jiyeon menatap datar Jungkook yang masih saja sibuk bermain dengan ikan-ikan koi itu. Ingin rasanya ia berkata kasar.

“ Jungkook hentikan itu ! Apa kau tidak lihat di belakangmu sedang ada tuan rumah ! Kenapa kau ini kekanakan sekali “

Eunbi mengusap-usap bahu Jiyeon pelan. Membantunya agar bisa sedikit lebih bersabar menghadapi tingkah adiknya.

Tiba-tiba Jungkook tertawa. Seketika kening dua gadis itu berkerut. Apa sebenarnya yang sedang dilakukan oleh Jungkook disudut sana.

“ Bahahahaha !! Foto siapa ini ? Jadul sekali ! “

Eunbi melotot. Di hampirinya Jungkook yang sedang tertawa memandangi sebuah figura foro yang objeknya ternyata adalah dirinya. Lantas saja ia langsung merebut figura tersebut dengan wajah memerah karena malu.

“ Yaa !! Tidak sopan !!! “

Jungkook kaget sekaligus terkejut mendengar teriakan Eunbi yang begitu memekakkan telinga.

“ Bagaimana bisa kau menemukan foto ini ! Padahal aku sudah menyimpannya jauh-jauh agar tidak ada orang yang bisa melihat ! “

Jungkook hanya diam tidak bergeming.

Jujur saja, ia diam bukan karena ia takut jika tiba-tiba saja gadis di hadapannya ini mengusirnya keluar dari rumah, tapi…

Ia hanya sedikit terhipnotis dengan wajah cantik gadis itu.

Ah, apa ia baru saja menemukan bidadari yang jatuh dari surga ?

Jungkook merasakan debaran jantungnya yang semakin bertambah cepat kala gadis itu menatap tepat kearah matanya. Astaga, sebenarnya ada apa denganmu Jungkook..

Ah iya !

Nama. Ia harus segera mengetahui nama gadis itu.

“ Ehh.. hai, siapa namamu ? “

Eunbi mengerutkan keningnya sembari menatap Jungkook. Sebenarnya Jungkook kenapa sih ? Kepalanya habis terbentur atau bagaimana.

Tidak mau ambil pusing, Jungkook justru malah menyodorkan tangannya pada Eunbi. Berniat mengajak bersalaman.

“ Namaku Jeon Jungkook, panggil saja Jungkook. Aku murid dari SMP Anhyun kelas tiga. Kau sendiri sekolah dimana dan kelas berapa ? “

Eunbi semakin bingung dengan sikap Jungkook yang makin  aneh terhadapnya. Ia menatap Jiyeon yang sepertinya sedang menahan emosinya sedari tadi.

“ Hei, Jungkook, kemari kau ! “

Jungkook menoleh menatap Jiyeon. Ada apa lagi sih pikirnya. Setelah tadi Jiyeon memaksanya untuk ikut les privat bersama temannya, sekarang ia mau menganggu acara PDKT nya dengan gadis yang baru ia temui sekitar 5 menit yang lalu. Kenapa kakaknya ini sangat suka menganggunya.

“ Bodoh, kenapa malah diam disitu ?  Aku bilang kemari ! “

Jungkook berdecak kesal lantas melangkahkan kakinya menghampiri Jiyeon.

“ Kenapa lagi sih, Kak, kau mau ap- aduh !! Adu adu adu aduhhh !!! Kak apaan sih ?!! Sakit, Kak !! “

Jiyeon menghentikan kegiatan menjewer telinga Jungkook. Dia memang sudah gemas sekali dari tadi dan baru kesampaian sekarang.

“ Kau sudah benar-benar membuatku malu, Kook ! Dia itu guru privatmu ! Harusnya kau sopan sedikit ! Dan perlu kau ketahui kalau ini adalah rumahnya, lalu foto tadi kau dapatkan darimana hah ? Astaga Jungkook kenapa susah sekali sih mengaturmu !! Kalau dia tiba-tiba tidak mau mengajarimu bagaimana ?! Ais… “

Jiyeon mengusap wajahnya yang mulai basah karena keringat emosi(?). Ntah kenapa suasana diruangan ini terasa semakin panas saja.

“ Oh, jadi ini rumahnya dan, dia guru privatku ?! “

“ Menurutmu siapa lagi ?! “

Jungkook menatap Eunbi yang juga sedang menatapnya sekarang. Ah, lagi-lagi tatapan itu.

