[Boys Meet What] I Love You, I Remember You – Oneshot

picsart_12-14-03-05-54

I LOVE YOU,

I REMEMBER YOU

Dia mengukir kenangan

Sebagai sosok yang  tidak akan pernah ku lupakan

Nama Author: Calista F

Nama Pena: Calwolf

Genre: Romance, sad ending, friendship

Length: Oneshot

Rating: 12+

CAST:

  • MIN YOONGI (SUGA BTS)
  • KIM TAEHYUNG (V BTS)
  • KIM JISOO (BLACKPINK)

Summary

Suga dan Taehyung adalah seorang sahabat, mereka termasuk dalam kelompok bad boy. Suatu hari Suga bertemu dengan sosok Jisoo, gadis buta yang dapat memikat hati Suga pada pandangan pertama. Hari demi hari Suga semakin menyadari adanya perasaan lebih untuk Jisoo dihatinya. Akhirnya ia memutuskan untuk bertemu Jisoo untuk yang kedua kalinya disebuah Caffee. Tak disangka kecelakaan menimpa Suga dan merenggut saraf otaknya yang tak dapat lagi mengingat kejadian dimasalalunya, terutama sosok Jisoo.

Taehyung sebagai sahabat Suga khawatir pada hubungan Suga dan Jisoo karena Suga tidak dapat lagi mengingat apapun. Hingga pada akhirnya Taehyung harus berpura-pura menjadi Suga untuk Jisoo.

Kesempatan kedua pun dimiliki oleh Jisoo dan Suga. Taehyung tak tega membohongi Jisoo, hingga akhirnya Taehyung mengungkapkan semuanya pada Jisoo.

Jisoo kembali bertemu Suga untuk yang kedua kalinya, kali ini ia dapat melihat wajah Suga dengan senang hati. Jisoo hadir untuk membuat Suga kembali ingat dengan masalalunya.

Hari demi hari, tak disangka Taehyung mengorbankan dirinya demi kebahagiaan Suga dan Jisoo. Taehyung memilh menjadi kenangan Suga yang takkan pernah bisa dilupakan, Suga terus mengingat Taehyung sebagai sahabat sehidup dan sematinya.

Namaku Yoongi. Min Yoongi. Aku biasa dipanggil Suga. Aku lahir dikeluarga yang

berantakan. Ayah dan ibuku bercerai 20 tahun yang lalu ketika umurku masih 3 tahun. Selama 20 tahun lamanya aku tak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah, bahkan aku telah menganggap ayahku mati. Ibuku telah meninggal dunia 6 tahun yang lalu ketika umurku 17 tahun. Aku kehilangan kedua orangtuaku dimasa mudaku, dan karena itu semua aku juga kehilangan diriku sendiri. Entah apa yang mempengaruhiku hingga aku seperti ini, aku tumbuh menjadi pria yang tak memiliki harga diri, pemabuk, dan penjudi. Club malam adalah hidupku, kuhabiskan 5 tahun hidupku seperti ini.

Taehyung adalah sahabatku sejak duduk dibangku SMA. Hidupnya juga berantakan.

Dulu, kedua orangtua Taehyung adalah pengusaha sukses yang kaya raya, tetapi tiba-tiba perusahaan kedua orangtua Taehyung bangkrut dan kedua orangtuanya bunuh diri. Taehyung sangat kehilangan keduanya. Ia harus mencari uang untuk bertahan hidup, dan seperti inilah hidupnya sekarang.

         Langit sudah mulai gelap. Aku memutuskan untuk menuju Club malam seperti biasa. Aku berjalan kaki dengan pakaian serba hitamku, aku benar-benar terlihat seperti preman.

     “Hai cantik, mau kemana?”

     “Jangan! Tolong lepaskan aku! Tolong!! Tolong!!”

Aku terkejut ketika mendengar suara teriakan minta tolong yang tidak jauh dari tempatku. Akupun segera  mencari sumber suara itu. Suara itu berasal dari sebuah gang kecil yang tidak jauh dari tempatku semula. Kulihat seorang wanita sedang di goda oleh tiga orang preman. Akupun segera berlari dan memukul ketiga preman itu dengan cepat, membuat ketiga pria itu terkejut dan juga wanita itu.

     “Ya!! Siapa kau berani-beraninya memukulku?”

Teriak salah satu preman itu.

