[BTS FF Freelance] Coffee – (Oneshot)

picsart_01-03-11-09-55

Title : Coffee

Author : Serenity

Cast :

  • Suga
  • Seyoung (OC)

Rating : PG-13

Genre : Fluff

Length : One Shoot

Disclaimer : Fanfiction ini murni hasil ide author sendiri jika ada kesamaan jalan cerita itu merupakan hal yang tidak disengaja, jangan lupa tinggalin komen ya ^^. Fanfic ini juga dipublish di wordpress pribadi author, kalau minat silahkan kunjungi wordpress pribadi author https://joheudijoheudi.wordpress.com/ terima kasih ^^

Coffee

“Silahkan menikmati” ujarku sambil tersenyum kepada pelanggan kesekian di café ini. Aku menghela nafasku panjang mencoba melepas penat di otakku, tangan kananku memijat bahu kiriku mencoba mengobati pegal setelah hampir 12 jam melayani pelanggan tanpa henti. Aku melirik jam bulat coklat di dekat papan menu jam sudah hampir menuju ke angka 8 malam tapi, sampai sekarang aku belum juga bertemu dengannya “Apa dia tidak akan datang hari ini?” ujarku dalam hati aku menundukan kepalaku. Tak berapa lama pintu café terbuka, denting lonceng yang sengaja di gantung di dekat pintu berbunyi membangunkanku dari lamunan, aku mendongakkan kepalaku “Itu dia!” aku tidak bisa menyembunyikan senyumku

“Selamat malam, selamat datang di Daffodil Coffee Shop. Mau pesan apa?”

“Iced Americano satu” jawabnya tanpa pikir panjang

“Baik, atas nama?” tanyaku lagi

“Suga” jawabnya singkat

“Baik, silahkan tunggu” aku langsung memberikan pesanan Suga pada barista, aku lalu memperhatikannya yang sekarang sudah duduk di dekat jendela.

Dia adalah pelanggan tetap disini, sudah 2 tahun aku bekerja disini tidak ada hari dimana aku tidak melihatnya pesanannya pun selalu sama Iced Americano ukuran medium satu. Aku berpikir apakah ia benar-benar menyukai Americano? Mengapa ia menyukai Americano? Aku masih memperhatikannya, setiap kali kesini pun ia selalu duduk di tempat yang sama. Ia duduk dengan tenang dengan laptop di hadapannya dan headphone di lehernya, ia tampak serius memandangi layar laptopnya dan entah mengapa itu membuat jantungku berdebar dengan sangat kencang.

Barista menepuk pundakku, memberitahu pesanan Suga sudah siap aku pun mengambil pesanannya

“Iced Americano medium atas nama Suga”

Ia langsung berdiri dari tempatnya menuju ke arah bar dan mengambil pesanannya

“Terima kasih selamat menikmati” ujarku, ia hanya mengangguk kemudian kembali ke tempatnya. Sudah 2 tahun aku sering melihatnya tapi selama 2 tahun juga percakapan kami hanya sebatas pesanan, banyak pelanggan tetap disini yang berkomunikasi banyak denganku bahkan Jimin orang yang baru pindah dari Busan 4 bulan yang lalu sudah bisa berbicara banyak denganku. Ia begitu misterius tetapi, hal itu lah yang membuatku tertarik dengannya.

“Aku harap kita bisa berbicara lebih banyak lagi” ujarku dalam hati.

Hari ini aku libur dan memutuskan untuk berjalan-jalan di taman dekat apartementku, hari ini cuacanya sangat cerah matahari masih nampak bersinar terang walau jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Aku mendengar suara musik dari kejauhan, aku pun memutuskan untuk menuju sumber suara setelah melihat banyak perempuan seumuranku dan bahkan di bawahku yang berlarian ke arah sumber suara “Mungkin ada guerilla show boy group” pikirku dalam hati.

Musik semakin jelas dan aku jujur belum pernah mendengar musik itu sama sekali, dari beat dan melodinya aku sudah tahu bahwa ini merupakan musik Hip Hop “Underground kah?” pikirku. Aku berjinjit mencoba melihat siapa yang sedang tampil tetapi karena tubuhku yang kurang tinggi, aku tidak bisa melihat dengan jelas akupun mencoba menyela menuju ke barisan paling awal. Beberapa kali aku terdorong oleh orang-orang namun aku tidak putus asa karena rasa penasaranku yang tinggi, aku pun sampai di barisan terdepan.

