[Boys Meet What] Lady Devil – Vignette

boys-meet-what-lady-devil

Lady Devil

Oneshoot

Story by @siken11

Main cast : Jung Hoseok – Ellizabeth a.k.a Lizzy || Genre : Romance, Mistery || Rating : PG – 17 || Lenght : Oneshoot || Disclaimer @ BTS JungHoseok and other

Credit Poster : by author

~

“Seperti sebuah apel yang tampak segar namun ternyata busuk, kebaikan yang diperlihatkan hanyalah tameng untuk menutupi kebohongan yang ada”

~

Semua tokoh di ff ini milik Tuhan dan karakter fiktifnya adalah khayalan author semata. Dan maaf jika ada kesamaan tokoh. Cerita ini murni milik author.

Suasana malam ini cukup hangat, langit nampak cerah dengan bertaburan bintang dan terangnya cahaya bulan. Meskipun begitu, lain dengan suasana hati seorang pria yang tengah duduk bersandar di jendela kamarnya yang gelap, hanya di terangi cahaya rembulan. Pandangannya lurus ke depan, namun pikirannya entah melayang kemana.

Sesekali ia menghela nafas beratnya, kemudian memejamkan mata dan kembali berpikir. Di dalam pikirannya ia sibuk bermonolog pada dirinya sendiri. memikirkan sesuatu yang jarang orang lain pikirkan, namun sebuah pemikiran yang mencengangkan dan cukup diakui faktanya.

“Semua manusia itu sama saja, mereka seperti apel segar yang busuk! Dari luar tampak segar dan baru, tapi di dalamnya sangat busuk!”

Sebuah perumpamaan yang diambil dari filosofi buah apel yang berwarna merah segar namun ternyata berwarna coklat di dalamnya karena busuk.

”Di dunia ini tidak ada yang benar-benar jujur dan tulus, semua orang sadar akan hal itu. hanya saja sisi naif memaksa mereka untuk terus percaya akan semua kebohongan yang mereka terima. Mereka hanya takut dan rapuh untuk terluka maupun melukai karena salah, akibat mempercayai. Meskipun tidak jarang pada akhirnya justru rasa percaya itulah yang membuat mereka terluka!”

Manusia itu makhluk yang melakukan kejahatan yang rumit. Berbohong, mengharapkan seseorang atau imbalan atas kebaikan mereka, memanipulasi segala hal, selalu berjuang dengan kebodohannya.

“Mengapa semua orang menyebut manusia adalah makhluk yang paling tinggi derajatnya, sedangkan sebenarnya mereka hanya makhluk rendahan yang munafik suka berbohong. Dan aku mengakui jika diriku juga seperti itu adanya, karena aku juga manusia!”

Pria itu tersenyum mengejek pada dirinya sendiri, dengan masih memejamkan matanya. Meskipun dia pandai berbohong dan bermain kata untuk memikat orang lain. Setidaknya ia tidak munafik dan mengakui jika dirinya juga busuk.

“Aku masih tidak mengerti, mengapa banyak orang dapat berbahagia hanya dengan hal-hal kecil yang sederhana?!”

“Lalu bagaimana diriku?! Diriku yang hampir memiliki segalanya. Dan kenapa aku masih merasa sangat kosong!”

“Ada sesuatu yang hilang dalam diriku! Namun aku tidak tahu dan tidak mau tahu akan hal itu!”

Mungkin, orang akan menyebutnya manusia yang tidak memiliki hati. dan pria itu tidak peduli akan opini orang lain padanya.

 “Yang aku tahu, sejauh aku melangkahkan kakiku, sejauh mataku memandang. Yang kulihat dan kurasakan hanya kegelapan dan kesendirian!”

“Aku lelah dengan kekosongan yang menyakitkan ini! ketika aku berteriak meminta pertolongan, tak seorangpun yang datang membantuku!”

“Aku muak harus hidup dikelilingi oleh manusia penjilat yang selalu memanfaatkanku dengan segala yang aku miliki!”

Manusia hanya ingin mencapai apa yang mereka inginkan, meski dengan cara apapun. dan pada akhirnya, ketika cara kotor mereka tidak berhasil, mereka akan lari atau berdalih karena khilaf. Manusia sangat naif, bukan?!