     “Aku? Aku adalah pacarnya! Kenapa?”

Jawabku santai.

     “Kau pacarnya? Bagus kalau begitu, serahkan wanita cantikmu itu padaku! Dia adalah wanita kaya, apa kau juga memanfaatkannya? Wah, beruntung sekali kau”

Preman-preman it uterus membuatku emosi, dan tanpa berpikir panjang aku memukulnya lagi.

     “Ah, kau benar-benar sangat kuat. Aku akan menemuimu lain waktu, kau akan mati!”

Kata preman itu tepat didepan wajahku, lalu pergi begitu saja meninggalkanku dan wanita yang ada di belakangku.

Aku tersadar, wanita itu meringkup dibalik punggungku sambil terus memegang erat jaketku, kurasa ia benar-benar sangat ketakutan.

     “Semua baik-baik saja. Apa kau terluka?”

Tanyaku pada wanita itu, ia hanya menggelengkan kepalanya lalu menjatuhkan tubuhnya di tanah, tangannya meraba-raba sesuatu membuatku sedikit terkejut dengan apa yang dilakukannya.

     “Apa yang kau cari?”

Tanyaku pelan.

     “Oh, kau mencari ini?”

Aku menyerahkan sebuah tongkat panjang yang tergeletak di depanku.

     “Oh, Terimakasih”

Jawabnya sambil menggenggam erat tongkat itu lalu beranjak perlahan.

         Aku sangat terkejut ketika melihat wanita itu berjalan dengan menggunakan tongkat itu, wanita itu buta. Dia sangat cantik, tapi ia tidak bisa melihat dunianya yang juga tak kalah cantik darinya. Kulihat tangannya masih gemetar, akupun segera berlari mengejarnya dan segera menggendongnya di punggungku.

     “Gadis cantik sepertimu tidak boleh berjalan sendirian, apalagi ditempat sepi seperti ini”

Kataku sambil sedikit tersenyum, walaupun senyumku tak bisa terlihat olehnya.

     “Hey!! Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku!!”

Teriak gadis itu sambil terus memukul pundakku.

     “Tenang saja, aku tak akan menculikmu. Dimana rumahmu?”

     “Gangnam. Turunkan aku di halte Gangnam saja, nanti aku akan menelpon supirku”

     “Baiklah. Siapa namamu?”

     “Jisoo. Kim Jisoo. Kau?”

     “Aku Yoongi. Min Yoongi. Panggil saja Suga”

     “Suga? Wah, apa kau manis?”

Aku sedikit tertawa mendengar pertanyaan gadis itu.

     “Kupikir begitu”

Jawabku yang masih sedikit tertawa. Kulihat gadis itu ikut tersenyum, sangat manis.

Aku terus berjalan sambil menggendong gadis itu, tak lama kemudian kami sampai disebuah halte. Halte itu terlihat sepi, tak ada satu orangpun disana. Akupun segera mendekati halte tersebut dan menurunkan gadis bernama Jisoo itu.

      “Apa kita sudah sampai?”

Tanya Jisoo sedikit terkejut ketika aku menurunkannya disebuah kursi tunggu di halte itu.

     “Ya, kami sudah sampai. Aku akan menunggumu hingga sopirmu datang”

Balasku sambil duduk didekat gadis itu.

     “Ah tidak usah, aku sudah merepotkanmu, lagian kau juga sudah menolongku. Aku sangat berterimakasih padamu”

     “Tidak apa-apa, aku senang membantumu”

Ucapku. Mendengar apa yang kukatakan, gadis itu tersenyum sangat manis.

Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti didepan halte dan seorang ahjussi keluar dari mobil lalu mendatangiku dan Jisoo.

     “Mari noona Jisoo”

Kata ahjussi itu sambil memegangi tangan Jisoo dan menuntunnya hingga ke dalam mobil.

     “Ngomong-ngomong anda siapa ya?”

Aku sedikit terkejut ketika sopir Jisoo bertanya padaku.

     “Saya teman Jisoo, ahjussi”

Aku tersenyum sambil menundukkan badanku 90 derajat member salam hormat pada ahjussi itu.

     “Oh, kau masih disana Suga-ya? Mau mampir kerumahku?”

Tanya Jisoo ramah.

     “Tidak, terimakasih. Ini sudah malam, sebaiknya aku pulang saja.Mungkin lain waktu”

Jawabku.

