[Boys Meet What?] Death – Ficlet

btsffindo-event-poster

[Boys Meet What?] – DEATH – FICLET

Author

QUEENX

Genre : THRILLER, MYSTERY

Length : Ficlet

The Cast :

PARK JIMIN

Rating : PG 17

Disclaimer : THIS STORY 100 % MINE BUT PARK JIMIN BELONGS TO HIS FAMILY

“Sudah terlalu banyak kematian yang disebabkan olehmu. Sudah saatnya kau bertemu dengan kematianmu sendiri.”

“Park Jimin.”

Pria itu membuka matanya saat mendengar namanya dipanggil. Ia berada di sebuah ruangan berwarna putih yang kosong. Hanya dirinya sendiri yang ada disana. Ia menatap ke depan. Kiri. Kanan. Belakang. Atas dan bawah. Kosong. Semuanya berwarna putih dan tidak memiliki ujung.

Ia melihat tangannya, juga kakinya yang tak beralaskan apapun. Tiba-tiba di depannya bertiup angin yang sangat kencang. Nyaris mendorong tubuhnya beberapa senti ke belakang. Ia menghalau angin yang mengenai matanya dengan lengan yang ia angkat menutupi sebagian wajahnya.

“Siapa disana?” teriaknya.

Terdengar teriakan, tangis dan tawa. Membuat pria itu bingung dan mencari dari mana suara itu berasal secara bersamaan.

“Hahahahahahahahaha.”

“Tidak! Lepaskan aku! Lepaskan!”

“Kumohon hiks…ampuni aku…kumohon jangan lakukan ini.”

Selanjutnya yang terdengar adalah caci dan maki diiringi isak tangis pilu memohon ampunan.

“Brengsek kau Park Jimin!”

“Pergilah kau dari kehidupanku!”

“Kumohon, jangan. Tidak! Lepaskan aku!”

Napas pria itu tersengal-sengal, matanya melirik mengitari seisi ruangan kosong berwarna putih itu, ia ketakutan, ia mulai meremas rambutnya, menutup kedua telinganya dan berteriak histeris.

“TIDAK! AKU TIDAK MELAKUKANNYA! TIDAK! ITU BUKAN AKU! ITU BUKAN AKU!”

Seketika, seperti baru tersadar dari apa yang ia alami, semua ingatan-ingatan buruknya kembali, ia tahu dari mana asal umpatan, tangisan dan permohonan ampun itu berasal.

“Oppa! Apa yang kau lakukan!? Mengapa kau membunuh anakmu sendiri, oppa!?”

“Apa kau sudah gila!? Dia ibumu, bodoh! Kau menyetrumnya sampai tidak bernyawa!”

“Apa yang terjadi denganmu!? Mengapa kau mendorong istrimu dari dari lantai atas!?”

“Aku kehilangan anak dalam kandunganku karena dirimu Park Jimin gila! Dasar tidak waras! Pergilah kau ke neraka!”

Ia menggeleng kuat, tubuhnya terjatuh, ia kemudian menangis, tak lama setelah itu ia tertawa, lalu menangis lagi, napasnya masih tidak beraturan, ia menghapus kasar air matanya dan berlari untuk mencari pintu keluar, ia berlari dan terus berlari, namun seperti tidak menemukan titik ujung, ia seperti kembali ke tempat yang sama dan mendengarkan suara-suara yang sama, hal itu membuatnya lelah, namun juga ketakutan, ia menjerit seperti orang gila sekarang.

“Kau harus mati!”

“Kau memang pantas untuk mati!”

“Aku berharap bisa melihatmu disiksa di neraka nanti!”

“Pembunuh!”

“Bajingan!”

“Aku tidak pernah memaafkanmu!”

Jimin menggeleng dan menjerit, berteriak kalau bukan dialah pelakunya, ini semua diluar kendalinya. Ia menjambak rambutnya frustasi sambil menangis sesenggukan.

“Bukan aku pelakunya! Bukan aku! Bukan aku!” pekiknya.

*

Di tempat lain, berdiri dua orang pria yang mengamati perilaku Jimin dari sebuah layar raksasa.

“Kasus bipolar lagi, hyung?” tanya salah seorang pria dengan kacamata yang bertengger di atas hidungnya.

“Dari semua kasus yang kutangani, kasus pria inilah yang paling menyeramkan.” Jawab pria lainnya dengan jas putih bak seorang dokter.

Si pria berkacamata mengambil berkas yang ada di atas meja rekan kerjanya dan membaca hasil pemeriksaan pria yang ditampilkan oleh layar besar di ruang tersebut.

“Memiliki tujuh kepribadian!?” ucapnya terkejut.

“Dan ketujuh kepribadiannya memiliki sisi buruk yang sama.”

“Apa itu?”

“Kepribadian pertama, Park Jimin, pembunuh berdarah dingin, kepribadian kedua Lee Donghae, tiba-tiba muncul hasrat ingin membunuh orang yang membuatnya kesal, kepribadian ketiga Kim Namjoon, gemar menyiksa menggunakan benda yang dapat menghasilkan aliran listrik, kepribadian keempat Min Yoongi, pendendam dan memiliki kebiasaan menyiksa korbannya menggunakan cambuk sampai mati, kepribadian kelima Joon Junhyung, takut ketinggian tetapi beberapa kali terlihat membawa orang ke tempat yang tinggi dan mendorongnya tanpa sebab, kepribadian keenam Moon Hyukjae, membunuh beberapa korbannya setelah melakukan hubungan badan, dan kepribadian terakhirnya adalah…”

“Memastikan orang-orang seperti kalian mati dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.”

SLASH

Dalam hitungan detik, dua kepala pria yang tadinya masih menempel dengan sempurna di leher milik mereka terputus dan jatuh di lantai.

Pria itu, Park Jimin tertawa puas. Ia menjilat darah segar yang masih menetes dari samurai yang ia pegang kemudian ia hunuskan pedang yang ia pegang ke perutnya sendiri.

“Bodoh.” Makinya.

Tak lama setelah tubuhnya terjatuh, ia membuka matanya lagi, lalu tersenyum kecil,

“Sudah cukup. Sudah terlalu banyak kematian yang disebabkan olehmu. Sudah saatnya kau bertemu dengan kematianmu sendiri.” Ucapnya kemudian.

*

F I N

SORRY FOR TYPO(s)

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s