Eunbi Noona, apa kau mau membunuhku dengan tatapanmu itu ?

Dia cantik sekali… Astaga pokoknya aku tidak mau tahu !

Noona, kapan kita akan mulai belajar ? Aku sudah tidak sabar.. “

***

EPILOG

“ Oi mau pergi kemana kau ? “

Jungkook menoleh. Menatap Jiyeon dengan ekspresi yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Jungkook heran, kenapa sih Kak Jiyeon tahu saja jika dirinya akan pergi hari ini. Apa busana yang ia kenakan terlalu mencolok ?

“ Kook, kau belum menjawab pertanyaanku “

“ Aku mau pergi menonton bersama Eunbi Noona. Kenapa ? Kak Jiyeon mau ikut ? “

“ Dan menjadi obat nyamuk diantara kalian berdua ? Woo terimakasih banyak “

Jungkook hanya mengangkat bahunya.

“ Kalau begitu aku akan pergi sekarang “

“ Heh tunggu ! Awas ya kalau kau melakukan hal-hal yang aneh pada Eunbi. Aku tidak akan segan-segan mencekikmu sampai tubuhmu membiru ! “

Jungkook berdecak.

“ Memangnya aku akan melakukan apa, Kak ? Lagipula kan aku sudah besar. Tentunya aku pasti sudah tahu mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Ah Kak Jiyeon ini ! “

Jiyeon tersenyum.

“ Iya aku tahu kalau kau sudah besar. Aku kan hanya mengingatkanmu “

“ Yasudah kalau begitu cepat pergi sana ! Aku bosan melihat wajahmu “

Jungkook mendengus kecil. Kak Jiyeon terkadang suka bertingkah aneh. Benar-benar tidak ada bedanya dengan taehyung.

Jungkook diam sambil mengikat tali sepatunya. Tiba-tiba saja ia teringat sesuatu. Saat-saat dimana ia dan Eunbi pertama kali bertemu.

Kalau dipikir-pikir waktu itu ia memang kelihatan konyol. Benar-benar seperti tidak memiliki rasa malu saat mengajak Eunbi berkenalan setelah  sebelumnya ia mentertawakan foto jadulnya. Ntah kenapa ia masih tidak menyangka bahwa ia dan Eunbi sekarang sudah menjalin hubungan hampir 1 tahun. Memori itu tidak akan pernah terlupakan dari ingatan seorang Jeon Jungkook. Karena menurutnya itu terlalu berharga.

Belum lagi seseorang yang sedang sibuk menonton TV di ruang tengah itu juga sangat berperan penting dalam perjalanan kisah cintanya.

Benar juga, jika saat itu Kak Jiyeon tidak mengancamnya untuk tidak memberinya jatah uang jajan bulanan, dan ia lebih memilih untuk pergi main kerumah Taehyung, Jungkook rasa ia tidak akan bertemu dengan Eunbi sekarang. Dan menjalin hubungan dengannya tentunya.

Jungkook menatap Jiyeon sembari tersenyum. Ia baru sadar jika hidupnya tidak akan ada apa-apanya tanpa Kak Jiyeon.

Mungkin jika tidak ada Kak Jiyeon ia tidak akan bisa meraih juara pertama di kelasnya. Mengingat usahanya yang mati-matian ingin agar Jungkook ikut les privat bersama Eunbi guna memperbaiki nilai dia yang jeblok.

Mungkin juga jika tidak ada Kak jiyeon ia tidak akan bisa berteman lagi dengan Taehyung. Karena disaat mereka sedang bertengkar, Kak Jiyeon pasti selalu menjadi penengah diantara mereka berdua.

Dan mungkin, jika tidak ada Kak Jiyeon…

Ia tidak akan bisa bertemu dengan bidadari nya. Eunbi Noona.

Ah, ternyata semua ini karena Kak Jiyeon.

Ia juga ingin berterimakasih pada Tuhan karena telah mempertemukannya dengan Kakak yang sangat hebat sepertinya.

Kak Jiyeon, aku menyayangimu. Bidadari keduaku..

..

.

FIN

Anyeong !

Bagaimana ceritanya ? membosankan? Menarik ? Saya penulis baru nih, jadi maaf ya kalo membosankan. TT

Saya akan sangat berterimakasih jika kalian mau menyempatkan diri untuk membaca FF gaje ini. Apalagi jika kalian mau memberikan komentar. Saran atau kritik pun juga boleh.

Kamsahamnida^^

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s