“Aku lelah hidup dengan hatiku yang dipenuhi rasa iri dan benci! Aku lelah dengan dendam yang mulai membunuhku perlahan!”

“Mati?! Kurasa itu hal yang cukup menyenangkan untuk kulakukan!?”

“Tapi tidak! Aku belum ingin mati… Maksudku masih belum ingin untuk sekarang!”

“Semua orang bilang jika waktu akan menyembuhkan lukamu. Namun aku tidak ingin menunggu waktu menyembuhkanku. Bukankah waktu adalah emas? Gunakan waktu yang kau miliki dengan sebaik-baiknya. Lihat betapa munafiknya manusia!”

Pria itu tersenyum miring, seolah mengejek semua manusia yang ada di muka bumi ini. dan ia yakin semua orang setuju dengan pemikirannya ini. dan masih banyak bukti maupun teori yang membuktikan bahwa manusia itu tidak sesuai dengan gelar makhluk berderajat tinggi.

“Aku memilih opini kedua! Akan kugunakan waktu yang kumiliki untuk mencari setiap orang-orang yang telah menyebabkan semua penderitaan yang aku alami. Tidak peduli berapa banyak dosa yang harus kutanggung! Akan kuseret mereka semua ke dalam neraka bersamaku!”

Sekelebat hembusan angin dingin menerpa wajah pria yang masih memejamkan matanya itu, entah mengapa tiba-tiba malam hangat ini berubah menjadi malam dingin yang mencekam. Namun pria itu tidak peduli akan suasana sekitarnya, ia tetap dengan tenang dengan semua pemikirannya.

“Untuk semua itu! aku membutuhkan kekuatan, Kekuatan yang sangat kuat melebihi apapun! dan aku siap menukarkan apapun yang kumiliki untuk mendapatkannya!”

Suasana semakin mencekam dan dinginnya udara malam semakin menusuk ke dalam tulang. Hingga pria itu membuka matanya, ia merasa ada seseorang yang tengah mengawasinya.

Hingga ia membalikkan tubuhnya, dan matanya menangkap sebuah siluet bayangan gelap di sudut kamarnya. Pria itu tanpa takut menatap intens pada bayangan itu.

‘Tap.. Tap.. Tap..’

Bayangan itu berjalan ke arahnya pelan dengan anggun. Bagaikan setiap langkahnya adalah langkah kehidupan.

“Benarkah?”

Suara lembut itu menandakan jika itu adalah suara seorang gadis, pikir pria itu. namun pria itu tidak gentar maupun merasa takut, ia berusaha menajamkan penglihatannya pada sosok hitam bayangan yang masih melangkah ke arahnya.

“Kau! siapa!?” pria itu bertanya dengan tanpa ekspresi maupun emosi di wajahnya.

Sosok itu semakin mendekat, “Aku bertanya padamu? Benarkah hal yang kau pikirkan itu? apa kau bersungguh-sungguh siap menukarkan apapun?”

“Apa maksudmu?”

Sosok bayangan itu samar-samar mulai memperlihatkan sosoknya, meski hanya sedikit. Samar-samar pria itu menatap, dari ujung kaki gadis itu yang memakai flat shoes berwarna merah dan juga gaun di bawah lutut dengan warna yang sama.

“Kau sungguh yakin-, ingin mati? Seharusnya, hidupmu masih cukup panjang. Disaat semua orang berusaha menghindari kematian, tapi kau! Mencoba menentang kematianmu sendiri” sosok itu tersenyum miring yang dapat dilihat oleh pria itu, meskipun wajahnya masih belum terlihat dengan jelas.

“Apa pedulimu?” pria itu ikut membalas tersenyum miring. “Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku!”

“Jika kau bersungguh-sungguh ingin mati aku akan membantumu” sosok itu sudah tepat berada di depannya dengan jarak satu meter, namun tetap saja pria itu masih belum bisa melihat wajahnya dengan jelas.

Pria itu tersenyum sinis. “Jadi kau ingin membunuhku sekarang?”