     “Oh baiklah, aku duluan ya.. Sampai bertemu lagi Suga-ya”

Teriak Jisoo sambil memberikan senyum manisnya.

      “Baiklah, Sampai jumpa”

Teriakku kembali.

          Setelah pertemuan pertamaku dengan Jisoo, entah mengapa aku sangat bahagia, bahkan aku merindukan suaranya dan juga senyum manisnya.

Aku terbaring di ranjangku dan mengeluarkan ponsel dari celanaku, aku mencari-cari sebuah nama contact lalu menekan tombol ‘Panggil’.

     “Halo?”

Ku dengar sebuah salam dari balik telepon.

     “Halo Jisoo-ya”

Aku tersenyum sambil memanggil namanya.

     “Kamu siapa?”

Tanya Jisoo sedikit terkejut.

     “Aku Suga”

Jawabku.

     “Oh Suga! Bagaimana kau tau nomor teleponku?”

     “Tadi ketika kau menyuruhku untuk menelpon sopirmu, aku sengaja men-save nomormu”

     “Oh begitu”

     “Sebelumnya aku minta maaf sudah lancang”

     “Oh tak apa, jika begini kan kita bisa sering berkomunikasi. Ada apa menghubungiku? Kau tidak tidur?”

     “Mungkin sebentar lagi. Kau sudah dirumah?”

     “Ya, barusan”

     “Baiklah, selamat malam Jisoo-ya”

     “Kau akan menutup teleponnya?”

     “Kurasa kau lelah”

     “Tidak, aku belum mengantuk”

     “Oh begitu. Hmm.. Jisoo-ya?”
“Ya?”

     “Aku juga sudah men-save nomorku di handphonemu, jadi jika kau butuh apa-apa kau bisa menghubungiku”

     “Benarkah? Terimakasih”

     “Ya, senang bertemu denganmu”

     “Aku juga, kau sangat baik Suga-ya”

     “Tidak, aku bukan orang baik jika kau tau. Jisoo-ya, hari minggu kau ada waktu?”

     “Hari minggu aku luang, ada apa?”

     “Bisa kita bertemu?”

     “Dimana?”

     “Di Jigyung Caffee pukul sepeuluh pagi. Apa kau bisa?”

     “Oh tentu, aku akan datang”

     “Jisoo-ya”

     “Ya?”

     “Apa yang kau sukai?”

     “Aku? Aku menyukai musim semi”

     “Mengapa?”

     “Karena musim semi akan membuatku kembali hangat setelah musim dingin. Kalau kau?”

     “Aku menyukaimu”

     “Apa? Ah, kau jangan membuatku malu Suga-ya. Tapi mengapa kau menyukaiku?”

     “Karena aku yakin kau akan menghangatkanku dalam kedinginan”

     “Kedinginan seperti apa maksudmu?”

     “Di dalam hidupku, aku selalu merasakan dingin, karena aku tak memiliki siapapun. Jadi aku harap kau dapat menghangatkan hidupku”

     “Mulai sekarang kita menjadi teman, dan kau tak akan kesepian lagi. Aku akan menghangatkan hidupmu Suga-ya”

     “Terimakasih Jisoo-ya”

     “Tak apa Suga-ya. Sudah malam, kau harus istirahat”

     “Baiklah, selamat malam Kim Jisoo”

     “Selamat malam kembali Min Yoongi”

                — BEEP BEEP—

               Keesokkan harinya, aku berjalan menuju kesebuah swalayan yang berada didekat rumahku. Seperti biasa aku membeli ramen dan ku makan didepan swalayan, sendirian. Tiba tiba seseorang mengejutkanku dengan menepuk pundakku begitu keras membuatku hampir tersedak.

     “Hai Min Yoongi!”

Teriak Taehyung lalu ikut duduk dihadapanku.

     “Apa kau ingin mati?”

Balasku sinis.

     “Hahaha maafkan aku, lagian ini masih pagi kau harus makan yang banyak sebelum membunuhku”

Canda Taehyung sambil tertawa.

    “Mengapa kau datang tiba-tiba?”

Tanyaku penasaran.

     “Hyung, Semalam kau tidak jadi datang ke club?”

Tanya Taheyung, dan hanya ku balas dengan anggukkan kepala.

