[BTS FF Freelance] Sweet Felony – (Teaser)

sweet-felony

SWEET FELONY

Choi’s

Felony Hwang (OC) – Min Yoongi (a.k.a BTS Suga) – Kim Taehyung (a.k.a BTS V)

School Life – Romance – Fluff – Complicated

Chaptered

T(eenager)

The story and  OCs are purely mine. BTS members belong to ARMY

¤

“Your scent is a sweet felony.”

TEASER

¤ SWEET FELONY ¤

Felony merupakan sebutan bahasa inggris yang berarti kejahatan besar. Sebuah kejahatan yang biasanya berupa suatu kekerasan dan dianggap lebih serius daripada kejahatan tingkat ringan. Hukuman yang biasa diberikan untuk pelaku felony yaitu hukuman penjara selama lebih dari satu tahun atau eksekusi mati.

Hei- mengapa aku tiba-tiba membicarakan mengenai hukuman mati atas kejahatan besar, atau felony?

Karena namaku adalah Felony. Ya, Felony Hwang. Ibuku tentunya memberikan nama tersebut bukan untuk menyumpahi anaknya agar suatu saat aku harus melakukan suatu kejahatan besar atau apapun itu. Ibuku hanya tertarik dengan kata tersebut tanpa mengetahu arti yang sebenarnya. Dan begitulah kisah singkat dibalik pemberian namaku.

Mengapa baru sekarang aku mencari tau tentang arti namaku? Saat ini, umurku delapan belas tahun, empat bulan lagi aku akan meninggalkan Yongsan Senior High School. Lulus dengan nilai tertinggi diantara tiga ratus siswa lainnya. Meninggalkan namaku pada daftar peringkat lulusan terbaik pada piagam di dalam lemari kaca aula sekolah. Meninggalkan semua kenangan yang ada dan yang pernah terjadi di sana. Meninggalkan bayangan Jisoo, Taehyung, dan dia. Dia, alasan mengapa baru kini aku mencari tau arti dari namaku. Dia yang terlebih dahulu mengetahui arti namaku dibanding pemiliknya sendiri.

Aku mengingatnya. Saat pertama kali kami bertemu. Bagaimana kedua mata itu menatap name tag yang bertuliskan namaku disana. Tatapannya masih terus melekat erat dalam ingatanku, bagai kulikan rekaman yang dapat kuputar sewaktu-waktu lalu kembali tergambarkan dengan jelas.

Kedua matanya menyipit, mengembangkan kantung matanya. Biji matanya hitam pekat, senada dengan surainya. Pertemuan yang singkat namun terus mengintimidasi selama sisa umur hidupku.

Sejenak ia mengarahkan kedua manik matanya menuju wajahku, dan pandangan kami bertemu. Aku tidak menyukainya. Bukan karna wajah datarnya yang ia hadapkan padaku, tapi bagaimana ia mencoba membaca mataku, mengunci pandanganku, dan menelusup semakin dalam dengan kedua mata indahnya -harus ku akui itu. Sempat ia kembali melihat kearah name tagku seolah-olah tengah memastikan sesuatu entah apapun itu aku tidak pernah mengetahuinya, sebelum akhirnya ia melangkah menjauh. Menyisakan empat menit paling mengerikan dalam hidupku.

¤ SWEET FELONY ¤

“Aku tidak menyukaimu. Karna aku tidak pernah tau apa yang kau pikirkan dibalik wajah datar tanpa ekspresimu itu.”

“Aku juga tidak menyukaimu.”

Wae? Hanya karna aku tidak menyukaimu, lantas kau juga memastikan bahwa kau tidak menyukaiku pula?”

“Tidak.”

“Lalu?”

“Aku tidak menyukaimu. Hanya karna aku tidak menyukaimu, Felony.”

Itu adalah kali pertamanya ia menyebut namaku, atau mungkin juga kali terakhirnya. Aku benar-benar tidak menyukainya. Bagaimana ia menyebut namaku, seakan-akan seluruh kebencian yang pernah ada di dunia ini ia lontarkan melalui namaku. Aku tidak menyukainya, bagaimana ia dapat mengatakan dengan jelas bahwa ia sangat membenciku hanya dengan ia menyebut namaku.

¤ SWEET FELONY ¤

Aku membenci diriku sendiri. Ya, pada akhirnya aku membenci diriku sendiri. Sama seperti halnya mengapa ia begitu membenciku. Aku telah melukainya. Aku telah mengubur harapannya. Aku telah menghilangkan sesuatu yang sangat berharga baginya, sesuatu yang ia anggap sebagai pedoman hidupnya, cahayanya, dunianya dan segalanya baginya. Dan hal terburuknya adalah kenyataan bahwa aku tidak pernah menyadari itu. Kami baru saja bertemu, pertemuan seumur jagung yang bahkan belum memungkinkan untukku lebih mengenal dirinya.

Eomma maafkan aku. Aku seorang penjahat.

Aku Felony, dan aku seorang penjahat.

Sungguh maafkan aku.

Jika ada cara untuk dapat mengembalikan sesuatu yang berharga miliknya itu, oh demi Tuhan, demi liang lahat Ibuku, aku bersumpah aku akan berusaha mengembalikannya.

Tapi hal tersebut sungguh tidak mungkin terjadi. Seperti pepatah lama ‘nasi sudah menjadi bubur’, waktu tidak dapat dikembalikan.

Maafkan aku. Sungguh maafkan aku.

Aku Felony. Dan aku seorang penjahat.

¤ SWEET FELONY ¤

Visit my personal  HYPERLINK “http://choisesep.wordpress.com” \o “http://choisesep.wordpress.com”blog.

Advertisements

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s