[Vignette] Hooky!

1487252359553_4 copy.jpg

credit picture: tifaahand

Hooky!

a collaboration vignette by:

siluetjuliet and tifaahand

 [BTS’s] Jung Hoseok, Park Jimin, Kim Taehyung, and OCs

Friendship, failed!comedy

.

“If you have friend as weird as you, you have everything.” Unknown

.

Siapa yang menyangka jika pagi yang tenang di kelas Jimin, Taehyung, Nayeon, Yoonra, dan Jean berubah gempar tatkala Jung Hoseok–sang kakak kelas yang suka lupa usia–bertandang diiringi teriakan super cemprengnya.

“Gengs, bolos yuk!”

Persis cabe.

Beruntung sang guru belum memasuki kelas. Hoseok hanya mendapat decakan serta umpatan dari penghuni kelas, alih-alih dapat hukuman dari guru. Akan tetapi, namanya Jung Hoseok yang tidak kenal dengan makhluk bernama malu. Tetap saja tungkainya merangsek maju. Menghampiri meja Taehyung dan Jimin yang sudah siap berkemas sebelum Hoseok sempat melangkah.

“Kalian mau ikut tidak?”

Kali ini Jimin berkata dengan pose sok cool-nya. Tas disampir satu dengan dagu diangkat sedikit ke atas yang langsung mendapat sambutan penghapus tepat di jidat. Ulah Min Yoonra omong-omong.

“Ikut kepalamu! Sebentar lagi guru Kang masuk kelas, kalian mau dimangsa olehnya, huh?” Nayeon mulai cerewet. Gadis yang ingin melanjutkan pendidikan di jurusan kedokteran itu tentu saja tidak ingin melewatkan pelajaran eksak barang sehari saja.

“Bolos sehari tidak akan membuatmu langsung berubah jadi dungu, Nay.” Taehyung menimpali.

“Abaikan saja dua siswi teladan ini, bagaimana denganmu, Jean? Mau kutraktir es krim di luar, atau mendengarkan guru Kang mengoceh di sini?” Hoseok memberi opsi sembari mengerling pada Jean.

Jean memandang kedua sahabat perempuannya yang menolak ajakan bolos sejenak, lantas menjawab lantang, “tentu saja es krim!”

Yoonra dan Nayeon sudah menduga bahwa gadis Hong penggila es krim itu tidak akan bisa menolak tawaran Hoseok yang menggiurkan.

“Nay?” Jimin memegang lengan Nayeon, meyakini bahwa inisiatif Hoseok untuk membolos tidaklah terlalu buruk.

Nayeon ingin saja berkata iya, tetapi tidak enak hati pada Yoonra yang saat ini tengah melempar pandang ke jendela. Ia bimbang.

Namun, tiba-tiba saja Yoonra berdiri, meraih tas dan jaketnya–mengagetkan semua orang. “Ayo segera pergi sebelum guru Kang datang.”
.

.

Jadilah, keenam pemuda-pemudi itu beringsut dari kelas yang disambut dengan embusan napas lega setiap insan di dalamnya. Sepertinya mereka senang dengan ketidak bakal hadiran kelima makhluk astral antah berantah itu.

Sayangnya, belum genap mereka keluar dari pintu sekolah, rombongan yang diketuai Jung Hoseok berhasil tertangkap ekor mata Pak Kang. Maka teracunglah tangan sang guru sembari dengan teliti memanggil satu-satu murid asuhnya.

Terlihatlah aksi kejar-kejaran kemudian sampai Taehyung berteriak. “Ayo lompati pagar segera!”

Saking gesitnya berlari, tahu-tahu di hadapan mereka sudah terlihat tembok menjulang tinggi  yang berfungsi sebagai pagar sekolah. Jalan buntu. Seperti kata Taehyung barusan; tidak ada pilihan lain selain melompati pagar sekolah di hadapan mereka.

Tanpa pikir panjang, Taehyung dan Jean sigap melompati tembok dengan mudah. Kedua manusia berkaki panjang tersebut telah berada di sisi luar tembok dalam sekejap sekon.

Tiba-tiba saja lutut Jimin bergetar, lelaki itu tidak merasa mampu melompati pagar lantaran kakinya dan Nayeon paling pendek diantara empat temannya. Semangat bolos untuk bersenang-senang pun lenyap dari pikirannya, digantikan oleh imaji hukuman yang akan diterimanya dari Guru Kang.

Sementara itu, Min Yoonra tak sengaja melihat air muka Jimin yang masam. Ia sadar betul, bahwa temannya yang cebol itu sedang kehilangan rasa percaya diri. Lantas, cepat-cepat dijegalnya kaki Jung Hoseok hingga lutut sahabatnya itu rebah di atas tanah.

Belum sempat Jung Hoseok mengaduh kesakitan, Yoonra kembali menginjak punggung lelaki teraniaya itu kuat-kuat, hingga Hoseok hanya bisa menungging. Tak ada waktu untuk menjelaskan, Yoonra melakukan semua ini agar Jimin dan Nayeon bisa segera melompati pagar dengan menggunakan punggung Hoseok sebagai pijakan.