     “Kenapa? Kau tau? Aku bertemu dengan gadis cantik di Club semalam, kau pasti menyesal”

Pangkas Taehyung sambil tersenyum menggodaku.

     “Aku juga bertemu gadis cantik semalam”

Jawabku santai.

     “Benarkah? Apakah alasan itu membuatmu tidak datang ke club semalam?”

Lagi-lagi pertanyaan Taehyung hanya ku jawab dengan anggukkan kepala.

     “Wah, apa kau akan meninggalkan club setelah bertemu dengan gadis itu?”

     “Aku tidak tau. Ku rasa dia gadis yang baik”

     “Jadi maksudmu karena dia gadis yang baik maka harus bersama pria yang baik juga?”

     “Ya seperti itu”

     “Tapi kau kan terlibat banyak hutang, bagaimana bisa kau pergi dari duniamu?”

     “Itu yang ku pikirkan semalaman hingga aku tidak bisa tidur”

     “Hyung, kau harus lunasi semua hutangmu terlebih dahulu”

     “Aku tidak bisa, hutangku terlalu banyak”

     “Kau bisa mencuri”

     “Aku sudah lama tidak melakukannya, ku pikir aku kehilangan caraku”

     “Hyung, apa kau benar-benar mencintai gadis itu?”

     “Mencintainya? Aku tak tau”

     “Apa dia kaya?”

     “Sepertinya begitu”

     “Ah, manfaatkan saja dia untuk melunisasi semua hutang-hutangmu, atau bawa dia ke club!”

     “Kau gila?! Aku baru mengenalnya tadi malam”

     “Kau bisa dekati dia lalu manfaatkan!”

     “Aku tidak bisa melakukannya”

     “Mengapa?”

     “Dia buta”

     “Ha? Jadi kau jatuh cinta dengan gadis buta?”

     “Aku tidak akan pernah menyakitinya”

Ucapku lirih lalu beranjak dari kursiku dan meninggalkan Taehyung sendirian.

***

                Satu minggu kemudian, hari Minggu pun tiba. Pagi ini aku ada janji bersama Jisoo, aku tak sabar bertemu dengannya. Setelah bersiap, aku segera menuju caffee yang menjadi tempat kami. Berhubung lokasi caffee tak terlalu jauh dari tempatku, maka aku memutuskan untuk berjalan kaki. Ketika aku akan menyeberang zebra cross, aku melihat sekelompok preman yang selalu mengejar-ngejarku. Dengan cepat aku segera berlari.

     “Hei kau mau kemana?!”

Teriak salah satu preman itu.

Aku pun terus berlari mencari tempat yang aman untuk bersembunyi. Entah ini sudah berapa kali aku kabur dari preman-preman itu. Preman-preman itu selalu menagih hutangku yang sudah tak ternilai berapa banyak uang yang aku buang percuma.

BRRUUKKK!!

Aku merasakan tubuhku terhantam keras dan terbanting cukup jauh. Aku melihat cairan merah kental mengalir disekitarku, lalu semuanya gelap.

[AUTHOR POV]

               Setelah kecelakaan yang dialami Suga, membuatnya tergeletak lemah diranjang rumah sakit. Bahkan Suga tidak sadarkan diri. Taehyung, sahabat Suga pun selalu berada disamping Suga dan selalu mendoakan Suga. Tiba-tiba Handphone Suga yang berada diatas laci berbunyi, tertera nama ‘Jisoo’ dilayar handphonenya.

     “Halo?”

Taehyung membuka percakapan

     “Tadi pagi aku sudah menunggu di Jigyu Caffee, mengapa kau tidak datang?”

Tanya Jisoo kecewa.

     “Ya? Oh, maafkan aku, aku sedang tidak enak badan”

Ucap Taehyung berbohong.

     “Mengapa kau tidak menelponku?”

     “Aku lupa. Maafkan aku Jisoo-ya”

     “Lalu ada apa dengan suaramu? Mengapa berubah?”

     “Aku sedang demam”

     “Oh begitu, jaga kesehatanmu”

     “Ya Jisoo”

     “Suga-ya”

     “Ya?”

     “Besok siang aku akan melakukan operasi mata, bisakah kau datang? Aku ingin melihatmu sebagai orang yang pertama kali ku lihat ketika aku membuka mata”

     “Baiklah aku akan datang”

     “Aku akan melaksanakan operasi dirumah sakit Hanguk Hospital pukul 2 siang”

     “Oh?”