“Tidak! Lebih tepatnya mengambil jiwamu”

Pria itu mendesis pelan melihat seringaian dari sosok itu lagi. “Ini terakhir kalinya aku bertanya, siapa kau sebenarnya!”

Sosok itu semakin mendekat ke arah pria itu, dekat dan semakin dekat, tepat berdiri di hadapan pria itu. “Namaku Ellizabeth atau kau bisa memanggilku lizzy. Dan aku adalah…. Iblis”

Bukannya merasa takut pria itu tersenyum sangat sinis. “Iblis? Jika benar, ada hal apa sampai makhluk sepertimu mendatangiku”

Pria itu kini dapat melihat wajah gadis yang mengaku iblis padanya itu, ia tidak memungkiri jika gadis iblis ini memiliki wajah cantik. dengan bibir tipis berwarna merah darah dan mata hitam legam yang bening. Berambut lurus panjang yang di ikat dua tersampir di bahunya dengan poni menutupi dahinya.

Dan jangan lupakan sepasang gigi runcing yang sedikit terlihat ketika gadis iblis itu tersenyum ke arah pria itu. “Kau yang telah memanggilku, kebencian dan dendammu yang menuntunku!”

“Bisakah aku percaya padamu nona iblis?”

Sosok gadis itu mendekat dan mengulurkan jari-jari lentiknya yang berkuku panjang dan tajam itu ke arah wajah pria itu. ia mengusap pelan wajah sang pria. “Apa perlu aku buktikan?”

“Lakukan, jika kau bisa!”

Gadis iblis itu tersenyum meremehkan, dia berjalan mundur beberapa langkah dari pria itu. dia memejamkan matanya, dan kembali membuka matanya dengan tiba-tiba. Warna matanya yang hitam legam berubah menjadi merah darah, sepasang sayap hitam keluar dari punggung kecil gadis itu.

Ketika sepasang sayap itu mengepak, hawa disekitarnya berubah semakin mencekam. Tiba-tiba angin berhembus kencang dan mempora-porandakan seisi kamar.

Almari, meja, lukisan lampu semua pecah dan berhamburan kemana-mana. Dan hebatnya pria itu hanya bersandar di jendela menatapi semua barang-barangnya yang mulai tak berbentuk.

Gadis iblis itu mengernyitkan dahinya, ini pertama kalinya ia bertemu dengan manusia yang tidak memiliki wajah tanpa ekspresi seperti ini. dan ini semakin membuatnya tertarik dengan jiwa pria itu.

Setelah selesai dan kembali ke wujud semula, gadis iblis itu kembali mendekati tubuh pria itu. “Bagaimana? Aku akan membuat kontrak denganmu. Aku akan mengabdi dan menjadi pelayanmu, dan selama itu akan kukabulkan semua permintaanmu. Tapi sebagai imbalan setelah semua tujuanmu tercapai…. jiwamu akan menjadi milikku!”

Pria itu mengangguk-anggukkan kepalanya. “Cukup menarik, kau bisa mengabulkan segalanya? Tak ada batasan?”

“Tentu!”

“Jadi jiwaku yang kau inginkan?” pria itu nampak berpikir sebentar.

“Bukankah kau sudah siap menukarkan apapun?” sosok gadis iblis itu memiringkan kepalanya menatap pada pria itu.

“Sepakat!”

Pria itu melihat dengan jelas seringaian lebar sang gadis iblis. “Jadi? Apa permintaanmu?”

Pria itu diam beberapa saat untuk berpikir. Hingga ia berdiri tegap menatap tajam pada sang iblis cantik di depannya. “Aku memiliki tiga permintaan. Pertama kau harus selalu mematuhi dan memenuhi semua perintahku tanpa syarat. Kedua kau tidak boleh berbohong dan berkhianat padaku. Ketiga kau akan menjadi kekuatanku dan selalu berada di pihakku sampai saat terakhir!”

“Wow. Cukup sulit namun spesifik! Aku terima! Jadi bisakah aku tahu siapa namamu pria tampan?” ucap iblis bernama lizzy itu seraya mengusap wajah pria itu.

“Hoseok! Jung Hoseok. aku adalah anak tunggal keluarga jung yang akan mewarisi perusahaan dan kekayaan orang tuaku yang sudah meninggal, sebentar lagi!”