“Jangan bengong, bantet! Cepat naiki punggung Hoseok, aku akan membantu kau dan Nayeon dari atas!”

Lekas Yoonra menaiki tembok dan nangkring di atasnya, mengulurkan tangan untuk kedua temannya. Dengan susah payah dan diiringi rintihan Hoseok–yang kesakitan karena punggungnya diinjak-injak Jimin dan Nayeon–akhirnya dapat bergabung dengan Jean dan Taehyung yang sudah berada di luar pagar sekolah.

Persis. Ketika Hoseok berada di luar pagar, Guru Kang tiba di sebaliknya–berteriak.

“Tenang saja pak, hanya hari ini!” Taehyung membalas sementara mereka berenam sudah berlari menjauh.

.

.

Sesuai janji, agenda membolos hari ini adalah mengunjungi mall besar di daerah Gangnam. Sekalian menebus janji yang sudah dilontarkan pada gadis Hong. Baik Taehyung, Jimin, maupun Hoseok tau konsekuensi jika hal itu dibatalkan. Akan lebih parah dari tulang hidung yang patah oleh Yoonra. Atau hidung mimisan terkena bola sepak Nayeon. Ketiga anak lelaki itu percaya Jean punya boneka santet yang akan membuatnya sial sepanjang sisa hidupnya.

“Stan es krimnya lantai berapa, Jen?” Hoseok bertanya cepat ketika tungkai mereka memijak lantai mall.

“Bagian foodcourt di lantai paling atas, Seok. Kita naik eskalator saja.” Jean berseru lantang, kentara sekali sedang bersemangat.

Tanpa diminta Jean sudah berjalan di depan, diikuti keenam anak lainnya di belakang, tak ubahnya induk bebek membawa anaknya mereka berjalan beriringan.

Sayangnya anak-anak bebek yang malang itu lupa bahwa induknya merupakan jenis manusia buta arah nomor wahid sedunia. Jangankan membaca peta, kompas, atau mengingat arah, mengeja nama Jung Hoseok saja Jean masih salah-salah.

Tepat ketika mereka menginjakkan kaki di lantai paling atas, mereka mengelilingi seantero lantai dengan penuh semangat namun tak jua menemukan eksistensi stan es krim yang dimaksud Jean di sudut mana pun.

“Jean, kau yakin stan es krimnya ada di lantai ini?” Nayeon bertanya curiga, takut-takut kalau sang induk bebek menyesatkan anak-anaknya yang nyaris kehabisan tenaga.

“Eum, mungkin di lantai tiga … lebih baik kita turun saja lewat sini.”

Lagi, si induk bebek menggiring anak-anaknya turun melalui eskalator. Akan tetapi, sesampainya di lantai tiga, Jean si induk menukas, “ah, bukan di sini. Seingatku ada di lantai empat!”

Kembali digiringnya anak-anak bebek berputar, menaiki eskalator ke lantai empat. Lantas enam bocah berseragam sekolah itu mengitari lantai empat dengan riang, meski tetap saja tak kunjung menemukan stan es krim tujuan.

“Jean, ini terasa tidak benar.” Min Yoonra mulai buka suara. Meski gadis petarung itu rajin berolahraga, tetap saja kakinya terasa linu setelah berputar-putar–naik-turun–mengelilingi mall demi mencari seonggok stan es krim favorit Hong Jean.

“Kau benar, Ra. Kita berada di lantai yang salah, harusnya ada di lantai dua.”

“Apa kau ya–“

“Mari bergegas kawan-kawan!” Tanpa pikir panjang, digiringnya teman-temannya untuk turun lewat eskalator–lagi.

Entah sudah berapa kali keenam remaja ini naik-turun eskalator, tak jua tampak stan es krim kesukaan Hong Jean. Disponsori oleh betis yang pegal, Jean berkata, “sudahlah, beli es krimnya di taman dekat rumah saja.”

Kakak kembar Hong Joshua itu rupanya merasa tak enak hati. Ia hanya bisa menunduk, tak sanggup menatap teman-temannya. Pikir Jean, teman-temannya pasti marah besar lantaran bukannya bersenang-senang di mall, malah naik-turun eskalator tidak jelas begini.

“Kau benar, kita beli di taman saja.” Tone suara rendah milik Hoseok menguar, diiringi embusan napas berat dari yang lainnya.

“Tapi, setidaknya kita harus naik-turun eskalator sepuluh kali lagi!” Cetus Taehyung yang lantas membuat Jean mengangkat wajah cepat-cepat dengan kedua kelopak mata terbelalak. Membuat ekspresi wajah mirip belalang sawah.

“Yup! Ini sangat menyenangkan!” Kali ini Jimin menimpali.

Lekas Jean mengorek telinga dan mengucek matanya. Apa ia tak salah dengar? Apa ia juga tak salah lihat? Mengapa saat ini wajah teman-temannya terlihat begitu girang dan bersemangat?