Taehyung terkejut ketika Jisoo memberitahu tempat operasinya yang ternyata berada dirumah sakit yang sama dengan Suga dirawat.

     “Suga-ya, mengapa kau terkejut?”

     “Ah tidak. Baiklah aku akan datang”

     “Terimakasih Suga-ya”

     “Baiklah”

      —BEEP BEEP—

Dengan perasaan grogi akhirnya Taehyung menyudahi komunikasinya dengan Jisoo. Bahkan Taehyung hampir saja tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.

                Keesokkan harinya Taehyung sangat lega melihat Suga telah sadar.

     “Kau ingin sarapan?”

Tanya Taehyung pada Suga yang sedang melamun.

     “Kau siapa?”

Tanya Suga.

     “Aku temanmu, tetapi aku sudah menganggapmu sebagai kakakku, begitupun denganmu sudah menganggapku sebagai seorang adik”

     “Benarkah? Mengapa aku tidak mengingatmu”

     “Kau pasti akan mengingatku nantinya, kau hanya butuh istirahat”

Setelah menyantap sarapannya, Suga kembali beristirahat. Untuk sementara Taehyung memegang handphone Suga jika sewaktu-waktu Jisoo menelponnya.

     “Jika Suga tidak dapat mengingat lagi, berarti sama artinya dia tidak akan mengingat Jisoo?

Kata Taehyung dalam hati.

Bagaimana dengan nanti? Bagaimana ketika Jisoo membuka mata untuk yang pertama kalinya yang ia lihat bukanlah Suga, melainkan Taehyung? Apakah Taehyung harus berpura-pura menjadi Suga?

               Jam dinding pun telah menunjukkan pukul 14:17 WIB, tepat dimana Jisoo akan melaksanakan operasinya. Suga yang masih tertidur lelap membuat Taehyung merasa sangat bersalah. Dengan wajah yang lesu, Taehyung segera menuju ruang operasi. Didepan ruang operasi, Taehyung melihat seorang ahjumma dikursi tunggu ruang operasi. Dengan sedikit ragu, Taehyung pun duduk disebelah ahjumma itu yang ternyata adalah bibi Jisoo.

               Bibi Jisoo bercerita banyak tentang sosok Jisoo. Jisoo adalah seorang anak tunggal dari kedua orangtua yang sangat sibuk dengan pekerjaannya, bahkan orangtuanya tidak dapat menghadiri operasi Jisoo. Jisoo termasuk anak yang baik dan periang sejak kecil, namun ketika umur 10 tahun kecelakaan menimpa keluarganya, dan kebutaan merenggut kebahagiaannya. Selama 12 tahun Jisoo hidup tanpa melihat keindahan dalam hidupnya.

               Tiba-tiba airmata Taehyung menetes ketika mendengar cerita Jisoo dari Bibinya yang telah merawat Jisoo ketika orangtuanya sibuk bekerja di luar negeri. Karena waktu operasi yang lama, Taehyung tidak dapat menunggu Jisoo hingga operasinya selesai karena Taehyung juga harus kembali untuk merawat Suga.

     “Kau darimana?”

Tanya Suga penasaran.

     “Aku dari toilet. Hyung, apa kau mau aku mengupaskan apel untukmu?”

Tanya Taehyung yang segera duduk disamping ranjang Suga.

     “Tidak usah, aku sedang tidak ingin”

Jawab Suga singkat.

***

              Dua hari telah berlalu. Pagi ini perban mata Jisoo akan dibuka, Taehyung pun bersiap untuk menjenguk Jisoo yang berada di lantai 5 rumah sakit yang sama dengan Suga. Taehyung mengatakan pada Suga  jika ia akan pergi membeli beberapa buah dan Suga pun mengizinkannya. Taehyung merasa bersalah karena harus berbohong lagi pada sahabatnya itu.

Taehyung pun masuk kedalam ruangan Jisoo, disana telah ada Dokter, perawat dan Bibi Jisoo. Perlahan-lahan perban mata Jisoo pun dibuka oleh Dokter, senyum gembira Jisoo yang tak sabar sangat terlihat, membuat Taehyung semakin merasa bersalah.

     “Suga?”

Teriak Jisoo sambil tersenyum lebar kearah Taehyung.