Lizzy melipat kedua tangannya di depan dada seraya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. “Oh, tuan muda ternyata”

Hoseok masih menatap dengan dingin pada lizzy yang masih berada di depannya. “Kuharap ini bukan mimpi atau semacamnya, dan mari kita lihat apa yang bisa nona iblis sepertimu lakukan!”

Lizzy terdiam, ia menatap lekat pada wajah hoseok yang nyaris datar seperti papan. ini pertama kalinya ia bertemu dengan manusia seperti hoseok.

“Tentu! Kau akan merasakan betapa nyatanya hal ini. dan Aku akan menjadi pelayanmu yang paling setia. Aku ingin benar-benar memastikan bahwa kau tidak menyesal”

Hoseok terdiam beberapa saat, kemudian tersenyum sinis menatap lizzy. “Menyesal? Omong kosong! Jujur saja, Bagiku jiwa ini memang tidak begitu berharga!”

Lizzy tertegun dengan ucapan hoseok, Sepertinya dendam dan kebencian dalam hati pria ini begitu mengakar. Namun bagi iblis itu adalah santapan yang sangat menggiurkan. Lizzy tersenyum miring “Jadi dimana aku bisa menandai kontrakku padamu?”

“Sesukamu!” jawab hoseok dingin.

“Yes as your wish, my sir!”

Lizzy dengan cepat menarik wajah hoseok agar menunduk, karena pria itu lebih tinggi darinya. Dan menyembunyikan wajahnya di tengkuk pria itu.

“Arrggg! Apa yang-“

Belum sempat hoseok menyelesaikan protesnya. Ia mulai kehilangan kesadarannya. Kepalanya mendadak terasa pusing dan berat. Lizzy sang iblis tersenyum seraya mengusap sebuah lambang yang tersembunyi tepat di belakang telinga hoseok.

Sebuah simbol bintang, tanda sebuah kontrak iblis. yang kini terasa membakar kulit leher pria itu. Membuatnya lambat laun kehilangan kesadarannya. Gadis iblis bernama lizzy tersenyum sumringah ketika hoseok jatuh dalam dekapannya.

“Have a nice dream. My sir! I’m always stand with you!”

Dengan mengayunkan tangannya sedikit lizzy dapat memindahkan hoseok yang tertidur untuk berbaring di ranjang. Dengan cepat lizzy membereskan kekacauan yang ia buat tadi, untuk pembuktian pada tuannya. Setelah selesai lizzy menghampiri hoseok yang masih terlelap dengan tenang.

Dengan pelan dan penuh ke hati-hatian lizzy kembali mengusap wajah putih berpipi tirus milik hoseok. seolah takut akan menggores wajah tampan itu dengan kuku panjang tajamnya.

“Aku tidak tahu, ada manusia yang begitu semenarik ini. aku pikir manusia hanya memiliki nafsu belaka, ternyata kau tidak. My sir!”

Gadis iblis bernama lizzy itu kembali tersenyum menyeringai, sebelum akhirnya memutuskan untuk berdiri dan berjalan ke arah kegelapan. Tubuhnya lambat laun menghilang di balik kegelapan malam dan menyisakan keheningan mendalam.

-END-

Catatan penulis : Saya membuat cerita ini bukan untuk membuat unsur hara sara, entahlah apapun itu. demi roti sobek jimin saya berani menjamin jika saya tidak bermaksud untuk menyebarkan ajaran sesat. Saya tekankan mengenai cerita ini yang saya utamakan adalah pemikiran hoseok mengenai manusia (teori apel busuk dan filosofinya) dan juga pertemuannya dengan makhluk bernama iblis itu (sesuai tema boys meet what). saya ingin kita sebagai manusia merenungkan kembali sifat-sifat buruk masing-masing, tidak perlu melihat orang lain tapi akui keburukan kita sendiri. melihat perkembangan jaman sekarang jujur saja saya sangat khawatir mengenai bagaimana orang-orang menyikapi segala masalah yang ada. Maaf jika saya banyak menulis, dan saya akan senang sekali jika banyak yang mengapresiasikan cerita ini. terima kasih banyak.

Advertisements

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s