Mukaku langsung memerah dan aku tidak bisa menahan binar kesenangan di mataku ternyata yang sedang tampil adalah Suga, ia memakai ripped jeans dengan sepatu rick owens hitam, ia juga memakai black hoodie dan snapback ia sangat tampan. Setelah intro berakhir ia mulai rap nya, ia nampak berbeda dengan biasanya ia terlihat sangat percaya diri bisa dilihat dari gesture dan gerak tubuhnya, aku tidak menyangka bahwa aku bisa bertemu dengannya selain di café, rap nya pun sangat bagus aku bisa dengan jelas mendengar lirik yang ia bawakan ia lebih ke aliran flow rap entah karena aku tertarik dengannya atau memang rap nya bagus aku makin jatuh hati dengannya.

Ia pun selesai dengan rapnya dan kerumunan pun mulai berkurang, aku sedikit kecewa karena waktu terasa sangat cepat. Aku pun akhirnya memutuskan untuk pulang juga, ketika aku berjalan tiba-tiba aku tersandung dan terjatuh dengan posisi lutut dan tangan bertemu aspal

“Aw..” aku meringis sakit, aku mencoba untuk duduk kemudian melihat lututku dan ternyata lututku terluka

“Aish, kenapa aku bisa jatuh?” aku mengumpat pada diriku sendiri

“Hey, kau tidak apa-apa?” aku mendengar suara yang sangat familiar, aku menggelengkan kepalaku mencoba menghapus pikiran di kepalaku aku memberanikan diriku untuk melihat ke sumber suara dan benar itu Suga seperti dugaanku. Aku tersenyum canggung “Sepertinya tidak” jawabku jujur, ia lalu berjongkok di hadapanku “Sepertinya memang tidak” ujarnya setelah melihat lututku yang berdarah, ia membantuku berdiri dan membawaku duduk di bangku taman terdekat.

“Kau tunggu disini ya” ujarnya, ia lalu berlalu menuju supermarket yang jaraknya kira-kira 10 meter dari tempat aku duduk. Setelah beberapa menit ia kembali membawa kantong plastik, ia duduk di sampingku dan mulai mengobatiku dengan obat yang ternyata ia beli di supermarket tadi.

Mula-mula ia menuangkan alkohol di kapas lalu mulai membersihkan lukaku. Aku menahan rasa perih, ia kemudian meniup lukaku dan menutupi lukaku dengan obat merah dan plester luka. “Lain kali hati-hati” ujarnya saat itu mata kami bertemu dan aku rasa aku makin jatuh hati padanya, ia dengan cepat membuang pandangannya “Kau sering kesini?” tanyanya “Hah, dia bertanya? Padaku?”

“Hmm… Tidak terlalu sih” jawabku “Kamu? Kau tampaknya sering tampil disini” tanyaku balik

“Kau melihat aku tampil tadi?” ia menoleh ke arahku terkejut, aku mengangguk

“Aku tidak menyangka ternyata kau bisa nge rap” ujarku, ia tersenyum sedikit walaupun tersenyum sedikit itu cukup membuat hatiku berdebaar kencang aku langsung menundukan kepalaku ke arah lututku, aku tidak mau ia melihat semburat merah di pipiku

“Kau tinggal di dekat sini?” tanyanya, aku mengangguk lalu menunjuk gedung apartementku “Aku tinggal disana di tower F lantai 10” jawabku “Serius? Aku juga tinggal disana di tower E” jawabnya

“Apa-apaan ini? Setelah bertemu dengannya secara tidak sengaja, kemudian dia mengobati lukaku, lalu sekarang aku berbicara dengannya dan sekarang ternyata aku dan dia adalah tetangga” aku berteriak kegirangan dalam hati

“Ayo pulang, sudah malam” ujarnya aku pun mengangguk. Selama di jalan kami berdua diam, tapi diam yang menyelimuti kami bukanlah diam yang canggung anehnya walaupun saling diam aku merasa nyaman di dekatnya ia pun tampaknya nyaman.

Kami berhenti di depan gedung apartementku, aku membalikan badanku ke arahnya “Terima kasih ya sudah menolongku tadi” ujarku ia lalu tersenyum “Tidak apa-apa” jawabnya, aku pun mengangkat tanganku perlahan “Bye Suga” ujarku ia lagi-lagi tersenyum

“Jangan panggil aku Suga, itu nama undergroundku panggil saja aku Yoongi” ujarnya “Oh, oke bye Yoongi” aku melambaikan tanganku lagi “Bye Seyoung” ia lalu membalikan badannya dan berjalan menjauh meninggalkan aku yang terdiam

“Ia tahu namaku…”

Advertisements

One thought on “[BTS FF Freelance] Coffee – (Oneshot)

Leave your review, ARMY!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s