     “Ya, ini aku”

Jawab Taehyung sambil tersenyum lalu mendekat kearah Jisoo. Jisoo memegang wajah Taehyung dengan lembut, dan terus memandang wajah tampan Taehyung dengan gembira.

     “Kau benar-benar datang”

Ucap Jisoo bahagia.

   “Tentu saja”

Balas Taehyung.

               Setelah melepas perban dimata Jisoo, Taehyung pun mengajak Jisoo berjalan-jalan disekitar rumah sakit untuk melihat pemandangan. Hal itu membuat Jisoo berlari bahagia.

     “Kau tau, dunia ini sangat indah”

Ungkap Jisoo bahagia. Taehyung pun hanya ikut bahagia melihat Jisoo bahagia.

               Berhari-hari Taehyung mengenal Jisoo lebih dalam daripada Suga mengenal Jisoo sebelumnya. Tak disangka Taehyung memiliki perasaan lebih dari seorang teman kepada Jisoo. Tapi tak semudah itu bagi taehyung, karena ia tau Suga mencintai Jisoo, begitupun dengan Jisoo walaupun Suga tak lagi mengingat Jisoo. Taehyung berharap Jisoo bisa mengingatkan Suga tentang masa-masa indah diantara keduanya.

Seminggu telah berlalu, Taehyung tak bisa terus menerus membohongi Jisoo dan Suga, ia tak ingin menjadi orang ketiga yang memecah bela dua orang yang saling mencintai. Maka hari ini Taehyung memutuskan untuk bertemu Jisoo di taman Rumah Sakit dengan perasaan gugup.

     “Jisoo-ya”

Kata Taehyung membuka percakapan diantara keduanya.

     “Ya?”

     “Kau lihat seorang pria berkursi roda disana?”

     “Ya, mengapa?”

     “Aku bukanlah Suga, aku bukanlah Min Yoongi yang kau maksud”

     “Maksudmu?”

     “Pria berkursi roda disana itulah Suga yang kau maksud. Dan aku hanya temannya. Tapi satu hal yang harus kau tau mengapa aku melakukan ini semua, mengapa aku harus berbohong padamu. Karena Suga tidak dapat mengingat masalalu dalam hidupnya karena ia mengalami kecelakaan ketika ia akan menuju Jigyu caffe untuk bertemu denganmu beberapa waktu yang lalu. Kecelakaan itu membuat saraf otaknya mengalami sedikit masalah dan otaknya tidak dapat lagi mengingat kenangan masalalunya. Ia tak lagi mengenalmu, maka dari itu aku datang dan berpura-pura menjadi Suga untukmu. Aku minta maaf telah membohongimu, Jisoo-ya, maafkan aku”

Jelas Taehyung dengan wajah yang sangat bersalah, bahkan Jisoo meneteskan airmatanya.

     “Jadi kau…”

     “Aku Taehyung, Kim Taehyung, sahabat Suga. Suga bercerita banyak tentangmu saat itu. Ia benar-benar sangat mencintaimu. Datanglah, temui Suga disana, ingatkan ia tentangmu”

Kata Taehyung. Jisoo pun segera melangkah mendekati Suga yang sedang duduk dikursi rodanya sambil menikmati pemandangan.

     “Suga?”

Sapa Jisoo lembut sambil tersenyum manis.

     “Kau siapa?”

Tanya Suga terkejut.

     “Aku Jisoo, Kim Jisoo”

     “Ha? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”

     “Ya, kau datang padaku seperti pahlawan. Kau menyelamatkanku dari preman-preman yang menggodaku. Kau mengatakan pada preman itu jika aku adalah pacarmu”

     “Benarkah? Aku melakukannya?”

     “Ya, kau melakukannya. Setelah kejadian itu kita semakin dekat”

Kata Jisoo. Suga pun hanya tersenyum manis kearah Jisoo.

     “Senyummu manis, seperti namamu”
Lanjut Jisoo membuat Suga semakin grogi.

     “Jisoo-ya”

     “Ya?”

     “Apa yang kau sukai?”

Jisoo terkejut ketika Suga mengatakan hal itu, teringat ketika pertama kali Suga bertanya hal yang sama padanya.

     “Aku menyukaimu”

Jawab Jisoo tepat dihadapan Suga. Jisoo menjawab dengan jawaban yang sama seperti apa yang dijawab Suga dulu.