“Hm, lumayan untuk memperkuat otot-otot kakiku.” Min Yoonra malah menganggap hal ini menguntungkan untuk melatih fisiknya.

“Iya, ini seru sekali!”

Wah, sampai Nayeon si calon dokter ikut-ikutan. Benar-benar gila. Tapi, Jean tak bisa menampik kenyataan bahwa ia juga menyukai kegiatan tidak penting ini. Karena baginya, saat bersama cungcungprut dunia serasa milik berenam, yang lain mengontrak.

O, satu pesan untukmu, pembaca yang budiman, ingatlah hal ini baik-baik: jika kau ingin bepergian bersama keenam remaja ini, pastikan untuk tidak mengajak cungcungprut pergi ke mall atau tempat apa pun yang memiliki fasilitas eskalator di dalamnya. Karena, yah, kau akan melihat sekumpulan bocah desa yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk naik-turun eskalator sambil cengar-cengir—seperti yang mereka lakukan saat ini.

Dan untuk kalian, wahai para pelajar harapan bangsa, jangan pernah meniru perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh keenam berandal ini jika tidak ingin bokongmu lebam lantaran dipukuli oleh ayah dan ibumu.

 Camkan itu baik-baik!

–fin.

Happy birthday Jung Hoseok yang makin kece dengan rambut oranye menyalanya. Duh, minta dikupas!

Advertisements

6 thoughts on “[Vignette] Hooky!

  1. WANJAY MAMIH LATEU INI APAAN WAKAKAKA AKU NGAKAK SEPANJANG CERITA WARBYASAH XD XD XD

    terkampret 2k17 emang yha kalian berenam ini, bisaan gitu malah main naik-turun eskalator sambil cengengesan. dan aku bayanginnya uda yang astagaaaaa emang geng ini tuh patut dapet award ter-nggakpunyamalu 2k17 /.\

    tapi mih tapi, kok aku bahagia ya ada adegan jimin pegang2 tangan nayeon. ugh, makin sayang kamu sobet bantet {}

    udah, gitu aja, makin rusuh terus yha cungcungprutku sayang ❤ dan selamat ulang tahun buat tetua geng aka jung hoseok! ^^

    Liked by 1 person

  2. HAHAHAHAHA dunia milik berenam, yang lainnya mengontrak! fix aku ngakak! terus bayangin wajah taehyung mirio belalang sawah kek apa yaa???
    ini lucuuu!! disponsori diksi yg gokil wkwkwk momen friendshipnya juga kerasa pas mereka manjat pager. jimin kasiiaan kamu, kawan hahaha tinggian dikit napa /eh
    daan yg terakhiiirrr apabangeett bayangin mereka kegirangan naik eskalator dgn mata berbinar dan gigi yg keliatan semuaa (ingin mengumpat)

    keep writing kak becca (mamiih) sama (kak) tifa!! ^^

    Liked by 1 person

    1. Anee jangan lupa bayar kontrakan ke mereka berenam ya…
      Itu btw bisa tolong ditunjukkan eksistensi diksinya? Wahahha ff ini mah disponsori bahasa ngaco xD
      Terimakasi suda mampir, wahai anee sang biduan btsff

      Like

  3. Jujur, untuk mbak-mbakku tersayang yg buat ff ‘huh!’ ini sebenernya aku melewati tl dengan tujuan lain dan tiba-tiba postingan ini muncul dan aku penasaran dan … akhirnya membacanya dengan bersungguh-sungguh :”)

    Rasa-rasanya terlalu banyak hal konyol lewat di kepalaku kak astaga ngebayangin enam orang gajelas naik-turun eskalator, nggak takut dicurigai mbak-mbak spg atau satpam gak sih kakak-kakak yang budiman?

    Ini kece walau tumbenan baca ff comedy yg receh astaga senpay juga bisa ngelawak ya astaga 😂 aku sampe mikir ini beneran yg buat siluetjuliet sama tifaahand?

    Aduh ini bener-bener random aduh geng satu ini gaboleh ketemu geng cireng, bisa-bisa dunia kiamat dengan cepat :”)

    Lupakan saja jejak tak bermutu dariku kakak-mbak yang budiman. Sekiranya mendapat tempat terbaik untuk tidak melupakan ocehan ini (?) Salam hangat dan cinta dariku selalu 💜

    Like

      1. Wahay dedek njuls yg budiman, maaf jika kami telah menodai indra penglihatanmu secara sengaja dg membuatmu membaca ff seronok(?) begini.
        Yg nulis bukan siluetjuliet sama tifaahand senpay-nim, bukan, percayalah. /lalu nyanyi:’selamanya kita akan bersama… melewati segalanya…/ *dikeplak afgan sm raisa*

        Duh, selera humorku -__-”

        Btw, km ngucapin pibesdey ke jehop apa lg promosi batre alkaline sik? Pake kuat dan tahan lama giduw.

        Dan, tolong jangan biarkan cungcungprut bertemu dg geng cireng, jika tidak ingin geng cireng berakhir nahas di penggorengan.

        Sekian.

        Like

Leave a Nice Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s