     “Mengapa kau menyukaiku?”

     “Karena kau selalu melindungiku. Pertama kali kami bertemu, aku adalah seorang gadis buta, aku tak bisa melihatmu. Tetapi kau selalu berada disisiku sebagai penunjuk arahku. Jadi sekarang adalah giliranku, maka izinkan aku untuk berada disisimu sebagai penunjuk jalanmu. Aku tak ingin kehilanganmu lagi”

Ungkap Jisoo. Tak disangka airmatanya jatuh membasahi pipi manisnya. Suga pun kembali tersenyum sambil mengusap airmata Jisoo.

     “Aku senang bertemu denganmu untuk yang kedua kalinya. Mungkin aku hampir saja kehilanganmu. Aku takkan pergi lagi, dan aku akan mengikuti jalanmu”

Jawab Suga.

***

               Setelah 2 minggu Suga dirawat dirumah sakit, akhirnya ia diperbolehkan pulang. Sebelumnya Taehyung meminta kepada Jisoo agar Suga tinggal bersamanya, karena Taehyung akan melakukan perjalan jauh dan mungkin tak akan kembali.

                Beberapa bulan berlalu, Suga mendapat telepon dari seseorang yang tidak ia ingat. Orang itu mengatakan jika Taehyung telah meninggal dunia 3 hari yang lalu. Karena dikeroyok oleh segerombolan preman.

Airmata Suga dan Jisoo tak dapat dibendung, keduanya menangis disamping makam Taehyung. Tiba-tiba seorang teman Taehyung datang menghampiri Suga dan Jisoo lalu memberikan sebuah surat terakhir dari Taehyung.

     “Taehyung meninggal karena dikeroyok segerombolan preman karena ia memohon kepada mereka untuk membebaskan hutang-hutangmu. Preman itu mengatakan jika Taehyung ingin membebaskan hutangmu, maka Taehyung harus merelakan dirinya mati. Dan Taehyung melakukannya”

Jelas teman Taehyung itu membuat Suga sangat terkejut, begitupun dengan Jisoo.

Tanpa berpikir panjang, Suga segera membuka surat dari sahabatnya itu.

Hai sahabatku, Min Yoongi!

Sebelumnya aku meminta maaf padamu karena tidak bisa mengatakan langsung.

Beberapa waktu yang lalu kau sempat mengatakan padaku 

Jika kau mencintai Jisoo dan tak akan pernah menyakitinya.

Ketika pertama kali aku bertemu Jisoo, aku melihatnya begitu cantik dan baik hati

Aku juga sependapat denganmu bahwa aku juga tidak dapat menyakiti

Gadis sebaik Kim Jisoo.

Maka dari itu aku mengatakan hal yang sebenarnya pada Jisoo.

Dan kulihat, ia sangat bahagia dapat bertemu denganmu lagi,

dan kurasa kau semakin mengingat Jisoo walaupun kau tak bisa 

mengingatku dengan jelas. Aku bukan orang yang baik, aku juga bukan

sahabat atau adik yang baik untukmu. Aku selalu membuatmu tersiksa.

Maka dari itu aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku agar kau bisa bahagia.

Kau terbebas dari hutangmu, kau tak perlu lagi memikirkan hal itu hingga kau lupa tidur.

Aku telah membayar lunas hutangmu. Jadi berjanjilah padaku agar kau selalu bahagia.

Sekarang kau tak lagi membutuhkanku karena disampingmu sekarang ada sosok

yang akan membuatmu selalu bahagia. 

Aku harus pergi, aku senang bertemu sahabat sebaik dirimu, Suga-ya.

Terimakasih telah merawatku seperti adik.

Dan untuk Jisoo, aku minta maaf padamu karena telah membohongimu.

Aku senang bertemu denganmu, kau gadis yang sangat baik.

Terimakasih untukmu Suga dan juga Jisoo

-Kim Taehyung-

               Suga dan Jisoo terus menangis disamping makam Taehyung. Bahkan Suga tidak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri.

               Satu bulan setelah kepergian Taehyung, Suga dan Jisoo kembali ke makam Taehyung dan mengatakan jika keduanya akan melaksanakan pernikahan beberapa minggu lagi. Lalu Suga dan Jisoo mengukir tulisan ‘I love you, I remember you’ di belakang nisan Taehyung.

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s